Unlimited PowerPoint templates, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Business
  2. Business

Gunakan SWOT Untuk Perencanaan Yang Lebih Baik Dalam Bisnis Consulting

by
Length:LongLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Perencanaan strategis yang penuh pemikiran bisa memberikan kontribusi besar pada kesuksesan dan pertumbuhan bisnis konsultasi freelance kamu. Dengan perencanaan yang matang, kamu bisa membimbing usaha pemasaran dan interaksi klien agar bisa menghabiskan lebih banyak waktu melakukan pekerjaan paling kamu sukai, dengan klien yang kamu nikmati, pada harga yang bagus.

Namun perencanaan strategis tidak harus berupa proses rumit agar efektif. Kamu tidak harus melalui pertapaan khusus, memilah "pengukuran" yang rumit, atau menghabiskan harimu dengan guru manajemen untuk mencari sebuah rencana yang bagus yang bisa membuat perbedaan besar dalam mengembangkan bisnis konsultasi kamu.

Salah satu alat perencanaan bisnis yang populer dan tahan lama bernama analisis SWOT. Itu mencakup pengajuan pertanyaan:

  • Apa kekuatan (Strengths) saya, sebagai pribadi dan sebagai sebuah bisnis?
  • Apa kelemahan (Weaknesses) saya? 
  • Peluang (Opportunities) apa yang saya lihat di depan?
  • Ancaman (Threats) apa yang bisa membahayakan bisnis saya secara serius?

Jika itu tampak sederhana, yah memang seperti itu. Salah satu keutamaan SWOT adalah mudah dimengerti, begitu mudahnya hingga kamu bisa belajar untuk membawanya dalam kepalamu sehingga kamu bisa mengulas apa yang sedang kamu lakukan kapanpun juga.

SWOT adalah panduan yang jelas untuk memastikan kamu tidak meremehkan faktor-faktor utama yang mungkin menentukan apakah tahun depan adalah tahun terbaik, atau biasa saja, atau yang terburuk untukmu. Dengan melakukan analisis SWOT pada bisnismu setiap enam bulan, atau paling tidak sekali setahun, berarti mengambil beberapa jam untuk fokus pada seberapa baik kamu menyiapkan diri dalam menangani apa yang akan menghalangimu di tengah jalan. Itu merupakan sebuah cara dalam menilai apakah kamu memiliki apa yang dibutuhkan tidak hanya untuk bertahan, namun berkembang, di dalam bulan-bulan dan tahun-tahun mendatang.

Itu merupakan salah satu investasi waktu terbaik yang bisa kamu lakukan dalam membangun sebuah bisnis consulting yang sukses.

Buat Itu Sederhana

Kamu bisa menemukan template, matriks, dan semua jenis versi menarik dari SWOT. Namun kebanyakan material mengenai analisis SWOT ditujukan pada organisasi yang jauh lebih besar, dimana tim manajemen menggunakan pendekatan "pertapaan" untuk perencanaan strategis tahunan.

Bagi konsultan freelance, SWOT lebih tentang memastikan kamu mencakup semua hal dasar. Konsep dasarnya, Kekuatan (Strengths), Kelemahan (Weakness), Peluang (Opportunities) dan Ancaman (Threats), sangat lugas sehingga kamu bisa memperoleh banyak pemahaman hanya dengan menuliskan empat tajuk tersebut pada selembar kertas dan membuat daftar di bawah tiap elemen.

Namun, ada beberapa pertanyaan dan pertimbangan yang mudah disepelekan ketika kamu baru mengenal analisis SWOT. Dan ada beberapa hal berguna yang didapatkan melalui pengalaman, seperti mengkaji Kekuatan dan Kelemahan secara bersamaan.

Menilai Kekuatan dan Kelemahan Bersamaan

Kekuatan dan kelemahan merupakan karakteristik dari konsultan dan bisnis. Beberapa menyebutnya dengan faktor internal di dalam kesuksesanmu.

Kekuatan seorang konsultan mungkin merupakan kelemahan konsultan lainnya!

  • Saya mengenal seorang konsultan dimana fokus pada detail pekerjaannya adalah hal yang paling dihargai oleh kliennya. Saya mengenal konsultan dimana fokus pada detail menghambat kemampuannya untuk memenuhi tenggat waktu dan komunikasi dengan kliennya.
  • Beberapa konsultan pelatihan disukai karena kemampuan mereka merespon "seiring jalan" dan "reaksi langsung". Beberapa mengecewakan klien mereka ketika mereka tidak berfikir terlebih dahulu sebelum merespon.
  • Menyimpan uang untuk mengurangi risiko finansial itu bagus. Menyimpan secara kompulsif dan tidak pernah memiliki keberanian untuk menarik tabungan manapun untuk mengejar sebuah peluang bisa menjadi sebuah kelemahan.

