Advertisement
  1. Business
  2. Branding
Business

PT. Anda: Mendefinisikan Brand Pribadi (Personal Brand) Anda

by
Difficulty:BeginnerLength:LongLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Kurniawan Sugi Purwanto (you can also view the original English article)

Dengan mobilitas karir yang sangat tinggi sepanjang masa, seorang profesional biasanya akan bekerja di 15-20 posisi yang berbeda sebelum dia pensiun—dan melakukan semua proses mencari kerja, wawancara, dan menjual diri mereka berkenaan dengan itu.

Mendapatkan peluang yang tepat untuk mendorong karir Anda sepenuhnya membutuhkan mentalitas agen bebas dan kemampuan menjual diri ke banyak pemberi kerja. Agar berhasil, Anda harus mampu mengartikulasikan nilai-nilai Anda—reputasi yang Anda dikenal karenanya dan yang orang tahu akan Anda berikan—dan tak kenal lelah mempromosikan ini sebagai personal brand Anda.

Bagaimana Anda akan mengartikulasikan personal brand Anda hari ini? Jika Anda bertanya pada manajer, kolega, atau mentor untuk mendeskripsikannya, apa yang akan mereka katakan?

Baik ini upaya pertama Anda menemukan personal brand atau Anda mendefinisikannya ulang, tutorial ini akan membantu Anda untuk secara sadar dan strategis membangun personal brand yang secara tepat menyalurkan karakter dan gairah positif Anda, secara efektif mengartikulasikan nilai-nilai dan membedakan diri Anda.

Dasar-Dasar Branding

Pikirkan sejumlah merek favorit Anda. Mengapa mereka tampak menonjol bagi Anda? Kemungkinannya, Anda merasakan semacam koneksi atau hubungan dengan merek tersebut. Anda mungkin juga tahu di luar kepala apa saja yang direpresentasikan tiap merek pada Anda dan apa yang menjadikannya spesial.

Ethan Allen adalah favorit saya dan berbeda karena ini produk mebel yang berkualitas tinggi dan tahan lama. Saya juga terhubung secara emosional karena pembelian mebel besar pertama yang saya dan suami saya lakukan adalah perlengkapan ruang makan Ethan Allen kami.

Semua merek ada untuk sesuatu, dan yang bagus bisa dengan baik bergerak dari asosiasi menuju kesetaraan. Zapos bukan hanya penjual sepatu di web; mereka adalah "sepatu internet," menurut ahli strategi merek Laura Ries. Google ada karena "pencarian". Di luar teknologi, pikirkan bagaimana Kleenex menguasai kategori produk dan menjadi sinonim dengan produk tisu.

Apa itu Personal Brand?

Sebenarnya personal brand tidak jauh berbeda dengan merek perusahaan yang kita kenal dengan baik, tetapi personal brand sengaja dibuat untuk mempromosikan seseorang. Ries merujuk ke Marissa Mayer, yang brand-nya didefinisikan sebagai "perempuan yang menjadikan Google sukses."

Jika Anda seperti saya, maka personal brand Anda tidaklah sedahsyat itu, dan itu bukan masalah. Yang penting adalah refleksi hal yang unik tentang Anda—yang secara spesifik membedakan dengan yang lainnya di bidang Anda.

Brand pribadi Anda harus merepresentasikan apa yang diekspektasikan orang ketika bekerja dengan Anda dan proposisi nilai yang Anda bawa ke meja kerja.

Menghapa Anda Harus Terus Membaca

Mungkin Anda berpikir bahwa ini terdengar semacam hal-hal terkait pemasaran. Dengan semua fasilitas yang tersedia saat ini, Anda tidak bisa membuang-buang waktu—dan inilah tepatnya mengapa Anda tidak boleh mengabaikan brand pribadi Anda.

Anggap ini sebagai kebijakan asuransi yang melindungi Anda dari naik turunnya pasaran kerja di masa kini. Jikalau Anda butuh untuk bergerak, kaki Anda akan cepat mendarat dengan kokoh.

