Unlimited PowerPoint templates, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Business
  2. Freelance

Bagaimana Menentukan Goal Yang Efektif Untuk Bisnis Freelance-mu

by
Read Time:11 minsLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Jika kamu pernah berkerja untuk sebuah perusahaan, besar atau kecil, kamu mungkin pernah melihat bahwa penentuan goal adalah sesuatu yang mereka anggap serius. Banyak perusahaan menghabiskan banyak waktu untuk menentukan goal dan tujuan selama tahun tersebut—tidak hanya untuk perusahaan secara keseluruhan, namun untuk tiap divisi di dalamnya, dan untuk tiap karyawan di dalam tiap divisi—dan kemudian mengukur kemajuan terhadap goal tersebut di akhir tahun.

Namun, dalam pengalaman saya, kebanyakan freelancer tidak cenderung menghabiskan banyak energi untuk menentukan goal dan tujuan. Kita mengklaim untuk memikirkan apa yang kita lakukan sebagai benar, namun seringkali kita tidak memiliki rencana selain "mendapatkan lebih banyak klien".

Jadi tutorial ini bertujuan menunjukkan mengapa kamu perlu menentukan goal yang jelas dan efektif untuk bisnis freelancermu, dan bagaimana melakukannya. Saya akan mulai dengan memeriksa manfaat menentukan tujuan yang jelas, dan kemudian membawamu melalui langkah-langkah praktis dalam memutuskan prioritas, membangun goal yang ditentukan dengan jelas, dan melacak kemajuanmu.

Perusahaan mengerti bahwa tujuan yang jelas merupakan komponen kritis dalam mencapai sukses, pertumbuhan, dan keuntungan yang lebih besar,  Di akhir tutorial ini, kamu akan mengerti itu juga, dan akan memiliki ide yang jelas tentang bagaimana kamu dapat melangkah maju dengan tujuan yang membantu membawa bisnismu ke level berikutnya.

1. Mengapa Seorang Freelancer Memerlukan Goal Yang Jelas

Walaupun saya menggunakan contoh perusahaan yang menentukan goal, situasimu sebagai freelancer tidak sepenuhnya dapat dibandingkan. Sebuah perusahaan besar mungkin memiliki ribuan karyawan yang tersebar di seluruh dunia, dan itu perlu menentukan goal yang jelas sebagai cara untuk memastikan setiap orang berada pada arah yang benar.

Sebagai seorang freelancer, hanya kamu, dan kamu telah tahu apa yang ingin kamu lakukan. Jadi kamu tidak memerlukan goal, benar?

Salah.

Mudah untuk berpikir bahwa karena kamu merupakan toko satu orang, kamu tidak perlu melalui proses formal dalam menentukan tujuan. Namun nyatanya, kamu memerlukannya sebanyak yang dilakukan Citigroup atau GE. Berikut sebabnya.

Goal Membantumu Bertumbuh

Sebagai seorang freelancer, sangat sulit untuk tumbuh melebihi titik tertentu. Hanya ada begitu banyak jam dalam seminggu, dan setelah kamu sepenuhnya diisi dengan pekerjaan, mudah untuk jatuh ke dalam kebiasaan hanya berkerja, memenuhi tenggat waktu dan menerima bahwa kamu telah mencapai sebuah "langit-langit" dalam istilah pendapatan. Dengan kata lain, kamu berkerja keras hanya untuk bertahan.

Bagi beberapa orang, mungkin itu OK. Jika kamu suka dengan apa yang kamu lakukan, dan senang dengan jumlah uang yang kamu hasilkan, maka kamu dapat terus melaju seperti apa adanya.

Namun proses menentukan goal mungkin memunculkan keinginan lainnya, seperti meningkatkan tabungan atau memiliki lebih banyak waktu untuk dihabiskan dengan keluarga. Jika itu adalah permasalahannya, maka status quo tidak akan menyelesaikannya. Kamu akan harus mencapai pertumbuhan.

Tentu saja ada banyak cara untuk mencapai ini, seperti:

  • membuat eBook, video atau kelas yang kamu jual dari websitemu, memberikan dirimu pendapatan yang tidak terikat pada jam-jam yang kamu gunakan
  • menaikkan tarifmu
  • berpindah ke sebuah model agensi, dimana kamu menanam beberapa pekerjaan ke orang lain alih-alih melakukan semuanya sendiri
  • menawarkan layanan bernilai tinggi yang baru

Ada banyak kemungkinan lainnya, tentu saja, tergantung pada bisnis tempatmu berada. Poinnya adalah bahwa untuk bertumbuh, kamu perlu berpikir secara strategis dan mengubah cara kamu berkerja, yaitu sesuatu yang mungkin tidak akan pernah kamu pikirkan kecuali jika kamu mengambil waktu untuk menentukan goal dan prioritas.

