7 days of PowerPoint templates, graphics & videos - for free!* Unlimited asset downloads! Start 7-Day Free Trial
Advertisement
  1. Business
  2. Productivity

Apakah Produktifitas Itu?

Scroll to top
Read Time: 11 mins

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Produktifitas—dan semua yang termasuk di dalamnya—adalah sesuatu yang secara virtual telah menjadi obsesi kita. Oh, produktifitas itu sendiri bukanlah sebuah ide baru. Nyatanya, konsep produktifitas telah ada selama produksi itu sendiri, jadi, bisa dibilang, sejak manusia pertama kali menyadari bagaimana menanam bibit dan menghasilkan panen.

Produktifitas dalam bisnis menjadi sebuah diskusi penting dan terus berjalan dengan industrialisasi. Membuat tenaga kerja—baik yang didorong manusia dan mesin—semakin efisien menjadi sebuah goal penting, karena tenaga kerja yang lebih efisien berarti lebih banyak profit. (Ada suatu permasalahan sampingan yang dikembangkan dari permasalahan yang meningkat ini dengan produktifitas tenaga kerja, namun kita akan menyimpan itu untuk waktu lainnya).

Bisnis, atau ekonomi, produktifitas berlanjut untuk dikembangkan dan dipoles melalui Revolusi Industri kedua, Perang Dunia kedua, kemajuan besar teknologi, dan globalisasi ekonomi. Produktifitas juga telah menjadi sesuatu yang jauh lebih indivitual; itu menjadi pencarian pribadi.

Dengan teknologi yang kita gunakan saat ini, kita memiliki informasi yang tidak terbatas dan aksesibilitas yang tidak terbatas. Itu bagus, pada kebanyakan tingkatan, namun itu juga membawa pada kelebihan beban: dunia berada pada ujung jari kita, secara harfiah, setiap saat. Bagi orang yang cenderung kepada gangguan dan penundaan (baca: setiap orang), era digital secara cepat berubah menjadi era tidak produktif.

Karenanya peningkatan pencarian produktifitas pribadi, dalam bentuk buku, blog, aplikasi, dan semua nasihat yang bisa kamu dapatkan. Itu merupakan pencarian yang penting. Kita telah kehilangan batasan yang digunakan untuk memisahkan pekerjaan dari kehidupan pribadi, yang dulunya membatasi pilihan dan menentukan peran kita. Ini merupakan kemajuan yang bagus, namun mereka membawa kebutuhan untuk membuat sendiri saringan dan batasan kita. Jika kita ingin membuat nilai dalam sebuah dunia dengan pilihan yang tidak terbatas, kita harus belajar menjadi produktif.

Namun pertama-tama, kita harus mencari tahu apa yang benar-benar kita maksud dengan produktif.

Productivity IllustrationProductivity IllustrationProductivity Illustration
Ilustrasi Produktifitas. Kamu dapat menemukan lebih banyak aset kreatif di GraphicRiver.

Apa manajemen waktu yang lebih baik yang kamu cari? Ataukah klarifikasi goalmu? Ataukan sesuatu yang benar-benar berbeda? Produktifitas merupakan konsep yang besar. Itu mencakup banyak area. Untuk mendapatkan manfaat terbaik dari pencarian produktifitas, kamu memerlukan definisi yang lebih dalam dan spesifik tentang produktifitas.

Mari kita lihat.

1. Definisi Bisnis Tentang Produktifitas

Mendefinisikan produktifitas untuk bisnis benar-benar berarti membicarakan tentang produktifitas dalam istilah ekonomi. Dan itu adalah sejarah produktifitas. Semua ide pribadi dan subyektif tentang makna untuk menjadi produktif adalah hasil sampingan dari definisi produktifitas yang sangat pragmatis dan berdasarkan angka.

