7 days of PowerPoint templates, graphics & videos - for free!* Unlimited asset downloads! Start 7-Day Free Trial
Advertisement
  1. Business
  2. Content Strategy

7 Langkah Rencana Pemasaran Konten: Suatu Panduan Cepat

Scroll to top
Read Time: 11 mins

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Kurniawan Sugi Purwanto (you can also view the original English article)

Pemasaran konten melibatkan para pelanggan Anda melalui kanal-kanal digital seperti media sosial, blog, dan email pemasaran. Mungkin Anda sudah akrab dengan apa itu pemasaran konten, tetapi seefektif apa strategi Anda saat ini?

Para kompetitor Anda berinvestasi dalam pemasaran konten, seiring terus berpindahnya anggaran pemasaran ke strategi-strategi digital. Menurut Forbes, para pemasar konten yang paling efektif mengalokasikan porsi yang lebih besar dari anggaran mereka untuk pemasaran konten: untuk B2B, jumlahnya mencapai 42% dari total anggaran pemasaran mereka, dibandingkan 28% bagi para pemasar yang kurang efektif.

Apakah Anda punya rencana pemasaran konten yang terdokumentasi? Ini bisa berarti perbedaan antara berhasil atau terus tertatih-tatih dengan berbagai upaya Anda. Berikut beberapa statistik untuk membuka mata kita:

  • 88% pemasar B2B saat ini menggunakan pemasaran konten sebagai bagian strategi pemasaran mereka, tetapi hanya 32% yang memiliki strategi pemasaran konten yang terdokumentasi.
  • 76% pemasar B2C melaporkan bahwa mereka menggunakan pemasaran konten, tetapi hanya 37% yang mengatakan bahwa strategi mereka efektif.

Ada pembagian antara usaha yang sporadis dan terarah dalam rencana pemasaran konten. Di sisi mana bisnis Anda berada? Di panduan mulai cepat pemasaran konten ini, Anda akan belajar bagaimana membuat strategi konten berkualitas dalam tujuh langkah langsung ke sasaran. Mari kita mulai.

Quality Content Marketing PlanQuality Content Marketing PlanQuality Content Marketing Plan
Rencana pemasaran konten berkualitas (grafis)

1. Tulis Tujuan dan Sasaran Anda

Langkah pertama Anda adalah mengatur sasaran-sasaran pemasaran konten Anda. Anda harus tahu apa yang Anda ingin capai sehingga Anda akan tahu apakah Anda berhasil atau gagal mencapai sasaran-sasaran Anda. Anda butuh sesuatu untuk diukur secara pekanan atau bulanan.

Penting untuk mengetahui apa yang Anda harapkan untuk dicapai. Jika Anda tidak melakukannya, Anda hanya akan membuat konten untuk konten itu sendiri, yang mungkin bukan penggunaan waktu atau anggaran Anda yang paling efisien. 

Berikut adalah sasaran-sasaran yang ada dalam pikiran kebanyakan bisnis untuk membantu Anda menentukan ke mana memfokuskan usaha Anda:

Penguatan atau Brand Awareness

Inilah alasan paling populer orang beriklan. Mereka mencoba untuk menarik lebih banyak perhatiand an kesadaran yang lebih luas. Pemasaran konten melalui blogging dan strategi sosial adalah rute terbaik karena organik dan otentik, artinya orang akan lebih percaya brand Anda dan merasa lebih loyal pada Anda. Ini adalah strategi yang membutuhkan visi dan eksekusi rencana.

Konversi dan Pemeliharaan Prospek

Begitu seseorang mendaftar ke email Anda, mereka sudah memberikan Anda "izin" untuk memasarkan pada mereka (tentu saja tidak dengan cara yang menyampah dan promosi ala penjual kecap). Tergantung apa sasaran konversi mereka, berbagai bisnis mungkin ingin mengonversi para pengunjung agar mendaftar webinar atau mengunduh suatu ebook. Anda bisa terus menggunakan konten untuk memindahkan mereka melalui siklus pembelian ke perjalanan pelanggannya.

