Advertisement
  1. Business
  2. Finance

Mendanai Bisnis Dari Kantong Sendiri

by
Read Time:11 minsLanguages:
This post is part of a series called Funding a Business.
Borrowing Money to Fund a Business

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Muhammad Naufal (you can also view the original English article)

Dalam bisnis, apakah melakukan semuanya sendiri adalah suatu strategi yang bagus?

Semua dari opsi-opsi lain dalam rangkaian kami dalam delapan untuk mendanai bisnis melibatkan penggalangan dana dari orang lain bank, angel investor, venture capital dan sebagainya.

Tapi pertama, kita akan melihat pendanaan bisnis dari kantong anda sendiri, yang sering disebut sebagai "bootstrapping", dari ucapan terkenal tentang pulling yourself up by your bootstraps (perbaiki situasi anda dengan usaha anda sendiri).

Seringkali, bisnis bootstrap menjadi satu-satunya pilihan. Pendanaan dari sumber eksternal bisa sulit didapat, terutama di masa-masa awal, jadi mengandalkan resource anda sendiri adalah keuntungan yang bagus.

Tetapi beberapa pengusaha dan pemilik bisnis juga memilih untuk menolak pendanaan eksternal dan lebih memilih kemandirian yang datang dengan melakukannya sendiri.

Jadi dalam tutorial ini kita akan melihat bagaimana mendanai bisnis sendiri, pro dan kontra dari pendekatan ini, dan beberapa cara untuk melakukannya dengan sukses. Kita juga akan melihat beberapa contoh nyata perusahaan yang mengandalkan dana pemiliknya, mulai dari start-up kecil hingga raksasa seperti Apple Inc., dan melihat pelajaran apa saja yang dapat kita pelajari dari mereka.

Setelah membaca tutorial ini, anda akan memiliki pemikiran yang jelas mengenai keuntungan dan kerugian dari pendanaan sendiri dalam sebuah bisnis, dan akan dilengkapi beberapa strategi untuk digunakan jika anda mengikuti rute ini. Jika anda memutuskan hal ini tidak cocok untuk anda, maka jangan khawatir: kami akan mencari lebih banyak pilihan dalam minggu-minggu yang akan datang dalam rangkaian multi-part Pendanaan Bisnis ini.

1. Beberapa Opsi Berbeda untuk Pendanaan Pribadi

Mendanai bisnis dari kantong anda sendiri bisa mengambil beberapa bentuk yang berbeda. Pendekatan yang anda lakukan mungkin akan ditentukan oleh situasi keuangan anda sendiri.

Tabungan

Jika anda memiliki saldo sehat di rekening tabungan anda, ini adalah sumber yang paling jelas untuk digunakan. Ribuan pemilik bisnis juga telah mengalokasikan dana pensiun mereka selama anda memenuhi kriteria tertentu, anda dapat mengumpulkan lebih banyak uang dari IRA atau 401(k) anda ke dalam bisnis start-up.  Untuk detail lebih lanjut tentang cara kerjanya, lihat panduan Wall Street Journal ini.

Keuntungan menggunakan tabungan anda sendiri adalah tidak ada biaya selain kesempatan yang hilang untuk mendapatkan bunga, tapi tentu saja anda perlu mempertimbangkan risikonya jika ada yang salah (lebih banyak lagi nanti). Dan kecuali anda sangat kaya, hanya mengandalkan tabungan anda mungkin tidak cukup untuk mendanai bisnis, terutama ketika bisnis itu tumbuh lebih besar.

Utang Pribadi

Pinjaman usaha seringkali sulit dilakukan, banyak pengusaha mengandalkan utang pribadi (personal debt). Ini bisa diartikan melakukan segala sesuatu pembelian bisnis dengan kartu kredit untuk melakukan refinancing pegadaian rumah anda atau mengambil jalur kredit home equity.

Metode ini biasanya merupakan cara mudah untuk mendapatkan dana, dengan asumsi anda memiliki sejarah kredit yang baik. Tapi jelas perlu digunakan dengan hati-hati, dengan memberi perhatian khusus pada suku bunga kartu kredit yang anda gunakan, dan memastikan untuk tidak meminjam melebihi dari yang anda mampu.

Teman dan Keluarga

Jika sumber daya pribadi anda tidak cukup, anda bisa melakukan kemitraan dengan teman atau anggota keluarga, mengumpulkan pendanaan anda untuk dimasukkan ke dalam bisnis. Atau anda bisa meminjam dari mereka. Berbisnis dengan seseorang yang anda kenal dengan baik bisa menjadi cara yang bagus untuk mendanai sebuah perusahaan, tapi juga bisa membuat ketegangan pada hubungan anda jika hal-hal tidak berjalan sesuai rencana.

