7 days of PowerPoint templates, graphics & videos - for free!* Unlimited asset downloads! Start 7-Day Free Trial
Advertisement
  1. Business
  2. Entrepreneurship

Cara Membuat Berbagai Sumber Penghasilan

Scroll to top
Read Time: 5 mins

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Apa yang kamu lakukan jika kamu memiliki satu klien utama dan untuk beberapa alasan pekerjaan dari klien tersebut mengering? Barangkali klien memasuki arah yang berbeda atau hanya memiliki jeda dalam bisnisnya?

Maka sumber utama penghasilanmu hilang. Yang mana mengapa penting bagi siapa saja yang mengandalkan penghasilan freelance agar memiliki berbagai sumber penghasilan.

Lebih mudah dikatakan daripada dilakukan, tentu saja, karena banyak freelancer memiliki dua atau tiga klien utama dan senang untuk hanya berfokus pada itu. Namun seperti yang banyak disampaikan oleh freelancer berpengalaman, itu adalah sebuah kesalahan.

Hari ini kita akan melihat beberapa cara berbeda untuk membuat berbagai sumber penghasilan agar bisnis freelancemu lebih stabil dan memastikan kamu menjalani hidup freelance yang baik untuk tahun-tahun yang akan datang. Harap diperhatikan bahwa berikut ini hanya pilihan yang bisa kamu pilih -- Saya tidak merekomendasikan kamu untuk melakukan semuanya.

Catatan Editorial: Beberapa kali dalam sebulan kami mengunjungi ulang beberapa postingan favorit pembaca dari sepanjang sejarah FreelanceSwitch. Artikel ini pertama kali diterbitkan di bulan September 2007, namun itu masih relevan dan penuh informasi berguna untuk saat ini.

1. Miliki banyak klien. Jika kamu begantung pada satu klien utama, mulailah secara perlahan untuk membuka cabang pada klien baru. Itu tidak berarti mau tak mau untuk menambahkan beberapa klien baru, namun secara bertahap menambahkan klien bagus, satu pada satu waktu. Kamu perlu memastikan bahwa klien ini cocok dengan kamu, bahwa kamu berkerja baik dengan mereka, bahwa mereka tidak banyak membuatmu pusing. Jika klien cocok dengan kriteria tersebut, jaga mereka. Jika tidak, campakkan mereka (secara profesional dan baik) dan lanjutkan. Namun miliki tujuan untuk memiliki klien yang beragam, karena kamu tidak ingin sebuah kejadian yang tidak menguntungkan (katakanlah runtuhnya sebuah industri) juga melibasmu.

2. Miliki pekerjaan purnawaktu. Kamu mungkin telah memiliki pekerjaan purnawaktu, dan jika demikian, rekomendasi saya adalah tidak untuk segera keluar. Kamu mungkin meninggalkan pekerjaanmu, jika benar-benar tidak membutuhkan penghasilannya lagi, namun seringkali menjadi langkah cerdas untuk mempertahankan pekerjaan purnawaktu dalam kapasitas hanya untuk memastikan bahwa kamu mendapatkan gajian rutin. Kamu bisa saja memotong pembayaran dan tanggungjawab, dan berkerja dari rumah jika memungkinkan.

3. Miliki pekerjaan paruh waktu. Jika kamu tidak memiliki pekerjaan purnawaktu, dan tidak merasa mendapatkannya akan cocok untukmu, pertimbangkan pekerjaan paruh waktu. Jika kamu memiliki keahlian yang berguna, seringkali pekerjaan paruh waktu bisa menghasilkan uang yang bagus dan menawarkan fleksibilitas sehingga kamu bisa melanjutkan freelance.

4. Dapatkan kontrak. Ini mungkin terlihat sama seperti freelancing, namun saya sedang membicarakan tentang jenis kontrak yang berbeda dari freelancing. Freelancing cenderung menjadi basis per tugas, sementara opsi kontrak lainnya bisa saja berdasarkan tarif bulanan untuk melakukan layanan tertentu. Saya mengerjakan sebuah kontrak dengan organisasi nirlaba untuk berkerja dengan mereka pada kontrak bulanan. Hal baiknya adalah bahwa kamu bisa melakukan kontrak dan freelancing pada waktu yang bersamaan.

5. Memulai sebuah blog. Saya telah melakukan ini, seperti yang dilakukan oleh yang lainnya tentu saja, sebagai cara untuk memasarkan tulisan saya dan membagikan pengetahuan saya dengan orang lain. Dan saya menghasilkan uang yang lumayan dari itu, dari iklan, yang menambahkan sumber penghasilan lainnya. Memerlukan waktu agar blog menghasilkan uang, seperti pada bisnis lainnya, namun saya kira itu sepadan dengan usahanya.

