Unlimited PowerPoint templates, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Business
  2. Entrepreneurship

Bagaimana Cara Mengenal Para Pelangganmu

Read Time: 8 mins
This post is part of a series called Strategic Planning for Your Microbusiness.
What You Can Learn From Spying on the Competition
How to Tell Your Business Story

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Kamu melakukan pekerjaan yang baik dalam menyusun rencana bisnis. Langkah berikutnya adalah mengenal para pelangganmu. Atau, jika kamu baru saja memulai, calon pelangganmu. Di dalam tutorial ini, kamu akan belajar cara melakukannya. Pertama-tama, mari kita lihat mengapa mengenal para pelangganmu itu penting.

Tanpa Para Pelanggan, Kamu Tidak Memiliki Sebuah Bisnis

Bisnis berjalan pada penjualan. Penjualan datang dari para pelanggan.

Tanpa pelanggan, kamu tidak memiliki bisnis.

Itulah mengapa penting untuk mengenal para pelangganmu. Kamu perlu mengetahui apa yang mereka sukai dan tidak sukai. Kamu perlu tahu apa yang mereka inginkan yang membawa mereka ke bisnismu.

Semakin baik kamu mengenal para pelangganmu, maka semakin baik perlu kamu bisa memenuhi kebutuhan mereka. Jadi, semakin banyak penjualan yang bisa kamu buat.

Dengan kata lain, bisnismu berjalan dengan memastikan para pelangganmu tetap senang.

Mengetahui para pelangganmu sangat membantu ketika kamu menuliskan salinan atau membuat bahan-bahan pemasaran. Ketika kamu mengetahui pelangganmu, kamu bisa menuliskan salinan untuk mereka, di dalam bahasa yang akan mereka gunakan.

1. Membuat Avatar Pelanggan

Sebuah cara bagus untuk memulai proses memikirkan para pelangganmu adalah dengan membuat sebuah avatar pelanggan. Avatar ini merupakan sebuah individu yang mewakili karakteristik pelanggan idealmu.

Langkah 1: Ketahui Mengapa Sebuah Avatar Berfungsi

Menuliskan sebuah avatar pelanggan membantu kamu melangkah ke dalam sudut pandang para pelangganmu. Dengan melihat dunia dari sudut pandang mereka, kamu akan merasa lebih mudah untuk menjual kepada mereka.

Dengan membuat sebuah gambar yang mirip seperti pelanggan idealmu, kamu akan lebih mampu membuat bahan-bahan pemasaran yang berbicara kepada mereka, dan sebuah rencana bisnis yang memenuhi kebutuhan mereka.

Dalam bahasa teknis, dengan membuat sebuah avatar, kamu sedang menggali ke dalam demografis dan psikografis basis pelangganmu. Kamu sedang mempelajari fakta tentang siapa diri mereka — jenis kelamin, usia, dll., juga minat, nilai-nilai dan gaya hidup mereka.

Langkah 2: Ajukan Pertanyaan Yang Tepat

Untuk mulai mengembangkan avatar kamu perlu mengajukan pertanyaan mengenai pelanggan idealmu. Duduklah dengan sebuah pena dan kertas dan kerjakan pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Berapa usia mereka?
  • Apa jenis kelamin mereka?
  • Dimana mereka tinggal?
  • Apa pekerjaan mereka?
  • Berapa besar penghasilan mereka?
  • Apa status hubungan mereka?
  • Apa yang mereka lakukan di waktu luang?
  • Koran apa yang mereka baca?
  • Apa saluran TV favorit mereka?
  • Apa harapan dan impian mereka?
  • Apa yang mereka kenakan?
  • Apa pandangan politik dan keagamaan merekaApa pandangan politik dan keagamaan merekas? ?
  • Apa rasa takut terbesar mereka? Apa yang membuat mereka terjaga pada jam 3 dini hari?
  • Apa yang membuat mereka bahagia?
  • Apa yang membuat mereka frustrasi?
  • Apa yang menurut mereka paling menenangkan?
  • Apa yang mereka bicarakan dengan teman-teman mereka?

Langkah 3: Menjadi Kreatif

Sekarang setelah kamu mengerti hal-hal dasar kamu bisa mulai menggali sedikit lebih dalam. Buat proses ini semenyenangkan mungkin. Semakin kamu menikmatinya, semakin banyak pandangan yang bisa kamu buat.

Kamu bisa membuat sebuah avatar dalam cara apapun yang kamu inginkan. Semakin kreatif semakin baik!

