Unlimited WordPress themes, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Business
  2. Brainstorming
Business

Apakah Rolestorming Itu? Sebuah Metode Brainstorming Kelompok Yang Berguna (+Ceria)

by
Difficulty:IntermediateLength:MediumLanguages:
This post is part of a series called The Ultimate Guide to Better Brainstorming Techniques.
Brain-Netting: How to Brainstorm Online Better in a Distributed Team
How to Use Reverse Brainstorming to Develop Innovative Ideas

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Wasmia Mia (you can also view the original English article)

Brainstormin adalah teknik hebat untuk menginspirasi pemikiran kreatif dan menghasilkan gagasan baru. Terkadang, Anda mungkin mengalami kesulitan mendapatkan hasil yang Anda butuhkan dari sesi brainstorming. Bila itu terjadi, Anda harus melampaui teknik brainstorming tradisional, dan mungkin sudah saatnya mencoba rolestorming.

Apakah Rolestorming itu? Ini adalah metode brainstorming kelompok yang ditemukan pada tahun 1980 oleh pakar bisnis Rick Griggs. Konsep dasarnya sederhana: brainstorming sambil memainkan peran orang lain, dan Anda akan cenderung menyarankan gagasan kreatif yang tidak biasa. Meskipun pendekatan ini mungkin tidak terdengar seperti game-changer, Griggs telah membangun bisnis dari metode penghasil kreatifitas yang unik ini.

Rolestorming Applying the Group Brainstorming Method
Rolestorming: Metode brainstorming kelompok dalam sesi. (sumber grafis)

Mengapa Melakukan Rolestorming?

Menurut Griggs, ada sejumlah isu yang terkait dengan brainstorming yang keluar jalur. Di antaranya:

  • Kecenderungan seseorang dalam mendukung gagasan pertama dan / atau yang paling jelas diungkapkan ("Tentu saja, gagasan itu masuk akal - mengapa memikirkan lebih banyak gagasan?");
  • Kecemasan akan gagasan yang mungkin tidak diterima secara umum ("Bagaimana jika semua orang menganggap saya idiot karena menyarankan gagasan aneh semacam itu?");
  • Persetujuan umum terhadap kepribadian yang paling dominan di ruangan itu ("Jika Joe mengatakan itu benar, itu mungkin benar - dan bahkan jika itu tidak benar, setiap orang selalu melakukan apa yang Joe katakan.");
  • Kesulitan memunculkan pemikiran kreatif seketika di tempat ("Saya tidak dapat menemukan ide dengan cepat, jadi saya tidak akan repot-repot mencoba.");
  • Tantangan untuk melihat sesuatu dari perspektif lain atau  berpikir "diluar nalar secara umum" saat memikirkan masalah ("Ide itu menarik, tapi tidak akan pernah bisa dijalankan - sistem akuntansi kita tidak akan menangani hal serumit itu itu.").

Rolestorming mengharuskan peserta untuk keluar dari diri mereka sendiri dan masuk kedalam sudut pandang orang lain. Pengalaman ini memungkinkan mereka memikirkan masalah atau peluang dengan cara berbeda - dan seringkali menemukan ide baru dan kreatif.

Menurut Griggs, rolestorming tidak hanya menghasilkan ide yang lebih kreatif, tapi juga menurunkan kegelisahan. Rupanya, ketika orang diminta untuk menyarankan gagasan dari sebuah karakter (bukan sebagai diri mereka sendiri) mereka tidak terlalu takut dan cenderung lebih berani untuk berbicara. Mereka juga merasa lebih mudah untuk menjauh dari seluk beluk detailnya dan menjadi lebih inovatif. Ini adalah kasus dimana bahkan ketika individu biasanya malu, cemas, atau khawatir dengan tanggapan yang akan mereka terima.

Jenis-Jenis Rolestorming

Ada beberapa cara berbeda untuk "menjadi" orang lain, dan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Anda harus menentukan pendekatan mana yang paling mungkin memberikan hasil tertentu yang sesuai dengan situasi khusus Anda. Ini juga memungkinkan untuk bereksperimen dengan pendekatan yang berbeda untuk menjaga agar ide tetap segar dan menarik.

