Unlimited PowerPoint templates, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Business
  2. Business

Bagaimana Memulai Sebuah Bisnis

by
Difficulty:BeginnerLength:LongLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Apakah kamu ingin menjadi bos bagi diri sendiri?

Jika demikian, kamu berada dalam kumpulan yang baik. Sekitar setengah dari semua pekerja dewasa sudah memiliki bisnisnya sendiri atau ingin memulai, berdasarkan sebuah survei dari University of Phoneix di US.

But starting a business isn’t easy. There are lots of steps involved, from coming up with a solid money-making idea to raising money, creating a brand, advertising, and lots more. Survei University of Phoenix menemukan bahwa sepertiga pemilik bisnis yang prospektif mengatakan bahwa mereka menahan diri karena mereka memerlukan lebih banyak pendidikan atau pelatihan, atau karena mereka tidak cukup mengetahui tentang menjalankan sebuah bisnis.

Jadi di dalam tutorial ini, saya akan memecah semua langkah-langkah yang terlibat dalam persiapan sebuah bisnis, mulai dari ide awal hingga ke peluncuran bisnis. Di bagian akhir, kamu akan memiliki ide yang jauh lebih jelas tentang apa yang diperlukan dalam mempersiapkan sebuah bisnis dan bagaimana kamu dapat memulai Itu merupakan topik besar, sehingga saya juga akan menautkan ke tutorial lainnya yang membahas detail lebih mendalam pada area tertentu.

Of course, every business is different. Tergantung pada jenis perusahaan yang kamu mulai, kamu mungkin dapat melewatkan beberapa tahapan ini (sebagai contoh, jika itu adalah bisnis online berbasis rumahan, kamu tidak akan perlu menemukan lokasi dan mungkin tidak perlu merekrut karyawan). Kamu juga dapat memutuskan untuk melengkapi beberapa tahapan di dalam urutan yang berbeda. Pikirkan ini sebagai template umum untuk memulai sebuah bisnis, dan silahkan untuk menyesuaikannya pada persyaratan tertentu darimu sendiri.

Jadi jika kamu siap untuk belajar bagaimana memulai bisnismu sendiri, mari kita mulai!

1. Muncul Dengan Sebuah Ide

Hal pertama yang kamu butuhkan ketika memulai sebuah bisnis adalah ide yang bagus. Bahkan jika kamu sudah punya sesuatu di benakmu, jangan lewatkan bagian ini: kamu tidak hanya membutuhkan sebuah ide, namun sebuah ide yang bagus.

Lagipula, riset di US dan UK menunjukkan bahwa sekitar separuh bisnis yang baru akan gagal dalam lima tahun pertama. Ada banyak alasan untuk itu, namun yang paling penting adalah bahwa banyak pendiri yang tidak mendapatkan ide yang tepat.

So what constitutes a good idea?

Yah, itu tidak harus menjadi sesuatu yang benar-benar baru (walaupun bagus jika memang begitu !). Yang harus dilakukan adalah entah bagaimana caranya menjadi lebih baik daripada apa yang sudah ada.

Sebagai contoh, katakanlah kamu ingin membuka sebuah kafe di kotamu. Tidak ada sesuatu yang baru tentang itu, namun tetap dapat menjadi ide bisnis yang baik jika kamu sedikit memolesnya untuk menemukan sebuah sudut yang baru.

Pikirkan tentang itu: jika sudah ada lima kafe di kota dan kamu membuka satu lagi, mengapa orang-orang akan menjadi pelangganmu? Agar itu berhasil, kafemu akan perlu menawarkan sesuatu yang berbeda dari lainnya. Mungkin itu akan memiliki konsep yang unik, desain yang inovatif, lokasi yang bagus, atau akan menawarkan makanan atau minuman yang tidak bisa didapatkan di tempat lainnya.

