Advertisement
  1. Business
  2. Productivity

Bagaimana Berhenti Menunda dan Mulai Bekerja

by
Read Time:11 minsLanguages:
This post is part of a series called Build Your Own Productivity System .
How to Be Happy and Get More Done in 2021
How to Start Every Day With a Productive Mindset

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Sebelum kita masuk ke dalam cara menangani penundaan, tentukan dahulu apakah itu memang masalah yang harus diperhatikan. Bukankah sebagian orang tidak masalah dengan penundaan? Bukankah itu hanya kebiasaan yang tidak berbahaya? Lagipula, seorang yang suka menunda pada akhirnya dapat menyelesaikan pekerjaannya. Dalam hal tertentu, menunda dapat membantu pekerjaan anda. Tinggalkan segalanya hingga di menit terakhir dapat membuat pikiran fokus.

Beberapa ahli produktifitas bahkan percaya bahwa penundaan membantu produktifitas. Bahkah jika anda tidak melakukan apa yang seharusnya anda lakukan, mereka percaya, kalau anda sedang melakukan sesuatu. Sehingga semua terselesaikan pada akhirnya.

Masalahnya adalah, tidak ada penelitian yang mendukung hal ini.

Salah satu studi awal yang membahas tentang dampak penundaan terhadap produktifitas dilakukan pada tahun 1997. Psikolog Case Western Reserve University melacak para murid selama satu semester penuh. Mereka melihat kinerja akademik, kesehatan, dan tingkat stres para murid selama semester tersebut. Pada awalnya, murid yang suka menunda bernasib lebih baik. Karena mereka menghindari tugas, mereka memiliki tingkat stres yang lebih rendah. Namun ketika semester mulai berjalan, segalanya berubah. Murid yang suka menunda memiliki rata - rata nilai yang lebih rendah dan tingkat stres yang lebih tinggi dan rentan terhadap penyakit.

Dengan kata lain, penundaan tidak hanya mengganggu kerja anda. Itu juga merusak kesehatan fisik dan mental anda.

"Meskipun ada rasa membiarkan dan keuntungan jangka pendeknya, penundaan tidak dapat dianggap sebagai baik adaptif ataupun berbahaya," author studi tersebut menulis. "Murid yang suka menunda pada akhirnya menderita lebih banyak dan menunjukkan kinerja yang lebih jelek dibanding yang lainnya."

Sekitar satu dari lima orang mengidap penyakit menunda yang kronis. Untuk orang - orang ini, menunda telah menjadi gaya hidup mereka. Semuanya mulai dari belanja Natal hingga pembayaran pajak dibiarkan hingga menit terakhir.

Jika anda terbiasa mengatur jadwal kerja, maka anda akan lebih cenderung menjadi seorang penunda tingkat kronis. Sebuah studi tahun 2007 menemukan bahwa hingga 95% mahasiswa menunda dalam waktu yang reguler.

Penundaan itu menyakitkan. Ketika anda terjebak dalam penundaan, anda akan memperlama hari kerja anda. Terlebih lagi, dengan menyisakan segalanya di menit terakhir, anda membuat diri anda lebih sering memasuki mode darurat. Membiarkan kebiasaan menunda memasuki kehidupan profesional anda dapat berarti anda melewatkan kesempatan untuk melaju dalam karir anda, atau lebih buruk lagi, anda kehilangan pekerjaan anda.

Ini adalah sebuah masalah besar hingga forum tentang penundaan telah tumbuh berkembang dalam dunia internet. Sebagaimana seorang penunda anonim mengakuinya di dalam sebuah forum:

Saya masih memiliki pekerjaan, tapi saya telah membuat sebuah kekacauan besar. Saya tidak dapat memperbaiki kesalahan yang telah saya lakukan di masa lalu, secara profesional dan personal. Inilah waktunya untuk menerimanya dan bergerak maju dalam sebuah cara yang tabah dan sepenuh hati. Saya tidak dapat menghentikan kegugupan itu, namun saya dapat berhenti lari dari masalah.

