7 days of PowerPoint templates, graphics & videos - for free!* Unlimited asset downloads! Start 7-Day Free Trial
Advertisement
  1. Business
  2. Productivity

Gaya Produktifitasmu: Temukan Itu Dan Gunakan Itu Untuk Kerja Yang Lebih Baik

Read Time: 12 mins
This post is part of a series called Essential Productivity Principles.
How to Build Routines that Keep Your Life and Work On Track
4 Important Personal Habits for a More Productive Life

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Kepribadianmu, gaya organisasi, prioritas, dan preferensi sosial semuanya dapat mempengaruhi kerjamu; lebih spesifik lagi, mereka menentukan berkerja kamu berkerja paling baik. Semakin banyak kamu tahu tentang dirimu, semakin banyak kamu dapat mengaitkan lingkungan, jadwal, tool, dan prioritas untuk dicocokkan dengan kecendrungan alami dan kekuatanmu. Kamu akan tidak hanya menjadi lebih efisien dan produktif, kamu juga akan lebih menikmati kerjamu ketika kamu menyesuaikan bagaimana kamu berkerja dengan siapa dirimu.

1. Investigasi Kepribadianmu

Jika kamu telah selesai menginvestigasi ke dalam kepribadianmu, kamu telah mulai belajar hal yang bagus tentang gaya produktifitasmu. Sebagai contoh, jika kamu memiliki kepribadian yang tegas dan mengambil tindakan, kamu mungkin telah menyadari mengapa kamu membenci rapat yang menyeretmu, tanpa tujuan, dan mengapa kamu terkadang merasa terpanggil mencoba untuk "mengambil alih". Sungguh, kamu hanya mencoba untuk menggerakkan sesuatu dan menjauhkan orang-orang dari membuang waktunya.

Introversi dan ekstroversi mempengaruhi gaya produktifitasmu, juga. Jika kamu seorang introvert yang berkerja di dalam sebuah lingkungan yang interaktif, berisik dan penuh energi, kamu mungkin menemukan dirimu kehabisan energi dalam setengah hari. Di sisi lain, jika kamu seorang ekstrovert berkerja dari rumah, kamu mungkin telah menyadari bahwa kamu lebih produktif di sudut kedai kopi daripada sendirian di rumah yang tenang.

Tentu saja, secara pribadi tes tidak sepenuhnya akurat; jika kamu membaca sebuah set hasil dan berpikir, "Itu bukan saya!" maka majulah dengan nyalimu. Kamu mengenal dirimu sendiri; tujuan dari tes kepribadian adalah untuk membantumu secara sadar memikirkan tentang dirimu sendiri. Dengan membawa intuisi dan sifat dasar itu keluar, kamu dapat menggunakannya untuk meningkatkan bagaimana kamu beroperasi dalam pekerjaan dan dalam hidup.

Temukan lebih banyak tentang kepribadianmu dengan mengikuti salah satu dari kuis atau tes ini:

  • PsychCentral Personality Test (50 pertanyaan, tidak perlu mendaftar) berdasarkan pada 10 Skala Item IPIP (International Personality Item Pool).

Seiring kamu membaca melalui hasilmu, pikirkan tentang bagaimana mereka dapat cocok—atau bersinggungan dengan—keadaan terkini dari pekerjaanmu, lingkungan kerja, dan struktur hari kerjamu.

2. Pikirkan Tentang Preferensimu

Kepribadianmu tentunya merupakan sebuah bagian besar dari gaya produktifitasmu, namun itu bukan satu-satunya faktor. Kamu perlu mempertimbangkan elemen penting lainnya, seperti bagaimana kamu mengatur goal, bagaimana kamu mengelola waktu, bagaimana kamu berkerja dengan lainnya, dan bagaimana kamu belajar.

Baca pertanyaan berikut untuk memulai pemikiranmu tentang preferensimu di dalam tiap area. Ambil waktu untuk merefleksikan dan mencatat pemikiranmu.

Goal dan Motivasi

Apakah kamu lebih memilih untuk mengatur goal untuk dirimu sendiri atau untuk mencapai goal yang diatur oleh pemimpin, oleh sebuah organisasi yang lebih besar, untuk tujuan yang lebih besar, atau sebagai sebuah group? Apakah kamu lebih termotivasi untuk mencapai akhir goal atau untuk menikmati dan menyempurnakan proses yang membawamu ke sana?

