Unlimited Powerpoint templates, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Business
  2. Productivity
Business

Mengatur Batasan: Kunci Untuk Mempertahankan Kendali Dalam Hidupmu

by
Difficulty:IntermediateLength:LongLanguages:
This post is part of a series called Essential Productivity Principles.
4 Important Personal Habits for a More Productive Life
How to Stay Productive and Stick to a Daily Rhythm

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Batasan itu merupakan keharusan. Mereka diperlukan jika kamu ingin fokus, mencapai goalmu sendiri, dapat beristirahat dan menikmati hidup, dan mencapai standar suksesmu. Ada lebih banyak peluang, lebih banyak kewajiban, lebih banyak pilihan, dan lebih banyak permintaan daripada yang dapat kamu tangani. Waktu dan sumber dayamu terbatas, sehingga kamu harus memutuskan bagaimana kamu akan membaginya.

Jika kamu tidak menentukan batasan, sumber dayamu hanya akan dihabiskan pada kebutuhan yang muncul pertama kali atau yang paling keras terdengar. Batasan memberikanmu kemampuan untuk melindungi bagaimana kamu menghabiskan waktu dan sumber dayamu, sehingga jangan sia-siakan dirimu pada drama, manajemen krisis, atau tugas dengan prioritas rendah.

Perbedaan antara orang sukses dan sangat sukses adalah orang yang sangat sukses mengatakan tidak hampir pada semuanya. – Warren Buffett

1. Tentukan Batasan Dengan Cepat

Semakin segera kamu menentukan batasan, semakin baik. Kamu sedang melatih orang lain bagaimana memperlakukanmu; lebih mudah jika kamu menentukan sebuah teladan di dalam sebuah situasi baru atau dengan hubungan baru untuk mengubah pola perilaku yang sudah dibentuk. Jadi, ketika kamu menemukan dirimu di dalam sebuah fase awal sebuah project, hubungan klien, atau lingkungan kerja, jelaskan dan patuhi batasan yang kamu buat dari hari pertama.

Dalam kebanyakan kasus, tentu saja, kita telah mencapai jauh dalam sesuatu sebelum kita menyadari bahwa kita terlalu banyak mengijinkan kebebasan. Tidak mungkin menentukan batasan yang baru atau mengubah yang sudah ada di dalam situasi ini. Bagaimana pun juga, sadari bahwa kamu harus mengatasi kebiasaan lama sebagai tambahan melatih dirimu sendiri dan lainnya dalam kebiasaan yang baru.

Orang cenderung lambat dalam berubah, jadi miliki kesabaran dan siap untuk menjelaskannya beberapa kali. Ketika mengatur batasan di dalam sebuah situasi dimana mereka tidak ada, menjadi lebih penting lagi untuk konsisten. Kurang konsistensi akan memberitahu orang bahwa kamu tidak serius tentang "batasan barumu" dan mereka akan kembali ke kebiasaan lama mereka.

2. Identifikasi Hambatan

Untuk mengklarifikasi batasan mana tepatnya yang kamu perlukan dalam hidupmu, kamu perlu memikirkan tentang prioritas tertinggimu—goal yang ingin kamu capai, dan cara kamu ingin menghabiskan waktumu—dan kemudian pikirkan apa yang menjauhkanmu dari prioritas tersebut.

Langkah 1. Buat Daftar Hal-Hal Penting

Untuk mencari tahu di area mana kamu paling memerlukan batasan dalam hidupmu, pikirkan tentang hal-hal yang paling penting bagimu: mungkin tiga goal teratasmu, atau satu goal penting pekerjaan dan satu goal penting pribadi. Atau pikirkan dalam hal-hal yang kamu nikmati dan paling ingin melakukannya, namun sering merasa tidak memiliki waktu untuk melakukannya.

Hipster Office with List Pad
Envato Unstock Photo.

