7 days of PowerPoint templates, graphics & videos - for free!* Unlimited asset downloads! Start 7-Day Free Trial
Advertisement
  1. Business
  2. Productivity

Bagaimana Membangun Rutinitas Yang Menjaga Kehidupan dan Pekerjaan Tetap Pada Jalurnya

Scroll to top
Read Time: 10 mins
This post is part of a series called Essential Productivity Principles.
Your Productivity Style: Find It and Use It for Better Work

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Jika kamu berpikir bergantung pada rutinitas akan mengubahmu otomat yang membosankan, dapat diprediksi, tidak kreatif, pikirkan lagi. Rutinitas adalah senjata rahasia profesional kreatif yang telah ada berabad-abad. Poet W.H. Auden merekomendasikan sebuah pendekatan rutin: "Tentukan apa yang kamu inginkan atau harusnya lakukan pada hari itu, kemudian selalu lakukan pada momen yang persis sama setiap hari, dan passion tidak akan menyusahkanmu".

Banyak pelaku kreatif lainnya, dari penulsi hingga seniman hingga komposer dan pembuat film, telah bergantung pada rutinitas harian yang kokoh dan mudah diprediksi untuk menyediakan sebuah tempat yang aman untuk mengembangkan kreatifitasnya. (Untuk melihat lebih dekat, periksa blog dan buku Mason Currey, Daily Routines).

Filsuf William James mengemukakan bahwa kebiasaan dan rutinitas membebaskan otak kita dari keputusan kecil berkelanjutan, sehingga kita dapat dengan mudah mengembangkan dan menggunakan "kekuatan pikiran tertinggi kita". Menggunakan rutinitas adalah sebuah perkara mengalokasikan sumber daya. Peneliti menunjukkan bahwa kekuatan tekad, seperti otot, akan lelah jika digunakan.

Ketika kamu harus benar-benar memikirkan sarapan apa, rute mana yang akan diambil untuk berangkat kerja, dan kapan akan berolahraga hari ini, kamu menggunakan banyak kekuatan kreatif pada keputusan yang biasa. Sebagai gantinya, jika kamu mengatur rutinitas untuk mengarahkanmu melalui tugas berulang, kamu dapat membiarkan pikiranmu mengembara, merenung, melamun dan meresap dengan ide yang bagus. Lebih mudah untuk meloncat melakukan, membuat, dan menyelesaikan masalah dengan tenaga penuh kekuatan tekad sesuai keinginanmu.

1. Pilih Rutinitas Yang Menstabilkan Hidupmu

Keinginan untuk menjadi produktif biasanya terfokus, memang demikian pada pekerjaan kita. Bagaimana pun juga, dengan menggunakan rutinitas bagi kehidupan pribadimu, kamu dapat menyederhanakan dan menstabilkannya. Dengan cara itu, kamu berhadapan dengan sedikit stres dan sedikit kerumitan, tanpa kehilangan interaksi penting, hubungan yang terabaikan, atau penolakan prioritas.

Momen krisis kecil dalam kehidupan pribadi, keluarga, sosial dan rumah seringkali hadir dari melupakan atau menolak tugas. Pikirkan tentang rasa sakit terburu-buru mengerjakan pajak, melupakan ulang tahun atau hari jadi, atau melakukan double booking pada kalender. Rutinitas memastikan bahwa kamu melakukan apa yang perlu dilakukan secara reguler sehingga kamu dapat menghindari momen krisis.

Berikut beberapa contoh rutinitas hidup yang berguna:

  • Rutinitas Pagi dan Malam: jika pagimu semrawut, hiruk-pikuk tergesa-gesa di sekitar rumah, mencoba menemukan baju bersih, sarapan yang layak, dan barang-barang yang kamu perlukan hari itu, mungkin rangkaian rutinitas ini yang kamu perlukan. Bayangkan terbangun tepat waktu untuk bersiap tanpa terburu-buru, pakaian tergantung di kamar mandi, sarapan siap di kulkas, dan tas berisi keperluanmu sudah menunggu di depan pintu. Kamu dapat membuatnya terjadi dengan merencanakan beberapa langkah sederhana untuk dilakukan setiap malam sebelum tidur untuk menyiapkan hari berikutnya (rutinitas malam) dan kemudian meletakkan rutinitas pagi yang sederhana dan cukup waktu pada tempatnya.
  • Rutinitas Akhir Pekan: Memiliki rutinitas akhir pekan dapat membantumu merencanakan dan menangani semua project dan urusan rumahan, belanja, waktu keluarga dan pribadi yang kamu perlukan dalam dua hari yang singkat. Dengan mengatur rutinitas akhir pekan, kamu dapat merencanakan dan memprioritaskan bagaimana kamu akan menghabiskan waktumu, memastikan tugas yang diperlukan selesai tanpa merasa kamu tidak memiliki waktu untuk bermain atau beristirahat.
  • Rapat Keluarga: Sebuah rapat keluarga mingguan dapat membantumu sinkronisasi kalender, merencanakan keputusan finansial, menentukan tanggung jawab bersama, dan tetap terhubung dengan anggota keluarga yang sibuk. Bisa jadi itu hanya kamu dan pasanganmu, membahas anggaran dan kalender, atau kamu dapat melibatkan anak-anak dalam rutinitas sehingga kamu semua dapat memberikan input dan tetap pada jalur satu sama lain.