Cash Flow Bisnis

Begitu bisnis maju dan berjalan, seharusnya mulai menghasilkan keuntungan dan uang tunai yang bisa digunakan kembali untuk berbisnis. Jika perusahaan tersebut melakukannya dengan baik, uang ini bisa cukup untuk mendanai investasi yang anda perlu bangun untuk masa depan. Pertumbuhan "Organik" semacam ini bisa sangat efektif, dan merupakan strategi dengan biaya rendah dan berisiko rendah. Tapi kecuali perusahaan itu sangat menguntungkan, hanya mengandalkan cash flow bisnis bisa berakibat pertumbuhan yang lebih lambat.

2. Keuntungan dari Pendanaan Sendiri

Membangun bisnis dari nol bisa menjadi cara cerdas untuk mendanai usaha anda, terutama pada tahap awal, ketika jenis pendanaan lain sulit ditemukan. Inilah beberapa keuntungan utama dari pendekatan ini:

Kepastian

Keuntungan besar mendanai bisnis sendiri adalah anda tahu persis berapa banyak uang yang anda miliki. Anda tidak perlu menghabiskan waktu menyusun rencana bisnis dan presentasi yang ciamik, mencoba meyakinkan orang lain untuk memberikan uang mereka dan mungkin berakhir dengan tanpa sesuatu untuk ditunjukkan. Anda bisa melupakan jika dan tapi, dan bergerak maju dengan cepat dengan hal yang paling penting yaitu menjalankan bisnis anda.

Kepemilikan 100%

Banyak pendekatan lain yang akan kita lihat dalam rangkaian ini melibatkan melepaskan saham di bisnis anda kepada orang lain dengan imbalan uang di muka. Tentu saja itu berarti bahwa orang-orang tersebut menerima bagian dari keuntungan ke depannya, menipiskan saham anda sendiri. Jika anda mengumpulkan uang melalui utang, pembayaran dan bunga juga akan memangkas ke penghasilan anda.

Mendanai bisnis sendiri berarti anda mempertahankan kepemilikan penuh atas bisnis tersebut, dan menerima 100% keuntungan di masa depan. Karena anda adalah orang yang menjalankannya, masuk akal jika anda harus mendapatkan ganjarannya.

Kontrol penuh

Menerima uang dari pihak luar tidak pernah gratis: selalu ada batu sandungan. Pendanaan venture capital atau private equity sering menuntut tuntutan substansial dalam menjalankan bisnis, yang bisa berarti mengarah ke arah yang tidak anda sukai. Bahkan pemberi pinjaman akan melihat rencana bisnis yang terperinci, dan akan mengharapkan anda untuk menaatinya.

Jika mengandalkan dana sendiri, anda tidak perlu memberikan jawaban ke orang lain. Anda bisa membawa bisnis ke segala arah yang anda inginkan, dan mengubah arah kapan pun anda pikir itu perlu.

Lebih Disiplin

Mantra populer untuk kesuksesan dalam keuangan pribadi adalah "Hidup sesuai kemampuan anda". Ini juga berlaku dalam bisnis. Jika anda mendanai bisnis sendiri, anda terpaksa hidup sesuai kemampuan anda, hanya berinvestasi pada hal-hal seperti peralatan baru dan iklan mahal bila anda yakin bisa membelinya.

Di sisi lain, Perusahaan yang telah menerima beberapa juta dana dari venture capital, terkadang bisa mulai bertingkah laku seperti seseorang yang baru saja memenangkan undian. Dalam dot-com bubble pada tahun 1999 misalnya, perusahaan fashion Boo.com membakar $188 juta hanya dalam waktu enam bulan, menghabiskan uang untuk kantor mewah, perjalanan kelas satu dan hotel bintang lima, dan kemudian mengajukan kebangkrutan di bulan Mei 2000.

Walaupun ledakan dot-com adalah pengecualian, pendanaan eksternal dapat menyebabkan pengeluaran meningkat setiap saat, membuat bisnis rentan jika dana mengering di kemudian hari. Pendanaan sendiri memudahkan usaha anda beroperasi pada tingkat yang berkelanjutan, menghindari pengeluaran yang berlebihan dan mengandalkan sumber dayanya sendiri daripada dukungan orang luar.