Jika anda memiliki masalah dengan menunda, inilah waktunya juga anda berhenti lari dari masalah. Membaca tutorial ini tidak akan menyelesaikan masalah apapun, namun akan menyediakan anda alat bantu yang bervariasi untuk membantu anda mengendalikan sifat menunda - nunda.

Anda dapat mengikuti langkah - langkah dalam tutorial ini secara tidak beraturan. Pilihlah langkah yang anda inginkan, kemudian biarkan yang lainnya. Penting bagi anda untuk melakukan apa yang berhasil bagi anda.

Langkah 1: Berkomitmen untuk Membentuk Kebiasaan yang Lebih Baik

Seperti halnya merokok, makan berlebih, atau menggigit kuku, menunda - nunda adalah kebiasan yang buruk. Anda melakukannya tanpa berpikir - bahkan jika anda memilih untuk tidak melakukannya. Karena itu berdasarkan sebuah kebiasaan, anda harus bekerja keras untuk mengubahnya. Memerlukan komitmen besar untuk membentuk kebiasaan baru.

Sebuah nasihat populer menyebutkan bahwa dibutuhkan 21 hari untuk membentuk sebuah kebiasaan. Kenyataannya adalah lebih sulit dari itu. Penelitian ilmiah menyebutkan bahwa dibutuhkan rata - rata 66 hari untuk membentuk sebuah kebiasaan baru, dan dapat membutuhkan waktu hingga delapan bulan.

Memadukan lebih banyak kebiasaan produktif ke dalam hidup anda akan membutuhkan waktu dan usaha. Jangan khawatir jika anda menghadapi beberapa kendala dalam proses tersebut. Sedikit penundaan itu masih normal. Yang terpenting adalah anda sedang bergerak dan mengurangi hal - hal yang anda tunda.

Sebagaimana anda membuat komitmen ini, akan sangat membantu untuk mengingatkan diri anda tentang kerusakan yang disebabkan penundaan terhadap hidup anda. Apakah anda menyadarinya seperti yang tetera berikut?

  • Akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengerjakan tugas. Anda akan menghabiskan sepanjang hari untuk mengerjakan suatu tugas yang seharusnya dapat diselesaikan dalam beberapa jam saja.
  • Pada akhir hari tersebut, anda merasa bersalah dan lelah. Penundaan itu membuat kerja menjadi lebih berat. Rasanya seperti berkendara sambil menginjak rem. Anda akan menyadari bahwa menunda dimana seharusnya anda bekerja menggunakan lebih banyak energi dibandingkan jika anda langsung mengerjakan tugas tersebut.
  • Anda akan merasa lebih sinis akan mimpi - mimpi anda., apakah itu belajar bahasa baru, menulis blog setiap minggu, atau memulai sebuah bisnis. Anda akan dibuat percaya bahwa mimpi - mimpi tersebut tidak mungkin diwujudkan karena anda tidak mempunyai komitmen.

Setelah anda memulai mengendalikan penundaan, semua kendala - kendala tersebut akan tampak seperti kendala yang telah berlalu.

Langkah 2: Berlatih untuk Lebih Mawas Diri

Penundaan biasanya merupakan hasil dari sebuah pilihan yang kurang baik. Apakah anda harus mengerjakan sesuatu yang tidak anda nikmati, atau anda dapat menghindari pekerjaan tersebut namun merasa bersalah karena itu.

Bagaimana jika anda dapat menjadi bahagia apapun pilihannya?

Menjadi mawas diri merupakan cara membawa kondisi bahagia dalam pikiran terlepas dari apapun yang anda kerjakan. Hal ini meliputi mundur selangkah dan menyadari apa yang sedang terjadi.

