7 days of PowerPoint templates, graphics & videos - for free!* Unlimited asset downloads! Start 7-Day Free Trial
Advertisement
  1. Business
  2. Careers

Kerja Lepas (Freelance) vs Kerja Gajian: Pro dan Kontra

Scroll to top
Read Time: 10 mins

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Mana yang lebih baik: freelance atau kerja di kantor?

Jawabannya tidak sederhana. Masing-masing memiliki pro dan kontra, dan yang mana yang cocok untukmu tergantung pada kepribadianmu dan bagaimana kamu ingin berkerja.

Jadi untuk membantumu membuat keputusan, saya akan melihat bagaimana freelance dibandingkan dengan kerja gajian dalam berbagai area, seperti fleksibilitas, kendali terhadap pekerjaan, keamanan pekerjaan, dan lain-lain.

Apakah kamu sedang duduk di dalam sebuah cubicle memimpikan kebebasan, atau merasa lelah berkerja lepas dan berkeinginan besar mencari pekerjaan tetap, tutorial ini akan membantumu membuat keputusan. Akan berguna juga jika kamu baru saja memulai karirmu dan ingin mengetahui jalan mana yang akan ditempuh.

Pertama-tama, berikut adalah catatan singkat definisinya. Peran freelancer dan pekerja kantoran agak tersamarkan pada beberapa area saat ini, namun demi tujuan artikel ini, saya mengasumsikan bahwa "pekerja kantoran" berkerja purna waktu untuk sebuah perusahaan dengan kontrak dan gaji reguler, sementara "freelancer" adalah orang yang berkerja sendiri dan memiliki klien yang berbeda-beda.

Fleksibilitas

Bagaimana Cara Kerja Pekerja Kantoran

Banyak perusahaan yang memperbaiki "keseimbangan kerja-hidup" saat ini, namun pada umumnya mereka masih harus menempuh jalan yang panjang.

Banyak karyawan berkerja lebih lama daripada standar "jam 9 hingga jam 5", dan sekarang diharapkan untuk tersedia pada email ketika mereka berada di luar kantor. Sementara kerja paruh waktu, pengurangan jam dan porsi kerja seringkali memungkinkan, kebanyakan bentuk pekerjaan kantor termasuk sebuah jam kerja yang tidak fleksibel dan komitmen yang tetap, dengan hanya beberapa minggu liburan per tahun.

Dan sementara pemberi kerja sering membuat ketentuan untuk orang mengambil cuti pada peristiwa hidup yang besar, studi telah menemukan bahwa orang yang mengabdikan lebih banyak waktu untuk keluarga mereka sering menderita dalam karir mereka—khususnya wanita yang cuti hamil.

Bagaimana Cara Kerja Freelancer

Sebagai seorang freelancer, kamu pada umumnya memiliki lebih banyak fleksibilitas. Kamu dapat menentukan jam kerja, mengambil dan memilih tugas, menaikkan atau menurunkan jam kerja, dan berkerja di sekitar kehidupan keluarga dan komitmen sosial. Sepanjang kamu mencapai deadline yang telah disetujui, kamu dapat bersantai sepanjang hari dan berkerja di malam hari jika mau.

Woman working outside on her laptopWoman working outside on her laptopWoman working outside on her laptop
Foto seorang wanita yang berkerja di luar dengan laptopnya.

Namun jangan terlena dan berpikir kamu akan menghabiskan semua waktumu bermain dengan anak-anakmu dan mendapatkan waktu berkualitas dengan pasanganmu. Kerjaan dapat menumpuk, dan ketika mendekati deadline, kamu mungkin harus menunda rencanamu dan berkerja sepanjang malam untuk menyelesaikan pekerjaan.

Sebagai translator freelancer Eline Van De Wiele menyebutkan dalam sebuah blog post tentang mitos fleksibilitas:

Tanpa struktur jam kerja, rekan yang melindungi, dan jaminan gaji di akhir bulan, sangat mudah untuk mengambil terlalu banyak. Ketika kamu melakukannya seperti itu, apakah kita benar-benar memiliki fleksibilitas?

