Unlimited Powerpoint templates, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Business
  2. Diversity
Business

Bagaimana Menyetarakan Gender dalam Bisnis Anda

by
Difficulty:BeginnerLength:LongLanguages:
This post is part of a series called How to Improve Diversity in Your Business (Essential Guide).
What Are the Important Dimensions of Workplace Diversity?
How to Ensure Diversity in Your Recruiting and Hiring Practices

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Husain Ali Yahya (you can also view the original English article)

Hari ini adalah Hari Perempuan Sedunia, dan tema tahun ini adalah "Membuat Perubahan", seperti yang telah dipaparkan dalam sebuah situs

Kerahkan massa atau bahkan diri anda sendiri untuk menciptakan dunia yang lebih baik - sebuah dunia yang lebih menyeratakan gender.
International Womens Day logo

Akan tetapi seberapa besar partisipasi anda mewujudkannya? Dalam dunia bisnis langkah apa yang dapay dilakukan untuk mewujudkan kesetaraan gender dalam tempat kerja?

Di panduan hari ini, saya akan menjawab pertanyaan tersebut secara mendalam. Kamu akan mempelajari:

  • Cara mengatur tujuan bermakna dan efektif dari kesetaraan gender di bisnismu- ini tidak sesederhana yang kamu bayangkan!
  • Cara merubah praktik pengrekruitan sehingga kamu mengidentifikasi dan mempekerjakan banyak kandidat wanita berkualitas.
  • Cara membuat lingkungan kerja mendukung terhadap perempuan sehingga kamu mendapat lebih banyak pekerja berbakat.
  • Cara mengukur progress terhadap kesetaraan gender dan mengadaptasikan strategimu sesuai kebutuhan.

Apa kamu siap untuk tampil dalam perubahan? Apa kamu ingin membuat dunia yang lebih inklusif, dunia kesetaraan gender? Ya? Kalau begitu mari kita mulai!

1. Atur Tujuan Kesetaraan Gender-mu

Apa sebenarnya makna dari kesetaraan gender di tempat kerja?

Tujuan 50-50

Sebuah tujuan yang jelas bisa jadi menyasar 50% perempuan dan 50% laki-laki di tempat kerjamu. Itu permulaan yang bagus, tapi kesetaraan gender jauh lebih dalam dari itu.

Contohnya, pertimbangkan sebuah perusahaan dengan 10 eksekutif berbayaran tinggi yang kesemuanya laki-laki, dan 10 tenaga pembantu bergaji rendah yang semuanya perempuan. Apakah itu adil?

Tentu saja tidak, kita juga butuh ukuran lainnya di sini.

Kesetaraan dalam Grup Bisnis

Seperti yang kita lihat di tutorial pertama dari seri ini pada keuntungan dari keanekaragaman tempat kerja, sebuah hasil yang besar akan diraih dari perspektif yang luas di dalam tim. Riset menunjukkan bahwa tim yang lebih variatif akan cendurung lebih inovatif dan lebih baik dalam penyelesaian masalah dari tim yang tidak variatif.

Jadi jika kamu memiliki tim kerja laki-laki di satu area dan wanita di area lainnya, kamu tidak akan mendapatkan keuntungan tersebut.

Namun, akan logis untuk memiliki tingkat diversitas yang tinggi di dalam sebanyak grup yang mungkin. Atur tujuan kesetaraan gender tidak hanya untuk bisnis sebagai kesatuan, tapi juga untuk tiap divisi dalam bisnis, dan tiap grup dalam divisi.

Kamu tidak perlu kaku tentang ini, tentu saja. Saya tidak mengatakan bahwa semua tim dari tiap proyek harus memiliki jumlah yang tepat sama antara laki-laki dan perempuan. Atur tujuan yang logis untuk bisnismu, tujuan untuk kesetaraan secara keseluruhan mengizinkan beberapa kelonggara untuk tim tertentu.

Kesetaraan di antara Tingkat Berbeda dari Bisnis

Kesetaraan gender tidak berarti apa-apa kecuali wanita bisa mendapat akses ke tingkat tertinggi di organisasi.

Namun, sementara bisnis di banyak negara telah membuat kemajuan dalam mempekerjakan wanita, "tangga kaca" masih banyak terlihat di sana. Wanita masih yang menyedihkan dalam mewakili posisi pemimpin utama.

Seperti Laporan MSCI tahun 2015  yang menemukan wanita hanya:

  • 18.1% Jabatan direktur di MSCI World Index Companies
  • 19.1% Jabatan direktur di MSCI USA Companies
  • 8.4% Jabatan direktur di MSCI Emerging Markets Index companies

Semua angka tersebut bergerak naik, namun dalam tingkat yang sangat rendah. Jadi jelas masih ada jalan panjang yang perlu ditempuh.

