Advertisement
  1. Business
  2. Franchise

Cara Menilai Peluang Franchise

by
Read Time:10 minsLanguages:
This post is part of a series called Buying and Running a Successful Franchise.
How to Find Good Franchise Opportunities
How to Decode a Franchise Disclosure Document and Franchise Agreement

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Muhammad Naufal (you can also view the original English article)

Jika anda telah mengikuti seri kami dalam membeli dan menjalankan franchise yang sukses, anda akan mengetahui bahwa kami telah banyak menitik beratkan dalam research sebelum anda membeli suatu franchise.

Tetapi research tersebut sebetulnya meliputi apa saja? Itulah yang akan kita bahas dalam tutorial ini.

Dua tutorial pertama adalah tentang memahami bagaimana franchise bekerja, dan menghasilkan daftar pendek peluang yang menjanjikan. Dalam artikel ini, kami akan membawa anda selangkah demi selangkah melalui proses research dan mengevaluasi setiap peluang dalam daftar tersebut. Kami akan menunjukkan cara menilai business plan tersebut, pertanyaan apa yang perlu anda tanyakan, research ekstra apa yang harus dilakukan, dan kami akan mencantumkan beberapa kesalahan umum yang harus dihindari.

Sebelum membuat keputusan akhir, anda juga perlu membaca dan memahami Franchise Disclosure Document (FDD) dan franchise agreement. Dokumen-dokumen ini sangat penting sehingga kita akan membahasnya dalam tutorial terpisah. Untuk saat ini, kami membahas research lainnya yang dapat anda lakukan selain membaca dokumen-dokumen tersebut.

Langkah 1: Cara Mengevaluasi Business Plan

Langkah pertama adalah memahami business plan (rencana bisnis) yang anda belanjakan. Anda harus dapat mengumpulkan banyak informasi penting tersebut dari situs web franchisor atau dari material lain yang menyediakannya.

Pada tingkat yang sangat mendasar, bagaimana bisnis tersebut menghasilkan uang? Jika itu adalah operasi ritel sederhana seperti toserba atau restoran cepat saji, itu pasti sangat jelas, namun franchise dapat mencakup beragam jenis bisnis. Jika anda memasuki jenis bisnis yang kurang akrab, pastikan anda memahami model dasar untuk menghasilkan keuntungan.

Selain itu, anda perlu melihat apa yang membuat bisnis itu unik. Bayangkan diri anda menjalankan franchise tersebut, dan tanyakan pada diri anda bagaimana anda akan menjualnya kepada customer. Jika itu adalah burger joint misalnya, apa yang membuatnya berbeda dari merek terkenal seperti McDonald's dan Burger King? Apakah lebih murah? Apakah kualitasnya lebih baik? Service yang lebih baik? Dan mengapa customer memilih bisnis anda ketimbang yang lain?

Cari tau demand (permintaan) terhadap produk tersebut atau service (layanan) yang akan anda jual, dan seberapa baik demand tersebut saat ini di wilayah anda. Mengambil contoh makanan cepat saji, anda bisa menghitung semua restoran makanan cepat saji yang ada di area yang anda rencanakan untuk membuka franchise, memetakannya, dan lihat seperti apa cakupannya. Adakah ada daerah yang kurang dilayani? Jika sudah ada puluhan pesaing, tanyakan pada diri anda apakah ada ruang untuk bisnis anda berkembang. Kunjungi restoran yang ada dan lihat bagaimana sibuknya mereka. Bahkan mungkin melakukan poling dan survei customer, bertanya kepada orang-orang apakah mereka akan mengunjungi restoran anda.

Bagaimanapun, keberhasilan sebuah bisnis sebagian besar didorong oleh hukum tradisional yaitu supply (penawara) dan demand (permintaan). Jika ada permintaan besar akan produk atau service anda, dan sedikit persediaannya, bisnis anda seharusnya akan berkembang. Jika keseimbangan tersebut dimiringkan ke ujung skala yang lain, mungkin anda perlu berjuang.

Cari tau berapa banyak uang yang harus anda investasikan, apakah pemilik franchise (franchisor) akan membantu pembiayaan tambahan, berapa banyak yang harus anda belanjakan untuk membeli atau menyewa tempat dan peralatan-peralatan, dan jenis dukungan apa yang akan anda dapatkan dalam periklanan dan pemasaran. Anda perlu memperkirakan seberapa cepat anda bisa balik modal, dan mengukur prospek bisnis jangka panjang.