3. Kekurangan dari Pendanaan Sendiri

Bagaimanapun juga ada sisi lain dari sebuah kemandirian. Inilah kelemahan utama jika melakukannya sendiri:

Pertumbuhan yang Lambat

Alasan nomor satu mengapa bisnis kecil mencari pendanaan adalah untuk mendanai pertumbuhan dan ekspansi. Kebanyakan pemilik bisnis tidak kekurangan ide, kekurangan uang yang menahan mereka. Bayangkan ketika tiba-tiba infus ribuan atau bahkan beberapa juta dolar bisa dilakukan untuk bisnis anda.

Jika anda tidak mendapatkan dana dari luar, peluang pertumbuhan tersebut dibatasi oleh besaran dana anda sendiri dan apa yang dihasilkan bisnis anda dalam cash flow. Pertumbuhan organik yang lambat dan mantap mungkin akan baik untuk beberapa bisnis, tapi bagi orang lain, terutama di area yang bergerak cepat seperti teknologi, ini bisa berarti keuntungan bagi pesaing anda.

Risiko Personal

Ketika anda mendanai bisnis sendiri, akan sangat menyenangkan jika semuanya berjalan baik, tapi bencana jika tidak terjadi. Salah satu pasangan di Inggris baru saja kehilangan tidak hanya bisnis mereka, tapi juga rumah mereka yang berusia 31 tahun dan tabungan mereka. Mereka mengambil begitu banyak dana mereka ke toko Balloon Workshop yang gagal, sehingga ketika gagal mereka tidak memiliki apa-apa.

"Bisnis telah secara efektif merampas kita sejak 31 tahun dan sudah waktunya berhenti", kata pemilik Michael Savell, 64, dalam sebuah artikel baru-baru ini. "Kita kehilangan rumah, tabungan kita, semuanya."

Situasi Savells tidak luar biasa. Orang sering terlalu berkomitmen pada bisnis mereka, sehingga merugikan kesehatan finansial pribadi mereka. Dalam survei Wall Street Journal 2012, 38% pemilik usaha kecil mengatakan bahwa mereka terpaksa menarik diri dari perkiraan, karena tabungan pensiun mereka terkait dengan bisnis mereka.

Tidak Ada Kontak

Angel investor, venture capital dan jenis investor lainnya sering membawa lebih dari sekadar uang. Mereka dapat memberi anda akses ke jaringan kontak mereka, serta pengalaman dan keahlian mereka, membuka peluang baru untuk bisnis anda.

Jika anda melakukannya sendiri, anda kehilangan semua itu. Tentu saja, anda bisa mengembangkan kontak anda sendiri, tapi lebih mudah dengan struktur siap pakai yang investor bawa.

Sinyal Bahaya

Saat saya mencari tempat makan, saya biasanya menghindari restoran yang benar-benar kosong. Saya pikir pasti ada yang salah dengan mereka. Mungkin itu idak adil, tapi untuk sebagian besar itu berhasil.

Investor juga sama. Jika anda belum mengumpulkan uang di masa lalu, "sindrom restoran kosong" dapat mempersulit jika anda ingin mengumpulkan dana di masa depan, dan bahkan dapat mengurangi valuasi perusahaan anda. Dan kita semua tahu dari kehidupan pribadi kita bahwa kurangnya sejarah kredit membuat lebih sulit diterima untuk utang baru.

4. Strategi Sukses Membiayai Bisnis Secara Mandiri

Jadi sekarang kita telah melihat pro dan kontra, berikut adalah beberapa strategi yang dapat anda gunakan untuk mendanai sendiri bisnis dengan sukses, memaksimalkan manfaat dan menghindari beberapa perangkap.

Tetapkan Parameter yang Jelas

Anda tahu bagaimana bila anda wiraswasta, batas antara pekerjaan dan waktu pribadi dapat dengan mudah dikaburkan? Nah, hal yang sama berlaku untuk keuangan anda. Anda perlu menarik garis yang jelas antara akun pribadi dan bisnis anda dari awal.

Buatlah akun bisnis dan rekening bank pribadi yang terpisah dan pertahankan perbedaan itu, hanya dengan menggunakan akun bisnis anda untuk pengeluaran bisnis. Bayar gaji untuk diri sendiri, sesuatu yang sering terbengkalai oleh pemilik bisnis kecil, sehingga anda dapat menutupi pengeluaran pribadi anda setiap bulan dan menjaga jarak antara anda dan perusahaan anda dengan jelas.