Konversi Pelanggan

Di tahap ini, sasarannya adalah mengonversi pelanggan konten menjadi pelanggan yang membeli. Di titik ini, pelanggan konten sekarang adalah prospek pemasaran terkualifikasi atau marketing qualified lead (MQL) sehingga Anda mulai mengirim mereka konten tentang produk atau layanan Anda. Anda bisa mengirimkan pada mereka studi kasus tentang bagaimana produk atau layanan Anda bekerja bagi klien lainnya. Mereka harus tahu, di tahap ini, mengapa penawaran Anda adalah yang terbaik untuk kebutuhan mereka.

Layanan Pelanggan

Inilah di mana Anda membuat konten yang khusus bagi para pelanggan Anda. Konten Anda adalah cara yang hebat untuk mengedukasi para pelanggan Anda tentang produk Anda, bagaimana cara menggunakannya, dan bagaimana produk tersebut cocok bagi kehidupan mereka, atau menjadi solusi bagi kebutuhan mereka. Apakah Anda menulis tentang cara terbaik menggunakan produk atau layanan Anda? Jika belum, Anda harus melakukannya.

Loyalitas dan Retensi Pelanggan

Anda memiliki pelanggan, sekarang tiba saatnya untuk menjaga para pelanggan tersebut. Anda bisa melakukan sesuatu seperti membuat surat berlangganan bagi pelanggan atau mengadakan even atau membuat seri webinar. Semakin melibatkan dan berkualitas konten yang Anda buat, akan semakin baik konten itu menggerakkan loyalitas dan retensi pelanggan Anda.

2. Lakukan Riset dan Definisikan Audiens Anda

Ini adalah tentang mengirimkan pesan yang tepat ke orang yang tepat di waktu yang tepat.

Bahkan sebelum Anda mengirimkan pesan, Anda harus tahu siapa "orang yang tepat" sehingga Anda mengirimkan pesan terbaik bagi mereka.

Alasan pemasaran konten lebih sering gagal daripada tidak adalah karena kurangnya riset.

Jangan sekali-kali membuat persona berdasarkan asumsi atau prasangka Anda saja. Dan Anda, tanpa ragu, seharusnya tidak pernah—Saya ulangi tidak pernah—coba saja memasukkan semua dan setiap orang di daftar email Anda sebagai pelanggan.

Camkan dalam pikiran bahwa kualitas mengalahkan kuantitas, jika Anda mengoptimalkan kuantitas maka Anda tak ada bedanya dengan penyampah yang mengganggu. Anda menginginkan pemasaran konten Anda disasarkan dengan baik. Jika Anda melakukannya, Anda akan lebih efektif.

Langkah 1: Kumpulkan Informasi

Anda bisa menemukan siapa audiens target Anda melalui riset, observasi, wawancara, survei, dan analisis kompetitif. Berikut beberapa pertanyaan bagi diri Anda sendiri ketika sedang membuat persona:

  • Produk atau layanan apa sajakah yang digunakan para prospek atau pelanggan yang saya bersaing di sana, menggantikannya, atau yang mungkin diterjemahkan menjadi ketertarikan dalam penawaran saya?
  • Di mana orang-orang ini berkumpul secara online?
  • Apakah ada buah yang bergantung dalam posisi rendah? Apakah ada orang-orang yang sudah melakukan apa yang Anda ingin mereka melakuannya, di tempat lain?
  • Apa hal yang sama dari para pelanggan terbaik saya atau tren apa yang saya dapati yang akan membantu saya menargetkan pesan saya ke para prospek?