Kamu juga perlu mempertimbangkan apakah kamu orang yang tepat untuk pekerjaan itu. Apakah kamu memiliki skill tertentu yang tidak dimiliki orang lainnya? Mungkin kamu membuat smoothie Mangga terbaik—atau mungkin kamu memiliki pendekatan canggih untuk merekrut pembuat smoothie mangga terbaik di kota.

Dan apakah kamu memiliki semangat yang diperlukan untuk ide ini? Apakah itu membuatmu sangat bergairah sehingga kamu siap berkerja 27 jam sehari untuk membuatnya sukses?

Tutorial ini tentang menghasilkan ide startup menawarkan kerangka kerja yang bagus untuk memunculkan ide bisnis yang solid:

Itu akan membantumu menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti:

  1. Apa yang kamu sukai?
  2. Where is the pain?
  3. Bagaimana meringankan rasa sakit yang ada saat ini?
  4. Dapatkah itu dilakukan lebih baik, lebih cepat, atau lebih murah?
  5. Dapatkah kamu melakukannya lebih baik, lebih cepat, atau lebih murah?

Luangkan waktumu pada tahap ini, dengan memikirkannya secara hati-hati. Kamu tidak perlu tahu segalanya—kami akan melakukan lebih banyak riset di dalam tahap selanjutnya—namun kamu perlu memiliki sebuah ide dasar tentang apa yang kamu ingin lakukan dan mengapa itu layak dilakukan.

Setelah kamu memiliki sesuatu yang mencentang semua kotaknya, lanjutkan ke bagian berikutnya.

2. Identifikasi Pasar Targetmu

Sebuah bisnis memerlukan pelanggan seperti halnya tubuh memerlukan makanan. Dari awal, kamu perlu mengerti siapa pelanggan tersebut dan dari mana mereka datang. Jika tidak bisnismu akan segera kelaparan.

Jadi langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi "pasar targetmu"—pelanggan yang akan dilayani oleh bisnismu—dan untuk mencari tahu apa yang mereka inginkan dan bagaimana kamu dapat memberikannya kepada mereka.

Sebagai contoh, katakanlah kamu sedang memulai sebuah studio desain web. Siapa pelanggan idealmu? A large corporation, maybe? Bisnis kecil lokal? Atau mungkin kamu tertarik dalam mendesain website untuk freelancer individual. Perhaps there’s a particular field you want to specialize in—designing portfolio sites for artists and photographers, for instance.

Dalam setiap kasus, pendekatan menyeluruhmu untuk memenangkan dan mempertahankan pelanggan akan sangat berbeda. Jadi kamu perlu jelas tentang siapa pelanggan idealmu. Cobalah untuk sespesifik mungkin—mungkin bahkan memberikan nama fiksi pada klienmu, dan menjelaskan bahwa orang atau perusahaan secara detail, sehingga kamu benar-benar mengerti apa yang mereka inginkan, masalah yang mereka punya, dan bagaimana kamu dapat menjadi layanan bagi mereka.

Untuk mengerti pasar targetmu, kamu mungkin perlu melakukan beberapa riset ekstra. Lihat tutorial berikut yang membahas cara mengidentifikasi dan menjual kepada klien target:

Itu memberikan tips tentang bagaimana melakukan survei online klien targetmu, dan pertanyaan apa untuk diajukan. Kamu juga akan ingin melakukan riset tentang pesaingmu untuk melihat bagaimana mereka saat ini melayani pasar targetmu dan bagaimana kamu dapat melakukannya dengan lebih baik.

3. Buat Sebuah Rencana Bisnis

Langkah berikutnya adalah mengambil riset yang telah kamu lakukan sejauh ini dan gunakan itu untuk membuat rencana bisnis. Rencana ini akan memberikanmu kejelasan tentang kemana bisnismu akan pergi dan darimana pelanggan dan uangnya berasal, dan juga akan berguna jika kamu perlu meningkatkan uang atau menarik investor (kami akan membahas itu nanti).

