Students Save 30%! Learn & create with unlimited courses & creative assets Students Save 30%! Save Now
Advertisement
  1. Business
  2. Careers
Business

Rahasia Membuat Resume Yang Menarik Perhatian

by
Length:LongLanguages:
This post is part of a series called How to Create a Great Resume (Ultimate Guide).
11 Creative Resume Design/CV Tips (With Template Examples for 2019)
How to Structure Your Resume to Use in 2019 (Organize it Right)

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Muhlis Tirowali (you can also view the original English article)

Resume Anda hanya memiliki beberapa detik untuk menarik perhatian perekrut. Untuk memberikan kesempatan bagi Anda untuk diwawancara, resume Anda harus menonjol dibandingkan kerumunan pelamar lainnya. Bagaimana kamu dapat membuat itu terjadi?

Kenyataan Tentang Perekrut

Perekrut adalah orang yang sibuk. Mereka harus menyelam ke dalam ratusan bahkan ribuan resume untuk menemukan kandidat yang tepat.

Ketika Anda mengirimkan lamaran kerja Anda, berapa lama menurut Anda perekrut memakan waktu untuk meninjaunya? Kebanyakan pencari kerja memperkirakan sekitar 4-5 menit.

Padahal sudah merupakan pedoman umum di dunia karir bahwa perekrut menghabiskan waktu kurang dari tiga puluh detik untuk melihat satu per satu resume yang mereka terima. Tetapi apakah itu benar? Tentu saja, dengan segala waktu dan tenaga yang Anda berikan untuk membuat resume Anda, resume itu hanya pantas menerima 30 detik lirikan mata?

Penyedia jasa kecocokan kerja, TheLadders, memutuskan untuk melakukan tes terhadap asumsi tersebut. Apakah para pencari kerja benar, dan resume mereka mendapatkan pertimbangan dalam lima menit yang berharga? Ataukah para konselor benar, hanya 30 detik? TheLadders memutuskan untuk menggunakan cara paling objektif untuk menemukan jawabannya. Daripada bertanya kepada para perekrut tentang berapa banyak waktu yang mereka habiskan untuk satu resume, TheLadders menggunakan teknologi lacak mata untuk menemukan kebenaran.

Penelitian ini menemukan bahwa kedua kelompok ini salah. Perekrut tidak menghabiskan waktu lima menit untuk membaca sebuah resume, Mereka juga tidak menghabiskan waktu 30 detik.

Perekrut sebenarnya hanya menghabiskan enam detik untuk mereview sebuah resume. Dengan kata lain, mereka membaca sepuluh resume per menit. Anda harus menjadi spesial untuk mendapatkan perhatian mereka.

Catatan: Anda dapat membaca hasil penelitian lengkap TheLadders. Karena mereka menggunakan teknologi pelacak mata, maka Anda juga dapat melihat bagian resume mana yang akan dibaca oleh perekrut.

Anda mungkin menghabiskan waktu berjam-jam untuk membuat resume Anda, tetapi kecuali Anda melakukannya dengan benar, Anda tidak akan mendapatkan kesempatan untuk bersinar dalam enam detik tersebut. Apa yang harus Anda lakukan untuk membuat enam detik itu memihak pada Anda?

Jawabannya adalah bercerita sesuatu yang bagus dengan resumemu.

Mengapa Cerita?

Cerita merupakan cara berkomunikasi yang natural bagi kita sebagai manusia. Semua orang menyukai cerita yang bagus. Cerita menarik perhatian kita dan menarik kita ke dalamnya. Menurut Jennifer Aaker, Profesor Marketing pada Stanford Graduates School of Bussiness: “Ketika Anda menceritakan sebuah cerita, orang-orang akan menjadi pelan, mereka kemudian mendengarkan.”

Sebagai tambahan, cerita merupakan cara kita mencari makna. Dengan menggunakan resume Anda secara sadar untuk menceritakan sebuah cerita, Anda tengah membantu perekrut memahami makna yang lebih dalam tentang pengalaman profesional Anda. Anda sedang menggabungkan titik-titik antara segala sesuatu yang telah Anda lakukan. Anda membantu mereka menemukan sebuah cerita tentang Anda bahwa mereka dapat memberitahu kepada diri mereka sendiri. Aaker lagi: "penelitian menunjukkan bahwa cerita-cerita yang memberitahu orang lain tentang Anda membentuk bagaimana mereka melihat Anda... Cerita membujuk dan mereka menggerakkan orang untuk bertindak."

