Advertisement
  1. Business
  2. Portfolios

5 Langkah Membangun Portofolio Freelance Anda Dari Ketiadaan

by
Read Time:9 minsLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Ratnawati (you can also view the original English article)

Jadi Anda adalah seorang freelance baru dengan tanpa bekerja untuk portofolio Anda.  Bagaimana Anda bisa mulai membangun bisnis Anda?

Kita semua tahu sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan tanpa pengalaman, dan sulit mendapatkan pengalaman tanpa sebuah pekerjaan.  Tapi Anda bisa mematahkan lingkaran ini dan memulai untuk mendapatkan contoh.  Anda hanya butuh tiga atau empat untuk memulai penjualan pelayanan freelance Anda untuk membayar prospek.

Triknya adalah, Anda ingin contoh-contoh ini terlihat bagus, jadi Anda harus memilih target Anda hati-hati.  Jika Anda seorang penulis, misalnya, ambil dari Konten Terkait atau pabrik konten lain tidak akan menarik perhatian orang lain.

Sebagai gantinya, target ke penerbit kecil, nirlaba terdekat, atau bisnis kecil yang memiliki reputasi bagus.  Bagaimana Anda mendapatkan petunjuk pertama?  Dengan menggunakan apa yang saya sebut the low-hanging fruit methode.  

The Low-Hanging Fruit Method

Ini bekerja seperti ini: untuk melakukan proses masuk-ke dalam semudah dan secepat mungkin, Anda harus menarget klien yang mana Anda sudah mengetahui beberapa apa yang mereka lakukan.  Idealnya, bisnis kecil ini di mana Anda sudah tahu siapa pemilikinya, atau jika tidak sedikit hubungan dengan organisasi.

Targetkan the low-hanging fruit yang terhubung dengan hidup Anda dan pengalaman kerja, dan masuklah ke jalan yang mudah.

Anda pergi ke klien yang mana mudah untuk mendapatkan kasus kuat bahwa Anda adalah freelance mereka, karena pengalaman Anda dengan topik atau jenis pekerjaan freelance.

Mimpi terdalam Anda mungkin untuk menulis perawatan hewan peliharaan, tetapi jika Anda belum bekerja pada perusahaan yang menghasilkan produk itu atau toko hewan dan tidak pernah tahu pemilik hewan, ini akan sangat sulit untuk terjun kedalamnya dengan awal yang jauh.  Ini bisa dengan mudah mendapatkan beberapa potongan di dalam area di mana Anda bisa mempraktekkan subjek yang sudah Anda tahu.

Jadi selamatkan diri Anda dari banyak penderitaan.  Targetkan the low-hanging fruit yang terhubung dengan hidup Anda dan pengalaman kerja, dan masuk ke jalan yang mudah.

Langkah 1 : Lihat Hidup Anda

Untuk menemukan target yang bagus untuk membuat sampel freebie, pertama Anda harus mengetahui jenis penjualan seperti yang mendekati lo-hanging fruit diri Anda.

Mari kita ambil contoh pada Cindi, yang mana mencoba untuk masuk sebagai penulis freelance.  Inilah cerita dia: dia biasa bekerja di restoran dan ayah dia menjual asuransi.  Dia adalah seorang Rotarian lama.  Dia merawat bibinya yang terkena serangan dua kanker, jadi dia belajar banyak tentang rumah sakit dan istilah medis.

Dia juga sebagai pengatur rumah profesional pada poin ini. dan dia juga memiliki blog pribadi tentang tato.

Pengalaman ini memberikan pengalaman pada sudut pAndang bisnis dan organisasi yang dia tahu dari pekerjaan dia dan pengalaman hidupnya.  Katagori prospek dia pada low-hanging fruit terdiri:

  • Restoran lokal
  • Pialang asuransi dan perusahaan asuransi
  • Majalah Rotarian nasional atau website perkumpulan Rotari lokal
  • Kanker lokal atau klinik rehabilitasi
  • Asosiasi penyelenggara profesional
  • Salon tato

Setelah Anda mengidentifikasi jenis klien Anda dari industri mereka. Anda ingin mengidentifikasi prospek yang spesifik yang mungkin ingin mengambil percobaan dan membiarkan Anda melakukan projek kecil mereka.  Sering kali, ini sangat mudah seperti Anda berjalan di jalan Anda atau pusat kota dan mencatat nama bisnis yang sesuai dengan pengetahuan Anda.