Berikut bagaimana Thanh Pham dari Asian Efficiency menjelaskan itu:

Ada definisi lainnya yang digunakan dalam ekonomi yang penting untuk diketahui. Dalam istilah ekonomi sederhana, produktifitas berarti output yang kamu dapatkan per input yang diberikan. Sebagai contoh, jika saya memberik 5 apel dan kamu memberikan 1 liter jus apel, produktifitasmu adalah 1 liter per 5 apel. Bagaimana pun juga, jika seseorang lainnya bisa mendapatkan 1 liter jus apel dengan 4 apel, maka orang tersebut lebih produktif. Orang tersebut memerlukan lebih sedikit apel untuk membuat jumlah jus apel yang sama.
Pengukuran yang digunakan di dalam contoh ekonomi ini (seperti yang mungkin kamu telah lihat dalam kelas ekonomi di kampus) adalah: Produktifitas = Output / Input.

Itu adalah definisi produktifitas dasar dalam bisnis, atau ekonomi. Meningkatkan produktifitas di dalam area bisnis berarti entah a) meningkatkan output relatif terhadap input atau b) menurunkan input relatif terhadap output. Kamu akan mendengar ini didiskusikan dalam istilah bisnis dengan frasa seperti "menurunkan pengeluaran tambahan", "meningkatkan margin profit", "memotong pengeluaran", "meningkatkan pendapatan", dan "menjadi lebih efisien".

2. Definisi Pribadi Tentang Produktifitas

Hal pertama yang harus kita lihat adalah seberapa tidak pasti, subyektif, atau acak produktifitas tersebut terdengar ketika kita mendiskusikannya dalam istilah pribadi.

Definisi Itu Sewenang-wenang

Seperti yang dikatakan Chris Bailey di A Life of Productivity,

Produktifitas berarti sesuatu yang berbeda bagi setiap orang.
Satu orang mungkin mendefinisikan menjadi produktif sebagai mendapatkan penghasilan besar pada pekerjaannya dan memimpin tim berisi beberapa ratus karyawan, sementara orang lainnya mungkin melihat produktifitas sebagai pensiun di usia 30 dan hidup menjadi sukarelawan sepanjang sisa hidupnya.
Begitu juga, satu orang mungkin mendefinisikan produktifitas sebagai menyelesaikan banyak pekerjaan dalam waktu yang sangat singkat, sementara yang lain menjelaskannya sebagai menggunakan waktunya dan dengan sengaja mencoba melakukan pekerjaan terbaiknya.

Pribadi Bukanlah Pribadi

Poin kedua untuk disebutkan di sini adalah bahwa "pribadi" merupakan istliah yang sedikit tidak cocok.

Bagi kebanyakan orang yang mengejar produktifitas pribadi yang lebih baik, goalnya adalah produktifitas yang lebih bagus dalam pekerjaan. Kita ingin menjadi lebih baik dalam apa yang kita lakukan, melakukan lebih banyak dalam lebih sedikit waktu, dapat tetap fokus dalam pekerjaan yang paling penting, dan belajar bagaimana menangani informasi dan aksesibilitas yang membanjir tanpa kehilangan kemajuan project.

Alat yang kita perlukan untuk mencapai semua goal ini merupakan skill produktifitas pribadi: sistem individual, kemampuan, dan perilaku yang memungkinkan kita mengelola semua permintaan dan pilihan dan tetap menyelesaikan pekerjaan.

Tentu saja, kamu dapat menerapkan skill produktifitas pribadi dalam tiap area hidup: hubungan, hobi, keuangan, perawatan rumah, parenting, dan sebagainya.

Value vs. Output

Definisi produktifitas pribadi favorit saya adalah yang satu ini, dari Steve Pavlina:

Produktifitas = Nilai / Waktu (produktifitas setara dengan nilai dibagi oleh waktu)

Itu benar-benar sederhana, dan benar-benar serupa dengan definisi ekonomi. Alih-alih output, kita mengukur nilai. Dan alih-alih input, kita mengukur waktu: itu karena, untuk kebanyakan dari kita yang mengejar produktifitas pribadi, waktu merupakan kekuatan utama dan juga batasan utama.

Pavina melanjutkan berbicara tentang bagaimana kita dapat mengerti dan mengukur nilai:

Apakah "nilai" dalam persamaan produktifitas kita?
Nilai adalah kualitas yang harus kamu definisikan untuk dirimu sendiri. Karenanya, tiap definisi tentang produktifitas relatif terhadap definisi nilai.