Sebagai contoh, kamu bisa:

  • Menuliskan biografi mereka.
  • Telusuri majalah untuk menemukan gambar seseorang yang tampak seperti mereka.
  • Cari website nama bayi untuk memberikan mereka nama yang sempurna.
  • Buat playlist musik yang kamu kira akan mereka dengarkan.
  • Pilih sebuah acara TV yang akan mereka nikmati (dan yang tidak akan pernah kamu tonton), dan duduklah untuk menontonnya.
  • Lakukan sebuah wawancara imajiner dengan mereka untuk menemukan sebanyak mungkin mengenai diri mereka.

Langkah 4: Susun Semuanya.

Setelah selesai, rangkum semua yang telah kamu pelajari. Kamu bisa melakukan ini pada selembar kertas, atau cukup buat sebuah folder dari apa yang telah kamu buat.

Kamu akan telah mempelajari dua hal kunci:

  • Keinginan pelanggan idealmu yang harus diselesaikan bisnismu.
  • Pandangan pelangganmu mengenai dunia, dan apa yang kamu bisa lakukan untuk mendapatkan perhatian mereka.

Langkah 5 (Optional): Buat Avatar Untuk Pelanggan Biasa

Jika kamu telah berada di dalam bisnis, kamu bisa membuat sebuah avatar pelanggan biasa untuk berjalan bersamaan dengan avatar yang kamu buat untuk pelanggan idealmu.

Ini membantu dalam dua hal. Pertama-tama, itu membantu kamu melihat dunia dari mata pelanggan terkini. Ini membantu kamu mengerti apa yang bisa kamu lakukan dengan lebih baik dalam melayani mereka. Kedua, itu menyoroti celah antara basis pelanggan yang ada dan apa yang kamu sukai dalam sebuah dunia ideal. Dengan menyadari celah tersebut, kamu bisa mulai berkerja untuk menjembataninya.

2. Pelajari Bagaimana Pelangganmu Berbicara

Kamu memiliki gambaran seperti apa pelanggan idealmu, gaya hidup, impian dan rasa frustrasi mereka.

Berikutnya, kamu akan belajar bagaimana para pelangganmu berbicara.

Bisnismu membantu pelanggan menyelesaikan permasalahan. Mereka membeli produkmu untuk memenuhi sebuah kebutuhan atau menyelesaikan sebuah kesulitan yang mereka miliki. Ketika kamu bisa menunjukkan bagaimana kamu melakukan ini di dalam bahasa yang digunakan para pelangganmu, penjualan menjadi mudah.

Pelangganmu berpikir "Bisnis ini benar-benar cocok untuk saya".

Mereka terjual sebelum kamu melakukan penjualan.

Jadi bagaimana kamu bisa belajar berbicara seperti para pelangganmu?

Langkah 1: Kunjungi Forum Tempat Mereka Berkumpul

Kamu mengetahui siapa pelanggan idealmu. Jika mereka mengunjungi sebuah forum online, kemana mereka akan pergi?

Forum biasanya merupakan tempat yang dituju orang-orang untuk menyelesaikan masalah. Dengan pergi ke forum tempat para pelangganmu berkumpul, kamu belajar bagaimana mereka berbicara mengenai permasalahan mereka. Pilih kata-kata yang mereka gunakan. Kamu bisa menggunakan bahasa ini di dalam salinan website, blog post, email, dan bahan-bahan pemasaran lainnya.

Langkah 2: Lihat Ulasan Amazon Yang Mereka Tulis

Buku apa saja yang dibaca oleh pelanggan idealmu? Buku apa yang mereka baca dalam niche kamu?

Pergi ke Amazon dan lihat ulasan yang orang tinggalkan akan tentang buku itu. Berikan perhatian khusus pada ulasan bintang lima dan bintang satu. Mengapa orang-orang merasa buku-buku ini berguna? Buku apa saja yang membantu mereka?

Pada sisi lainnya, mengapa orang-orang frustrasi dengan buku ini?

Semua ini berharga dalam copywriting.

Langkah 3: Perhatikan Apa Yang Mereka Bicarakan di Twitter

Dengan Twitter tools seperti Tweetdeck atau Hootsuite, kamu bisa dengan mudah melacak apa yang dikatakan orang-orang tentang kata atau topik apapun.

Monitor apa yang dikatakan orang-orang dalam niche kamu. Perhatikan pertanyaan tertentu yang mereka punya atau permasalahan yang mereka bagikan.

Langkah 4: Minta Opini Pelangganmu

Kamu melakukan dengan baik dalam mendapatkan perasaan untuk apa yang diinginkan para pelangganmu.

Sekarang waktunya untuk berbicara kepada mereka.

Kamu bisa melakukan ini dalam beberapa cara. Jika kamu adalah sebuah bisnis kecil berbasis layanan, dengan hanya beberapa klien, kamu bisa mengirimkan email kepada mereka secara pribadi untuk meminta apakah mereka bersedia menjawab beberapa pertanyaan untuk membantu bisnismu.

