Unlimited PowerPoint templates, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Business
  2. Finance

Bagaimana Mengukur Profitabilitas Bisnis

by
Read Time:11 minsLanguages:
This post is part of a series called Key Metrics Every Business Should Track.
Pivotal Liquidity Metrics to Help You Avoid Insolvency

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Kamu adalah apa yang kamu ukur.

Banyak bisnis membuat ber-rim rim statistik, pengukuran, dan indikator kinerja utama, namun jika kamu tidak mengukur hal yang tepat, kamu tidak akan mendapatkan hasil yang tepat.

Tujuan mengukur kinerja bukanlah untuk melihat bagaimana kamu melakukannya di masa lampau, namun untuk menggunakan informasi tersebut untuk melakukan lebih baik di masa mendatang. Sebuah studi terbaru dari Gartner menemukan bahwa kurang dari separuh bisnis memiliki pengukuran yang membantu mereka mengerti bagaimana pekerjaan mereka berkontribusi pada pencapaian tujuan strategik mereka.

Jadi di dalam bagian keempat seri tutorial ini, kita akan melihat pengukuran kritis kebutuhan bisnismu untuk melacak area utama: profitabilitas, likuiditas, efisiensi dan kepuasan pelanggan.

Pertama-tama adalah melihat pengukuran profitabilitas. Sama halnya seperti area lainnya, ada banyak kemungkinan pengukuran yang dapat kamu lacak, namun kita akan fokus pada empat yang terpenting, dan melihat detail tentang bagaimana kamu menghitungnya, hasil apa yang dapat kamu ketahui tentang kesehatan bisnismu, dan paling penting, tindakan apa yang dapat kamu ambil untuk meningkatkan hasilmu di masa mendatang.

Banyak angka yang kita lihat pada tutorial ini akan berasal dari laporan laba rugi perusahaanmu. Jika kamu memerlukan penyegar tentang apa makna atau dimana menemukannya, periksa tutorial terbaru kamera tentang membaca sebuah laporan laba rugi.

1. Margin Laba Kotor

Mengapa Itu Penting

Angka ini adalah pengukuran dasar yang bagus tentang seberapa efisien perusahaanmu dalam membuat dan mendistribusikan produknya. Itu membantumu membidik biaya, dan seberapa banyak itu memakan profit.

Bagaimana Menghitungnya

Formula untuk yang satu ini cukup sederhana:

Margin Laba Kotor =(Pendapatan – Harga Pokok Penjualan) / Pendapatan

Misalnya, katakanlah perusahaanmu menjual 1,000 T-shirt dengan harga masing-masing $10. Pendapatanmu untuk tahun tersebut adalah $10,000. Namun tiap T-shirt menelan biaya $6 untuk pembuatan dan distribusi, sehingga Harga Pokok Penjualan adalah $6,000. Kita memasukkan angkanya dan mendapatkan:

Margin Laba Kotor = (10,000 – 6,000) / 10,000 = 40%

Bagaimana Mengevaluasinya

Di dalam contoh ini, perusahaanmu menyimpan 40% dari masing-masing hasil penjualan sebagai profit, dimana itu cukup sehat. Itu berarti bahwa itu memiliki banyak uang tersisa untuk menutupi biaya lainnya, seperti riset dan pengembangan, pajak, dan biaya administratif umum.

Namun perlu diingat bahwa margin laba kotor beragam berdasarkan industrinya. Bisnis yang berbasis layanan seperti firma hukum dan akuntan biasanya memiliki margin laba kotor yang tinggi (50% keatas), dimana pabrik dan pengecer cenderung berada dalam rentang 20% hingga 30%.

Website ini menunjukkan margin laba kotor rata-rata untuk berbagai industri, dan kamu juga dapat mengecek dengan asosiasi industri dalam bidangmu untuk informasi lebih lanjut. Setelah kamu membuat benchmark, lihat bagaimana kamu membandingkan terhadap itu, dan bagaimana persentasenya berubah seiring waktu.

Bagaimana Meningkatkannya

Jika bisnismu mengalami margin laba kotor yang lebih kecil dari kompetitor, ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan. Yang paling jelas adalah menaikkan hargamu. Sebuah kenaikan yang lebih besar pada tiap penjualan akan berarti margin laba kotor yang lebih besar, walaupun tentu saja kamu perlu berhati-hati untuk tidak menjauhkan pelanggan, sehingga lakukan risetmu untuk melihat seberapa banyak daya tampung pasar. Alternatifnya adalah melihat campuran produkmu, dan habiskan biaya terbesar pemasaran dalam mendorong produk dengan margin yang tinggi.