Laporan tersebut juga menemukan bahwa:

Perusahaan yang memiliki pemimpin wanita yang kuat menghasilkan Return on Equity 10.1% per tahun melawan 7.4% dari yang tidak memilikinya.

Jadi di dalam direktur pengurus bisnismu atau tim pemimpin, sasarlah kesetaraan gender. Dan pastikan bahwa keseteraannya mengalir hingga ke tingkat atas dari organisasi juga. Itu adalah hal yang benar untuk dilakukan, dam kamu juga akan menuai manfaatnya- tidak hanya berdasarkan penelitian MSCI, tapi juga dari banyak penelitian lainnya.

Kesetaraan Gaji

Tempat lain yang penting untuk disasar dalam kesetaraan adalah hal yang sangat dicintai setiap pekerja: gaji.

LAgi, faktanya sederhana dan sangat kontras. Ada kesenjangan gaji antar gender yang terjadi. Di AS, wanita meraih 80 cent untuk tiap dollar yang didapat laki-laki dan banyak negara yang bahkan lebih buruk.

Beberapa ketidaksetaraan dihubungkan dengan apa yang baru saja kita bicarakan: Wanita jarang menempati jabatan senior. Namun penelitian juga menunjukkan bahwa wanita mendapat bayaran lebih rendah dari laki-laki untuk melakukan pekerjaan yang sama di perusahaan yang sama dengan tingkat pendidikan dan pengalaman yang mirip.

Jadi untuk bisnismu, kenapa tidak mengatur tujuan untuk kesetaraan gaji antara wanita dan laki-laki? Dan kamu juga bisa melihat gaji yang kamu tawarkan ke tiap pekerja untuk melakukan pekerjaan yang sama untuk memastikan tidak ada bias implisit di sini.

2. Cara Meningkatkan Proses Pengrekrutan-mu

Jadi bagaimana kamu progress-mu terhadap kesetaraan gender?

Jika angkatan kerjamu masih berat di laki-laki, tempat yang bagus untuk memulai adalah dengan mempekerjakan lebih banyak wanita berbakat di posisi tinggi.

Saya yakin kamu tidak bertujuan untuk mendiskriminasi wanita dalam pengrekrutan sejauh ini. Tapi jika kamu berahkir dengan mempekerjakan kebanyakan laki-laki. Bisa jadi disebabkan oleh satu hal di bawah ini:

  • Cara kamu mengiklankan pekerjaan.
  • Di mana kamu mengiklankan pekerjaan
  • Image dari perusahaan yang kamu hadirkan.
  • Prosedur wawancara mu

Lihat hal-hal berikut secara berurutan.

(Ingat bahwa dalam artikel ini saya berasumsi bahwa angkatan kerjamu berat terhadap laki-laki, karena itulah situasi yang paling sering. Namun prinsip yang dibahas di sini akan bekerja sebaliknya juga.)

Cara kamu mengiklankan

Tahukan kamu bahwa menggunakan beberapa frasa umum di iklan kerja bisa menghalangi wanita dari melamarnya? Cara kamu mendeskripsikan lowongan kerja bisa jadi memotong kandidat-kandidat yang berbakat.

Penelitian telah menemukan bahwa menggunakan kata-kata "maskulin" seperti "kompetitif" dan "dominasi" membuat wanita tidak ingin melamar pekerjaan tersebut. Ini area yang sangat rumit, dan banyak ketidak jelasan di dalam bahasa kita yang membuatnya sulit untuk menyadari semuanya.

Untungnya, ada beberapa alat sederhana untuk membantunya. Di situs gratis Gender Decoder fro Jos Ads, kamu bisa menyalin teks-mu dan menekan tombol cek untuk coding linguistik gender yang nyaris tidak disadari. Ada juga Textio, sebuah layanan berbayar dengan percobaan gratis selama dua minggu.

Pertimbangkan juga kualifikasi dan persyaratan yang kamu catat: Apakah mereka benar-benar dibutuhkan untuk pekerjaan tersebut?

Kenapa ini penting? Tentu saja, ini buka karena wanita kurang berkualifikasi. INi karena penelitian masa mengindikasikan kesenjangan kepercayaan diri secara menyeluruh antara laki-laki dan perempuan. Wanita cenderung tidak melamar pekerjaan ketika mereka tidak memnuhi semua persyaratan kerja dibandingkan laki-laki.

