Unlimited PowerPoint templates, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Business
  2. Finance

Cara Bisnis Mengumpulkan Dana Melalui IPO

by
Read Time:11 minsLanguages:
This post is part of a series called Funding a Business.
The Pros and Cons of Having Private Equity Firms Invest In Your Business
How to Raise Funding for a Business

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Muhammad Naufal (you can also view the original English article)

Selamat datang di bagian terakhir dari pembahasan ini.

Dalam delapan rangkaian dari seri kami tentang Pendanaan Bisnis, kita telah melihat berbagai pilihan, mulai dari crowdfunding hingga venture capital. Sekarang, untuk tutorial terakhir kita, kita akan belajar tentang initial public offering (IPO).

Pertama, anda akan mencari tahu apa itu IPO, dan bagaimana proses bekerjanya dari awal sampai akhir.

Maka anda akan memahami pro dan kontra dari IPO sebagai cara untuk funding (mendanai) suatu bisnis, dan memeriksa beberapa bahan utama dari IPO yang sukses.

Pada akhirnya, kita akan melihat kembali seluruh rangkaian pada seri ini dan menyatukannya. Pada saat ini anda memiliki pemahaman yang jelas tentang berbagai opsi yang tersedia bagi bisnis anda pada berbagai tahap pertumbuhannya. Anda akan tahu mana yang masuk akal untuk situasi anda, memiliki pengetahuan yang jelas tentang potensi kerugian, dan tahu bagaimana mengumpulkan uang dengan sukses.

1. Apa itu IPO?

Anda mendengar tentang IPO dalam berita sepanjang waktu, biasanya melibatkan perusahaan teknologi populer seperti Facebook dan Twitter, dengan berita utama tentang milyaran dolar yang mereka kumpulkan.

Tapi apa itu IPO? Mari kita cari tahu bagaimana proses kerjanya, dengan menggunakan Facebook sebagai contoh.

Tentu saja perusahaan ini telah berkembang pesat setelah diluncurkan pada tahun 2004, dan telah mendapatkan dana pertama dari angel investor dan kemudian dari venture capital. Pada tahun 2012, Facebook begitu besar sehingga membutuhkan akses dana dalam jumlah yang jauh lebih besar untuk melanjutkan pertumbuhannya. Jawabannya adalah IPO.

Yang dimaksud dengan hal tersebut adalah Facebook beralih dari perusahaan swasta ke perusahaan publik. Sebelum IPO, perusahaan ini dimiliki oleh pendirinya Mark Zuckerberg dan karyawan "kunci" lainnya, dengan venture capital dan investor lainnya yang juga mengambil saham minoritas. Tidak mungkin bagi kita semua untuk mendapatkan sepotong saham tersebut. Tapi sekarang, kita bisa menjadi bagian dari pemilik Facebook hanya dengan masuk ke akun broker kita dan mengklik "Buy."

Begini proses kerjanya. Pada tanggal 1 Februari 2012, Facebook mengajukan dokumen ke Securities & Exchange Commission, mengumumkan bahwa mereka berencana untuk go public, dan memberikan rincian perusahaan dan penawaran. Anda masih bisa membacanya secara online di sini. Intinya mengatakan bahwa Facebook berencana untuk menjual sebagian besar saham perusahaan tersebut, dan berharap dapat mengumpulkan 5 miliar dolar.

Investor kemudian menganalisis penawaran tersebut dan memutuskan apakah mereka ingin berinvestasi. Bank-bank Wall Street seperti Morgan Stanley dan Goldman Sachs setuju untuk menanggung kesepakatan tersebut, yang berarti bahwa mereka mendaftar untuk menjual saham mereka kepada investor besar, dan menjamin untuk membeli saham yang belum terjual. Mark Zuckerberg dan rekan-rekannya melakukan roadshow, bertemu dengan calon investor dan berbicara kepada mereka tentang kesepakatan tersebut.

Akhirnya lembaran saham mereka dihargai $38 per lembar, dan investor membelinya — nyatanya, ada begitu banyak demand agar Facebook bisa mengumpulkan $16 miliar, $11 miliar lebih banyak dari yang diperkirakan. Saham Facebook kemudian mulai diperdagangkan secara terbuka di bursa Nasdaq, dengan jutaan orang dapat membeli dan menjual banyak lembaran saham perusahaan setiap hari.