Apakah kamu dengan mudah kehilangan energi ketika dihadapkan dengan goal panjang, atau apakah ide mencapai tantangan sulit dan jangka panjang membuatmu berenergi? Apakah kamu kehilangan motivasi ketika tugas harianmu tampak tidak terkait dengan goalmu?

Apakah kamu cenderung untuk mengaitkan pekerjaanmu dengan goal atau ide? Apakah kamu menikmati mengejar ide baru bahkan jika itu tidak terkait dengan goal tertulismu, atau apakah kamu perlu mengikat semuanya bersama-sama?

Apakah kamu termotivasi oleh penghargaan, oleh reward yang bernilai, oleh perasaan pencapaian, atau oleh kesempatan untuk berhenti berkerja untuk sementara waktu dan pergi melakukan sesuatu lainnya yang kamu sukai?

Manajemen Waktu

Apakah kamu lebih memilih untuk merencanakan semuanya pada waktu yang ketat, atau cukup lagi berkerja dan menangani tugas pertama yang kamu temukan? Apakah kamu menggunakan planner, kalender, atau alat penjadwalan secara reguler? Apakah kamu berjuang untuk tetap melacak janji harian dan aktifitas berbasis waktu?

Bagaimana kesadaran waktumu? Apakah kamu tersesat di dalam project, percakapan, dan aktifitas dan kehilangan jejak waktu? Dapatkah kamu secara mental tetap memantu waktu yang tersisa bahkan ketika kamu sedang di dalam tugas atau interaksi? Apakah kamu sering terlambat, atau kamu cenderung tepat waktu? Apakah kamu merasa gugup ketika deadline mendekat? Apakah kamu merasa kelelahan atau berenergi ketika kamu memiliki hari yang sibuk dengan jadwal yang penuh?

Kerja Tim Dan Solo

Apakah kamu lebih memilih untuk memikirkan masalah sendiri sebelum membagikan ide dan opinimu? Apakah kamu menyukai brainstorming ide dan solusi dalam sebuah kelompok? Apakah kamu merasa terkendali atau lega ketika seseorang mengatur agendamu atau mengelola waktumu? Apakah kamu suka membuka pilihanmu? Apakah kamu lebih menyukai memiliki seseorang untuk diikuti sehingga kamu tidak harus mempertimbangkan semua faktor? Apakah kamu merasa rapat tim, kerja tim, atau kerja keras tim membuang waktu atau menghasilkan kerja yang lebih baik? Apakah kamu menyelesaikan lebih banyak sendirian atau ketika berkerja dengan yang lainnya?

Lingkungan

Apakah kamu lebih memilih memiliki background yang berisik ketika berkerja, atau kamu menyukai ketenangan dan keheningan? Apakah kamu menemukan dirimu terganggu oleh percakapan, interaksi, dan gerakan di sekitarmu? Apakah kamu sering kesal atau sebal oleh hal-hal yang terasa ekstrim: suara keras, cahaya yang terang, bau yang tajam, ruang yang ramai?

Apakah meja atau permukaan kerja yang berantakan mengganggumu? Apakah kamu menghabiskan waktu merapikan sebelum mulai berkerja? Apakah kamu melupakan tentang tugas atau project jika kamu tidak memiliki pengingat visual di depanmu? Apakah kamu suka memiliki semua elemen project terkini menyebar di depanmu, atau kamu lebih memilih untuk menjauhkan hal-hal hingga kamu membutuhkannya?

Tingkat Energi

Apakah kamu merasa energimu berhenti atau memudar pada waktu tertentu di hari tersebut? Apakah kamu merasa siap untuk bangun lebih awal di pagi hari, atau apakah kamu berjuang untuk benar-benar bangun di hari itu? Apakah kamu merasa penuh ide dan energi di sore hari atau malam hari?

Apakah kamu berjuang untuk tidur pada waktu yang pantas, atau apakah kamu berjuang untuk tetap terjaga setelah makan malam? Apakah kamu cenderung tidur dengan baik? Apakah kamu bangun tidur dengan mudah?

