Advertisement
  1. Business
  2. Microsoft Excel

Bagaimana Membuat PivotTable Pertama Anda di Microsoft Excel

Scroll to top
Read Time: 7 min
This post is part of a series called How to Do Your Excel PivotTables Right (Mastery Guide).
How to Use PivotTables to Analyze Your Excel Data

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Kurniawan Sugi Purwanto (you can also view the original English article)

Kita semua berurusan dengan berlimpahnya data. Lebih dari sebelum-sebelumnya, dibutuhkan cara-cara mudah untuk menangani dataset besar dan menemukan makna di baliknya. Jika Anda bekerja dengan spreadsheet di Microsoft Excel, PivotTable adalah solusi yang ideal untuk melimpahnya data. Ada beberapa sarana yang juga mudah digunakan dan bagus seperti PivotTable.

Dengan PivotTable, Anda bisa menunjukkan sekumpulan data pada Excel dan dengan mudah meringkasnya dalam beberapa klik. Anda bisa dengan cepat melakukan segmentasi data, perhitungan, dan pengikhtisaran dengan menyeret dan menjatuhkan (drag and drop) field.

PIvotTable SummaryPIvotTable SummaryPIvotTable Summary
PivotTable ini digunakan untuk meringkas daftar tagihan klien yang panjang ke dalam suatu laporan tunggal yang mudah dibaca.

Dalam tutorial ini, akan saya ajarkan pada Anda cara membuat PivotTable di Excel. Di akhir tutorial ini. Anda akan memiliki keahlian mengikhtisarkan data di spreadsheet dengan menggunakan salah satu fitur terhebat Excel.

Apa Itu PivotTable?

PivotTable adalah alat untuk membuat data yang sangat besar bisa dimengerti. Jika Anda punya spreadsheet besar yang barisnya sangat banyak, Anda akan terbantu dengan mengikhtisarkan data di suatu PivotTable Excel.

Berikut adalah suatu contoh sederhana: Anda punya daftar besar berisi klien yang Anda tagih sebagai bagian pekerjaan freelance Anda. Tiap baris adalah proyek atau produk yang telah kita tagihkan pada seorang klien. Di akhir tahun, bagaimana saya bisa meninjau ulang pekerjaan saya dan melihat cara saya menggunakan waktu?

Data ListData ListData List
Spreadsheet saya berisi daftar klien-klien yang telah saya tagih untuk pekerjaan sepanjang tahun lalu, tetapi menghasilkan makna dari data tersebut adalah hal yang sulit.

Dari suatu spreadsheet, memahami data bisa membuat Anda kewalahan. Bagaimana jika saya ingin tahu jumlah total yang saya tagihkan pada tiap klien? Tentu saja saya bisa memfilter berdasarkan tiap klien dan menjumlahkannya, tetapi ada cara yang jauh lebih mudah untuk melakukan hal itu.

PivotTable membantu kita mengikhtisarkan dan memahami data. Dalam contoh di bawah ini, saya membuat suatu PivotTable Excel di luar spreadsheet, dan menjumlahkan tagihan per klien.

Excel PivotTable ExampleExcel PivotTable ExampleExcel PivotTable Example
PivotTable di Excel, contoh tagihan klien ditampilkan di sebelah kanan.

PivotTable, ditunjukkan di sebelah kanan, adalah cara yang hebat untuk membuat ikhtisar data. Saya menunjukkan tiap "Client" sebagai baris tersendiri, dan menjumlahkan "amount billed"-nya.

Perhatikan bahwa di spreadsheet asli, saya telah melakukan beberapa gelombang pekerjaan untuk klien yang bernama "Schoen-Jacobson". PivotTable menjumlahkan semua tagihan saya padanya di satu baris tunggal, dan ini sangat memudahkan.

Anda bisa menyeret dan menjatuhkan (drag and drop) field ke potongan data dan menampilkannya dalam beragam cara. Dalam contoh-contoh di bawah ini, saya telah menggunakan PivotTable yang sama dengan berbagai tipe baris berbeda untuk memahami data saya lebih baik lagi.

PivotTable in Excel ViewsPivotTable in Excel ViewsPivotTable in Excel Views
PivotTable Excel yang sama dengan pengaturan berbeda bisa mengikhtisarkan data saya dengan cara yang berbeda; dalam hal ini, saya bisa melihat bagaimana pekerjaan saya dibagi antara beberapa klien, tahun, dan jenis pekerjaan yang telah saya lakukan.

