Unlimited Powerpoint templates, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Business
  2. Diversity
Business

10 Manfaat Kunci Mempromosikan Keberagaman di Bisnis Anda

by
Difficulty:BeginnerLength:LongLanguages:
This post is part of a series called How to Improve Diversity in Your Business (Essential Guide).
What Are the Important Dimensions of Workplace Diversity?

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Kurniawan Sugi Purwanto (you can also view the original English article)

Keberagaman dalam bisnis sedang menjadi topik yang panas sekarang. Ada penghargaan dan survei tentang keberagaman, dan pemerintah di banyak negara telah menerapkan atau memperkuat legislasi keberagaman dan kesetaraan untuk memastikan peluang yang setara di tempat kerja.

Tetapi mengapa sebenarnya Anda harus mempromosikan keberagaman dalam bisnis anda? Atau lebih vulgarnya, apa manfaatnya untuk Anda?

Sebenarnya banyak juga. Ada banyak lembaga riset yang mengindikasikan bahwa bisnis yang tenaga kerjanya lebih beragam menunjukkan kinerja lebih baik, dari menghasilkan lebih banyak uang hingga lebih inovatif.

Kenyataannya, di artikel ini, Anda akan mempelajari sepuluh cara kunci yang bisnis Anda bisa mengambil manfaat dari tenaga kerja yang beragam. Akan saya tunjukkan sejumlah contoh untuk menunjukkann Anda alasan, selain cuma "itu baik untuk dilakukan", ada kondisi bisnis yang kuat untuk meningkatkan keberagaman.

Mempromosikan keberagaman di bisnis Anda lebih mudah dikatakan daripada dilakukan, dan lebih lanjut di seri ini, kita akan melihat bagaimana melakukannya dengan lebih efektif. Tetapi sekarang, mari konsentrasi pada mengapa-nya.

Why promote diversity in your business
Mengapa mempromosikan kebergaman dalam bisnis Anda? (sumber foto)

(Omong-omong, keberagaman bisa berarti banyak hal. Akan kita lihat lebih terperinci di artikel berikutnya, tapi untuk sekarang, ingat-ingat saja bahwa keberagaman memiliki banyak dimensi—bisa mencakup usia, ras, jenis kelamin, orientasi seksual, agama, kebangsaan, disabilitas, dan lebih banyak lagi.)

1. Hasilkan Uang Anda

Mari mulai dari yang paling bawah. Lebih mudahnya, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa perusahaan yang tenaga kerjanya lebih beragam menghasilkan lebih banyak uang. Dalam kenyataannya, lumayan cukup banyak.

Sebagai contoh, riset yang dilakukan McKinsey menemukan bahwa pelbagai perusahaan kuartil atas dalam hal keberagaman ras dan etnis memiliki 35% kemungkinan untuk mendapat keuntungan finansial di atas rata-rata. Untuk keberagaman gender, angkanya 15%. Dan perusahaan di kuartil bawah dalam hal keberaagaan memiliki kemungkinan lebih kecil untuk mencapai hasil di atas rata-rata.

Di Amerika Serikat, riset menemukan bahwa untuk tiap 10% peningkatan dalam keberagaman etnis dan ras di tim eksekutif senior, pendapatan sebelum bunga dan pajak naik 0,8%. Peningkatan ini lebih tinggi (3,5%) daripada di Inggris.

Jika Anda seorang pemilik bisnis, Anda tahu berapa sulitnya menaikkan jarum keuntungan Anda. Jadi hasil seperti ini sungguh signifikan.

Dan ingat, riset McKinsey hanyalah salah satu contoh. Ada banyak penelitian lain yang sampai pada kesimpulan yang sama. Periksa laporan Catalyst ini untuk mendapatkan ringkasan yang bagus tentang riset di seluruh dunia, kebanyakan memfokuskan pada keberagaman gender, lagi lagi menunjukkan bahwa perusahaan yang lebih beragam cenderung berkinerja lebih bagus daripada para kompetitornya.

2. Lebih Berinovasi

Manfaat kunci lainnya: tim yang lebih beragam cenderung akan semakin inovatif. Suatu penelitian Deloitte menemukan bahwa ketika karyawan "berpikir bahwa organisasinya berkomitmen dan mendukung keberagaman dan mereka merasa terlibat," ada peningkatan 83% dalam kemampuan mereka berinovasi.