Langkah 2. Cari Hambatannya

Setelah kamu mendapatkan daftar singkat prioritas tertinggimu, kamu siap untuk mengenali hal-hal yang menjauhkanmu darinya. Ingatlah bahwa hambatan mungkin tidak sepenuhnya menjauhkanmu dari membuat kemajuan atau dari mengalokasikan waktu ke dalam prioritasmu, namun mereka membuatnya sulit. Kenyataannya, hambatan paling tersembunyi namun membahayakan adalah, yang merayap secara diam-diam, mengokohkan dirinya di dalam sudut hidupmu, dan kemudian memecah sedikit demi sedikit fokus, energi, dan waktumu.

Langkah 3. Kenali Tiga Jenis Hambatan

Ada tiga jenis hambatan untuk kamu cari di dalam hidupmu. Pertama, ada hambatan situasional. Hambatan-hambatan ini berasal dari keadaan yang tampaknya acak, seperti lalu lintas atau cuaca. Walaupun hambatan situasional tampaknya benar-benar di luar kendalimu, jika kamu merasa dihalanginya berulang-ulang, kamu mungkin dapat membuat beberapa perubahan yang akan membantumu menghindarinya, paling tidak untuk beberapa waktu. Sebagai contoh, jika kamu kehilangan waktu satu jam malammu duduk dalam kemacetan lalu lintas, kamu dapat bernegosiasi dengan bosmu untuk datang satu jam lebih awal dan pulang satu jam lebih cepat. Situasinya (kemacetan lalu lintas) tetap ada, namun kamu telah mengubah perilakumu sehingga kamu tidak sering menghadapinya.

Kedua, ada hambatan yang diciptakan sendiri. Hambatan-hambatan ini merupakan topik utama postingan tentang produktifitas: bagaimana fokus, bagaimana tetap dalam tugas, bagaimana mengelola waktumu, bagaimana berhenti menunda, bagaimana mengatur sendiri prioritasmu, bagaimana membangun sebuah alur kerja yang efisien. Kunci untuk melepaskan hambatan ini adalah, tentu saja, untuk mengubah perilakumu sendiri. Lebih mudah dikatakan daripada dilakukan, namun tetap dapat dilakukan.

Terakhir, ada hambatan antar personal. Hambatan-hambatan ini, dibuat oleh orang lainnya dalam hidupmu, dan sejauh ini merupakan yang paling umum. Pikirkan tentang pengasuh bayi yang membatalkan di menit terakhir, bos yang melemparkan tugas mendesak kepadamu di Jum'at sore, klien yang project-nya terus meluas, atau teman yang selalu memerlukan bantuan mendesak dengan beberapa krisis tak terduga. Hambatan yang berasal dari orang membuat frustrasi, karena kita menganggap bahwa orang secara sadar memilih untuk membuat kekacauan dan stres di dalam hidup kita. Mereka pasti bertindak secara sengaja untuk menggelincirkan kita, bukan?

Tidak juga; biasanya, orang hanya berfokus pada masalah mereka sendiri dan tidak sadar bagaimana mereka mempengaruhimu. Ketika kamu melihat sebuah hambatan dengan adanya orang di baliknya, tahan keinginan untuk membuat drama dan konflik pada satu hambatan; umumnya, orang lainnya akan melihat perlawananmu sebagai hal acak dan merasa diserang olehmu.

Mereka mungkin mengakui permintaanmu, namun akan kembali ke perilaku pola lama yang sama. Untuk menghilangkan hambatan-hambatan ini di dalam hidupmu, kamu perlu melangkah mundur, mengenali polanya, dan membangun batasan yang mencegah pola-pola ini menjadi bagian hidupmu.

3. Kenali Polanya

Kamu telah menemukan sebuah hambatan. Sekarang kamu perlu menemukan pola yang memungkinkan hambatan untuk hadir di dalam hidupmu. Sebagai contoh, katakanlah bahwa salah satu hambatanmu adalah akhir pekan yang sibuk. Prioritasmu adalah menghabiskan waktu akhir pekan mengerjakan goal pribadi atau project sampingan, dan menghabiskan waktu dengan teman dan keluarga. Namun itu tampaknya kamu berakhir dengan menyelesaikan tugas pekerjaan, menjalankan banyak urusan, dan mengimbangi urusanmu sendiri.