Atau kamu dapat menargetkan sisi biaya persamaan. Dapatkah kamu beralih ke pemasok yang lebih murah, atau menegosiasikan tarif yang lebih baik dengan pemasok yang ada? Jika kamu telah melakukan bisnis selama waktu tertentu dan berkembang, kamu mungkin dapat menegosiasikan diskon volume, menurunkan biaya dan menaikkan margin. Atau barangkali masalahnya berada di dalam prosesmu sendiri. Periksa setiap detail proses pembuatan dan distribusi untuk melihat apakah ada peluang untuk membuatnya lebih efisien.

2. Laba Atas Investasi Modal

Mengapa Itu Penting

Salah satu hal paling dasar yang dilakukan perusahaan adalah mengambil uang yang telah diinvestasikan (modal), dan mengubahnya menjadi profit. Laba Atas Investasi Modal adalah sebuah pengukuran seberapa efektif perusahaanmu melakukan itu, dan sehingga itu krusial untuk tetap diperhatikan.

Bagaimana Menghitungnya

Menghitung ROIC bisa sangat sederhana atau sangat rumit, tergantung seberapa banyak detail yang ingin kamu gunakan.

Mari kita lihat metode sederhana terlebih dahulu. Formula sederhananya adalah:

ROIC = Penghasilan Bersih / (Hutang Jangka Panjang + Ekuitas)

Ini adalah angka-angka yang dapat kamu temukan dengan mudah di laporan keuanganmu. Penghasilan bersih adalah angka "utama" pada laporan laba rugi, dan total hutang dan ekuitas berada pada lembar neraca.

Google misalnya, mendapatkan penghasilan bersih $12.2 milyar tahun lalu, dan total hutang jangka panjang dan ekuitasnya menjadi $89.5 miliar.

Sehingga ROIC-nya menjadi 13.6% (12.2 dibagi 89.5).

Namun beberapa orang senang membuatnya lebih rumit. Mereka membuat banyak penyesuaian pada penghasilan bersih, kebanyakan untuk mengeluarkan item yang cenderung tidak berulang, dan menghasilkan angka yang disebut NOPAT (net operating profit after tax / keuntungan bersih setelah pajak). Dan mereka menyesuaikan pajak dan ekuitas untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat tentang apa yang sebenarnya diinvestasikan dalam bisnis, sebagai lawan dari hal-hal seperti uang tunai yang berlebih.

Penyesuaian ini dapat membuat perbedaan yang signifikan. Nilai ROIC Google berdasarkan Marketwatch, adalah 14.9%. Morningstar memberi nilai 15.1%.

Apa yang tepat bagi bisnismu tergantung pada seberapa dalam kamu ingin melihat detail. Cukup diingat bahwa idenya adalah melihat seberapa besar profit yang kamu hasilkan dari modal yang telah diinvestasikan, dan bahwa jika kamu membandingkan dengan perusahaan lainnya, mereka mungkin menggunakan metodologi yang sedikit berbeda.

Bagaimana Mengevaluasinya

Sama seperti pengukuran lainnya, hal penting adalah melihat ROIC dibandingkan dengan hasilmu sendiri di tahun-tahun awal, dan juga dibandingkan dengan kompetisimu. Untuk perusahaan terbuka, kamu dapat dengan mudah menemukan rasio di dalam akun perusahaan atau pada website keuangan. Lihat beberapa contoh dalam industrimu untuk mendapatkan ide tentang apa yang perlu dicapai. Sebagai perkiraan aturan praktis, ROIC sebesar 15% atau lebih menandakan profit yang sehat, namun itu bervariasi untuk industri yang berbeda.

Bagaimana Meningkatkannya

Kamu dapat menaikkan ROIC dalam banyak cara. Kamu dapat berfokus pada bagian atas persamaan, yaitu penghasilan bersih. Memotong pengeluaran akan menaikkan penghasilan bersih secara langsung, dan oleh karenanya juga pada ROIC, namun hati-hati untuk tidak melakukannya terlalu jauh dan menjauhkan bisnismu dari investasi yang diperlukan. Kamu juga dapat menaikkan penjualan untuk meningkatkan pendapatan, atau mencoba untuk mengganti campuran penjualan ke produk yang lebih menguntungkan.