Berbagai jenis rolestorming dibangun di berdasarkan berbagai jenis kepribadian agar peserta dapat mencobanya. Sebagai contoh, peserta mungkin menjadi:

  • Seorang klien atau pelanggan yang sulit atau banyak menuntut;
  • Seorang anggota manajemen atas perusahaan;
  • Seorang Tokoh dari sejarah dengan reputasi yang kuat karena pemikirannya;
  • Seorang Figur fiktif yang terkenal dengan proses pemikirannya;
  • Seorang pahlawan super atau penjahat super.

Peserta dapat mengambil perspektif yang sama, memilih dari daftar pilihan, atau memilih perspektif mereka sendiri. Mereka dapat berkerja dalam group, atau secara individu. Mereka mungkin diminta untuk berinteraksi dalam karakter, atau hanya untuk melakukan brainstorming sesuai karakter mereka.

Aturan-Aturan Rolestorming

Jika brainstorming lebih dipandang sebagai sebuah proses, rolestorming lebih seperti permainan. Dalam beberapa hal, ini membuatnya lebih mudah untuk menetapkan dan mematuhi peraturan dasar. Secara umum, peserta rolestorming harus:

  • Ketahui atau tentukan peran apa yang akan mereka mainkan
  • Menjelaskan kualitas dan motivasi pribadi dari karakter yang mereka pilih.
  • Buat daftar kekuatan dan kelemahan karakter mereka.
  • Berbicara sebagai karakter yang dipilih, "aku" yang digunakan mengacu pada karakter tersebut.
  • Menghindari pola piker yang mengacu pada keadaan atau keterbatasan yang nyata; Tujuan dari latihan ini adalah untuk melewati/mengabaikan teka-teki yang menghambat, dan untuk menemukan ide kreatif yang tidak mengacu pada kekurangan dana, persediaan, staf, atau waktu.

Persiapan Rolestorming

Rolestorming bisa lebih menuntut daripada brainstorming kelompok biasa, sehingga mempersiapkan dengan baik sebelum terjun menjadi penting. Untuk memulai:

  • Menemukan fasilitator yang bisa mengelola metode brainstorming unik ini sebaik metode biasanya. Orang ini harus merasa nyaman dengan kekonyolan dan ketidakpastian, dan mampu membimbing proses tanpa mendikte arahnya. Jika memungkinkan, fasilitator harus memiliki pengalaman dengan akting atau improvisasi.
  • Memilih seorang notulen dan jelaskan apa peran mereka nantinya. Selain bertugas menuliskan gagasan dan kesimpulan seperti pada umumnya, notulen harus bisa melakukan ekstrapolasi gagasan dan kesimpulan dari permainan peran. Jika Mary, sebagai karakter klien, mengeluh "operator selalu sibuk," notulen harus mencatat kekhawatiran itu meskipun dia belum diberi tahu secara khusus untuk melakukannya.
  • Memiliki rencana yang jelas untuk rolestorming Anda, dan tuliskan secara tertulis - parameter untuk peran, interaksi, lamanya waktu, tindak lanjut, dll. Misalnya, Anda mungkin ingin membatasi peran yang tersedia pada jenis orang yang mungkin dihadapi tim Anda atau Anda mungkin ingin menyertakan karakter fiksi juga. Anda mungkin ingin setiap individu berbicara dalam karakter, atau Anda mungkin ingin antar karakter untuk berinteraksi.
  • Ketahuilah bagaimana Anda akan mengakhiri sesi, dan bagaimana Anda akan menggunakan hasilnya.

Ice Breaking

Rolestorming pada dasarnya adalah bentuk akting improvisasi. Perbaikan sangatlah menyenangkan, dan ini bisa sangat kreatif, tapi mungkin baru bagi beberapa anggota tim Anda. Sementara beberapa orang akan menyukai rolestorming dan menjadi sangat bersemangat, yang lain akan menganggapnya memalukan atau membingungkan (setidaknya pada awalnya!).