Langkah 1. Kenali Pola Yang Membuat Hambatan

Ketika menentukan batasan, kita sering fokus pada hambatan-hambatan daripada polanya. Namun penentuan batasan untuk hambatan-hambatan tertentu tidak dilihat; selalu ada pola perilaku, entah dirimu atau orang lainnya, yang perlu ditanganai untuk mencegah hambatan mendatang. Di dalam skenario ini, kamu dapat hanya memutuskan kamu tidak akan membiarkan urusan-urusan, tugas, atau pekerjaan mengganggu akhir pekanmu. Namun hal tersebut harus terjadi, dan jika kamu tidak mengenali pola yang mendorongnya masuk ke dalam akhir pekanmu, kamu pada akhirnya akan menghadapi hambatan yang lebih besar.

Maka hambatan tersebut adalah kesibukan di akhir pekan; namun pola perilaku apa yang menyebabkan adanya hambatan ini? Apakah kamu mengulur-ulur waktu tugas rumahmu selama minggu tersebut, sehingga kamu memiliki tumpukan di akhir pekan? Apakah kamu menunda pada tugas pekerjaan yang kurang menarik hingga di menit terakhir, sehingga kamu berakhir dengan hal-hal yang belum selesai untuk dilakukan selama akhir pekan? Apakah kamu membiarkan dirimu kehabisan item yang esensial, atau mendorong hingga menit terakhir pada urusan seperti membeli kado ulang tahun, sehingga kamu berakhir dengan harus menyelesaikan semuanya sekaligus?

Langkah 2. Tentukan Batasan Yang Merusak Pola

Setelah kamu melihat pola yang memungkinkan hambatan ada, kamu tahu dimana kamu memerlukan batasan. Katakanlah kamu menyadari bahwa  kamu menunda usaha selama mungkin, karena kamu tidak suka melakukannya. Namun pola perilaku membuat tumpukan besar urusan, dan pada akhirnya, di akhir pekan, kamu harus menggali ke dalam dan menyelesaikannya.

Sebuah batasan yang berorientasi hambatan akan berupa sesuatu seperti "Tidak ada urusan di akhir pekan!" Namun kamu memerlukan sebuah batasan yang mengganggu pola: sehingga kamu memutuskan bahwa batasanmu akan berupa:

Tidak ada urusan di menit terakhir; semua urusan harus diselesaikan tiga hari sebelum mereka harus diselesaikan.

Batasan adalah sebuah persyaratan waktu yang memaksamu menyelesaikan urusan lebih awal; kamu harus berhenti di Rabu malam untuk melakukan dry cleaning dan mengambil kado pernikahan untuk hari Sabtu. Ketika kamu tiba di hari Sabtu, urusanmu telah selesai. Atur batasan serupa untuk mengganggu pola permasalahan dengan tugas pekerjaanmu dan tugas rumah tanggamu, dan kamu akan dapat menghabiskan akhir pekan dari cara yang kamu inginkan.

4. Tentukan Batasan Yang Luas

Batasan khusus merusak pola tertentu, dan dengan demikian mencegah hambatan spesifik dari serangkaian hambatan dari memasuki hidupmu. Di dalam cara yang sama dimana batasan yang merusak pola lebih baik dan lebih efisien daripada batasan spesifik.

Langkah 1. Kaji Batasan Yang Spesifik Versus Luas

Di dalam skenario akhir pekan kita di atas, katakanlah kamu meneruskan dan membuat batasan di sekitar urusan. Kamu menuliskannya, berkomitmen tentang itu, menceritakannya kepada beberapa teman, dan kamu telah melakukannya cukup baik dengan berpegang pada itu. Kamu menyukai bahwa akhir pekanmu sekarang bebas dari urusan, sehingga kamu memutuskan waktunya untuk membebaskan akhir pekanmu dari tugas pekerjaan dan daftar tugas yang panjang. Kamu membuat dua batasan baru: semua tugas pekerjaan harus diselesaikan pada Jum'at sore, dan kamu akan melakukan dua pekerjaan rumah tangga setiap malam sebelum menyalakan Netflix.