Jadi begitulah cara kerja IPO Facebook. Proses untuk perusahaan lainnya sama persis, meski jumlah yang didapat biasanya lebih kecil. Ukuran IPO rata-rata adalah $126 juta di US dan $256 juta secara global, jauh lebih rendah daripada Facebook, namun masih merupakan dana dalam jumlah besar bagi perusahaan manapun. Biasanya pemilik aslinya tetap menguasai finansial di perusahaan dan tetap memegang kendali, namun masyarakat umum akhirnya memiliki mayoritas saham. Tempat yang paling populer untuk IPO adalah New York Stock Exchange, diikuti oleh Hong Kong dan kemudian London.

Setelah kita melihat prosesnya, mari pertimbangkan keuntungan dan kerugian dari IPO untuk perusahaan yang ingin meningkatkan modal.

2. Keuntungan IPO

Keuntungan pertama haruslah dari jumlah uang yang kita bicarakan, namun di luar uang, ada juga alasan lain untuk mengadakan IPO.

Jumlah Pendanaan yang Besar

Seperti yang kita lihat dengan contoh Facebook, IPO bisa menjadi cara yang bagus untuk meningkatkan modal dalam jumlah besar. Angel investor dan venture capital membantu perusahaan tumbuh di tahun-tahun awalnya, namun investasi mereka dikerdilkan oleh infus sebesar $16 miliar saat perusahaan go public.

Akses ke public market berarti akses ke jutaan investor baik besar mau pun kecil, dan uang yang mereka berikan dapat menstimulasi pertumbuhan perusahaan dan membantu mencapai level berikutnya.

Kembali untuk Hasil yang Lebih

Pahami bahwa haruf "I" dalam IPO berarti "initial" atau awal. Meskipun ini adalah penawaran saham perdana anda yang pertama, tidak harus menjadi yang terakhir untuk anda. Begitu perusahaan anda terdaftar di bursa saham, akan lebih mudah untuk kembali dan meningkatkan modal di masa depan dengan menjual lebih banyak saham.

Atau justru sebaliknya, jika perusahaan anda menghasilkan banyak uang dan berada dalam posisi keuangan yang sehat, anda dapat dengan mudah membeli kembali saham tersebut. Apple telah membeli kembali sahamnya senilai $40 miliar pada tahun lalu. Menjadi go public memberi perusahaan banyak fleksibilitas pendanaan.

Profil yang Lebih Tinggi

Saat anda mengumumkan akan go public, anda segera menarik perhatian media. Kegilaan atas IPO bagi perusahaan seperti Facebook dan Twitter sangatlah ekstrem, namun perusahaan yang lebih kecil mendapatkan publisitas selama proses IPO.

Kemudian setelah IPO, saat anda melakukan trading sebagai public company, pikirkan semua kolom investasi dan tips soal saham, semua analis dan pakar tersebut mempelajari laporan pendapatan kuartalan anda dan merekomendasikan saham anda sebagai beli, jual, atau tahan. Ini semua merupalan publisitas, yang memberi kredibilitas lebih kuat kepada perusahaan anda dan dapat menghasilkan bisnis baru.

Mata Uang Sendiri

Ketika anda go public, saham di perusahaan anda menjadi semacam mata uang. Sebagai contoh banyak perusahaan publik memberi saham kepada karyawan mereka sebagai hadiah dan insentif untuk pekerjaan yang bagus. Perusahaan swasta juga bisa melakukan hal ini, tapi lebih menarik bila sahamnya mudah diperdagangkan.

Perusahaan publik sering menggunakan saham mereka sebagai mata uang untuk memperoleh bisnis yang lain juga. Comcast baru-baru ini setuju untuk mengakuisisi Time Warner Cable seharga $45 miliar, namun tidak berencana membayar tunai, ia menawarkan sahamnya sendiri sebagai pembayaran. Menggunakan saham untuk mendanai sebagian atau seluruh akuisisi perusahaan sangat umum terjadi, dan memberi perusahaan kemampuan untuk melakukan transaksi besar tanpa harus mengumpulkan dana tambahan.

3. Kerugian IPO

Kelebihannya terdengar cukup menarik, tapi seperti semua opsi pendanaan lainnya, ada harga yang harus dibayar. Berikut adalah beberapa kelemahan IPO:

Mahal dan Rumit

Ketika anda go public, anda melakukan proses yang sangat rumit, dan memasuki dunia yang sangat diatur. Anda harus menyewa konsultan IPO, pengacara, auditor dan underwriter, meningkatkan departemen akuntansi anda, dan membuat tim hubungan investor baru yang besar.

