Advertisement
  1. Business
  2. Freelance

Menyiapkan Kontrak untuk Pekerjaan Freelance Anda

by
Read Time:12 minsLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Muhammad Naufal (you can also view the original English article)

Saya beruntung. Saya sudah freelancing selama sepuluh tahun dan tidak pernah mendapati klien yang tidak membayar, sama sekali belum pernah mengubah lingkupan proyek, atau berbuat kekacauan di sekitar saya. Tapi tak henti-hentinya saya mendengar cerita-cerita horor dari sesama freelancer.

Penawar dari banyak skenario mimpi buruk tersebut adalah kontrak (contract) yang baik, tapi mempersiapkannya bukanlah hal yang sederhana. Bagaimanapun, anda adalah seorang freelancer, bukan pengacara (jika anda seorang pengacara freelance, anda beruntung, dan anda tidak perlu membaca lebih jauh!).

Jadi dalam tutorial ini saya akan menjelaskan kepada anda proses pembuatan kontrak yang solid yang akan menetapkan tujuan dengan jelas dan melindungi anda ketika ada hal-hal yang salah terjadi.

Kita akan mulai dengan membahas apa yang dilakukan oleh sebuah kontrak dan mengapa hal itu penting, dan kemudian saya akan membawa anda melewati beberapa area utama untuk difokuskan, dan saya akan menunjukkan anda ke beberapa template dan resource yang bermanfaat di lingkup web.

Saya seorang penulis, bukan pengacara, jadi saya tidak bisa memberikan anda nasihat hukum tertentu. Di setiap kasusnya, rincian mengenai apa yang harus anda sertakan dalam kontrak sangat bervariasi tergantung pada jenis pekerjaan yang anda lakukan dan sifat dasar tertentu dari masing-masing perjanjian. Apa yang dapat saya lakukan adalah memberikan beberapa langkah umum yang bisa anda ikuti untuk membuat setiap kontrak freelance, apakah anda freelance desainer, fotografer, programmer, atau seorang freelancer di bidang yang lain.

1. Apa yang Sebuah Kontrak Lakukan, dan Mengapa Anda Selalu Membutuhkannya?

Tujuan utama sebuah kontrak adalah menetapkan rincian pekerjaan yang anda lakukan, dan untuk melindungi anda dan klien anda jika ada hal-hal yang salah.

Melindungi Kedua Pihak

Jika klien menolak untuk membayar misalnya, atau mengklaim bahwa tarif yang anda setujui seharusnya jauh lebih rendah daripada yang sebenarnya, anda hanya akan memiliki sedikit kesempatan untuk berkeberatan jika tidak ada kontrak. Tetapi di sisi lain dengan adanya kontrak, semuanya jelas. Bahkan jika anda tidak benar-benar mengambil tindakan hukum, ancaman dari kontrak tersebut bisa cukup untuk menyelesaikan sebagian besar perselisihan.

Dari sudut pandang klien, kontrak meyertakan pekerjaan apa yang klien inginkan, dan memberi mereka jalan jika anda tidak melakukan apa yang ada dalam perjanjian. Meskipun tentu saja anda akan melakukan pekerjaan dengan baik, anda perlu memperhatikan bagian dalam kontrak tersebut, dan memastikan bahwa apa yang anda lakukan itu masuk akal dan jelas. Lebih lanjut tentang itu nanti.

Kontrak juga melakukan hal-hal seperti memperjelas siapa "pemilik" hasil pekerjaan setelah hal tersebut dibuat, yaitu siapa yang memegang hak cipta atau hak kekayaan intelektual lainnya atas perkerjaan apa pun yang anda buat, nanti akan dibahas lebih banyak lagi.

Menetapkan Kejelasan

Meskipun tujuan utama sebuah kontrak adalah melindungi kedua belah pihak jika terjadi perselisihan, keuntungan lainnya adalah memberikan kejelasan yang lebih jelas mengenai apa yang kedua belah pihak harapkan.

