7 days of PowerPoint templates, graphics & videos - for free!* Unlimited asset downloads! Start 7-Day Free Trial
Advertisement
  1. Business
  2. Mission Statement

Cara Menuliskan Pernyataan Visi dan Misi

Scroll to top
Read Time: 7 mins
This post is part of a series called Strategic Planning for Your Microbusiness.
How to Tell Your Business Story

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Bersamaan dengan puncak penjualan (elevator pitch), pernyataan visi dan misi membentuk inti rencana bisnismu. Siapapun yang membaca pernyataan visi dan misi akan mengetahui mengenai apa bisnismu, bagaimana kamu membantu orang-orang, kemana kamu akan menuju, dan bagaimana rencanamu untuk mencapainya.

Di dalam tutorial ini, saya akan memberikan kamu panduan tahap demi tahap dalam menuliskan pernyataan visi dan misi. Jika kamu telah mengikuti seri kami tentang perencanaan bisnis yang strategis, kamu akan menemukan bahwa kamu telah melakukan sebagian besar pekerjaannya.

Tidak seperti elevator pitch, yang saya sarankan untuk kamu tuliskan sebelum kamu mulai mengerjakan rencana strategis, saya menyarankan kamu menuliskan pernyataan visi dan misi di bagian akhir. Pernyataan visi dan misi kamu menggambarkan esensi dari perencanaan strategis. Untuk menuliskannya, kamu perlu mengetahui apa yang ada di dalam rencana strategis. Lihatlah pernyataan visi dan misi dengan cara ini:

  • Visi terkait pada mengamati dan melihat, sehingga pernyataan visi adalah tentang menatap ke depan. Pernyataan visi menggambarkan tujuan bisnis dan kemana kamu menuju.
  • Misi terkait pada tindakan, sehingga pernyataan misi adalah tentang operasional harian. Pernyataan misi menggambarkan hal-hal praktis yang akan kamu lakukan untuk mencapai pernyataan visi.

Kamu mungkin memasukkan bahasa yang berbeda untuk pernyataan tersebut, dimana beberapa pemimpin bisnis memodifikasi istilah-istilah ini. Namun perlu diingat, penting untuk melakukannya. Pastikan pernyataan visi dan misi tertulis. Itu menempatkan bisnismu pada jalur kesuksesan.

1. Bagaimana Menuliskan Pernyataan Visi

Seperti yang telah saya jelaskan, pernyataan visi menggambarkan kemana bisnismu menuju. Karena itu adalah tentang kemana kamu menuju, itu berorientasi ke masa depan. Pada waktu yang sama, itu menyediakan sebuah cahaya panduan untuk pekerjaan harian dalam bisnismu.

Langkah 1: Apakah Pernyataan Visi Itu?

Sebelum kamu bisa menuliskan pernyataan visi, merupakan ide yang bagus untuk mengetahui apa yang sedang kamu kerjakan.

Sebuah pernyataan visi bisa berupa satu kalimat atau beberapa paragraf. Itu menyediakan arahan dan inspirasi perusahaanmu. Itu menentukan tujuan terpentingmu, namun tidak mencakup rencana praktis dalam mencapai tujuan tersebut.

Itu menggambarkan bagaimana kamu membantu orang-orang, nilai yang kamu tawarkan pada dunia, dan apa yang kamu rencanakan untuk mencapainya sebagai sebuah bisnis.

Idealnya, sebuah pernyataan visi hendaklah tertulis dalam bahasa umum harian yang bermakna bagimu, pelangganmu, dan karyawanmu. Jika mungkin, hindari jargon bisnis.

Sebuah pernyataan visi:

  • Aspirasional di dalamnya adalah tentang tujuan bisnismu. Setelah kamu mencapai visi, kamu akan perlu menuliskan sebuah pernyataan visi yang baru.
  • Inspirasional di dalamnya itu menyediakan kehidupan dan arahan bagi pekerjaan harianmu (akar dari kata “inspirasi” mengacu pada menghembuskan kehidupan pada suatu hal).
  • Motivasional di dalamnya itu menyediakan sebuah alasan untuk pekerjaan yang kamu lakukan.