Apakah ciri di dalam analisis SWOT berupa kekuatan atau kelemahan tergantung pada bisnismu sendiri, klien yang kamu kejar, dan kondisi yang terkait dengan pasar tersebut. Itulah sebabnya saya merekomendasikan untuk melihat kekuatan dan kelemahan secara bersamaan, dengan mengkaji karakteristik utama kamu dan bisnismu dan mengklasifikasikannya dengan benar.

Berikut merupakan beberapa pertanyaan awal, namun kamu pastinya akan ingin memperluas daftar.

  • Keuangan. Apakah kamu memiliki simpanan tunai yang tersedia jika bisnismu mengering? Apakah kamu memiliki tabungan yang bisa kamu tarik jika itu membantumu merangkul sebuah peluang? Apakah kamu takut menghabiskan uang pada sebuah peluang? Apakah kamu memiliki banyak hutang? Berapa nilai kreditmu?
  • Pengetahuan dan Keahlian. Apakah kamu mengikuti pengetahuan dan keahlian terkini yang kamu perlukan untuk melayani klienmu?
  • Keahlian Interpersonal. Apakah kamu paling efektif tatap muka, di dalam sebuah kelas, di dalam ruang rapat, online? Apakah kamu menyambut interaksi personal dengan kontak klienmu, atau takut dengan itu? Apakah kamu lebih baik berkerja dengan beberapa tingkatan, misalnya eksekutif vs. garda depan, dibandingkan yang lainnya? Siapa, di dalam klien, yang cenderung menyukaimu, dan siapa yang terganggu olehmu?
  • Geografi. Apakah kamu memerlukan untuk dekat secara fisik dengan klienmu? Apakah lokasimu memungkinkanmu untuk berinteraksi dengan mudah dan sering dengan klien, atau apakah itu sebuah hambatan?
  • Sikap dan Gaya. Apakah kamu berinteraksi secara kasual atau formal dengan klienmu? Berorientasi detail atau gambaran besar? Bagus dalam menyediakan pandangan yang mengejutkan sambil lalu, atau lebih baik dalam mengupas tahap demi tahap? Responsif pada tenggat waktu?
  • Menjalankan Sebuah Bisnis. Apakah akuntansi merupakan sebuah hal rutin, atau darurat kwartal ketika pajak jatuh tempo? Apakah permintaan informasi tidak dijawab, atau apakah kamu meladeni dengan respon? Apakah kamu menindaklanjuti prospek dan klien ketika itu paling menguntungkanmu, atau apakah kamu menghindari untuk menindaklanjuti? Apakah komputer, atau kantor, atau kumpulan alat bantumu hanya mendapatkan perhatian ketika ada krisis, atau apakah kamu menjaga sebuah infrastruktur yang siap ketika kamu membutuhkannya?

Ketika kamu mengkaji kekuatan dan kelemhan, kamu mengambil sebuah gambaran dimana kamu berada saat ini. Jangan bodohi dirimu dengan menghitung "potensi kekuatan". katakanlah, sebuah keahlian baru yang akan kamu pelajari.

Sumber Data Yang Bagus

Salah satu cara terbaik dalam mengidentifikasi kekuatan dan kelemahanmu adalah menanyakan klien!

Mereka tidak dapat memberitahumu apakah kamu melakukan tugas dengan bagus atau apakah kamu produktif ketika kamu berada di luar pandangan mereka. Namun mereka bisa memberitahumu aspek apa saja yang berkontribusi paling memuaskan. Dan, tentu saja, mereka bisa memberitahumu di bagian mana saja mereka perlu ditangani dengan sedikit berbeda.

