Unlimited Powerpoint templates, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Business
  2. Brainstorming
Business

19 Teknik Top Brainstorming Untuk Menghasilkan Ide Dalam Setiap Situasi

by
Length:MediumLanguages:
This post is part of a series called The Ultimate Guide to Better Brainstorming Techniques.
18 Brainstorming Rules to Help Inspire More Creative Ideas
How to Use Brainwriting for Rapid Idea Generation

Malay (Melayu) translation by Rana Salsabiela (you can also view the original English article)

Apa cara terbaik untuk melakukan brainstorming?  Sementara ada aturan-aturan dasar yang membuat prosesnya penuh makna dan efektif, ada lusinan cara untuk benar-benar menginspirasi ide kreatkita. Banyak fasilisator menggunakan lebih dari satu teknik dalam sebuah sesi brainstorming untuk menjaga kreatifitas tetap mengalir sembari mendukung gaya pemikiran dan ekspresi yang berbeda.

Tergantung pada situasimu, kamu mungkin ingin memulai dengan salah satu pendekatan unik yang dijelaskan di bawah.  Atau... kamu mungkin ingin mulai dengan "brainstorming dasar", dan kemudian menggantinya sesuai kebutuhan untuk memastikan kamu menghasilkan jumlah ide kreatif yang sangat berguna.

Brainstorming dasar tidaklah kompleks—walaupun ada teknik penting untuk memastikan suksesnya.  Berikut  adalah hal paling dasar tentang cara kerja brainstorming:

  1. Kumpulkan sebuah kelompok orang bersama-sama untuk menangani masalah, tantangan, atau peluang.
  2. Minta kelompokmu untuk menghasilkan ide sebanyak mungkin—tidak peduli bagaimana tampak tidak terkaitnya mereka. Selama periode ini, tidak boleh ada kritik.
  3. Review idenya, pilih yang paling menarik, dan kemudian pimpin diskusi tentang bagaimana menggabungkan, meningkatkan, dan/atau menerapkan ide-ide tersebut.

Sementara proses ini mungkin sederhana secara teori, namun tidak selalu mudah untuk membuat ide baru. Dan itulah mengapa telah dikembangkan begitu banyak teknik brainstorming yang menarik dan menginspirasi.

Brainstorming techniques to generate ideas
Terapkan teknik brainstorming untuk menghasilkan ide kreatif.

Temukan teknik mana yang terbaik untuk sesi brainstorming-mu selanjutnya.

Brainstorming Analitis.

Ketika brainstorming fokus pada penyelesaian masalah, dapat sangat berguna untuk menganalisa masalah dengan alat-alat yang membawa pada solusi kreatif. Brainstorming analitis adalah cara yang relatif mudah bagi kebanyakan orang karena itu menggambarkan pada kemampuan menghasilkan ide yang telah mereka bangun dalam sekolah dan tempat kerja. Tidak ada yang dipermalukan ketika diminta untuk menganalisa sebuah situasi!

1. Mind Mapping

Mind mapping adalah sebuah alat visual untuk meningkatkan proses brainstorming.  Pada dasarnya, kamu menggambarkan sebuah gambaran hubungan antara ide-ide.

Mulai dengan menuliskan goal atau tantangan, dan minta peserta untuk memikirkan permasalahan terkait.  Lapis demi lapis, tambahkan konten pada petamu sehingga kamu dapat melihat secara visual bagaimana, sebagai contoh, sebuah masalah dengan sistem telepon berkontribusi pada permasalahan dengan pendapatan per kwartal. Karena itu menjadi begitu populer, mudah untuk menemukan software mind mapping secara online. Namun kenyataannya, selembar kertas berukuran besar dan beberapa marker/spidol juga dapat melakukannya.

2. Brainstorming Terbalik

Brainstorming yang biasa meminta peserta untuk menyelesaikan masalah. Brainstorming terbalik meminta peserta untuk menemukan cara terbaik dalam menyebabkan sebuah permasalahan.  Mulai dengan permasalahan dan tanyakan "bagaimana kita dapat menyebabkan ini?" Setelah kamu memiliki daftar cara bagus untuk membuat masalah, kamu siap untuk mulai menyelesaikannya! Pelajari lebih lanjut tentang cara mejalankan sesi brainstorming terbalik:

3. Gap Filling

Mulai dengan pernyataan dimana kamu berada. Kemudian tuliskan sebuah pernyataan kemana kamu ingin berada. Bagaimana kamu mengisi celah itu untuk mendapatkan tujuanmu? Peserta akan merespon dengan berbagai macam jawaban dari yang umum hingga tertentu. Kumpulkan itu semua, dan kemudian atur untuk mengembangkan sebuah visi tindakan.

