Unlimited PowerPoint templates, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Business
  2. Small Business

Bagaimana Memulai Sebuah Bisnis Sampingan - Sembari Masih Berkerja

by
Difficulty:IntermediateLength:LongLanguages:
This post is part of a series called How to Quickly Start a Side Business (Ultimate Guide).
Is Your Side Business Idea Worth It? How to Figure It Out
How to Launch Your Side Business in Record Time

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Jika kamu sudah berkerja namun tetap ingin memulai sebuah bisnis sampingan, kamu tidak sendirian. Di US misalnya, separuh pekerja dewasa melaporkan bahwa mereka memiliki sebuah bisnis atau sedang berusaha memulainya.

Ada banyak alasan bagus mengapa bahkan karyawan yang paling stabil ingin mempelajari bagaimana memulai bisnis sampingan, dan bahkan jika mereka tidak memiliki rencana untuk keluar dari pekerjaan tetapnya. Berdasarkan sebuah survei dari Infusionsoft, alasan yang paling umum mengapa orang ingin memulai sebuah bisnis adalah untuk mendapatkan kebebasan, melakukan pekerjaan yang mereka sukai, membuat sesuatu yang menguntungkan, dan memiliki sebuah dampak yang positif. Ini semua merupakan tujuan mulia yang dapat dicapai melalui kewirausahaan.

Start a side business
Semangat - memulai sebuah bisnis sampingan. (grafis)

Di dalam bisnismu sendiri, kamu dapat memutuskan apa yang harus dilakukan juga memutuskan tugas mana yang harusnya kamu prioritaskan. Kebebasan ini berarti kamu dapat mengerjakan sebuah project yang kamu suka dan berada di dalam industri atau bidang yang membuatmu bergairah. Juga, jika kamu mengelola bisnis sampinganmu dengan baik, itu dapat menghasilkan pendapatan ekstra. Dalam beberapa kasus, bisnis sampingan dapat memberi penghasilan sementa kamu sedang melakukan pekerjaan utamamu.

Walaupun manfaat ini terdengar menarik, memulai sebuah project sampingan, khususnya jika kamu memiliki pekerjaan penuh waktu, dapat terasa sulit.

Tantangan Sebuah Bisnis Sampingan

Dengan semua manfaat yang kamu dapatkan dari bisnis sampingan, mengapa tidak semua orang yang menginginkan bisnis itu benar-benar memulainya, dan berhasil? Ini karena memulai sebuah bisnis melibatkan banyak tantangan, dan tantangan-tantangan ini semakin mempersulit jika kamu sudah menghabiskan kebanyakan hari kerjamu dengan menjadi seorang karyawan. Berikut beberapa masalah dan hambatan yang dapat kamu harapkan:

  • Kamu akan berkerja dengan waktu dan energi yang terbatas. Karena kamu akan melakukan pekerjaan utama dan menyimpan kebanyakan kewajiban pribadi lainnya, tampaknya kamu tidak akan dapat menghabiskan waktu untuk bisnis sampingan sebanyak yang kamu inginkan. Ini dapat membuat progress terasa lambat dan, jika kamu kelelahan karena berkerja terlalu banyak, itu dapat menurunkan semangatmu juga.
  • Perhatianmu seringkali terbagi. Memiliki bisnis sampingan dapat menarik perhatianmu ke berbagai arah. Sebagai contoh, ketika mengerjakan bisnismu, kamu mungkin merasa bersalah karena tidak melakukan "pekerjaanmu yang sebenarnya" atau menggunakan waktu yang harusnya dihabiskan dengan keluargamu. Hal sebaliknya juga dapat terjadi—kamu mungkin merasa frustrasi ketika kamu tidak dapat menggunakan waktu kosongmu untuk bisnis.
  • Ada kurva belajar yang curam. Bagi mereka yang memiliki sedikit pengalaman atau pengetahuan dalam memulai sebuah bisnis, memulai sebuah pekerjaan sampingan dapat tampak mengintimidasi karena semua skill yang perlu kamu pelajari untuk bertahan. Bahkan jika kamu mendapatkan beberapa bantuan dari ahli, kamu tetap perlu akrab dengan konsep umum manajemen klien, manajemen tim, perekrutan, marketing, penjualan, dan skill lainnya yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis seperti milikmu. Kemungkinannya kamu harus membaca dan meriset beberapa hal sebelum membentuk sebuah toko.