Di mana kamu beriklan

Di mana kamu mengiklankan posisi kosongmu? Tahukah kamu demografi dari pembaca situs, majalah atau papan kerja tersebut?

Jelas ketika kamu berpkir tentangnya. Beberapa situs dibaca lebih banyak oleh laki-laki, dan beberapa populer dikalangan wanita. Jika kmau ingin mempekerjakan lebih banyak wanita, pergilah ke tempat mereka berada.

Contohnya, cek artikel ini oleh Tom McFarlin untuk daftar situs dan organisasi berguna yang fokus pada wanita di teknik dan teknologi.

Ingat bahwa jalur perkataan dan salah satu jalan penting untuk mencari kandidat. Jadi dorong pekerjamu untuk menjadi perekrut. Lembaga konsultasi Accenture baru-baru ini mengumumkan akan membaya bonus referal lebih tinggi ke pekerja yang merekomendasikan seorang African-American, Hispanic-American, wanita, atau veteran hingga berhasil dipekerjakan

Image Perusahaanmu

Dalam prosese perekrutan, tidak hanya kandidat yang harus membujukmu untuk mempekerjakannya, kamu juga harus menebar daya tarik perusahaanmu ke kandidatmu.

Jadi kamu perlu sadar akan image yang perusahaanmu hadirkan. Hal ini termasuk situs, sosial media, material pemasaran, paket informasi pekerjaan dan yang lainnya.

Di Envato Tuts+, editor menaruh usaha yang banyak untuk meningkatkan pengajaran di Envato Tuts+ untuk membuatnya lebih ramah untuk aneka grup pengajar yang potensial. Perhatikan bagaimana bahasa dan gambar yang menekankan komitmen terhadap keanekaragaman.

teach at Envato Tuts

Jadi perhatikan caramu menampilkan diri sendiri di pasar pekerjaan dan lihat bagaimana kamu bisa meningkatkan pesanmu.

Prosedur Wawancaramu

Sayangnya, prasangka gender tersebar dalam proses wawancara.

Penelitian menemukan bahwa:

  • Pewawancara menampilkan prasangka secara tak sadar, seperti percaya bahwa wanita lebih buruk dalam matematikan dan lebih baik dalam tugas verbal ketimbang laki-laki.
  • Manajer perekrut cenderung merekrut laki-laki 2 kali ketimbang wanita.
  • Ketika kandidat yang lebih rendah dipekerjakan ketimbang kandidat yang lebih berkualifikasi, kandidat yang lebih rendah adalah dua pertiga laki-laki sepanjang waktu. 

Bagaimana kamu bisa menghadapi prasangka tersebut? Ini tidaklah mudah, tapi sebuah langkah penting untuk menyasarnya. Coba Implicit Association Test yang ditawarkan gratis oleh Harvard University. "Gender-career" dan "Gender-science" Test bisa jadi relevan untukmu.

Dan jagu tentu saja, memiliki wanita terlibat dalam proses perekrutan jugalah penting- walaupun itu saja tidak cukup. Karena penelitian yang dikutip di atas juga menunjukan di mana saat wanita sebagai manajer perekrut mereka juga cenderung mempekerjakan laki-laki.

3. Cara Meningkatkan Retensi Karyawan

Jika kmau mengikuti langkah di atas, kamu mingkin memili kesempatan lebih besar mengingkatkan kesetaraan gender di proses perekrutan.

Tapi itu hanya setengah dari pertarungan. Jika wanita yang kamu pekerjakan menerima respon tidak diterima dari tempat kerja, mereka tidak akan mau di sana lebih lama lagi.

Jadi di bagian ini, kita akan melihat cara-cara kamu bisa merubah budaya tempat kerja untuk memastikan kesetaraan gender yang baru kamu buat akan permanen bukan hal yang sekilas saja.

Ambil sebuah Landasan Perusahaan pada Diskriminasi dan Pelecehan

Uber berada di bawah gejolak sekarang setelah sebuah kasus pelecehan seksual mengerikan oleh mantan insinyurnya, Susan Fowler.

Apa yang menggangung tentang Fowler adalah - baik, semuanya. Tapi di atas pelecehan tersebut dia menjelaskan apa yang berdiri untuk saya adalah caranya mengatakan HR melindungi perilaku manajernya dan menyalahkan korbannya. (CEO UBer Travis Kalanick mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa perilaku yang dijabarkan "mengerikan" dan mengumumkan investigasi penting)

Jika kamu ingin mencapai sesuatu yang dekat dengan kesetaraan gender di tempat kerja, penting untuk memiliki sebuah aturan jelas tentang pelecehan dan diskriminasi untuk menindak tuduhan apapun secara sangat serius. Kamu juga bisa menyediakan latihan untuk karyawanmu untuk membantu mereka memahami apa yang dipahami dan apa yang tidak.

