Advertisement
  1. Business
  2. Franchise

Apakah Bisnis Waralaba Itu?

by
Read Time:11 minsLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Jika kamu ingin memulai sebuah bisnis, mungkin kamu pernah mendengar istilah "waralaba", namun tidak yakin apa maknanya atau cara kerjanya.

Jangan khawatir. Di dalam tutorial ini, saya akan menjelaskan bisnis waralaba, cara kerjanya dan memberikan contoh waralaba terkenal yang mungkin sudah pernah kamu dengar.

Maka saya akan membawamu melalui proses memulai dan menjalankan sebuah waralaba. Jika kamu ingin mendapatkan detail mengenai tiap tahapan, kamu bisa mengacu ke seri komprehensif tentang Membeli dan Menjalankan Sebuah Waralaba Yang Sukses. Namun jika kamu hanya ingin sebuah pendahuluan singkat sehingga mendapatkan kejelasan mengenai waralaba dan cara kerjanya, tutorial ini cocok untukmu.

1. Apakah Bisnis Waralaba Itu?

Mari kita mulai dengan definisi dasar sebuah waralaba. Berdasarkan Oxford English Dictionary, sebuah waralaba adalah:

Sebuah otorisasi yang diberikan kepada individu atau kelompok untuk berdagang dalam sebuah area tertentu selama periode yang ditentukan, biasanya dengan royalti, bagi hasil, dll.

Mari kita jelajahi apa maknanya melalui sebuah contoh. Nyatanya, kita akan melihat dua bisnis cepat saji terkenal yang beroperasi dalam cara yang sangat berbeda: McDonald’s dan Chipotle Mexican Grill.

Mengapa keduanya? Karena McDonald’s adalah sebuah bisnis waralaba, dan Chipotle bukan. Perbedaan dalam bagaimana mereka menjalankannya akan membantumu mengerti sebuah bisnis waralaba.

Chipotle

Kita akan mulai dengan contoh non-waralaba. Chipotle menjalankan lebih dari 2.000 restoran di seluruh dunia, dan itu memiliki kesemuanya. Perusahaan menanggung semua biaya pembukaan dan menjalankan tiap toko, dan menyimpan semua keuntungannya. Orang yang menjalankan toko dan mereka yang membuat burritos semuanya merupakan karyawan Chipotle.

McDonald’s

McDonald’s, di sisi lain, hanya memiliki sedikit kepemilikan langsung dari 36.000 outletnya. Kebanyakan dari itu berupa waralaba. Artinya adalah bahwa seseorang lainnya memiliki dan menjalankan tiap restoran McDonald's. McDonald’s memberikan hak kepada orang-orang tersebut untuk menggunakan merek, logo, menu, dan lain-lain dari miliknya yang terkenal, sehingga mereka mungkin bisa menarik lebih banyak pelanggan daripada jika mereka membuka sendiri sebuah restoran hamburger baru dengan nama mereka. Mereka juga menggunakan model bisnis yang telah terbukti daripada mencoba menemukan sendiri.

Sebagai ganti untuk semua itu, orang yang menjalankan tiap restoran membayar biaya ke McDonald's, biasanya dihitung sebagai persentase penjualan.

Itu adalah kondisi dasar dari hubungan bisnis waralaba. Franchisor / pewaralaba (dalam hal ini McDonald’s) mengijinkan orang lain (franchisees / penerima walaba) memanfaatkan merek, model bisnis, dan pengaruh pemasarannya, dan itu mengambil persentase penjualan sebagai gantinya.

Kita akan melihat lebih detil mengenainya bisnis waralaba nantinya, namun saya harap untuk saat ini kamu mengerti perbedaan mendasar antara model bisnis waralaba dan non-waralaba.

2. Contoh-Contoh Waralaba

Bahkan jika kamu tidak akrab dengan model bisnis waralaba sebelum membaca ini, kamu tentunya sudah pernah berurusan dengan beberapa waralaba dalam kehidupan sehari-hari.

Lihat peringkat Top 100 Waralaba Global dari Franchise Direct, dan kamu akan melihat banyak nama barang rumah tangga. McDonald’s ada di sana, seperti yang telah kita lihat, namun begitu juga Subway, KFC, Burger King, Pizza Hut, Dunkin’ Donuts, dan banyak lagi. Setiap kali kamu pergi ke salah satu restoran tersebut, kamu sebenarnya mengunjungi waralaba individu di bawah payung merek yang lebih besar.

Namun walaupun kebanyakan waralaba yang terbesar dan terkenal berada di dalam industri makanan cepat saji, kamu juga akan menemukan waralaba dalam banyak bidang yang berbeda.

Misalnya Hilton Hotels, atau rangkaian supermarket Carrefour, atau agen real estate Century 21, atau agensi rental mobil Hertz. Dan daftarnya berlanjut: perusahaan kurir, sasana, perusahaan pemasok kantor, akuntan pajak, perusahaan perbaikan mobil, dan banyak lagi.

Di US, bisnis waralaba memperkerjakan lebih dari 9 juta orang dan memiliki GDP sebesar $552 miliar, 3% dari ekonomi US, menurut International Franchise Association.