Itu masuk akal. Ide-ide baru cenderung muncul ketika orang berhadapan dengan opini-opini yang berbeda dan dipaksa untuk memikirkan ulang asumsi-asumsinya. Jika Anda ingin berada di puncak, memiliki banyak karyawan yang berpikir dengan cara yang sama bukanlah cara yang bagus.

Ingin lebih banyak bukti? Penelitian 30 tahun terhadap paten Amerika Serikat di bidang industri IT menemuka bahwa tim yang berisi campuran laki-laki dan perempuan menghasilkan paten yang dikutip peneliti lain 30-40% lebih sering dari rerata (pengutipan seringkali digunakan sebagai indikator nilai penelitian). Penelitian ini menyimpulkan bahwa dimungkinkan bahwa "keaslian dan keberagaman pemikiran" bertanggung jawab atas hal itu, meskipun riset lebih lanjut dibutuhkan untuk membuktikan hubungan sebab akibatnya.

3. Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik

Seperti yang disampaikan oleh CEO Twitter Jack Dorsey di tahun 2015 pada saat Grace Hopper Celebration of Women in Computing:

"Tiap kali Anda mempertemukan perspektif yang berbeda-beda, yang tercipta adalah potensi besar yang mungkin tidak ada dalam ekspektasi Anda."

Itu bisa menghasilkan keputusan yang lebih baik, karena Anda mendapat manfaat dari beragam sudut pandang dan pengalaman. Sejumlah riset yang sangat menarik dari Northwestern University memberi petunjuk lebih lanjut tentang mengapa itu terjadi. Penulis menemukan bahwa:

"Dengan hadirnya saja keberagaman dalam grup menghasilkan kecanggungan, dan kebutuhan untuk membaurkan tensi ini akan mengarah pada pemecahan masalah grup."

Dalam penelitian, sekelompok siswa ditugasi untuk menyelesaikan tugas-tugas tertentu. Sejumlah kelompok diatur homogen (semua siswa dari persaudaraan lelaki atau perempuan yang sama), sedangkan kelompok lain mendapat "pendatang baru" dari persaudaraan lelaki atau perempuan yang berbeda. Kelompok yang lebih homogen merasa lebih percaya diri dalam keputusan kolektif, tapi lebih sering salah. Mereka yang mendapat manfaat dari perspektif segar orang luar menyelesaikan tugas dengan jauh lebih akurat.

4. Kolam Bakat yang Semakin Luas

Mempekerjakan karyawan yang tepat bisa menyulitkan. Bisnis Anda butuh serangkaian keahlian tertentu, dan lumayan rumit menemukan orang yang memiliki keahlian tersebut, yang siap bekerja, yang tinggal di daerah yang tepat dan yang memiliki kepribadian dan motivasi yang tepat untuk bergabung dengan perusahaan Anda.

Sekarang bayangkan bahwa Anda mengecualikan separuh dari talenta yang ada. Betapa lebih sulit lagi menemukan orang dengan keahlian yang Anda inginkan?

Tepatnya itulah apa yang dilakukan banyak perusahaan ketika mereka hanya mempekerjakan laki-laki untuk berbagai posisi kunci. Mereka memotong opsi mereka lebih jauh ketika mereka mengecualikan orang dengan orientasi seksual berbeda, orang cacat, orang dari latar belakang ras dan etnis berbeda, dan sebagainya.

(Perhatikan bahwa ketika saya mengatakan "mengecualikan", tidak berarti yang saya maksudkan adalah dengan cara yang terbuka dan dengan sadar. Zaman ini, hanya sedikit perusahaan yang akan meletakkan tanda yang menyatakan bahwa kelompok-kelompok tertentu tidak diterima. Tapi jika tempat kerja Anda tidak bisa diakses orang dengan disabilitas, Anda secara default mengecualikan mereka. Mudah saja mengecualikan kelompok lain tanpa sengaja. Akan kita lihat lebih lanjut di seri ini.) 

Sebagaimana yang dijelaskan kepada CNBC oleh Luke Visconto, CEO DiversityInc:

"Jika semua orang diciptakan sama, maka logis untuk mengasumsikan bahwa talenta juga diciptakan sama. Bisakah Anda memilih talenta yang cukup dari kelompok yang homogen untuk menjalankan perusahaan dengan baik?"

5. Pelanggan yang Lebih Bahagia

Coba tebak? Para pelanggan Anda juga beragam. Ada yang tua dan ada yang muda, mereka berasal dari negara dan kelompok etnik yang berbeda, dan sebagainya. Jadi bukankah seharusnya tenaga kerja Anda juga merefleksikan perbedaan itu?