Apa Artinya Bagimu

Jika kamu menyukai struktur dan tidak masalah diikat pada jadwal harian, maka sebuah pekerjaan purna waktu mungkin cocok denganmu. Jika kamu ingin menentukan waktumu sendiri, atau memiliki banyak komitmen di luar kerja yang membutuhkanmu untuk cuti, maka freelancing adalah pilihan yang bagus.

Politik Kantor

Bagaimana Itu Berkerja Bagi Pekerja Kantoran

Artikel dari HBR ini mengatakannya dengan sangat baik:

Politik kantor cenderung memudarkan peran organisasi formal dan membajak proses organisasi yang kritis, membuat pekerjaan sederhana menjadi kompleks dan membosankan, dan organisasi yang tidak efektif; memanfaatkan orang dan menyumbangan jumlah stres karena kerja dan kelelahan yang signifikan.

Tentu saja, tidak setiap tempat kerja beracun, namun dalam banyak organisasi, khususnya yang besar, akan ada beberapa bentuk konflik perorangan atau kekuasaan yang sulit untuk dihadapi.

Bagaimana Itu Berkerja Bagi Freelancer

Sebagai seorang freelancer, kamu tidak harus berurusan dengan politik kantor hampir pada semua bagian. Karena satu hal, kamu tidak terikat pada perusahaan tertentu, namun memiliki banyak bos dalam banyak organisasi. Dan bahkan jika kamu memiliki klien reguler, kamu biasanya terlepas dari politik kantor. Kamu sering berkerja dari jarak jauh, atau hanya berada di kantor untuk waktu yang singkat, dan kamu hanya menyelesaikan pekerjaan dan menyerahkan tagihan. Jika politik terasa terlalu banyak, kamu dapat memecat klien tersebut dan mencari yang baru.

Sekali lagi, bagaimana pun juga, ada kendala. Sebagai pemilik agensi desain web Paul Boag menyebutkan dalam coursenya tentang Berkerja Dengan Klien Untuk Mendapatkan Persetujuan Desain, freelancer sering harus berurusan dengan politik kantor klien, yang membawa pada masalah seperti pengulangan dan desain tanpa akhir dari komite. Jadi itu sesuatu yang secara relatif kamu terbebas darinya, tidak tidak dapat benar-benar diacuhkan.

Apa Artinya Bagimu

Jika kamu berhasil dalam membaca orang dan emosinya, mengarahkan sebuah lingkungan yang kompleks, dan terkadang bersaing dengan yang lain untuk mendapatkan penghargaan, maka kamu tidak akan terpengaruh oleh politik kantor yang sering muncul jika berkerja kantoran. Jika itu mematikanmu, mak freelancing menawarkan beban yang lebih sedikit.

Keuntungan

Bagaimana Itu Berkerja Bagi Pekerja Kantoran

Salah satu keuntungan besar pekerja kantoran adalah akses ke manfaat seperti asuransi kesehatan, waktu libur yang dibayar, cuti orang tua, dan sebuah skema pensiun. Hal-hal tersebut dapat membuat perbedaan yang besar kepada kemakmuran dan kesehatan keuanganmu, dan keluargamu juga.

Dan di atas item-item utama tadi, perusahaan sering menyelenggarakan acara untuk karyawan dan menyediakan fasilitas seperti keanggotaan gym gratis, kafetaria yang disubsidi perusahaan, dan akses ke berbagai diskon dan barang gratis. Mereka juga sering kali memiliki anggaran untuk pelatihan, sehingga kamu dapat mengembangkan keahlianmu dengan menggunakan uang perusahaan.

