Unlimited PowerPoint templates, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Business
  2. Money

Nilai Waktumu: Berapa Harga Satu Jam Bagimu?

by
Read Time:10 minsLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Berapa nilai waktumu?

Itu merupakan pertanyaan yang sederhana, dan jawabannya dapat membantumu untuk berbagai keputusan bisnis, dari memaksimalkan produktifitasmu hingga menentukan tugas mana untuk didelegasikan atau diserahkan ke outsourcing.

Namun walaupun pertanyaan ini sederhana, sulit untuk menjawabnya dengan baik. Dengan melihat bagaimana orang lainnya menilai waktu mereka tidak akan banyak membantumu, karena itu merupakan perhitungan yang sangat individual. Hasilnya akan bervariasi tergantung pada jenis pekerjaan yang kamu lakukan, dimana tempat tinggalmu, berapa banyak penghasilanmu, berapa banyak penghasilan yang kamu harapkan di masa mendatang, dan banyak lagi.

Jadi di dalam tutorial ini, saya akan menunjukkanmu tepatnya bagaimana mengitung nilai per jam dari waktumu. Kita akan melalui prosesnya tahap demi tahap, dan kita juga akan mendiskusikan apa yang dapat kamu lakukan dengan informasi itu dan bagaimana kamu dapat menggunakannya untuk membuat keputusan yang lebih baik.

How to Figure Out the Value of Your TimeHow to Figure Out the Value of Your TimeHow to Figure Out the Value of Your Time
Bagaimana menghitung nilai waktumu, sehingga kamu dapat menggunakannya dengan baik. (sumber grafis)

Tutorial ini utamanya ditujukan pada pemilik bisnis kecil, namun metode yang akan saya tunjukkan akan berfungsi tidak peduli apakah kamu memiliki bisnis kecil sendiri, berkerja sebagai freelancer, atau karyawan yang digaji.

Jadi, jika kamu siap, mari kita mulai!

1. Mengapa Penting Untuk Mengetahui Nilai Waktumu

Waktumu merupakan sumber terbatas, dan bagaimana kamu menggunakannya membuat perbedaan yang besar pada hidup dan bisnismu. Dengan mengetahui berapa banyak nilai tiap jam dapat membantumu membuat pilihan yang tepat.

Sebagai contoh, saya baru-baru ini menulis sebuah tutorial tentang kapan seharusnya sebuah bisnis kecil memperkerjakan akuntan. Nilai waktumu adalah komponen penting dalam membuat keputusan itu. Jika kamu menghabiskan 10 jam melakukan pengembalian pajak dan kamu menghargai waktumu sebesar $50 per jam, maka biaya melakukan itu  sendiri sebesar $500. Jadi masuk akal untuk menyewa seorang akuntan untuk menyiapkan pengembalian pajakmu, namun hanya jika harga layanannya kurang dari $500.

Tanpa mengetahui seberapa banyak nilai waktumu, tidak ada cara yang benar-benar rasional untuk membuat keputusan tersebut. Kamu harus menentukan berdasarkan insting nyali atau tebakanmu: apakah harga akuntan tersebut terdengar terlalu tinggi atau terlalu rendah. Seringkali, instingmu akan menyelamatkan uang dan melakukan semua sendiri, yang dapat secara mudah mengarah ke kelebihan beban.

Prinsip serupa berlaku pada rentang keputusan yang berbeda, seperti membuat website, mendesain bahan marketing, dan banyak lagi.

Dengan mengetahui nilai waktumu juga dapat membantumu menentukan apakah mengambil lebih banyak pekerjaan dan bagaimana memprioritaskan tugasmu. Jika kamu mempunyai kesempatan menulis sebuah artikel atau berbicara pada sebuah seminar untuk honor $200, kamu dapat menentukan apakah itu layak berdasarkan jumlah jam yang diperlukan dan nilai waktumu.