Bahkan jika Anda belum punya pengalaman kena PHK atau menyaksikan orang yang dekat dengan Anda mengalaminya, tanpa bertanya pun Anda tahu bahwa tidak seorangpun di antara kita yang bisa menjamin akan pensiun setelah bekerja 30 tahun di perusahaan yang sama. Para profesional yang tidak berpikir ke depan tentang daya jualnya, dan memosisikan diri mereka siap untuk mobilitas, sesungguhnya berada dalam risiko.

Sekarang kita lihat lebih jauh pada kebijakan asuransi tadi.

Brand Anda Hari Ini

Pikirkan tentang berapa banyak bisnis yang berada di kategori yang sama, yang secara jelas masing-masing bisa melakukan pekerjaan yang lainnya. Apakah ada perbedaan riil antara pengalaman Walgreens dan Rite-Aid? Bagaimana dengan Chase Bank, dibandingkan dengan SunTrust atau Bank of America?

Bahkan jika para eksekutif mereka bisa mengartikulasikan apa yang membuat mereknya tampil beda, yang itu meragukan, tidak diragukan mereka akan gagal dalam mengomunikasikannya.

Sebagai CEO PT. Anda, bagaimana Anda akan mengartikulasikan brand Anda?

Bahkan jika Anda belum melakukan suatu upaya sadar untuk menciptakan brand pribadi, yakinlah bahwa Anda pasti memilikinya: reputasi Anda dan apa yang membuat Anda berbeda. Di area apa atau di topik apa Anda menjadi orang yang dituju sebagai rujukan? Apakah tentang hal yang Anda kerjakan yang membuat Anda berbeda?

Menafsirkan Identitas Brand Anda

Jika Anda tidak yakin bagaimana orang mempersepsikan brand Anda, sejumlah penaksiran pribadi bisa membantu untuk memperjelasnya. Pertimbangkan pertanyaan-pertanyaan berikut, diambil dari PwC, untuk mengidentifikasi kualitas pembeda Anda:

  1. Apakah proyek paling sukses yang pernah saya jalankan dan apa yang membuat saya sukes?
  2. Apa peran terpenting dalam tim yang pernah saya tuntaskan dan mengapa?
  3. Ketika menghadapi masalah yang sangat banyak, apa keahlian saya yang menjadi "rujukan" untuk menyelesaikannya?
  4. Kekuatan-kekuatan apa dari diri saya yang orang lain akui?

Saya juga akan menambahkan "bagaimana orang mendapatkan manfaat dari bekerja dengan saya?" dan "keterangan apa yang semestinya digunakan ketika membicarakan tentang pekerjaan saya?"

Selain introspeksi, ada cara lain yang lebih pasti untuk menemukan bagaimana merek Anda dipersepsikan: tanyakan orang lain. Dapatkan masukan dari manajer, mentor, dan para kolega Anda. Semua orang yang sungguh tahu diri Anda akan mampu untuk mendeskripsikan apa yang harus mereka harapkan dari Anda berdasarkan pengalaman nyata.

Apa yang mereka lihat sebagai kekuatan inti Anda? Bagaimana mereka akan mendeskripsikan reputasi Anda? Jika mereka memperkenalkan Anda ke orang lain, apa yang akan mereka katakan?

Sekarang Anda paham dengan jelas bagaimana orang lain mendefinisikan atribut brand Anda.

Membuat Data Bisa Dimengerti

Sekarang Anda memiliki sejumlah titik data, termasuk atribut yang dilekatkan pada Anda dan pandangan Anda tentang nilai Anda sendiri. Perairan brand kini semakin keruh, tetapi saya janji bahwa kebingungan adalah fase yang penting tetapi sementara saja dalam rangka memperjelas identitas brand.

Anda butuh tiap potongan informasi yang Anda kumpulkan untuk mengontrol reputasi Anda dan secara sadar membentuknya.

Mantra-Mantra Brand Korporat

Ketika melakukan coaching, saya ingin mulai dengan mendefinisikan "brand mantra", yang saya pinjam dari karya profesor Dartmouth, Kevin Keller terkait corporate brand. Dia mendefinisikannya pernyataan nilai yang sangat pendek yang menjelaskan apa yang harus ditawarkan oleh perusahaan atau produk, yang bernilai bagi pelanggan, dan memiliki keunikan dari apa-apa yang ditawarkan para kompetitor.