Apakah kamu merasa kelelahan oleh daftar tugas panjang di pagi harinya, atau merasa termotivasi dan berenergi? Apakah kamu merasa bersemangat tentang ide project baru di akhir hari itu, atau termotivasi dan berenergi? Jika kamu dapat mengatur jam kerjamu sendiri, akan jadi apa mereka?

Cara Belajar

Apakah kamu lebih memilih belajar secara visual, dengan chart dan grafis dan gambar dan video dan slide? Apakah kamu lebih memilih untuk belajar secara verbal, dengan kalimat tertulis dan informasi yang lebih tekstual? Apakah kamu lebih suka belajar dengan mendengar, mendengarkan input yang dibicarakan daripada membaca atau melihat itu pada layar atau cetakan? Apakah kamu lebih suka belajar dengan melakukan, mengetes, mencoba, menyentuh, mengalami, menangani bagian-bagian dan tool sendiri untuk mendapatkan perasaan pada informasi itu?

Indeks Ujian Pembelajaran dari Profesor Barbara A. Soloman dan Richard M. Felder di North Carolina State University dapat membantumu mengerti lebih lanjut tentang gaya produktifitasmu.

3. Menentukan Gaya Produktifitasmu

Carson Tate, penulis buku Work Simply, menginvestigasi bagaimana mengetahui dan mengadaptasi ke gaya produktifitasmu yang unik adalah kunci untuk memiliki hidup-kerja yang lebih sederhana, lebih baik, dan lebih produktif. Tate mengatakan, di dalam artikel ini, bahwa:

"Gaya Produktifitasmu adalah pendekatan untuk perencanaan dan alokasi usaha melalui goal, aktifitas, dan periode waktu. Pendekatan ini biasanya tidak sadar dan tidak sistematik daripada sengaja dan rasional. Meskipun demikian, pola dapat dideteksi, yang secara umum tumbuh dari gaya kognitif individu—pola kebiasaanmu atau cara yang lebih dipilih dalam menerima, memproses dan mengelola informasi untuk membimbing perilaku. Karena setiap orang memiliki gaya kognitif yang berbeda, kamu juga memiliki Gaya Produktifitas yang berbeda."

Tate telah menggambarkan empat gaya produktifitas yang berbeda:

  • Prioritizer (logis, konsisten, orientasi goal).
  • Planner (teratur, berurutan, orientasi tindakan).
  • Arranger (empati, intuitif, orientasi orang).
  • Visualizer (visioner, inovatif, orientasi ide).

Pengetahuanmu yang bertumbuh tentang kepribadianmu dan preferensimu mungkin membuatnya mudah untuk mengenal gaya mana yang paling baik cocok denganmu. Kamu dapat membaca lebih lanjut tentang gaya produktifitas di dalam artikel ini, dan ambil penilaian gratis di website Tate (diperlukan pendaftaran email) atau di sini (tidak dibutuhkan pendaftaran)

4. Buat Daftar Kekuatan dan Kelemahanmu

Ada banyak informasi tersedia tentang kekuatan dan kelemahan pribadi, termasuk apakah mereka, bagaimana mengidentifikasinya, dan bagaimana menggunakan kekuatanmu di dalam tempat kerja.

Ada tes dan kuis online (berikut tes 84 pertanyaan dan berikut tes 56 pertanyaan) yang dapat kamu ikuti untuk menentukan kekuatanmu dengan pendekatan yang universal. Kamu akan mendapatkan pandangan luas tentang kekuatanmu, yang kemudian dapat kamu kaitkan dengan tanggung jawab kerjamu.

Atau kamu dapat menginvestigasi cara lainnya: buat sendiri pengukuranmu, berdasarkan kerja dalam kehidupan nyata, dengan membuat sebuah daftar semua tugas dan tanggung jawab yang kamu punya. Kemudian beri nilai dirimu sendiri tentang kemampuan dan antusiasme dirimu untuk tiap tugas.

Gunakan skala 1-5, dengan 1 mengindikasikan tingkat terendah dan 5 mengindikasikan tingkat tertinggi. Lihat ke bawah daftarmu, dan beri penilaian dirimu tentang kemampuanmu pada tiap tugas: Apakah kamu dapat melakukannya dengan baik? Apakah kamu memiliki pengetahuan dan tool yang diperlukan untuk melengkapi tugas? Dapatkah kamu melengkapi tugas di dalam waktu yang masuk akal, dengan efisiensi yang cukup? Apakah kamu melengkapi tugas pada level mutu yang dapat diterima?