Sebagai fasilitator, tugas Anda adalah memastikan bahwa setiap orang merasa nyaman dengan metode brainstorming jenis baru ini. Untuk melakukan ini, Anda mungkin ingin menunjukkan proses rolestorming dengan secara langsung mendemonstrasikan beberapa contoh rolestorming sendiri atau dengan pasangan yang telah dipilih sebelumnya. Anda mungkin juga ingin menggunakan beberapa pemanasan atau icebreaking.

Icebreaker bisa menjadi game interaktif menyenangkan yang tidak berhubungan dengan proses brainstorming kelompok. Sebagai contoh

  • Tanyakan jika kamu memiliki kekuatan super, apakah itu–dan mengapa?
  • Tanyakan "jika perusahaan kita adalah hewan, hewan seperti apa yang sesuai  - dan mengapa?"
  • Ceritakan sebuah cerita yang terus berlanjut dengan memulai dari sebuah dorongan yang menggugah ("ini adalah malam yang gelap dan penuh badai. John dan Mary sedang duduk di dekat api saat tiba-tiba mereka mendengar suara yang aneh ...") dan kemudian menyerahkan kelanjutan ceritanya kepada orang berikutnya. Lanjutkan sampai cerita kembali kepada Anda, dan menyimpulkan dengan akhir yang konyol tapi pasti.
  • Mainkan game seperti Pictionary or Charades yang bisa melibatkan semua peserta.

Pertimbangkan untuk menggunakan beberapa pemanasan improvisasi juga, untuk memungkinkan peserta masuk ke kerangka berpikir yang benar tanpa ikatan. Beberapa pemanasan mencakup:

  • Sebuah Mesin. Satu orang menggerakkan sebuah gerakan dan suara (misalnya, tangan mereka terbuka dan menutup saat mereka membuat suara berdecit). Orang berikutnya "melampirkan" dirinya ke pemain pertama dan menambahkan gerakan dan suaranya sendiri. Ini berlanjut sampai setiap orang adalah "bagian dari mesin."
  • Cermin. Pisahkan peserta dalam pasangan-pasangan. Tetapkan satu anggota masing-masing pasangan berperan sebagai cermin. Anggota lain dari masing-masing pasangan terlihat "masuk" ke cermin mereka, dan membuat gerakan lambat sementara cermin meniru mereka. Kemudian ganti peran.
  • Bola Asosiasi. Berdiri dalam sebuah lingkaran. Gunakan sebuah bola besar dan lembut. Lemparkan bola tersebut ke salah satu peserta sambil katakan sebuah kata yang menggugah seperti "sekolah." Penangkap bole lalu melempar bola tersebut ke orang lain sambil mengucapkan sepatah kata yang mereka kaitkan dengan "sekolah" (seperti "buku"). Penangkap berikutnya melakukan hal yang sama, mengucapkan sepatah kata yang terkait dengan "buku" ("halaman"), dan seterusnya sampai setiap orang memiliki giliran.

Memulai Rolestorming!

Anda dapat menetapkan peran, mintalah peserta secara acak memilih peran dari slip yang Anda masukkan ke dalam keranjang, atau biarkan peserta memilih peran mereka sendiri.

Begitu setiap orang memiliki peran, tunjukkan kepada mereke daftar pertanyaan yang harus dijawab tentang karakter mereka, dan beri mereka waktu untuk mempersiapkan jawaban mereka. Bergantung pada pilihan topik dan jenis karakter Anda, pertanyaan dapat berkisar dari "Mengapa karakter Anda menginginkan produk kami" menjadi "Apa kekuatan super karakter Anda?"

