Unlimited PowerPoint templates, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Business
  2. Careers

13 Kesalahan Resume Teratas (Yang Membunuh Resume Yang Bagus)

by
Length:LongLanguages:
This post is part of a series called How to Create a Great Resume (Ultimate Guide).
Best Resume Format: The Ultimate Guide to PDF vs Word
What is the Difference Between a CV vs Resume?

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Perekrut mereview ribuan resume setiap bulan. Bukanlah hal yang berlebihan untuk mengatakan bahwa mereka lelah membaca informasi yang sama, yang disampaikan dalam pengulangan yang berbeda, terus menerus.

Itu juga karena volume tipis ini yang telah mereka kuasai yang membuat sebuah resume bagus dicentang, dan mengetahui terlalu baik apa yang membuat resume jelek dibuang ke tong sampah.

Dalam artikel ini, saya akan fokus pada kesalahan resume dan apa yang dapat kamu lakukan untuk memperbaikinya.

Avoid Resume MistakesAvoid Resume MistakesAvoid Resume Mistakes
Kesalahan resume untuk dihindari (ilustrasi).

Hati-Hati Para Pencari Kerja: Apakah Kamu Membuat Kesalahan Ini Di Dalam Resumemu?

1. Inflasi Jabatan

Pernahkah kamu melihat seseorang berusia 20-an “CEO”, “CFO”, “CMO” atau jabatan eksekutif lainnya di dalam resume mereka? Itu cukup umum di saat ini dengan penyebaran startup. Namun titel seperti ini tidak selalu mengesankan.

"Dalam industri kami, kami menyebut ini inflasi jabatan. Menjadi seorang "CEO" sebuah perusahaan non korporasi dengan nol pendapatan dan nol karyawan adalah tanda jelas bahwa kami hendaklah membuang resumemu, atau mengabaikan untuk melihatnya", kata Matthew Mercuri, Direktur HR di Dupray.

Ya, dengan memiliki startup atau bisnis sendiri menunjukkan semangat kewirausahaan namun bagi kebanyakan lulusan baru dan profesional muda, sebuah jabatan eksekutif hanyalah usaha yang buruk untuk menyembunyikan kurangnya masa kerja yang profesional.

"Berkerja sebagai busboy (pembersih meja) di restoran lokal biasanya jauh lebih mengesankan profesional HR", lanjut Mercuri

2. Kurangnya Kemajuan Karir Untuk Masa Kerja Jangka Panjang

Beberapa karyawan hanya loyal pada perusahaannya. Yang lainnya cukup beruntung untuk dipromosikan berkali-kali dengan satu pemberi kerja. Jika ini adalah masalahmu, bagaimana kamu meletakkan itu di dalam resumemu?

Apakah satu entri—nama perusahaan dan durasi kerja—dengan banyak titik sekunder membuat detail pada karirmu? Ini merupakan stretegi umum yang diikuti pelamar, dan itu tidak berkerja sesuai kemauan mereka.

MarissaL Klein, EVP dan Pendiri Choice Fashion & Media, mengatakan, “Orang yang telah berada di dalam sebuah perusahaan untuk waktu yang lama cenderung membuat kesalahan ini – mereka membuat daftar pemberi kerja dan lama waktu kerja namun tidak ada penekanan pada promosi atau kemajuan karirnya..”

Sebagai contoh, jika kamu berkerja pada agensi desain dari 2000 hingga 2016, tempatkan itu di atas riwayat pekerjaanmu dalam font tebal. Uraikan promosi di bawahnya dengan font tebal yang lebih kecil, diikuti dengan daftar pilihan pencapaian dan tanggung jawabmu dalam tiap peran.

3. Layout dan Desain Yang Jelek

Sebuah resume yang bagus hendaklah memiliki sebuah kemajuan logis dan layout yang siapapun membacanya bisa mendapatkan ulasan karirmu dengan cepat.

