7 days of PowerPoint templates, graphics & videos - for free!* Unlimited asset downloads! Start 7-Day Free Trial
Advertisement
  1. Business
  2. Marketing

Bagaimana Menulis Rencana Lean Marketing

Read Time: 13 mins

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Muhlis Tirowali (you can also view the original English article)

Kebanyakan pengusaha mengerti akan pentingnya pemasaran, setidaknya secara teori. Akan tetapi pada umumnya pemasaran hanya menjadi renungan bagi seorang pengusaha yang memiliki jadwal yang padat. Dengan adanya tantangan ini, panduan ini akan menuntun anda untuk merencanakan strategi pemasaran yang minimalis, dan dapat diaplikasikan secara berulang, seiring dengan perjalanan yang penuh gejolak dan ketidakpastian ketika anda menjalankan bisnis kecil.

Minimal Writing StrategyMinimal Writing StrategyMinimal Writing Strategy
Sebuah Pendekatan Minimalis (ilustrasi)

Rintangan terhadap Pemasaran Bisnis Kecil

Meskipun pemasaran adalah unsur penting dalam berbisnis, ada beberapa alasan mengapa pengusaha sulit menjadikannya sebagai prioritas:

1. Kurangnya Waktu

Salah satu rintangan kunci yang menghalangi pengusaha untuk merencanakan dan menjalankan tugas-tugas marketing adalah karena kurangnya waktu. Menurut survei Sage North America terhadap 6 perusahaan kecil yang berada di Amerika Serikat, sebanyak 47% pemilik perusahaan kecil bekerja lebih banyak dalam seminggu dibandingkan ketika mereka bekerja 5 tahun yang lalu, mayoritas dari mereka lebih banyak bekerja lembur dan bekerja di kebanyakan akhir pekan. Karena pengusaha lebih banyak bekerja daripada sebelumnya, hal ini menyulitkan mereka untuk menyelipkan waktu untuk pekerjaan yang ada diluar jadwal - salah satunya adalah pemasaran.

2.  Anggaran yang Terbatas

Pemilik perusahaan kecil tidak hanya memiliki waktu untuk memasarkan, terkadang mereka juga tidak dapat sepenuhnya mengeluarkan anggaran. Sebuah survei yang dilakukan oleh perusahaan perlengkapan kantor Staples menunjukkan bahwa sepertiga perusahaan kecil tidak memiliki anggaran pemasaran, sementara yang memiliki anggaran pemasaran rata-rata memiliki 2000$ setiap bulannya. Meskipun jumlah tersebut cukup untuk menutupi peralatan dan bahan mendasar untuk pemasaran, jumlah tersebut masih kurang untuk menyewa bantuan tambahan untuk pemasaran.

3. Pemasaran yang Dilakukan Sendiri Terkadang Sulit

Rintangan diatas sering memaksa pengusaha untuk melakukan seluruh tugas pemasaran sendirian. Seringkali, mereka tidak mampu  menggaji orang untuk melakukan tugas pemasaran.

Perusahaan dengan lima atau lebih karwayan adalah yang paling cenderung melakukan outsource tugas-tugas pemasaran, menurut survei dari Infusionsoft. Walaupun ketika perusahaan dapat memperkejakan lebih dari 10 karyawan, biasanya tetap saja pemiliklah yang mengambil alih tanggung jawab pemasaran.

Infusionsoft Survey ResulstsInfusionsoft Survey ResulstsInfusionsoft Survey Resulsts
tanggung jawab pemasaran SMB (sumber).

4. Kurangnya Minat

Di survei yang sama oleh Infusionsoft melaporkan bahwa pemilik perusahaan kecil lebih memilih untuk mengerjakan playanan pelanggan atau pengembangan produk daripada mengerjakan pemasaran, periklanan, atau penjualan. Hal ini masuk akal. Pebisnis biasanya meluncurkan perusahaan karena mereka berhasrat akan produk atau layanan yang mereka coba untuk jual. Hal ini membuat pemasaran terlihat seperti pekerjaan kasar daripada sebuah pekerjaan yang semestinya menguntungkan.

Infusionsoft Survey - Business AreasInfusionsoft Survey - Business AreasInfusionsoft Survey - Business Areas
pemilik preferensi SMB (sumber).

Jika rintangan seperti ini terdengar akrab, ketahuilah bahwa anda tidak sendirian. Banyak pemilik perusahaan kecil yang bekerja menghadapi permasalahan yang serupa, tetapi ada jalan yang jelas untuk hal ini.