Bagaimana Itu Berkerja Bagi Freelancer

Umumnya, sebagai seorang freelancer, kamu berdiri sendiri. Kamu harus menyusun asuransi kesehatan sendiri, kamu tidak dibayar ketika mengambil cuti, dan kamu harus merencanakan pensiunmu sendiri. Mengenai pelatihan, itu juga tanggung jawabmu.

Apa Artinya Bagimu

Ini adalah satu dari sedikit area dimana terlihat jelas siapa pemenangnya. Manfaat ekstra yang disediakan oleh pemberi kerja yang bagus sangatlah berharga, dan sebuah kelemahan dari freelancing adalah kebutuhan untuk menyusun hal-hal seperti asuransi dan pensiun sendiri. Seri Freelance Financial Bootcamp terbaru kami dapat membantumu dengan pengelolaan ini.

Kendali

Bagaimana Itu Berkerja Bagi Pekerja Kantoran

Dalam sebuah perusahaan, kamu memiliki seorang bos, dan orang tersebut memberitahumu apa yang dilakukan. Kamu juga harus berkerja di dalam aturan organisasi (baik tertulis dan tidak tertulis), yang dapat meluas. Jadi di depan sebuah nilai, kamu sedikit memiliki kendali atas pekerjaanmu dibandingkan jika berkerja sebagai seorang freelancer.

Tetapi itu masih tidak jelas. Jika kamu memiliki seorang bos yang baik, dia akan memberikanmu beberapa kendali otonomi, dan seiring meningkatnya dirimu, jumlah kendali yang kamu miliki dalam pekerjaan akan meningkat. Kamu tetap akan tergantung pada yang lainnya untuk menyelesaikan pekerjaan, namun kamu dapat secara pasti mengukir kendali otonomi yang tinggi.

Bagaimana Itu Berkerja Bagi Freelancer

Di hadapan itu, kamu memiliki kendali total sebagai freelancer. Kamu memilih apa yang akan dan tidak akan dikerjakan. Jika tugas tertentu tidak menarik minatmu, kamu dapat dengan mudahnya menolak itu.

Namun masalahnya adalah, kamu harus membayar tagihan di akhir bulan. Kecuali jika kamu berada pada posisi yang bagus, kamu mungkin harus mengambil beberapa tugas yang tidak kamu sukai.

Kamu juga memiliki "bos" untuk tiap tugas: klienmu akan memberikan instruksi, dan mengharapkan standar tertentu dari hasil kerjamu. Kamu mungkin mendapatkan beberapa kendali otonomi terhadap bagaimana melakukan pekerjaannya, namun jika kamu terlalu jauh dari ekspektasi klien, kamu akan menghadapai masalah.

Apa Artinya Bagimu

Mitosnya adalah menjadi pekerja mandiri memberikanmu lebih banyak kendali terhadap pekerjaanmu dibandingkan berkerja untuk sebuah perusahaan. Sebagian dari itu benar, namun seperti apa yang telah kita saksikan, ada faktor migitasi.

Motivasi

Bagaimana Itu Berkerja Bagi Pekerja Kantoran

Ketika kamu berkerja untuk sebuah perusahaan, motivasimu seringkali hadir dalam cara yang terstruktur. Kamu mendapatkan penilaian kinerja pada setiap akhir tahun, dan penilaian tersebut menentukan hal-hal seperti apakah kamu akan mendapatkan lebih banyak uang tahun depan, atau mendapatkan bonus, atau bahkan mendapatkan promosi.

Bahkan kegiatan "sehari-hari" juga memberikan motivasi: jika kamu terlambat datang, bosmu akan marah, dan jika kamu sering terlambat, kamu akan dipecat. Sehingga itu dapat memotivasimu untuk bangun dari tempat tidur ketika alarm berbunyi!

Bagaimana Itu Berkerja Bagi Freelancer

Sebagai seorang freelancer, kamu harus memotivasi dirimu sendiri. Kamu harus menemukan klienmu sendiri, melakukan pemasaran sendiri, membangun website sendiri, dan bernegosiasi tentang kontrakmu sendiri. Kamu harus menempatkan dirimu di luar sana sepanjang waktu, dan tanpa dibantu oleh siapapun.