Tentu saja, penting untuk tidak membawa ini terlalu jauh. Tidak semuanya di dalam hidup memiliki nilai moneter. Menghadiri latihan piano anakmu mungkin tidak berkontribusi pada garis bawah finansialmu, namun itu bukanlah alasan untuk melewatkannya dan menghabiskan jam ekstra untuk berkerja. Bahkan entrepreneur paling ambisius perlu menghabiskan waktu dengan yang tersayang, atau hanya bersantai dan membaca buku atau menyaksikan matahari terbenam yang indah.

Secara serupa, banyak pemilik bisnis suka mengkontribusikan waktunya untuk acara amal dan hal-hal lainnya dengan sebuah dampak komunitas positif, dan dengan mengetahui nilai dollar waktumu tidak seharusnya mencegahmu melakukan itu. Dengan menghitung nilai waktumu dapat sangat berguna dalam kebanyakan konteks bisnis, namun penting juga untuk sesekali mematikan kalkulatornya.

2. Bagaimana Menghitung Nilai Waktumu

OK, jadi mari kita masuk ke perhitungan. Saya akan membawamu melalui metode sederhana terlebih dahulu, dan kemudian nantinya kita akan melalui beberapa situasi dimana kamu akan perlu memperbaikinya.

Langkah 1

Pertama-tama, kamu perlu menghitung seberapa banyak uang yang kamu hasilkan selama periode tertentu: per minggu, per bulan, atau per tahun.

Gunakan periode apapun yang paling masuk akal. Jika kamu dibayar dengan gaji bulanan, maka angka bulanan mungkin yang paling masuk akal. Jika kamu memiliki sebuah bisnis, mungkin lebih baik untuk melihat keseluruhan data selama setahun. Jika penghasilanmu banyak mengalami fluktuasi, maka ambil nilai rata-rata pada periode waktu yang panjang. Jika kamu baru saja memulai dan tidak memiliki banyak penghasilan, jangan khawatir—kita akan mengurusi permasalahan ini di dalam bagian berikutnya.

Apa yang sedang kamu cari adalah penghasilan setelah pajak—jumlah sebenarnya yang tersedia untuk kamu habiskan, setelah dikurangi pajak. Bagi karyawan dengan gaji dan freelancer, angka ini cukup mudah didapatkan. Namun jika kamu memiliki sebuah bisnis, itu sedikit lebih rumit. Kamu akan memiliki gajimu dan kompensasi langsung lainnya yang kamu ambil dari perusahaan, namun kamu juga akan perlu menambahkan saham atau keuntungan lainnya yang dibuat perusahaan, bahkan jika itu tidak dibayarkan secara langsung kepadamu. Lagipula, ini adalah nilai yang kamu tambahkan pada bisnis, dan kita ingin memperhitungkan itu.

Jadi jika perusahaanmu menghasilkan $100,000 keuntungan bersih tahun ini, dan kamu berada dalam rekanan dimana kamu memiliki 25% saham perusahaan, maka bagian keuntunganmu adalah $25,000. Tambahkan itu ke dalam gajimu untuk mendapatkan angka total.

Langkah 2

Sekarang, berapa jam kamu berkerja selama periode itu? Cantumkan bukan hanya waktu yang dihabiskan di dalam kantor, namun waktu yang dihabiskan pada hal-hal seperti berpergian, menjawab email di rumah, dan sebagainya.

Idealnya, kamu akan memiliki beberapa angka akurat untuk digunakan di sini, dari menggunakan pelacak waktu online yang sederhana seperti Harvest, atau barangkali dari metode lama seperti perencana bentuk kertas. Jika kamu belum pernah melacak waktumu, saya merekomendasikan untuk mencoba itu, paling tidak seminggu atau dua minggu, untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang kemana itu pergi—hasilnya dapat mengejutkan!