Disney, misalnya, adalah hiburan keluarga yang menyenangkan. Siapa yang akan mempertanyakan bahwa mereka lah yang mendefinisikan kategori tersebut?

Mantra Brand Pribadi Anda

Gagasan brand mantra juga berlaku sama efektifnya bagi brand pribadi. Tidak mudah mendefinisikannya, tetapi jawabannya ada di data yang telah Anda kumpulkan:

  • Tema atau kata sifat apa yang berulang?
  • Yang mana dari hal-hal tersebut yang sesuai dengan keunikan atau, oleh Keller disebut sebagai, "titik-titik perbedaan".

Berbagai atribut tersebut berada persimpangan antara frekuensi (apa yang dipersepsikan banyak orang tentang Anda) dan diferensiasi (hal-hal yang unik yang dikomparasikan oleh orang yang Anda bekerja/berinteraksi dengannya) adalah atribut-atribut brand untuk ditekankan di mantra baru Anda.

Anda selanjutnya bisa menggunakan atribut-atribut tersebut sebagai dasar pernyataan nilai personal singkat yang menjelaskan apa yang harus Anda tawarkan dan mendapatkan inti tentang siapa diri Anda. Itulah mantra Anda, dan ini akan beperan sebagai jantung definisi brand dan pondasi semua upaya branding Anda.

Contoh-contoh mantra brand pribadi adalah "perencana strategis, dapat diandalkan" atau "penghubung profesional yang kreatif". Contoh lainnya bisa seperti, "memotivasi orang lain melakukan yang terbaik."

Uji Autentisitas

Kami semua telah menemui perusahaan-perusahaan yang mendefinisikan suatu brand dan mempromosikan atribut-atribut brand khusus, tetapi dalam prakteknya melawan tiap janji dibuat terkait brand-nya. Di sini satu atau dua maskapai penerbangan terlintas di pikiran kita.

Apapun brand mantra yang Anda tetapkan, lakukan uji autentisitas terhadapnya. Beri waktu pada diri Anda sendiri untuk mengunyahnya, berpikir tentangnya, atau bahkan mengujinya secara terbatas dengan audiens yang aman untuk memastikan kebenarannya.

Brand mantra Anda harus sungguh-sungguh, secara otentik merefleksikan diri Anda. Brand mantra juga harus memungkinkan transparansi, dan mendorong Anda untuk menjadi diri sendiri.

Jika untuk menjadikan mantra itu hidup mengharuskan Anda untuk melakukan hal-hal seperti atau mencoba untuk menjadi sesuatu yang secara alami bukan diri Anda, mungkin itu adalah brand mantra yang hebat, tetapi buka brand mantra Anda.

Satu Janji yang Tak Bisa Dilanggar

Sebelum Anda terjun dengan kepala terlebih dahulu dalam mengomunikasikan brand mantra Anda yang baru, ada satu langkah lagi dalam proses pencarian yang akan menentukan keberhasilan atau kegagalan. Anda harus menerjemahkan mantra tersebut menjadi brand promise yang direpresentasikannya kepada audiens target Anda.

Tiap mantra brand pribadi mewujudkan ekspektasi, atau janji utama, yang Anda membuat orang percaya bahwa Anda akan memenuhinya. Brand Anda pada gilirannya akan mendefinisikan pengalaman mereka dengan Anda dan seberapa dekat pemenuhan ekspektasi tersebut dengan hasil kerja Anda.

Gallup menyarankan bahwa memastikan pengalaman riil orang dengan Anda sungguh-sungguh sesuai dengan brand promise adalah hal yang kritis—dan lebih penting dari promosi, kata-kata atau gambar apa saja.

Bayangkan bahwa Anda adalah "penghubung profesional yang kreatif" sebagaimana kami sebutkan sebelumnya. Brand Anda mengimplikasikan kontribusi kreatif dan jaringan besar yang Anda tahu akan Anda salurkan secara efektif. Anda harus membuktikan ini dalam rapat-rapat tim secara berkala dan aktivitas online; Anda juga bisa mulai membuat blog tentang jaringan untuk menegaskan pengalaman Anda.

Tiap titik sentuh yang Anda miliki dengan audiens target adalah peluang untuk menghantarkan janji brand Anda dan meningkatkan kesadaran identitas brand (sangat positif, sangat mudah diingat).