Langkah 2: Buat Daftar

Begitu Anda selesai menghimpun informasi, inilah saatnya membuat daftar prospek tersebut dari database online mana saja jaringan atau pasar seperti sumber-sumber berikut:

  • Twitter
  • Mailchimp
  • Grup-grup LinkedIn dan Facebook
  • Meetup
  • Website konferensi industri
  • Berbagai forum dan direktori asosiasi perdagangan
  • Papan pekerjaan seperti Indeed, di LinkedIn, dsb.
  • Berkas-berkas legal yang umum
  • CrunchBase
  • AngelList
  • Glasdoor
  • Yelp
  • Shopify
  • Etsy
  • Kickstarter
  • Builtwith
  • Datanyze
  • Seed-db.com

Langkah 3: Target

Begitu Anda selesai mengumpulkan semua informasi tersebut dan memuat daftar Anda, Anda akan tahu di mana Anda harus menargetkan prospek Anda secara online.

Pelajari lebih lanjut cara membuat persona pelanggan di tutorial ini:

3. Lakukan Riset Kata Kunci

"Pikirkan SEO dengan cara ini: Jika program pemasaran konten yang berfokus pada pelanggan adalah roti isi, maka SEO adalah mayonesnya. Mayones menyentuh hampir semua bagian dan meningkatkan keseluruhan cita rasa roti isinya, tetapi kalau berdiri sendiri, rasanya tidak begitu sedap." - Lee Odden, CEO TopRank Online Marketing

Jika Anda punya pertanyaan, apa yang Anda lakukan? Mungkin mencarinya di Google.

Para pemasar yang cerdas tahu bahwa orang seperti Anda akan membutuhkan informasi tentang subjek industri tertentu sehingga mereka akan mengoptimalkan kontennya agar Anda bisa dengan mudah menemukannya di halaman pertama Google.

Tautan-tautan yang muncul di halaman pertama Google adalah konten dengan SEO (search engine optimization) terbaik untuk permintaan pencarian khusus tersebut. SEO adalah praktek meningkatkan dan mempromosikan suatu website untuk meningkatkan jumlah pengunjung organik situs tersebut dari mesin pencari.

Mesin-mesin pencarian seperti Google, Bing, dan Yahoo! adalah penggerak utama traffic website. Sedangkan perujuk lainnya seperti jaringan media sosial dan website bookmarking sosial, mungkin membantu meningkatkan traffic. Namun bagi sebagian besar pengguna internet, mesin pencari adalah bagaimana mereka menemukan website, apapun jenis website yang mereka cari.

Agar para pencari bisa menemukan website Anda, dibutuhkan SEO untuk mengoptimasi website tersebut, artinya Anda harus melakukan riset kata kunci.

Riset kata kunci adalah ketika Anda melakukan riset untuk menemukan apa yang orang ketikkan ke mesin pencari untuk menemukan website Anda dan para kompetitor. Tetap bisa memantau tren SEO:

4. Rencanakan Peta Konten Anda

Pikirkan tentang mal-mal yang pernah Anda kunjungi dalam hidup Anda.

Apa kesamaan mereka? Atau pertanyaan yang lebih baik, toko-toko apa yang ada di semua mal itu?

Sepertinya semua mal itu punya Macy's atau Finish Line atau nama retailer besar lainnya. Nama-nama retailer besar tersebut cukup menjadi alasan untuk mengunjungi mal. Orang pergi ke mal hanya untuk sesekali belanja di toko-toko tersebut, menjadikan mereka salah satu pilar mal atau sumber utama traffic baru dan yang kembali.

Di antara pilar-pilar tersebut, untuk mengisi ruang kosong, ada toko-toko kecil, yang mendapat keuntungan ketika para prospek mengalihkan rute ke toko-toko yang lebih kecil dalam perjalanan mereka ke nama-nama retailer besar.

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa brand-brand besar tersebut ada di sudut-sudut mal yang berbeda? Ini dikarenakan mereka ingin Anda berjalan melewati toko-toko yang mungkin belum pernah Anda dengar atau mungkin akan membeli sesuatu dari mereka.

Ketika membuat konten bagi website Anda, penting untuk mempertahankan analogi mal di dalam pikiran.

