Advertisement
  1. Business
  2. Productivity

Mengapa Kebanyakan Tips Produktifitas Gagal (Dan Bagaimana Mengatasinya)

by
Read Time:12 minsLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Selamat Tahun Baru! Itu adalah waktu dalam satu tahun ketika banyak dari kita suka mengambil persediaan dan membuat rencana baru. Dan salah satu hal paling populer yang orang ingin lakukan adalah menjadi lebih produktif.

Kabar baiknya adalah web penuh dengan tips produktifitas. Kabar buruknya adalah, terlepas dari semua informasi dan sistem bagus di luar sana, banyak dari kita masih berjuang untuk menjadi lebih produktif.

Ld mengapa banyak tips produktifitas gagal, dan apa yang dapat kamu lakukan tentang itu? Itu tepatnya apa yang akan kita periksa di dalam tutorial ini. Namun, saya tidak akan melihat secara mendalam pada teknik produktifitas tertentu, walaupun saya akan menautkan banyak sumber untuk mempelajari lebih lanjut tentang itu.

How to approach productivity tips to overcome failuresHow to approach productivity tips to overcome failuresHow to approach productivity tips to overcome failures

Fokus dari artikel hari ini adalah bukan tentang sistem produktifitas mana yang digunakan, namun lebih kepada melakukan pendekatan produktifitas dalam cara yang lebih berhasil, dalam teknik manapun yang kamu putuskan untuk gunakan.

1. Penyebab Kegagalan Usaha Produktifitas

Kebanyakan tips produktifitas gagal untuk sebuah alasan yang sangat sederhana: mereka fokus pada teknik atau sistem tertentu, bukannya pada perilaku yang mendasarinya.

Mereka memberikanmu ide bahwa tool, aplikasi, atau sistem tertentu akan menyelesaikan semua permasalahan produktifitasmu dan membuatmu secara efisien menggerakkan melalui semua tugas untuk tahun berikutnya.

Apa Yang Salah Dengan Shortcut Dan Hack?

Itu adalah ilusi yang menggoda, namun tetap saja sebuah ilusi. Kita sering terpengaruh dalam area hidup lainnya, seperti diet. Itu South Beach Diet pada tahun satu, Atkins di tahun berikutnya, kemudian Mediterranean, Paleo, dan sebagainya dan sebagainya. Dan tetap saja, 95% diet gagal.

Kenyataannya adalah bukan teknik produktifitas itu sendiri yang penting. Mereka semua memiliki pros dan cons, advocate dan kritik. Seperti diet, kebanyakan dari mereka dapat berkerja untuk orang tertentu pada waktu tertentu; kebanyakan dari mereka dapat juga gagal.

Apa yang penting adalah caramu melakukan pendekatan perjalanan produktifitasmu.

Apakah Kamu Mencoba Membuat Terlalu Banyak Perubahan Sekaligus?

Salah satu kesalahan terbesar yang dibuat orang adalah mencoba untuk mengubah terlalu banyak, terlalu cepat.

Itu alami, tentu saja—kamu ingin tahun ini menjadi berbeda dibandingkan tahun yang baru saja berlalu, dan kamu mencoba membuat perubahan yang banyak untuk aspek utama dalam hidupmu.

Tidak ada yang salah dengan menjadi ambisius, namun faktanya adalah mengubah kebiasaan yang melekat itu sangat sulit. Sebuah perkataan yang sering diulang adalah memerlukan waktu 21 hari untuk mengubah kebiasaan, namun riset dari University College London menyarankan kurang lebih dua bulan—dan itu bervariasi dari orang ke orang lainnya.

Pertimbangkan juga bahwa sebuah goal yang lebar seperti menjadi lebih produktif dapat sering melibatkan mengubah kebiasaan yang banyak—kamu mungkin perlu untuk:

  • bangun lebih awal dari biasanya,
  • lebih sedikit menonton TV,
  • memotong interupsi dari smartphone,
  • dan seterusnya.

Ini cukup banyak diharapkan untuk berubah sekaligus.

Dan kemudian pertimbangkan bahwa hidup itu tidak terduga. Kamu mungkin mendapatkan gangguan yang tidak diharapkan, penyakit, argumen, halangan dan pergolakan emosional untuk ditangani antara sekarang hingga akhir tahun.

Jika kamu terlalu kaku dan tidak realistis dalam apa yang kamu harapkan dari dirimu sendiri, hal-hal tersebut akan menjatuhkanmu tentu saja.