Langkah 2: Lihat Ulang Rencana Strategis

Semua yang kamu perlukan untuk menuliskan pernyataan visi berada di dalam rencana strategis. Jika kamu telah mulai mengerjakan rencana strategis, kamu bisa kembali pada apa yang telah kamu lakukan. Jika tidak, kamu perlu mengerjakan hal berikut:

  • Elevator pitch. Ini menggambarkan apa yang kamu lakukan dan bagaimana kamu membantu orang-orang. Untuk latihan ini, kamu mungkin ingin memperluas elevator pitch, dengan semakin mendalaminya.
  • Nilai-nilai bisnis. Nilai-nilai kamu bisa membentuk pernyataan bisnis, khususnya jika kamu tetap bergerak menuju tempat dimana bisnismu mencerminkan nilai-nilaimu. Bahkan jika nilai-nilai kamu tidak secara eksplisit berada dalam pernyataan visi, mereka hendaklah ada di bawah permukaan, yang menginformasikan semua yang kamu tulis.
  • Tujuan bisnis. Tujuan merupakan bagian utama dari pernyataan visi. Hanya cantumkan tujuan bisnis yang mencerminkan esensi dari bisnismu. Untuk tujuan pernyataan visi, merupakan ide yang bagus untuk mencari pola dalam tujuanmu dan menggabungkannya menjadi sebuah aspirasi tunggal. Bagian yang membumi tentang bagaimana kamu akan mencapai tujuan ini muncul belakangan, di dalam pernyataan misi.
  • Kekuatan dan peluang bisnis kamu. Pernyataan visi bisa meliputi pengelolaan kekuatanmu saat ini atau memanfaatkan peluang baru.
  • Cerita bisnismu. Ceritamu memberikan identitas bagi bisnismu. Seperti pada nilai-nilai, ceritamu mungkin tidak eksplisit di dalam pernyataan visi, namun itu hendaklah hadir, mendukung pernyataan visi.

Langkah 3: Buat Sebuah Papan Visi

Semua yang telah kamu kumpulkan dari rencana strategis membentuk papan visi. Ini adalah tempat menggodok untuk menuliskan pernyataan visi.

Kamu bisa memperluas papan visi dengan menuliskan jawaban yang detail pada pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Apa yang dibantu oleh bisnismu?
  • Apa tujuan bisnismu?
  • Bagaimana kamu ingin menjadikan dunia sebagai tempat yang lebih baik dengan bisnismu?
  • Permasalahan apa yang diselesaikan oleh bisnismu?
  • Apa tujuan akhir bisnismu?

Sebagai tambahan, jika kamu termasuk tipe visual, kamu mungkin terbantu untuk mengumpulkan gambar-gambar bisnis sukses yang kamu kagumi yang melayani dunia dalam cara yang serupa dengan bisnismu. Gambar-gambar bisa membantumu menemukan getaran, energi, dan kata-kata yang mungkin tidak kamu pikirkan untuk dicantumkan dalam pernyataan visi.

Langkah 4: Proses Untuk Mendapatkan Esensi

Kamu telah mengumpulkan banyak informasi di dalam papan visi. Telusuri semua yang telah kamu kumpulkan, dan buang semua yang jelas-jelas bukan menjadi inti bisnismu. Kamu perlu bersikap kejam. Ingatlah bahwa apapun yang kamu buang bisa membentuk bagian rencana bisnismu.

Setelah kamu menyelesaikan langkah ini, kamu akan memiliki rangka dari pernyataan visi.

Langkah 5: Tuliskan

Ambil rangka pernyataan visi, dan bentuk itu menjadi sesuatu yang spesial.

  • Gunakan kata-kata dan kalimat singkat untuk membuatnya tetap menarik. Umumnya, semakin singkat semakin baik untuk semua di dalam pernyataan visi, termasuk pernyataan visi itu sendiri.
  • Batasi dirimu pada bahasa kongkrit. Ingat pelajaran dari menuliskan elevator pitch? Jika kamu bisa meletakkannya di dalam sebuah kereta sorong, itu bukanlah bahasa kongkrit.
  • Fokus pada apa yang dilakukan bisnis bagi orang lain - bagaimana kamu membantu para pelangganmu dan menginspirasi para karyawanmu.

Itu benar-benar tidak masalah untuk mengacaukannya! Jika kamu mendapatkan sepuluh ide untuk pernyataan visi, pertahankan itu. Kamu perlu memilih satu, namun kamu tidak harus melakukannya sendiri.

Langkah 6: Minta Umpan Balik

Berikutnya, bawa apa yang telah kamu buat dan minta pendapat orang lainnya. Dapatkan umpan balik dari kelompok penggagas, para pelanggan, para karyawan, dan teman dan keluarga.

Minta setiap orang agar jujur, namun perlu diingat bahwa siapapun yang kamu minta mungkin bersikap baik demi rasa sopan. Carilah antusiasme yang tulus, dan hati-hati dengan dukungan yang dilindungi undang-undang.