Tantangan ini hadis bahkan untuk entrepreneur yang lebih berpengalaman. Tidak peduli seberapa berpengalamannya kamu di dalam bidangmu atau dalam memulai bisnis, karena tidak ada dua bisnis yang sama persis, masih banyak yang perlu dipelajari tentang memulai bisnis sampingan yang spesifik ini. Akan selalu ada kesulitan dan masalah yang tidak dapat diprediksi yang hanya akan kamu kuasai melalui pengalaman.

Karena kamu akan menghadapi tantangan-tantangan ini, bagaimana kamu membuat bisnis sampinganmu berhasil meskipun dengan tantangan?

  • Selalu perhatikan tujuanmu. Dengan begitu kamu akan sangat berfokus dalam mencapainya. Kamu juga akan dapat membuat keputusan dengan cepat karena kamu akan mengenali tujuanmu dengan baik (contohnya jika kamu memiliki tujuan untuk menghasilkan $5,000 secepat mungkin, itu mungkin tidak masuk akal pada tahapan ini untuk melakukan project yang memakan waktu secara intensif hanya untuk pamer atau kebanggaan). Juga, dengan memiliki tujuan yang sangat jelas dan terukur membuatmu dapat mengatur jadwal hidupmu dalam cara dimana setiap bagian penting memiliki waktunya sendiri. Kamu dapat menangani lebih baik terhadap perasaan bersalah tidak memeberikan semua usahamu pada pekerjaan penuh waktu atau tidak menghabiskan waktu dengan keluarga, karena kamu akan percaya diri bahwa kamu menyediakan cukup waktu untuk aktifitas tersebut.
  • Buat Semuanya Tetap Ramping. Ini berarti berkerja hanya pada hal mendasar yang paling mendesak akan membawamu lebih dekat dengan tujuanmu. Buat sebuah daftar bukan hanya berisi hal-hal untuk dilakukan, namun juga hal-hal untuk dihindari, khususnya jika tugas yang tidak perlu ini akan memakan banyak waktumu dengan sedikit atau tanpa manfaat.
  • Dapatkan dukungan dari keluarga atau siapapun yang mungkin terdampak. Meskipun kamu tidak perlu mendapatkan ijin penuh, itu akan membuatnya lebih mudah jika keluarga mendukung tujuanmu. Sama halnya dengan pemberi kerja, meskipun kamu tidak harus mengungkapkan detail tentang bisnis sampinganmu, paling baik jika kamu melihat kontrak kerja dan memastikan bahwa menjalankan bisnis tidak membawa konflik kepentingan atau melanggar kontrak.

Bagaimana Memulai Bisnis Sampingan: Tahap Demi Tahap

Dengan mengenali manfaat dan tantangan, jika kamu merasa bahwa memulai bisnis sampingan hal tepat untukmu, berikut tahapan yang dapat kamu ambil yang dapat meningkatkan kesempatanmu untuk berhasil:

Langkah 1: Rencanakan Jadwal dan Strategi

Miliki perhitungan realistis akan waktu dan energi yang dibutuhkan untuk meluncurkan dan menjalankannya, dan bandingkan berapa banyak waktu dan energi yang sebenarnya kamu punya untuk merilis itu. Ini akan memberikanmu timeline realistis untuk dikerjakan.

Perhatikan bahwa estimasi awal jadwalmu akan cenderung salah. Jika ini perkaranya dan kamu memiliki masalah dalam mengikuti jadwalmu, cukup atur ulang itu berdasarkan kebiasaan dan tingkat energimu sepanjang minggu. Dengan membuat beberapa perbaikan terhadap rencana awalmu hanyalah bagian menjalankan sebuah bisnis, jadi terimalah bahwa pengulangan hanyalah bagian dari pekerjaan.

Langkah 2: Lakukan Riset Pelanggan

Biasanya, ketika orang memikirkan tentang memulai sebuah bisnis, mereka mulai dengan sebuah ide. Ini berarti bahwa jika mereka belum memiliki ide, mereka tidak dapat memulai bisnis. Untuk membebaskan dirimu dari batasan ini, pertimbangkan untuk memikirkan pelanggan terlebih dahulu. Siapa yang ingin dilayani oleh bisnismu? Apa yang mereka butuhkan?