Ansel Resume TemplateAnsel Resume TemplateAnsel Resume Template
Minimal Ansel Resume Design Template, dijual di Envato Market (GraphicRiver).

Julie Fantom, HR & Operations Director di Wilson Fields, memperingatkan pelamar “jangan gunakan kertas berwarna dan clip art”.

Temukan lebih banyak tips, untuk menghindari desain resume yang jelek, atau gunakan sebuah template resume, seperti yang di atas, sehingga kamu memulai dengan desain yang bagus.

4. Mereferensikan Pemberi Kerja Yang Memiliki Permasalahan Denganmu

Beberapa kandidat mengira mereka pergi dengan mereferensikan pemberi kerja yang bermasalah dengan mereka.

Jesse Harrison dari Zeus Lawsuit Funding berkata, “Pelamar dipecat dari sebuah pekerjaan karena salah melaksanakan, namun dia tetap mencantumkannya sebagai referensi.”

Itu merupakan permasalahan yang berbeda jika beberapa karyawan di-PHK. Namun jika kamu dikeluarkan karena absensi, kinerja yang buruk, atau salah pelaksanaan, jangan cantumkan itu pada resumemu. Itu tidak layak dengan risikonya.

5. Tanggung Jawab, Bukan Pencapaian

Salah satu kesalahan resume yang paling umum adalah kegagalan kandidat untuk mendemonstrasikan pencapaian pekerjaan. Mereka hanya menjelaskan tanggung jawabnya. Namun bukan mengapa itu penting, atau bagaimana itu mempengaruhi perusahaan.

"Saya pernah mengkritik sebuah resume penjual yang sukses. Namun kamu tidak akan pernah tahu dia bagus jika kamu membaca resume asilnya”, ujar Joe Flanagan, Senior Resume Consultant di Velvet Jobs.

Tertulis di bawah salah satu jabatan pekerjaannya adalah 'Menangani sebuah basis akun klien'. Tidak mengesankan bukan?

Flanagan melanjutkan, “Dengan sedikit bujukan, saya menemukan bahwa ‘menangani sebuah basis akun klien’ dapat diuraikan sebagai , ‘Menangani basis akun 45 klien dan meningkatkannya menjadi 115 klien dalam 6 bulan, dan menghasilkan rata-rata $125,000 per bulan.’”

Lihat yang mana yang terdengar mengesankan?

6. Kecerobohan

Noda makanan dan cincin kopi pada resumemu akan membuat sebuah resume yang buruk. Dokumen ini bertindak sebagai contoh pertama pekerjaanmu dan menentukan bar (meteran) dari apa yang diharapkan calon pemberi kerja darimu.

"Saya menerima resume fisik yang dikirimkan dari seorang pencari kerja yang tampan. Setelah membukanya, saya menemukan kertasnya kusut dan bernoda walaupun amplopnya bersih. Saya bahkan tidak bersusah payah membacanya karena itu menunjukkan kurangnya perhatian terhadap detail yang ekstrim”, ujar Garrett Collins dari Nu’u SEO.

7. Terlalu Akademis

"Saya pernah mendapatkan resume yang tampak murni akademis. Kandidat membuat daftar kursus yang telah mereka ambil, IPK mereka, dan penghargaan yang mereka terima—semuanya mengesankan. Namun tidak ada yang menyebutkan skill praktis. Tidak bahkan bagaimana pengalaman akademik mereka menerjemahkan bidang pilihan mereka", kata Monica Eaton-Cardone, Co-founder dan COO dari Chargebacks911.

Tidak masalah jika tidak memiliki pengalaman, setiap orang dari memulai dari suatu tempat. Resume akademik hanya menunjukkan bahwa kamu adalah siswa yang bagus. Itu tidak menunjukkan potensimu, seperti skill, etos kerja, dan jenis karyawan yang kamu inginkan.