4. Analisis Penggerak

Berkerja dengan kelompokmu untuk menemukan penggerak di belakang masalah yang sedang kamu selesaikan.  Apa yang menggerakkan penurunan loyalitas klien? Apa yang menggerakkan kompetisi? Apa yang menggerakkan sebuah trend penurunan produktifitas? Saat kamu menyingkap penggeraknya, kamu mulai mendapatkan kilasan solusi yang mungkin.

5. Analisis SWOT

Analisis SWOT mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman sebuah organisasi. Biasanya, itu digunakan untuk menentukan apakah sebuah project atau usaha potensial layak diambil. Dalam brainstorming, itu digunakan untuk menstimulasi analisis kolaboratif. Apakah kekuatan kita yang sebenarnya? Apakah kita mempunyai kelemahan yang jarang sekali kita diskusikan? Ide baru dapat datang dari teknik yang telah dicoba dan nyata ini.

6. Lima Mengapa

Tool lainnya yang sering digunakan di luar sana untuk brainstorming, Lima Mengapa dapat juga efektif untuk memajukan sebuah proses. Cukup mulai dengan masalah yang sedang kamu selesaikan dan tanyakan "mengapa ini terjadi?"  Setelah kamu mendapatkan beberapa jawaban, tanyakan "mengapa hal ini terjadi?" Lanjutkan proses lima kali (atau lebih), dengan menggali lebih dalam setiap kali hingga kamu mendapatkan akar permasalahan.  Gali lebih dalam proses ini:

7. Starbursting

Buat sebuah bintang enam. Di bagian pusat bintang, tuliskan tantangan atau peluang yang kamu hadapi. Pada tiap ujung bintang, tuliskan satu kata di bawah ini: who (siapa), what (apa), where (dimana), when (kapan), why (mengapa), dan how (bagaimana). Gunakan kata-kata tersebut untuk membangun pertanyaan.  Siapa klien kita yang paling bahagia? Apa yang dikatakan klien kita tentang keinginannya? Gunakan pertanyaan itu untuk menghasilkan diskusi. Pelajari lebih lanjut tentang Starbursting di dalam tutorial Envato Tuts+ ini, yang mencantumkan sebuah worksheet yang berguna:

Brainstorming Hening

Dalam beberapa situasi, individu memiliki waktu yang begitu padat sehingga sebuah sesi brainstorming menjadi tidak mungkin dijadwalkan. Dalam situasi lainnya, anggota tim tidak mau berbicara dalam sebuah kelompok atau mengekspresikan ide yang mungkin tidak disetujui oleh yang lain. Ketika itu permasalahannya, kamu mungkin lebih baik disajikan dengan teknik brainstorming yang mengijinkan peserta menghasilkan ide tanpa bertemu atau tanpa perlu partisipasi publik.

8. Brain-Netting (Brainstorming Online)

Barangkali tidak mengejutkan, brain netting melibatkan brainstorming pada internet. Ini memerlukan seseorang untuk mempersiapkan sebuah sistem dimana individu dapat membagikan ide mereka secara privat, namun kemudian berkolaborasi secara terbuka. Ada perusahaan software yang mengkhususkan pada jenis sistem ini, seperti Slack atau Google Docs.

Setelah ide dihasilkan, mungkin ide yang bagus untuk berkumpul bersama, namun mungkin juga pengembangan ide dan diskusi secara online berhasil dengan cara itu sendiri. Ini khususnya merupakan pendekatan yang membantu bagi tim jarak jauh untuk digunakan, walaupun tim manapun dapat memanfaatkan ini. Pelajari lebih lanjut tentang teknik brainstorming ini:

9. Brainwriting (Atau Slip Writing)

Proses brainwriting melibatkan tiap peserta tanpa nama menuliskan ide pada kartu indeks. Ide-ide ini dapat dibagikan secara acak dengan peserta lainnya untuk menambahkan atau memberi kritik pada ide itu. Sebagai alternatif, ide-ide ini dapat dikumpulkan dan disaring oleh tim manajemen. Pendekatan ini juga disebut "Crawford Slip Writing", karena konsep dasarnya ditemukan tahun 1920 oleh seorang profesor bernama Crawford.