Anda harus membuat pengarsipan rinci secara teratur dengan SEC, bertemu dengan analis Wall Street, mengadakan rapat pemegang saham, dan masih banyak lagi. Biaya rata-rata IPO adalah $3,7 juta, di atas biaya underwriter 5-7%, dan kemudian biaya $1,5 juta per tahun untuk memenuhi semua persyaratan menjadi perusahaan publik (public company).

Kepemilikan yang Tipis

Ketika sebuah perusahaan go public, ia melibatkan penjualan sejumlah besar saham, yang tentu saja membuat pemilik asli memegang lebih sedikit. Terkadang inilah tujuannya: anda tentu saja mendapat kompensasi yang mahal untuk saham tersebut, dan beberapa pemilik bisnis menggunakan IPO sebagai cara untuk keluar sebagian dari perusahaan mereka. Tapi intinya adalah anda telah melepaskan saham besar di perusahaan anda, dan itu berarti melepaskan sebagian besar keuntungan di masa depan juga.

Memberikan Informasi ke Luar

Tidakkah pesaing anda suka mengetahui setiap detail bisnis anda, untuk melihat dengan tepat di mana anda menghasilkan uang dan di mana anda tidak menghasilkan, apa kekuatan dan kelemahan anda, dan apa strategi perusahaan anda?

Nah, saat anda berkomitmen pada IPO, mereka bisa melakukan hal tersebut. Sejumlah besar informasi menjadi milik umum, dan siapa pun yang memiliki koneksi internet dapat membaca laporan tahunan dan pengarsipan peraturan anda untuk mengetahui semua hal yang mana perusahaan swasta lebih memilih agar tetap privat.

Menjawab Kepada Pemegang Saham

Pernahkah anda memperhatikan seberapa sering eksekutif perusahaan membicarakan hal-hal seperti "memaksimalkan nilai pemegang saham?" Itu karena setelah IPO, pemegang sahamlah yang memiliki bisnis, bukan CEO atau ketua. Setiap kuartal, perusahaan harus mempublikasikan hasil mereka dan menjawab kepada pemegang saham untuk setiap estimasi yang tidak terjawab atau angka penjualan yang mengecewakan. Hal ini terkadang dapat mengarah pada fokus jangka pendek, yang mana manajemen melakukan apa yang akan menghasilkan targetan kuartal, bukan yang terbaik untuk masa depan perusahaan.

Pemegang saham mendapatkan hak suara juga, dan dapat membuat keputusan pada rapat umum tahunan yang harus anda ikuti. Terkadang pemegang saham yang kuat dapat memiliki pengaruh besar terhadap strategi perusahaan, seperti yang terjadi baru-baru ini dengan peritel retailer JC Penney.

4. Bahan-bahan dari IPO yang Sukses

Opsi pendanaan sebelumnya yang kita bahas pada seri kami jauh dari kata mudah, namun IPO mungkin yang paling rumit. Ini melibatkan berurusan dengan banyak pihak yang berbeda dan merestrukturisasi keseluruhan perusahaan anda, dan juga membuat penawaran anda menarik bagi investor baik di Wall Street maupun Main Street.

Berikut adalah beberapa bahan untuk IPO yang sukses.

Tim yang Tepat

IPO bukanlah sesuatu yang bisa anda lakukan sendiri. Untuk satu hal, anda memerlukan pengacara ahli dan konsultan IPO untuk membantu anda mengatasi labirin peraturan dan memastikan anda menyusun penawaran dengan benar. Dan jangan lupakan underwriter Wall Street, siapa yang akan menawar penawaran dan memasarkannya ke klien mereka.

Anda mungkin perlu juga memperkuat tim manajemen anda. Salah satu hal penting yang dilihat oleh investor potensial adalah pengalaman dan kompetensi pimpinan perusahaan, jadi layak mendapat beberapa titik berat, khususnya di posisi kunci seperti Chief Financial Officer. Cobalah untuk tidak hanya menghasilkan orang-orang berbakat, tapi juga orang-orang yang memiliki pengalaman berurusan dengan Wall Street. Kabar baiknya adalah bahwa prospek IPO bisa menjadi cara yang bagus untuk menarik staf berbakat untuk bergabung dengan tim anda.

Finansial yang Tepat

Investor akan memeriksa akun anda dan mencari kelemahan apa pun, jadi IPO yang sukses bergantung pada semua hal yang sesuai. Banyak perusahaan berusaha untuk meningkatkan balance sheet mereka sebelum melakukan IPO dengan meningkatkan modal tambahan.

