Advertisement
  1. Business
  2. Side Business

Bagaimana Meluangkan Waktu untuk Sukses Mengelola Bisnis Sampingan Anda

by
Read Time:9 minsLanguages:
This post is part of a series called How to Quickly Start a Side Business (Ultimate Guide).
How to Launch Your Side Business in Record Time
How to Fix Tough Problems & Run Your Side Business Better

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Menjalankan usaha bisa menghabiskan waktu dalam hidup Anda.

Kenyataannya, 89 persen pemilik usaha kecil menginvestasikan sejumlah besar waktu pribadi mereka untuk usahanya tersebut, menurut suatu survei yang dilakukan oleh American Express OPEN.

Jika Anda menjalankan bisnis sampingan, secara waktu Anda akan lebih tertekan dibandingkan pemilik usaha purna waktu. Berkutat di antara tugas-tugas pribadi, profesional, dan bisnis bisa menguras semangat dan tenaga.

Karena itu, penting untuk belajar bagaimana mengatur waktu Anda. Dengan cara tersebut, hal-hal paling penting bisa terselesaikan dan Anda tak perlu khawatir akan terbengklaianya tugas-tugas yang penting.

Make the time you need to manage your side businessMake the time you need to manage your side businessMake the time you need to manage your side business
Bagaimana bisa meluangkan waktu yang dbutuhkan untuk mengelola usaha sampingan Anda? (sumber grafik)

Melakukannya tidak akan mudah, tapi dengan melakukan langkah-langkah berikut, Anda akan dapat meluangkan cukup waktu untuk agar usaha sampingan Anda berjalan sesuai jadwal.

Langkah 1. Audit Jadwal Anda Saat Ini

Langkah pertama adalah melihat jadwal Anda saat ini, sejak Anda bangun tidur hingga Anda pergi tidur kembali.

Setelah Anda membuat daftar kegiatan yang biasa dilakukan harian, pikirkan tentang tingkat energi Anda dalam satu hari berkaitan daftar tersebut.  Hal ini terkait dengan mencari waktu luang untuk menuntaskan beberapa pekerjaan, termasuk sejumlah hal yang bermasalah.

Sebagai contoh, jika Anda biasanya capek setelah bekerja, tidak masuk akal untuk berharap Anda bisa mengerjakan usaha sampingan begitu Anda sampai di rumah. Sebagai gantinya, jadwalkan untuk istirahat sejenak. Atau jika ada hari kerja tertentu yang ketika itu beban kerja Anda cenderung lebih ringan, saat itulah Anda bisa menjadwalkan lebih banyak waktu untuk usaha sampingan Anda.

Juga dimungkinkan bahwa waktu terbaik untuk melakukan usaha sampingan Anda adalah pagi-pagi benar. Jika begitu, lihat jadwal Anda untuk melihat jika memungkinkan untuk tidur lebih awal dan bangun beberapa jam sebelum Anda harus tiba di kantor.

Ini juga akan membantu untuk menulis jumlah jam yang bisa Anda luangkan untuk bekerja pada usaha sampingan Anda. Penting untuk bersikap serealistis ketika mengkaji waktu luang Anda. Bekerjalah dengan asumsi bahwa waktu dan tenaga Anda lebih sedikit dari yang Anda pikirkan. Pastikan ada ruang yang cukup bagi Anda untuk menuntaskan semua pekerjaan penting tanpa harus terburu-buru sepanjang hari.

Meskipun menuliskan jadwal bisa menjadi langkah awal yang bagus, Anda bisa melangkah lebih jauh dengan mengikuti panduan ini dalam menjadwalkan pekerjaan-pekerjaan Anda berdasarkan tingkat energi dan komitmen Anda.

Langkah 2. Jadwalkan Sasaran-Sasaran Kecil Anda

Setelah Anda mengaudit jadwal Anda untuk mendapatkan waktu yang Anda bisa mengerjakan usaha sampingan Anda, ini saatnya menjadwalkan sasaran-sasaran kunci Anda.

Daripada memiliki sasaran atau tenggat waktu yang terlihat seperti gambaran besar—misalnya "menuntaskan semua kerja pemasaran" atau "menjual semua unit untuk peluncuran"— jadwalkan sasaran-sasaran yang lebih kecil untuk bisa dituntaskan dalam beberapa jam saja.