Kamu akan menemukan beberapa artikel yang menyarankan bahwa, khususnya di dalam dunia startup teknologi yang bergerak cepat, kamu tidak memerlukan sebuah rencanan bisnis. Argumen utama tampaknya bahwa hal-hal berubah secara cepat sehingga jauh lebih penting untuk berinovasi dan bereksperimen, daripada mengikatkan diri pada sebuah rencana tetap.

Sebut saya kuno, namun memulai sebuah bisnis tanpa sebuah rencana seperti resep untuk sebuah bencana. Ya, tentu saja hal-hal akan berubah, dan kenyataan mungkin tidak akan cocok dengan rencanamu, apakah kamu berada di dalam cloud computing atau smoothie mangga. Namun sebuah rencana bisnis tidak pernah dimaksudkan sebagai set tetap komitmen yang mengikatmu sepanjang waktu. Itu adalah sebuah dokumen hidup dan luwes seperti yang didiskusikan di dalam tutorial ini dari seri Memulai Bisnis Mikro Online-mu:

Jadi daripada tidak membuat rencana sama sekali, tampaknya lebih masuk akal untuk membuat rencana, dan kemudian memperbaruinya secara berkala.

Bagaimana kamu menuliskan sebuah rencana bisnis? Kamu dapat menggunakan template rencana bisnis jika kamu ingin, dan hanya mengisi detailnya. Atau kamu bisa membuat dari awal, dengan menggunakan format sendiri dan membuatnya sesantai mungkin.

Kontennya dapat bervariasi, namun berikut tujuh bagian esensial untuk dicantumkan, berdasarkan pada National Federation of Independent Business:

  1. Executive summary
  2. Company description
  3. Products/services
  4. Market analysis
  5. Strategy and implementation
  6. Organization and management team
  7. Rencana dan proyeksi keuangan

Empat bagian pertama hendaklah mengalir dari riset yang telah kamu lakukan: mereka esensinya tentang menjelaskan idemu, bagaimana tampilan bisnisnya, dan produk atau layanan apa yang akan kamu tawarkan pada klien.

Kamu mungkin belum sepenuhnya jelas tentang strateginya, jangan khawatir—seperti yang saya sebutkan, ini adalah dokumen hidup. Tuliskan apa yang kamu miliki sekarang, dan perbarui saat kamu melangkah maju dan mendapatkan lebih banyak kejelasan. Sama halnya dengan organisasi dan tim manajemen, tidak masalah jika itu hanya untukmu saat ini, atau jika kamu tidak mengetahui siapa lagi yang perlu kamu rekrut. Perlakukan sebuah rencana bisnis sebagai rancangan yang informasinya kamu perbarui secara konstan.

Dan untuk rencana keuangannya, kita akan melihat itu di bagian berikutnya.

4. Membuat Sebuah Model Keuangan

Seperti yang baru kamu lihat, sebuah model keuangan adalah bagian dari rencana bisnis, namun saya memutuskan untuk memecahnya ke dalam langkah terpisah untuk beberapa alasan.

First, having a financial model is a vital step. According to that University of Phoenix study I mentioned earlier, “lack of adequate finances” is the top barrier to business ownership, cited by 67% of respondents. Model keuangan yang baik dapat membantumu membuat transisi dari pekerjaan harian ke dalam kepemilikan bisnis. Itu dapat menunjukkanmu berapa banyak yang akan kamu butuhkan untuk diinvestasikan dan kapan kamu dapat mengharapkannya impas.

Dan kedua, saya tahu bahwa banyak orang akan melewatkan menuliskan sebuah rencana bisnis, jadi saya tidak ingin mereka juga melewatkan model keuangan. Jika kamu tidak melakukan perencanaan lainnya, paling tidak tolong buat sebuah model keuangan—paling tidak yang mendasar.