10. Brainwriting Kolaboratif

Tuliskan pertanyaan atau perhatianmu pada selembar kertas besar, dan tempelkan itu di tempat umum. Minta anggota tim untuk menuliskan atau menempelkan ide mereka ketika mereka bisa, selama jangka waktu seminggu. Susun ide-ide itu sendiri atau libatkan kelompokmu.

Pelajari lebih lanjut tentang metode brainwriting:

Brainstorming Bermain Peran

Apa yang sebenarnya diinginkan pelanggan/klien/manajer? Tantangan apa yang kita hadapi secara internal atau eksternal? Sering kali, pertanyaan-pertanyaan ini memiliki dijawab paling baik oleh klien internal dan eksternal. Bermain peran mengijinkan timmu untuk "menjadi" klien mereka sendiri, yang seringkali menyediakan pandangan yang mengejutkan ke dalam tantangan dan solusi. Nilai tambah lainnya dari bermain peran adalah, dalam beberapa kasus, itu menurunkan hambatan peserta. Jenis-jenis bermain peran meliputi Rolestorming, Berpikir Terbalik, dan Figure Storming.

11. Role Storming

Minta peserta untuk membayangkan diri mereka sendiri dalam peran seseorang yang mengalami terkait tujuan brainstorming (seorang klien, manajemen atas, sebuah penyedia layanan). Beraktinglah dalam sebuah situasi, dengan peserta berpura-pura mengambil sudut pandang orang lain. Mengapa mereka mungkin tidak puas? Apa yang membuat mereka merasa lebih baik tentang pengalaman atau hasilnya? Pelajari lebih lanjut tentang cara inovatif ini untuk menghasilkan ide sebagai sebuah tim:

12. Berpikir Terbalik

Pendekatan kreatif ini bertanya, "apa yang akan dilakukan orang lainnya dalam situasi kita?" Kemudian bayangkan melakukan sebaliknya. Apakah itu akan berkerja? Mengapa atau mengapa tidak? Apakah pendekatan "biasa" berkerja sangat baik, atau adakah pilihan yang lebih baik?

13. Figure Storming

Pilih sebuah sosok dari sejarah atau fiksi yang akrab di mata orang-orang—Teddy Roosevelt, misalnya, atau Mother Theresa. Apa yang akan dilakukan individu itu untuk mengelola tantangan atau peluang yang sedang kamu diskusikan? Bagaimana kemungkinan pendekatan tokoh itu berkerja dengan baik atau buruk?

Brainstorming Dengan Dukungan

Untuk kelompok yang tidak kreatif atau komunikatif secara instrinsik, atau cenderung terjebak setelah ide yang paling jelas telah disarankan, diperlukan sebuah bantuan. Kamu dapat menyediakan bantuan itu di awal dengan mempersiapkan proses brainstorming untuk melibatkan setiap orang dalam kondisi yang terstruktur dan mendukung. Beberapa teknik untuk jenis brainstorming ini melibatkan Brainstorming Anak Tangga, Round Robin Brainstorming, Pembentukan Ide Dengan Cepat, dan Trigger Storming.

14. Brainstorming Anak Tangga

Mulai dengan berbagi tantangan brainstorming dengan setiap orang di dalam ruangan. Kemudian kirimkan semua orang keluar ruangan untuk memikirkan tantangan itu—kecuali dua orang.

Biarkan dua orang di dalam ruangan memikirkan ide untuk waktu yang singkat, dan kemudian ijinkan hanya satu orang memasuki ruangan. Minta orang baru ini untuk membagikan idenya dengan kedua orang pertama tadi sebelum mendiskusikan ide yang telah dibuat.

Setelah beberapa menit minta orang lainnya untuk masuk, dan lalu yang lainnya.  Dalam jangka panjang, setiap orang akan kembali ke dalam ruangan—dan setiap orang akan memiliki kesempatan untuk membagikan idenya dengan kolega.