Langkah 2: Pertanyaan Kunci yang Perlu Anda Tanyakan

Selain membaca, tentu saja anda perlu mengajukan banyak pertanyaan. Secara khusus perhatikan sumber angka-angka atau perkiraan keuntungan yang diberikan kepada anda, dan jangan takut untuk bertanya kepada pemilik franchisor untuk mendapatkan rincian lebih lanjut. Berikut adalah beberapa pertanyaan kunci untuk diajukan:

1. Sudah Berapa Lama Anda Melakukan Bisnis?

Rekam jejak yang panjang bukanlah jaminan kesuksesan, tapi setidaknya memberi sedikit kenyamanan. Jika franchisor telah beroperasi selama beberapa dekade, kemungkinan model bisnisnya telah disempurnakan dan diperbaiki dari waktu ke waktu. Jika bisnisnya cukup baru, belum tentu itu bermasalah, tapi anda harus lebih memperhatikan latar belakang eksekutif utamanya, dan sedikit hati-hati dengan estimasi atau janji apa pun.

2. Dapatkah Anda Memberikan Estimasi Penghasilan, dan Apa Dasarnya?

Seringkali, para franchisor akan memberikan estimasi berapa banyak yang dapat anda peroleh. Komisi Perdagangan Federal memperingatkan bahwa angka-angka tersebut terkadang bisa menyesatkan. Jadi mintalah mereka untuk membuktikan estimasi atas penghasilan apa pun, jika mereka mengklaim pendapatan rata-rata adalah $100.000 dalam setahun misalnya, apakah angka sebesar itu diperoleh oleh beberapa unit franchise yang sangat besar, atau apakah itu benar-benar apa yang akan anda dapat untuk penghasilan anda? Bagaimana penghasilan bervariasi menurut lokasi? Jika angka pendapatan disediakan, mintalah keuntungan sebagai gantinya, anda perlu mengetahui final income-nya (pendapatan final).

3. Pelatihan Apa yang Diberikan?

Salah satu daya tarik franchising adalah dukungan yang ditawarkan oleh franchisor kepada para franchisee baru. Tapi jumlah pelatihannya bisa sangat bervariasi, jadi anda perlu memahami secara tepat apa yang disediakan. Berapa lama waktunya, dan bentuknya seperti apa? Apakah ada biaya tambahan, atau apakah itu termasuk dalam biaya franchise tersebut?

4. Apa Ada Kontrol atau Pembatasannya?

Seperti yang telah kita bahas dalam tutorial franchise pertama pada seri ini, franchise sering menempatkan batasan signifikan pada apa yang dapat anda lakukan, untuk menerapkan keseragaman di seluruh brand tersebut. Pastikan anda memahami batasan-batasan ini. Apakah anda dipaksa untuk membeli produk tertentu, atau benar-benar harus sesuai dengan standar desain, dan berapa biayanya? Apakah anda dibatasi untuk menawarkan service tertentu, atau beroperasi di wilayah tertentu?

5. Bagaimana Cara Kerja Pemasaran?

Daya tarik lain dari banyak franchise adalah kemampuan untuk memanfaatkan brand yang lebih besar dengan pengenalan nama dan kekuatan marketing. Tapi periksa setiap detail-nya bagaimana marketing akan bekerja. Terkadang anda harus membayar dana pemasaran, namun publisitasnya mungkin tidak menguntungkan bisnis anda secara langsung. Jadi tanyakan apa yang disediakan, berapa biayanya, dan apakah itu wajib untuk terus dibayarkan jika anda tidak melihat hasilnya.

6. Bagaimana Anda Menyelesaikan Perselisihan?

Anda mungkin tidak ingin memulai hubungan bisnis dengan mengajukan pertanyaan seperti ini, tapi penting untuk memahaminya. Perselisihan antara franchisor dan para franchisee dapat terjadi karena sejumlah alasan, dan anda perlu tahu proses untuk menyelesaikannya. Juga cari tahu apakah ada tuntutan hukum yang tertunda terhadap franchisor bersangkutan.

