Advertisement
  1. Business
  2. Interviews

Cara Mendapatkan Pekerjakan: Saran dari Direktur Kreatif

by
Read Time:10 minsLanguages:
This post is part of a series called Freelance Photography.
When and How to Volunteer Your Time as a Photographer or Videographer
How to Cold Pitch Work and Get the Creative Photography Jobs You Want

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Ratnawati (you can also view the original English article)

Inilah kenyataan pahit: pasar kerja bersifat kompetitif. Untuk posisi menarik yang Anda ajukan, Anda akan menghadapi puluhan kandidat berkualitas lainnya.

Yang membuatnya lebih buruk adalah bahkan jika Anda memiliki bakat paling banyak, belum tentu Anda yang akan mendapatkan pekerjaan tersebut. Penelitian menunjukkan bahwa separuh dari semua pewawancara menilai seorang kandidat dalam lima menit pertama. Keputusan diambil berdasarkan banyak faktor, mulai bagaimana Anda berjabat tangan hingga bagaimana Anda menyajikan portofolio Anda.

Jadi, dalam tutorial ini, Anda akan mendengar apa yang direktur kreatif dan para perekrut cari saat mereka masuk ke ruang wawancara dan duduk di seberang Anda. Anda akan menemukan cara terbaik untuk mempersiapkan diri, apa yang harus Anda lakukan, dan kesalahan utama apa yang harus Anda hindari.

Bagaimanapun, Anda memiliki keahlian. Anda telah bekerja keras, dan Anda tahu Anda bisa melakukan pekerjaan dengan baik jika diberi kesempatan. Jadi, maksimalkan kesempatan Anda untuk bernegosiasi hingga akhir, taklukkan hambatan wawancara pekerjaan dengan mengikuti strategi ini.

1. Miliki Opini

Sebagai seorang direktur kreatif senior di Starwood Hotels & Resorts, Stephen Gates telah mewawancarai ratusan kandidat, dan satu hal yang dia harapkan adalah agar mereka "hadir dengan sesuatu untuk dikatakan, tentang wawasan apa saja yang ingin Anda bagikan dan gagasan tentang bagaimana Anda akan membuat pekerjaan kita lebih baik".

Memiliki suatu opini menunjukkan bahwa Anda telah benar-benar melakukan penelitian dan mengetahui perusahaan dan pekerjaannya, tulisnya di situs webnya. Ini juga membantu dia melihat bagaimana Anda memikirkan desain dan citra sebuah merek, dan bagaimana Anda mengkomunikasikan gagasan Anda.

Jadi langkah pertama adalah dengan membenamkan diri Anda pada pekerjaan di perusahaan dimana Anda sedang melakukan wawancara. Jangan hanya melihat-lihat situs webnya, tapi benar-benar menggali lebih dalam untuk melihat sebanyak mungkin proyek mereka, sehingga Anda bisa mulai merumuskan opini yang jujur ​​dan bermanfaat.

Maka Anda perlu menemukan cara untuk mengkomunikasikan gagasan Anda dengan sangat efektif. Anda tidak ingin datang sebagai seorang yang sombong dengan mengganggu pekerjaan mereka, namun sebaliknya Anda tidak ingin memberikan pujian yang hambar. Berilah kritik yang membangun: benar-benar terlibat dengan apa yang telah mereka hasilkan dan akui kekuatannya, sambil menyarankan tentang beberapa area yang dapat diperbaiki atau diperluas.

2. Dapatkan Hak Portofolio Anda

"Saya menjalankan sebuah perusahaan," tulis Simon Manchipp. "Itu sulit. Kompleks. Sangat memakan waktu. Saya miskin waktu. Jadi portofolio Anda memiliki satu tujuan: Buat saya terkesan. "

Jadi bagaimana Anda melakukannya?

Manchipp, salah satu pendiri praktik desain yang berbasis di London SomeOne, mengatakan bahwa dia mencari "gagasan cemerlang dan brilian. Dan jangan khawatir, ini tidak harus benar-benar diterima oleh klien (meski selalu mendapat pujian lebih). Tunjukkan keahlian Anda. Sesuatu yang terbaik yang ada pada diri Anda.