Singkat cerita, PivotTable adalah sarana untuk menjinakkan dan memahami data di spreadsheet Anda dengan lebih baik. Belajar cara membuat PivotTable di Excel akan membantu Anda memahami data Anda. Mari kita mulai.

Bagaimana Membuat PivotTable Excel (Tonton & Pelajari)

Terkadang, Anda harus melihat sarana seperti PivotTable beraksi untuk memikirkan cara Anda bisa menggunakannya. Lihat video di bawah ini untuk belajar cara membuat PivotTable di Excel dengan cepat:

Jika Anda menginginkan panduan langkah demi langkah untuk membuat PivotTable pertama Anda di Excel, teruslah membaca tutorial untuk menemukan lebih banyak lagi. Saya akan memandu Anda cara membuat PivotTable dan memahami data Anda lebih baik.

1. Siapkan PivotTable Excel Anda

Jika Anda ingin bisa tetap mengikuti jalannya tutorial ini, unduh contoh lembar kerja yang disertakan bersama tutorial ini. Saya telah mengisi sejumlah data di lembar kerja itu supaya Anda bisa membuat PivotTable di Excel dan mengikuti jalannya tutorial ini.

Tidak masalah jika Anda menggunakan data Anda sendiri. Sebelum membuat suatu PivotTable, kita harus memastikan bahwa data kita akan bekerja dengan baik di suatu PivotTable. Berikut adalah beberapa kunci saya untuk menyiapkan data bagi PivotTable:

  1. Tiap baris (row) data harus merupakan suatu record tersendiri. Pada dasarnya, Anda bisa menggunakan tiap baris untuk data Anda.
  2. Pastikan bahwa tiap kolom (column) memiliki kepala teks (header), dan pastikan tidak ada kolom kosong di data Anda.

2. Buat PivotTablenya di Excel

Kita sudah siap untuk membuat PivotTable pertama kita. Mulailah dengan menyorot kolom-kolom yang berisi data Anda, lalu buka tab Insert di ribbon Excel.

Dengan data yang sudah disorot, klik tombol PivotTable di sebelah kiri jauh tab Insert untuk membuat PivotTable pertama Anda.

Insert PivotTable into ExcelInsert PivotTable into ExcelInsert PivotTable into Excel
Sorot kolom-kolom yang berisi data Anda dan klik PivotTable di tab Insert untuk membuat PivotTable pertama Anda.

Sekarang, akan muncul jendela pop up untuk menyelesaikan pembuatan PivotTable di Excel. Biasanya saya membiarkan pengaturan ke defaultnya, yang akan membuat PivotTable di suatu sheet dengan sendirinya. Lanjutkan dan tekan OK, maka Excel akan membuat PivotTablenya.

PIvotTable settings in ExcelPIvotTable settings in ExcelPIvotTable settings in Excel
Anda sudah memilih tabel yang mencakup data Anda. Biarkan opsi di dasar diatur ke New Worksheet untuk menempatkan PivotTable di tabnya sendiri di lembar kerja Excel.

3. Drag and Drop Field Anda

Begitu Anda membuat PivotTablenya, Excel akan membawa Anda ke sheet baru untuk membangun PivotTable Anda. Saya menganggap layar ini sebagai suatu pembuat laporan (report builder) drag-and-drop. Berikut adalah cara membaca menu ini:

Di sisi kanan layar adalah menu yang bernama PivotTable Fields. Anda akan melihat tiap kolom data Anda ada di daftar tersebut, yang di suatu PivotTable disebut field.

Di dasar menu terdapat empat kotak: Filters, Columns, Rows, dan Values. Anda bisa menyeret dan menjatuhkan field apa saja ke kotak-kotak mana saja.

PivotTable Report BuilderPivotTable Report BuilderPivotTable Report Builder
Report Builder untuk PivotTable Excel.

Mari mulai dengan menyeret Client ke dalam kotak Rows. Klik dan seret Client dari daftar field, dan seret ke dalam kotak putih di bawah Rows.

PIvotTable Rows in ExcelPIvotTable Rows in ExcelPIvotTable Rows in Excel
Ketika kita menyeret Client ke dalam kotak Rows, PivotTable Excel meletakkan tiap klien di barisnya masing-masing.

Sekarang kita sampai di suatu tempat! Karena kita meletakkan field Clients di dalam kotak Rows, maka PivotTable memasukkan tiap klien ke barisnya masing-masing.

Di sinilah bagaimana PivotTable bekerja: Anda bisa menyeret dan menjatuhkan berbagai field ke dalam kotak-kotaknya, dan PivotTable akan menunjukkan field tersebut di kotak yang Anda menyeret ke dalamnya. Anda bisa menunjukkan suatu field sebagai Filter, Row, Column, atau Value.