Jika kamu tidak menyukai angka-angka, jangan khawatir—saya akan membantumu dengan tutorial saya yang membimbingmu melalui bagaimana membuat sebuah model keuangan untuk bisnismu:

Di dalam tutorial tersebut, saya memecah semua langkah yang diperlukan untuk membuat sebuah model keuangan, dan saya memberikanmu sebuah template Excel sederhana untuk diikuti.

Pada dasarnya, apa yang digodok adalah ini:

  • Gunakan informasi dari rencana bisnismu untuk membuat beberapa dugaan tentang seberapa banyak penghasilan yang dapat kamu peroleh.
  • Buat daftar semua hal yang perlu kamu investasikan, dan tambahkan itu semua untuk menghitung biaya startup.
  • Gunakan sebuah formula sederhana untuk menghitung titik impas.

Seperti dengan rencana keuangan, model keuangan tidak mungkin akurat 100%: kamu seorang pengusaha, bukan peramal. Jadi buat asumsi terbaikmu saat ini, dapatkan ide kemana kamu menuju, dan tetap perhalus dan perbarui itu sambil melanjutkan.

Dan jika kamu tidak memiliki cukup uang untuk memulai saat ini, jangan putus asa: Saya memiliki sebuah bagian nantinya yang membahas cara mendanai sebuah bisnis.

5. Pilih Sebuah Nama

Semua yang telah kita lakukan hingga saat ini telah menjadi permulaan. Kita pada dasarnya telah menyempurnakan ide bisnis dan memastikan bahwa setidaknya itu melewati tes dasar: kamu menyediakan sebuah layanan atau produk yang orang inginkan, dan kamu dapat melihat paling tidak sebuah cara teoritis untuk menghasilkan uang dari situ.

Jika kamu mengenai tanda peringatan sejauh ini, kembali dan perbaiki idenya atau cari ide baru. Namun jika kamu siap melanjutkan, kita akan mulai menempatkan daging pada tulang ide kita.

The first step is to come up with a name. Ini mungkin tampak sederhana, namun ada banyak untuk dipertimbangkan, dari bagaimana kedengarannya nama tersebut hingga seberapa baik itu berkerja secara online dan bagaimana itu mencerminkan gambar yang ingin kamu sampaikan.

Untuk menjalani prosesnya secara untukmuh, periksa seri saya tentang menamai bisnismu, yang membahas proses memunculkan nama, memeriksa duplikatnya, mengujinya, dan menentukan berdasarkan pada daftar periksa faktor utama. Kamu dapat memulai dengan tutorial berikut:

6. Buat Sebuah Merek

Kamu mungkin terkejut melihat langkah ini muncul terlalu cepat. Banyak orang bingung antara branding dengan pemasaran, dan mengira bahwa itu hanya masalah pengucapan. Yang lainnya mengira itu hanyalah desain logomu. Bukan itu.

Merekmu, sederhananya, adalah janji yang kamu buat kepada pelangganmu. Itu adalah nilai-nilai yang menjadi dasar operasimu, jenis pengalaman yang akan kamu berikan kepada orang-orang, dan reputasi yang ingin kamu miliki.

Julia Melymbrose, pendiri studio kreatif Chocolate & Caviar, menuliskan tutorial tentang membuat merek bisnis freelance yang menguntungkan, dimana dia menyarankan menentukan merek berdasarkan tiga elemen utama: dalil, kepribadian, dan tujuan. Dia juga menyediakan lembar kerja branding gratis.

Merek juga memiliki komponen visual, yang membantumu mengumpulkan image yang kamu tentukan. Pilihan warna tertentu, typeface dan grafis dapat membantu membuat imej dan kepribadian merek yang kamu inginkan: menyenangkan dan unik, bertanggungjawab dan dapat diandalkan, atau apapun lainnya. Untuk lebih jelasnya, lihat tutorial konsultan merek Grace Fussell tentang panduan membuat sendiri merekmu.