Manfaat lainnya ini sebenarnya telah menjadi manfaat utama kontrak bagi saya pribadi. Salah satu masalah utama dalam pekerjaan freelance adalah menghadapi klien dengan ketidak jelasan atau ekspektasi yang tidak realistis. Sebuah kontrak ditetapkan di atas hitam dan putih sesuai dengan keinginan klien beserta apa yang anda harapkan. Kontrak bisa menyelesaikan masalah sejak dini, sehingga menyelamatkan anda di kemudian hari.

Bahkan jika anda tidak pernah mengambil tindakan hukum berdasarkan kontrak freelance anda, cukup dengan memiliki kontrak dengan tingkat kejelasan yang sangat baik, itu sudah merupakan hal yang bagus.

2. Cara Membuat Kontrak

Jadi anda tahu apa tujuan dari kontrak, dan mengapa sangat penting untuk dimiliki. Lalu bagaimana anda membuatnya?

Seringkali, klien akan memberi anda kesepakatan yang telah mereka gunakan sebelumnya. Tapi itu terserah anda untuk menyediakannya, sulit untuk mengetahui dari mana harus memulai.

Jenis-jenis Kontrak

Pertama-tama, anda perlu memahami jenis kontrak yang akan anda gunakan. Ada banyak variasi, namun tiga jenis yang paling umum adalah:

  • Kontrak untuk satu perkerjaan tunggal, satu kontrak untuk pekerjaan
  • Kontrak untuk pekerjaan yang sedang berjalan, dengan tingkat kesepakatan untuk setiap tugas yang diselesaikan
  • Retainer agreement

Dalam kasus pertama, anda perlu kontrak untuk menjadi sangat spesifik tentang apa yang diperlukan di proyek tersebut, apa yang anda inginkan dari klien, apa yang akan anda berikan, kapan anda akan mengirimkannya, seperti apa pembayarannya, dan bagaimana strukturnya

Dalam kasus kedua, rinciannya mungkin tidak terlalu spesifik, karena anda dan klien akan meninggalkan beberapa ruang untuk perubahan dari waktu ke waktu (lebih banyak atau lebih sedikit, jenis pekerjaan yang berbeda, rentang waktu yang berbeda). Yang penting dalam hal ini adalah memutuskan elemen mana dari pekerjaan tersebut yang akan diperbaiki.

Contohnya anda mungkin menetapkan tarif untuk jenis pekerjaan yang berbeda. Atau jika tugasnya sangat bervariasi, mungkin menetapkan jumlah minimum untuk setiap tugasnya, dengan tarif yang disepakati untuk proyek yang lebih panjang. Anda mungkin ingin menetapkan jumlah pekerjaan minimum atau maksimum (atau jam kerja) per minggu atau per bulan. Idenya adalah untuk memberikan ruang untuk fleksibilitas, tapi juga mengatur beberapa parameter pada hal-hal yang paling penting.

Dengan retainer agreement, anda membuat diri anda siap bekerja untuk klien sesuai kebutuhan, dengan imbalan pembayaran reguler. Jika anda seorang designer web misalnya, dan klien terus kembali kepada anda untuk meminta banyak perubahan kecil pada situsnya, anda bisa membuat retainer agreement daripada men-charge setiap melakukan perubahan. Jadi anda dibayar sejumlah yang disepakati per bulan, dan mengerjakan proyek sesuai kebutuhan. Anda mendapatkan pemasukan reguler, pendapatan yang dapat diprediksi, dan klien mendapatkan ketersediaan kontinuitas anda.

Kuncinya di sini adalah fokus pada ruang lingkup. Termasuk berapa banyak pekerjaan yang termasuk dalam retainer agreement tersebut? Tetapkan batasan dalam hal jam per minggu, atau pengukuran apa pun yang masuk akal dalam kasus anda. Sangat penting untuk menjelaskan batasan ini, sehingga anda tidak mendapati diri anda kelebihan beban dengan semakin banyak pekerjaan dengan retainer fee yang sama.