Menentukan Goal Memaksamu Melangkah Mundur

Sebagai seorang freelancer, kamu harus menentukan sendiri agendamu. Kamu tidak harus memiliki seorang bos yang memberitahu apa yang akan dikerjakan tiap harinya—alih-alih, kamu memutuskannya sendiri.

Paling tidak, itu merupakan pandangan idealis dari kehidupan freelance. Kenyataannya, caramu menghabiskan harimu tetap secara garis besar ditentukan oleh orang lain—hanya saja, alih-alih bosmu, itu adalah klienmu. Kamu harus memenuhi tenggat waktu yang mendesak tersebut untuk satu klien, dan menjawab email-email dari yang lainnya, dan meminta kesepakatan yang lebih jelas dari agensi yang tidak pernah tahu apa yang diinginkannya.

Harimu penuh, dan kamu sibuk berkerja...namun apakah kamu mengerjakan hal yang benar?

Ada dua ukuran kepentingan: urgensi dan dampak. Bahaya bagi freelancer adalah bahwa kamu selalu berakhir dengan mengerjakan hal-hal yang paling mendesak, menolak hal-hal yang akan memiliki dampak yang lebih besar bagi bisnismu, namun tidak memiliki sebuah tenggat waktu.

Itulah mengapa begitu banyak desainer web tidak pernah memperbaharui website mereka, mengapa fotografer seringkali melakukan headshot yang tidak pernah membuat mereka suka. Mereka tahu hal-hal tersebut penting, namun mereka terlalu sibuk dengan semua hal yang lebih mendesak.

Penentuan goal memaksamu untuk melangkah mundur dan memutuskan apa yang benar-benar penting bagi bisnismu, sehingga kamu dapat memastikan kamu mengerjakan hal yang benar, tidak hanya yang paling mendesak.

Goal Membuatmu Tetap Bertanggungjawab

Menentukan goal itu merupakan satu hal, namun melacaknya bahkan jauh lebih penting. Jika kamu mengambil prosesnya secara serius, kamu akan memiliki pengingat harian yang konstan tentang apa yang seharusnya kamu kerjakan, dan bagaimana itu memuat dalam gambaran yang lebih besar.

Saya akan berbicara lebih banyak tentang tanggungjawab dan bagaimana tetap berada pada jalur nantinya, namun untuk sekarang cukup mengerti bahwa itu merupakan manfaat yang ampuh dari penentuan goal, yang membantumu termotivasi untuk mencapai lebih banyak daripada yang kamu lakukan sebelumnya.

2. Memutuskan Prioritas

Jadi bagaimana kamu menentukan goal yang efektif?

Itu dimulai dengan menentukan prioritasmu. Prioritas tidak sama dengan goal: sementara goal itu tujuan yang ditarget dan spesifik, prioritas merupakan keinginan yang lebih luas terhadap apa yang kamu harapkan.

Apa yang benar-benar penting dalam hidupmu? Jenis kehidupan dan karir seperti apa yang ingin kamu miliki? Hal terpenting apa yang ingin kamu capai? Itu merupakan jenis pertanyaan-pertanyaan besar yang perlu kamu jawab sebelum mulai menentukan goal.

Ada banyak cara untuk melakukan ini, namun favorit saya adalah menggambarkan diri saya pada berbagai titik di masa mendatang:

  • setahun dari sekarang
  • lima tahun dari sekarang
  • sepuluh tahun dari sekarang
  • di akhir hidup saya

Ketika saya mengatakan "gambarkan diri saya", saya benar-benar serius. Saya akan benar-benar menggambarkan sebuah hari ideal dalam kehidupan mendatang yang saya inginkan: rumah tempat saya tinggal, apa yang saya lakukan, siapa yang bersama saya, bagaimana pemandangannya. Saya menemukan itu membantu saya untuk menjadi benar-benar jelas. Jika kamu cenderung visual, kamu mungkin ingin menggambar pemandangannya, atau melukisnya, atau membuat sebuah kolase dengan menggunakan gambar yang kamu ambil dari web.