Mawas diri membantu anda berhenti menunda dalam berbagai cara:

  1. Mengurangi stres dan tekanan. Penundaan merupakan spiral stres yang berputar ke bawah. Semakin sering anda menunda, semakin seram kelihatannya untuk memulai tugas yang seharusnya anda kerjakan. Mawas diri mengurangi tingkat stres anda, membantu anda merusak spiral tersebut.
  2. Membantu anda menyadari bahwa anda sedang menunda. Ini tidak berarti anda harus melakukan apapun tentang fakta bahwa anda sedang menunda karena menjadi mawas diri adalah tentang mengamati diri anda tanpa menghakimi. Namun setelah anda memahami pola yang anda lakukan untuk menunda, anda akan meningkatkan keinginan anda untuk berubah.
  3. Membuka pilihan dan menghapus rasa bersalah. Ketika anda menunda, anda berakhir dengan rasa bersalah. Anda tahu kalau anda seharusnya bekerja, namun anda menghiraukannya. Dengan kata lain, penundaan anda adalah bentuk pemberontakan. Rasa mawas diri itu bersifat tidak menghakimi. Ketika anda mawas diri, anda mengambil alih diri kata "seharusnya" tersebut. Ini membuat anda merasa tidak bersalah apapun yang anda pilih baik untuk melakukan ataupun menundanya. Ketika rasa bersalah dihapus, anda akan sering menemukan bahwa anda lebih patuh untuk bekerja daripada menundanya.

Untuk mendapat lebih banyak tips tentang menjadi mawas diri, kunjungi artikel kami tentang Bagaimana Menjadi Bahagia dan Menyelesaikan Lebih Banyak Tugas.

Langkah 3: Berhenti Menjadi Seorang Finisher

Sebuah naskah (script) tak terlihat merupakan cerita - cerita yang kita sampaikan terhadap diri kita yang akhirnya mempengaruhi diri kita dengan sangat kuat akan bagaimana kita menjalani hidup. Penundaan adalah hasil dari kumpulan script tersebut. Satu script yang paling kuat yang menyebabkan penundaan adalah Saya harus menyelesaikan ini.

Anda mungkin akan menaikkan alis karena terkejut sekarang. Bukankan masalah dari orang yang suka menunda adalah mereka tidak menyelesaikan apa - apa? Mungkin untuk beberapa penunda itu memang masalahnya. Tapi sebagian besar penunda menyelesaikan tugas yang memang harus mereka kerjakan. Hanya saja mereka membiarkannya hingga di saat - saat terakhir. Hal ini menyebabkan mereka mengalami stres yang tidak perlu dan mereka tidak dapat mengeluarkan yang terbaik.

Para penunda senang menyelesaikan tugas - tugasnya. Mereka suka menyelesaikan sesuatu. Ketika tugas tersebut sudah selesai, mereka dapat bersantai tanpa rasa bersalah.

Apa yang mereka benci adalah ketika berada di tengah prosesnya. Mereka tidak suka memulai sesuatu kemudian berhenti di tengah jalan. Untuk seorang yang suka menunda, tidak ada gunanya memulai sesuatu jika tidak diselesaikan. Inilah salah satu alasan kenapa mereka menundanya hingga di saat - saat terakhir. Deadline adalah alasan mereka untuk membiarkan tugas tersebut dan kemudian baru fokus mengerjakannya hingga selesai.

Apa yang harus anda lakukan untuk memecah script "Saya harus menyelesaikannya" ini? Daripada menjadi seorang finisher, jadilah seorang starter. Ubahlah scriptnya menjadi "Saya dapat memulai." Memulai tidak berarti mengawali proyek baru. Itu juga berarti memulai kembali proyek separo jalan yang anda tinggalkan (atau mungkin baru selesai seperempat atau 99%nya).

Seperti yang ditulis oleh Neil Fiore, penulis The Now Habit:

Teruslah memulai, dan finishing akan terjadi dengan sendirinya.

Satu cara untuk membuat proses memulai menjadi lebih mudah adalah jangan pernah istirahat ketika tugas tersebut hampir selesai atau ketika sedang terhambat. Selalu "selesaikan" ketika anda sedang di tengah suatu tugas, dan anda akan mengerjakannya dengan lebih baik. Hal ini mempunyai dua efek. Pertama, itu akan mengubah kebiasaannya anda yang dulunya menjadi seorang finisher. Kedua, ini berarti ketika anda kembali ke tugas tersebut, akan lebih mudah bagi anda untuk menyesuaikan diri.

