Unlimited Powerpoint templates, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Business
  2. Productivity
Business

4 Kebiasaan Pribadi Yang Penting Untuk Hidup Yang Lebih Produktif

by
Difficulty:BeginnerLength:LongLanguages:
This post is part of a series called Essential Productivity Principles.
Your Productivity Style: Find It and Use It for Better Work
Setting Boundaries: The Key to Maintaining Control of Your Life

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Mari hadapi kenyataan: produktifitas itu sulit. Kamu termotivasi, kamu menentukan goal, kamu meletakkan sistem dan rutinitas pada tempatnya...namun realitas tampaknya tidak peduli. Panggilan krisis mendadak lainnya, bayi bangun terlalu awal, kamu sakit, atau drama di tempat kerja meletus, lagi. Rencanamu runtuh di bawah beban satu interupsi yang tidak dapat dihindari atau satu kewajiban setelah yang lainnya.

Kamu tidak dapat menjamin sebuah bebas interupsi, bebas darurat, keberadaan bebas drama, bahkan untuk beberapa hari atau jam. Kamu tidak mengendalikan dunia; namun bagaimana pun juga kamu dapat, mengontrol bagian duniamu. Ketika kamu membangun kebiasaan pribadi yang kuat, membantu, membangkitkan energi dan keseluruhan bagus ke dalam hidupmu, kamu meletakkan jalur yang jelas untuk diikuti. Hal-hal dalam hidup akan mengeluarkanmu dari jalur, namun jalurnya akan ada di sana. Semakin konsisten kamu mengikutinya, semakin mudah jadinya. Kamu bahkan tidak harus memikirkan tentang itu.

Good Personal Habit - Contemplating After Jogging
Envato Unstock Photo.

Bangun kebiasaan pribadi yang penting ini, satu pada satu waktu, hingga mereka terpadukan di dalam hidupmu. Hasilnya akan menjadi dirimu, namun lebih baik, berkerja pada tingkatan yang lebih tinggi pada efisiensi, intelejensi, kreatifitas, dan fokus.

1. Hargai Tidurmu

Kurang tidur, atau kualitas tidur yang jelek, merupakan masalah yang cukup besar: kekurangan tidur menyebabkan peningkatan risiko obesitas dan penyakit, penurunan imunitas, mood, dan ketidakcocokan fungsi kognitif. Kamu tidak hanya tidak bagus dalam berpikir, berkonsentrasi, menjadi kreatif, menyelesaikan masalah, atau membuat keputusan ketika kamu lelah.

Jadi mengapa kita tidak cukup tidur? Kemampuan kita untuk membuat siang buatan, ditambah keinginan kita untuk tersesat di dalam layar dan obsesi kebudayaan kita yang aneh dengan menjadi cukup sibuk, menambahkan penurunan rasa menghargai tidur. Kita telah mengembangkan sebuah kebudayaan kafein yang hadiahnya ditujukan kepada orang yang tidur paling larut, bangun paling awal, dan tampak paling sibuk, yang terpenting, paling kurang tidur dalam kelompok itu.

Sejujurnya, itu bodoh. Tidak cukup tidur tidak membuatmu penting; itu membuatmu lelah. Kenyataannya adalah bahwa kita berakhir mendapatkan "cukup" tidur, entah bagaimana caranya. Namun itu sering disebabkan kurangnya rutinitas, tertidur di dalam alarm masa lampau, tidur di waktu akhir pekan atau cuti, atau berusaha tidur siang singkat yang melebar menjadi sepanjang sore. Kita berakhir dengan melewatkan bagian hidup yang ingin kita alami.

Delapan jam waktu tidur tiap malam yang direkomendasikan bukanlah angka ajaib. Jumlah tidur yang kamu butuhkan mungkin lebih sedikit, atau lebih banyak; kamu akan perlu melakukan investigasi untuk menemukannya. Pertama, mulai melacak datamu: ketika kamu naik ke tempat tidur, ketika kamu bangun, kualitas tidurmu, dan seberapa lelah atau terjaga yang kamu rasakan selama hari itu.