Mengapa Sebuah Pendekatan Bertahap Seringkali Berkerja Lebih Baik

Saya tidak mengatakan bahwa kamu tidak dapat mengubah kebiasaanmu dan menjadi lebih produktif. Nyatanya, itu benar-benar dapat dicapai.

Saya hanya mengatakan bahwa kamu memberikan kepada dirimu sendiri kesempatan sukses terbaik jika kamu mengambil pendekatan yang lebih bertahap. Ambil waktu untuk mengerjakan satu hal dengan benar, dan kemudian lanjutkan ke lainnya, dan kemudian lainnya.

Kita akan melihat pada bagaimana melakukan ini lebih detail sepanjang sisa tutorial ini, namun untuk sekarang, cukup pikirkan tahun kedepan sebagai sebuah marathon.

Kamu tidak ingin berlari sprint pada mil pertama, merasa hebat untuk sementara waktu, dan kemudian tumbang. Kamu ingin bergerak pada irama yang dapat kamu pertahankan sepanjang waktu, dan secara ideal melalui sisa hidupmu. Jika irama itu terasa terlalu lambat bagimu pada awalnya, itu OK. Tahan godaan untuk mempercepat hingga kamu yakin kamu dapat melakukan tanpa terengah-engah.

2. Buat Ruang

Kamu memiliki hal-hal yang ingin kamu capai tahun ini, sehingga wajar untuk membuat rencana untuk terjunkan ke dalam tugas tersebut. Namun satu cara pasti untuk gagal di dalam goal produktifitasmu adalah cukup dengan menambahkan lebih banyak hal ke dalam daftar kerjamu.

Productivity tips create space and cut backProductivity tips create space and cut backProductivity tips create space and cut back

Apa Yang Dapat Kamu Hentikan Atau Kurangi?

Sebelum kamu mulai menambahkan tugas baru ke dalam beban kerjamu, kamu perlu membuat ruang di dalam hidupmu. Hanya ada begitu banyak jam dalam sehari, dan jika kamu ingin melakukan hal baru, kamu perlu mengorbankan sesuatu. Jika tidak, kamu tidak akan pernah mencapai goalmu.

Jadi sebelum kamu memutuskan apa yang dilakukan tahun ini, tentukan pada beberapa hal yang akan kamu hentikan melakukannya, atau paling tidak menguranginya. Mereka tidak perlu berupa "kebiasaan buruk"—Mereka bahkan bisa berupa pekerjaan-pekerjaan yang memakan banyak waktu namun tidak layak bagimu lagi.

Nyatanya, ini sering menjadi pemborosan waktu terbesar: hal-hal yang kamu lakukan karena kamu merasa seharusnya atau karena kamu diberitahukan mereka akan membantu karirmu, namun itu tidak sungguh-sungguh berharga.

Bagaimana Menginventarisasi Dan Melacak Waktumu

Mulai dengan menginventarisasi bagaimana kamu menghabiskan waktumu. Dalam 168 jam seminggu, berapa banyak waktu yang kamu habiskan pada hal-hal yang penting untuk tujuan utama dalam hidupmu? Bagaimana sisa waktumu dihabiskan?

Saya akan merekomendasikan melacak waktumu secara akurat selama seminggu penuh, dengan menggunakan aplikasi sederhana seperti Toggl atau Harvest—atau yang manapun yang berkerja terbaik untukmu. Hasilnya mungkin mengejutkanmu.

Kemudian, tentukan yang mana yang akan kamu hentikan melakukannya. Coba berpikir besar, dengan mengikuti apa yang Jim Collins sebut sebagai penentuan 20-10:

Itu berjalan seperti ini: Bayangkan kamu bangun keesokan harinya dan meneriman dua panggilan telepon. Telepon pertama memberitahumu bahwa kamu mewarisi $20 juta, tidak ada ikatan. Yang kedua memberitahumu bahwa kamu memiliki penyakit yang tidak dapat diobati dan mematikan, dan kamu memiliki waktu hidup tidak lebih dari 10 tahun. Apa yang akan kamu lakukan secara berbeda, dan khususnya, apa yang akan kamu hentikan untuk lakukan?

Itu akan membebaskan beberapa waktumu.