Pada akhirnya, kita akan lebih mengingat cerita daripada sekedar informasi. Aaker mengklaim bahwa cerita lebih bisa diingat 22 kali lebih baik daripada data mentah seperti fakta ataupun statistik. Ia mengutip hasil studi sebuah organisasi nirlaba, Save the Children, yang melakukan uji coba cerita berlawanan dengan statistik dalam penggalangan dananya. Cerita menghimpun dana dua kali lebih banyak.

Semua resume menceritakan cerita atau sejenisnya tentang karir seseorang. Kuncinya adalah untuk menceritakan jalinan cerita secara sadar untuk membuat Anda terlihat menarik bagi perekrut.

Komposisi Cerita Resume

Yang saya maksud menjabarkan cerita dengan resume Anda bukanlah dengan mengubahnya menjadi novel. Anda masih harus menjaganya untuk tetap sesingkat mungkin—idealnya satu halaman, atau dua halaman maksimal. Seperti yang dikatakan Jennifer Aaker, cerita dapat sependek tweet ataupun pesan singkat SMS.

Anda bukan menjadi penulis fiksi. Tetapi, Anda adalah gabungan elemen pencerita pada resume Anda. Apa saja komposisi kunci dari bercerita? Untuk menceritakan cerita secara efektif dengan resume Anda, Anda harus:

  • Menjadi tradisionalis. Menulislah dengan struktur yang telah ada, kemudian berkreasilah dengan struktur tersebut.
  • Tunjukkan, jangan beritahu. Cerita akan lebih kuat jika pendengar atau pembacanya dibiarkan menarik kesimpulan sendiri, daripada diberitahukan apa yang seharusnya mereka pikirkan.
  • Jadilah pahlawan pada cerita Anda sendiri, dan tunjukkan bahwa Anda telah berhasil mengalahkan musuh dan menaklukkan tantangan.
  • Gunakan teknik cerita “konsekuensi”.

pada tahap apapun Anda pada suatu karir, Anda dapat menerapkannya pada resume Anda. Anda dapat menggunakan resume untuk menceritakan sebuah cerita baik Anda adalah veteran 40 tahun di industri Anda atau Anda justru baru saja lulus SMA.

Menjadi Tradisionalis

Ketika Anda mencoba untuk terlihat menonjol di antara kerumunan, menggiurkan memang untuk mencoba membuat gebrakan baru. Anda mungkin berpikir, “bagaimana kalau saya mencetak resume saya pada kertas berwarna ungu?” atau “bagaimana kalau saya menyewa grafik desainer untuk membuat resume saya sangat spesial?” atau “tidak seorangpun menggunakan font Comic Sans untuk resumenya, mengapa tidak saya coba?” atau mungkin Anda akan menambahkan anjing peliharaan Anda sebagai referensi, atau menulis puisi bukannya daftar keahlian Anda (dua hal ini merupakan kisah nyata yang saya temukan online, dan saya tahu ini memalukan untuk diakui, tetapi saya pernah menuliskan puisi dalam lamaran kerja saya. Saya gagal).

Berpikir di luar kebiasaan merupakan hal yang baik, tetapi untuk tujuan kemudian hari. Lebih sering daripada tidak, resume Anda akan langsung berakhir ke keranjang sampah jika Anda mencoba terlihat terlalu pintar.

Mengapa begini? Ketika Anda mengirimkan resume, perekrut akan mencari apa yang disebut pelatih karir Ramit Sethi sebagai pemicu kompetensi. Mereka mencari sinyal halus untuk mengindikasikan keahlian dan cara berpikir Anda. Contohnya, mereka ingin mengetahui apakah Anda mengikuti pedoman, dan apakah Anda dapat bekerjasama dalam sebuah tim. Dalam hal ini, maka resume yang dicetak di atas kertas berwarna ungu justru mengindikasikan inkompetensi. Justu akan menunjukkan bahwa Anda berpikir Anda di atas peraturan, dan Anda adalah orang yang potensial tidak dapat bekerjasama.

Ketika pencerita duduk untuk menulis, mereka memulai dengan struktur yang sudah ada. Biasanya, ini merupakan struktur standard tiga babak. Karena penulis mafhum bahwa mereka harus bertahan dengan pola yang telah diterima. Memiliki struktur membuat mereka memiliki titik awal mula, dan parameter kreatifitas.