Berikutnya, berikan dirimu entah waktu tidur reguler atau waktu bangun reguler. Jika kamu mengatur waktu tidur reguler, biarkan dirimu tidur hingga kamu terbangun secara natural. Atau, jika kamu mengatur waktu bangun reguler, biarkan dirimu pergi ke tempat tidur ketika kamu mulai merasa lelah. Kamu mungkin memerlukan tidur "ekstra" untuk beberapa hari selama tubuhmu mengikuti, namun kamu segera akan mulai melihat jumlah tidur yang tetap. Setelah kamu menentukan jumlah itu, berpegang pada itu sebisa mungkin. Katakan tidak pada hal-hal yang membuatmu melewatkan waktu tidur idealmu, matikan layar, atau, jika kamu tahu kamu akan tetap terjaga untuk acara, berikan dirimu waktu bangun yang lebih lambat di hari berikutnya.

Dengan tidur yang cukup, kamu tidak akan mengalami kelelahan lagi. Kamu akan memproses dan menganalisa informasi dengan lebih baik, kamu akan membuat keputusan yang lebih baik, dan kamu akan mengingat dengan lebih baik. Kamu akan lebih sedikit merasa frustrasi oleh hambatan dan kurang merasa kelelahan oleh project besar atau tugas yang kompleks. Secara hipotesis, kamu bahkan akan lebih sedikit tersinggung oleh orang idiot, namun saya tidak menjamin untuk yang satu ini.

2. Olahraga Setiap Hari

Berikut apa yang terjadi ketika kamu berolahraga, berdasarkan ahli saraf Judy Cameron, Ph.D:

Secara langsung, sel otak akan mulai berfungsi pada level yang lebih tinggi... membuatmu lebih terjaga dan terbangun selama olahraga dan lebih fokus setelah itu. Ketika kamu berlatih secara reguler, otak terbiasa pada tekanan darah yang rutin ini dan beradaptasi dengan mengaktifkan atau menonaktifkan gen tertentu. Banyak perubahan ini memacu fungsi sel otak dan melindunginya dari penyakit...

Kamu mengambil lebih banyak oksigen ketika kamu berolahraga, dan hipocampusmu, bagian dari otak yang membuat pembelajaran dan memory menjadi mungkin, mendapatkan peningkatan dari semua oksigen yang melayang di sekitar. Olahraga reguler dapat benar-benar menaikkan ukuran hipocampus, seiring waktu, secara efektif membalikkan, atau memperlambat, efek penuaan otak.

Olahraga membuat otakmu berkerja lebih baik, dengan kata lain. Itu juga memberikanmu lebih banyak endoorphin, yang membuatmu merasa lebih bahagia dan lebih baik tentang hidup secara umum. Kuis dadakan: Apakah lebih mudah untuk menangani project besar, membuat panggilan telepon yang sulit, atau menyelesaikan tugas yang kompleks a) ketika kamu merasa lelah dan lemah dan malas atau b) ketika kamu terjaga, fokus, dan optimistis?

Saya tahu, saya tahu: olahraga memakan waktu. Siapa yang memiliki waktu ekstra? Ketika kamu sibuk, stress, dan di belakang, berolahraga secara reguler tampaknya tidak menarik dan tidak mungkin. Manfaatnya sepadan dengan usaha; ketika kamu sibuk, stress, dan lelahlah saatnya kamu paling butuh berolahraga.

Kamu tidak harus ikut bergabung sebuah gym atau mengejar satu jam. Ambil target 20 menit sehari, yang akan membawamu pada 2,5 jam olahraga yang direkomendasikan setiap minggu. Dengan membuat kebiasaan berolahraga sedikit setiap hari dapat membuatnya lebih mudah untuk melekat daripada melakukan olahraga yang panjang beberapa hari seminggu. Harian berarti tidak ada alasan, tidak ada pilihan, dan tidak ada negosiasi. Itu menyederhanakan proses, dengan memberikanmu lebih sedikit untuk menolak atau menawar dengan diri sendiri, sehingga itu menjadi lebih mudah untuk melakukannya saja.

Tai chi, berjalan, dan latihan kekuatan berada dalam top 7 olahraga yang direkomendasikan oleh Harvard Health, namun ada banyak pilihan lainnya. Kuncinya adalah untuk membuatnya  sederhana, dapat diakses, dan mudah untuk memulai.