Kamu juga dapat memilih untuk fokus pada bagian bawah persamaan, hutang dan ekuitas. Apakah kamu memaksimalkan semua modal? Jika tidak, maka kamu dapat memilih untuk membayar hutang atau mengembalikan modal ke investor, yang juga akan menaikkan ROIC.

3. Rasio Overhead

Mengapa Itu Penting

Biaya overhead dapat sangat mempengaruhi profitabilitas sebuah bisnis. Jika kamu menghabiskan bagian besar porsi penghasilan hanya untuk beroperasi, kamu akan susah berkembang. Kita melihat biaya yang diasosiasikan dengan penjualan dalam bagian "margin laba kotor", dan ini adalah bagian puzzle lainnya: biaya overhead tetap.

Bagaimana Menghitungnya

Kamu dapat menghitung rasio overhead dengan menggunakan formula di bawah ini:

Rasio Overhead = Pengeluaran Operasional / (Pendapatan Operasional + Pendapatan Bunga)

Sekali lagi, semua ini adalah baris dari laporan laba rugi. Pengeluaran operasional merupakan "overhead", hal-hal seperti sewa kantor, listrik dan air, perawatan mesin dan sebagainya. Mereka diperlukan untuk bisnismu, namun tidak secara langsung menghasilkan pendapatan.

Kita lalu akan membagi angka tersebut dengan pendapatan operasional (yang dapat kamu temukan di laporan laba rugi) ditambah pendapatan bunga dari rekening bank bisnis atau investasi.

Sebagai contoh, Microsoft memiliki pengeluaran operasional $30.8 miliar, berdasarkan laporan tahunan 2013. Itu menghasilkan pendapatan operasional sebesar $26.8 miliar dan $0.7 miliar pendapatan bunga. Jadi perhitungannya:

Rasio Overhead = 30.8 / (26.8 + 0.7) = 1.1

Bagaimana Mengevaluasinya

Paling baik untuk melihat ini dipadukan dengan margin laba kotor. Microsoft memiliki margin laba kotor yang kuat yaitu 74%, sehingga itu memiliki banyak uang tersisa terhadap biaya lainnya. Maka rasio overhead-nya berkelanjutan.

Jika bisnismu memiliki margin laba kotor yang lebih kecil, kamu akan perlu memperketat pengeluaran.

Seperti dengan rasio lainnya, angka yang tepat bergantung pada industri mana kamu berada, dan apa yang dilakukan perusahaan lainnya dalam bidangmu. Telusuri akun perusahaan publik dalam bidangmu, perusahaan yang kesuksesannya ingin kamu tiru, dan lihat bagaimana rasio overhead perusahaanmu dibandingkan dengan mereka.

Bagaimana Meningkatkannya

Untuk meningkatkannya sangat sederhana: cukup potong pengeluaran. Namun kamu perlu berhati-hati. Walaupun overhead tidak berkontribusi secara langsung pada pendapatan, mereka tetap penting bagi bisnismu.

Beberapa pengeluaran operasional misalnya, dapat berupa biaya riset dan pengembangan, atau pengeluaran iklan. Memotong biaya sewa kantor dengan pindah ke gedung yang lebih kecil dalam lingkungan yang lebih murah mungkin menjadi tindakan yang cerdas, namun memangkas anggaran pemasaran dapat membahayakan penjualan perusahaan di masa mendatang. Memecat staf admin akan menghemat uang dalam jangka pendek, namun mungkin berakhir dengan pembengkakan biaya jika itu mengarah pada penagihan yang tidak efisien atau kesalahan panggilan pelanggan. Jadi kamu ingin memotong overhead agar cukup kompetitif, namun tanpa mengorbankan kualitas.

4. Perputaran Total Aktiva

Mengapa Itu Penting

Ada beberapa cara menghasilkan uang. Beberapa bisnis, seperti Walmart dan retailer diskon lainnya, memiliki margin keuntungan yang rendah namun volume penjualan yang tinggi. Perputaran total aktiva mengukur seberapa efisien bisnismu menggunakan asetnya untuk membuat penjualan.

Bagaimana Menghitungnya

Yang satu ini cukup sederhana menghitungnya. Rumusnya adalah:

Perputaran Total Aktiva = Pendapatan Total / Aktiva Total

Angka pendapatan, tentu saja adalah baris atas dari laporan laba rugi. Itu adalah jumlah total penjualan dalam setahun. Aktiva total hanyalah jumlah semua properti, peralatan, inventaris dan sebagainya, dan kamu bisa mendapatkan angka tersebut langsung dari lembar neraca.