Toko-toko yang lebih kecil adalah kiriman-kiriman blog Anda sedangkan toko yang lebih besar adalah ebook Anda dan penawaran konten bernilai tinggi lainnya.

Sebelum Anda mulai mengisi toko-toko Anda yang lebih kecil, yakni menulis kiriman blog Anda, Anda harus memastikan bahwa Anda sudah mengamankan pilar-pilar mal yang akan menghasilkan daya tarik yang masif, artinya Anda harus memastikan bahwa Anda membuat konten yang akan menggerakkan orang ke situs Anda lagi dan lagi.

Pada dasarnya, Anda harus merencakanan pilar-pilar konten website Anda atau konten flagship terlebih dahulu.

Suatu konten pilar atau sepotong konten flagship adalah ebook, white paper, cara melakukan sesuatu secara mendalam, dsb yang dengannya anda membangun kiriman-kiriman blog Anda.

Kursus dan ebook gratis adalah contoh utama pilar-pilar konten, yang bisa Anda gunakan untuk menggerakkan traffic ke website Anda dan mengembangkan daftar email Anda. Pelajari lebih lanjut tentang bagaimana membuat potongan yang mendengung (buzz piece), yang merupakan istilah lain untuk konten pilar:

5. Buat Kalender Konten Anda

Sekarang, Anda harus mengorganisasikan ide-ide Anda dengan membuat suatu kalender editorial.

Yang terbaik dari yang terbaik telah mendedikasikan sejumlah besar waktu untuk membuat strategi dan merencanakan bahkan sebelum mereka membuat kontenn hebat yang Anda sukai. Jika Anda menginginkan kesuksesan jangka panjang, penting bagi Anda untuk memiliki suatu kalender editorial (alias rencana).

Langkah 1: Pilih Alat Anda

Di mana Anda akan mengelola kalender editorial Anda? Berikut ada sejumlah rekomendasi.

Trello

Trello adalah alat manajemen proyek yang gratis dengan karakter drag and drop. Salah satu dari banyak alternatif penggunaan Trello adalah bagi para manajer konten yang ingin membuat suatu kalender editorial. Ini sangat baik untuk eksekusi, seperti ketika Anda bekerja dengan banyak penulis. Pelajari bagaimana kami menggunakan Trello di Envato Tuts+ untuk mengorganisasikan proses Editorial kami dan melacak konten melalui produksi:

Asana

Asana adalah alat poduktivitas dan manajemen proyek lainnya. Pelajari bagaimana mulai bekerja dengan Asana dan menggunakannya untuk membuat suatu kalender editorial:

Google Spreadsheets

Jika Anda memiliki akun Google Apps, Anda juga bisa menggunakan Google Sheets untuk membuat suatu kalender editorial juga. Saya mendapati aplikasi ini sebagai yang terbaik untuk konten bulanan selayang pandang dan melacak alokasi anggaran. Kami menggunakan ini untuk perencanaan anggaran di Envato Tuts+.

Langkah 2: Buat Jadwal Anda

Berapa banyak kiriman blog yang akan Anda kirimkan tiap pekan atau tiap bulannya? Sangat penting bagi Anda untuk mempertahankan jadwal yang konsisten sehingga para pembaca Anda tahu kapan mereka akan mendengar dari Anda. Mereka akan datang dengan mengekspektasikannya. Anda ingin campuran konten yang menarik yang melibatkan para pembacanya dan membangun basis fans.

Anda juga harus merencanakan berapa banyak penulis yang Anda akan bekerja dengan mereka dalam tim Anda. Pelajari lebih lanjut tentang proses bekerja dengan banyak kontributor:

Langkah 3: Rencanakan Kiriman Tersendiri Anda

Manfaatkan rincian tiap kiriman tersendiri untuk mensketsa tiap kiriman blog. Ini akan sangat memudahkan dalam membuat tulisan ketika tiba waktunya. Anda ingin mempertimbangkan jenis kiriman yang Anda ingin buat (tertulis, video, infografis, dsb), strategi SEO, judul yang menarik perhatian, audiens target, kait untuk melibatkan mereka, panjang, fokus, bukti yang mendukung, dan pendekatannya. Anda juga memiliki sasaran yang lebih jelas pada tiap kiriman blog yang Anda tulis.