3. Rancang Sebuah Power Hour

Kamu dapat menyebutnya dengan sesuatu yang berbeda. Waktu perencanaan. Motivasi pagi. Ritual malam. Pengejaran pertumbuhan pribadi. Terserah. Hal terpenting tentang kebiasaan ini adalah bukan apa namanya, namun kamu melakukannya. Atur sebuah waktu reguler. Harian paling baik, namun dua mingguan atau bahkan mingguan dapat diterima. Satu jam itu bagus, namun tidak diperlukan; jika tiga puluh menit yang kamu punya, tiga puluh menit akan berkerja.

Kebiasaan ini sulit untuk diajarkan, karena secara tepatnya apa yang kamu lakukan itu terserah padamu. Tujuannya adalah menghabiskan waktu ini untuk meningkatkan dirimu sendiri dan mengelola hidupmu. Mencapai goal ini dapat tampak sangat berbeda antara satu orang dengan yang lainnya.

Berikut beberapa hal yang saya lakukan atau telah lakukan dalam power hour:

  • Menulis sebuah jurnal.
  • Melakukan yoga.
  • Berdoa dan meditasi.
  • Membaca sesuatu yang menginspirasi dan memicu pikiran.
  • Berkerja pada sebuah skill baru atau topik pelajaran baru.
  • Meriset sesuatu yang menarik saya.
  • Merencanakan mingguan/harian/bulanan saya.
  • Melihat goal mendatang untuk kuartal atau tahun berikutnya.
  • Membuat perencanaan/strategi tingkat tinggi untuk goal mendatang.
  • Menganalisa proses dan sistem di dalam hidup saya.
  • Menyelesaikan sebuah course atau kelas singkat.

Pada awalnya, jangan khawatir tentang agenda. Mungkin tuliskan beberapa catatan, atau membaca sebuah buku atau artikel. Review kalendermu. Pikirkan tentang sebuah goal besar dan bagaimana kamu dapat mencapainya.

Mempraktekkan perhatian merupakan yang penting saat kamu membentuk kebiasaan ini: kamu melatih dirimu sendiri untuk memberikan perhatian proaktif pada pengembangan pribadi dan hidupmu. Alih-alih menunggu krisis berikutnya, kamu memikirkan tentang keinginanmu, prioritasmu, dan hal-hal yang perlu kamu capai di atas kebutuhan itu. Mungkin awalnya, kamu akan selalu merasa di belakang kebutuhan; itu normal. Itu akan menjadi lebih baik.

Important Personal Habit of Planning
Envato Unstock Photo.

Ketika kamu membentuk waktu harian dalam hidupmu ini, kamu akan mulai merasa lebih memegang kendali dalam hidupmu. Perasaan memegang kendali itu tidak akan absolut: keraguan merayap masuk, daftar tugasmu masih terlalu panjang, stress datang kembali. Namun setiap hari saat kamu mencapai rutinitas yang kecil namun ampuh ini, kamu akan merasakan kendali bertumbuh dan stress menghilang.

Kamu akan melihat bahwa kamu dapat mengubah hal-hal. Kamu akan mendapatkan perspektif. Kamu pada jalanmu untuk membuat dan mengatur hidupmu sendiri, daripada merespon pada berbagai kejadian dan keadaan, berlari dengan penuh ketakutan dan tidak pernah dapat mengikuti. Kamu akan mulai melihat hal-hal sebelum mereka terjadi. Kamu akan lebih sedikit terkejut: beberapa contoh seperti "Oh, saya benar-benar lupa tentang seminar hari ini!" dan contoh lagi seperti "Seminarnya besok, saya lebih baik bersiap-siap." Itu merupakan kemenangan kecil, tentu saja; namun mereka menambahkan dalam hidup dimana lebih sedikit stress, lebih sedikit kacau balau, lebih pasti dan lebih percaya diri.

Rasa percaya diri internal yang kamu bangun dengan menghabiskan waktu pada dirimu sdri dan manajemen hidup itu besar. Kamu akan mulai mengetahui dirimu sendiri. Kamu akan mulai memilah melalui layer kewajiban dan kebutuhan dan mulai menemukan hasrat pribadi dan kemampuanmu lagi. Dan kamu akan melihat bagaimana mengklaim ulang waktumu, bagaimana mengelola hidupmu, bagaimana mengejar goalmu, bagaimana mencapai potensimu.