Pengamatan pada laporan tahunan 2013 milik Walmart menunjukkan bahwa itu memiliki pendapatan sebesar $469.1 miliar dan aktiva total sebesar $203.1 miliar. Itu berarti perputaran total aktiva sebesar 2.3.

Bagaimana Mengevaluasinya

Penting untuk membandingkan dengan yang serupa. Mari kembali ke Microsoft. Nilai perputaran total aktivanya hanya 0.5, jauh lebih kecil dari Walmart. Namun itu tetap merupakan bisnis yang menguntungkan, berkat margin laba kotor yang tinggi yang telah kita lihat sebelumnya.

Jadi lihatlah angka-angka ini bersama-sama dengan rasio lainnya yang telah kita bahas di dalam tutorial ini, dan lihat bagaimana mereka saling terkait. Maka pikirkan tentang model bisnismu, dan industri tempatmu berada, dan tentukan target perputaran aktiva total yang cocok untukmu.

Bagaimana Meningkatkannya

Bahkan jika kamu menjalankan bisnis bervolume tinggi bergaya Walmart, meningkatkan perputaran aktiva total akan tetap meningkatkan profitabilitasmu. Bagaimana melakukannya? Ini adalah satu-satunya rasio yang kita bahas dimana biaya tidak merupakan bagian dari persamaan, jadi di dalam kasus ini semuanya adalah tentang menggerakkan pertumbuhan penjualan lini teratas. Pertimbangkan hal-hal seperti kampanye iklan, promosi khusus, program loyalitas, memotong kompetitor pada harga, atau membayar insentif khusus untuk staf penjualan.

Juga pikirkan tentang kecepatan. Ingat, perputaran aktiva total adalah tentang mengubah aktiva menjadi pendapatan seefisien mungkin. Jadi tidak peduli jenis bisnis apa yang kamu jalankan, lihatlah cara-cara untuk merampingkan prosesmu dan memasarkan produk secara cepat.

Langkah Berikutnya

Jika kamu melihat pengukuran ini secara sendiri-sendiri, penggunaannya akan terbatas. Lihat semuanya secara bersama-sama, dan kamu kamu memiliki gambaran yang jelas tentang profitabilitas bisnismu.

Kamu sekarang telah mempelajari apa saja pengukuran ini dan bagaimana menghitungnya, dan apa makna dari hasilnya tentang kesehatan bisnismu.

Jadi langkah berikutnya adalah mulai menggunakannya secara rutin. Mulai dengan melihat angka historis, dengan kembali barangkali ke lima tahun belakang jika mungkin. Salah satu manfaat utama melacak pengukuran adalah melihat perubahan dalam bisnismu seiring waktu. Apakah rasio overhead-mu memburuk tahun demi tahun? Mungkin ini adalah tahun untuk mengendalikan biaya tersebut. Apakah margin laba kotormu menurun? Barangkali kamu perlu memeriksa campuran produk dan mendorong produk yang membawa peningkatan harga yang lebih tinggi.

Tentu saja, kamu tidak seharusnya melihat tiap angka ini secara tersendiri. Jika ada alasan bagus mengapa perputaran aktiva totalmu lebih rendah daripada kompetitor—barangkali karena kamu memiliki margin keuntungan yang lebih tinggi—maka kamu tidak harus mencoba mencocokkannya hanya demi itu. Jika overhead tinggi, namun itu karena kamu menghabiskan uang pada riset yang esensial yang akan menguntungkan pada jangka panjang, maka tidak masuk akal untuk memotongnya.

Namun jika dibawa ke dalam konteks yang tepat, dan dipantau secara konsisten, pengukuran ini dapat membantumu melihat apakah bisnismu menguntungkan, dimana permasalahannya berada, dan tindakan apa yang perlu kamu ambil untuk meningkatkan lini utamamu.

Pada bagian selanjutnya dari seri ini, kita akan membahas berbagai pengukuran lainnya untuk dilacak dalam area yang berbeda dalam bisnismu, dimulai minggu depan dengan beberapa pengukuran likuiditas utama untuk memastikan kamu tetap larut.

Sumber

Kredit Grafis: Grafik Garis didesain oleh Scott Lewis dan Sempoa didesain oleh Berkay Sargın dari Noun Project.

Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.