2. Pilih Rutinitas Untuk Meningkatkan Hidupmu

Sekarang waktunya untuk memikirkan tentang bagaimana kamu dapat meningkatkan produktifitas, menurunkan stres, dan menaikkan output dengan beberapa rutinitas yang berorientasi pekerjaan. Bahkan jika kamu berkerja dalam bidang kreatif, atau jika tanggung jawab pekerjaanmu bervariasi luas dari hari satu ke berikutnya, tetap ada cara untuk mengatur kerja dengan rutinitas.

Berikut beberapa contoh rutinitas kerja yang efektif:

  • Ritual Memulai: Memulai pada pekerjaan seringkali merupakan bagian tersulit. Menghabiskan satu jam di media sosial, mengobrol santai dengan rekan kerja, atau tersesat dalam aliran email tanpa henti bukanlah cara produktif untuk memulai ritual. Jika kamu berurusan dengan project besar, tugas kreatif, atau sesuatu yang benar-benar lebih rumit daripada mengikat sepatu, kamu perlu memiliki cara cepat dan dapat diandalkan untuk memulai dan menjalankan hari. Desain sebuah rutinitas memulai, kemudian ikuti itu secara konsisten, untuk melatih otak untuk memulai tanpa ragu-ragu dan menunda yang mungkin sekarang sedang kamu coba tangani.
  • Rutinitas Prioritas Mingguan: Mengatur prioritas secara reguler, dengan input dari orang yang terlibat, membantu mengalokasikan waktumu dengan bijaksana untuk output yang paling efektif. Mungkin kamu berusaha menangani banyak project, mengelola sebuah tim dengan tanggung jawab bervariasi, atau harus menangani klien, akun, atau banyaknya tanggung jawab yang menolak penyusunan rencana yang rapi, dapat diulang dan terikat waktu. Atur sebuah rutinitas reguler (mingguan biasanya bagus) untuk mendapatkan pandangan dari atas ke bawah, menentukan tugas mana yang paling pantas mendapatkan perhatian, membagi waktu untuk apa yang ingin kamu capai, dan memberi dan menerima input sesuai kebutuhan.
  • Rutinitas Komunikasi: Melakukan pekerjaan kolaborasi, berbagi tanggung jawab dan project dengan tim, atau berurusan dengan klien membuat kebutuhan untuk komunikasi yang dapat diandalkan. Namun email atau game atau ponsel dapat menghabiskan banyak waktu kerja yang berharga. Dengan membuat komunikasi rutin, kamu menjadi dapat ditebak oleh rekan-rekan yang perlu mendengar darimu, yang membuat itu lebih mudah untuk mereka agar tetap terhubung juga. Tentukan waktu tertentu, harian, untuk menjawab email tidak mendesak, menelpon balik, atau mengupdate dengan rekan kerja dan klien. Sebuah rutinitas komunikasi dapat menjagamu dari melupakan komunikasi secara reguler dan juga menjagamu dari gangguan oleh aliran pertanyaan dan klarifikasi tiada henti.
  • Rutinitas Tindak Lanjut: Membangun hubungan yang kuat, apakah dengan rekan sejawat, anggota tim,  atau klien, adalah kunci untuk melakukan kerja yang baik sekarang dan menciptakan peluang yang bagus di masa mendatang. Ada beberapa batasan juga, antara membangun jaringan online secara proaktif dan menghabiskan berjam-jam di media sosial. Sebuah rutinitas tindak lanjut dapat membantu mengatur aktifitas networking, apakah via media sosial, email, telefon, atau rapat.