Dan ketika kamu mendapatkan tugas, kamu harus mengaturnya sendiri. Jika kamu mendapatkan pekerjaan besar yang tenggat waktunya sebulan dari sekarang, tidak ada yang dapat menghentikanmu selama 29 hari ke depan untuk bangun terlambat dan menonton TV sepanjang hari. Tidak ada yang akan marah atau memecatmu. Namun akan ada konsekuensi pada hari ke 30, jika kamu tidak dapat mencapai deadlinemu. Jadi itu terserah padamu untuk mengelola waktu dan memastikan kamu tetap berada dalam posisi puncak.

Calendar photoCalendar photoCalendar photo
Foto sebuah Kalender.

Apa Artinya Bagimu

Jika kamu tidak bagus dalam memotivarsi diri sendiri, sebuah lingkungan yang terstruktur yang ditawarkan oleh pekerjaan kantoran mungkin akan cocok denganmu. Sebagai seorang freelancer, kamu perlu mengambil inisiatif sendiri. Namun jangan khawatir—saya tidak menganggap diri saya orang yang termotivasi tinggi, dan saya bertahan hidup sebagai seorang freelancer. Sebuah rekening yang kosong adalah motivasi yang sangat kuat.

Keamanan Dan Stabilitas

Bagaimana Itu Berkerja Bagi Pekerja Kantoran

"Berkerja untuk hidup" mungkin adalah bagian dari masa lalu kebanyakan orang, namun tetap saja, secara umum, pekerjaan dengan gaji tetap lebih aman dibandingkan freelancing. Kamu mendapatkan gaji rutin, dan selama kamu melakukan pekerjaan yang baik, kamu dapat mengandalkan gaji bulanan tersebut. Bahkan jika kamu dipecat, pemberi kerja biasanya harus memberikan pemberitahuan atau menyediakan kompensasi.

Bagaimana Itu Berkerja Bagi Freelancer

Freelancing bisa menjadi sangat tidak stabil. Kamu bisa berada dalam siklus "berpesta atau kelaparan", dimana satu bulan kamu berkubang dengan pekerjaan dan di bulan depannya kamu tidak dapat menemukan satu pekerjaan pun. Itu membuatnya susah untuk direncanakan dan susah untuk mengelola urusan keuangan. Dan bahkan jika kamu memiliki klien reguler, kamu mungkin kehilangan mereka dalam waktu singkat.

Namun itu tidak selalu menjadi kabar buruk bagi freelancer. Pekerja kantoran menyedihkan itu memiliki semua telur mereka dalam satu keranjang, jadi bagi mereka, kehilangan pekerjaan merupakan bencana. Sebagai seorang freelancer, kamu memiliki banyak klien, sehingga jika kamu kehilangan satu, kamu cukup bergantung pada yang lain untuk pendapatanmu hingga kamu menemukan penggantinya. Itu tidak seperti kamu akan kehilangan mereka semua sekaligus, kecuali jika ada krisis ekonomi atau pergolakan dalam industrimu—dan itu juga akan mempengaruhi pegawai kantoran.

Apa Artinya Bagimu

Umumnya, kerja kantoran lebih stabil, menawarkan banyak pendapatan yang dapat diprediksi dari bulan ke bulan. Jadi itu adalah pilihan yang bagus jika kamu tidak menyukai ide mencemaskan darimana uang untuk membayar sewa bulan depan. Berkerja freelancer, bisa naik dan turun, jadi kamu memerlukan toleransi yang kuat untuk ketidakpastian, khususnya di masa masa awal. Ingatlah bagaimana pun juga, bahwa memiliki arus pendapatan yang banyak memberikanmu keamanan lebih.