Kamu mungkin juga ingin mendapatkan beberapa kartu bisnis dan alat tulis bermerek lainnya dicetak pada tahapan ini, namun hanya jika kamu yakin tentang merekmu. Jika kamu kira itu mungkin berubah, silahkan menunda bagian ini untuk sementara waktu!

7. Bangun Sebuah Website

Sekarang setelah kamu membuat identitas merekmu, waktunya untuk mengumumkannya kepada dunia. Bahkan jika kamu memulai sebuah bisnis batu bata dan mortir, di masa kini pelanggan akan mengharapkanmu memiliki website—dan begitu juga pemasok, calon mitra bisnis, investor dan siapapun yang mungkin berurusan denganmu.

Ada beberapa pendekatan berbeda yang dapat kamu ambil, dan yang mana kamu gunakan tergantung pada anggaran, tahapan pengembangan dan branding, serta level teknis dan keahlian desain.

Jika kamu memiliki beberapa skill teknis yang dapat kamu beli dan menginstal theme website terjangkau berdasarkan fungsionalitas website yang ingin kamu punya, seperti kemampuan transaksional, membuat daftar email atau integrasi media sosial.

Pilihan browring adalah cara bagus untuk menyalakan imajinasi tentang apa yang mungkin. Atau langsung memulai dengan koleksi theme WordPress terlaris ini.

Jika mencari uluran tangan atau pendekatan yang lebih sesuai, kamu dapat menyewa jasa desainer atau pengembang untuk menyesuaikan kartu panggil digitalmu.

Jika kamu perlu menjalankan website secepat mungkin, dan tidak mungkin mendapatkan banyak komponen yang disebutkan, kamu mungkin juga ingin menggunakan situs pembuat website yang lebih basic (seperti yang direkomendasikan di dalam artikel di bawah):

Jika kamu sudah memiliki ide yang solid dari branding dan fungsionalitas perusahaan yang kamu inginkan dari website, maka menyewa desainer web profesional adalah pilihan yang baik. Atau, jika kamu nyaman dengan pendekatan membuat sendiri, kamu dapat mempersiapkan sebuah situs menggunakan WordPress atau CMS serupa, entah mendesain itu dari awal atau memilih theme WordPress yang cocok dengan jenis situs yang kamu inginkan.

8. Menangani Birokrasi

Memulai sebuah bisnis dapat sangat menyenangkan, namun saya harus mengakui bahwa langkah ini bukanlah bagian menyenangkannya. Ketika kamu memulai sebuah bisnis, kamu perlu menyadari tiap hukum dan regulasi yang berlaku. Kamu mungkin perlu mendaftar sebagai bisnis dengan berbagai agensi pemerintah, kamu mungkin perlu mendapatkan lisensi atau ijin tertentu, dan mungkin ada lebih banyak dokumen yang perlu diisi.

Karena Envato Tuts + adalah situs global dan peraturan bervariasi begitu banyak berdasarkan negara, sangat sulit untuk terlalu spesifik di sini. Sebagai contoh singkat, di US kebanyakan bisnis perlu untuk menerapkan IRS untuk Nomor Identifikasi Pengusaha dan mungkin harus mendaftar dengan lembaga negara. The Small Business Administration memiliki informasi tentang hukum bisnis dan peraturan lainnya yang berlaku, serta lisensi dan izin federal atau negara yang mungkin kamu perlukan.

Selain itu, kamu juga harus memikirkan tentang struktur hukum yang tepat untuk bisnismu, dan apa jenis bisnis asuransi yang kamu butuhkan, seperti diuraikan dalam tutorial ini:

9. Mengumpulkan Dana

OK, kembali ke hal yang menyenangkan. Let’s talk about raising money!

Kembali ke bagian 4 kita membuat model finansial untuk perusahaan baru kita. Tapi bagaimana jika latihan itu mengungkapkan bahwa kamu tidak punya cukup uang untuk memulai bisnis?

