Unlimited PowerPoint templates, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Business
  2. Productivity

Membuat Ritual Menulis di Pagi Hari

by
Read Time:5 minsLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Jika kamu seperti kebanyakan penulis, kamu menunda. Kamu kesulitan mendapatkan waktu untuk mulai menulis, kecuali jika kamu mendapatkan inspirasi. Alih-alih demikian, kamu mungkin melakukan beberapa "riset" secara online, menipu diri dengan daftar kerja, atau mengerjakan beberapa tugas lainnya bukannya melakukan penulisan yang perlu kamu lakukan.

Jika kamu memiliki masalah menyelesaikan tulisanmu, coba membuat ritual penulisan pagi hari. Kamu bisa menyelesaikan banyak setiap hari, dimana peningkatan produktifitas awal hari akan memacu produktifitas lebih lanjut sepanjang harinya.

Mengapa membuat rutinitas pagi? Beberapa alasannya:

  1. Itu menyisihkan tugas paling penting. Ini tentu saja mengasumsikan bahwa tulisanmu adalah tugas paling penting, atau paling tidak salah satunya. Namun jika iya, kamu tidak ingin menunda tugas itu hingga nanti - -lakukan itu terlebih dahulu, dan kemudian kamu dapat mencontrengnya pada daftar!
  2. Hal-hal bisa menggila di hari itu. Jika kamu menunda menulis hingga sore atau malam, hal-hal lainnya akan muncul sepanjang hari yang akan mengganggu rencanamu. Dan kebanyakan waktu, hal-hal tersebut mendesak, mendorong kegiatan menulis hingga hari berikutnya -- ketika proses itu diulang lagi. Lakukan itu lebih awal, sebelum sisa dunia menghalangimu.
  3. Itu penuh kedamaian. Bagi saya, pagi adalah waktu paling tenang dalam hari itu. Anak-anak belum bangun, tidak ada hiruk pikuk, telepon tidak berdering, dan televisi tidak menyala. Hanya saya dan kucing. Matahari sedang terbit, dan hari ini baru dan indah. Itu adalah waktu yang sempurna untuk menulis. Bahkan jika ritual penulisan pagimu dimulai ketika kamu sampai di kantor, itu tetap waktu yang paling tenang bagi kebanyakan kantor. Dan ketenangan itu bagus untuk menulis.
  4. Kamu dapat rileks nantinya. Setelah kamu selesai menulis, kamu dapat membuang waktu tanpa bersalah! Membuang-buang waktu tanpa rasa bersalah itu tidak ternilai.
  5. Rutinitas memastikan sesuatu diselesaikan. Tanpa urutan semuanya kacau balau. Dan sementara banyak dari kita penulis menikmati kekacauan, itu tidak selalu menjadi cara paling produktif untuk melakukan sesuatu. Jika kamu memiliki rutinitas spesifik, dengan urutan spesifik dalam melakukan sesuatu, dan itu menjadi kebiasaan, kamu tahu bahwa apa yang perlu diselesaikan akan diselesaikan. Itu sederhana dan efektif.

Jadi bagaimana kamu membuat ritual penulisan pagi? Yah, itu berbeda pada masing-masing orang, namun ini adalah apa yang berkerja bagi saya:

  1. Persiapkan di malam sebelumnya. Ketika kamu pertama kali bangun, kamu tidak selalu berpikir dengan benar. Persiapkan ritual menulis pagi ketika pikiranmu jernih, di malam hari, dan pagimu akan mulai jauh lebih baik. Bagaimana kamu dapat mempersiapkan? Siapkan tool menulismu -- apakah itu word processor (Google Docs bagi saya) dengan dokumen terbuka dan siap untuk melanjutkan, atau alat tulis dan pena favoritmu, pastikan itu sudah siap. Berikutnya, bersihkan semua gangguan (ini adalah langkah berikutnya, namun bagus untuk mempersiapkannya sekarang). Persiapkan barang-barang untuk kopi atau teh, atau apapun yang kamu sukai di pagi hari, sehingga itu siap untuk dikerjakan ketika kamu bangun. Apapun yang kamu kira akan kamu perlukan, persiapkan itu. Juga: tahu apa yang akan kamu tulis, dan siapkan peralatan pra-penulisan.