Tawarkan Keuntungan yang Cocok untuk Wanita

Tentu saja, tidak hanya wanita yang terlibat dalam mengurus anak dan memiliki komitmen dengan keluarga. Namun tetap saja, survey menunjukkan bahwa peran tradisional gender masih kuat, dan wanita masih berada dalam tanggungjawab rumah tangga di samping dunia kerjanya.

Jadi hal seperti pengarahan kerja fleksibel, fasilitas merawat anak di tempat dan cuti panjang sehabis melahirkan merupakan cara yang baik untuk mendukung pegawaimu dalam kehidupan keluarganya dan membuat mereka akan tetap di perusahaanmu.

Contohnya, pertimbangkan menawarkan posisi kerja paruh waktu dan pembagian ekrja, yang bisa membantu orang dan keluarganya, Pertimbangkan hasil survey yang dilaporkan The Guardian:

  • 46% karyawan UK ingin bekerja secara fleksibel, tapi hanya 8.7% dari pekerjaan dengan gaji hingga £ 20.000 yang menawarkannya.
  • 79% mengatakan mereka merasa tidak bisa meminta pemberi kerja untuk membagi pekerjaan tanpa mempengaruhi kelayakan kerja mereka.
  • 96% dari responden adalah wanita, dan 70% telah mengurangi waktu bekerja ataupun jabatan mereka, mengganti pekerjaan, atau meninggalkan pekerjaan. Hingga sekitar setengahnya (52%) telah melakukannya karena komitmen berkeluarga.

Ketika kamu menyiapakan posisi kerja paruh waktu dan pembagian kerja, pastikan saja bahwa keuntunggannya adil dan pekerja paruh waktu tidak melewatkannya. Contohnya, banyak hari libur jatuh di hari Senin, jadi pastikan bahwa orang yang tidak bekerja penuh pada hari senin tidak ketinggalan tunjangan liburan atau libur.

Program Mentoring

Sebagaiaman Chief Operating Officer Sheryl Sandberg tunjukkan di bukunya Lean In, mentor menjadi penting untuk wanita dalam menghancurkan tangga kaca dan melanjutkan ke jenjang lebih tinggi di pekerjaan mereka.

Jadi pertimabngkan membuat sebuah program mentoring penuh dalam organisasimu. Atau jika kamu menjalankan organisasi yang lebih kecil, mungkin lakukan itu secara lebih informal, dengan mengajak orang dalam posisi pimpinan untuk mengambil beberapa pegawai baru dalam asuhannya. Dengan membantu orang dalam karirnya, kamu akan meliaht manfaatnya dalam bisnismu juga.

Beberapa perusahaan juga telah membuat program tertentu yang bertujuan untuk mendorong wanita bergabung dan berkembang di area di mana mereka telah secara tradisional kurang terwakili. Etsy, sebagai contohnya, meningkatkan jumlaj dari insinyur wanitanya hingga 500% dalam satu tahun dengan merilis "Etsy Hacker Grants" untuk menyediakan beasiswa pada insinyur wanita berbakat untuk mendapatkan latihan tambahan.

Menjadi Adil

Yang satu ini terdengar sederhana, tapi da tidak begitu. Cek artikel McKinsey ini di mana Beth Axelrod, yang menjadi kepala HR di eBay, berbicara mengenai apa itu meritocracy sebenarnya berarti di dunia yang penuh prasangka gender.

Menjadi sadar, pada prasangka sistematis, dari bagaimana kita secara tidak sadar menafsirkan gaya komunikasi wanita dan pria secara berbeda. Dan menjadi hati-hati untuk memastikan bahwa penilaia dan proses promosi tidak salah tafsir ke gaya tersebut-untuk kedua gender.

Axelrod memberikan contoh wanita yang dianggap terlalu malu-malu dan terlalu agresif, ketika perilaku yang sama pada pria tidak akan diberikan komentar.

Sederhananya memiliki seseorang dalam ruang yang memperhatikan prasangka tidak sadar dalam penafsiran gaya akan sangat membantu.

Isu lain yang dia bicarakan adalah mengenai promosi-wanita kurang cenderung melamar promosi untuk alasan yang telah didiskusikan sebelumnya. Jadi penting untuk memastikan bahwa itu tidak disalahtafsirkan sebagai kurangnya ambisi, dan juga untuk "memastikan bahwa proses promosi secara sistematis mempromosikan wanita dalam garis pipa, bukan karena wanita harus diberikan keuntungan dari proses promosing tapi karena mereka seharusnya tidak terlalu diperhatikan secara tidak sengaja."