Jangan khawatir—ini hal yang tidak umum. Orang-orang memulai bisnis baru sepanjang waktu, dan tidak semuanya memiliki akses ke pot besar emas. Ada beberapa strategi yang dapat kamu gunakan jika ada kesenjangan antara berapa banyak uang yang kamu miliki dan berapa banyak perkiraan kebutuhanmu.

Salah satu pilihan yang sangat populer dengan bisnis berbasis layanan online, adalah "bootstrapping", yang berarti menjaga biaya sangat rendah dan membangun bisnis yang berkelanjutan dengan cepat dan dengan investasi minimal. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang itu, baca panduan berikut tentang melakukan bootstrapping pada bisnis onlinemu.

Tetapi bahkan jika kamu ingin memulai sebuah perusahaan yang lebih tradisional yang memerlukan investasi dalam peralatan, bangunan, bahan baku dan lainnya, kamu masih memiliki beberapa pilihan untuk mengumpulkan dana. Saya membahas semuanya di dalam seri tentang mendanai sebuah bisnis:

Seri tersebut juga mencakup ekuitas swasta dan IPO, namun pilihan pendanaan tersebut lebih sesuai bagi bisnis yang berkembang daripada startup baru.

10. Buat dan Uji Produk Atau Layanan Pertamamu

Sebelum kamu meluncurkan dan mulai menjual produk dan layanan kepada dunia, merupakan ide yang bagus untuk mengujinya pada skala kecil.

Melakukannya dengan cara ini dapat membantumu mengidentifikasi masalah dan memperbaikinya lebih segera, sebelum kamu menghabiskan banyak uang untuk memproduksi dalam skala besar, dan sebelum kamu mengambil risiko merusak reputasimu lebih luas.

Kamu dapat membaca lebih lanjut tentang cara kerja prosesnya di dalam tutorial membangun produk tangkas berikut, yang melihat pada konsep seperti pengembangan tangkas, mengembangkan produk layak minimum (MVP), dan prinsip-prinsip startup yang ramping:

Kamu juga dapat menerapkan prinsip yang sama untuk bisnis berbasis layanan. Jika Anda sedang menyiapkan sebuah studio fotografi, misalnya, bagikan pemotretan gratis ke sejumlah orang untuk feedback yang jujur. Bahkan jika kamu percaya diri dalam skill-mu, mungkin ada sesuatu dalam proses penyelesaian tugas profesional yang perlu kamu hilangkan.

The key to the success of this process is learning and adapting. Ingat mantra "Bangun, Ukur, Pelajari", dan pastikan bahwa kamu melakukan tes menyeluruh pada produk atau jasamu, dan kamu terbuka untuk mengubahnya jika diperlukan sebelum melepaskannya ke dunia yang lebih luas.

11. Cari Sebuah Lokasi

Jika kamu memulai sebuah bisnis online, langkah ini mungkin tidak berlaku padamu. Namun kebanyakan bisnis memerlukan lokasi fisik, dan menemukan yang tepat merupakan langkah penting.

Apa yang tepat bagimu tergantung pada jenis bisnis yang kamu mulai. Jika itu sebuah bisnis ritel yang sangat bergantung pada pembelian mendadak, lokasi utama dapat membuat perbedaan besar pada penjualan. Dalam hal ini, mungkin layak membayar lebih untuk menyewa ruang dengan banyak dilewati pejalan kaki dan sedikit persaingan langsung.

Jika, di sisi lain, kamu hanya perlu kantor atau ruang untuk memproduksi dan menyimpan produk yang dijual online atau melalui saluran lain, maka mungkin kamu dapat melupakan lokasi trendi dan menghemat uang dengan menyewa sebuah bangunan lama atau pengaturan yang lebih terpencil.