Prinsip-prinsip Panduan untuk Lean Marketing Usaha Kecil

Mengingat banyaknya hambatan yang mungkin Anda hadapi ketika menjalankan bisnis kecil, maka sangat penting untuk menerapkan sebuah pendekatan lean atau minimalis untuk rencana pemasaran Anda. Berikut adalah prinsip-prinsip yang perlu diingat sebelum Anda memulainya:

1. Menginvestasikan Hanya untuk Hal yang Penting

Mengatakan “ya” mungkin menggiurkan terhadap setiap saluran dan taktik pemsaran yang datang kepada anda. Tetapi seberapa terampil pun anda, tidak semuanya dapat sesuaikan. Kapanpun anda menambahkan tugas  pemasaran di daftar pekerjaan anda, pertimbangkanlah dengan cermat apakah usaha dan sumber daya yang anda kerahkan malah sebaiknya digunakan  Untuk kesempatan lain yang dapat mendatangkan hasil yang lebih baik.

2. Kuasai Seni “Taruhan Kecil”

Menurut pengusaha dan penulis Peter Sims, yang mempopulerkan gagasan, bahwa “taruhan kecil” adalah “tindakan beresiko rendah untuk menemukan, mengembangkan dan menguji sebuah ide”. Daripada fokus terhadap kemenangan atau keuntungan besar besar, sebaiknya mengadakan uji coba yang rendah-ongkos dan rendah-upaya untuk melihat apakah suatu saluran atau taktik dapat bekerja.

Sebagai contoh, daripada menghabiskan waktu brainstorming dan menulis sepuluh artikel baru untuk blog perusahaan Anda, Anda bisa menulis beberapa topik yang Anda ingin selesaikan, dan mengirimkan tulisan anda tersebut untuk pembaca Anda melalui email atau media sosial. Mintalah mereka untuk memilih mana yang mereka ingin baca untuk pertama kali. Ini akan membantu Anda membuat pilihan yang tepat untuk topik sebelum Anda menghabiskan waktu menulisnya.

3. Cepatlah untuk Meninggalkan Hal yang Tidak Bekerja

Ketika pemilik bisnis kecil telah mengerahkan waktu, uang dan energi untuk strategi yang tidak bekerja, keengganan untuk rugi terkadang timbul. Hal ini menyebabkan kita cenderung terus berinvestasi akan keputusan-keputusan buruk dibanding sebaiknya memotong kerugian kita, karena kita khawatir menyia-nyiakan sumber-daya yang telah kita keluarkan. Jadi walaupun tidak sepertinya tidak ada orang yang “menyukai” postingan Facebook perusahaan anda, keengganan merugi menyebabkan anda duduk diam di halaman Facebook anda hanya karena anda telah memilikinya selama dua tahun.

Ingatlah bahwa ketika anda meninggalkan strategi yang tidak bekerja— apakah itu blogging, media sosial, ataupun menyebarkan pamflet— anda juga telah menyingkirkan ratusan jam pekerjaan, dan keputusan yang tidak akan mendatangkan hasil yang nyata. Dan yang lebih penting adalaha anda dapat mengalihkan sumber-daya anda yang terbatas untuk strategi yang sebenernya memberikan hasil.

Mengikuti prinsip-prinsip ini dapat membantu anda menjalankan pemasaran anda walaupun terbatas oleh waktu, uang, dan ketertarikan. Mengerti akan hal ini sederhana saja, tetapi bagaimana kita bisa merubahnya jadi tindakan ketika kita merencanakan aktivitas pemasaran kita ?

Cara Menulis Rencana Pemasaran

Ada banyak cara untuk membuat rencana pemasaran yang ditujukan untuk investor, karyawan, dan orang lain atau organisasi-organisasi yang akan memiliki hubungan bisnis denganmu. Sedangkan, tujuan dari rencana pemasaran yang ringkas adalah untuk membantu pebisnis pemula yang mencoba untuk mengembangkan usaha mereka. Jika itu terdengan sepertimu, maka mari kita gali bersama!

Perencanaan ini dirancang untuk tindakan dan pengujian dunia-nyata daripada menemui pedoman bisnis formal. Oleh sebab itu, sebaiknya usahakan agar perencanaanmu tidak melebihi satu halaman dan disesuaikan seiring dengan hasil uji-coba anda.

Berikut adalah hal-hal yang harus anda masukkan dalam perencanaan anda:

1. Target Pelanggan Anda

Deskripsikan target pelanggan anda dan usahakan agar se-spesifik mungkin. Muatlah demografis, lokasi, dan industri yang mereka tekuni (jika ada). Informasi ini akan berguna selagi kamu memilih strategi pemasaran yang pas dengan khalayak anda.