Namun jika kamu tidak ingin melakukan itu, cobalah membuat perkiraan terbaik dengan memikirkan kembali pada jadwalmu untuk minggu yang biasanya. Kemas semua waktu yang kamu habiskan pada apapun yang terkait dengan kerja—totalnya mungkin akan jauh lebih besar daripada jam kerja resmi atau "jam yang dapat ditagih".

Langkah 3

Sekarang cukup lakukan pembagian! Berikut formulanya:

Nilai waktu = Total penghasilan bersih / Angka jam yang digunakan untuk berkerja

Jadi jika kamu memiliki 50 jam seminggu dan memperoleh $1,000 seminggu, nilai waktumu adalah $1,000 / 50 = $20 per jam. Jika kamu berkerja 2,000 jam setahun untuk gaji tahunan sebesar $100,000, nilai waktumu adalah $100,000 / 2,000 = $50 per jam.

Perlu diingat bahwa ini tidak hanya perhitungan kasar sederhana pada tahap ini, dan mungkin ini tampak tidak tepat bagimu. Jangan khawatir—kita akan memperbaikinya di dalam bagian berikutnya.

3. Memperbaiki Perhitungan

Perhitungan di atas memberikanmu sebuah garis dasar. Bagi beberapa orang, itu cukup akurat adanya, namun bagi lainnya, itu mungkin memerlukan beberapa perbaikan.

Bagi pemilik bisnis, itu dapat cukup sulit, khususnya dalam tahapan awal sebuah usaha baru. Jika kamu seorang entrepreneur dengan startup baru, kamu mungkin belum menghasilkan banyak keuntungan, namun kamu mungkin mengharapkan bahwa waktu yang kamu habiskan sekaranga akan menghasilkan keuntungan di masa mendatang. Bahkan dengan sebuah bisnis yang lebih matang, idenya adalah bahwa tindakan yang kamu ambil sekarang akan membawa pertumbuhan di masa mendatang.

Jadi di dalam situasi tersebut, kamu mungkin perlu membuat beberapa penyesuaian. Kamu dapat mengacu kepada rencana bisnis atau model keuanganmu dan menggunakan beberapa perkiraan angka keuntungan untuk tahun-tahun mendatang alih-alih angka riwayat. Atau kamu dapat menaikkan penghasilan bersih terkini dengan angka pertumbuhan tahunan yang diharapkan. Sebagai contoh, jika kamu menghasilkan $50,000 tahun ini namun mengharapkan tumbuh pada angka %10 setahun, kamu dapat menaikkan penghasilanmu sebesar %10 menjadi $55,000.

Jika bisnismu berada pada tahap yang sangat awal, pertimbangkan menggunakan beberapa teknik valuasi di dalam tutorial ini:

Bahkan jika penghasilanmu cukup stabil dan dapat diprediksi, kamu mungkin ingin menanyakan diri sendiri beberapa pertanyaan untuk membantumu memperbaiki angka yang kamu dapat pada bagian sebelumnya dan memastikan itu benar.

Sebagai contoh, berapa banyak kamu akan membayar seseorang untuk melakukan apa yang kamu lakukan? Berapa tarif untuk jenis pekerjaan tersebut di dalam industrimu? Apakah kamu memikirkan bahwa, jika kamu berkerja pada jam ekstra, kamu dapat meningkatkan keuntungan dengan jumlah nilai waktumu?

Kamu dapat menemukan lebih banyak bantuan dalam kalkulator online ini. Setelah kamu menghitung nilai dasar waktumu, itu akan membawamu melalui berbagai percobaan pemikiran untuk membantumu memperbaiki angka tersebut.

Pada esensinya, gunakan hasil perhitunganmu di dalam bagian sebelumnya sebagai titik awal, namun jangan takut untuk membuat penyesuaian hingga kamu tiba pada angka yang masuk akal bagi keadaanmu.

4. Bagaimana Menggunakan Informasi

Jadi sekarang kamu tahu berapa nilai satu jam-mu. Apa yang dapat kamu lakukan dengan informasi itu?