Namun jika kamu telah memiliki daftar peluang bisnis yang ingin kamu mulai, kamu dapat menggunakan ide tersebut sebagai titik awal untuk memikirkan pelanggannya. Misalnya, jika kamu ingin meluncurkan sebuah bisnis percetakan, jadilah spesifik tentang jenis klien yang mana yang ingin kamu prioritaskan: UKM, perusahaan besar, atau perorangan? Di antara mereka, pada batasan apa yang ingin kamu layani: Perencana Acara, perusahaan pemasaran, atau restoran? Dengan mempersempit klien potensial, kamu dapat memperkirakan kebutuhan mereka sehingga kamu dapat mencocokkan ide bisnismu untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Bagaimana kamu menemukan apa yang dibutuhkan calon pelangganmu? Kamu dapat memulai dengan bertanya kepada mereka. Kamu dapat melakukan survei online, meriset statistik atau survei yang dapat kamu temukan tentang pasar target, atau mewawancarai kontak pribadi yang merupakan bagian pasar itu.

Berikut beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang pelanggan pada tahapan ini:

  • Tantangan apa yang mereka hadapi secara reguler? Apa yang membuat mereka frustrasi? Kamu dapat menjaga pertanyaan tetap spesifik pada solusi yang akan kamu sediakan. Sebagai contoh, jika kamu memikirkan tentang membuat layanan perawatan rumput halaman, tanyakan mereka apa yang paling membuat mereka frustrasi tentang perawatan rumput halaman mereka.
  • Apakah aspirasi dan goal mereka? Sekali lagi, pastikan itu relevan dengan idemu. Berdasarkan contoh di atas, kamu dapat menanyakan seperti apa taman impian mereka.
  • Beritahu mereka tentang ide bisnismu. Tanyakan mereka jika, secara hipotesis, kamu siap menyediakan mereka dengan produk atau layanan ini sekarang, seberapa banyak pikir tentang harga seharusnya? Sebagai alternatif, temukan seberapa banyak yang telah mereka bayar untuk produk atau layanan yang sejenis. Jika mereka belum membayar untuk solusi yang sama dan solusi tersebut sudah tersedia, temukan apa yang menghambat mereka dalam memutuskan untuk membeli.

Dengan menemukan jawaban terhadap pertanyaan spesifik ini, kamu dapat dengan cepat mengetahui apakah ide bisnis cocok pelanggan targetmu—sebelum kamu bahkan menghabiskan semenit merencanakan ide produk atau layanan.

Langkah 3: Susun Dan Uji Ide Bisnismu

Sekarang setelah kamu mengetahui banyak tentang pelanggan, jenis produk atau layanan apa yang akan membuat mereka tertarik? Lakukan brainstorming menggunakan informasi yang telah kamu punya. Jika kamu melakukan brainstorming atau jika kamu telah memiliki daftar ide bisnis yang cocok untuk pelanggan tujuan, waktunya untuk mulai menguji validitas ide ini. Di akhir tes ini, kamu perlu mengetahui tawaran mana yang akan membuat pelanggan targetmu bersedia membayar.

Panduan dalam Tuts+ berikut berisi beberapa tes yang dapat kamu lakukan, dan beberapa tool untuk digunakan dalam tes ini:

Kamu juga dapat melakukan tes offline, seperti mencetak dan memposting flyer, atau melalui mulut ke mulut dengan berkeliling di sekitar lingkunganmu dan berbicara kepada perorangan dan pemilik toko tentang produk atau layanan yang akan kamu tawarkan segera. Jika kamu memiliki sumber daya untuk dihabiskan, kamu dapat menempatkan iklan kecil di dalam koran lokal atau stasiun radio.

Poin dari tes ini adalah untuk mempelajari apakah kamu akan mendapatkan respon terhadap tawaranmu. Ide produk atau layanan apa yang membuatmu paling banyak mendapatkan respon? Jika kamu menyoroti titik permasalahan atau target dalam tesmu, yang mana yang paling banyak mendapatkan respon?