Menargetkan Pesan Anda: Menuju Ketakterhinggaan..dan Setelahnya!

Ya, "tak terhingga dan setelahnya" mungkin definisi yang terlalu luas terkait apa yang harus Anda bidik dalam menargetkan komunikasi brand Anda (bahkan untuk seorang fans Toy Story). Tetapi frase tersebut menekankan satu poin kunci: cukup kritis untuk mendefinisikan audiens target yang lebih besar dan lebih beragam daripada bos Anda saat ini.

Brand pribadi bisa membantu untuk membuka pintu baru dan menghubungkan Anda dengan orang-orang baru yang bisa membantu karir Anda, jika Anda meluangkan waktu untuk dengan tegas mendefinisikan profil para audiens ini.

Pikirkan tentang:

  • Siapa yang akan melihat nilai yang Anda sajikan ke meja?
  • Perhatian siapa yang ingin Anda tarik? Mungkin ada influencer industri yang Anda belum kenal dan Anda ingin masuk ke radar mereka.
  • Pintu-pintu apa yang Anda ingin bukakan untuk mereka? Mungkin ini adalah pemberi kerja baru, eksekutif yang memimpin departemen baru yang menarik—apa saja peluang yang membuat penasaran.

Tiap jawaban yang Anda berikan menyasar pada suatu audiens target bagi komunikasi brand Anda. Mungkin Anda menghasilkan suatu daftar berisi para pemberi prospektif, para eksekutif senior di perusahaan Anda saat ini, kolega, mitra kerja—tiap koneksi yang berpotensi berdampak pada karir Anda.

Mengomunikasikan Nilai Brand Anda dengan Bercerita

Audiens Anda mungkin beragam, tetapi Anda bisa menjamin adanya satu kesamaan: mereka semua suka cerita yang bagus. Bercerita menawarkan cara yang efektif dengan rasa sakit yang minimal untuk menekankan tentang nilai unik Anda. Tidak mengejutkan, banyak perusahaan yang telah melakukan ini selama bertahun-tahun dengan cerita yang memosisikan produk atau perusahaan mereka sebagai pahlawan.

Cerita membuat Anda bisa menekankan siapa diri Anda, dengan apa Anda tertarik dan apa yang bisa Anda kerjakan dengan sangat baik, dan menghubungkan semua itu dengan kebutuhan audiens target Anda dengan cara yang menarik dan mudah diingat. Bahkan Anda akan terbantu untuk membuat hubungan emosional dengan audiens Anda yang akan membangun hubungan dan loyalitas.

Satu Cerita Hebat

Seorang pengusaha kreatif Kathleen Shannon menyarankan Anda untuk "menyampaikan yang sebenarnya" ketika bercerita dan membagikan cerita pertemuannya dengan mitra kerjanya sesaat setelah mereka meluncurkan firma baru:

Itu adalah 2 jam dengan seorang sales mobil bekas. Tara dan saya secara harfiah mendapatkan 3 kata sepanjang waktu selama pria sales mobil bekas ini berbicara berjam-jam dengan mata yang malas dan bibir berkeringat tentang integritas yang (tidak) dimiliki oleh bisnisnya. Di akhir pertemuan, secara harfiah saya berpikir mungkin saya akan melemparkan meja yang kami gunakan untuk rapat. Baik saya dan Tara meninggalkan tempat itu dalam keadaan terguncang dan siap melempar handuk untuk menemukan pekerjaan sehari. (Tetapi kami tidak melakukannya dan berjanji untuk tidak pernah bekerja dengan sales mobil bekas itu dan menuliskan Braid ECourse on Dream Customer Catching.)

Cerita ini berhasil karena mudah diingat dan menghibur, mendorong empati audiens, dan pada akhirnya mengomunkasikan kekuatan, persistensi, dan kreativitas (sambil juga mempromosikan tawaran kursus mereka).

Menulis Cerita PT. Anda

Bagaimana Anda bisa mengambil brand mantra Anda dan membawa atribut-atribut kuncinya ke dalam kehidupan melalui suatu cerita?