Untuk menentukan rutinitas kerja mana yang harus duluan kamu tetapkan, tanyakan diri sendiri tugas atau goal mana yang paling banyak memerlukan usaha untuk dicapai. Area ini adalah yang akan paling banyak mendapatkan manfaat dari rutinitas dukungan yang kuat.

3. Desain Sebuah Rutinitas Yang Solid

Untuk contoh-contoh ini, beberapa rutinitas mungkin menonjol bagimu. Seringkali, rutinitas yang paling menarik adalah yang akan menyebabkan area paling semrawut dalam kehidupan dan pekerjaan. Bagaimana pun juga, tidak cukup untuk memiliki ide umum sebuah rutinitas dalam pikiran, atau untuk menyalin rutinitas seseorang. Kamu unik, dan hidupmu adalah milikmu. Untuk membangun sebuah rutinitas yang berkerja untukmu, kamu harus sangat spesifik.

Mulai Dengan Tujuan Akhir

Apa yang akan dicapai oleh rutinitas ini? Tiap rutinitas, untuk menjadi paling efektif, perlu dibangun berdasarkan tujuan yang khusus. Sebagai contoh, tujuan rutinitas pagi/malam mungkin untuk membuatmu keluar dari rumah dalam cara yang terorganisir, tidak terburu-buru dan sehat. Tujuan ritual memulai di tempat kerja mungkin untuk membantumu membuat proses yang signifikan pada project atau tugas utama sebelum tengah hari. Pertama-tama, tentukan tujuan akhir sebelum kamu mulai mendesain rutinitas.

Berkerja Mundur

Berikutnya, mulai dari tujuan akhirmu, dan bekerja mundur untuk menentukan langkah apa yang berada dalam rutinitasmu. Perkirakan seberapa banyak waktu yang diperlukan tiap tahapan. Lakukan sesederhana mungkin, namun jangan memaksa diri untuk terburu-buru. Paling baik untuk tidak melebih-lebihkan perkiraan waktu yang kamu kira akan kamu perlukan pada titik ini. Kamu dapat selalu menguranginya nanti.

Berjalan Melalui Itu

Berikutnya, secara mental jalani rutinitasmu dari awal hingga akhir. Simulasi mental ini akan membantumu melihat langkah-langkah atau sumber yang diperlukan yang mungkin kamu remehkan. Kamu dapat juga mencari cara untuk kesederhanaan. Buang langkah yang mubazir. Kerumitan adalah musuh: rutinitas terbaik mudah untuk diingat dan sesederdaha mungkin. Susun langkah-langkah dalam rutinitasmu dalam cara paling logis, namun jangan khawatir tentang mencapai kesempurnaan. Kamu akan memiliki waktu untuk memodifikasinya setelah kamu mencoba rutinitasmu beberapa kali.

4. Mulai Menggunakan Rutinitas Barumu

Fokus pada membangun tidak lebih dari dua rutinitas pada satu waktu. Lebih dari dua akan membingungkan dan melelahkan, dan usaha itu akan menjadi kontraproduktif. Satu pendekatan adalah memilih satu rutinitas hidup dan satu rutinitas kerja untuk dibangun pada waktu yang sama. Melihat peningkatan efisiensi dalam kehidupan personal dan karir pada waktu yang sama itu bagus, dan membantu meminimalisasi kebingungan atau bertumpuk karena rutinitas berada pada bagian yang berbeda dalam hidupmu.

Perlu waktu untuk membangun rutinitas. Itu mungkin memerlukan lebih dari 21 hari untuk membuatnya melekat. Penelitian menunjukkan bawah waktu yang dibutuhkan untuk membangun kebiasaan yang solid bervariasi, dari 21 hari hingga 250 hari.

Waktu yang kamu butuhkan untuk membuat rutinitas menjadi otomatis akan bervariasi tergantung pada kerumitan rutinitas dan juga faktor lainnya, seperti kepribadianmu, tingkat stres, dan dukungan. Berikan dirimu paling tidak 30 hari untuk membangun rutinitas baru; pada hari ke-30, kamu dapat mengevaluasi apakah kamu telah membangun rutinitas dengan baik untuk membangun yang lainnya, atau apakah kamu perlu tetap fokus pada rutinitas terkini untuk 30 hari lainnya.

5. Tingkatkan Rutinitasmu

Ketika kamu pertama kali menggunakan rutinitas baru, harapkan resistensi...yang kebanyakan berasal dari dirimu sendiri. Apapun yang memerlukan perubahan dan peningkatan disiplin diri akan terasa tidak nyaman, bahkan mungkin menyakitkan, pada awalnya. Jangan salahkan ketidaknyamanan, kurangnya rasa familiar, atau kesulitan sebagai tanda bahwa rutinitasmu jelek atau tidak lengkap. Tentunya semua rutinitas dapat ditingkatkan, namun jika kamu mulai memodifikasi rutinitas terlalu cepat, itu tidak akan pernah menjadi kebiasaan.