Mintalah setiap individu untuk berbicara sesuai karakter tentang topik yang ada. Sebagai contoh:

  1. Bob adalah Superman. Dia menjelaskan bagaimana dia akan memecahkan masalah klien dengan hanya menggunakan penglihatan X-Ray untuk menemukan masalah pada produk tersebut, dan kemudian memberitahu Jimmy Olson bagaimana memperbaikinya. Notulen mungkin menuliskan gagasan bahwa teknisi produk harus tersedia bagi pelanggan sehingga mereka dapat menemukan dan memperbaiki masalah teknis dengan cepat dan efisien.
  2. Jane adalah pelanggan. Jane adalah pelanggan. Dia terus mengomel tentang bagaimana produk tersebut tidak sampai tepat waktu; Tidak melakukan seperti yang diharapkan; Tidak segera diganti; Dll. Notulen dapat mencatat masalah yang Jane identifikasi-keterlambatan pengiriman, penggantian barang cacat yang lambat, dan sebagainya.

Jika sesuai, Anda mungkin ingin karakter berinteraksi satu sama lain. Sebagai contoh:

  • Jane dan Bob adalah manajer penjualan yang jarang berinteraksi secara pribadi dengan kliennya. Dalam Rolestorming, mereka berinteraksi sebagai Client dan Sales Person. Jane meminta informasi rinci tentang produk sebelum dia melakukan pembelian, dan orang penjualan menyadari bahwa dia hampir tidak memiliki rincian yang tersedia.

Jika waktu memungkinkan, begitu semua orang  kesempatan untuk melakukan rolestorming, sesi berikutnya peserta bisa mencoba peran yang berbeda.

Anda dapat mendiskusikan penemuan Anda setelah setiap sesi memainkan perannya, atau mintalah peserta mendiskusikan apa yang telah mereka temukan setelah akhir sesi dengan bantuan fasilitator dan notulen.

Rencanakan Langkah Berikutnya

Seperti bentuk metode brainstorming lainnya, rolestorming dimaksudkan untuk menghasilkan gagasan yang dapat ditindaklanjuti. Setelah Anda meninjau temuan Anda, pilihlah yang paling relevan dan buatlah daftarnya. Sekarang waktunya untuk merencanakan langkah berikutnya.

Apa saran penemuan Anda sebagai tindak lanjutnya? Cantumkan tindakan yang menurut Anda sesuai dengan temuan Anda. Misalnya, berdasarkan pengalaman rolestorming yang dijelaskan di atas, mungkin tepat untuk menetapkan atau mempekerjakan teknisi untuk berinteraksi dengan klien, untuk melatih tenaga penjualan sehingga mereka dapat memberikan rincian tentang produk yang mereka jual, dan sebagainya.

Tetapkan beberapa individu pada setiap tindakan, pastikan individu tersebut memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk melangkah maju. Atur goal untuk tiap group. Tetapkan tujuan untuk setiap kelompok. Tetapkan jadwal untuk mencapai setiap sasaran, dan rencanakan pembaruan dan pertemuan grup untuk memeriksa kemajuan dan kemunduran.

Kesimpulan

Rolestorming adalah bentuk unik dari brainstorming kelompok yang melibatkan permainan peran. Dengan mengambil karakter selain diri sendiri, peserta dapat melepaskan hambatan dan berpikir di luar deskripsi pekerjaan mereka sendiri atau pra-anggapan.

Peserta Rolestorming mungkin memainkan karakter dunia nyata seperti klien atau manajer, atau mereka mungkin memainkan karakter fiksi seperti pahlawan super, pemimpin bisnis, atau selebriti terkenal. Gagasan yang dihasilkan oleh rolestorming bisa menjadi terobosan - tapi hanya berguna jika rekamannya benar dan kemudian ditindaklanjuti.

Tutorial Rolestorming ini adalah bagian dari “Panduan terbaru menjalankan teknik brainstorming dengan lebih baik“ kami. Pelajari lebih lanjut tentang bagaimana menjalankan sesi brainstorming jenis lain dan metode efektif tambahan untuk melakukan brainstorming:

Teknik brainstorming sangat bagus untuk menghasilkan sejumlah ide inovatif, yang kemudian dapat Anda gunakan untuk mengubah bisnis Anda dan memberikan hasil yang diinginkan.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.