Demikian pula, jika anda memanfaatkan dana dari teman, keluarga atau mitra bisnis lainnya, jelaskan siapa memiliki apa. Buat perjanjian formal yang menetapkan persyaratan, dan mintalah persetujuan semua orang. Mungkin terasa aneh melakukan ini dengan orang yang anda kenal dan percayai, tapi penting untuk menghindari kesalahpahaman di kemudian hari.

Perencanaan Ke Depan

Jika anda pergi tanpa menggunakan dana eksternal, anda perlu merencanakannya dengan hati-hati.

Mulailah dengan melakukan inventarisasi semua tabungan, pinjaman dan sumber daya lainnya yang akan anda rencanakan. Tentukan seberapa banyak anda mampu berkomitmen terhadap bisnis ini, dan tetap berpegang pada hal tersebut. Sangat mudah untuk menarik masuk lebih banyak uang seiring berjalannya waktu, namun anda memerlukan batasan keseluruhan, suatu titik di mana anda akan berhenti mendanai bisnis untuk melindungi keseluruhan masa depan keuangan anda.

Kemudian buat rencana bisnis yang terperinci, cantumkan semua investasi yang harus anda lakukan dalam bisnis tersebut. Jika anda baru memulai, pikirkan berapa lama waktu yang anda butuhkan untuk balik modal, dan pastikan anda memiliki cukup dana untuk menutupi biaya bisnis dan pribadi anda untuk sementara.

Dalam semua perencanaan anda, pertimbangkan skenario terburuk. Bagaimana jika ekonomi melambat? Bagaimana jika produk anda membutuhkan waktu lebih lama untuk dibuat dari perkiraan anda? Pastinya anda tidak hanya memiliki dana untuk menutupi biaya yang anda harapkan, tapi juga dana darurat untuk menutupi masalah tak terduga di sepanjang jalan.

Merentangkan

Bootstrap dalam bisnis sering berarti uang yang sangat ketat, terutama pada tahap awal. Jadi cobalah untuk menemukan beberapa strategi kreatif untuk meregangkan sumber daya anda seluas mungkin.

Sebagai contoh, raksasa komputasi Apple Inc. memulai dengan melakukan penggunaan kredit perdagangan yang inovatif. Pada tahun 1976, Steve Jobs mengamankan pesanan pembelian 100 komputer dari toko lokal, namun tidak mampu membayar $20.000 untuk suku cadang yang dia butuhkan untuk memproduksinya.

Dia berhasil meyakinkan pemasok untuk menjual suku cadang secara kredit, namun menggunakan pesanan pelanggan sebesar $50.000 sebagai jaminan bahwa dia dapat membayar tagihan tersebut dalam waktu satu bulan. Dia dan Steve Wozniak membangun komputer, menjualnya seharga $50.000 dan mampu membayar tagihan $20.000 mereka dengan hasilnya. Apple Computer lahir.

Ada banyak cara lain untuk membuat peregangan uang anda, tentu saja, seperti menunda investasi, menegosiasi ulang persyaratan pembayaran, dan meminimalkan persediaan. Kami meliput beberapa dari mereka dalam tutorial mengelola arus kas bisnis.

5. Apa yang Telah Anda pelajari, dan Apa Berikutnya?

Seperti yang bisa anda lihat, ada beberapa cara untuk mendanai bisnis tanpa menggunakan dana eksternal, dan beberapa di antaranya bisa sangat sukses. Jika anda merencanakan dengan hati-hati, dan memanfaatkan sumber daya yang anda miliki secara kreatif, bootstrap bisa menjadi cara yang bagus untuk mendanai bisnis.

Anda harus sadar akan risiko itu, dan kelola dengan hati-hati. Untuk setiap kisah sukses seperti Apple, ada banyak kegagalan. Mengikat dana pribadi anda dalam bisnis anda bisa berisiko.

Dan juga, tentu saja, banyak orang hanya tidak memiliki sumber daya untuk dana bisnis mereka sendiri. Bahkan jika mereka bisa melakukannya pada awal, hal ini sering tidak cukup untuk bisnis yang lebih besar.

Jadi dalam enam minggu ke depan kami akan melanjutkan seri multi-part Pendanaan Bisnis ini. Kita akan melihat berbagai bentuk pendanaan eksternal, sehingga anda dapat melihat opsi-opsi anda. Kita akan mulai minggu depan dengan membahas pinjaman usaha.

Sumber

Credit Grafis: Saku didesain oleh Erin Standley dari Noun Project.

Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.