Lagipula ini mungkin tampak seperti langkah yang tidak perlu, kamu dipacu waktu dan sudah memiliki pekerjaan utama. Namun itu tepatnya mengapa respon pelanggan itu perlu. Sebelum kamu mulai lebih banyak menginvestasikan waktu dan energi yang berharga dalam membangun, memasarkan, dan merencanakan produk atau layanan, kamu perlu mengetahui versi idemu yang mana yang akan memberikanmu keuntungan tertinggi.

Langkah 4: Buat Produk Atau Layanan Minimum Yang Layak

Ini adalah dimana kamu mengambil semua yang telah kamu pelajari dan lakukan sejauh ini dan mulai membuat produk atau layanan yang akan kamu jual. Karena ini adalah bisnis sampingan, paling baik untuk membuat "produk layak minimum" terlebih dahulu, versi paling sederhana dari apa yang kamu rencanakan untuk dijual. Pada tahapan ini, sangat menggoda untuk habis-habisan pada produkmu, namun melakukan itu akan seperti bertaruh dan mungkin mengganggumu dari tujuan langsungmu: Membuat keuntungan secepat mungkin dari bisnis sampinganmu.

Jika, sebagai contoh, kamu menyediakan layanan copywriting, mulailah dengan menyediakan layanan yang paling banyak dipanggil ketika kamu melakukan risetmu. Sekarang bukan waktunya untuk menyediakan paket lengkap layanan penulisan—itu bisa nanti setelah lebih banyak riset dan pengujian, atau setelah beberapa klien mulai bertanya menanyakan fitur tambahan.

Konsep memiliki "produk layak minimum" hadir dari metode Lean Startup, sebuah kerangka kerja yang dikembangkan oleh penulis dan entrepreneur Eric Ries. Pendekatan Lean Startup dimaksudkan untuk mengelola risiko di belakang menumbuhkan bisnis dan merilis produk secepat mungkin. Walaupun kerangka kerja sering digunakan di dalam sektor teknologi, kebanyakan idenya dapat diterapkan di dalam jenis bisnis lainnya juga.

Langkah 5: Mulai Menjual

Untuk bisnis baru, biasanya merupakan ide yang bagus untuk mengarah ke orang yang kamu konsultasikan sembari membuat produk atau layanan dan benar-benar menjualnya ke mereka. Karena kamu sudah akrab dengan goal, keinginan, dan tantangan mereka, kamu akan tahu dengan pasti bagaimana tawaranmu bisa cocok dengan kebutuhan mereka. Sebagai alternatif, kamu dapat membuat pengumuman, menempatkan iklan yang tidak mahal, atau mempromosikan tawaranmu di dalam ruang dimana pelanggan target biasa berkumpul, entah itu secara offline atau online.

Saat kamu mulai menjual produk atau layananmu untuk pertama kalinya, kamu akan mempelajari bagaimana mengenali saluran penjualan—sebuah kerangka kerja yang berguna untuk memikirkan tentang alur peluang penjualan melalui bisnismu. Lagipula, tidak semua pihak yang tertarik yang mendengarkan atau membaca iklan penjualanmu atau melihat toko onlinemu akan menjadi pembeli. Inilah mengapa penting untuk menjaga saluran penjualanmu mengalir dengan calon transaksi. Dalam hal kamu terhambat atau gagal mencapai goal penjualan, saluran itu akan memberitahumu area pasti dalam proses penjualan yang perlu ditingkatkan.

Ingatlah untuk menentukan goal sebelum kamu mulai menjual. Goal ini hendaklah mencakup seberapa banyak penjualan yang kamu ingin buat dan deadline untuk mencapai goal itu. Dengan memiliki sebuah goal dan deadline akan memberikanmu timeline spesifik untuk diikuti sehingga kamu dapat mengetahui waktu untuk mempertimbangkan ulang bagaimana saluranmu berkerja.

Langkah 6: Evaluasi Progressmu

Setelah kamu melalui proses penjualan, pelajari progressmu sejauh ini. Apakah kamu mencapai target penjualan? Apakah situasi atau keputusan utama yang berkontribusi pada hasil tersebut? Dimana tempat kamu paling banyak mengalami kesulitan? Kembali dan kaji ulang setiap tahapan yang telah kamu ambil sejauh ini dan lihat bagian mana yang lebih dapat ditingkatkan lagi dan akan dilakukan lebih baik lagi pada waktu berikutnya.