Pavlina mendefinisikan nilai sebagai sebuah produk:

Nilai = Dampak x Daya Tahan X Esensi X Volume
Dan karena itu:
Produktifitas = Dampak x Daya Tahan X Esensi x Volume / Waktu

Kamu dapat membaca artikel lengkap untuk melihat lebih dalam pada tiap faktor-faktor ini. Singkatnya, dampak mengacu pada seberapa banyak orang yang dipengaruhi oleh pekerjaanmu, atau pada tingkat apa mereka dipengaruhi. Daya tahan mengacu pada seberapa lama pekerjaan akan bertahan (pikirkan panjangnya sebuah sandwich  vs. sebuah desain grafis digital vs. sebuah karya seni klasik). Esensi mengacu pada kualitas dan jenis apa yang kamu lakukan; apakah itu mudah ditiru, atau unik? Apakah efeknya dalam dan penting, atau sementara dan terbatas? Volume mengacu pada kuantitas dari apa yang kamu hasilkan seperti yang dijelaskan oleh pekerjaan tertentumu.

3. Kesimpulannya

Sementara definisi produktifitas dalam bisnis memberikan kita sebuah titik awal yang baik, itu tidak cukup untuk sebuah pemahaman harian yang penuh makna.

Kita perlu memikirkan tentang nilai dari apa yang sedang kita lakukan daripada hanya memikirkan output secara umum. Jika tidak, kita dapat berkerja keras untuk menjadi sangat efisien dalam melakukan hal-hal yang kurang bermakna. Jika kamu pernah menghabiskan berjam-jam meningkatkan beberapa sudut kecil dalam hidup, seperti manajemen email atau perencanaan menu, hanya untuk menembus lubang kelinci produktifitas tersebut dan menyadari itu tidak memiliki dampak yang signifikan dalam hidupmu, secara keseluruhan, kamu tahu apa yang saya maksud.

Itu bukan bahwa meningkatkan detail dan kebiasaan harian itu jelek; nyatanya, hal-hal kecil dan rutinitas harian dapat membentuk atau merusak kita. Namun kita perlu memberikan usaha yang sesuai pada pekerjaan yang sesuai. Dengan merasa lebih banyak kendali atas hal-hal, secara sementara, karena kamu telah menandai filemu tidak sama bagusnya dengan lebih banyak kendali secara keseluruhan, karena kamu telah belajar bagaimana menentukan prioritas yang bagus dan menangani gangguan.

Jika itu adalah hal yang menyedihkan untuk menghabiskan waktumu, seberapa buruk itu untuk menyia-nyiakan hidupmu? Kamu menghindari menyiakan waktu—dan hidupmu—pada output yang kurang bermakna dengan memikirkan nilai-nilai yang kamu lakukan, tidak hanya seberapa efisien kamu melakukan itu.

Definisi Produktifitas Dalam Kerja

Sebuah definisi produktifitas yang kohesif dengan demikian, adalah yang mempertimbangkan baik sisi ekonomi maupun sisi 'pribadi'. Saya memikirkannya dengan cara ini:

Produktifitas = Output berharga / Input waktu dan sumber daya

4. Prinsip Produktifitas Dasar

Sekarang setelah kita memiliki definisinya, mari kita lihat prinsip mendasar dari produktifitas.

Mulai Dengan Prioritas

Kamu dapat maju lebih dalam dan luas dengan produktifitas, namun kamu perlu mengurutkan beberapa hal-hal dasar terlebih dahulu. Jika kamu akan meningkatkan output berharga, misalnya, kamu perlu mengetahui apa itu. Jadi memilah semua tugas dan kemungkinan ke dalam serangkaian prioritas merupakan langkah pertama yang penting.

Ada banyak cara untuk memprioritaskan. David Masters membahas proses dan beberapa strategi yang berbeda dalam tutorial daftar pekerjaannya, dan Lisa Jo Rudy menjelaskan bagaimana menggunakan Analisis Pareto untuk menentukan prioritas.