Ada satu perhatian terhadap kebiasaan ini, dan itu adalah menghindari jebakan konsumsi yang terlalu berlebihan. Mudah untuk kecanduuan pada porsi input jam ini, bagian dimana kamu membaca atau melakukan riset, mencoret-coret atau membuat sketsa sebuah rencana atau mengambil course. Input-input ini bagus, namun tanpa output yang berkaitan, mereka membuat stagnasi internal.

Jika kamu telah melakukan beberapa jenis power hour selama beberapa waktu, namun kamu merasa mandek dan tidak termotivasi, ini mungkin merupakan masalahmu. Semua arus masuk, tidak ada arus keluar. Stagnasi membuat keraguan diri, yang berubah menjadi kelumpuhan.

Setelah kebiasaanmu dibentuk dengan baik, maka, periksa keseimbangan input-output. Lakukan banyak membaca, meriset, merencanakan, dan belajar, maka lakukan beberapa praktek, publikasi, melakukan, berbagi. Mulai menghasilkan apa yang telah kamu pelajari, bahkan di dalam cara yang paling belum sempurna. Saat kamu mencocokkan output dan input, kamu membuat sebuah arus masuk ke dalam internal hidupmu. Tiap progres yang kecil dan sedikit membuat lebih banyak momentum, membawa pada progress yang lebih banyak, dan mengangkat produktifitasmu (dan kebagaiaanmu) naik pada level lainnya.

4. Berikan Otakmu Waktu Istirahat

Kebiasaan ini diterjemahkan ke dalam satu tindakan yang sangat mendasar: jauhkan layar darimu. Otakmu memerlukan waktu istirahat, waktu ketika itu tidak sibuk menerima dan memproses jutaan bit informasi per menit. Perhatian dan memori merupakan "dua sumber paling berharga bagi otak kita", kata ahli saraf Richard Cytowic. Ketika kita memboroskan mereka pada browsing media sosial secara sadar, bermain game, dan mengetuk ponse, kita menderitas sia-sia. Kurangnya waktu bebas stimulus membawa pada kurangnya sumber saraf, kelelahan keputusan, dan penurunan energi, sementara istirahat reguler membantu otakmu membuat koneksi dan menyelesaikan masalah, meningkatkan konsentrasi, dan pada akhirnya, meningkatkan produktifitasmu.

Ada banyak cara untuk membantu dirimu melakukan lebih sedikit menatap layar; mungkin cara terburuk adalah secara mental menentukan untuk lebih sedikit "memeriksa ponsel" dan kemudian bergantung pada tekad untuk melakukannya. Semoga beruntung, Chuck; itu tidak akan terjadi. Kebiasaan ponsel sudah melekat, mendalam dan melebar, dan sebuah keputusan pribadi ditambah memudarnya sumber tekad tidak akan memecahnya.

Untungnya, ada cara yang lebih baik.