Dalam kedua kasus, ada banyak faktor lain untuk dipertimbangkan, termasuk apakah kamu memiliki ruang untuk pertumbuhan mendatang, apakah kamu akan mampu menarik karyawan untuk bekerja di sana, seberapa dekat kamu dari pemasok, seperti apa pajak lokal dan peraturannya, dan sebagainya. The U.S. Small Business Administration menawarkan beberapa tips berguna.

12. Pekerjakan Karyawan Jika Perlu

This is another step that won’t apply to all businesses. Jika kamu senang untuk beroperasi sendiri pada awalnya, silahkan lewatkan yang satu ini. Tetapi jika kamu perlu mempekerjakan karyawan, itu mungkin menjadi langkah cukup menakutkan.

Sebagai contoh, ada banyak aturan yang harus kamu patuhi bila kamu menjadi seorang majikan, seperti memiliki asuransi yang tepat, pajak penghasilan yang tepat, dan menyediakan tempat kerja yang aman. Ada juga aturan tentang apa yang dapat kamu tanyakan di dalam wawancara.

Baca tutorial ini tentang mempekerjakan karyawan pertamamu untuk mengetahui lebih lanjut tentang topik ini, dan untuk mendapatkan beberapa tips tentang menemukan orang yang tepat, mewawancarai mereka dan menyusun penawaranmu:

13. Persiapkan Rekeningmu

Menyimpan catatan keuangan yang akurat merupakan persyaratan dasar melakukan bisnis. Kegagalan untuk melakukannya dapat membuatmu dalam kesulitan dengan otoritas pajak, dan dalam setiap kasus itu hanyalah praktek bisnis yang buruk—jika kamu tidak memiliki gambaran yang jelas dan akurat tentang berapa banyak uang yang mengalir masuk dan keluar dari perusahaanmu, kamu tidak akan mampu membuat keputusan yang tepat untuk kesehatan dan pertumbuhannya.

Untungnya, ini bukan langkah yang sulit. Ada sejumlah aplikasi akuntansi dan sistem software di luar sana, seperti QuickBooks, FreshBooks, NetSuite dan Xero, hanya untuk menyebutkan beberapa. Banyak dari mereka menawarkan uji coba gratis, jadi cobalah dan lihat mana yang terbaik bagimu.

Saya juga menulis sebuah tutorial berjudul Dasar-Dasar Pembukuan untuk memperkenalkanmu pada dasar-dasar pembukuan dan menyiapkan laporan keuangan:

Ada juga tutorial bandingan yang ditujukan bagi freelancer, yang melewatkan teori pembukuan dan hanya berfokus pada paling minimum yang perlu kamu ketahui tentang mencatat transaksi bisnis.

14. Menciptakan Kesadaran

Ingat kembali di bagian awal, ketika saya berkata bahwa bisnis memerlukan pelanggan seperti tubuh memerlukan makanan? Nah, ini adalah titik di mana kita mulai menarik pelanggan itu.

Memiliki ide yang baik, sebuah merek yang besar, sebuah situs web dan produk pertama yang solid adalah awal yang indah, tapi untuk mulai membuat penjualan, kamu perlu memberitahu orang tentang semua hal tersebut.

Untungnya, kamu punya beberapa pilihan.

Membuat sebuah daftar email adalah langkah pertama yang sangat baik—baca seri ini tentang pemasaran email untuk panduan komprehensif untuk mengapa pemasaran email itu penting, bagaimana kamu bisa membangun sebuah daftar email, dan bagaimana kamu dapat memaksimalkan itu dengan mengirimkan email yang efektif yang menarik perhatian orang-orang untuk membukanya dan mengambil tindakan.

Anda juga bisa menggunakan iklan berbayar, baik melalui layanan seperti Google Adwords atau melalui media sosial, misalnya Facebook. Untuk informasi lebih lanjut, lihat tutorial ini menulis sebuah iklan Adwords yang memancing klik, atau satu ini tentang pemasaran online yang berbasis lokasi. Dan ada juga seri video tentang memasarkan bisnis online barumu.