  2. Atur waktu untuk memulai. Saya suka bangun pukul 4:30 a.m. setiap pagi, dan mulai menulis jam 5:00 a.m. setelah kopi saya siap, menggunakan kamar mandi, dan makan beberapa roti panggang. Namun waktu bangunmu mungkin berbeda. Kapanpun waktu yang kamu pilih, tentukan waktu yang tepat untuk mulai menulis. Ketika waktunya tiba, jangan turuti penundaan atau alasan. Mulailah menulis segera. Tidak ada alasan!
  3. Minum kopi terlebih dahulu. Sebelum kamu mulai menulis, bagus untuk memiliki minuman atau cemilan pagi yang bagus, seperti kopi atau teh atau roti panggang atau roti bagel atau smoothie. Apapun yang kamu nikmati, dapatkan itu sebelum kamu mulai menulis. Ini akan membuat keseluruhan ritual menjadi menyenangkan, dan yang kamu nanti setiap pagi. Berikan dirimu alasan untuk turun dari tempat tidur!
  4. Jangan memeriksa email atau RSS feeds. Ini adalah kesalahan terbesar yang banyak dibuat penulis. Mereka memeriksa email, atau membaca Google Reader atau Bloglines. Bahkan jika kamu memberitahumu itu hanya selama 10 menit, kamu pasti akan tersedot ke dalam lubang gangguan dan membuang waktu dimana tidak ada yang kembali. Jangan lakukan ini. Percaya saya. Itu telah merusak banyak hari produktif saya. Beritahu dirimu sendiri bahwa kamu tidak dapat memeriksa email atau feed (atau apapun gangguan yang kamu pilih) hingga kamu menyelesaikan tulisanmu (atau paling tidak 1 jam menulis). Serius. Jangan lakukan itu.
  5. Bersihkan gangguan. Terkait dengan hal di atas, namun tumpukan pada mejamu dan komputermu hendaklah dibersihkan untuk menghilangkan gangguan visual. Matikan pemberitahuan email dan ponsel dan apapun yang mungkin menarik perhatianmu. Saya suka membersihkan meja saya dan saya menghilangkan semuanya dari tembok yang mungkin mengganggu saya. Fokus adalah kuncinya!
  6. Tulis saja. OK, kamu telah mendapatkan kopi, kamu membersihkan gangguan, dan waktu menulismu telah tiba. Saatnya untuk mengeluarkan salinan. Jika membantu, atur timer selama 30 atau 45 atau 60 menit, dan coba untuk menulis sebanyak mungkin selama waktu tersebut. Kamu dapat melakukan interval 30-10 -- 30 menit menulis dan 10 menit waktu istirahat (mengecek email atau berjalan-jalan), diikuti dengan interval 30-10 lainnya. Ulang jika perlu. Kuncinya adalah mempertahankan fokus -- setiap kali kamu menarik diri dari menulis, berhenti, dan menarik dirimu mundur. Lakukan saja.
  7. Rayakan ketika kamu selesai! Selesai menulis bagian yang ingin kamu tulis hari ini? Horee! Sekarang berikan penghargaan kepada dirimu. Ini hendaklah menjadi bagian ritualmu. Hadiahnya adalah akhir yang memuaskan, habisnya sandwich, dengan menulis sebagai dagingnya (atau hummus atau tofurkey, jika kamu seorang vegetarian seperti saya). Nikmati ritual menulismu, dan kamu akan suka melakukannya setiap hari.
  8. Berlatih. Ritual ini tidak akan langsung menjadi kebiasaan. Itu akan memakan fokus dan energi untuk melakukan pada awalnya, namun setelah dua minggu atau sekitarnya, itu harusnya menjadi rutinitas dan semuanya hendaklah mulai berjalan mulus. Ahhh! Proses menulis yang produktif dan menyenangkan!
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.