Jadi sekarang setelah kamu tahu arti dari waralaba dan melihat beberapa contoh waralab terkenal, mari kita lihat lebih detail tentang cara kerjanya.

3. Bagaimana Cara Kerja Waralaba?

Katakanlah bahwa kamu ingin menjalankan sebuah waralaba. Bagaimana cara kerja prosesnya dari sudut pandangmu sebagai franchisee (penerima waralaba)?

Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah menemukan sebuah peluang. Kamu bisa memulai dengan beberapa sumber web seperti daftar Franchise 500 dari Entrepreneur atau direktori pencarian waralaba Franchise Direct.

Perlu diingat bahwa ada banyak jenis waralaba di luar sana, dan jenis yang kamu pilih tergantung pada apa yang sedang kamu cari. Investasi awal bisa berkisar dari puluhan ribu hingga jutaan dollar. Beberapa waralaba mungkin menawarkan tingkat risiko yang berbeda (dan tingkat potensi penghargaan yang berbeda juga).

Beberapa pewaralaba mungkin menawarkan banyak dukungan bagi penerima waralaba, sementara yang lainnya lebih sedikit. Beberapa sangat terstruktur, dengan banyaknya aturan untuk diikuti, sementara lainnya mungkin mengijinkan lebih banyak kemandirian. Beberapa mungkin mempersyaratkanmu untuk berkerja dalam jam yang lebih lama dibandingkan lainnya. Beberapa mungkin menawarkan lokasi di areamu, sementara yang lainnya akan mempersyaratkanmu untuk pindah.

Semua hal ini akan mempengaruhi peluang waralaba mana yang cocok untukmu, jadi penting untuk menentukan terlebih dahulu kriteria dan memperjelas tentang apa yang kamu cari.

Kemudian, ketika kamu telah mengidentifikasi beberapa kemungkinan, kamu akan perlu mengevaluasi masing-masing dari itu. Pastikan kamu mengerti model bisnis, dan tanyakan untuk mencari tahu seberapa banyak yang bisa kamu peroleh, seberapa banyak pelatihan dan dukungan pemasaran yang disediakan, dan sebagainya. Juga pastikan kamu membaca prospektus dengan detail, yang dikenal di US sebagai Franchise Disclosure Document.

Saya membahas lebih detail tentang proses identifikasi dan evaluasi peluang waralaba di dalam tutorial berikut:

Ketika kamu menentukan peluang waralaba dan menandatangani perjanjian, kamu biasanya mendapatkan ijin untuk menjalankan bisnis tersebut untuk jangka waktu yang tetap, katakanlah sepuluh tahun, sebagai ganti dari biaya awal dan komitmen untuk membayar royalti atau barangkali 5% penghasilan tiap tahunnya.

Di atas biaya, kamu harus menganggarkan biaya persiapan bisnis, seperti sewa, peralatan dan inventori, jadi pastikan kamu tahu persis apa yang sedang kamu jalankan dan memiliki dana untuk melakukannya.

Ketika kamu memulai, kamu akan menjalankan bisnis sendiri, namun di dalam panduan yang ditetapkan oleh pewaralaba. Jika kamu pernah mengunjungi McDonald’s, sebagai contoh, kamu mungkin menyadari bahwa tiap restoran cukup mirip. Mungkin ada beberapa variasi minor dalam tata letak toko atau item menu, namun kamu tidak terlalu heran.

Itu karena McDonald’s, seperti pewaralaba lainnya, memiliki daftar aturan yang didesain untuk mempertahankan konsistensi pengalaman pelanggan di dalam tiap tokonya. Jika  kamu menjalankan waralaba McDonald’s, kamu akan memiliki beberapa kelonggaran dalam manajemen harian, namun kamu tidak akan bisa menggandakan harga Big Mac atau menentukan untuk menawarkan kentang tumbuk alih-alih kentang goreng. Beberapa hal harus tetap konsisten dengan merek.

Dalam istilah keuangan, itu cukup mirip seperti menjalankan bisnis mandiri. Kamu harus membuat semua investasi dan mengambil risiko, namun kamu bisa menyimpan semua keuntungan setelah membayar royalti dan biaya lainnya kepada pewaralaba.

4. Bagaimana Menjalankan Bisnis Waralaba Yang Sukses

Seperti yang telah kamu lihat, menjalankan sebuah waralaba bisa menjadi cara yang bagus untuk memasuki bisnis sembari memanfaatkan ketenaran merek perusahaan yang telah ada.

Namun itu tidak berarti bahwa kamu harus berlari ke luar dan berinvestasi dalam peluang waralaba berikutnya yang kamu temui. Ada waralaba yang bagus dan jelek, lokasi yang bagus dan yang jelek. Agar berhasil, kamu perlu melakukan banyak riset dan mengikuti proses yang benar.

Di dalam bagian ini, saya akan membahas beberapa poin utama dalam menjalankan waralab yang sukses. Saya membahas proses ini lebih mendalam pada seri Membeli dan Menjalankan Sebuah Waralaba Yang Sukses, jadi silahkan membaca jika kamu ingin lebih banyak detail untuk tiap tahapan.