Jangan melupakan metode yang lebih tradisional, seperti jaringan tatap muka, bermitra dengan perusahaan lokal lainnya, terdaftar di dalam direktori, menulis untuk publikasi lokal dan banyak lagi. Saya menulis tentang hal-hal ini di sebuah tutorial tentang cara non-internet dalam memenangkan klien lokal:

Akhirnya, salah satu cara terbaik untuk menghasilkan dengungan adalah untuk memiliki orang lain yang melakukannya untukmu. Orang-orang dikelilingi oleh iklan dan promosi diri dan secara alami mencurigai itu, tapi ucapan jujur oleh sebuah koran terpercaya, blog, atau outlet media lainnya akan memberikan kematangan pada kredibilitas pada bisnis barumu. Temukan lebih lanjut tentang mendapatkan wartawan menulis tentang perusahaanmu.

15. Luncurkan!

Langkah terakhir, tentu saja, adalah untuk meluncurkan.

Ini adalah kesempatan sempurna untuk menghasilkan beberapa dengungan di sekitar perusahaan barumu dengan suatu acara atau promosi. Perlu diingat bahwa meskipun peluncuran bisnismu penting bagimu, itu tidak akan menjadi daya tarik besar bagi kebanyakan orang lainnya, sehingga untuk membuat orang-orang tertarik kamu mungkin harus memberikan sentuhan.

Pertimbangkan menjalankan giveaway yang menarik mata, atau tawarkan produk/jasa pada diskon besar di hari peluncuran. Pikirkan tentang apa yang akan membuat kamu menandai sebuah halaman atau membuat tweet tentang hal itu atau membagikan itu via email. Apa yang dapat kamu tawarkan ke orang-orang yang akan membuat mereka bersemangat sepertimu tentang peluncuran?

Acara peluncuran dapat menjadi cara yang bagus untuk bertemu orang-orang, menarik pelanggan potensial dan juga menarik perhatian. Ini dapat berupa sesuatu yang murah dan ceria di toko atau tempat lokalmu, atau kamu dapat mencoba untuk membuat percikan besar dengan meluncurkan di konferensi industri atau acara besar lainnya dan berusaha meraih beberapa audiens mereka. Kamu dapat membaca lebih lanjut tentang menghasilkan dengungan awal untuk peluncuran startup kamu di dalam tutorial ini:

Conclusion

So that’s it! Kita telah melalui semua langkah yang terlibat dalam memulai bisnis, dari ide awal sampai pada hari peluncuran.

Tentu saja, hari peluncuran hanyalah awalan: mempertahankan bisnis dalam jangka panjang adalah topik yang lain sama sekali. Tetapi dengan tutorial ini dan sumber daya ekstra yang saya tautkan, kamu akan dapat mengatur sebuah dasar yang kokoh untuk usaha barumu dan memberikan dirimu kesempatan terbaik untuk sukses.

Untuk merekap, berikut adalah langkah-langkah utamanya:

  1. Muncul dengan sebuah ide
  2. Identifikasi pasar targetmu
  3. Buat sebuah rencana bisnis.
  4. Membuat Sebuah Model Keuangan
  5. Choose a name.
  6. Ciptakan sebuah merek.
  7. Buat sebuah website.
  8. Tangani birokrasi.
  9. Raise funds.
  10. Buat dan uji produk atau layanan pertamamu.
  11. Temukan sebuah lokasi.
  12. Hire employees if necessary.
  13. Buat rekeningmu.
  14. Menciptakan kesadaran.
  15. Luncurkan!

Saya harap kamu menemukan panduan memulai bisnis ini berguna. Silahkan bagikan kisah suksesmu atau nasihat di dalam komentar di bawah, atau di forum komunitas Envato.

Kredit Grafis

Icon Bangunan didesain oleh Ronald Vermeijs dari Noun Project.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.