Langkah 4: Bagi Hari Anda Berdasarkan Waktu Bukan Berdasarkan Tugas - Tugas

Salah satu konsekuensi menjadi seorang "finisher" adalah anda memikirkan hari kerja anda berdasarkan tugas - tugas yang harus anda selesaikan. Tentu saja, setiap orang memerlukan to-do list. Namun saat anda bekerja untuk menaklukkan kebiasaan menunda anda, akan sangat membantu untuk memikirkan hari anda dalam bagian - bagian waktu daripada berdasarkan tugas.

Cara paling sederhana untuk melakukan ini adalah membagi hari - hari anda dalam bagian - bagian waktu 25 menit, atau disebut juga Pomodoro. Selama setiap Pomodoro, anda memasang timer, yang membantu anda tetap fokus terhadap tugas yang sedang dikerjakan.

Kami memiliki sebuah Tutorial Mendalam Menggunakan Pomodoro. Anda juga akan menemukan lebih banyak ide untuk bekerja dalam bagian - bagian pada Langkah 7 di bawah.

Langkah 5: Gunakan Ritual untuk Memperkuat Kebiasaan Produktif

Kata "ritual" seringkali digunakan untuk menerangkan upacara religius, namun sebenarnya kata tersebut memiliki makna yang lebih luas. Sebuah ritual adalah kumpulan tugas - tugas yang dikerjakan dalam urutan tertentu. Misalnya, sesuatu yang sederhana seperti membuat secangkir teh dapat juga disebut ritual.

Ritual dapat menjadi sebuah cara hebat untuk mengajari diri anda kebiasaan memulai sebuah tugas. Anda dapat menciptakan sebuah ritual di pagi hari sebelum berangkat kerja, sehingga ketika anda mengikuti ritual tersebut, kebiasaan memulai menjadi suatu yang alami.

Seorang penulis bernama James Chartrand menyebut hal ini dengan respon "click-whirr", dimana nama tersebut diambil dari sebuah fenomena psikologis yang diamati oleh Robert Cialdini. Cialdini menemukan bahwa ritual atau pemicu lain dan mengaktifkan pola - pola dalam otak kita. Terinspirasi oleh Cialdini, Chartrand menciptakan sebuah ritual yang dijalankannya sebelum duduk untuk memulai menulis setiap pagi. Dia menjelaskan:

Setiap hari, Saya mengikuti sebuah rutinitas yang sama dan tetap. Saya bangun pagi. Saya mengambil secangkir kopi. Saya duduk di dapur dan membaca email. Saya membangunkan putri saya dan membantunya bersiap untuk sekolah - iCarly, sereal, pakaian, menyiapkan makan siangnya, menyikat rambutnya, mengantarnya ke tempat pemberhentian bus. Saya berjalan pulang, menarik nafas dalam - dalam, bersyukur dan memikirkan hanya tentang tugas menulis yang telah saya tentukan ketika tiba di rumah. Saya mengisi ulang kopi saya, duduk dan - "click!-whirr" - memegang keyboard.

Jika anda merasa diri anda menunda, anda mungkin menyadari bahwa anda mengikuti sebuah ritual yang cukup spesifik, hampir tanpa sadar. Dengan menentukan sebuah ritual baru dan dengan sadar, anda dapat menggantikan ritual yang sebelumnya.

Langkah 6: Musnahakan Rasa Perfeksionis Anda

Saat kuliah, salah satu profesor saya memberikan sebuah nasihat dalam menyelesaikan paper, dimana saran itu masih saya gunakan hingga kini. Dia menyebutkan:

Jangan lakukan itu dengan benar, namun pastikan itu tertulis.

Saya menyadari bahwa nasihat ini berasal dari seorang kartunis bernama James Thurber. Thurber menemukan rahasia mengalahkan penundaan dan menyelesaikan tugas: Berhenti berharap menjadi sempurna.