Seperti yang saya sebutkan di bagian 3, penting untuk melakukan riset di awal dan menentukan waralaba yang tepat untukmu. Setelah kamu melakukan itu dan mulai menjalankan bisnis, hal utama untuk diingat adalah, walaupun banyak dukungan yang disediakan untukmu, itu masih bisnismu, dan kamu perlu merencanakan dan menyusun strategi untuk sukses sama seperti jika kamu memulai bisnis dari awal.

Kebanyakan tahapan-tahapan di dalam tutorial Bagaimana Memulai Sebuah Bisnis, misalnya, berlaku juga untuk waralaba. Kamu tidak perlu memikirkan ide atau membuat sebuah nama dan merek, karena itu sudah dilakukan. Namun kamu akan perlu mengambil tahapan lainnya, seperti mengidentifikasi dan memahami pasar target, membuat sebuah rencana bisnis dan model keuangan, memperkerjakan karyawan, dan membuat akun.

Dan walaupun banyak perjanjian waralaba mencakup beberapa dukungan pemasaran, itu tidak berarti kamu tidak perlu melakukan apapun. Jika kamu menjalankan waralaba McDonald’s sebagai contoh, kamu akan mendapatkan manfaat dari semua iklan yang dijalankan perusahaan di TV dan lainnya, dan dari pengenalan merek secara umum. Namun iklan-iklan tersebut tidak memberitahukan mengenai restoran milikmu. Jadi apa yang dapat kamu lakukan untuk menyebarkannya secara lokal? Mungkin kamu bisa menjalankan kontes atau promosi, atau mendapatkan tempat di radio lokal.

Saat kamu membuat rencana, tentu saja, kamu perlu mengkonsultasikan perjanjian waralaba sepanjang waktu untuk memastikan kamu tidak melanggar syarat manapun. Namun selama kamu tetap berada di dalam panduan pewaralaba, lakukan apapun yang kamu bisa untuk beriklan dan menarik basis pelanggan yang setia. Lihatlah dukungan dari pewaralaba sebagai sebuah bonus, bukan sebagai menjadi semua dan mengakhiri semua.

Juga perlu diingat bahwa, seperti yang pernah dikatakan Theodore Roosevelt, "Bahan terpenting dalam formula kesuksesan adalah tahu cara berhubungan baik dengan orang lain."

Berhubungan baik dengan orang lain tidak berarti berhubungan baik dengan hal-hal yang tidak kamu inginkan. Jika kamu memiliki permasalahan, kamu hendaklah mengangkatnya dengan pewaralaba. Namun menjaga sebuah hubungan yang baik itu penting.

Dengan sebuah bisnis independen, kamu bisa berada di dalam bisnis itu selama yang kamu mau, asalkan menguntungkan. Namun perjanjian waralaba berjalan untuk ketentuan yang tetap, dan tidak ada jaminan untuk dapat memperbaharuinya. Dan, jika kamu melanggar syarat, bisa saja itu dihentikan lebih awal. Jadi walaupun melakukan pekerjaan yang bagus, mengikuti aturan-aturan dan membayar royalti merupakan hal terpenting, menjaga hubungan yang baik benar-benar membantu.

Dan, sebuah catatan positif, menjaga syarat yang baik dengan pewaralaba bisa membawa pada peluang yang lebih banyak. Misalnya, tokomu mungkin terpilih untuk dimuat dalam promosi khusus atau kampanye iklan. Dan jika waralaba baru tersedia, kamu mungkin diberikan kesempatan untuk membelinya.

Tentu penting juga untuk membangun hubungan dengan pelanggan dan karyawanmu. Pelanggan merupakan sumber hidup bisnismu, dan karyawan bertanggung jawab tidak hanya untuk berkerja secara efisien namun juga menangani pelanggan dan menjadi wajah dari bisnismu.

Kedua tutorial ini memberikan kerangka kerja yang berguna dalam mengidentifikasi pelanggan target dan memberikan apa yang mereka inginkan. Mereka ditujukan pada freelancer, namun kebanyakan pelajarannya juga berlaku untuk waralaba.

Lebih lanjut mengenai memperkerjakan dan mengelola karyawan, lihat tutorial berikut:

Kesimpulan

Di dalam tutorial ini, kamu telah mempelajari mengenai bisnis waralaba dan bagaimana cara kerjanya. Kita telah melihat beberapa contoh waralaba, dan telah melihat bagaimana bisnis waralaba seperti McDonald's berbeda dari bisnis non-waralaba seperti Chipotle.

Kamu juga sekarang memiliki pemahaman mengenai beberapa riset yang perlu dilakukan untuk menemukan dan mengevaluasi peluang waralaba, dan memiliki beberapa tips dalam menjalankan waralaba yang sukses.

Jika itu saja yang sedang kamu cari, maka saya harap itu memenuhi harapanmu. Jika kamu tetap menginginkan lebih banyak detail, langkah berikutnya adalah melalui seri komprehensif saya tentang Membeli dan Menjalankan Sebuah Waralaba Yang Sukses.

Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.