15. Round Robin Brainstorming

Sebuah "round robin" adalah sebuah permainan dimana setiap orang mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi. Dalam kasus brainstorming itu berarti setiap orang (1) harus membagikan sebuah ide dan (2) menunggu hingga setiap orang lainnya telah membagikan ide sebelum menyarankan ide kedua atau mengkritik ide tersebut. Ini adalah cara yang bagus untuk mendorong individu yang pemalu (atau tidak tertarik) untuk berbicara sembari menjaga kepribadian yang dominan agar tidak mengambil alih sesi brainstorming ini.

16. Pembentukan Ide Dengan Cepat

Teknik sederhana ini dapat memberikan hasil yang mengejutkan. Tanyakan invididu di dalam kelompok untuk menuliskan sebanyak mungkin ide yang mereka berikan dalam waktu tertentu. Kemudian ceritakan ide tersebut keras-keras atau kumpulkan respon. Seringkali, kamu akan menemukan ide tertentu muncul berulang-ulang; dalam beberapa kasus ini merupakan ide yang jelas, namun dalam beberapa kasus mereka mungkin menyediakan pencerahan.

17. Trigger Storming

Jenis varian pada pendekatan round robin ini dimulai dengan sebuah "trigger" untuk membantu hadir dengan pemikiran dan ide. Kemungkinan trigger mencakup kalimat terbuka atau pernyataan provokatif. Sebagai contoh, "Permasalahan klien selalu tampak muncul ketika ___", atau "Cara terbaik untuk menyelesaikan permasalahan klien adalah memberikan masalah itu kepada orang lain".

Brainstorming Kreatif Radikal

Jika timmu tampak tersendat pada jawaban konvensional untuk melakukan brainstorming tantangan, kamu mungkin perlu mengaduk wadah untuk membantu menghasilkan ide kreatif dengan menggunakan teknik-teknik yang memerlukan pemikiran di luar batas. Ini mencakup pendekatan Charrette dan tantangan "bagaimana jika".

18. Charrette

Bayangkan sebuah sesi brainstorming dimana 35 orang dari enam departemen berbeda semuanya berusaha menghasilkan ide yang layak. Proses ini memakan waktu, membosankan, dan—terlalu sering—tidak membuahkan hasil. Metode Charrette memecah permasalahan ke dalam potongan-potongan yang lebih kecil, dengan kelompok kecil yang mendiskusikan tiap elemen permasalahan untuk waktu tertentu. Sekali tiap kelompok telah mendiskusikan satu permasalahan, ide mereka diserahkan kepada kelompok berikutnya yang membentuk ide berdasarkan itu. Di akhir Charrett, tiap ide mungkin telah didiskusikan lima atau enam kali—dan ide yang didiskusikan telah dipoles.

19. Brainstorming "Bagaimana Jika"

Bagaimana jika masalah ini muncul 100 tahun yang lalu? Bagaimana itu akan diselesaikan? Bagaimana jika Superman menghadapi masalah ini? Bagaimana dia menanganinya? Bagaimana jika masalah 50 kali lebih buruk—atau jauh lebih kurang serius daripada sebenarnya? Apa yang akan kita lakukan? Ini semua adalah jenis skenario "bagaimana jika" yang berbeda yang dapat memancarkan cara berpikir kreatif yang radikal—atau paling tidak membuat orang tertawa dan berkerja bersama-sama!

Kesimpulan

Brainstorming adalah teknik menakjubkan untuk menghasilkan ide, hadir dengan alternatif dan kemungkinan, menemukan cacat fatal, dan mengembangkan pendekatan kreatif. Namun itu hanya sebagus partisipan dan fasilitator. Semakin baik kamu memilih peserta, mempersiapkan tempat, dan mendorong diskusi, semakin baik juga hasilnya nanti.

Pelajari lebih lanjut tentang menjalankan sesi brainstorming yang efektif:

Tidak peduli seberapa baik kamu menyiapkan, selalu ada kesempatan bahwa gangguan, konflik kepribadian, kecemasan, atau kebosanan yang umum dapat mengganggu cara brainstorming yang efektif. Ketika itu terjadi, kamu akan senang memiliki koleksi ide yang bagus untuk maju menjalankan proses!

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.