Banyak coach karir yang menggunakan pendekatan CAR (Challenge/Actions/Result) atau (Tantangan/Tindakan/Hasil). Pendekatan ini memfokuskan pada ceritan tentang tantangan (C) yang Anda hadapi, tindakan (A) yang diambil untuk menghadapinnya, dan hasil positif (R) yang dituai.

Opsi lainnya adalah melihat tema-tema kuno sebagai panduan. Misalnya saat-saat ketika:

  • Anda tidak diunggulkan tetapi berjuang dan mengatasinya
  • Satu momen atau penemuan yang mengubah segalanya bagi Anda dan karir Anda
  • Anda hampir keluar ketika perjalanannya terlalu panjang atau sulit, tetapi Anda tidak melakukannya (dan alasannya).

Kemenangan-kemenangan di masa lampau juga bisa membuat cerita yang hebat, tergantung apa yang dilakukan untuk mencapainya. Anda mendapatkan gambarannya.

Konsistensi Adalah Kunci di Dunia Web 2.0

Dulu hal ini adalah membuat kesan pertama ketika menemui seseorang empat mata. Dengan media sosial dan kanal-kanal komunikasi berbasis web, kesan tersebut sekarang lebih sering dibuat bahkan sebelum kita berjabat tangan.

Jika seseorang yang tidak saya kenal mendekati saya, hal pertama yang akan saya lakukan adalah mencari mereka di Google dan LinkedIn. Kesan pertama? Silakan periksa.

Tak peduli di mana orang mendapati Anda atau mencari Anda—profil online, bio, komentar yang Anda kirim ke suatu diskusi atau forum, resume—mereka semestinya mendapatkan kesan yang sama. Semua itu harus mengomunikasikan pesan yang sama tentang siapa diri Anda. Ini juga berlaku bagi kehadiran Anda secara pribadi juga, sebagaimana penampilan Anda.

Penulis Dan Schwabel menggarisbawahi sejumlah sarana komunikasi yang bisa Anda gunakan untuk membangun brand Anda, seperti:

  • Media sosial (profil LinkedIn, Facebook, Twitter, Google+, Instagram).  Temukan kanal-kanal tempat para audiens Anda berada dan fokuskan upaya Anda ke sana. Berikan ulasan yang dekat pada akun-akun yang sudah eksis untuk memastikannya konsiten dengan identitas brand Anda yang baru dan solid, dan lakukan sejumlah perubaha (atau penghapusan!) secepatnya.
  • Suatu portofolio adalah etalase kerja-kerja Anda. Beberapa situs seperti Behance, mengizinkan Anda membuat suatu portofolio virtual secara gratisan.
  • Website atau blog Anda sendiri. Saya sarankan untuk memulai dengan satu blog, lakukan ekspansi ke situs penuh hanya jika Anda punya alasan yang menarik untuk melakukannya, dengan memperhatikan investasi waktu yang dibutuhkan untuk membuatnya tetap terbarui.
  • Resume, surat lamaran dan dokumen-dokumen referensi Anda masih memainkan peranan penting dalam manajemen karir. Pastikan saja nadanya konsisten dalam perpesanan di berbagai format.
  • Berbagai blog dan situs web di bidang Anda; Anda bisa mencari peluang untuk membuat konten bagi mereka dan mengokohkan posisi Anda sebagai seorang pakar.

Mendefinisikan dan membangun brand pribadi tidaklah cepat dan mudah. Butuh waktu bagi brand tersebut untuk berkembang dan berevolusi. Ini adalah suatu proses yang membutuhkan komitmen. Anda harus secara proaktif dan konsisten berkomunikasi di kehidupan nyata dan dunia maya. Anda juga harus terus menerus mengevaluasi aksi dan perilaku Anda agar selalu sesuai dengan brand promisenya. Tidak ada yang mudah terkait pembangunan brand pribadi—tetapi kejernihan pikiran yang dihasilkannya dan pintu-pintu yang bisa dibukanya sudah lebih untuk menjadi alasan mengapa ini harus dilakukan.

Nilai apa yang dihantarkan oleh PT. Anda? Inilah saatnya mendefinisikan, memiliki, dan menjadikannya nyata.

Sumber-Sumber

Kredit Grafis: Ikon Diamond didesain oleh Anuar Zhumaev dari Noun Project.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.