Setelah kamu mengumpulkan umpan balik, pilih pernyataan visi terbaik. Jangan takut jika itu tidak sempurna! Kamu tidak harus mempertahankan ini selamanya; selalu ada ruang untuk bertumbuh di masa mendatang.

Langkah 7: Kaji Secara Berkesinambungan

Pernyataan visi kamu siap dikaji secara berkesinambungan. Itu tidak berarti kamu perlu berpikir untuk mengubahnya setiap hari. Namun itu berarti bahwa kapanpun kamu memikirkan sebuah cara untuk meningkatkan pernyataan visi, kamu bisa memperbaharuinya.

Pernyataan visi bertumbuh sejalan dengan bisnismu. Jika bisnismu menjadi terlalu besar bagi pernyataan visi, waktunya untuk mendapatkan yang baru.

2. Bagaimana Menuliskan Pernyataan Misi

Pernyataan misi menjelaskan apa yang harus dilakukan bisnismu setiap hari untuk mewujudkan pernyataan visi. Itu praktis dan mengakar di masa kini. Kapanpun kamu bertanya-tanya, Apa yang harus saya lakukan hari ini? atau Bagaimana saya harus bertindak hari ini?, kamu bisa beralih ke pernyataan misi sebagai panduan.

Karena itu memiliki sebuah fokus praktis, sebuah pernyataan misi lebih mudah dituliskan daripada pernyataan visi.

Berikut cara menuliskan pernyataan misi untuk bisnismu:

Langkah 1: Apakah Pernyataan Misi Itu?

Frasa “pernyataan misi” memiliki banyak makna berbeda tergantung pada siapa kamu bertanya. Untuk tujuan kita, sebuah pernyataan misi merupakan beberapa kalimat atau paragraf singkat yang menunjukkan apa yang dilakukan bisnismu untuk mencapai pernyataan visi.

Langkah 2: Akrabkan Diri Dengan Pernyataan Visi

Untuk menuliskan sebuah pernyataan misi, kamu harus terlebih dahulu membuat sebuah pernyataan visi. Jika kamu belum melakukannya, tuliskan sekarang.

Langkah 3: Tuliskan Pernyataan Misi

Untuk menangani pernyataan visi, tanyakan dirimu, “Apa yang harus saya lakukan untuk membuat ini terjadi?” Pernyataan misi cenderung berfokus pada pelanggan, sehingga cara lainnya untuk mengajukan pertanyaan ini adalah: “Apa yang harus saya lakukan bagi pelanggan saya untuk mewujudkan visi ini?”

Cara termudah untuk melihat bagaimana kamu melakukan ini adalah menggunakan sebuah contoh.

Mari kita ambil contoh pernyataan visi saya.

Saya menuliskan artikel bagus untuk blog bisnis yang memberikan momen “aha!” bagi para pembaca mereka dan memastikan para pembaca kembali lagi untuk meminta lebih banyak.

Dan lihat bagaimana ini menjadi sebuah pernyataan misi:

Saya menjalin hubungan dengan para blogger dan pemilik bisnis. Saya memiliki tujuan untuk mencerahkan hari siapa saja yang menghubungi saya dengan menjadi orang yang menyenangkan untuk diajak berkerja. Saya menuliskan konten yang bagus yang memberikan perasaan “aha!” saat saya menuliskannya. Saya banyak membaca, baik secara online dan offline, agar ide blog saya tetap segar.

Seperti yang bisa kamu lihat, pernyataan misi saya tidak mencakup semua hal yang dilakukan bisnis saya. Ada banyak kayuhan di bawah permukaan - pembukuan dan administrasi lainnya. Namun itu meliputi sebagian besar yang saya lakukan, dari cara pemasaran (pembentukan jaringan dan menjadi orang yang menyenangkan) pada pekerjaan inti saya (menuliskan artikel yang bagus) hingga memberikan orang kilasan mengenai apa yang terjadi di balik layar (banyak membaca). Jika saya merasa terhambat, saya bisa kembali ke pernyataan misi untuk mengingatkan saya apa tepatnya yang harus saya lakukan.

Langkah 4: Kaji Secara Berkesinambungan

Seperti pada pernyataan visi, pernyataan misi hendaklah siap dikaji secara berkesinambungan. Saat pernyataan visi berubah, pernyataan misi juga perlu berubah.

Advertisement
Did you find this post useful?
Want a weekly email summary?
Subscribe below and we’ll send you a weekly email summary of all new Business tutorials. Never miss out on learning about the next big thing.
Advertisement
Start your 7-day free trial*
Start free trial
*All Individual plans include a 7-day free trial for new customers; then chosen plan price applies. Cancel any time.