Coba untuk berpegang dengan rutinitas baru, sebagai mana adanya, paling tidak selama seminggu sebelum kamu membuat perubahan. Setelah seminggu, pertimbangkan perubahan kecil yang mungkin meningkatkan rutinitasmu: menyusun ulang urutan, meningkatkan metode, mengubah jumlah waktu, menambah atau mengurangi tahapan, atau mengelola ulang ruang untuk sumber daya. Setelah kamu memodifikasi rutinitasmu, berpeganglah pada itu untuk seminggu lagi sebelum kamu mengubahnya lagi.

Setelah kamu merasa percaya diri dengan rutinitas dan siap untuk mulai membangun yang lainnya, coba untuk membiarkan rutinitas itu. Memodifikasi rutinitas yang sudah terbentuk sembari membangun yang baru dapat dengan cepat menumpuk perubahan kecil dan pemisahan stabilitas yang telah kamu dapatkan dari rutinitasmu.

Kekuatan sebuah rutinitas adalah fakta bahwa itu menjadi rutinitas: kamu ingin itu menjadi standar tindakan alamiah kedua, rangkaian langkah-langkah yang tidak perlu kamu pikirkan lagi. Jika kamu secara berkesinambungan menyesuaikan rutinitasmu, kamu membatasi manfaat dari kekuatan rutinitas. Jika kamu merasa sulit untuk tidak mengubah rutinitas, maka jadwalkan itu. Tentukan satu hari tiap bulan, atau satu minggu tiap kwartal, untuk bermain dengan mengubah dan meningkatkan rutinitas. Selebihnya, biarkan rutinitasmu menjadi rutinitas dan melakukan pekerjaan ajaibnya, sehingga kamu tidak perlu.

6. Pelihara Rutinitas Kamu

Beberapa rutinitas akan melayanimu dengan baik untuk waktu yang lama; yang lainnya akan perlu disesuaikan, disusun ulang, atau bahkan dihilangkan karena kehidupan dan pekerjaanmu berganti. Misalnya, jika kamu dipromosikan, dan menukarkan satu rangkaian tugas dengan lainnya, rutinitas lamamu mungkin tidak berguna lagi. Kamu akan perlu melihat tanggung jawab barumu dan memikirkan tentang bagaimana kamu akan mencapainya dalam kebanyakan cara yang efektif dan efisien.

Kapanpun kamu mendekati sebuah perubahan besar dalam hidup atau pekerjaan, ambil sedikit waktu untuk memikirkan tentang bagaimana rutinitasmu akan dipengaruhi. Rutinitas yang tidak harus diubah akan membantumu tetap bertahan dan efektif saat kamu menangani stres pada sesuatu yang baru dan perubahan. Evaluasi rutinitas yang harus berubah untuk mencocokkan dengan situasi barumu, dan ikuti langkah-langkah di atas untuk membangun rutinitas baru untuk menggantikan yang sudah tua dan ketinggalan jaman.

Biarkan Rutinitas Yang Berkerja

Rutinitas itu ajaib karena mereka tenang, biasa, dapat diprediksi, dan bahkan sedikit membosankan. Itu adalah pengulangan yang membosankan yang menjagamu tetap stabil, memudahkanmu untuk melakukan tugas dengan efektif, bahkan di tengah keruwetan, beban kerja yang gila, lingkungan yang tidak terprediksi, klien yang menuntut, atau pembuat stres situasional lainnya.

Rutinitas dalam hidup dan kerjamu membolehkanmu untuk mengikuti jalur yang telah ditempatkan dengan baik langsung pada tujuan akhir yang telah kamu pilih untuk dirimu sendiri. Mereka membebaskan kekuatan kreatif dan disiplin dirimu untuk dihabiskan pada pencarian yang lebih tinggi dan kreatif, sembari menjaga hal-hal harian dalam hidup dalam urutan kerja yang dapat diandalkan.

Advertisement
Did you find this post useful?
Want a weekly email summary?
Subscribe below and we’ll send you a weekly email summary of all new Business tutorials. Never miss out on learning about the next big thing.
Advertisement
Start your 7-day free trial*
Start free trial
*All Individual plans include a 7-day free trial for new customers; then chosen plan price applies. Cancel any time.