Ingatlah bahwa kamu mungkin tidak akan secara langsung berhenti melakukan semua hal yang kamu rencanakan untuk berhenti melakukannya, untuk alasan yang telah kita diskusikan. Jadi jangan membuat sebuah jadwal yang menggunakan setiap jam ekstra yang kamu pungut. Namun jika kamu dapat berhenti melakukan bahkan separuh hal yang tidak kamu inginkan atau perlu dilakukan, kamu akan melihat kenaikan di dalam produktifitasmu.

3. Tetap Sederhanakan Itu

Sekarang setelah kamu membuat beberapa ruang, jangan langsung isi penuh itu. Alih-alih mencoba mengubah semuanya, coba untuk mengubah satu hal pada satu waktu.

Misalnya, kamu dapat memilih satu goal besar yang ingin kamu capai, dan coba untuk menyemen kebiasaan bangun satu jam lebih awal setiap hari kerja dan mengerjakan itu terlebih dahulu, sebelum kamu memulai semua hal lainnya yang harus kamu lakukan.

Hasil Bertambah Cepat Ketika Kamu Fokus Pada Aktifitas Tunggal

Itu secara keseluruhan merupakan hal langsung untuk dilakukan, namun itu dapat membuat sebuah perbedaan yang sangat ampuh jika kamu melakukannya secara konsisten. Sepanjang tahun, satu jam sehari pada aktifitas terfokus dapat ditambahkan pada:

  • menulis sebuah buku,
  • memulai bisnis baru, atau
  • mencapai salah satu dari goal ambisius lainnya.

Walaupun itu adalah perubahan yang sederhana untuk dibuat secara teori, itu juga cukup menantang untuk dicapai pada prakteknya. Akan ada banyak pagi dimana kamu merasa sangat lelah, terlalu kesal, terlalu terganggu, dan sebagainya. Untuk menyemen kebiasaan akan memakan banyak kerja dan determinasi.

Jadi masuk akal untuk memfokuskan semua energimu dalam membuat satu perubahan itu. Mungkin ada perubahan yang ingin kamu buat pada area lainnya dari hidupmu juga, namun biarkan itu dulu untuk saat ini. Cukup lakukan hal ini dahulu. Kerjakan itu selama paling tidak satu atau dua bulan, hingga itu terasa otomatis seperti mandi atau menggosok gigi.

Berkerja Hanya Dengan Satu Teknik Produktifitas Pada Satu Waktu

Ketika kamu mendapatkan kebiasaan itu, pertimbangkan memilih sebuah tool produktifitas untuk digunakan pada sisa waktumu. Sekali lagi, jangan berlebihan oleh pilihan, dan jangan mencoba menggunakan beberapa teknik yang berbeda—cukup pilih satu, dan kerjakan itu selama satu atau dua bulan. Konsistensi adalah kuncinya.

Kamu dapat menemukan beberapa informasi bagus tentang beberapa sistem produktifitas yang populer di luar sana dalam panduan pembelajaran produktifitas kami, atau di dalam tutorial ini:

Ngomong-ngomong, contoh yang saya berikan dalam section ini tentang berkerja sejam setiap pagi pada goal utamamu hanyalah—sebuah contoh. Orang mengelola waktunya dalam banyak cara yang berbeda, dan kamu mungkin menemukan jadwal yang berbeda yang berkerja lebih baik untukmu. Poinnya adalah membuat perubahan kecil namun signifikan dan berpegang pada itu sebelum mencoba melakukan hal-hal lainnya.

4. Jadilah Realistis

Bahkan jika kamu hanya berfokus pada satu hal pada satu waktu, kamu tetap dapat menjadi tidak realistir dalam bagaimana mengatur goalmu. Menekan diri sendiri itu bagus, namun menekan diri sendiri terlalu keras hanya akan membawa pada kegagalan. Dan disamping itu, hidup hampir selalu melemparkanmu sebuah curveball setiap saat, sehingga kamu akan selalu memerlukan beberapa kelonggaran di dalam rencanamu.

Ukur Ulang Goalmu Agar Lebih Sukses

Ambil goal apapun yang kamu punya dan ukur ulang sebesar 20% atau sekitarnya.

Satu cara untuk melakukan ini adalah dengan menghilangkan beberapa goalmu bersama-sama. Apakah ada sesuatu yang ingin kamu lakukan namun bukan sebuah keharusan? Barangkali kamu selalu ingin mempelajari bahasa Arab, namun waktu dan energi yang dilibatkan dalam mengambil pelajaran akan konflik dengan beberapa goal ambisius lainnya yang telah kamu tentukan. Mungkin kamu dapat menundanya, paling tidak untuk saat ini.

