Unlimited PowerPoint templates, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Business
  2. Business

Rencana Bisnis Bagi Konsultan Lepas

by
Read Time:13 minsLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Ungkapan "rencana bisnis" mungkin meningatkan sebuah dokumen formal panjang yang penuh dengan analisis dan rincian yang bagus. Pada saat yang sama, itu menyarankan proses berpikir terstruktur yang harusnya mengarah pada semacam dokumen.

Sayangnya, terlalu mudah untuk melakukan banyak usaha dalam membuat yang pertama, dengan mengorbankan yang terakhir.

Terus terang, terlalu banyak konsultan memulai dengan dokumen dan membiarkannya mengarahkan perencanaan. Mereka menggunakan format yang biasa dan "mengisi bagian yang kosong", dimana ini berbeda dari "menjawab pertanyaan utama."

Model rencana bisnis yang luas membuat konsultan membuang-buang banyak usaha, jadi mari kita lihat "permasalahan template" sebelum masuk ke dalam elemen inti sebuah rencana bisnis yang bagus.

Telusuri, Kemudian Buang

Cari "rencana bisnis" dan kamu akan segera menemukan "template rencana bisnis" dalam jumlah besar. Jika template gratis tidak cukup, kamu bisa berinvestasi dalam software untuk membantumu menyusun dokumen yang tampak brilian.

Membuat sebuah rencana bisnis merupakan tindakan yang bernilai, salah satu yang hendaklah kamu lakukan paling tidak sekali dalam setahun. Namun ada beberapa permasalahan dengan pendekatan yang indah dalam kebanyakan template:

  • Kamu mungkin tidak memerlukan dokumen panjang dan detail sama sekali. Jika kamu tidak pernah membagikan rencana bisnis dengan siapapun juga, jangan habiskan berjam-jam mempercantiknya dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tidak berlaku bagimu.
  • Mereka jarang berfokus pada bisnis satu orang, khususnya konsultasi. Apakah kamu perlu menuliskan Tim Manajemen? Struktur Organisasi? Perlengkapan Bahasan, Fasilitas, dan Persyaratan Tenaga Kerja?
  • Mereka menggunakan format dan struktur yang berlebihan untuk membuat ilusi cara berpikir yang besar. Sebagai contoh, banyak yang mempersyaratkan Pernyataan Visi dan Misi, dan Tujuan. Berlebihan.
  • Terlalu panjang. Tidak biasa bagi sebuah template yang hanya berisi heading, dengan sebuah kalimat yang memberi tahu apa yang harus kamu isi dalam tiap halaman, dengan isi 15-20 halaman. Kamu akan dengan cepat mendapatkan sebuah dokumen sebanyak 40 halaman dimana hanya beberapa orang yang serius melakukannya.
  • Kamu tentunya tidak memerlukan sebuah dokumen resmi besar untuk menjalankan bisnis dengan baik, dan kebanyakan konsultan lepas akan jarang membagikan dokumen tersebut dengan orang lainnya.

Rekomendasi saya: keluar dari sistemmu! Cari rencana bisnis di web, telusuri template, dapatkan ide format standar dan topik umum. (Dua sumber lainnya untuk perencanaan bisnis dasar adalah Small Business Administration dan SCORE.)

Dan kemudian pisahkan hingga kamu benar-benar memerlukan tingkat formalitas tersebut ... yang mungkin tidak pernah terjadi.

Tiga Rencana Bisnis

Pertimbangkan tiga kemungkinan dokumen:

  1. Rencana Teridentifikasi: dokumentasi proses perencanaan, pertanyaan-pertanyaan yang kamu ajukan kepada diri sendiri dan jawaban-jawaban yang kamu dapatkan.
  2. Rencana Portabel: sebuah kesimpulan satu halaman mengenai Rencana Teridentifikasi. Yang satu ini cocok untukmu, sehingga kamu bisa membawanya bersamamu untuk membimbing keputusan harian dalam bisnismu.
  3. Rencana Yang Rapi: sungguh sebuah template yang panjang, detail (dan membosankan!). Jangan repot-repot membuat yang satu ini kecuali adanya kebutuhan eksternal.