Penting juga untuk melampaui keuntungan bisnismu dan mempertimbangkan tantangan dan peluang lainnya yang kamu hadapi. Apakah kamu memiliki masalah dalam mengatur waktu untuk bisnis selama akhir pekan? Apakah rumahmu merupakan tempat yang sulit untuk menjalankan bisnis ini? Apakah kamu merasa merindukan dan menikmati pekerjaan utamamu lebih dari mengerjakan bisnis sampinganmu? Jawabanmu akan memberitahumu apa tindakan utama yang seharusnya ditempatkan dalam langkah berikutnya jika kamu ingin lebih efektif dalam menyeimbangkan antara pekerjaan sampingan dan pekerjaan penuh waktumu.

Langkah 7: Tingkatkan Dan Ulangi Kembali

Berdasarkan pengkajian ulang, kelemahan mana yang perlu diperbaiki sekarang sebelum membawa bisnis sampinganmu lebih jauh lagi? Miliki sebuah rencana tindakan untuk memperbaiki titik lemah ini dan terus ulangi tahap ini dan tahap sebelumnya hingga kamu menguasainya. Jika tidak, kamu akan membawa masalah ini bersamamu dan barangkali semakin menumpuknya ketika kamu membawa bisnismu lebih jauh atau memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan utamamu.

Pertimbangkan juga peluang dan goal yang ingin kamu capai berikutnya. Perubahan apa yang perlu kamu lakukan untuk dibuat dengan benar dalam bisnis sampinganmu jika kamu ingin memenuhi goal atau menarik lebih banyak peluang?

Ini dapat berarti menghemat banyak anggaran besar pemasaran, memperkerjakan orang untuk membantumu, memperbarui toolmu, atau meningkatkan produk atau layananmu. Tidak ada bisnis yang akan sempurna, namun dengan secara reguler mengkaji ulang dan meningkatkan bisnismu, kamu dapat membuatnya maju berkembang bahkan dalam keadaan yang menantangn.

Gunakan tool seperti Business Model Canvas untuk memvisualisasikan model bisnismu dan cari area untuk ditingkatkan:

Langkah 8: Bawa Itu ke Level Berikutnya

Menentukan apakah level berikutnya itu untuk bisnismu sepenuhnya tergantung pada tujuan gambaran besarmu. Apakah kamu merencanakan untuk berhenti dari pekerjaanmu? Apakah kamu tidak hanya ingin fokus pada penjualan, namun juga memulai pemasaran dan branding? Apakah kamu sebaiknya memperluas skala operasimu? Tentukan apakah level berikutnya dan kriteria apa yang perlu kamu penuhi untuk mencapainya.

Terkadang, tahapan ini juga berarti membuat hukum khusus dan keputusan fiskal tentang apa tahapan berikutnya. Jika kamu mendapatkan penghasilan yang cukup dari pekerjaan sampinganmu, inilah waktunya untuk mulai berkonsultasi dengan akuntan tinggal pendaftaran bisnis dan bagaimana mengambil keuntungan dari pengurangan dan manfaat pajak.

Membuat Bisnis Sampinganmu Berhasil

Memulai sebuah bisnis sampingan terdengar begitu sederhana namun itu jauh lebih sulit dalam prakteknya. Kamu akan memiliki keraguan, hari kerja yang panjang, dan kamu akan didorong keluar dari zona nyaman itu. Mungkin itu menantang untuk membangun sebuah bisnis sampingan yang bertahan sembari melakukan pekerjaan utama; namun jika kamu melakukan usaha yang konsisten sepanjang waktu, melaksanakan rapat reguler, dan menjaga jalur penjualan tetap mengalir, kamu dapat membuatnya berkerja.

Jika kamu membuat bisnis sampinganmu secara online, maka kamu memerlukan sebuah template website, kamu dapat membeli desain situs berkualitas di Envato Market (ThemeForest). Kami memiliki ribuan pilihan profesional untuk dipilih.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.