2. Tujuan dan Masalah Pelanggan

Sebagai pengingat untuk pesan-pesan pemasaran yang akan anda buat, tuliskan tujuan dan problema utama dari pelanggan anda. Apa tujuan utama mereka yang perusahaan anda akan bantu wujudkan? permasalahan apa yang anda akan pecahkan untuk mereka? Menuliskan hal-hal ini dalam perencanaan anda akan menyediakan anda acuan yang anda dapat gunakan ketika merencanakan pesan anda. Berikut adalah artikel yang akan membantu anda menentukan target pelanggan:

3. Saluran Pemasaran yang Terpusat

Setelah anda mengenalkan kembali diri anda dengan target pelanggan anda dan kebutuhan mereka, langsunglah pilih salah satu saluran pemasaran yang akan gunakan untuk menjangkau mereka.

Ingatlah bahwa kemungkinan kebanyakan dari mereka tidak relevan dan tidak penting bagimu, jadi janganlah takut untuk membuang beberapa ide ini. Anda harus menargetkan pendekatan anda.

Hanya ada satu atau dua saluran dalam daftar ini yang berpotensi membuahkan hasil sebanding dengan waktu dan uang yang akan investasikan. Anda menginginkan untuk mempusatkan sumber daya tersebut kepada saluran yang memberikan hasil tinggi.

Pilihlah satu atau dua saluran untuk dikerjakan. Dibawah ini adalah daftar saluran pemasaran yang dapat anda pilih:

Via Jaringan Media Sosial

Satu jaringan setara dengan satu kanal:

  • Facebook
  • LinkedIn
  • Twitter
  • Instagram
  • Snapchat
  • Pinterest
  • YouTube

Situs Ulasan

Satu situs adalah satu saluran:

  • Yelp!
  • InsiderPages
  • Citysearch

Dari Situs Web Anda Sendiri

Setiap metode dibawah dihitung sebagai satu saluran:

  • Blogging
  • Whitepapers
  • Ebooks
  • Podcasting
  • Studi Kasus

Berikut adalah tutorial yang berguna untuk menuliskan studi kasus dan laporan resmi:

Saluran online lainnya

Berikut adalah tutorial untuk membantu Anda menulis email pitches dan post tamu yang sukses:

Saluran Offline Lainnya

  • Iklan Panggilan
  • Iklan Koran yang spesifik
  • Iklan buku telepon
  • Iklan saluran TV lokal
  • Iklan radio lokal
  • Flyer
  • Poster
  • Email langsung
  • Afiliasi
  • Rujukan
  • Perbicaraan Umum

Sekali lagi, ingatlah untuk hanya memilih satu atau dua saluran untuk saat ini dan fokuslah kepada saluran tersebut secara khusus. Saat anda berhasil dan mampu untuk menggunakan taktik lainnya, saat itulah anda memperluas strategi anda, satu demi satu.

Tapi dengan daftar saluran yang begitu panjang, manakah yang seharusnya anda uji-coba terlebih dahulu? Berikut adalah beberapa pertanyaan yang dapat dipertimbangkan:

Saluran Mana yang Lebih Memungkinkan untuk Menjangkau Pasar anda?

Fokuslah terlebih dahulu untuk saluran yang paling memungkinkan untuk menjangkau pelanggan anda. Saat memasarkan produk di suatu lokasi tertentu, pamflet dan poster mungkin dapat bekerja dengan baik jika mereka di tempatkan di tempat yang paling memungkinkan terlihat oleh pelanggan anda. Jika anda memilih diantara media sosial yang berbeda, biasakanlah diri anda dengan demografis pengguna mereka yang beraneka ragam untuk melihat  dimana pasar yang cocok untuk anda.

Sebagai cacatan anda bisa membeli template print popular di pasar terbuka GraphicRiver milik kami, sebagai contoh flyer bisnis professional.

Pew Research Center mempublikasikan sebuah analisis pengguna media sosial yang berbeda dan Sprout Social mengumpulkan data dari Pew dan sumber lainnya untuk membuat sebuah infografis yang menggambarkan detail demografis dari setiap media sosial ternama. Sebagai contoh, kami mendapati dari data ini bahwa pengguna LinkedIn cenderung setidaknya adalah lulusan perguruan tinggi. Laporan lain dari Business Insider menunjukkan bahwa kebanyakan dari pengguna Snapchat adalah yang berusia antara 18 sampai dengan 24 tahun. Ini menunjukkan bahwa jika sasaran yang di inginkan adalah pengguna yang berpendidikan, maka LinkedIn adalaha pilihan yang seharusnya diambil, sementara SnapChat ditujukan untuk pengguna yang lebih muda.