Buat rencana berdasarkan urutan tersebut. Lakukan pemikiran yang diperlukan untuk menjalankan sebuah bisnis konsultan lepas yang sukses terlebih dahulu, dan kemudian masukkan pemikiran tersebut dalam sebuah dokumen.

Sedangkan untuk Rencana Yang Rapi, yang paling memerlukan jenis dokumen tersebut adalah dalam mencari pembiayaan. Apakah kamu pergi ke sebuah bank atau serikat kredit atau menemukan sebuah suntikan dana dari sumber lainnya, pihak eksternal mungkin meminta sebuah rencana bisnis yang formal. Kemudian kamu mencari sebuah template dan mengerjakannya.

Namun pada relatifnya beberapa konsultan lepas mendapatkan diri mereka menjalankan rute tersebut. Dan saya akan membagikan sebuah rahasia kecil: walaupun banyak bankir meminta sebuah rencana bisnis yang formal, dan bahkan mungkin melihat beberapa bagian, mereka melakukan itu sebagian besar untuk melindungi diri mereka.

Saya telah mendengar lebih dari satu bankir bisnis yang mengatakan bahwa jika pemilik sebuah bisnis kecil tidak dapat berbicara dengan mudah mengenai permasalahan utama yang dihadapi bisnis mereka (Rencana Portabel) secara singkat dan percaya diri, tidak ada dokumen bagus manapun yang bisa membuat perbedaan.

Elemen Untuk Diidentifikasi

Cari elemen umum yang ditemukan dalam rencana bisnis efektif, saya merekomendasikan untuk berhati-hati dalam memeriksa permasalahan berikut:

  • Apa yang sedang kamu jual?
  • Kepada siapa kamu akan menjualnya?
  • Bagaimana kamu akan menjadi yang terdepan dalam pasarnya?
  • Bagaimana kamu akan menjalankan bisnis tersebut?
  • Permasalahan Anggaran/Keuangan
  • Proyeksi
  • Risiko, Hambatan dan Respon

Apa yang sedang kamu jual?

Layanan dan produk apa yang akan dibayar klien kepadamu?

Permasalahan paling umum di sini adalah berbicara secara umum ("menyediakan bimbingan eksekutif"). Pergi lebih dalam untuk membuat daftar tindakan atau produk spesifik yang dapat kamu kenakan biaya.

Apakah kamu akan menawarkan seminar di tempat? Sesi bimbingan tatap muka? E-book? Webinar? Alat diagnosis? Penilaian keamanan? Apakah kamu akan menghabiskan waktu melakukan riset dan membuat laporan dan rekomendasi? Mengajukan strategi pemasaran/hukum/operasional?

Lakukan sespesifik mungkin. Jangan sembunyi di balik alasan "setiap proyek itu unik". Identifikasi elemen umum dalam pekerjaanmu, atau buat daftar proyek khusus.

Kepada siapa kamu akan menjualnya?

Yang satu ini merupakan elemen rencana bisnis yang paling berharga dan paling diabaikan, yaitu klien ideal, pasar targetmu.

Kebutuhan apa, permasalahan  apa, yang akan membawa klien beralih kepadamu untuk meminta bantuan?

Dengan mengidentifikasi kebutuhan mendasar, jelaskan klien ideal secara detail. Industri apa, atau jenis individu apa, yang memiliki kebutuhan tersebut? Jika kita membicarakan tentang perusahaan, seberapa besar mereka, seberapa banyak mereka, dimana mereka?

Cari definisi yang ketat. Jika kamu melakukan konsultasi pada bisnis, jangan menipu diri bahwa setiap bisnis merupakan klien potensial. Tampaknya layananmu tidak menarik secara merata pada perusahaan raksasa dan bisnis kecil lokal.

Jika kamu melakukan konsultasi ke individu, lampaui pemikiran "setiap orang memerlukan saya". Cari group usia, tingkat pendapatan, gaya hidup, lokasi, dan faktor lainnya yang dapat membantumu fokus pada orang yang paling cenderung memerlukan apa yang kamu tawarkan.

Bagaimana kamu akan menjadi yang terdepan dalam pasarnya?

Pikirkan topik ini sebagai perpanjangan dari pasar targetmu.