Berikut contoh cepat lainnya di screenshot di bawah ini. Saya menyeret dan menjatuhkan Project Type ke dalam field Columns. Sekarang, PivotTable Excel kita menampilkan tiap jenis proyek di data asli sebagai kolom tersendiri.

Columns PivotTable in ExcelColumns PivotTable in ExcelColumns PivotTable in Excel
Kali ini, saya menyeret Project Type ke dalam field column. Ini menunjukkan tiap jenis proyek sebagai kolom tersendiri.

Saya akan melanjutkan dan mengembalikan perubahan-perubahannya, dan mengembalikan Client ke kotak Rows.

Bagaimana jika kita ingin mengetahui berapa banyak tagihan untuk tiap klien? Ingatlah bahwa kita sudah memilikinya di data asli kita, di kolom Amount Billed. Kita juga membutuhkan untuk menambahkan jumlahnya ke tabel.

Karena kita ingin melihat jumlah-jumlah tersebut sebagai nilai numerik, seret saja Amount Billed ke dalam kotak Values (pojok kanan bawah).

Client Count in ExcelClient Count in ExcelClient Count in Excel
Hitungan Klien di PivotTable Excel.

Sekarang, kita punya daftar berisi berapa kali tiap klien ditagih dalam pekerjaan untuk mereka. Kolom kedua menghitung tiap kali kita bekerja dengan klien dan menunjukkan jumlah totalnya.

Meskipun demikian, kita tidak ingin melihat hitungan jumlah proyek yang dilakukan untuk tiap klien. Kita ingin tahu jumlah dolar, atau keseluruhan yang ditagihkan kepada mereka.

Klik kanan pada angka di kolom kedua. Temukan opsi Summarize Values By dan pilih Sum. Anda akan melihat jumlahnya ditotal, dan kita bisa melihat total dolar untuk tiap klien.

Change to sumChange to sumChange to sum
Setelah Anda memasukkan Amount Billed ke dalam field Values, klik kanan data dan pilih Summarize Values by > Sum untuk jumlah total jumlah tagihan tiap klien dan bukannya menghitungnya.

Kita telah membuat PivotTable pertama kita yang bermanfaat, menjumlahkan total tagihan-tagihan berdasarkan klien. Sekarang, mari mengisi field kedua untuk melihat yang lebih detail lagi.

Bagaimana jika kita ingin melakukan segmentasi data lebih jauh lagi? Katakan saja kita tidak hanya ingin melihat kliennya, tetapi juga jenis pekerjaan yang dilakukan untuk klien tersebut.

Untuk melakukannya, ambil field Project Type dan seret ke dalam kotak Rows, dan seret ke atas Client.

Project Type added in Excel PivotTableProject Type added in Excel PivotTableProject Type added in Excel PivotTable
Project Type ditambahkan ke PivotTable Excel.

Sekarang, PivotTable memiliki dua tingkat perincian: menjumlahkan pekerjaan kita berdasarkan jenis proyek (Akuntasi, Pekerjaan Hukum, Screencast, Pelatihan, dan Tutorial), kemudian menunjukkan klien untuk tiap jenis pekerjaan. Kita telah menambahkan dua level detail ke PivotTable Excel sehingga bisa dilihat klien-klien puncak untuk tiap jenis pekerjaan.

Sampai sekarang, Anda sudah akan mempunyai sejumlah ide tentang cara memanfaatkan PivotTable untuk membantu pekerjaan freelance atau usaha kecil Anda. Jika Anda punya spreadsheet berisi data dan butuh untuk memahaminya, cobalah melemparkannya ke dalam PivotTable dan tata ulang field yang ada untuk lebih memahami datanya.

Rekap dan Terus Belajar

PivotTable adalah salah satu sarana terhebat di Excel yang saya ketahui. Jika Anda ingin terus belajar keahlian-keahlian Excel, pelajari berbagai tutorial berikut:

Apakah Anda ada pertanyaan tentang cara menggunakan PivotTable? Jika ada, beritahu saya pada komentar di bawah ini.

Advertisement
Did you find this post useful?
Want a weekly email summary?
Subscribe below and we’ll send you a weekly email summary of all new Business tutorials. Never miss out on learning about the next big thing.
Advertisement
Start your 7-day free trial*
Start free trial
*All Individual plans include a 7-day free trial for new customers; then chosen plan price applies. Cancel any time.