Saluran Manakah yang Mudah untuk Anda Kuasai?

Saluran ini adalah saluran yang sudah akrab denganmu dan karenanya, saluran-saluran tersebut akan membutuhkan lebih sedikit uang dan tenaga untuk dimulai. Anda tidak perlu menjadi ahli di saluran tersebut, tapi setidaknya, sedikit pemahaman yang ada akan memberikan anda ide dimana harus mencari tutorial dan informasi tambahan seiring dengan perjalanan.

Tetapi bagaimana jika anda tidak akrab dengan saluran-saluran tersebut? Maka menanyakan kepada karyawan, pemasar ahli, atau siapa saja yang telah membantu dan menasihati bisnismu akan membantu. Mereka dapat memberitahu anda jika memiliki kompetensi pada saluran-saluran tersebut dan dapat membantu anda memulia, setidaknya sampai anda lebih nyaman dengan sarana-sarana tersebut.

4. Strategi Pemasaran yang Spesifik untuk Setiap Saluran

Untuk setiap saluran yang anda untuk diuji cobakan sebagai bagian dari pemasaran anda, anda seharusnya merencanakan strategi sederhana yang mudah untuk dijalankan dan dapat membantu anda membuat keputusan yang cepat. Strategi tersebut harus spesifik sehingga di akhir bulan anda dapat melihat dan mengatakan dengan tegas apakah anda berhasil atau tidak. Berikut adalah poin-poin yang harus anda masukkan:

  • Saluran Pemasaran. Pilihlah saluran pemasaran dari daftar yang sudah diberikan dan dipertanyakan dari uraian di atas. Anda tidak harus mesti mengikuti daftarnya, tetapi akan lebih ideal jika memilih saluran yang cocok dengan pasar anda.
  • Strategi. Milikilah strategi yang spesifik, dengan tujuan yang dapat diukur, tenggat waktu untuk tujuan tersebut, dan metode yang anda kerahkan untuk mencapainya.
  • Percobaan. “Taruhan kecil” apa yang akan anda ambil disepanjang jalan untuk memudahkan anda meraih tujuan dengan usaha dan pengeluaran yang minim? Keuntungan-keuntungan kecil inilah yang akan memandu anda ke arah yang benar.
  • Aktivitas dan Tugas. Tugas-tugas apa yang terlibat? Yang mana yang berulang? Jika ada orang yang membantu anda, hal ini akan membantu anda untuk menentukan siapa saja yang bertanggung jawab atas suatu tugas.
  • Prioritas. Lihatlah kembali daftar tugas-tugas di atas. Tugas manakah yang anda hindari karena tidak mendatangkan hasil? Tugas manakah yang harus dimiliki karena berkaitan langsung dengan tujuan anda? Mengetahui prioritas anda terlebih dahulu dapat membantu anda mencapai keputusan yang cepat ketika anda terkekang oleh waktu dan dana.
  • Biaya. Penting juga untuk memasukkan sebanyak apa uang yang strategi anda butuhkan, jika ada, dan berapa banyak waktu yang dapat alihkan untuk mengerjakannya. Hal ini dapat membantu anda lebih sadar jika anda menginvestasikan lebih banyak waktu dari yang awalnya anda duga. Jika anda mendapati pengeluaran dan waktu yang anda berikan lebih dari yang anda harapkan, anda dapat dengan cepat membuat keputusan pasti untuk langkah selanjutnya.
  • Rencana Cadangan. Apa yang anda lakukan jika anda tidak mencapai tujuan anda? Entah itu untuk menguji sebuah tujuan baru, mencoba saluran yang beberda total, atau memfokuskan energi untuk aspek bisnis anda, penting untuk spesifik akan langkah selanjutnya. Jika tidak, anda beresiko terjebak dalam putaran strategi yang tidak bekerja.

Sebuah Rencana Lean Marketing Sederhana dalam Prakteknya.

Berikut adalah contoh dari rencana pemasaran yang terperinci:

Bisnis:

Acme Dog Groomers, Inc.

Target Pelanggan:

Pemilik anjing, berusia 25 sampai 40 tahun, tinggal dalam radius 20 mil dari toko. Terutama anjing mereka yang memiliki bulu yang panjang. Pemilik anjing setidaknya adalah kelas menengah, bekerja, dan setidaknya menghabiskan 50$ perbulan untuk aksesoris, mainan, dan produk tambahan untuk anjing mereka.