Selain mengajukan pertanyaan ini secara langsung, anda juga bisa meneliti franchise tersebut secara online, misalnya dengan menegceknya dengan Better Business Bureau untuk mengetahui apakah ada keluhan terhadapnya, atau dengan memeriksa artikel dan diskusi forum di situs seperti UnhappyFranchisee.com atau BlueMaumau.org untuk mengetahui tentang pengalaman-pengalaman negatif franchisee.

Langkah 3: Research Lebih yang Perlu Anda Lakukan

Setelah anda melakukan research dan mengajukan banyak pertanyaan kepada franchisor, saatnya mewawancarai franchisee lainnya. Franchisor dapat memberi anda beberapa referensi, tapi seperti referensi atau testimonial kebanyakan, kemungkinan besar semua itu sudah dipilih karena mereka akan mengatakan sesuatu yang positif. Jadi dengan segala cara hubungi franchisee yang telah disarankan, dan juga temui sendiri beberapa franchisee selain yang disarankan.

Tempat yang baik untuk memulai adalah dengan asosiasi franchisee. Terkadang ini disponsori oleh franchisor, namun seringkali mereka adalah organisasi independen, yang didirikan oleh para franchisee untuk memberi mereka cara berkomunikasi satu sama lain dan mendukung kepentingan franchisee. Contoh asosiasi franchisee adalah Domino's Franchisee Association dan National Jack in the Box Franchisee Association.

Menghubungi organisasi ini adalah cara yang baik untuk mendapatkan informasi mengenai keadaan hubungan antara franchisor dan franchisee, dan untuk mengetahui lebih lanjut tentang apa yang dapat anda harapkan. Mungkin anda juga bisa melakukan kontak dengan para franchisee secara individual, sehingga anda bisa mewawancarai mereka tentang pengalaman mereka.

Cek juga Franchise Disclosure Document, yang akan kita lihat secara lebih rinci pada tutorial berikutnya. Di dalamnya ada bagian di mana ada daftra franchisee aktif dan mantan franchisee, sehingga anda dapat melacak orang-orang dengan cara ini.

Dan jika anda berpikir untuk membeli outlet yang sudah ada, yang dibeli kembali oleh franchisor, FTC mengungkapkan bahwa franchisor bersangkutan harus memberi tahu anda siapa yang memiliki dan mengoperasikannya selama lima tahun terakhir.

Pertanyaan FTC yang direkomendasikan untuk ditanyakan kepada franchisee sebelumnya meliputi:

  • Berapa lama mereka mengoperasikan franchise tersebut?
  • Di mana franchise bersangkutan berada?
  • Apakah mereka mampu membuka outlet dalam waktu yang wajar?
  • Total investasi mereka, termasuk biaya tersembunyi atau tak terduga?
  • Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menutupi biaya operasional dan mendapatkan income yang masuk akal?
  • Apakah mereka puas dengan biaya, pengiriman, dan kualitas barang atau jasa yang mereka jual?
  • Apakah pelatihan dari franchisor sudah memadai?
  • Apakah mereka puas terhadap program periklanan franchisor?
  • Apakah franchisor memenuhi kewajiban kontraktualnya?
  • Apakah franchisee akan merekomendasikan investasinya?

Ingatlah bahwa beberapa franchisee mungkin mewaspadai memberikan terlalu banyak rincian bisnis mereka, terutama jika anda bersikap dingin ketika bercakap dengan mereka. Pikirkan bagaimana perasaan anda dalam posisi mereka, dan pikirkan cara agar semua ini berjalan dengan mudah dan mereka mau membantu anda. Jika anda bertanya tentang keuangan misalnya, mungkin lebih baik bertanya secara umum berapa banyak ekpektasi yang bisa dihasilkan sebagai franchisee baru, bukan secara spesifik bertanya berapa banyak yang telah mereka hasilkan.

Langkah 4: Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Membeli suatu franchise bisa menjadi keputusan yang bagus, tapi ada beberapa jebakan. Berikut adalah beberapa kesalahan umum yang harus dihindari:

Terburu-buru

Research yang telah kami lakukan dalam tutorial ini akan memakan banyak waktu. Tidak selalu mudah untuk menemukan semua informasi yang anda butuhkan, dan menemukan franchisee dan membuat mereka berbicara dengan anda, hal itu membutuhkan kesabaran dan tekad. Dan bahkan kita belum membahas Franchise Disclosure Document dan franchise agreement.