Namun, anda tidak ingin melangkah terlalu jauh. Groupon sangat dikritik karena menggunakan tindakan akuntansi yang tidak lazim untuk menunjukkan keuntungan dalam pengajuan IPO-nya, dan akhirnya harus merevisi pengarsipannya untuk mengakui bahwa mereka benar-benar merugi.

Pendekatan terbaik adalah agar perusahaan mendapatkan laporan mereka dalam keadaan baik sebelum mengajukannya, bersiap menghadapi pemeriksaan ketat di setiap nomor dan setiap asumsi atau perkiraan, dan bersiap untuk memberikan penjelasan yang meyakinkan mengenai kelemahan yang ada.

Pendekatan yang Tepat

IPO Twitter tahun lalu sangat populer di kalangan investor, dan sebagian alasannya adalah usaha para eksekutif Twitter untuk merayu investor, melakukan roadshow yang diperpanjang dan menjawab pertanyaan tentang bisnis dan strategi mereka.

"Mereka membayar sesuai dengan proses yang ditemui di IPO," kata analis Kelompok Riset Utama Brian Wieser dalam artikel USA Today.

IPO sukses lainnya, seperti Google di tahun 2004, juga dibangun di atas komunikasi yang kuat dengan investor. Pendiri Larry Page dan Sergey Brin menulis surat pribadi kepada investor, mencantumkan prinsip dan strategi inti perusahaan.

Harga yang Tepat

Ini sangat rumit. Anda mungkin berpikir anda ingin mendapatkan harga setinggi mungkin, tapi hal tersebut lebih rumit dari yang dibayangkan. Ingat, tujuannya adalah meyakinkan investor untuk membeli, jadi anda perlu menawarkan diskon sebagai insentif. Ini biasa terjadi pada saham yang melonjak 15 atau 20% pada hari pertama perdagangan mereka, hal ini pada dasarnya adalah hadiah bagi investor awal.

Jika anda menetapkan harga terlalu tinggi, tidak akan ada cukup minat pada IPO, dan anda akan berjuang untuk menjual cukup saham dan mempertahankan harga setelah IPO. Itu terjadi dengan IPO Facebook, saat underwriter harus menopang sahamnya agar tetap di harga penawarannya sebesar $38.

Di sisi lain, anda tidak ingin meninggalkan terlalu banyak uang di atas meja. Saham Twitter melonjak 73% pada hari pertama, yang sangat bagus untuk investor IPO, namun menyarankan agar perusahaan bisa membanderol saham lebih tinggi dan mengumpulkan lebih banyak uang. Jadi ini tindakan penyeimbang.

5. Apa yang telah Anda Pelajari

Seperti yang anda lihat, IPO adalah cara yang fantastis untuk mengumpulkan uang dalam jumlah besar dengan menarik banyak investor. Hal ini memberi lebih banyak fleksibilitas pendanaan kepada perusahaan, profil yang lebih tinggi dan cara yang memikat dan memberikan penghargaan untuk karyawan berbakat.

Tapi hal ini juga merupakan proses yang rumit dan mahal yang melibatkan pemberian saham utama di perusahaan, mengungkapkan informasi keuangan dan strategis yang terperinci, dan menjawab para pemegang saham dan analis Wall Street untuk setiap keputusan penting yang anda buat.

Dalam seri kami ini, kami telah bergerak secara bertahap dari opsi yang sesuai untuk perusahaan kecil hingga perusahaan yang lebih matang. Kita telah membahas pendanaan dari diri sendiri untuk bisnis, mendapatkan pinjaman dan crowdfunding, dan pada berbagai opsi equity seperti angel investor, venture capital dan private equity.

Semua opsi yang berbeda ini yang ada di sini adalah semuanya memiliki keuntungan yang bagus, namun juga kerugian yang signifikan. Kapan pun anda mencari pendanaan untuk bisnis anda, anda harus memberikan imbalan, apakah itu uang, kontrol, sebagian dari keuntungan di masa depan, atau sesuatu yang lain.

Tujuan kami dalam seri ini adalah memberi anda cukup informasi untuk memahami apa yang masing-masing strategi pendanaan tawarkan dan risikonya, untuk membuat keputusan terdidik tentang mana yang tepat untuk bisnis anda, dan menjadi sukses dengan pilihan mana pun yang anda pilih untuk dikejar.

Jika anda melewatkan salah satu tutorialnya, cek kembali keseluruhan delapan seri bagian Pendanaan Bisnis dari awal sampai akhir.

Sumber

Credit Grafis: Puzzle didesain oleh SooAnne dari Noun Project.

Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.