Dan Mall, pendiri studio desain SuperFriendly di Philadelphia, memiliki filosofi serupa. Dia ingin melihat lebih dari sekedar "semua hasil gemilang yang dimiliki setiap orang di portofolio mereka." Dia ingin melihat "semua versi awalnya sebelum sampai ke versi final, itulah yang sesungguhnya."

"Mengetahui apa yang Anda pikirkan adalah apa yang meyakinkan saya untuk mempekerjakan Anda," katanya kepada saya melalui email. "Tunjukkan pada saya semua prototipe. Tunjukkanlah saya foto-foto sketsa yang pernah Anda buat. Tunjukkan kepada saya versi yang dibenci klien, dan tunjukkan bagaimana Anda memperbaikinya. Tunjukkan semua versi yang tidak pernah sesuai dengan persyaratan. Tunjukkan kepada saya tentang apa yang dapat Anda pikirkan untuk menyelesaikan semua jenis masalah, dan mungkin Anda akan mendapatkan tawaran pekerjaan".

Ketika Lee Newham menjadi seorang direktur desain di Davies Hall, dia senang melihat kandidat tidak hanya menghasilkan karya akhir mereka, tapi juga maket dan sketsa mereka. "Kami tertarik pada bagaimana Anda sampai pada solusi akhir sebagai solusi itu sendiri," katanya dalam sebuah artikel untuk desainer grafis David Airey. "Anda bisa menunjukkan konsep lain."

Jangan terlalu banyak membicarakan pekerjaan Anda pada awalnya. Jika Anda berbicara sepanjang waktu, pewawancara akan cenderung melihat Anda, bukan pada portofolio Anda. Newham menyarankan untuk memberikan "satu kalimat pendek untuk melibatkan pewawancara dengan Anda." Kemudian bergeraklah langsung pada pekerjaan.

Jika Anda menunjukkan hasil pekerjaan sebuah logo, pastikan logo tersebut menciptakan apa yang disebut Manchipp sebagai "brand world". Dengan kata lain, "pastikan logo tersebut digunakan pada sesuatu, secara inventif, progresif, dan menarik." Dia ingin melihat lebih dari sekedar vektor Illustrator yang tersimpan pada file Photoshop LiveImage. Tunjukkan bagaimana hasil pekerjaannya jadi lebih bermanfaat. "

Sebagai klarifikasi, Anda harus selalu membawa CV dan portofolio Anda ke wawancara, bahkan jika Anda telah mengirimka sebelumnya. Pewawancara mungkin tidak memiliki portofolio Anda, mungkin telah melupakannya, atau mungkin membuat Anda bingung dengan sepuluh orang lainnya yang dia wawancarai hari itu. Gates mengatakannya dengan sangat sederhana: "Bawa resume dan portofolio Anda atau pulanglah."

3. Bicaralah Tentang Alasannya

Setelah Anda menunjukkan beberapa pekerjaan Anda, bersiaplah untuk membicarakan mengapa dan bagaimana Anda menciptakannya.

"Bukan hanya apa yang Anda lakukan tapi strategi di baliknya juga, bagaimana Anda menyampaikan pesan dibalik sebuah produk," kata Nate Morley dari Skullcandy dalam sebuah artikel di Majalah Inc. "Banyak dari mereka mengatakan bahwa strategi di balik sebuah karya merupakan energi yang berasal dari seseorang. Ketika mereka mulai membicarakan sebuah gagasan, ketika seseorang benar-benar mendapatkan inspirasi tersebut, hampir seperti mereka tidak dapat menahan diri untuk dibanjiri dengan gagasan.

"Manchipp menyarankan untuk memikirkan setiap proyek dengan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

  • apa tantangannya?
  • bagaimana Anda mendekatinya?
  • apa hasilnya?
  • mengapa hal itu berhasil
  • mengapa hal itu berhasil

Ini adalah kerangka sederhana, namun bisa membantu Anda untuk menggambarkan apa yang dia sebut sebagai  "karya kreatif di balik karya kreatif".