Tidak ada penulis yang suka merusak kesempurnaan dalam sebuah halaman kosong. Apapun yang kita tulis akan gagal secepat yang kita kira. Namun tetap saja, penulis perlu untuk menulis. Jadi daripada mengejar kesempurnaan, kita cukup perlu untuk memulai bekerja. Inilah yang terjadi apapun tempat kerja anda.

Tentu saja, anda harus selalu melakukan pekerjaan dengan baik. Anda harus melakukan yang terbaik dengan kemampuan dan sumber daya yang anda miliki. Namun menjadi sempurna adalah goal yang mustahil. Itu adalah sebuah palang yang tidak dapat anda lompati, tidak peduli seberapa panjang kaki anda.

Daripada memutuskan untuk menjadi sempurna, kembangkan prinrip cukup baik. Ini adalah sebuah filosofi yang digunakan oleh software designer. Dengan menciptakan sesuatu yang "cukup baik," mereka memiliki sesuatu untuk dikerjakan. Kemudian jika mereka perlu, mereka dapat membuatnya menjadi lebih baik.

Langkah 7: Buat Penundaan Menjadi Mustahil

Langkah ini adalah pilihan paling kuat untuk seorang penunda yang ekstrem. Ini hanya mungkin jika anda adalah seorang yang dapat menyusun jadwal. Dikatakan bahwa, jika anda seorang penunda yang kronis, anda akan cenderung memiliki banyak pilihan melebihi bagaimana anda menggunakan waktu anda.

Anda menunda saat keinginan anda untuk bermain mengalahkan keinginan anda untuk menyelesaikan pekerjaan. Namun bermain karena menunda itu pasti diliputi rasa bersalah - tidak pernah memuaskan atau menyenangkan dibandingkan jika anda tahu kalau tugas di hari tersebut telah selesai. Bermain adalah sesuatu yang kita butuhkan, tapi untuk seorang penunda, ini menjadi sebuah masalah besar.

Neil Fiore menawarkan sebuah solusi yang tidak biasa namun efektif dalam bukunya The Now Habit. Ini adalah The Unschedule, dan ini bekerja dalam sebuah teknik sederhana: Bukannya menjadwalkan waktu untuk bekerja, namun menjadwalkan waktu untuk bermain.

Untuk membuat sebuah unschedule, ambil sebuah kalender kosong untuk minggu ke depan. Jadwalkan semua aktifitas rekreasional anda - istirahat, makan, tidur, acara sosial, dan sebagainya. Biarkan sisanya.

Unschedule bekerja karena itu membuat anda sadar bahwa anda berkomitmen meluangkan waktu untuk bermain, jadi anda tahu bahwa anda akan mendapatkan imbalannya. Itu juga menghilangkan kesalahpahaman bahwa anda punya waktu 24 jam untuk mengerjakan tugas anda, dimana para penunda sering membayangkan hal tersebut adalah masalah.

Setelah anda menciptakan unschedule, yang perlu anda lakukan hanyalah mencatat waktu kerja anda untuk sebuah periode waktu tanpa interupsi paling tidak selama 30 menit. Setiap kali anda menyelesaikan pekerjaan tersebut, catat ke dalam jadwal anda.

Mulailah dengan berkomitmen untuk melakukan 30 menit kerja dalam sehari, dan biarkan berkembang dari situ.

Anda akan terpesona dengan apa yang anda capai ketika anda fokus sepenuh hati terhadap tugas anda.

Anda Dapat Mengalahkan Penundaan

Bahkan jika anda seorang penunda yang kronis, anda tidak harus terjebak dengan kebiasaan tersebut dalam hidup anda. Anda dapat mengubah cara pendekatan anda sehingga ketika anda bekerja, anda benar - benar bekerja. Saat anda melakukan ini, anda akan menemukan bahwa pekerjaan menjadi lebih menyenangkan, dan anda akan mencapai lebih banyak dari apa yang mungkin pernah anda bayangkan.

Anda telah mencapai cukup jauh sepanjang anda menyelesaikan tutorial ini. Jadi mengapa tidak mulai mengalahkan kebiasaan menunda anda hari ini?

Sumber

Graphic Credit: Switch designed by SuperAtic LABS from the Noun Project.

Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.