Jika kamu adalah sebuah bisnis ecommerce dengan ratusan atau ribuan pelanggan, kamu bisa membuat sebuah survei dengan menggunakan layanan seperti Survey Monkey dan mengirimkannya ke daftar email.

Jika kamu adalah bisnis berkelas dunia, kamu bisa berbicara tatap muka ke para pelangganmu atau melalui telepon.

Jika kamu baru saja memulai, dan kamu mampu mencari detail kontak pelanggan potensial, maka kamu bisa menghubungi dan menanyakan apakah mereka bersedia menyelesaikan sebuah survei kecil.

Jika kamu ingin membuat semuanya benar-benar tidak resmi, kamu bisa mengajukan pertanyaan ke para penggemar dan pengikut di media sosial.

Jangan takut melakukan ini. Orang senang memberikan opini mereka! Hal terburuk yang bisa terjadi adalah pelanggan yang mengatakan mereka terlalu sibuk, atau kamu menemukan banyak hal dalam bisnis yang bisa ditingkatkan (yang sebenarnya merupakan hal yang bagus).

Apa yang kamu tentukan untuk ditanyakan tergantung pada apa yang ingin kamu ketahui tentang para pelangganmu. Pertanyaan yang bagus mencakup:

  • Bagaimana kamu menemukan [nama bisnis]?
  • Apa alasan kamu membeli dari [nama bisnis]?
  • Apa yang membuat kamu memilih [nama bisnis] daripada pesaing?
  • Apa yang paling kamu sukai tentang [nama bisnis]?
  • Apa yang bisa ditingkatkan [nama bisnis]?

Pertanyaan terbuka-tertutup seperti ini akan membantu kamu memperoleh jawaban yang menarik. Pertanyaan-pertanyaan ini tentang bisnismu, karenanya wajar jika kamu bertanya kepada mereka (menayakan kehidupan pribadi para pelangganmu mungkin bisa membuat mereka menaikkan alis!). Namun jawaban yang kamu dapatkan akan memberikanmu pandangan mengenai apa yang diinginkan dan diperlukan para pelangganmu.

Langkah 5: Perbaharui Avatar Pelanggan

Kamu akan telah mempelajari banyak dengan menginvestigasi bagaimana para pelangganmu berbicara. Berikan informasi ini kembali ke dalam avatar pelangganmu, dan perbaiki itu seperlunya.

3. Perhatikan Bagaimana Perilaku Pelangganmu

Mengetahui bagaimana para pelangganmu berbicara itu bagus, namun orang-orang seringkali mengatakan satu hal dan melakukan hal lainnya. Kamu akan mendapatkan pandangan terbesar dalam melihat bagaimana para pelangganmu berperilaku.

Langkah 1: Periksa Bagaimana Para Pelanggan Menggunakan Website Kamu Dengan Google Analytics

Google Analytics menunjukkanmu dari mana asal para pelanggan menuju website-mu, dan bagaimana mereka menelusuri website. Lebih jauh lagi, itu bisa diatur untuk menunjukkan berapa persen pengunjung yang menjadi pembeli.

Kamu akan belajar banyak tentang apa yang diinginkan para pelangganmu dari kata pencarian yang mereka gunakan untuk mencapai situsmu.

Semua informasi berharga ini membantumu mengerti para pelangganmu dengan lebih baik.

Ikuti panduan instalasi Google Analytics ini.

Alat berbayar seperti Crazyegg bisa memberikanmu pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana para pelangganmu bertingkah dalam situsmu. Split testing juga akan memberikan pandangan mengenai penghubung apa yang terbaik bagi para pelangganmu.

Langkah 2: Temukan Apa Yang Dicari Pelanggan

Google Keyword Tool merupakan cara gratis dan mudah dalam menemukan apa yang dicari orang-orang dalam niche pilihanmu.

Kamu bisa mencari kata atau topik apapun yang terkait dengan niche, dan keyword tool akan menyarankan kata kunci terkait, dan menunjukkan volume pencarian bulanan untuk tiap kata kunci. Cari kata-kata dan frase yang memiliki pencarian bulanan terbanyak.

Dengan mengetahui apa yang dicari calon pelanggan, kamu bisa mengaitkan bisnismu untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Langkah 3: Perbaharui Avatar Pelanggan

Sekarang kamu telah mempelajari tentang cara para pelangganmu berperilaku, berikan umpan balik dari apa yang telah kamu pelajari ke dalam avatar pelanggan.

Kembali Kepada Kamu

Apakah kamu pernah membuat avatar pelanggan? Seberapa bergunakah itu dalam memahami audiens? Tools apa lagi yang kamu gunakan untuk membantumu memahami para pelangganmu?

Advertisement
Did you find this post useful?
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.