Kenali Dirimu Sendiri

Produktifitas dimulai denganmu. Ada strategi dan sistem tidak terbatas yang dapat kamu tempatkan, namun mereka hanya akan berkerja jika mereka berkerja untukmu. Itu berarti kamu perlu mencari tahu preferensi, kebutuhan, tingkat energi, dan batasanmu sehingga kamu dapat memilih alat-alat dan sistem yang akan benar-benar membuatmu lebih produktif.

Mulai dengan memahami gaya produktifitasmu, dan kemudian lanjutkan ke mempelajari bagaimana mengelola tugas-tugasmu berdasarkan tingkat energimu.

Kuasai Hal-Hal Dasar

Setelah kamu mengetahui prioritasmu, dan kamu lebih baik dalam menilai sistem dan tool mana yang berkerja untukmu, kamu dapat belajar dan menerapkan skill produktifitas dasar dengan jauh lebih efisien. Untuk membantumu memulai, saya telah menuliskan seri tentang Prinsip Produktifitas Yang Esensial.

5. Jebakan Produktifitas Yang Umum

Produktifitas itu tidaklah mudah. Jika iya, tentu saja kita tidak akan perlu membicarakan ini terlalu banyak. Kita hanya akan cukup melakukannya saja. Namun ada jebakan, temanku! Banyak jebakan di jalur menuju produktifitas.

Untungnya, ada juga panduan untuk membantu kita melewati jebakan-jebakan tersebut dan terus membuat kemajuan.

Gangguan, Gangguan Dimana-Mana

Salah satu jebakan terbesar yang kita semua hadapi adalah gangguan yang berlebihan. Dari media sosial hingga pemberitahuan email hingga permasalahan keluarga hingga pilihan hiburan yang tidak terbatas, kita bisa, dan benar-benar, terganggu sepanjang waktu.

Mengakui bahwa kamu memiliki permasalahan gangguan adalah langkah pertama. Itu merupakan permasalahan yang kita semua punya. Setelah kamu melihat apa yang paling cenderung mengganggumu, kamu dapat membuat gerakan cerdas untuk membatasi gangguan tersebut. Itu tidak berarti kamu tidak bisa melakukan hal yang menyenangkan/mengganggu tersebut; itu hanya berarti kamu mengijinkannya dalam hidupmu pada persyaratanmu. Leo Babauta telah membagikan tip singkat untuk menghilangkan gangguan:

Menjadi Masuk Akal

Kebanyakan jebakan produktifitas datang dari harapan yang tidak realistis. Kita cenderung meremehkan hambatan-hambatan yang akan kita hadapi dalam mencapai sebuah goal, dan melebihkan kemampuan dan tekad kita. Hasilnya merupakan kombinasi yang mematikan antara optimisme yang kurang mengetahui dan kurangnya kesiapan.

Saya tidak ingin menjadi seorang penentang, namun kamu akan jauh lebih efektif (dan lebih bahagia!) jika kamu belajar, seperti seharusnya kita, untuk menentukan goal yang efektif. Kamu juga akan menyadari batasan kekuatanmu (berhenti multitasking!) dan belajar seni mendelegasi.

6. Mulai Perilaku Produktifitasmu

Menjadi produktif bukanlah sesuatu yang kamu dapatkan dengan usaha sekali waktu, maaf. Itu merupakan pencarian yang terus berjalan, sebuah perilaku yang hanya dibangun ke dalam hidupmu dan menjadi sebuah bagian esensial dan membantu.

Jika kamu seperti saya, itu juga akan menjadi sebuah bagian hidupmu yang sangat menyenangkan dan memuaskan. Mengejar produktifitas telah membawa saya pada kejelasan yang lebih besar akan jenis pekerjaan yang ingin saya lakukan, hubungan yang ingin saya bangun, dan, pada akhirnya, kehidupan yang saya inginkan. Itu semua kembali ke menentukan nilai; ketika kita melakukan itu, kita melihat apa yang masuk akal bagi kita dan apa yang benar-benar membuang-buang waktu.