Tapi jika anda terburu-buru dalam semua due diligence ini dan mengambil jalan pintas dengan research tersebut, anda mungkin mendapati diri anda masuk ke dalam masalah. Jika anda menemukan orang lain menekan anda untuk bergegas sebelum kesempatan besar berlalu, tunda dulu dan bersikeras bahwa anda memerlukan waktu untuk melakukan research anda sendiri.

Mengandalkan Pendapat Orang Lain

Dengan investasi yang cukup banyak, sangat berbahaya untuk bergantung sepenuhnya pada pendapat orang lain. Dengan segala cara dapatkan rekomendasi dari orang yang anda percaya, tapi pada intinya itu semua adalah uang anda, hidup anda, dan tanggung jawab anda untuk mengambil keputusan tersebut dengan benar. Mintalah alasan di balik rekomendasi yang diberikan kepada anda, mintalah data dan fakta untuk membuktikannya, dan lakukan research anda sendiri untuk memverifikasinya. Jika anda disarankan oleh seorang ahli, jadikan sejelas-jelasnya tentang motivasi orang itu, dan apakah itu sesuai dengan minat anda sendiri.

Membeli Franchise yang Baik, Tapi Itu Tidak Tepat untuk Anda

Dalam research yang anda lakukan dalam tutorial ini tidak hanya ditujukan untuk membantu anda menghindari bisnis franchise yang buruk. Tapi juga bertujuan membantu anda menemukan franchise yang tepat untuk anda secara pribadi. Anda mungkin menemukan sebuah franchise yang merupakan kesempatan bagus bagi seseorang, tapi bukan untuk anda. Penting untuk kembali megevaluasi diri dengan apa yang anda lakukan di tutorial sebelumnya, dan bandingkan tujuan dan kebutuhan anda sendiri terhadap apa yang ditawarkan oleh franchise tersebut. Sebuah franchise yang menawarkan ganjaran finansial yang besar namun membutuhkan komitmen waktu yang besar misalnya, akan menjadi impian bagi beberapa orang, dan merupakan mimpi buruk bagi sebagian orang yang lain.

Mencari Peluang "Hot" Terbaru

Kedengarannya menarik, bukankah begitu? Tapi ingat bahwa salah satu manfaat utama menjalankan franchise adalah mendapatkan akses ke model bisnis yang telah terbukti menghasilkan keuntungan di saat-saat indah dan buruk. Peluang baru yang sedang hot berarti itu belum teruji, dan ini menambah risiko yang anda hadapi. Jika anda benar-benar ingin melakukan sesuatu yang baru dan menarik, mengapa tidak memulai startup anda sendiri?

Kesimpulan dan Langkah Selanjutnya

Membeli franchise adalah keputusan besar dalam hidup. Seringkali anda menginvestasikan sejumlah besar uang di muka, dan juga mengikat diri anda untuk menjalankan bisnis selama jangka waktu sampai sepuluh tahun, dengan semua komitmen ekstra untuk waktu, uang dan energi yang demikian itu memerlukan keputusan.

Ini adalah keputusan yang bekerja dengan baik bagi banyak orang, memberi mereka kebebasan finansial dan kebebasan yang lebih besar. Tapi itu juga bisa menjadi cara untuk kehilangan banyak uang jika terburu-buru membeli franchise yang ternyata tidak tepat untuk anda.

Jika anda mengikuti langkah-langkah yang diuraikan dalam tutorial ini, anda akan memberi diri anda kesempatan sukses yang jauh lebih baik. Anda akan memahami business plan sepenuhnya, anda akan bisa mengajukan pertanyaan yang tepat, dan anda akan tahu apa yang diharapkan dari berbicara dengan franchisee yang ada. Anda akan siap untuk menghindari beberapa kesalahan franchisee yang umum, dan membeli franchise yang tepat untuk anda.

Tapi pekerjaan anda belum selesai. Anda masih perlu membaca dan memahami semua tentang official franchise documents, terutama Franchise Disclosure Document (FDD) dan Franchise Disclosure Document. Kami akan membahasnya di tutorial berikutnya pada seri kami dalam membeli dan menjalankan franchise yang sukses.

Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.