Jika Anda sangat menghargai keberagaman, manfaatnya bisa sangat penting bagi kepuasan pelanggan dan bahkan penjualan. Satu penelitian di industri fesyen menemukan bahwa perempuan kulit hitam di Kanada dan Amerika Serikat 1,5 kali lebih mungkin membeli produk fesyen yang diiklankan oleh model kulit hitam. Perempuan kulit putih juga sama, apapun ras modelnya. Partisipan kulit putih mengatakan, "Mereka percaya bahwa merek tersebut memegang teguh nilai-nilai yang mereka yakini seperti pemberdayaan dan inklusi."

6. Meningkatnya Ketertarikan dan Retensi Staf

Memiliki reputasi inklusivitas juga bisa membantu Anda menarik dan mempertahankan karyawan. Pertimbangkan survey yang dilakukan oleh perusahaan rekrutmen Glassdoor, yang menemukan bahwa 67% orang mengatakan "tenaga kerja yang beragam adalah faktor yang penting ketika mengevaluasi perusahaan dan tawaran kerja." Survey yang sama menemukan bahwa lebih dari separuh karyawan berpikir bahwa pemberi kerja mereka harus melakukan lebih banyak hal untuk meningkatkan keberagaman karyawannya.

Di saat tarif lebih tinggi untuk kelompok minoritas yang akan mendapat manfaat dari kebjakan semacam itu, keberagaman adalah faktor yang penting untuk orang dari semua latar belakang. Meskipun sejumlah pria kulit putih heteroseksual mungkin merasa terancam dengan inisiatif keberagaman, banyak juga yang menyambutnya dengan baik. Dengan mempromosikan keberagaman, Anda menarik orang-orang berbakat yang membagikan nilai-nilai mereka.

7. Kesadaran akan Tren Demografi yang Berbeda

Dalam bisnis, kuncinya adalah memahami dan mengantisipasi kebutuhan pelanggan Anda. Tetapi sebagaimana yang kita lihat di awal, pelanggan Anda adalah orang-orang yang beragam. Apakah Anda memahami semua kebutuhan mereka?

Jika Anda punya tenaga kerja yang merefleksikan keberagaman basis pelanggan Anda, akan lebih mungkin bagi Anda untuk menyadari apa yang penting bagi mereka dan mampu untuk memasarkan kepada mereka dengan lebih efektif.

Anda juga lebih mungkin untuk tidak menyinggung mereka. Berbagai bisnis berpeluang mendapat headline yang buruk atas insensitivitas kultural—suatu perusahaan gin dari Kanada, misalnya, di tahun 2016 dituduh menggunakan karikatur orang Inuit yang tidak akurat dalam pemasarannya.

Jika Anda menyertakan orang dari latar belakang yang beragam dalam bisnis Anda, lebih kecil kemungkinan Anda menghasilkan produk pemasaran yang tidak sensitif, dan lebih mungkin berbicara dengan pelanggan menggunakan suara yang mereka pahami dan mereka hormati.

8. Meningkatkan Reputasi Anda

Perusahaan apapun skalanya akan hidup dan mati sesuai reputasinya. Jika perusahaan brand Anda memprovokasi perasaan positif di antara basis pelanggan anda, mereka lebih mungkin membeli dari Anda, dan Anda lebih mungkin menghasilkan uang.

Apakah Anda lebih suka dikenal inklusif dan memenangkan penghargaan keberagaman, atau bergaya lama dan eksklusif? Terkadang, banyak perusahaan yang mendapat atensi negatif dari media karena kurangnya keberagaman, sebagaimana yang terjadi di industri bidang teknologi—informasi lebih lanjut silakan pelajari artikel berikut:

Daripada mendapat headline yang buruk, mengapa tidak menjadikan bisnis Anda yang terdepan dalam keberagaman, dan meningkatkan reputasi Anda?

Lagi-lagi, ada sains di balik ini. Suatu penelitian di tahun 2009 oleh Journal of Management Studies menemukan adanya "hubungan yang positif antara keberagaman ras pada dewan direksi dan reputasi perusahaan serta inovasinya." Yang pada gilirannya membantu untuk meningkatkan kinerja perusahaan dengan dewan direksi yang beragam.

9. Hindari Proses Pengadilan

Dari semua alasan untuk mempromosikan keberagaman di bisnis Anda, mungkin ini yang paling buruk. Takut dituntut bukanlah motif yang hebat dalam membuat keputusan bisnis, terutama ketika ada banyak yang positif di luar sana.