Gates juga memberikan bonus tinggi bagi yang menemukan kandidat yang bisa mengungkapan sebuah alasan:

"Sangat sulit menemukan seseorang yang bisa menciptakan desain visual yang hebat, tapi sangat sulit menemukan seseorang yang bisa memikirkan, berpengalaman dan orisinalis dalam pemikiran di balik desain itu. Jadi, bahkan jika Anda memiliki portofolio terbaik di dunia namun Anda tidak dapat menjelaskan mengapa Anda melakukan apa yang Anda lakukan, maka ada kemungkinan 98% saya akan meloloskan Anda sebagai anggota tim saya. "

4. Lihatlah ke Matanya

Ingat statistik tentang pewawancara yang menilai para kandidat pada lima menit pertama? Ini berasal dari Poll Harris 2014 atas nama CareerBuilder. Telah ditemukan bahwa pada menit ke 15, persentase tersebut meningkat menjadi 90%. Jadi bisa dipastikan bahwa kesan pertama juga mempengaruhi keputusan.

Sebenarnya, penelitian lain menunjukkan bahwa jendela kesempatan mungkin lebih singkat lagi. Menurut sebuah laporan di The Guardian, mahasiswa psikologi Tricia Prickett menunjukkan video wawancara kerja kepada pengamat, terungkap bahwa mereka dapat memprediksi apakah seseorang yang diwawancarai akan ditawari pekerjaan tersebut atau tidak hanya dengan menonton rekaman tersebut dalam 15 detik pertama.

Dalam 15 detik Anda hampir tidak punya waktu untuk mengatakan lebih dari sekedar "Halo", jadi jelaslah bahwa isyarat non-verbal itu sangatlah penting. Survei CareerBuilder yang sama menemukan bah manajer yang mewawancara mengeluhkan kesalahan-kesalah yang dilakukan oleh kandidat berikut ini:

  1. Gagal melakukan kontak mata: 65%
  2. Gagal tersenyum: 36%
  3. Bermain dengan sesuatu di atas meja: 33%
  4. Memiliki postur tubuh yang buruk: 30%
  5. Terlalu gelisah di tempat duduk mereka: 29%
  6. Menyilangkan lengan di dada: 26%
  7. Bermain dengan rambut atau menyentuh wajah mereka: 25%
  8. Memiliki jabat tangan yang lemah: 22%
  9. Menggunakan terlalu banyak isyarat tangan: 11%
  10. Memiliki jabat tangan yang terlalu kuat: 7%

Beberapa dari hal diatas adalah perilaku alami Anda, dan sebagian di antaranya adalah bagaimana Anda bereaksi terhadap stres. Sebagai contoh, ketika saya berada di bawah tekanan, saya cenderung meraih tangan kanan saya dan menggosok pelipis saya. Saat kebiasaan menghilang, ini bukanlah yang terburuk yang dapat Anda bayangkan, tapi kontraksi saat gugup seperti apapun bisa menjadi sangat menjengkelkan setelah beberapa saat.

Kenyataan bahwa kebiasaan seperti ini begitu mendarah daging dan secara tidak sadar membuat mereka sangat sulit untuk dikendalikan. Jika Anda mampu membayar, Anda bisa menyewa pelatih bahasa tubuh, tapi cara untuk memperbaiki bahsa tubuh Anda yang cepat dan murah adalah dengan meminta teman Anda untuk merekam Anda, sebaiknya saat Anda melakukan sesuatu yang memalukan atau yang membuat stres seperti memberi pidato di depan umum, dan kemudian analisislah penampilan Anda. Satu-satunya cara untuk keluar dari kebiasaan buruk adalah dengan memperbaikinya melalui latihan dan pengulangan konstan. Bila Anda merasa gejala gugup mulai nampak, maka berhentilah. Jika Anda kesulitan untuk melakukan kontak mata, paksakan diri Anda untuk melakukannya.

Ini bisa menjadi topik yang besar, tapi jika Anda berhasil melalui semua daftar dari survei CareerBuilder dan menghilangkannya dari teknik wawancara Anda, Anda akan lebih unggul dari banyak kandidat lainnya.

5. Tunjukkan bahwa Anda Menginginkannya

Yang terakhir ini mungkin tampak jelas, tapi itu akan terus muncul berkali-kali ketika direktur kreatif dan perekrut berbicara tentang apa yang mereka cari di kandidat.

"Para pekerja lepas biasanya terlalu santai," Louise Coaker-Nugent, Direktur The Fix Creative, mengatakan kepada saya melalui email. "Sepertinya mereka sama sekali tidak menginginkan pekerjaan itu. Kami sudah banyak menemukan yang seperti ini baru-baru ini."