Komunitas

Bagaimana Itu Berkerja Bagi Pekerja Kantoran

Ketika kamu berkerja untuk sebuah perusahaan, kamu mendapatkan jaringan sosial juga. Kamu berkerja dengan orang yang sama setiap hari, dan kamu akan berteman dengan beberapa dari mereka. Perusahaan sering menyelenggarakan acara sosial dan program pelatihan, dan bahkan wisata untuk karyawannya.

Bagaimana Itu Berkerja Bagi Freelancer

Sebagai seorang freelancer, seringkali kamu menyendiri. Kamu mungkin berkerja kebanyakan waktu dari rumah, atau dari ruang studiomu. Bahkan jika kamu berkerja di dalam area perusahaan, kamu hanya berada di sana untuk sementara, dan sulit untuk membentuk ikatan yang kuat seperti halnya karyawan tetap ketika mereka berkerja bersama bertahun-tahun. Ada banyak peluang untuk bertemu orang, namun kamu membuat usaha lebih untuk keluar dan melakukannya.

Apa Artinya Bagimu

Jika kamu menyukai dikelilingi oleh orang lain dan menjadi bagian sebuah kelompok sosial yang kuat, pikirkan dua kali tentang menjadi seorang freelancer. Jika, di sisi lain, kamu adalah seorang introvert seperti saya, kamu mungkin suka berkerja dalam areamu sendiri, mendengarkan musik, dan tanpa gangguan.

Kesimpulan

Jadi untuk menyimpulkan, berikut beberapa pro dan kontra utama untuk tiap pekerjaan:

Keuntungan Kerja Freelance.

  1. Banyak fleksibilitas untuk memilih jam kerjamu.
  2. Kemampuan untuk memilih pekerjaan.
  3. Kecilnya keterlibatan dalam politik kantor.

Kerugian Kerja Freelance.

  1. Tidak memiliki manfaat karyawan.
  2. Kurangnya komunitas.
  3. Pendapatan yang tidak dapat diprediksi.
  4. Kamu harus dapat memotivasi diri sendiri.

Keuntungan Pekerjaan Dengan Sistem Gaji

  1. Ketentuan manfaat seperti asuransi kesehatan, liburan yang dibayar, dan kontribusi pensiun.
  2. Umumnya lebih stabil dan dapat diprediksi dibandingkan kerja freelance.
  3. Komunitas yang kuat, memiliki kelompok sosial.

Kerugian Pekerjaan Dengan Sistem Gaji

  1. Jam yang tetap, kurangnya fleksibilitas.
  2. Kamu mungkin harus terlibat dalam politik kantor.
  3. Seringkali kamu harus tunduk kepada bos tentang apa yang kamu kerjakan dan bagaimana mengerjakannya.

Langkah Berikutnya

Dalam tutorial ini, kamu telah belajar tentang pro dan kontra berkerja sebagai freelancer dan dalam sebuah pekerjaan purna waktu, sebagai pekerja kantoran. Langkah berikutnya adalah menentukan jalan karir yang mana yang cocok untukmu.

Seperti yang telah kamu lihat, ada hal baik dan buruk tentang keduanya, jadi tidak mungkin untuk mengatakan bahwa yang satu "lebih baik" dari yang lainnya. Itu tergantung sepenuhnya pada pribadi dan apa yang kamu inginkan dari kehidupan pekerjaanmu.

Jadi libatkan dalam analisa diri, pahami siapa dirimu dan apa yang kamu inginkan, dan lihat bagaimana freelancing dan pekerjaan dengan sistem gaji akan berdampak pada dirimu. Tutorial berikut mungkin berguna bagimu:

Advertisement
Did you find this post useful?
Want a weekly email summary?
Subscribe below and we’ll send you a weekly email summary of all new Business tutorials. Never miss out on learning about the next big thing.
Advertisement
Start your 7-day free trial*
Start free trial
*All Individual plans include a 7-day free trial for new customers; then chosen plan price applies. Cancel any time.