Demikian juga, jika Anda secara suka rela mendesain koran lokal nirlaba, mengejar koran nirlaba lainnya yang bisa meinta tolong untuk mendesain bias menjadi pendekatan low-hanging fruit Anda.

Langkah 2:Temukan Kesempatan Anda

Sekarang Anda memiliki daftar di mana pengalaman Anda dan jenis klien seperti apa yang memiliki prospek, waktunya sekarang untuk meneliti berbagai industri untuk melihat di mana ada peluang terbaik.  Ada beberapa sumber untuk melakukan ini:

  • Pada sisi publikasi, Anda bisa memeriksa Writers' Market.
  • Jika ini sebuah industri, Anda bisa scan halaman bisnis Anda, ambil koran bisnis harian, atau mungkin membeli sebuah Book of Lists untuk kota terbesar dekat Anda.  Panduan pendapatan negara ini membantu banyak masyarakat dan perusahaan pribadi pada berbagai macam industri, sehingga Anda bisa merasakan siapa yang akan menjadi klien masa depan Anda, dan di mana letak uang di wilayah Anda.  Beberapa kota memiliki banyak fasilitas medis, sementara lainnya berupa teknologi, sebagai contoh. 
  • Di sana juga ada data bisnis termasuk Hoovers dan Manta yang mungkin akan membantu Anda untuk mengidentifikasi bisnis dan mencari pendapatan. 
  • Anda bisa mengatur mesin pencari Google pada tab “News” atau periksa website PR seperti PR Newswire untuk pengumuman dalam industri Anda—terkadang perusahaan akan membual tentang menAndatangani klien besar atau peningkatan penjualan mereka.  Itu isyarat Anda mungkin mereka merupakan klien yang baik.

Penulis baru saya mungkin akan langsung mengetahui ada banyak uang pada kesehatan dan asuransi, di mana resotoran sekarang sedang berjuang – dan salon tato tidak cenderung memiliki pemasaran yang besar.  Jadi jika Cindi ingin memaksimalkan pendapatannya, dia harus memilih dua pilihan pertama.

Langkah 3: Kembangkan Daftar Prospek Anda

Sekarang Anda sudah bisa mengidentifikasi kesempatan uang-bagus Anda, waktunya sekarang untuk menemukan bisnis spesifik, nirlaba, penerbitan, atau organisasi.

Jenis prospek apa yang sering menyewa seorang freelance baru untuk melakukan projek mereka?  Tipe yang terlalu kecil untuk menyewa seorang desainer dalam-rumah atau penulis, dan juga terlalu kecil untuk memberikan atas-pada-garis-$100-per-jam profesional freelance.  Anda sangat sempurna untuk itu:

  • Toko ibu-dan-ayah yang Anda patronkan
  • Nirlaba yang Anda dukung
  • Organisasi profesional yang Anda kenal
  • Kecil, penerbit kecil yang Anda baca

Setelah Anda mengidentifikasi beberapa prospek, mulailah mencari nilai materi penjualan mereka—periksa website mereka, ambil brosur Chamber of Commerce mereka, atau baca koran mereka.  Selagi Anda melakukan ini, cari lubang pada penjualan mereka yang bisa Anda isi.  Mungkin koran mereka hanya tulisan dan mungkin bisa menggunaka seorang desainer, atau mungkin blog mereka yang belum diperbarui dalam enam bulan.  Senjatai dengan ini, cari informasi tentang di mana prospek yang mungkin membutuhkan pelayanan Anda, dan dan Anda siap untuk mencoba percobaan pertama.  

Dua kunci penting untuk mencari adalah: kelemahan penjualan yang Anda temukan melibatkan jenis freelance yang Anda ingin lakukan kedepannya.  Sebagai contoh, mereka membutuhkan blogging dan Anda ingin melakukanya untuk dibayar, atau mereka butuh desain grafis dan itu adalah Anda.  Jangan terjebak melakukan tugas freelance yang tidak membantu Anda untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan.

Situasi ideal adalah untuk melakukan pendekatan prospek di mana Anda sendiri mengetahui pemilik atau ediotr penerbit, dan dan bisa dengan mudah menanyakan ke mereka apakah mereka membutuhkan pertolongan penjualan.  Selanjutnya yang bagus adalah memiliki teman atau kenalan yang mengenal pemilik untuk dikenalkan ke Anda.