Tiga batasan terpisah ini akan berhasil, dan mungkin berkerja dengan baik. Itu akan menjadi lebih sedikit untuk diingat, lebih sedikit tanggung jawab, dan jauh lebih efisien. Batasan luasmu dapat berupa salah satu dari ini:

Batasan yang manapun akan mencegah:

  1. Tugas yang menumpuk.
  2. Daftar panjang tugas pekerjaan rumah tangga yang melewati tenggat waktu.
  3. Tugas pekerjaan yang tidak selesai yang mengambil alih akhir pekanmu.

Itu karena sebuah batasan yang lebih luas mengganggu pola yang lebih luas (penundaan dan kekacauan) yang menggerakkan pola yang lebih kecil ini dan membuat hambatan individual.

Langkah 2. Tentukan Batasan Yang Luas Untuk Hambatan Antar Pribadi

Di dalam skenario akhir pekan yang sibuk, tentu saja, kamu berurusan dengan hambatan dan pola perilaku yang dibuat sendiri. Batasanmu didesain untuk mengubah perilakumu sendiri, dan jika dihargai secara konsisten, itu akan terjadi.

Namun kebanyakan waktu, kamu akan berurusan dengan hambatan antar pribadi, yang berarti mencoba untuk memotong pola perilaku orang lainnya. Ini dapat menjadi sulit. Batasan yang luas membantu mencegah Sindrom Serangan Pribadi yang begitu umum ketika kamu mulai mempertahankan diri dan menolak untuk dikendalikan oleh keebutuhan dan permintaan orang lainnya.

Sebagai contoh, jika kamu berurusan dengan seorang klien yang secara terus menerus mengirimkan permintaan di menit akhir, kamu dapat mengidentifikasi pola perilakunya: klien menunggu hingga menit akhir untuk mengkaji pekerjaanmu, yang kemudian mendorong permintaan dan mengubah ke tepi deadline project dan merusak keseluruhan beban kerjamu. Kamu memutuskan untuk menetapkan sebuah batasan untuk mencegah pola ini.

Kali berikutnya kamu berkerja untuk klien seperti ini, kamu menelpon dan mengklarifikasi bahwa semua permintaan perubahan harus diterima di akhir pekan atau kamu tidak akan dapat menyelesaikannya. Itu merupakan batasan yang bagus yang akan secara efektif mencegah pola. Namun bagaimana pun juga, itu juga dapat membuat pelanggaran dan konflik jika:

  1. Klienmu menemukan bahwa kamu hanya menerapkan batasan ini baginya.
  2. Atau, jika  sebuah skenario yang sedikit berbeda terjadi di masa mendatang, yang membuat persyaratan "di akhir pekan" mu tidak efektif.

Solusinya adalah melangkah mundur dan melihat batasan yang paling lebar yang akan tetap efektif memotong pola perilaku ini, tidak hanya untuk klien tertentu ini namun untuk semua klien sekarang dan masa mendatang. Barangkali kamu dapat menentukan batasan yang:

  1. Semua permintaan perubahan harus diterima di dalam 48 jam permohonan pekerjaan.
  2. Atau, semua permintaan perubahan harus diterima paling tidak 2 minggu sebelum deadline project.

Ketika kamu membuat batasan yang luas, dan menerapkannya secara umum, kamu mencegah seseorang—apakah itu klienmu, kolegamu, atau teman baikmu—dari merasa ditolak atau dikhianati secara pribadi. Batasan yang lebih luas juga mencegah hambatan serupa dibuat oleh orang lainnya di dalam situasi mendatang. Mereka memberikanmu otonomi yang berlebih: kamu tidak hanya mengendalikan urusanmu dengan klien tertentu, namun dengan semua klien.

5. Wujudkan Pelaksanaan Batasan

Batasan luas lebih baik, karena mereka menerapkannya secara umum dan mencegah pelanggaran pribadi. Batasan luas juga lebih efisien, memberikanmu lebih banyak kendali pada keseluruhan hidupmu dengan berkerja pada tingkat yang lebih tinggi. Namun bagaimana pun juga, walaupun banyak batasan yang akan berlaku secara universal, atau, paling tidak, secara universal di dalam area tertentu dalam hidupmu, caramu menjelaskan dan mendorong batasan perlu disesuaikan.