"Bersemangatlah,"saran Manchipp. "Jika Anda tidak menginginkannya lebih dari orang berikutnya, orang berikutnya mungkin akan mendapatkannya."

Jadi bagaimana Anda bisa mengkomunikasikan itu?

Nah, pertama, perhatikan bahwa judul bagian ini bukanlah: "Say You Want It". Saya menggunakan kata "show" karena suatu alasan.

Lagi pula, hampir semua kandidat akan mengatakan bahwa mereka menginginkan pekerjaan itu. Bagian itu mudah. Kebanyakan dari mereka bahkan akan membuat alasan meyakinkan untuk menginginkan pekerjaan itu (selain membutuhkan uang).

Tapi menunjukkan bahwa Anda menginginkan pekerjaan itu jauh lebih sulit. Sebagian darinya dengan mengikuti empat langkah lainnya yang telah kami garisbawahi sejauh ini. Jika Anda bisa membuat kesan visual yang kuat, tunjukkan portofolio yang dipersiapkan dengan baik, dan komunikasikan dengan lancar tentang pekerjaan dan perusahaan Anda sendiri, maka Anda sudah jauh menunjukkan Anda menginginkan pekerjaan itu.

Ini juga tentang melakukan hal mendasar dengan benar. Saya bertanya kepada Nick Finney, Direktur Studio NB, atas saran wawancara pekerjaannya, dan dia menulis:

"Jangan terlambat. Tidak ada yang mengatakan 'Saya tidak peduli' seperti datang terlambat dalam sebuah wawancara-bahkan jika Anda benar-benar peduli. Transportasi akan mengecewakan Anda, dan peta akan salah mengarahkan Anda. Menunjukkan stres dan berkeringat tidak akan memberi Anda kesempatan untuk menyajikan versi terbaik dari Anda. Jadi, rencanakan seawal mungkin, sampai di sana awal dan rileks kan diri Anda; Dan sembari Anda menunggu seraplah atmosfer baik, dapatkan kesan bagaimana rasanya bekerja di sana. "

Juga pastikan untuk mengajukan pertanyaan. Tunjukkan ketertarikan pada segala hal tentang perusahaan, dan juga pewawancara. Perusahaan secara rutin meneliti kandidat di media sosial, sehingga Anda bisa mengubah tabel dan meneliti pewawancara Anda. Cari tahu sesuatu tentang kehidupan dan karirnya, dan ajukan pertanyaan yang membangun hubungan pribadi, sambil menunjukkan bahwa Anda telah bekerja secara ekstra.

Juga siapkan beberapa pertanyaan tambahan jika topik yang ingin Anda tanyakan telah dibahas selama wawancara. Hanya ada satu hal yang lebih buruk daripada tidak mengajukan pertanyaan, yaitu mengajukan pertanyaan yang telah dijawab pewawancara Anda.

Ringkasan

Pekerjaan diluar sana merupakan industri yang keras, tapi orang-orang dipekerjakan setiap hari, dan tidak ada alasan mengapa yang berikutnya bukanlah Anda. Kabar baiknya adalah bahwa dalam banyak komentar direktur kreatif, ada nada kekesalan. Ketika Anda mendengar mereka membicarakan tentang membiasakan tepat waktu dan mengingat untuk selalu membawa portofolio Anda, Anda menyadari bahwa cukup banyak kandidat yang mendiskualifikasi diri mereka sendiri dengan membuat kesalahan mendasar.

Tidak ada yang bisa menjamin kesuksesan, tentu saja. Terkadang Anda hanya menghadapi kandidat yang lebih berkualitas, dan terkadang Anda mungkin saja sedang diwawancarai untuk pekerjaan yang sebenarnya sudah diisi dengan alasan yang tidak ada hubungannya dengan kualifikasi.

Tetapi jika Anda mengikuti langkah-langkah yang diuraikan dalam tutorial ini, Anda pasti akan meningkatkan kesempatan Anda untuk melewati wawancara, dipekerjakan, dan memulai karir yang layak Anda dapatkan. Semoga berhasil, dan jika Anda memiliki lebih banyak tip Anda sendiri, tolong bagikan dengan pembaca lainnya di komentar di bawah ini.

Sumber

Grafik Kredit: Ikon wawancara yang dirancang oleh Björn Andersson dari Proyek Noun.

Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.