Lulusan baru? Ikuti panduan ini dalam membuat resume pertamamu dengan cara yang tepat:

8. Skill Yang Tidak Relevan atau Skill Dasar Yang Kamu Harapkan

Mengetik, menggunakan MS Word, dan mencari dalam web semuanya merupakan skill dasar yang diharapkan darimu. Jangan buang tempat untuk menyebutkannya.

Apakah kamu takut bahwa perekrut mungkin melewatkan resumemu pada database mereka, kecuali jika kamu membuat semua daftarnya? Jangan sampai. Saya tidak dapat membayangkan sebuah pekerjaan dimana perekrut akan mencari 'touch typing' atau 'mahir dalam MS Office'.

Perekrut mencari kata kunci yang spesifik dalam teknis dan pekerjaan seperti “Desain Grafis menggunakan Adobe Photoshop,” atau Membuat Pivot Tables dalam MS Excel.” Tinggalkan hal-hal umum namun jangan tinggalkan program dan peralatan khusus yang digunakan dalam profesimu.

9. Informasi Yang Tidak Perlu Tentang Pemberi Kerja Sebelumnya

“Bahkan jika kamu merasa kamu berguna, tidak perlu membuat daftar pasti hari pertama kerjamu (misalnya 1 Juli 2014), nama supervisor, nomor telepon mereka, gaji sebelumnya, dan alasan keluar”, ujar Lavie Margolin, Mantan Career Counselor dan Pendiri Lion Club Job Search.

Dengan mencantumkan alasanmu meninggalkan pemberi kerja mungkin akan mengorbankan wawancaramu. Jika kamu tidak hati-hati, perekrut mungkin masuk ke dalam kesimpulan yang salah—bahwa kamu adalah seorang kutu loncat, memiliki permasalahan kinerja, atau tidak akur dengan yang lainnya. Siapa yang akan membelamu atau menyelesaikan pertanyaan mereka ketika ini terjadi? Tinggalkan ini semua untuk wawancara, dan hanya sediakan informasi itu jika mereka bertanya.

Menyatakan gajimu sebelumnya juga merupakan taruhan. Kamu mungkin tidak akan diwawancarai jika gajimu sebelumnya lebih besar dari yang diharapkan. Namun jika itu lebih kecil dari penawaran mereka, maka kamu dapat kalah dalam bernegosiasi.

10. Kesalahan Pengejaan dan Tata Bahasa

"Perhatian pada detail," dan "Mata yang tajam dalam observasi" adalah soft skill yang banyak dicantumkan dalam kebanyakan resume. Namun bagaimana kamu membuktikan ini?

TaraRist, HR Manager di Policy Expert, membagikan satu cara untuk membuktikan bahwa kamu tidak memiliki skill ini:

"Tidak ada yang lebih buruk daripada seorang kandidat yang mengklaim 'perhatian pada detail' sebagai skill, hanya untuk menemukan resume mereka dipenuhi dengan error."

Dia benar. Bergantung pada pemeriksaan tata bahasa dan pengejaan dari word processor tidak menunjukkan perhatian pada detail. Hal yang sama berlaku untuk tools online, seperti Hemmingway atau Grammarly. Sementara keduanya berguna, mereka tidak dapat dipercaya. Minta seseorang memeriksa resumemu, atau baca itu secara kencang untuk mendeteksi potensi error.

Personalize a Resume in WordPersonalize a Resume in WordPersonalize a Resume in Word
Pelajari bagaimana menyesuaikan sebuah template resume dalam MS Word.

11. Terlalu Banyak Informasi Yang Mengubur Detail Penting

"Sangat jarang bagi perekrut membaca sebuah resume dari sampul ke sampul jika mereka tidak dapat menemukan paling tidak satu pencapaian yang bagus terkait lowongan pekerjaan", ujar Jason Carney, HR Director untuk WorkSmart Systems.