"Sasaran-sasaran kecil" ini akan lebih mudah dilaksanakan dan diselesaikan, memberikan Anda sensasi adanya perkembangan selama peluncurannya. Sebagai contoh, alih-alih "menyelesaikan semua tugas marketing", buat daftar goal seperti "menuliskan Facebook post 50 kata yang mengumumkan produk" atau "mengambil 2 foto produk berkualitas".

Pandangan goal yang spesifik ini akan membantu memperkirakan waktu penyelesaian tiap goal, karena lebih sulit untuk memperkirakan durasi goal yang lebih besar. Ini dapat membantumu merencanakan waktu yang realistis dengan membuat kerangka dari awal hingga akhir.

Setelah kamu membuat daftar semua goal mikromu, tinjau lagi. Untuk tiap goal, tanyakan dirimu apakah itu dapat dicapai dalam satu jam atau paling lama dua jam. Jika jawabannya "tidak ", lihat apakah kamu dapat memecah goal tersebut ke dalam goal yang lebih kecil. Kemudian, letakkan mereka pada jadwal sebagai tugas yang dapat dikerjakan. Sumber berikut dapat membantumu mencetak kalender kerja yang dapat kamu ikuti:

Langkah 3. Maksimalkan Semburan Motivasimu

Mempelajari bagaimana mengelola waktu secara efektif juga melibatkan pemakaian semburan energimu.

Melalui berjalannya bisnis sampinganmu, akan ada hari dimana kamu merasa sangat bersemangat untuk berkerja. Namun akan ada juga hari dimana kamu tidak merasa terinspirasi atau termotivasi. Kapanpun kamu merasakan semburan motivasi dan jadwalmu memungkinkan itu, manfaatkan semburan tersebut dan kerjakan bisnismu sebanyak mungkin.

Berdasarkan beberapa studi, motivasi intrinsik merupakan gambaran yang kuat dari kinerja seseorang. Ini berarti bahwa kamu tidak hanya akan merasa lebih baik dalam berkerja, namun kinerjamu akan ditingkatkan dibandingkan dengan hari-hari ketika kamu tidak termotivasi.

Langkah 4. Gunakan Perjalanan Rutin

Jika pekerjaanmu dan komitmen lainnya memerlukan perjalanan yang panjang, manfaatkan semua waktu luang tersebut. Untuk kereta atau bus yang berjalan jauh dan tidak terlalu ramai, kamu mungkin dapat menyelesaikan beberapa pekerjaan pada perangkat mobile, atau bahkan dengan notebook kecil.

Untuk situasi perjalanan dimana akan sulit mengerjakan bisnismu secara langsung, seperti ketika menyetir atau dalam area yang padat, kamu dapat mendengarkan podcast atau audio book untuk mempelajari skill baru yang relevan dengan bisnismu.

Langkah 5. Rencanakan Liburan

Ada banyak alasan untuk pemilik bisnis merencanakan liburan. Perhatikan liburan yang akan datang dimana pelanggan potensialmu mungkin tidak bisa dihubungi, dalam mood yang kontemplatif, atau terlalu sibuk merayakan sehingga tidak membeli darimu. Dalam beberapa kasus, liburan yang melibatkan pemberian hadiah—seperti hari Valentine atau Natal—mungkin menyediakan peningkatan penjualan yang diperlukan untuk bisnis sampinganmu.

Juga, banyak negara memiliki libur non-kerja dimana kebanyakan orang tidak berkerja namun tidak perlu berpartisipasi dalam perayaan. Jika liburan seperti itu akan datang selama peluncuran bisnismu, rencanakan tugas-tugas yang perlu kamu selesaikan selama hari-hari tersebut.

Namun, tidak dianjurkan untuk menghabiskan keseluruhan liburan hanya untuk bisnis sampinganmu. Sebagai contoh, jika kamu atau keluargamu memiliki tradisi Malam Tahun Baru, akan tidak realistis untuk mengharapkan dirimu berkerja pada hari tersebut.

Rencanakan di sekitar komitmen dan tradisi seperti kamu merencanakan di sekitar pekerjaan terkait event. Jika akan ada sekitar satu jam dimana kamu mungkin termotivasi untuk menyelesaikan pekerjaan, lakukan saja. Jika jadwalmu akan penuh, tidak ada keperluan untuk mencocokkan bisnis sampinganmu ke dalam itu kecuali jika itu darurat.

Sama seperti hari liburan, jelaslah tentang tiap liburan yang kamu ambil. Sebelum kamu pergi, ketahui apakah liburanmu secara eksklusif untuk istirahat dan santai atau kamu tidak keberatan berkerja beberapa waktu selama waktu tersebut. Lagipula, membangun keseimbangan kerja-hidup merupakan hal yang esensial untuk semua pemilik bisnis.