  • Mulai dengan mengambil "Smartphone Abuse Test" dari Pusat Untuk Kecanduan Internet dan Teknologi. Saya mendapatkan skor 8 dari 14; hasil ini menjelaskan bahwa jika kamu mendapatkan skor (atau menjawab Ya) lebih dari 5, "kamu mungkin mendapatkan keuntungan dengan memeriksa seberapa banyak waktu yang kamu habiskan pada Smartphone dan pertimbangkan mengubah pola penggunaanmu".
  • Instal Checky (Android, iOS), Moment (iOS), atau QualityTime (Android) pada ponselmu untuk mulai memeriksa pola penggunaanmu. Checky adalah aplikasi sederhana yang melacak dua hal: seberapa sering kamu memeriksa ponselmu dan dimana kamu ketika memeriksanya. Moment dan QualityTime melacak jumlah waktu yang kamu habiskan pada ponselmu.
  • Matikan pemberitahuan aplikasi. Ini akan melemahkan lingkaran kebiasaan dengan menghapus (beberapa dari) isyarat yang memicumu untuk mengambil ponsel kembali. Sebagai alternatif, gunakan Airplane Mode untuk mematikan semua pemberitahuan pada waktu spesifik; cukup ingat kamu akan menonaktifkan panggilan selama masa itu.
  • Berikan ponselmu sebuah rumah. Di rumah, saya memiliki sebuah rak kecil yang dipasang pada tembok di luar dapur saya; itu dimana ponsel saya tinggal sepanjang hari. Temukan titik serupa untukmu, di rumah, di dalam mobil, dan di tempat kerja. Dimanapun yang bukan tempat kerjamu, tanganmu, atau kantongmu, karena itu membuat ponselmu terlalu mudah untuk diakses. Tujuannya adalah untuk membuat pengecekan dan penggunaan ponselmu menjadi cukup sulit untuk memerlukan keputusan yang sadar.
  • Dapatkan sebuah aplikasi untuk membantumu membatasi dirimu. Seberapa banyak waktu yang kamu ingin investasikan di dalam ponselmu setiap hari? Gunakan aplikasi seperti Moment (iOS), QualityTime (Android), atau BreakFree (Android, iOS) untuk mengatur batasan penggunaan harian. Freedom (Android, iOS) adalah sebuah aplikasi yang mengatur hambatan pada ponselmu (atau perangkat lainnya atau komputer) untuk waktu tertentu: berguna untuk fokus selama sesi kerja atau makan malam keluarga.
  • Hilangkan pelanggar terbesarmu. Kita semua memiliki aplikasi yang menyita perhatian kita itu. Terkadang metode terbaik adalah cukup dengan menghilangkan aplikasi itu sehingga mereka bukan lagi suatu godaan.
  • Jauhkan layar dari tempat tidurmu: ponsel, tv, iPad, laptop. Tidak, sungguhan. Buat ruang tidurmu suci dan bebas layar. Jika kamu ingin berkerja pada project di tempat tidur, buat batasan waktu; sejam atau dua jam sebelum waktu tidur, jauhkan layar. Isi daya ponsel dan perangkat di ruangan lainnya. Jika kamu khawatir tentang melewatkan panggilan darurat, atur kontak prioritas utama pada ringtone khusus yang kencang yang akan mencapaimu di ruangan sebelahnya. Miliki jam alarm yang sebenarnya; masih ingat tentang itu? Mereka masih berfungsi, dan itu tidak pernah menggoda untuk tetap terjaga memandangi jam alarmmu.

Perangkat digital dan layer merupakan tool yang bagus dan membantu. Terlalu banyak itu terlalu banyak. Ketika kamu tidak memiliki waktu istirahat, kamu hanya cenderung menjadi lebih cemas, terganggu, dan tidak dapat membiarkan otakmu beristirahat atau mengembangkan perspektif tingkat tinggi dalam hidupmu.

TV dapat menjadi gangguan yang besar juga, dan secara negatif mempengaruhi tidurmu; atur batasan 1-2 jam sebelum tidur yang sama, dan beristirahatlah dengan sebuah buku, puzzle, seni, percakapan, membuat jurnal, atau hobby lainnya sebelum tidur.

Terakhir, kamu harus belajar, sekali lagi, bagaimana menjadi bosan. Tidak masalah untuk mengantri tanpa sebuah ponsel di tanganmu. Itu sebenarnya tidak buruk bagimu untuk duduk dengan tenang pada sebuah bangku, atau berjalan, atau mengobrol, atau memandangi jendela, tanpa gangguan perangkat saat itu.

Temukan kembali hal-hal yang senang kamu lakukan, apapun itu, dan berikan dirimu rasa bebas dari bersalah, waktu yang tidak terganggu untuk melakukannya. Otakmu akan menjadi sibuk di balik layar, melakukan pekerjaannya, sembari kamu melakukan pekerjaanmu.

Kebiasaan Yang Konsisten Untuk Produktifitas Yang Konsisten

Empat kebiasaan ini akan menjadi sulit untuk dibentuk bagi kebanyakan dari kita. Itu mungkin paling baik untuk memilih salah satu pada satu waktu dan melakukan itu secara konsisten selama satu atau dua bulan. Kemudian tambahkan berikutnya.

Begitu banyak kesuksesan produktifitas datang langsung dari pekerjaan internal, sikap, dan kesehatan fisik dan energi. Organisasi, sistem, dan alat produktifitas itu bagus, tentu saja; namun menjadi berenergi, fokus, dan positif bahkan lebih baik. Mulailah di sana, dan kamu akan dapat menggunakan pelajaran produktifitasmu, sistemmu, dan toolmu bahkan lebih baik.

Sumber

Kredit Grafis: icon Kesehatan didesain oleh Evan MacDonald dari Noun Project.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.