Jangan lupa bahwa kamu dapat selalu memilih beberapa goal yang kamu jatuhkan dalam tahun-tahun mendatang, setelah kamu membersihkan ruang dengan mencapai hal-hal dalam daftarmu untuk tahun ini.

Potong Goalmu Hingga Beberapa Yang Penting

Coba untuk menjadi brutal dan fokus hanya pada satu hal yang akan membuat perbedaan yang sebenarnya di dalam hidupmu. Kemudian kamu dapat merencanakan untuk menambahkan yang lain nantinya jika semuanya berjalan baik, namun tetap hindari membuat goal tahunan dalam daftar item yang panjang. Dua atau tiga sudah banyak.

Kamu dapat juga membuat beberapa kelonggaran dengan mendorong tanngal target di masa mendatang. Sebagai contoh, jika goalmu adalah meluncurkan sebuah bisnis dalam enam bulan, dorong deadline tersebut dengan ekstra bulan untuk membolehkan hal-hal yang tidak diharapkan yang mungkin akan hadir.

5. Baiklah Pada Dirimu Sendiri

Satu bahaya berkerja pada produktifitasmu adalah kamu melihat dirimu sendiri sebagai mesin. Kamu mencoba mengekstrak output maksimum dari mesin itu selama setiap waktu bangun, dan jika itu istirahat dari semua tekanan itu, kamu mengira ada sesuatu yang salah dengan itu.

Productivity tips You are not a machineProductivity tips You are not a machineProductivity tips You are not a machine

Jangan Lupa: Kamu Bukan Sebuah Mesin. Kamu Adalah Manusia.

Kamu memerlukan hal-hal seperti istirahat, relaksasi, dan waktu yang dihabiskan bersama orang tercinta. Jika kamu tidak memberikan hal itu kepada dirimu, coba tebak? Produktifitasmu akan menderita.

Jika kamu menekan dirimu untuk berkerja tujuh hari seminggu, tanpa istirahat, kamu akan merasa sulit untuk fokus. Kamu mungkin gampang tersinggung, dan kamu akan sangat curiga dengan gangguan. Kamu akan meletakkan lebih banyak jam pada kerjamu, namun kamu akan menghabiskan banyak porsi jam tersebut dengan mengklik Facebook atau menonton klip komedi situasi tahun 1970 di YouTube.

Kita cenderung untuk melihat hal-hal seperti ini sebagai kegagalan tekad, namun mereka sebenarnya adalah kegagalan memperhatikan diri. Jika kamu menemukan dirimu tidak dapat berkonsentrasi, itu mungkin karena otakmu membutuhkan istirahat, dan jika kamu terus menolak untuk memberikannya, itu akan terus maju dan mengambilnya.

Jadi daripada mencoba menjadi produktif untuk setiap waktu bangun, pastikan kamu merencanakan beberapa hal yang menyenangkan juga, dan jadwalkan banyak istirahat.

Langkah Berikutnya

Di dalam tutorial ini kita telah memeriksa beberapa alasan mengapa kebanyakan tips produktifitas gagal. Kita telah melihat bahwa menjadi lebih produktif bukanlah tentang menemukan sistem yang sempurna atau aplikasi produktifitas, namun mengubah pendekatan kita.

Kita telah membicarakan tentang:

  • bagaimana kamu dapat membuat ruang di dalam hidupmu untuk perubahan yang ingin kamu capai,
  • bagaimana pentingnya untuk fokus hanya pada satu hal pada satu waktu dan menjadi realistis dalam penentuan goal, dan
  • bagaimana kamu dapat mengambil manfaat dengan menjadi baik pada dirimu sendiri daripada mengarahkan dirimu untuk membuat produktif dari tiap jam yang ada.

Langkah berikutnya adalah menerapkan beberapa strategi yang dijelaskan di sini. Inventarisasi hidupmu, dan tentukan beberapa hal yang ingin kamu berhenti lakukan. Kemudian mulai dengan pelan, hilangkan kebiasaan lama dan ganti mereka dengan kebiasaan baru.

Jika kamu tetap merasa perlu membaca lebih banyak tentang produktifitas sebelum melanjutkan, coba tutorial berikut:

Semoga beruntung dengan membuat perubahan kebiasaan di tahun ini. Itu dapat dilakukan jika kamu mengambil pendekatan yang lambat dan bertahap untuk membuat perubahan melekat—satu pada satu waktu.

Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.