Tentukan Pendekatan Anda

Begitu anda telah menetapkan kontrak seperti apa yang akan anda persiapkan, anda harus memutuskan pendekatan apa yang harus dilakukan untuk membuat sesuatu yang sesuai.

Pendekatan terbaik adalah menyewa pengacara untuk membuat kontrak untuk anda. Tak perlu dikatakan lagi, ini mungkin mahal, dan bagi banyak freelancer hal ini akan memakan terlalu banyak biaya. Namun begitu, anda lebih cenderung berakhir dengan kontrak yang solid, terutama jika anda memilih pengacara yang mengkhususkan diri di bidang anda. Dan jika anda bisa menggunakan kontrak ini sebagai template untuk pekerjaan-pekerjaan lain selama bertahun-tahun yang akan datang, investasi ini mungkin layak dilakukan.

Jika anda mencari opsi yang gratis, ada banyak template yang tersedia secara online yang memberikan titik awal yang baik. Saya akan mengarahkan anda ke beberapa dari mereka di bagian selanjutnya. Kuncinya di sini adalah untuk memahami bahwa ini hanya titik awal, bukan akhir artikel. Dalam kebanyakan kasus, tidak akan berhasil hanya menyalinnya secara keseluruhan; anda harus menyesuaikannya dengan keadaan khusus anda dan pastikan anda meng-cover poin-poin yang penting bagi anda. Saya akan membahasnya di bagian selanjutnya.

Opsi lainnya adalah menyesuaikan kontrak yang telah anda gunakan untuk klien lain. Sekali lagi, anda perlu melakukan beberapa pekerjaan untuk membuat kontrak tersebut relevan dengan pekerjaan yang anda lakukan untuk klien baru, namun kontrak lama bisa menjadi sesuatu yang tepat untuk memulai. Ketika anda melakukan lebih banyak pekerjaan freelance, anda bisa membuat library template anda sendiri untuk digunakan sesuai kebutuhan.

Jika anda belum memiliki kontrak sebelumnya, tanyakan pada orang-orang di sekitar anda. Temukan freelancer lain yang melakukan pekerjaan serupa dengan anda dan tanyakan apakah mereka dapat men-share kontrak yang mereka gunakan (tentu saja dengan rincian sensitif yang tidak disertakan). Atau cek organisasi profesional di bidang anda. Banyak dari mereka menyediakan template yang bisa anda gunakan. Misalnya AIGA, asosiasi profesional untuk desain, menyediakan form kesepakatan standar untuk layanan desain di situs webnya.

3. Area Kunci yang Menjadi Fokus

Apapun pendekatan yang anda lakukan, anda harus memastikan bahwa kontrak tersebut mencakup area utama tertentu. Anda mungkin memiliki prioritas sendiri berdasarkan jenis pekerjaan yang anda lakukan dan apa yang penting bagi anda, namun hal-hal berikut ini penting untuk disertakan dalam kebanyakan kontrak freelance:

Jumlah Pembayaran dan Persyaratan

Hal ini wajar untuk dijadikan fokus utama yaitu berapa banyak anda dibayar. Tapi ada banyak rincian lain yang perlu disertakan. Kapan anda akan dibayar, apakah di awal? Apakah ada biaya di muka? Apakah anda dibayar setelah menyelesaikan sesuatu dalam proyek? Jika ya, bagaimana semua itu didefinisikan? Untuk semua pembayaran, pastikan untuk menyertakan tenggat waktu, misalnya dalam waktu 30 hari setelah selesai, sehingga klien dapat menysisihkan arus kas mereka sendiri untuk biaya anda.

Hak Milik Intelektual

Yang ini sangat penting, tidak peduli jenis pekerjaan apa yang anda lakukan. Anda perlu menentukan siapa pemilik hak atas apa yang anda buat untuk klien.