Namun begitu, ancaman tuntutan pengadilan itu nyata. Di Amerika Serikat, Komisi untuk Kesetaraan Peluang Kerja menerima 91,503 tuduhan diskriminasi tempat kerja di tahun 2016.

Sebagaimana saya sebutkan di pembukaan, banyak negara yang memiliki undang-undang kesetaraan kerja, dan sejumlah negara telah memperkuat atau memperluas undang-undang tersebut di tahun-tahun terakhir. Secara aktif mempromosikan keberagaman dalam praktek perekrutan dan setiap aspek bisnis adalah cara yang hebat untuk memastikan Anda memenuhi peraturan perundangan.

Tentu saja Anda tidak pernah bisa menghilangkan risiko tuntuta hukum. Tetapi dengan mendemonstrasikan komitmen yang tulus terhadap keberagaman, Anda bisa mengurangi risiko adanya karyawan, pelamar, atau pelanggan yang merasa mereka didiskriminasi, dan Anda juga memberikan diri Anda kesempatan yang lebih baik untuk membela diri jika dikasuskan secara hukum.

10. Itu Hal yang Benar untuk Dilakukan!

Sebagaimana yang Anda lihat di tutorial ini, ada banyak alasan bisnis yang kuat untuk mempromosikan keberagaman di bisnis Anda. Tetapi selain sebagai pengusaha, Anda juga manusia, dan kebanyakan kita suka melakukan hal yang benar. JAdi, mengapa tidak membuat kontribusi positif bagi masyarakat dengan meningkatkan keberagaman?

Meningkatkan keberagaman terkadang mendapat pemberitaan yang buruk, karena orang mengklaimnya sebagai favoritisme atas kelompok tertentu atau sejenis "perbaika politis" yang terbatas. Jika strategi keberagaman diterapkan dengan payah, terkadang pengkritisannya benar—bisa jadi yang dimaksud keberagaman adalah latihan centang atau sistem kuota yang kurang bagus. 

Tapi kasus-kasus semacam itu cukup langka, dan mereka tidak menerapkan keberagaman secara penuh. Di lanjutan seri ini, Anda akan belajar bagaimana meningkatkan keberagaan dengan benar dalam bisnis Anda. Ketika Anda melakukannya dengan cara yang benar, tidak ada yang tidak adil atau terbatas—berlawanana dengan kritik tadi.

Secara sederhana, keberagaman adalah memberikan kesempatan yang adil bagi semua orang. Ini adalah tentang membuat bisnis Anda ramah dan terbuka bagi semua jenis manusia. Ini adalah tentang meritokrasi. Memperlakukan orang sebagai individu dan mengabaikan perbedaan di permukaan. Siapa yang tidak ingin melakukannya?

Jadi, meskipun saya memulai artikel ini dengan mengatakan bahwa ada lebih banyak alasan untuk meningkatkan keberagaman dibanding sekedar merasa "ini adalah hal yang benar untuk dilakukan", saya mengakhirinya dengan mengatakan bahwa ini memang hal yang benar untuk dilakukan, dan ada alasan yang baik untuk turut melakukannya.

Kesimpulan

Di artikel ini Anda melihat sepuluh alasan yang bagus untuk mulai meningkatkan keberagaman tenaga kerja Anda hari ini.

Tapi sebagaimana saya singgung dalam artikel ini, mencapai tenaga kerja yang lebih sulit dari kedengarannya. Untuk  memulai, Anda harus menyadari adanya banyak dimensi keberagaman—hal-hal semacam ras dan gender mungkin masuk akal, tapi juga usia, orientasi seksual, agama, disabilitas, dan lain-lain.

Anda mungkin harus melakukan banyak perubahan pada praktek rekrutmen Anda untuk mencapai banyak orang dari latar belakang yang berbeda, dan Anda mungkin harus melihat dengan lebih serius pada budaya tempat kerja Anda dan melakukan perubahan untuk memastikan bahwa rekrutmen baru Anda merasa disambut dengan ramah dan betah tinggal di sana. Dan jangan pula melupakan tenaga kerja Anda yang sudah ada—mereka mungkin butuh lebih banyak latihan atau bantuan untuk mengatasi tantangan yang mungkin muncul akibat perubahan yang Anda lakukan. 

Akan kita lihat topik-topik tersebut di lanjutan seri ini, jadi segera cek lagi ke sini, atau berlangganan laporan berkala kami agar mendapat notifikasi jika ada tambahan terbaru tutorial bisnis ke perpustakaan kami.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.