6. Desain Strategi Distribusi Anda

Saatnya mendesain suatu strategi distribusi.

Strategi distribusi adalah dokumen yang menggarisbawahi ke mana Anda akan membagikan dan mempromosikan konten Anda setelah menekan tombol "publish".

Tergantung jenis bisnis Anda, Anda akan menggunakan taktik-taktik dan jaringan-jaringan yang berbeda untuk membagikan konten Anda. Berikut ada beberapa ide:

  • Jaringan Media Sosial (Facebook, Twitter, Snapchat, Pinterest, Instagram)
  • Forum (Inbound.org, Quora, Reddit)
  • Grup Slack
  • Komunitas-Komunitas Pribadi
  • Sindikasi Blog

Distribusi adalah tempat mana saja di luar lokasi Anda yang Anda bisa terlibat dengan para audiens di tempat mereka berkumpul, menyampaika ide Anda di depan mereka, berpartisipasi dalam percakapan, dan menggerakkan traffic balik ke website Anda. Pelajari lebih lanjut tentang meningkatkan traffic ke website Anda melalui pemasaran konten:

7. Mengukur Hasil Anda

Saatnya menentukan apa yang akan Anda ukur, atau dalam bahasa pemasaran: Apa Indikator Kinerja Utama (IKU) Anda?

Suatu Indikator Kinerja Utama (IKU) adalah sasaran dan metode untuk  mengevaluasi keberhasilan. Indikator ini adalah nilai terukur yang bisa Anda tetapkan dan lacak secara periodik. IKU menunjukkan kepada Anda seberapa efektif bisnis Anda dalam mencapai apa yang didefinisikan sebagai tujuan-tujuan utamanya.

IKU yang bagus bersifat SMARTER

Buat IKU Anda berdasarkan kriteria SMART. Atau lebih baik lagi, SMARTER, yang merupakan akronim dari:

  • Specific (spesifik): Apakah IKU Anda spesifik?
  • Measurable (terukur): Bisakah Anda mengukur perkembangannya terhadap tujuan?
  • Attainable (dapat dicapai): Apakah sasarannya secara realistis dapat dicapai?
  • Relevant (relevan): Seberapa relevan IKU terhadap organisasi Anda?
  • Time Frame (kerangka waktu): Bagaimana kerangka waktu dalam mencapai tujuan ini?
  • Evaluate (evaluasi): Lakukan penilaian pada IKU Anda secara konsisten.
  • Reevaluate (evaluasi kembali): Lalu lakukan penilaian ulang. Sebagai contoh, jika Anda melampaui IKU awal Anda bulan ini, Anda harus menentukan apakah itu karena Anda menentukan sasaran terlalu rendah ataukah faktor-faktor lainnya.

Perencanaan Pemasaran Konten Jangka Panjang

Pemasaran konten yang bagus dan organik membutuhkan waktu. Beri waktu minimal tiga bulan untuk mulai melihat hasilnya dan mendapatkan daya tarik awal. Tetapi camkan dalam pikiran, sukses akan datang dengan investasi jangka panjang, jadi rencanakan untuk mengevaluasi ulang dan meningkatkan rencana pemasaran konten Anda seiring Anda membuat kemajuan.

Jika Anda membuat blog atau memulai daftar email Anda, kami memiliki sejumlah besar pilihan tema blog WordPress berkualitas, templat email pemasaran kreatif, dan lebih banyak lagi di Envato Market.

Advertisement
Did you find this post useful?
Want a weekly email summary?
Subscribe below and we’ll send you a weekly email summary of all new Business tutorials. Never miss out on learning about the next big thing.
Start your 7-day free trial*
Start free trial
*All Individual plans include a 7-day free trial for new customers; then chosen plan price applies. Cancel any time.