Ketika kamu menuju akhir dari project kamu dengan klien, selenggarakan pertemuan atau sesi telepon dengan kontak klienmu sehingga kamu bisa menanyakan:

  • Aspek apa saja dalam project ini yang kamu ingin agar saya tangani dengan berbeda?
  • Apakah ada karakteristik dari cara saya berkerja dengan perusahaanmu yang menciptakan percekcokan, peningkatan stress, atau meningkatkan kekhawatiran tentang hasil dari kolaborasi kita?
  • Fitur apa saja dari pendekatan saya pada project ini, tindakan-tindakan saya dan gaya saya, yang membantu mengurangi percekcokan dan membangun rasa percaya diri di dalam hasil akhir?
  • Jika kamu perlu menyebutkan dua atau tiga hal mengenai pekerjaan dan pendekatan saya yang membuat perbedaan terbesar dalam mencapai goal kamu pada project ini, apakah itu?

Kebanyakan para konsultan meminta umpan balik mengenai bagaimana sesuatu bisa menjadi lebih baik (kelemahan). Namun sangat sedikit yang menanyakan kekuatan mereka. Dan saya percaya bahwa kegagalan mengenali kekuatan sendiri adalah salah satu faktor paling umum yang menghambat pertumbuhan bisnis konsultan freelance. Jika kamu selalu memfokuskan usaha untuk mengumpulkan umpan balik klien mengenai "apa yang bisa dilakukan lebih baik", kamu mungkin terkejut untuk mempelajari apa yang paling dihargai klien tentang berkerja denganmu.

Peluang (Opportunities)

Peluang dan ancaman biasanya dilihat sebagai faktor eksternal alih-alih internal di dalam analisismu. Mereka mengacu ke sebuah kejadian dan perubahan di dalam dunia di sekitarmu. Dan sementara kekuatan dan kelemahanmu menjelaskan dirimu saat ini, peluang dan ancaman menjelaskan kemungkinan di esok hari.

Terkadang kejadian yang sama bisa menjadi sebuah peluang bagi satu konsultan dan ancaman bagi konsultan lainnya. Resesi pastinya merupakan ancaman bagi kebanyakan konsultan. Namun itu telah memacu regulasi baru untuk industri layanan finansial, dan itu berarti banyak karyawan harus dilatih dalam prosedur baru, sehingga ada peluang pelatihan bagi beberapa konsultan.

Namun paling sering terjadi, masuk akal untuk memperlakukan peluang dan ancaman secara terpisah, jadi kita akan mulai dengan peluang di sini. Kamu seharusnya mudah dalam mengidentifikasi peluang paling langsung untuk lebih banyak bisnis, atau untuk klien yang lebih baik. Mari kita lihat beberapa pertanyaan yang mungkin mudah kamu remehkan:

  • Klien Saat Ini: Jika kamu memikirkan "peluang" paling sering dalam istilah klien baru, apakah kamu menyepelekan peluang untuk memperluas bisnismu dengan klienmu saat ini yang sudah puas? Apakah mereka bisa membuat referensi internal ke departemen lainnya, atau pada teman dan kolega, tergantung pada pasar targetmu? Apakah ada area konsultasi terkait yang bisa kamu selesaikan untuk mereka, dimana mereka tidak akan melihatnya hingga kamu menunjukkan pada mereka dan mengajukan bisnis?
  • Permasalahan Baru. Apakah dengan mengubah teknologi, sebuah ekonomi yang berubah, legislasi dan regulasi yang berubah membuat permasalahan dan kebutuhan baru bagi klienmu? Kejadian apa yang akan memaksa klienmu berubah dalam cara kamu bisa membantu mereka? (Ancaman bagi klien seringkali menjadi peluang bagi konsultan!)
  • Teknologi. Apakah teknologi yang berevolusi membuka layanan baru yang bisa kamu tawarkan, atau cara baru untuk mengirimkan produk dan layanan yang telah ada?

Seperti pada kekuatan dan kelemahan, klien bisa membantumu dengan elemen peluang dan ancaman dengan menunjuk pada tren dan perubahan yang mereka antisipasi dalam satu atau dua tahun mendatang. Lagipula, jika kamu sangat fokus pada kebutuhan klienmu, permasalahan mereka akan menjadi permasalahanmu.

Ancaman (Threats)

Salah satu manfaat terbesar dari pendekatan SWOT adalah bahwa itu mendorongmu untuk melihat secara eksplisit tentang apa yang bisa membahayakan, atau membunuh, bisnismu, melampaui ketakutan bias "tidak cukup bisnis".