Baca Buku-Buku Bagus

Berikut daftar singkat saya tentang buku-buku terbaik untuk membuatmu memulai perilaku produktifitas. Jika kamu bukan seorang pembaca, coba dengarkan versi audio buku-buku ini sembari berpergian atau berkerja. Saya lebih menyukai format standar, namun suami saya lebih menyukai buku audio.

  1. The Power of Habit oleh Charles Duhigg
  2. 168 Hours: You Have More Time than You Think oleh Laura Vanderkam
  3. The Effective Executive oleh Peter Drucker
  4. The War of Art oleh Steven Pressfield
  5. The Desire Map: A Guide to Creating Goals with Soul oleh Danielle LaPorte
  6. Manage Your Day-to-Day oleh Jocelyn K. Glei dan tim 99U
  7. Flow: The Psychology of Optimal Experience oleh Mihaly Csikszentmihalyi
  8. Deep Work dan So Good They Can't Ignore You oleh Cal Newport
  9. The NO B. S. Guide to Time Management for Entrepreneurs oleh Dan Kennedy
  10. The Procrastination Equation oleh Piers Steel

Tiru Pelaku Produktifitas

Temukan orang dalam hidupmu yang ahli dalam menjadi produktif, secara umum, atau seseorang yang sangat menguasai satu atau lebih aspek produktifitas. Kemudian minta bantuannya. Mungkin pasanganmu hebat dalam penentuan goal yang masuk akal, sahabatmu jago dalam manajemen waktu, atau kakakmu adalah delegator yang ahli. Orang-orang yang bagus pada aspek produktifitas tertentu dapat membantumu menjadi bagus dalam aspek itu juga: mereka telah mengetahui alat-alat dan teknik yang berhasil, dan dapat membuatmu menghemat waktu dan usaha.

Kamu jadi bisa mencari wawancara, podcast, pertemuan para ahli, dan postingan "bagaimana kami berkerja" (ini salah satu tentang tim Envato) untuk mendapatkan pandangan ke dalam bagaimana profesional yang sibuk seperti dirimu sendiri mengelola waktu dan prioritasnya. Saya seringkali mendapatkan tip atau alat yang sangat bagus, atau metode baru dalam menangani gangguan atau mengatasi penundaan.

Bangun Sistemmu Sendiri

Ada banyak sistem produktifitas yang populer yang dapat kamu pelajari dan gunakan, sistem Getting Things Done system oleh David Allen atau  5 Pilihan untuk Produktifitas Yang Luar Biasa oleh Franklin Covey. Kebanyakan orang menyadari bahwa sistem terbaik adalah yang mereka buat sendiri.

Kamu mungkin mulai dari sebuah fondasi dari sistem lainnya dan menyesuaikan itu sesuai kesukaanmu. Atau barangkali kamu akan membuat sesuatu dari awal. David Masters telah menulis sebuah seri luar biasa tentang bagaimana membangun sendiri sistem produktifitasmu. Itu akan membimbingmu melalui keseluruhan prosesnya.

Itu Selalu Tentang Nilai

Ingatlah, saat kamu menentukan produktifitas dan membangun perilakumu sendiri, bahwa itu selalu kembali ke nilai. Jangan takut untuk mengubah pendekatanmu, membuang sebuah alat, atau sepenuhnya menata ulang prioritasmu. Tidak ada dari kita yang statis: hidup selalu berubah, dan seharusnya kita juga. Produktifitas sebagai sebuah perilaku dapat berubah dengan kita, dan seiring kita tumbuh kita akan mendapatkan kejelasan dan menentukan itu untuk diri kita sendiri untuk mendapatkan nilai yang terbaik untuk diri kita dan untuk orang lainnya.

Advertisement
Did you find this post useful?
Want a weekly email summary?
Subscribe below and we’ll send you a weekly email summary of all new Business tutorials. Never miss out on learning about the next big thing.
Start your 7-day free trial*
Start free trial
*All Individual plans include a 7-day free trial for new customers; then chosen plan price applies. Cancel any time.