Berikutnya, telusuri daftarmu dan beri penilaian terhadap dirimu sendiri tentang antusiasme untuk tiap tugas: Apakah kamu menikmati tugas itu atau menghindarinya? Apakah kamu menantinya? Atau menunda tugas? Apakah kamu berharap dapat mendelegasikannya? Apakah kamu merasa percaya diri dan enerjik tentang pendekatan tugas? Apakah kamu mempertimbangkan itu sebagai tugas utama atau gangguan dari prioritasmu?

Terakhir, tandai tugas yang kamu beri nilai tinggi untuk kemampuan dan antusiasme: ini adalah kekuatanmu terkini. Tugas dimana kamu memiliki antusiasme namun sedikit kemampuan dapat menjadi kekuatanmu, jika kamu meletakkan pembelajaran dan pengalaman yang cukup untuk membangun skill pada tingkat kemahiran. Tugas dimana kamu memiliki sedikit kemampuan dan antusiasme adalah yang kamu pertimbangkan sebagai kelemahan; idealnya, kamu akan dapat untuk menghindari mengambil tugas ini atau mendelegasikan mereka ke seseorang yang lebih pantas dan bersemangat untuk melengkapinya.

Ingatlah bahwa tujuan mengetahui kekuatan dan kelemahanmu bukan supaya kamu dapat "memperbaiki dirimu" dan melampaui semua area kelemahan, membawa mereka pada level kekuatanmu. Namun lebih kepada untuk mengenali kemampuan dan ketertarikan yang sudah kamu punya dan memupuknya, sehingga kamu dapat melakukan lebih banyak pada kehebatanmu dan lebih sedikit pada sisanya. Bonus: kamu akan jauh lebih menikmati pekerjaanmu.

Langkah 5. Evaluasi Tool dan Sistemmu

Sekarang waktunya untuk meletakkan semua pengetahuan ini ke beberapa penggunaan praktis di dalam kerjamu. Pada titik ini, kamu harusnya memiliki pemahaman yang cukup mendalam dan komprehensif tentang kepribadian, preferensi, dan kekuatan dirimu. Sekarang mari kita lihat lebih dekat tentang sistem, tool, dan metode yang kamu gunakan untuk mengelola pekerjaan dan waktumu. Apakah mereka cocok dengan kebutuhan dan preferensimu?

Evaluasi Tool-mu

Kesempatannya adalah kamu akan menemukan beberapa yang tidak sesuai dengan gaya produktifitasmu. Jika ada peralatan yang biasa kamu gunakan bertolak dengan preferensimu, atau beroperasi dalam area kelemahanmu, cari sebuah alternatif. Kamu ingin tool dan sistem mendukungmu, bukan menjatuhkanmu. Jika kamu adalah pembelajar auditori, misalnya, berhenti mengetik dalam catatan visual dan janji kalender; sebagai gantinya, gunakan sebuah aplikasi atau metode (beberapa dijelaskan secara detail di sini dan di sini) yang akan mengijinkanmu untuk menggunakan input suara atau bahkan mengikatkan memo suara ke sebuah pengingat terjadwal.

Tool yang cocok dengan gaya produktifitasmu akan membuatmu lebih efisien dan efektif. Tool yang bertolak dengan gaya produktifitasmu akan membuatmu merasa janggal (bahkan ketika kamu tidak merasakannya) dan akan menyebabkan frustrasi dan kehilangan waktu. Cari sumber daya yang memberikanmu input, metode, mode akses, isyarat, dan gaya estetika yang lebih kamu sukai; itu bukan menjadi terobsesi dengan diri sendiri, ini tentang menjadi efisien.

Tangani Kelemahanmu

Bagian kedua dalam proses peningkatan tool adalah mencari sistem dan sumber daya yang mengisi untukmu dan kelemahanmu. Dari riset kekuatan dan langkah 4, kamu akan memiliki gambaran tentang apa saja titik lemah itu. Hilangkan apa yang kamu bisa dari beban kerjamu sepenuhnya. Untuk sisanya—yang tidak dapat kamu delegasikan atau berhenti melakukannya—gunakan otomatisasi, rutinitas, atau bantuan. Jika, sebagai contoh, kamu lemah dalam tindak lanjut, cari sebuah layanan tindak lanjut seperti FollowUp.cc atau sebuah layanan marketing email drip.