Tujuan dan Masalah:

Mereka ingin anjing mereka memiliki bulu yang bersih, dan indahtetapi mereka tidak punya waktu untuk melakukannya sendiri secara berkala. Mereka ingin anjing mereka mendapatkan pengalaman yang menenangkan di pusat perawatan dan tidak ingin mereka gelisah selama perawatan. Mereka juga menginginkan tempat yang aman dan bersahabat untuk peliharan mereka ketika mereka keluar kota.

Saluran Pemasaran #1:

Yelp

Strategi:

Memiliki akun Yelp yang terupdate dan memilki 4.5 bintang dalam 2 bulan.

Percobaan:

Jika lima pelanggan pertama yang kita minta tidak meninggalkan ulasan dalam 1 minggu setelah kunjungan mereka, pertimbangkan untuk menanyai mengapa mereka berkunjung dan sesuaikan pendekatan yang digunakan.

Aktivitas dan Tugas:

Klaim daftar Yelp kita, perbarui rincian pada profil kita, tambahkan foto yang baik dan berkualitas, tulis deksripsi yang menarik, tanggapi setiap ulasan pelanggan (Positif maupun Negatif), simpan ulasan pada sebuah spreadsheet untuk di analisa nantinya, analisa setiap ulasan yang ada, dan cari kesempatan untuk diperbaiki, menganjurkan pelanggan yang puas untuk menulis ulasan di Yelp.

Prioritas:

Klaim daftar Yelp dan perbarui profil kita, mendorong pelanggan yang puas  untuk memberikan ulasan di kunjungan mereka berikutnya. Cari foto toko yang berkualitas dan unggah setidaknya dua. Balas semua ulasan satu per satu, tapi tidak harus membalas semuanya sekali duduk. Tugas lainnya adalah tambahan.

Pengeluaran:

2 jam total untuk memperbarui profil dan foto, dan 1 jam seminggu untuk membalas ulasan.

Rencana Cadangan:

Jika kita tidak mencapai 4.5 bintang dalam 2 bulan dari pelanggan-pelanggan yang puas, perhatikan hal-hal yang dimasalahkan pada ulasan degan skor rendah dan tanggapi permasalahan tersebut dalam bisnis.

Saluran Pemasaran #2:

Flyer

Strategi:

Bagikan brosur dekat klinik-klinik hewan dalam radius 20-mil dari toko. Miliki setidaknya 20 pelanggan dalam 90 hari sebagai hasil dari flyer. Lacak keberhasilan brosur degan menambahkan kupon diskon desetiap flyer.

Percobaan:

Dalam satu lokasi, lihatlah kupon mana yang lebih di tanggapi orang: diskon 10% dari perawatan pertama atau promo “beli 1 dapat 1”. Kupon yang menang akan dicetak untuk setiap flyer di lokasi berbeda.

Aktivitas dan Tugas:

Selidiki harga percetakan flyer, desain brosur, dan desain kupon “diskon 10%”, desain kupon “beli 1 dapat 1”, dan suruh seorang staf untuk membagikan brosur percobaan.

Prioritas:

Carilah template kupon dan template flyer bisnis elegan yang sudah tersedia di internet (untuk meminimalisir waktu desain), desain kuponnya.  Hindari untuk mengeluarkan terlalu banyak waktu menyesuaikan desain atau memilih percetakan.

Biaya:

Budget minimal 200$, 2 jam total untuk menyesuaikan brosur dan kupon, 30 menit maksimal untuk mencari percetakan yang terjangkau.

Rencana Cadangan:

Jika tujuan tidak tercapai, cobalah surat langsung.

Perbaiki Rencana Pemasaran Sederhana Anda

Seiring anda mengerjakan rencana pemasaran anda, anda akan mempelajari hal-hal baru yang akan membantu anda menentukan tujuan baru dan memilih saluran yang memberikan anda hasil yang paling baik. Proses yang berorientasi pada tindakan ini akan membuat kesalahan dan kegagalan disepanjang jala—dan itu tidak apa apa.

Selama anda terus membuat taruhan kecil, terus menguji-coba pemasaran dan bahan-bahan anda, dan dengan cepat meninggalkan saluran yang tidak bekerja, anda akan berada di jalan yang benar. Semua ini maksudnya adalah setiap iterasi perencanaan anda akan lebih efektif dan lebih akurat dibanding sebelumnya.

Advertisement
Did you find this post useful?
Want a weekly email summary?
Subscribe below and we’ll send you a weekly email summary of all new Business tutorials. Never miss out on learning about the next big thing.
Scroll to top
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.