Secara umum, hak cipta dimiliki oleh penciptanya, jadi anda memiliki dua opsi di sini: mentransfer hak-hak tersebut kepada klien, atau membuat lisensi yang memungkinkan klien menggunakan karya anda. Standarnya dapat bervariasi di seluruh industri, jadi lakukan penelitian untuk mengetahui standar yang ada di wilayah anda.

Yang penting adalah memastikan anda memahami hak-hak yang anda berikan, dan jika anda perlu menggunakan elemen-elemen apa pun dalam pekerjaan di masa depan (misalnya, dokumantasi pada situs anda), tentukan dalam kontrak tersebut bahwa anda memiliki hak atasnya. Anda mungkin juga ingin menentukan bahwa klien hanya memiliki hak untuk menggunakannya dalam pekerjaan setelah pembayaran dilakukan.

Ruang Lingkup Proyek

Kejelasan seputar lingkup proyek sangat penting. Misalnya, kontrak yang mengatakan bahwa anda akan mendapatkan $1.000 bila penyelesaian desain suatu situs website, hal tersebut bukan lah hal yang baik. Apa sebenarnya yang anda berikan? Sumber daya apa yang anda butuhkan dari klien untuk menyelesaikannya? Berapa banyak waktu yang anda miliki, dan apa jadinya jika anda melewatkan tenggat waktu karena penundaan mendapatkan apa yang anda butuhkan dari klien? Bagaimana "penyelesaian" dari desain didefinisikan? Anda perlu memasukkan bahasa spesifik sebanyak mungkin di sini, untuk memastikan bahwa anda dan klien anda tahu apa yang disertakan dan apa yang tidak, dan untuk menghindari hal yang ditakuti yaitu "scope creep" atau proyek yang tidak terkendali.

Ketentuan Pembatalan

Bagaimana jika klien memiliki perubahan tentu dan tidak lagi membutuhkan service anda? Bagaimana jika anda memiliki keadaan darurat yang tiba-tiba dan tidak dapat memenuhi sebagian dari persetujuan anda? Perubahan yang tak terduga bisa saja terjadi, dan kontrak yang bagus membuat ketentuan untuk semua itu. Sebagai penulis, saya sering memasukkan sebuah ketentuan untuk "kill fee" dalam kontrak saya, sehingga jika penugasan dibatalkan saat saya mulai mengerjakannya, saya menerima sebagian dari biaya (biasanya 50%). Jika ini adalah pelayanan atau kesepakatan yang sedang berlangsung, pertimbangkan untuk menyertakan periode pemberitahuan di kedua belah pihak karena pembatalan perjanjian tersebut.

Kewajiban

Apa yang terjadi jika pekerjaan yang anda hasilkan menciptakan masalah bagi klien anda? Mungkin code yang anda hasilkan memiliki kesalahan yang menyebabkan klien kehilangan data sensitif. Mungkin logo yang anda buat terlalu mirip dengan perusahaan lain, dan klien anda akan mendapat tuntutan pelanggaran merek dagang. Mungkin pernyataan provokatif yang anda sertakan di salinan situs web mereka membuat mereka dituntut karena fitnah.

Banyak yang bisa salah, dan kontrak freelance perlu menentukan apa yang terjadi dalam kasus tersebut. Yang penting di sini adalah bersikap adil dan menjamin atas pekerjaan anda, tanpa menyetujui terlalu banyak sehingga mengharuskan karir anda berakhir. Contoh kontraknya akan kami bahas di bagian selanjutnya berisi beberapa kata-kata yang disarankan.

4. Contoh Kontrak dan Bantuan Lainnya

Jika anda ingin memulai dari template, ada banyak bantuan yang tersedia secara online. Ingatlah bahwa anda harus menyesuaikan template tersebut dengan keadaan anda sendiri. Banyak dari mereka juga dirancang untuk digunakan di negara-negara tertentu, jadi mungkin perlu diberi kata berbeda tergantung yurisdiksi anda. Berikut adalah beberapa resource yang bermanfaat.