Dimana mereka berkumpul? Apakah mereka membaca jurnal, koran, blog tertentu? Apakah pasar targetmu lebih cenderung bertukar ide di LinkedIn daripada Facebook? Apakah mereka aktif di media sosial, atau apakah mereka kira tidak masalah untuk aktifitas pribadi/menyenangkan, namun bukan untuk bisnis yang serius?

Sumber apa yang mereka semua lihat dan dengar? Dimana artikel bisa menjangkau mereka? Iklan? Apakah mereka menghadiri konferensi atau konvensi?

Jika kamu tidak bisa memikirkan tempat yang terpaut dengan prospek targetmu, baik secara fisik maupun virtual, mungkin kebutuhan yang kamu selesaikan tidak cukup mendesak untuk mendukung sebuah bisnis!

Jika kamu tidak bisa memikirkan tempat yang terpaut dengan prospek targetmu, baik secara fisik maupun virtual, mungkin kebutuhan yang kamu selesaikan tidak cukup mendesak untuk mendukung sebuah bisnis!

Lihat bagaimana orang lain mencoba untuk menjangkau pasar ini. Jika tidak ada yang melayani dalam pasar targetmu, kamu mungkin menghadapi tantangan (dan pengeluaran) yang signifikan dalam mendapatkan perhatian mereka. Jika ada sejumlah besar rival yang menyediakan layanan seperti dirimu, kamu harus berkerja lebih keras untuk membedakan dirimu dari kumpulan tersebut.

Jalur termudah berjalan melalui pasar dimana beberapa komunikasi terhubung, beberapa "lubang air", telah ada di tempatnya. Namun itu tidak begitu dibanjiri dengan penyedia dimana harga rendah merupakan satu-satunya faktor penentu bagi klien potensial.

Sebuah pemahaman yang baik mengenai pasar target dan "perilaku berkumpul" mereka adalah titik awal bagi strategi pemasaran yang spesifik, apakah itu menerbitkan artikel, sebuah keberadaan online yang kuat, periklanan, atau metode lainnya. Seringkali strategi pemasaran lemah karena konsultan menghindari riset yang terkadang sulit ke dalam cara pasar target mereka hidup, berfikir, dan bertindak.

Bagaimana kamu akan menjalankan bisnis tersebut?

Bahkan tanpa sebuah tim manajemen dan sebuah struktur organisasi ada banyak keputusan praktis untuk dibuat tentang menjalankan bisnismu. Semuanya terlalu sering dibuat secara sembarangan.

Akankah kamu menyewa jasa pembantu, subkontraktor seperti bantuan administratif, desainer web, penulis, dukungan teknis?

Layanan pendukung apa yang mendasar untuk bisnismu? Tingkat peralatan/teknologi apa yang kamu butuhkan? Apakah kamu akan sering berpergian? Apakah kamu akan bertemu dengan klien sesuai keinginanmu, atau keinginan mereka, atau dalam sebuah lingkungan virtual? Apakah kamu memerlukan sebuah kantor, atau sebuah ruang konferensi, atau paling tidak akses sesekali ke mereka?

Permasalahan Anggaran/Keuangan

Ah, uang. Template rencana bisnis akan meminta Laporan Pendapatan dan sebuah Neraca Keuangan, sulit praktis bagi kebanyakan bisnis konsultan satu orang.

Tetap saja, freelancer yang tidak pernah melakukan penganggaran formal seringkali mengalami kejutan tidak menyenangkan ketika klien ada sedikit (dan juga melewatkan peluang dimana mereka belum mempersiapkan diri untuk itu).

Perkirakan penjualan kasar (sebelum pengeluaran dan pajak) untuk tahun mendatang. Jadilah realistis: ini bukan tentang goal, itu tentang apa yang dapat kamu andalkan. Jadilah konservatif.

Kebanyakan konsultan mengalami siklus musiman. Pecah penjualan tahunan menjadi angka bulanan yang mencerminkan pola tersebut.

Tetap saja, freelancer yang tidak pernah melakukan penganggaran formal seringkali mengalami kejutan tidak menyenangkan ketika klien ada sedikit (dan juga melewatkan peluang dimana mereka belum mempersiapkan diri untuk itu).

Patok biaya tetap. Kamu membayar internet, suplai kantor, telepon dan banyak lagi. Kamu mungkin membayar layanan online (pertemuan online, survei dan diagnosis, pengelolaan daftar email). Catat dengan jelas apa yang akan kamu bayar, bulan demi bulan, apakah ada uang yang masuk atau tidak.