Saya akan membiarkanmu memilah beberapa tantangan yang jelas: kompetisi, turunnya ekonomi, perubahan permintaan untuk layananmu, dan sebagainya. Mari kita lihat beberapa ancaman yang sering diremehkan:

  • Risiko Konsentrasi. Seberapa banyak bisnismu dibuat dari satu atau dua klien? Jika klien terbaikmu keluar dari bisnisnya, atau berpindah, atau pemenang di dalam perusahaan pensiun, bagaimana itu akan mempengaruhi pendapatanmu? Seberapa mudah kamu mengganti klien tersebut?
  • Teknologi. Apakah perubahan teknologi akan berdampak pada caramu memberikan layanan? Apa saja biaya-biaya (uang dan waktu) yang terkait pada adaptasi perubahan tersebut?
  • Interdependensi. Dimana "efek riak" di dalam pasarmu? Jika adalah seorang, katakanlah, konsultan sebuah bisnis kecil di dalam areamu, namun kebanyakan bisnis tersebut adalah pemasok untuk perusahaan besar yang berkemas dan pindah, akankah bisnismu mengering? Jika kamu menyediakan bantuan ke perorangan, dan pendapatan mereka terancam oleh perusahaan besar yang angkat kaki dari kota, akankah klienmu tetap mampu membayarmu?
  • Bencana Pribadi/Alam. Jika komputermu meleleh, atau rumahmu terbakar, atau badai atau banjir menghampirimu, apakah kamu tetap bisa menjalankan bisnis? Permasalahan kesehatan?

Apa Berikutnya?

Saat menyelesaikan analisis SWOT, apa yang bisa kamu lakukan dengan itu?

Kebanyakan tahapan berikutnya akan tetap jelas, karena kamu menyelesaikan peluang dan ancaman yang paling signifikan dan menemukan cara untuk menggunakan kekuatan dan untuk mengimbangi kelemahan. Kesederhanaan dan kejelasan langsung merupakan salah satu fitur yang menarik dari pendekatan SWOT.

Selain hal-hal yang jelas, pertimbangkan strategi-strategi berikut:

  • Fokus Pada Kekuatanmu Sendiri. Sebagai konsultan, kamu mungkin memulai dengan melakukan semuanya, yaitu hal-hal yang kamu kuasai, dan hal-hal yang tidak terlalu kamu kuasai. Karena kamu memperoleh pengetahuan dan pengalaman pasar target, imbalan terbaik datang dari berfokus pada apa yang kamu kuasai. Cari peluang yang memainkan kekuatanmu, dan cara-cara untuk menghabiskan lebih banyak waktu menerapkan kekuatan tersebut.
  • Kelemahan: Perbaiki atau Delegasi? Wajar saja untuk melihat kelemahan dan memikirkan cara untuk memperbaikinya. Beberapa kelemahan bisa diperbaiki dalam sebuah langkah tunggal (membeli asuransi, mengatur backup komputer otomatis, mengikuti sebuah kelas dalam keahlian yang kamu perlukan). Namun ketika kamu mulai memikirkan tentang mengubah caramu bersikap, tentang "memperbaiki dirimu" dengan "mencoba lebih keras" dan "menjadi lebih disiplin", kamu seringkali lebih baik mendelegasikan kelemahan itu ke orang lain. Sewa bantuan administratif, atau jasa tulis, atau jasa desain, atau dukungan teknologi. Kamu hampir selalu bisa mendapatkan imbalan yang lebih baik dari waktu yang dihabiskan untuk menerapkan Kekuatan, dibandingkan waktu yang dihabiskan mencoba untuk mengubah Kelemahan yang kamu lihat dalam dirimu.
  • Hati-Hati Dengan Kelangkaan. Ketika membahas peluang dan ancaman, kecenderungan kejadian merupakan salah satu faktor. Sama pentingnya dengan besarnya kejadian. Khususnya dengan ancaman, kecenderungannya adalah mempersiapkan bagi mereka yang mungkin terjadi. Namun untuk berkembang pada jangka yang panjang juga bergantung pada kesiapan pada kejadian yang langka, namun menyebabkan bencana besar. Kamu melakukan back up komputer, bukan karena kerusakan sering terjadi, namun karena memiliki dampak besar jika itu terjadi. Beberapa tahun yang lalu, sebuah krisis ekonomi global skala besar telah kita lihat tidak disangka oleh kebanyakan orang. Dan kebanyakan dari mereka berharap bisa mempersiapkan dengan lebih baik, secara finansial, untuk kejadian langka tersebut.

Langkah paling penting berikutnya? Buat kerangka kerja SWOT yang sederhana namun ampuh ini sebagai elemen pusat dari perencanaan rutin untuk bisnis konsultanmu.

Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.