Langkah 6. Manfaatkan Akhir Pekan

Jika ada hari-hari reguler dimana kamu tidak perlu berkerja pada pekerjaanmu, seperti saat akhir pekan atau cuti, gunakan hari-hari tersebut secara produktif.

Memiliki hari-hari non-kerja yang berulang dapat menguntungkan bagi pemilik bisnis sampingan, karena mereka dapat membawa prediktibilitas pada jadwalmu. Juga, kamu akan dapat mengerjakan bisnis sampinganmu lebih lama daripada yang biasa kamu lakukan selama hari kerja.

Namun ini tidak berarti bahwa kamu harus mengisi semua akhir pekanmu dengan tugas bisnis. Jangan lupa untuk mencantumkan aktifitas rekreasional, dengan menghabiskan waktu pada hubungan personal, dan bahkan beristirahat.

Kamu tidak ingin mengambil risiko kelelahan sebelum kamu bahkan menyelesaikan peluncuran bisnis sampinganmu. Putuskan hubungan dari bisnis dan tugas kerja secara reguler sehingga kamu dapat kembali dengan merasa segar dan bersemangat.

Langkah 7. Otomatisasi Apa Yang Bisa

Menjalankan sendiri sebuah bisnis sering terkait dengan tugas yang berulang. Tergantung pada produk dan layananmu, ini mungkin mencakup menindaklanjuti klien, menjadwalkan acara inti, memposting pada media sosial, dan memantau pesanan.

Untuk sebuah bisnis sampingan yang melakukan banyak aktifitas online, kamu dapat melakukan otomatisasi beberapa tugas ini menggunakan aplikasi dan tool otomatisasi. Sebagai contoh, daripada melakukan posting gambar produk secara individu pada Facebook, Twitter, dan Instagram, sebuah social sharing tool seperti Buffer dan HootSuite dapat melakukannya untukmu.

Terkadang, kamu mungkin perlu memadukan dua aplikasi berbeda untuk berkerja bersama-sama—seperti secara otomatis menambahkan reminder ke dalam kalender online untuk merespon email dukungan pelanggan yang akan masuk. Jika kasusnya seperti ini, kamu dapat menggunakan tool otomatisasi seperti Zapier dan IFTTT.

Untuk lebih banyak ide tentang apa yang dapat kamu otomatis dan bagaimana melakukannya, periksa panduan berikut:

Langkah 8. Belajar Mendelegasi

Bagaimana mengelola waktu dengan lebih baik juga memerlukanmu untuk melihat apa yang dapat didelegasikan.

Bahkan jika kamu seorang pemilik bisnis, ini tidak berarti kamu harus melakukan semuanya sendiri. Mulai dari tugas bisnis hingga urusanmu, jangan takut untuk mendelegasi.

Jika kamu mengetahui seseorang yang dapat lebih cepat dan lebih baik darimu dalam tugas bisnis, masuk akal untuk mendelegasikan tugas bisnis pada mereka untuk biaya yang kecil. Tutorial berikut memiliki beberapa tips tentang bagaimana melakukannya:

Sama halnya untuk beberapa kewajiban personal atau keluarga, jika kamu memiliki keluarga dan teman yang mendukung apa yang sedang coba kamu capai, temukan apakah mereka terbuka untuk membantu dengan mengambil beberapa tugas milikmu saat kamu mengerjakan bagian peluncuran. Pastikan saja bahwa mereka lebih dari ingin membantu, dan bahwa aturan penyusunanmu jelas.

Penting Untuk Mengelola Waktu Bagi Bisnis Sampinganmu

Dengan tips di atas, jelas bahwa perencanaan adalah bagian terpenting dari manajemen waktu sebagai pemilik bisnis sampingan.

Sekarang setelah kamu memiliki tahapan yang jelas tentang bagaimana mengelola waktu: manfaatkan dengan lebih baik rutinitas, pekerjaan jika tersedia dalam jadwalmu, dan buat waktu yang kamu perlukan untuk bisnis sampinganmu.

Dari awal, tentukan secara spesifik tentang komitmen dan seberapa banyak waktu dan energi yang dapat kamu curahkan padanya. Jika kamu melakukan bagian ini dengan benar, kamu akan dapat mengerjakan bisnismu secara percaya diri, tanpa mengkhawatirkan penundaan, gangguan, dan peluang yang terlewatkan.

Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.