6. Buat sebuah produk. Jika kamu saat ini menyediakan layanan sebagai freelancer, kamu menyediakan layanan sekali dan dibayar sekali. Maka kamu harus menyediakan layanan lagi untuk dibayar lagi. Namun, jika kamu bisa mengubah layanan menjadi sebuah produk, kamu bisa melakukan itu sekali dan dibayar berkali-kali. Sebagai contoh, kamu bisa membuat DVD atau podcast yang menjelaskan cara melakukan sesuatu (mendesain halaman web, misalnya), atau sebuah buku kerja atau jenis panduan instruksi lainnya. Jika kamu memiliki blog populer (seperti Freelance Switch), kamu mungkin bisa menjual merchandise. Atur itu sekali, dan kumpulkan sumber penghasilan setelahnya.

7. Mengajari sebuah kelas. Jika kamu memiliki pengetahuan atau keahlian berharga, mengajarkan itu ke orang lain bisa cukup menghasilkan Mengajar di kampus komunitas, mempersiapkan seri seminar, atau membuat kelas sendiri pada bisnismu, di rumah atau pusat komunitas.

8. Tawarkan bimbingan atau konsultasi. Alih-alih mengajar seluruh kelas, kamu bisa membimbing empat mata (atau dalam kelompok kecil) atau mengajari mereka cara mempersiapkan sesuatu melalui kontrak konsultasi. Misalnya, jika kamu melakukan desain, kamu bisa berkerja dengan sekelompok desainer baru untuk menunjukkan mereka cara mempersiapkan bisnis, membeli software, menagih klien, dll. Atau kamu mungkin mengajari mereka cara menjadi desainer yang lebih baik.

9. Memulai sebuah usaha kecil. Kebanyakan contoh di atas juga adalah usaha kecil, tentu saja, namun saya membicarakan tentang jenis usaha yang lebih tradisional. Yaitu yang menjual produk atau layanan di dalam dunia nyata atau online, misalnya. Kamu bisa terlibat dengan beberapa orang lainnya dalam membuat sebuah usaha dimana kamu melakukan pekerjaan di awal dan melakukan sangat sedikit setelahnya kecuali mengumpulkan penghasilan. Saya mengenal seseorang yang mendirikan usaha vending machine, sebagai contoh, dimana dia merintis biaya pengeluaran, dan kemudian memperkerjakan pegawai untuk menyimpan ulang stok vending machine dan mengumpulkan koinnya. Dia menghasilkan uang tambahan yang cukup bagus dari itu, dan pinjaman untuk pengeluaran awal usaha kecilnya terbayar. Ada banyak peluang seperti ini untuk membuat sumber penghasilan pasif.

10. Menulis sebuah buku. Tulis sebuah buku sekali, dan selesai. Tidak selalu mudah untuk menerbitkannya, tentu saja, namun itu tidak mustahil. Sebenarnya saat ini saya sedang menuliskan sebuah buku, walaupun saya belum mencoba menjualnya. Buku bisa menjadi pekerjaan jangka panjang, dan jika laku, penghasilannya besar. Mereka juga membantu keredensial kamu, yang membantu dengan item lainnya dalam daftar ini.

11. Pemasaran afiliasi. Jika kamu memiliki sebuah blog atau jenis website lainnya, kamu bisa mengatur tautan afiliasi ke layanan yang berbeda pada web. Darren Rowse dari ProBlogger.com, misalnya, baru-baru ini mengungkapkan bahwa dia telah menghasilkan lebih dari seperempat juta dollar melalui mendaftarkan orang pada layanan iklan Chitika. Ketika seseorang mendaftar melalui tautan afiliasinya, dia mendapatkan sedikit bagian dari penghasilan iklan. Ini bisa menumpuk jika kamu memiliki banyak penjualan afiliasi, dan kamu tidak harus berkerja.

12. Menjual sebuah e-book. Jika menerbitkan sebuah buku dalam cara tradisional merupakan proses yang panjang, menerbitkan e-book relatif mudah. Kebanyakan orang menerbitkannya secara gratis, namun banyak juga yang menjualnya. Dan tidak sulit untuk membuat sebuah website untuk menjual e-book, barangkali membeli iklan Google untuk memasarkannya, dan kemudian memiliki sumber penghasilan kecil dari situ.

Advertisement
Did you find this post useful?
Want a weekly email summary?
Subscribe below and we’ll send you a weekly email summary of all new Business tutorials. Never miss out on learning about the next big thing.
Advertisement
Start your 7-day free trial*
Start free trial
*All Individual plans include a 7-day free trial for new customers; then chosen plan price applies. Cancel any time.