Coba untuk tidak hanya memenuhi pekerjaan, namun semua aspek hidupmu. Poin dari pekerjaanmu adalah mendukung hidupmu, dan idenya adalah untuk memutuskan apa yang benar-benar penting bagimu. Jadi pertimbangkan untuk tidak hanya pencapaian kerja, namun juga hal-hal seperti goal gaya hidup dan hubungan. Mungkin membantu untuk menyajikan informasi di dalam sebuah diagram laba-laba atau "roda kehidupan" seperti di bawah, yang menilai kepuasanmu di dalam tiap area dan menargetkan sebuah roda seimbang yang utuh.

Life wheel showing balance in each area of lifeLife wheel showing balance in each area of lifeLife wheel showing balance in each area of life
Chart milik Paul Laherty

3. Membentuk Goal Yang Jelas

Sekarang setelah kita sudah jelas tentang gambaran besar, mari kita lebih spesifik. Lihatlah prioritas yang telah kamu tentukan, dan mulai pecah apa yang perlu kamu lakukan untuk membawa bisnismu pada keadaan yang diinginkan.

Mulai dengan goal jangka panjang: apa yang ingin kamu capai dalam bisnismu dalam lima tahun mendatang? Goal tersebut hendaklah terinspirasi oleh visi hidupmu secara keseluruhan, namun hendaklah spesifik pada bisnis freelancemu. Layanan baru yang mana yang ingin mulai kamu tawarkan? Apakah kamu ingin menaikkan tarifmu pada level tertentu, atau mengurangi jam-jam pada titik tertentu?

Ingatlah akronim SMART yang terkenal ini, untuk memastikan bahwa goalmu:

  • spesifik (spesific)
  • dapat diukur (measurable)
  • dapat dicapai (achievable)
  • realistis (realistic)
  • terikat waktu (time-bound)

Saya tidak akan menghabiskan banyak waktu tentang ini, karena itu cukup terkenal. Namun sebagai contoh singkat, "menghasilkan lebih banyak uang" bukan sebuah goal SMART. Namun "meningkatkan pendapatan setelah pajak sebesar 25% di bulan Desember 2016" memenuhi semua definisinya.

Ketika goal jangka panjangmu berkerja, mulai kerjakan mundur, yang semakin mendekat pada hari sekarang. Apa yang perlu kamu capai di dalam tahun berikutnya untuk mengatur dirimu memenuhi goal lima tahunmu? Kemudian pecah goal satu tahunmu menjadi bulan demi bulan, sehingga kamu tahu persis apa yang harus kamu lakukan tiap bulan untuk meraih goal akhir tahunmu.

Kemudian kamu dapat memecah goal bulananmu menjadi goal mingguan, dan goal mingguanmu ke dalam goal harian. Dengan cara itu, kamu dapat yakin bahwa apa yang kamu lakukan hari ini mengisi ke dalam goal jangka panjang, dan menggerakkanmu lebih dekat ke kehidupan yang kamu inginkan.

Tentu saja goal harianmu juga akan mencakup hal-hal "mendesak"—tenggat waktu, email, tagihan, dan hal-hal lainnya yang perlu dikerjakan. Namun cobalah untuk memastikan bahwa tiap hari juga mencakup beberapa waktu untuk goal yang didorong oleh proses perencanaan jangka panjang.

Salah satu poin utama lainnya tentang goal adalah semakin kamu dengan hari ini, semakin jelas hasil goal yang dapat kamu kendalikan secara pribadi. Untuk goal jangka panjang, OK saja untuk mencantumkan beberapa hal yang ingin kamu ccapai, bahkan jika kamu tidak sepenuhnya yakin bagaimana melakukannya. Namun untuk goal jangka pendek seperti goal bulanan atau mingguan, itu hendaklah hanya berupa hal-hal yang dapat kamu kendalikan.

Goal "peningkatan pendapatan" yang saya sebutkan sebelumnya bagus untuk goal jangka panjang, sebagai contoh. Namun untuk goal bulanan, kamu lebih baik mencari sesuatu seperti "Mendapatkan lima klien baru, mematok tarif yang lebih tinggi daripada yang saat ini saya punya." Itu akan berkontribusi pada peningkatan pendapatanmu, dan sepenuhnya berada di bawah kendalimu. Apakah kamu benar-benar mendapatkan bisnisnya tergantung pada klien itu sendiri, jadi jangan buat goal jangka pendekmu tergantung pada tindakan dan keputusan orang lain.

Dan terakhir, goalmu harusnya membuatmu bersemangat. Terlalu sering, hari-hari kita diarahkan oleh daftar tugas yang lebih banyak tentang kewajiban daripada keinginan. Dengan memutuskan prioritas hidupmu yang terdalam, menentukan goal jangka panjang paling ambisius, dan mengikatkan goal jangka pendekmu padanya, kamu memastikan bahwa bahkan jika kamu melakukan hal yang benar sekarang tidaklah begitu mengasyikkan, kamu menautkannya ke sesuatu yang lebih besar, sebuah visi jenis kehidupan yang kamu inginkan. Itu membantu menghasilkan antusiasme, sebuah bahan utama untuk menyelesaikan pekerjaan.