Pastikan kamu memiliki aturan utama dalam memperkirakan nilai pajak.

Bangun beberapa biaya jangka panjang untuk hal-hal seperti penggantian peralatan. Seberapa sering kamu berencana memiliki laptop baru? Apakah kamu berharap untuk membawa pembantu, atau memperbaharui layanan online, dalam satu atau dua tahun ke depan? Susun pengeluaran tunai yang diantisipasi untuk beberapa tahun ke depan.

Dan jangan mengabaikan permintaan arus kas dikarenakan jeda antara tagihan dan pembayaran. Misalnya, kebanyakan konsultan cukup sering berpergian. Kamu mungkin membayar tiket pesawat ketika memesannya, mendapatkan ganti oleh klien nantinya. Seberapa banyak uang tunai yang harus kamu pegang untuk menjalankan pengeluaran terkait project sementara kamu menunggu pembayaran?

Masukkan ini semua dalam anggaran bulanan untuk tahun mendatang. Kemudian persiapkan anggaran tahunan untuk beberapa tahun ke depan.

Terakhir, lihat sumber dana darurat. Jika kamu mengalami nasib sial, atau komputermu meleleh dan perlu diganti di luar jadwalnya, dimana kamu akan mendapatkan uang tunai untuk bertahan? Tabungan? Kredit? Kerabat?

Ulas anggaranmu untuk poin tindakan: apakah kamu perlu menaikkan tarif? Memotong biaya? Menabung lebih banyak? Mendapatkan lebih banyak klien?

Proyeksi

Berikut dimana kamu akan menentukan plot masa depanmu. Berapa pertumbuhan yang kamu harapkan dalam penjualan masing-masing dalam beberapa tahun ke depan?

Mengapa kamu percaya penjualan akan meningkat? Jangan hanya menggunakan angka tahun terakhir dan menaikkan itu berdasarkan jumlah tertentu. Pikirkan tentang seberapa banyak klien baru yang akan kamu butuhkan, produk dan layanan baru apa yang mungkin kamu tawarkan. Jelaskan perubahan dalam pasar targetmu yang dapat kamu ungkit menjadi pertumbuhan (misalnya, perubahan perundangan yang baru, seperti perubahan dalam: aturan privasi, persyaratan keamanan, atau persyaratan pelaporan yang penting bagi klienmu).

Jelaskan juga rencana yang akan mempengaruhi biaya. Baragkali kamu akan pindah ke sebuah kantor eksternal dalam beberapa tahun ke depan. Faktor yang masuk ke dalam pengeluaran project sehingga kamu dapat melihat jenis pertumbuhan penjualan yang mana yang perlu didukung untuk bergerak. Ingat bahwa mengatasi peluang dapat mendatangkan pengeluaran dan berdampak pada keuntungan total.

Lihat melampaui penjualan dan biaya untuk mencantumkan faktor lainnya yang penting untukmu. Misalnya, barangkali kamu lebih tertarik dalam efisiensi daripada pertumbuhan. Kamu menginginkan tingkat penjualan yang sama, namun dari klien yang lebih sedikit, atau lebih banyak dari produk dan lebih sedikit dari layanan yang dikirimkan secara pribadi. Goalmu adalah meningkatkan waktu pribadi dan mengurangi stress, tidak untuk meningkatkan pendapatan.

Melakukan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) dapat menjadi bantuan besar dalam elemen ini, dan yang berikutnya. Lihat posting berikut mengenai dasar-dasar analisis SWOT bagi konsultan lepas.

Risiko, Hambatan dan Respon

Apa yang berada di antara kamu dan masa depan yang telah diproyeksikan tersebut yang baru saja kamu jelaskan? Apa yang dapat mengeluarkanmu dari jalur, bahkan mengancam hidupmu? (Sekali lagi,analisis SWOT dapat sangat berguna).

"Hambatan" merupakan tantangan yang lebih kronis dan jangka panjang bagi kesuksesanmu, sementara "risiko" mengacu pada kejadian tunggal atau perubahan yang melukai bisnismu. Ambil kompetisi sebagai contoh.