Jika kamu bagus dalam menyelesaikan bagian besar sebuah project, namun berjuang untuk mengerjakan hingga ke detail, buat sebuah checklist untuk tiap jenis project yang kamu punya. Checklist akan membantumu melalui detail penyelesaian, membuat proses menjadi rutin dan lebih mudah untuk diselesaikan. Kamu dapat juga mencari bantuan dari orang yang memiliki kekuatan yang tidak kamu punya. Sebagai contoh, jika kamu berjuang dengan mendapatkan klien baru, kamu dapat menyewa asisten virtual untuk menyusun daftar klien potensial dan menuliskan email perkenalan untukmu.

Tingkatkan Alur Kerjamu

Setelah kamu mengevaluasi tool dan sistem secara individu, lihatlah keseluruhan alur kerjamu. Kamu mungkin hanya perlu meningkatkan beberapa bagian proses regulermu sehingga mereka berkerja dengan lebih baik untuk gaya produktifitasmu. Atau kamu mungkin perlu mendesain ulang alur kerjamu dari dasar: berikut tutorial bagus tentang cara melakukannya, yang memanfaatkan berbagai area dari Envato Market dan Envato Studio.

Ketika kamu mendesain alur kerjamu, kamu akan memikirkan tentang bagaimana kamu melakukan apa yang kamu lakukan. Kamu harus tetap memperhatikan timing. Ketika kamu melakukan apa yang kamu lakukan itu dapat membuatmu sukses atau gagal, tergantung pada tingkat energimu pada waktu tersebut. Jika kamu menemukan bahwa kamu adalah orang pagi, jangan mengumpulkan pekerjaan paling penting di akhir hari; kamu akan kelelahan dan kekurangan motivasi. Jika kamu adalah pekerja di malam hari, di sisi lainnya, mudahkan dirimu dalam aktifitas hari itu dengan tugas berulang yang biasa, dan tangani project yang mengasyikkan dan menantang setelah kamu merasa sepenuhnya sadar dan berenergi.

6. Lakukan Evaluasi Periodik

Gaya produktifitas esensialmu mungkin akan melekat denganmu sepanjang hidup; namun kamu tetap dapat berubah dan bertumbuh, mengembangkan skill baru, dan memoles preferensimu. Penting bahwa kamu mengevaluasi dirimu sendiri, tool dan sistemmu dan pekerjaanmu pada basis yang cukup reguler. Jaga itu tetap segar. Jadwalkan waktu reguler, barangkali tiap tiga bulan atau tiap tahun, untuk memikirkan melalui sistemmu dan memperbaruinya jika perlu. Jika kamu menyukai variasi, tingkatkan dan perbarui tiap bulan. Asal jangan memperbarui terlalu sering sehingga kamu lebih banyak menghabiskan waktumu mempelajari tool daripada menggunakannya.

Kerjakan Gaya Produktifitasmu

Tidak ada satupun sistem produktifitas, tool, atau metode yang akan berkerja dalam hal yang sama untuk setiap orang. Semakin banyak kamu mengenali dirimu sendiri, semakin lebih baik kamu memilih tool yang akan melengkapimu untuk berkerja lebih baik. Bahkan veteran produktifitas paling berpengalaman dapat dibawa ke dalam sistem baru yang bersinar dan mengira mereka akan dapat beradaptasi terhadap itu, meskipun kecendrungan alami mereka yang kuat untuk sesuatu yang berbeda. Berkerja dengan preferensi dan kekuatanmu akan membuatmu jauh lebih efisien, efektif, dan lebih bahagia di dalam pekerjaanmu daripada mencoba untuk mencocokkan diri ke dalam sebuah sistem, tool, atau struktur yang bertentangan dengan gaya produktifitasmu.

Sumber

Kredit Grafis: Icon Produktifitas didesain oleh Lemon Liu dari Noun Project.

Advertisement
Did you find this post useful?
Want a weekly email summary?
Subscribe below and we’ll send you a weekly email summary of all new Business tutorials. Never miss out on learning about the next big thing.
Advertisement
Scroll to top
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.