Tempat yang baik untuk memulai adalah Docracy, koleksi open source yang lengkap dan gratis dari semua jenis dokumen hukum. Ingatlah bahwa setiap orang dapat mengunggah dokumen, jadi anda perlu menerapkan beberapa penilaian tentang mana yang akan digunakan. Ada seperangkat kontrak yang berguna bagi para pekerja freelancer.

Tool bagus lainnya adalah Freelancer Union Contract Creator. Untuk yang satu ini, tidak hanya mendapatkan suatu template, anda bisa memasukkan semua detail yang anda perlukan menggunakan form di web tersebut, dan pada akhirnya anda mendapatkan kontrak yang telah tersusun dan siap digunakan.

Kemudian cobalah ke local trade atau organisasi profesional. Saya telah menyampaikan template AIGA untuk designer di U.S., namun di berbagai industri dan negara yang berbeda, ada banyak sumber lain di luar sana. Untuk mengambil contoh acak, jika anda seorang fotografer freelance Swedia, anda dapat menemukan contoh kontrak di situs Svenska Fotografers Förbund. Jadi temukan trade association yang bagus di wilayah anda, dan periksa juga situs webnya atau telepon untuk menanyakan tentang contoh kontrak.

Ada banyak resource lain berkenaan kontrak di luar sana, jadi jika anda mengetahui situs bagus yang belum saya sebutkan, tolong beritahu saya dan teman-teman pembaca lainnya dengan cara memberikan komentar.

5. Bagaimana Jika Klien Sudah Mempersiapkan Kontrak?

Banyak klien memiliki kesepakatan yang sudah siap untuk anda tanda tangani. Jika memang begitu, anda terhindar dari pekerjaan membuat kontrak sendiri, tapi anda tetap harus membacanya dengan saksama dan memastikan bahwa anda bahagia dengan itu.

Klien akan sering mengatakan bahwa kontrak itu "standar", namun kenyataannya kata-kata itu selalu bisa diubah jika anda sangat teliti. Hal tersebut menggoda hanya supaya untuk ditandatangani, terutama jika anda benar-benar menginginkan pekerjaan tersebut, namun perlu diingat bahwa jika anda berada di tahap kontrak, klien telah memutuskan bahwa anda adalah orang terbaik untuk pekerjaan tersebut, jadi mereka juga sangat menginginkan anda. Jangan takut untuk mundur, dan membela hak-hak anda.

Terapkan metodologi yang telah kami bicarakan di sini untuk menilai kontrak yang ditawarkan kepada anda, dan pastikan itu mencakup poin-poin penting sesuai keinginan anda. Sekali lagi, carilah bantuan dari asosiasi freelance yang sesuai, atau mintalah freelancer lainnya di bidang anda untuk mendapatkan opini kedua mengenai apakah kontrak tersebut tampaknya adil. Dan jika anda mampu, sewa lah seorang pengacara untuk memeriksanya secara menyeluruh.

Langkah Selanjutnya

Anda sekarang dalam posisi untuk membuat kontrak untuk pekerjaan freelance anda. Anda tahu apa itu kontrak dan mengapa itu penting, anda telah memahami beberapa jenis kontrak freelance dan pendekatan berbeda yang dapat anda lakukan untuk membuatnya, dan anda tahu bidang utama yang harus dipusatkan. Saya juga memberikan anda beberapa contoh kontrak dan template yang dapat anda gunakan sebagai titik awal.

Untuk masalah hukum, tidak ada cara lain selain menyewa seorang pengacara yang baik. Tetapi dengan apa yang telah anda pelajari dalam tutorial ini, dan resource gratis yang berguna yang tersedia secara online, anda setidaknya bisa membuat kontrak yang mencakup poin-poin yang paling penting, menetapkan ruang lingkup anda dengan klien, dan melindungi anda dari beberapa masalah yang umum.

Sumber

Graphic Credit: Ikon Contract didesain oleh Michael Wohlwend dari Noun Project.

Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.