4. Terus Melacak

Bagian ini akan cukup singkat, karena ada begitu banyak cara berbeda untuk melacak goalmu, dan itu tidak benar-benar penting yang mana yang kamu gunakan. Satu-satunya hal yang penting adalah kamu melakukannya, dan melakukannya secara rutin.

Sebagai contoh, saya melacak goal saya dalam sebuah notebook kuno yang sederhana. Saya menyukai ritual menuliskan segalanya, dan menghabiskan waktu dengan mematikan komputer dan pikiran saya terfokus pada apa yang ingin saya capai. Saya membuat setiap Minggu (atau Senin pagi jika saya tidak dapat diganggu di hari Minggu) untuk melihat goal-goal saya dari minggu terakhir, memeriksa kemajuan saya, membaca kembali goal jangka panjang, dan menentukan tujuan untuk minggu ke depan. Kamu saya mengetikkan tugas harian saya  ke dalam aplikasi Momentum dalam Chrome, sehingga saya melihatnya setiap kali saya membuka tab baru.

Namun jika kamu lebih suka, ada banyak aplikasi dan program dan template yang dapat kamu gunakan, seperti GoalsOnTrackCoach.meLifetick, atau daftar tugas sederhana dan aplikasi manajemen tugas.

Apa yang penting adalah kamu memilih sebuah metode, menentukan jadwal rutin, dan berkomitmen untuk memperbaharui goalmu secara rutin. Ingatlah "R" di dalam "SMART", untuk memastikan bahwa kamu tidak berkomitmen secara berlebihan, dan bahwa kamu menyayangi dirimu jika melewatkan sebuah goal, seperti yang akan selalu terjadi.  Hidup tidak dapat diprediksi, jadi goalmu hendaklah dapat disesuaikan. Poinnya adalah untuk menggerakkanmu dalam arahan yang tepat, tidak untuk menjatuhkanmu jika kamu gagal.

Jika kamu benar-benar berjuang untuk tetap pada jalur, kamu dapat mempertimbangkan menemukan sebuah rekan yang bertanggungjawab, seseorang yang kamu telpon atau kirim email secara rutin untuk berkomitmen pada goalmu dan melaporkan kemajuanmu.

Atau tentukan hadiah untuk dirimu sendiri, barangkali menjanjikan dirimu jika memenuhi sebuah goal, kamu akan menghadiahkan dirimu dengan sesuatu yang kamu nikmati—makan di luar, barangkali, atau sebotol anggur yang mahal, atau bahkan hanya sebuah hari libur. Apapun yang dapat kamu sanggupi, dan apapun yang akan memotivasimu untuk menyelesaikan pekerjaan. Penyogokan berkerja.

Langkah Berikutnya

Kamu mungkin telah menyadari bahwa itu bukan Januari. Kebanyakan artikel penentuan goal dan perencanaan dituliskan di bulan Januari, untuk menyamakan dengan tingginya harapan orang pada resolusi Tahun Baru. Dan kebanyakan goal dan rencana besar tersebut dilupakan saat Hari Valentine.

Saya menuliskan ini di bulan Juni karena saya ingin kamu memikirkan penentuan goal dalam cara yang berbeda. Saya ingin kamu memutuskan diri dari kesibukan diet tahun baru dan keanggotaan gym, dan memikirkannya sebagai sebuah aktifitas bisnis, sesuatu yang perlu kamu lakukan untuk kesehatan bisnis freelancemu. Dan pikirkan itu sebagai aktifitas jangka panjang, sesuatu yang akan tetap kamu lakukan minggu demi minggu, bulan demi bulan, tahun demi tahun.

Jika kamu melakukannya dengan benar, menentukan dan melacak goalmu tidak akan memakan banyak waktu—nyatanya itu akan membebaskan waktumu. Itu akan menjaga kamu tetap fokus pada hal yang benar-benar penting di dalam hidupmu dan bisnismu, yang memastikan bahwa kamu menghabiskan waktu pada tugas-tugas yang akan memajukan bisnismu dan membantumu mencapai kesuksesan dalam hal yang benar-benar penting untukmu. Jadi mulailah hari ini!

Sumber

Kredit Grafis: Icon Pencapaian didesain oleh Juan Garces dari Noun Project.

Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.