Membuat sebuah meritocracy adalah tugas yang rumit dan bisa menghabis banyak waktu dan energi, tapi tentu saja sangat berharga untuk bisnismu.

4. Ukur Peningkatanmu dan Buat Perubahan

Kunci untuk suksesdi tiap preoyek adalah mengukur perkembanganmu dan mengubah pendekatanmu jika tidak memenuhi tujuanmu.

Jadi ketika kamu mencoba mempromosikan kesetaraan gender di bisnismu, penting untuk melacak perkembanganmu dalam jeda yang sama. Kembali ke tujuan yang kamu siapkan di bagian 1, dan taruh jadwal untuk mengukur apa yang telah kamu raih dalam tujuanmu.

Ingat bahwa ini bukanlah sebuah proyek yang "cepat dan pasti". Kita berbicara mengenai perubahan komposisi dari angkatan kerjamu waktu ke waktu, dan ini bisa jadi proses yang lambat. Bahkan jika kamu yang mengatur untuk memperbaiki pengrekrutan dan strategi rentsi untuk mendapatkan kesetaraan gender, ini juga tetap akan memakan waktu. Posisi baru hanya terbuka sangat sering, dan kecuali kamu memiliki pergantian karyawan yang sangat cepat, ini akan memakan beberapa tahun untuk mencapai tujuan utamamu.

Apa yang penting, walau bagaimanapun, adalah kamu bergerak ke arah yang benar dalam langkah yang kamu rasa benar untuk bisnismu. Apa yang penting adalah kamu menanggapi kesetaraan gender secara serius dan mengambil segala kesempatan tersedia untuk mengejarnya.

Jika kmau tidak membuat perkembangan cukup cepat terhadap targetmu, lihat lebih dalam pada angka. Apakah ini masalah pengrekrutan, atau kamu memiliki pergantian karyawan yang tinggi? Apakah kamu memiliki jumlah yang sama namun gaji yang tidak sama atau jabatan pimpinan yang tidak setara?

Mengidentifikasi are yang bermasalah denganmu dengan pendekatan yang benar. Jika kamu berusaha dalam proses perekrutan, pertimbangkan beberapa pendekatan yang kita bicarakan di bagian 2, atau mungkin mempekerjakan pengrekruit handal untuk mempercepat prosesnya untukmu. Jika ini tentang kesetaraan gaji, adakan tinjauan gaji untuk melihat kesempatan mempromosikan wanita ke jabatan pimpinan.

Dan meskipun penting untuk melihat perkembangan, jangan terlalu terpaku pada angka dan persentase. Ingat bahwa hasil sesungguhnya dari bisnismu adalah untuk memahami manfaat dari keanekaragaman yang kita bahas sebelumnya. Sembari melacak jumlah karyawan, lihat juga perubahan dalam budaya kerja, kepuasa kerja, dan kunci lainnya.

Kesimpulan

Di panduan ini, kamu telah belajar strategi berguna ntuk mencapai kesetaraan gender di bisnismu.

Kita telah membahas proses dari mengatur tujuan kesetaraan gender dan berbicara detil mengenai cara mencapai tujuan tersebut dengan mengubah perekrutanmu dan strategi retensi. Dan pada akhirnya, kita telah melihat cara mengukur perkembanganmu dan membuat perubahan jika kamu tidak mencapai targetmu.

Gender, tentu saja, hanya satu dimensi dari keanekaragaman. Ada banyak lagi yang lainnya seperti umur, orientasi seksual, agama, dan lainnya seperti yang kita bahas dalam panduan baru-baru ini.

Di sisa bagian dari seri ini, kita akan melampau gender dan melihat bagaimana kamu bisa meraih keanekaragaman lebih banyak lagi pada semua dimensi.

Tapi hari ini mengenai wanita, dan saya harap kamu akan mengingat International Women's Day dengan mempelajari sesuatu yang baru yang akan membantumu membuat aksis nyata pada kesetaraan gender di tempat kerja.

Ini sebuah proses panjang, tapi saya harap kamu melihat hari ini bahwa kesetaraan gender adalah target yang bisa diraih, dan kamu menjadi terinspirasi untuk membuat perubahan dalam bisnismu dan "Be Bold for Change" di tahun 2017.

Untuk informasi lebih lanjut dalam menutup kesenjangan gender, fokus secara khusus pada industri teknologi, baca panduan berikut:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.