Home office photo with laptop
Envato Unstock Photo.

Tiga Jenis Orang

Ada tiga jenis orang yang akan menghadapi batasanmu: dirimu sendiri, orang yang terkait dengan pekerjaan (kolega, klien, mentor, bos), dan orang yang memiliki hubungan pribadi atau sosial denganmu. Kamu tidak perlu menjelaskan atau mendorong batasan dengan cara yang sama untuk setiap orang. Yah, kamu bisa, namun itu mungkin tidak bijak.

Ketika menentukan batasan untuk dirimu sendiri, kamu dapat jujur secara brutal tanpa rasa takut salah paham atau pelanggarann. Dan kamu dapat, dan seharusnya, meminta bantuan luar untuk akuntabilitas dan menggunakan alat yang memaksamu jujur dan konsisten. Sebagai contoh, kamu dapat berbagi dengan pasangan atau teman bahwa kamu akan membatasi waktumu pada media sosial ke, katakanlah, 30 menit sehari. Kemudian kamu dapat menggunakan alat seperti SelfControlStayFocusd, atau Moment untuk memaksamu tetap pada batasan tersebut.

Namun ketika menentukan batasan untuk orang lainnya, kamu harus mempertimbangkan kedekatan dan batas tiap hubungan. Kamu dapat lebih terus terang dengan sahabat atau rekan kerjamu, namun kamu mungkin perlu memikirkan ulang ketika berbagi batasan yang sama dengan bos atau ibu mertuamu.

Sebagai contoh, mungkin kamu hanya akan memeriksa dan merespon email dua kali sehari, tidak peduli dari siapapun itu. Bagi teman atau anggota keluargamu yang biasa menerima meme dan artikel acak darimu, tidak masalah; tidak ada yang mendesak di sini, sehingga kamu dapat merespon hanya di antara kedua pemeriksaan harian tersebut. Namun bagi kolega dan klien, kamu mungkin perlu mengatur sebuah autoresponder dengan sebuah pesan sopan yang singkat sehingga mereka tidak merasa kamu mengabaikannya dan mengetahui kapan menerima balasan.

6. Tunggu Sebentar

Bayangkan orang akan berguling tepat menuju batasanmu, atau mencobanya, karena mereka akan melakukannya. Kebanyakan pelanggaran batasan waktu akan sepenuhnya tidak disengaja. Orang-orang tidak akan menyadari batasanmu kecuali jika kamu menjelaskan ke mereka, dan bahkan jika kamu melakukannya, orang akan lupa atau bertindak sesuai dengan kebiasaannya.

Orang-orang yang melanggar batasanmu adalah pencuri. Mereka mencuri waktumu yang bukan milik mereka. –  Elizabeth Grace Saunders

Langkah 1. Rencanakan Pelanggaran Batasan

Ketika sebuah pelanggaran batasan terjadi, kamu tidak perlu merasa diserang oleh itu; cukup rencanakan itu terjadi dan miliki sebuah rencana ketika itu terjadi.

Apa yang akan kamu katakan? Frase apa yang akan kamu gunakan? Tuliskan sebuah naskah dengan beberapa pilihan, dan berlatih mengatakannya dengan lantang. Kemudian pikirkan tentang metodemu: Apakah kamu akan menggunakan pembicaraan tatap muka, mengirimkan email, atau menelpon? Jika semua mode komunikasi tersebut mungkin dilakukan, yang mana yang terbaik? Buat sebuah hirarki: pertama-tama, saya akan mengirimkan email; berikutnya, saya akan menelpon; terakhir, saya akan berbicara tatap muka. Atau lakukan cara lainnya, dimulai dengan pembicaraan tanpa konfrontasi dan menindaklanjuti dengan telpon atau email.

Tujuannya adalah menyampaikan pesanmu tanpa membuat konflik tambahan. Tentu saja, kamu mungkin tetap menghadapi konflik. Beberapa orang akan mengerti dan menghormati batasanmu; pelanggaran mereka akan tidak sengaja, dan kamu akan seringkali dapat menangani mereka dengan memberitahukannya secara baik-baik tentang batasanmu.