Mulai dengan membuat daftar semua yang kamu lakukan sekarang juga. Dapatkan uraian yang akurat untuk tiap jamnya pada tugas-tugas yang kamu lakukan dalam minggu biasanya.

Sekarang lakukan riset biaya outsourcing tugas-tugas tersebut. Jika kamu dapat memperkerjakan seseorang untuk melakukan tugas tersebut untuk waktu yang lebih sedikit daripada waktumu sendiri, maka itu adalah investasi yang bagus.

Sebagai contoh, katakanlah kamu menghabiskan lima jam seminggu pada tugas administratif umum yang dapat dilakukan oleh asisten virtual (Virtual Assitant / VA). Jika waktumu bernilai $50 per jam, maka tiap VA yang mematok tarif kurang dari tarif perjam tersebut akan menjadi investasi bagus bagimu. (Namun jangan lupa, bahwa kamu tetap perlu menghabiskan sejumlah kecil waktu pada penentuan tugas bagi VA, memeriksa pekerjaan mereka, menjawab pertanyaan, dll).

Kamu juga dapat menerapkan prinsip yang sama pada tugas baru yang bersifat satu kali yang hadir di masa mendatang. Sebagai contoh, jika kamu memerlukan sebuah logo untuk bisnismu, pikirkan tentang berapa lama yang kamu perlukan untuk melakukannya sendiri. Jika itu akan memerlukan waktu lima jam, pada tarif $50 yang sama, maka harga melakukannya sendiri adalah $250.

Kemudian cari penyedia yang dapat melakukan itu dengan lebih murah. Sebagai contoh, kamu bisa menemukan banyak desainer logo di Envato Studio yang akan melengkapi keseluruhan tugas dari awal hingga akhir untuk harga sekitar $50 dan $150. Dengan asumsi di atas, kamu akan menghemat uang dalam jumlah yang signifikan dengan melakukan outsourcing.

Ikuti proses yang sama untuk rentang tugas lainnya, seperti membuat website, menuliskan deskripsi produk, mendesain kartu bisnis, dan sebagainya. Jika seseorang lainnya akan melakukan pekerjaan itu lebih murah, dan jika kamu senang dengan hasilnya, maka itu adalah investasi yang bagus—kamu akan memiliki lebih banyak waktu luang untuk mengerjakan hal-hal penting yang akan berkontribusi pada pertumbuhan dan kesehatan bisnismu.

Dengan cara serupa, terapkan kriteria yang sama pada peluang baru yang muncul. Pikirkan tentang berapa banyak yang akan kamu hasilkan dan berapa banyak waktu yang perlu kamu investasikan, dan jika tarif per jam tampak lebih tinggi daripada nilai waktumu, itu adalah peluang yang bagus; jika tidak, kamu mungkin ingin mengatakan tidak, kecuali jika ada manfaat penting lainnya.

Kesimpulan

Di dalam tutorial ini, kamu telah mempelajari bagaimana menghitung nilai waktumu. Kamu tahu bagaimana menetapkan nilai dollar pada tiap jam, dan bagaimana menggunakan informasi tersebut untuk membuat keputusan bisnis yang lebih baik.

Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, mungkin ada faktor non finansial yang berperan—barangkali tugas yang kamu evaluasi akan membuatmu bahagia, berkontribusi pada sebuah pergerakan, dll. Kamu tetap dapat memperhitungkan hal tersebut ketika menentukan apa yang harus dilakukan.

Apa yang telah kamu pelajari hari ini memberikanmu cara bagus dalam membuat keputusan dengan lebih banyak kejelasan tentang dampak finansial. Namun kamu dapat selalu mengesampingkan itu atau menyesuaikannya untuk memperhitungkan itu, terlepas bahwa itu tidak memiliki nilai moneter, tetap penting bagimu.

Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.