Ketika Anda menuliskan resume Anda, pertahankan struktur yang telah ada. Anda dapat menjadi kreatif dalam struktur tersebut, akan tetapi Anda tidak boleh mengabaikan atau menggantinya.

Struktur tradisional tersebut di antaranya:

  • Namamu
  • Kontak detailmu
  • Statemen misi Anda atau elevator pitch (pilihan). Ini merupakan cerita mini tentang siapa Anda dan apa yang akan Anda bawa terhadap posisi yang Anda lamar.
  • Keahlian kunci Anda dan/atau pencapaian.
  • Riwayat pekerjaan (dalam urutan kronologis mundur).
  • Riwayat pendidikan (dalam urutan kronologis mundur).
  • Referensimu.

Pilihan lainnya, Anda dapat membuat daftar keahlian kunci dan pencapaian Anda di dalam bagian pekerjaan di bawah masing-masing jabatan. Bagaimanapun, utnuk mengikuti pedoman di tutorial ini, struktur di atas adalah yang paling efektif.

Tunjukkan, Jangan Beritahu

Jika Anda pernah mengambil kelas menulis, salah satu aturan paling pertama yang akan Anda pelajari adalah, “tunjukkan, bukan beritahukan”. Apa artinya ini?

Mari saya berikan sebuah contoh. “Mobilnya tidak dapat dikendarai” adalah memberitahukan. Anda langsung pada poin apa yang Anda maksud, daripada melukiskan gambaran kata, dan membiarkan pembaca langsung menarik kesimpulan. Berikut ini adalah bagaimana penulis menggambarkan bahwa mobilnya dtak dapat dikendarai. “Brandon memeriksa keadaan mobil. Kedua lampu depannya pecah. Tiga ban bocor. Ada retakan kaca pada jendela. Sebuah jejak lumpur yang tebal menetes dari bawah kap mobil. Mungkin ini adalah mobil klasik, tetapi ia tidak akan membawanya ke tengah kota dalam waktu dekat.”

Ketika Anda menunjukkan bukannya memberitahukan, Anda menciptakan penggambaran yang detail di pikiran pembaca. Kamu menarik mereka ke dalam cerita.

Tempat terbaik untuk menggunakan teknik ini pada resume Anda adalah pada bagian keahlian. Daripada menyebutkan apa saja keahlian Anda (memberitahukan), berikan contoh ketika Anda menggunakan keahlian itu untuk kepentingan yang baik (menunjukkan). Ini merupakan cara hebat untuk menunjukkan kreatifitas dengan struktur resume tradisional. Seperti yang Richard Maun tulis dalam Job Hunting 3.0:

Memberikan orang kesempatan untuk menyimpulkan keahlian kita dari pencapaian kita adalah cara menjual yang lebih kuat daripada menyebutkan keahlian kita dengan membuat daftarnya. Ketika Anda telah membaca 200 resume yang semuanya membicarakan tentang keahlian berkomunikasi yang sangat baik, manajemen waktu yang baik, keahlian untuk memcahkan masalah dengan luar biasa, dan kepemimpinan yang luar biasa, maka Anda akan melihat pernyataan tersebut akan kehilangan nilainya dan menjadi tidak berarti, tanpa memberikan nilai tambah.

Mari kita lihat bagaimana mengubah pencapaian menjadi sebuah narasi cerita.

Cara Menunjukkan Pencapaian Anda

Berbicara tentang cerita membuatnya terdengar seperti Anda perlu narasi yang besar dan menghanyutkan. Kenyataannya adalah, kamu tidak harus menjadi seorang penulis naskah Hollywood untuk menceritakan sebuah cerita yang bagus. Cerita juga tidak perlu panjang. Berdasarkan legenda, Ernest Hemingway menuliskan cerita enam kata yang terkenal:

"Dijual: sepatu bayi, tidak pernah dipakai."

Aapa yang membuat cerita menjadi cerita, bukannya fakta? Jawaban sederhananya adalah konsekuensi. Dalam sebuah cerita, suatu kejadian terjadi, kemudian kejadian lain terjadi karena kejadian sebelumnya. Untuk memparafrasekannya, E.M. Forster berkata, “Rajanya mati dan ratunya mati” adalah bentuk pernyataan faktual. Ini merupakan data mentah. “Raja meninggal, kemudian ratupun meninggal karena kesedihan” adalah cerita. Cerita menyampaikan hubungan dengan kejadian baru.