Sebuah resume yang bagus tidaklah ditumpuk dengan terlalu banyak detail yang membuatnya sulit bagi perekrut untuk mengkualifikasi dirimu sebagai kandidat. Hapus detail yang tidak relevan atau tidak berlaku tentang karirmu. "Pikirkan sebuah resume yang bagus sebagai iklan pendek, bukan biografi," lanjut Carney.

12. Menggunakan Rangkaian Kata Kunci

Kata kunci yang relevan pada jabatan pekerjaan dan industrimu memainkan peranan besar dalam resumemu. Hanya saja jangan melakukan secara berlebihan dan pastikan itu masuk akal.

“Jangan tumpuk daftar panjang kata kunci pada resume tanpa strategi atau alasan yang jelas”, ujar Penulis Resume DebraAnn Mathews.

Di bawah ini merupakan kutipan problematis yang disediakan Matthews. Itu seharusnya menjadi daftar skill, namun terbaca lebih seperti daftar peralatan, dan merupakan contoh yang bagus tentang apa yang tidak boleh dilakukan:

"Area keahlian / peralatan mencakup:
aseptic tanks, Oakes mixer, versators, autoclave cleaning & sanitation, CIP / SIP sterilization, powder blending, blend tanks, bagging machine, separators, liquid compounding, Urscdhell cutters, Fitz mill/press dan Hollman presses, distilasi dan ekstraksi, 5000- dan 6000-lb. blenders, colloid mills, mesin sentrifugal, perkolator 1000-gallon, reaktor kimia, ketel terbuka dan vakum, 300-gallon liquid verterseductors.
Komputer: komputer Plc, sistem komputer HMI, electronic batching,
MAPS for AS400

Pelajari lebih banyak teknik penulisan resume yang efektif:

13. Informasi Pribadi

“Jangan cantumkan informasi pribadi, seperti usia, jenis kelamin, atau kebangsaan. Jangan cantumkan foto,” ujar Lauren Fach, Digital Media Maven di University of Advancing Technology. Bahkan jika perekrut tidak ingin menilai atau mendiskriminasi, kamu membuatnya mudah untuk melakukan itu.

Saya mengikuti pelatihan soft-skill dengan pemberi kerja sebelumnya beberapa tahun yang lalu. Salah satu peserta merupakan seorang perekrut dari departemen HR kami. Selama istirahat, peserta pelatihan lainnya menanyakan pendapatnya tentang resume yang mereka terima.

Dia menjawabnya, “Itu kurang lebih sama, jadi itu membosankan. Namun kami sering menertawakan resume dengan foto yang jelek.”

Bias atau diskriminasi yang menyinggung informasi pribadi sedikit lebih samar. Perekrut profesional dan HR manager tidak membiarkan bias negatif membayangi penilaian mereka. Namun membuat detail yang tidak diperlukan di muka menyebabkan mereka berhenti dan memikirkan tentang apa yang kamu tulis.

Keragu-raguan Seperti Berikut Ini Mungkin Muncul:

"Tunggu, apa maksudnya itu?"

“Bagaimana ini akan mempengaruhi dinamika tim?”

“Apakah saya perlu mengkhawatirkan skill komunikasi yang buruk karena Bahasa Inggris hanyalah bahasa kedua kandidat ini?”

“Apakah akan ada konflik jadwal atau apakah saya seharusnya mengharapkan banyak permintaan cuti karena agama kandidat ini?”

Semua bias samar ini dapat muncul dan membuat perekrut mempertanyakan kualifikasimu. Freelancer yang berkompetisi di dalam pasar global juga mengalami ini.

Pelajari lebih lanjut bagaimana membuat resume profesional:

Basic, Namun Tetap Penting

Beberapa kesalahan resume ini mungkin tampak mendasar bagimu. Namun karena perekrut tentang mengeluhkannya, kamu dapat menebak kesalahan ini tetap merajalela. Kamu mungkin juga merasa bersalah atas kecerobohan resume ini.

Gunakan artikel ini sebagai daftar periksa dan lakukan pada resumemu sekarang juga.

Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.