Di atas itu, Anda mungkin send a letter of introduction, menghubungi mereka ditelepon, atau gapai mereka di dalam LinkedIn dengan pitch Anda, untuk menamai beberapa kemungkinan pendekatan penjualan.

Langkah 4: Lempar Tanpa Terlihat Depresi

Anda mungkin berpikir mendekati pemilik bisnis kecil yang meminta Anda untuk bekerja secara gratis terlihat seperti menyedihkan.  Tetapi Anda bisa membuat lemparan ini terdengar seperti profesional.

Ini adalah contoh bagaimana menampilkan kerja-gratis dengan kehormatan:

Dear [prospect]:

I’m reaching out to you because I’m a freelance [writer, designer, etc.] looking to build my portfolio in the area of [this type of assignment–grantwriting, newsletter design, etc.,].

[NOTE how this does not say you're brand-new to freelancing and have no clips yet!  This isn't a fact you necessarily have to disclose.]

In analyzing your current marketing materials, I noticed your website lacked [case studies, product descriptions, an updated blog, etc.]

[Briefly describe your experience with this industry – why you know their business or type of marketing need from work, hobby, etc.]

Because I want to build my reputation in this area, I’d be willing to do [name your small project here] for you without charge. All I’d ask in return is your willingness to refer and recommend me in future if you’re happy with my work – and not to mention that I did this project for you without charge. I also need to be able to claim credit for this piece.

We both win here – you get free marketing help and I get a valuable portfolio piece to my credit. I’m happy to tell you more about my [your type of freelance niche here - writing, design, etc.] background and discuss this with you further.

Let me know if you’re interested –
[Signature]

Meskipun demikian Anda membuat frase, jaga tetap profesional dan terus terang.  Ini adalah kondisi kebutuhan-sama: Anda butuk klip, dan mereka butuh bantuan penjualan.  Sesederhana itu.

Langkah 5: Negosiasikan Persyaratan Anda

Setelah Anda mendapatkan klien yang tertarik untuk memberikan Anda sebagai contoh gratis, waktunya untuk menegaskan hubungan Anda.  Harapannya, Anda telah menyebutkan apa yang Anda butuhkan pada nada Anda, seperti yang terlihat di atas.  Tetapi meskipun demikian, sebelum Anda memulai bekerja, pastikan untuk mendapatkan konfirmasi dalam penulisan bahwa klien Anda setuju dengan persyaratan Anda:

  • Jelaskan projek kecil.  Jangan tersedot dengan merancang laporan tahunan 100-halaman atau menAndatangani kontrak ke blog setiap harinya untuk tiga bulan tanpa bayaran. 
  • Klien ini disumpah untuk menjaga kerahasiaan bahwa Anda bekerja tanpa bayaran.  Sejauh mana prospek masa depan akan tahu, ini adalah klien yang membayar. 
  • Jika klien Anda senang dengan kerja Anda, mereka akan memberikan Anda testimoni. 
  • Klien ini juga bersedia untuk merujuk Anda kepada orang lain dalam industri atau ceruk.
  • Anda akan diizinkan untuk mengambil bayaran untuk pekerjaan ini dan gunakan di dalam portofolio Anda—jangan menandatangani persetujuan yang tidak diungkapkan yang menghalangi Anda untuk menggunakan projek sebagai contoh.

Di luar pertimbangan proyek khusus pro-bono ini, pastikan untuk menjelaskan persyaratan seperti yang Anda lakukan pada klien yang mebayar—seperti apa yang akan Anda lakukan dan kapan jatuh tempo projek.

Jika Anda mengatur ini dengan benar, Anda akan menghasilkan projek kecil dan klien Anda akan ketagihan.  Mereka mungkin akan menyewa Anda kembali untuk dibayar untuk melakukan pekerjaan tambahan.

Pada beberapa kasus, Anda harus berakhir dengan contoh yang berguna, sebuah rekomendasi, dan mungkin bahkan rujukan kepada klien yang membayar.  Sekarang, Anda dalam perjalanan untuk membuat portofolio yang terlihat-profesional dan mengantri klien yang membayar.

Bagaimana Anda mendapatkan contoh kerja pertama untuk portofolio Anda? Tinggalkan pesan dan tambahkan tips Anda.  

Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.