Untuk tiap hambatan dan risiko yang kamu identifikasi dalam rencana bisnismu, identifikasi langkah pertama untuk menghadapi dampak negatif pada bisnismu.

Jika kamu melakukan konsultasi mengenai pengembangan website yang efektif, katakanlah, kamu memiliki banyak kompetisi. Di samping konsultan dengan layanan penuh seperti dirimu sendiri, ada banyak desainer web dasar. Dan jangan lupa platform "buat sendiri websitemu dalam hitungan menit!" yang ditawarkan setiap web host. Banyaknya pilihan biaya rendah yang lebih sederhana merupakan salah satu hambatan yang menantang kemampuanmu untuk mendapatkan perhatian prospek dan meyakinkan mereka untuk memilih pendekatan konsultan yang lebih lengkap.

Pada sisi lain, bagi seorang konsultan pajak, tentunya ada hambatan kronis dalam bentuk software persiapan pajak yang murah. Namun bagaimana dengan risiko salah satu cabang persiapan pajak nasional yang membuka sebuah kantor di sebelahmu?

Ingat, sulit untuk bereaksi cepat jika kamu tidak memikirkan tentang responmu di awal. Untuk tiap hambatan dan risiko yang kamu identifikasi dalam rencana bisnismu, identifikasi langkah pertama untuk menghadapi dampak negatif bagi bisnismu.

Rencana Portabel

Setelah kamu melengkapi -- dan mencatat! -- rencana bisnismu dengan detail, saring itu ke dalam sesuatu yang dapat kamu bawa dalam kepalamu.

Saya sangat menyarankanmu untuk membatasi dirimu pada satu halaman cetak untuk Rencana Portabel. (Dan jika kamu berakhir dengan membuat sebuah Rencana Presentasi pada beberapa poin untuk dibagikan dengan pihak lainnya, Rencana Portabel akan menyediakan sebagian besar "Kesimpulan Eksekutif" yang biasa ditempatkan oleh template di depan dokumen).

  • Jelaskan bisnismu dalam sebuah paragraf yang menunjukkan apa yang kamu jual, pasar targetmu, dan poin menonjol tentang bagaimana kamu berencana menjalankan bisnismu.
  • Curahkan paragraf lainnya, atau bahkan dua lagi, untuk pemasaran, untuk strategimu dalam menjadi yang terdepan pada pasar targetmu.
  • Simpulkan masa depan yang kamu lihat: penjualan terproyeksi, peluang, risiko, hambatan, dan sebagainya.
  • Soroti permasalahan utama keuangan yang ingin kamu tangani: arus kas, sumber dana cadangan, dana untuk berinvestasi dalam peluang, pelatihan, peralatan, dll.

Jika kamu mengetahui hal-hal ini -- apa yang kamu jual, siapa targetmu, bagaimana kamu menjangkaunya, apa yang kamu harapkan, dan beberapa panduan praktis untuk menjalankan dan mendanai bisnismu -- kamu akan membuat keputusan yang jauh lebih baik tiap bulan, tiap minggu, dan tiap hari.

Uji Akhir

Tanyakan kepada diri sendiri satu pertanyaan penting terakhir: Apakah rencana ini bertumbuh?

Atau apakah itu akan terbaring di dalam berkas dan berdebu (atau usang) di antara kajian tahunan?

Semakin baik pekerjaan yang kamu lakukan dalam merancang rencana bisnis yang solid, semakin sering kamu mengacunya untuk sekarang dan nanti. Kondisi yang berubah, peluang baru, risiko baru akan mengarahkanmu untuk menarik rencanamu dan membuat bagian tertentu.

Bahkan lebih baik lagi, seiring kamu melihat bagaimana rencanamu berkerja selama tahun itu, masuki berkasmu dan perbaharui bagian yang relevan. Gunakan dokumen sebagai alat berpikir, bukan sebagai bagian catatan fosil sebuah pemikiran yang mati.

Sebuah rencana bisnis yang hidup dan berkembang, dengan sebuah struktur yang jelas untuk memastikan kamu tidak mengabaikan elemen utama, dapat menunjukkanmu jalur kesuksesan yang lebih besar dengan lebih sedikit frustrasi dan stress. Belajar untuk membuat, mengkaji, dan merevisi rencana bisnismu pada basis waktu, dan kamu akan melampaui pesaingmu.

Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.