Ketika Anda mencari cerita untuk diceritakan pada bagian pencapaian Anda, lihatlah kembali pengalaman profesional Anda dan tanyakan pada diri sendiri: “Apakah konsekuensi positif untuk saya dari peran tersebut? Apa yang saya lakukan yang membuat perbedaan?" Tuliskan semua yang terlintas di pikiran Anda, walaupun mungkin terlihat kecil  dan tidak penting. Perekrut Anda tidak sedang mengharapkan Anda pernah menjadi pemimpin dunia, mengubah hidup ribuan orang. Mereka hanya ingin mengetahui bahwa Anda memiliki pengaruh di lingkungan kerja Anda.

Saya akan tunjukkan bagaimana Anda dapat melakukannya terhadap hal yang terlihat sepele atau pekerjaan yang biasa. Salah satu pekerjaan pertama saya adalah bekerja di meja-bantuan pada toko perkakas. Pencapaian saya di sini termasuk:

  • Menangani ratusan pertanyaan pelanggan setiap hari dengan sikap yang sopan dan professional.
  • Memproses hingga 100 refund per hari.
  • Mengawasi 12 catatan kas, yang masing-masing memproses $10,000 per hari.

Seperti yang  Anda lihat, saya menunjukkan bahwa saya memiliki tanggung jawab tingkat moderat untuk anggota staff junior, dan saya melakukannya dengan cara yang memudahkan perekrut untuk menggambakan kesimpulan mereka sendiri tentang kemampuan saya. Salah satu cara saya melakukan ini adalah dengan menggunakan angka. Richard Maun menjelaskan:

Angka adalah hal yang mudah diingat dan membuat suatu kasus untuk Anda. Mengatakan bahwa Anda “meningkatkan bisnis”, bahwa Anda “menghemat banyak biaya”, bahwa Anda “memiliki pengalaman yang baik” adalah hal yang hambar dan tidak berguna. Mengatakan bahwa Anda “miningkatkan penjualan hingga 20%”, bahwa Anda “menghemat $10,000 dalam setahun” atau Anda “memiliki 15 tahun pengalaman” membuatnya lebih menarik dan diingat dan saya tertarik untuk mengetahui bagaimana ceritanya hingga Anda dapat menghemat sebanyak itu.

Tips lain dari Maun untuk menuliskan pencapaian Anda dengan efektif lainnya, yakni:

  • Nyatakan bagaimana kamu melakukannya. Hal ini termasuk berbagi “metode atau alat yang digunakan untuk mendapatkan hasil tersebut.” Sebagai contoh, saya mungkin menjelaskan bahwa saya menolong klien dengan cara mengatur daftar surat masuk dengan 2,000 pelanggan menggunakan MailChimp.
  • Pastikan untuk mengemas semua keahlian Anda. Ini berarti membuat daftarrentang pencapaian. Maun merekomendasikan sebagai tambahan dalam membuat daftar prestasi, Anda harus meletakkan fokus pada prestasi yang melibatkan orang lain. Buatlah daftar ketika Anda memimpin sebuah tim, atau bagaimana Anda membantu pekerja lain untuk berkembang.
  • Fokus pada pencapaian profesional. Itu, stidaknya Anda berada pada tahap awal arir atau Anda baru kembali untuk bekerja setelah cuti panjang.
  • Pikirkan tentang tantangan yang Anda hadapi di tempat kerja. Jika Anda kesulitan untuk mendapatkan ide tentang pencapaian Anda, pikirkan tentang tantangan yang Anda hadapi di lingkungan kerja Anda. Bagaimana kamu menangani tantangan itu?

Sebagai contoh pencapaian Anda yang dapat Anda adaptasi untuk resume Anda, pelajari Storytelling Resume Cheat Sheet. Saya merekomendasikan kotak koleksi cerita yang bermanfaat, sehingga Anda dapat mengirimkan resume yang telah diatur untuk masing-masing peranan kerja. Untuk setiap lamaran yang Anda kirim, pilihlah cerita yang paling sesuai dengan spesifikasi pekerjaan tersebut.

Sumber

Kredit Grafis: Resume didesain oleh Quan Do dari Noun Project.

Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.