Bagaimana pun juga beberapa orang lainnya, akan benci fakta bahwa kamu memilih untuk menjadi swatantra. Kamu akan menghadapi sabotase dan manipulasi, rundungan dan gosip. Ini tidak akan menyenangkan untuk dihadapi, namun dengan mengabaikan orang-orang ini dan perilaku buruk mereka membuatnya pasti bahwa mereka akan melanggar batasanmu lagi, dan tiap pelanggaran akan lebih sulit ditangani.

Langkah 2. Respon Cepat Adalah Yang Terbaik

Ketika kamu mengabaikan pelanggaran batasan, kamu memberi isyarat ke yang lainnya bahwa kamu tidak benar-benar serius tentang batasanmu dan mereka merasa bahkan lebih bebas lagi untuk mengabaikannya di masa mendatang. Ketika kamu akhirnya memutuskan untuk berpendirian, kamu akan memiliki banyak ketidakpercayaan untuk diatasi.

Tangani pelanggaran sesegera mungkin. Memiliki sebuah rencana akan membantumu melakukan itu; jika kamu telah mengingat dengan jelas frase yang baik dan memiliki strategi untuk responmu, kamu tidak harus tergantung pada akal, kepintaran, dan kendali emosional saat ini. Cukup ikuti rencanamu.

Jika kamu merasa secara mental atau emosional tidak dapat merespon dengan baik, tidak masalah untuk mengulur waktu. Hanya saja jangan biarkan sedikit waktu pemulihan itu berubah menjadi kegagalan merespon. Semakin lama kamu menunggu untuk menangani pelanggaran batasan, semakin kurang serius kamu dengan batasanmu. Ingatlah, kamu tidak harus kasar, cukup tegas dan konsisten.

Langkah 3. Kenali Mengapa Kamu Tidak Melaksanakan Batasan

Menyadari alasan mungkin tidak menegakkan batasanmu. Menurut John Townsend, Ph.D, seorang pelatih bisnis, ahli psikologi, dan penulis buku Boundaries: When to Say Yes, How to Say No to Take Control of Your Life, ada tiga alasan utama kita tidak menegakkan batasan kita sendiri Alasan-alasan tersebut berupa:

  1. rasa takut kehilangan hubungan
  2. menghindari kemarahan atau konflik
  3. perasaan bersalah

Ketika kita takut, menghindari konflik, atau merasa bersalah, pikiran kita memiliki cara rapi untuk membuat alasan yang konyol atau jelek tampak logis dan objektif. Namun kamu dapat belajar untuk lebih jujur dengan dirimu sendiri dan menjadi benar-benar objektif dengan pilihanmu. Ketika kamu menentukan batasan, dan kemudian kamu ragu-ragu untuk menegakkannya, berhenti dan tanyakan kenapa: Apakah saya takut kehilangan atau membahayakan hubungan ini? Apakah saya menghindari kemarahan atau konflik? Apakah saya merasa bersalah? Setelah kamu dapat mengenali perasaan utamamu, periksa mengapa itu ada.

Ini akan membantumu menentukan apakah itu perasaan yang seharusnya kamu ikuti, atau apakah perasaanmu menyumpalmu dengan informasi yang salah.

Freedom of boundary setting
Envato Unstock Photo.

Batasan Membuat Kesuksesan

Batasan dapat saja menjadi sulit untuk ditentukan dan dipegang, namun batasan bukanlah suatu pilihan, ingat? Kamu harus menentukan batasmu sendiri jika kamu ingin dapat mendedikasikan waktumu untuk apapun yang kamu cintai dan kamu anggap penting.

Batasan memberikanmu otonomi. Batasan menjauhkanmu dari pengendalian oleh hal sepele. Batasan dapat membebaskanmu dari drama dan keputusan buruk oleh orang lain, dan membantumu membuat kendali terhadap hidupmu sendiri.

Setelah kamu memiliki kendali, kamu dapat mengarahkan hidupmu jauh lebih efektif, dan mencapai sukses yang kamu inginkan.

Sumber

Kredit Grafis: icon Pagar didesain oleh Creative Stall dari Noun Project.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.