Unlimited WordPress themes, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Business
  2. Planning
Business

Bagaimana Mengukur Risiko Dalam Bisnis Anda

by
Difficulty:BeginnerLength:MediumLanguages:
This post is part of a series called Managing Risk in Your Business.
The Main Types of Business Risk
Effective Risk Management Strategies

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Selamat datang di bagian kedua dari seri manajemen risiko. Pada bagian pertama, anda belajar tentang jenis risiko utama yang dihadapi sebuah bisnis:

  • risiko strategik
  • risiko kepatuhan
  • risiko operasional
  • risiko finansial
  • risiko reputasional

Kategori umum tersebut sangat berguna, tapi untuk mendapatkan sebuah strategi manajemen risiko yang sukses, anda akan perlu lebih spesifik. Anda perlu memeriksa bisnis anda dan mengidentifikasi hal - hal spesifik yang bisa menjadi salah. Dan anda juga akan memerlukan beberapa cara untuk memperkirakan seberapa sering risiko itu akan terjadi, dan menghitung jumlah dampak yang disebabkannya.

Dengan kata lain, anda perlu sebuah cara untuk mengukur risiko dalam bisnis anda. Anda akan belajar dengan tepat bagaimana melakukannya dalam tutorial ini. Manajemen risiko dapat menjadi sebuah area yang kompleks, dengan metodologi dan formula yang sangat detail untuk menghitung risiko tersebut. Dalam tutorial ini, bagaimanapun juga, kita akan menggunakan pendekatan sederhana yang dapat dipakai oleh setiap pemilik bisnis skala kecil.

1. Perhatikan Semua Yang Anda Lakukan

Langkah pertama dalam mengukur risiko dalam bisnis anda adalah dengan mendapatkan ide sejelas mungkin tentang risiko yang anda hadapi.

Kita mengidentifikasi area utama dalam tutorial terakhir, jadi sekarang waktunya untuk lebih mendalami masing - masing jenis risiko tersebut. Perhatikan rencana bisnis anda dan seluruh aktivitas bisnis anda, lalu tanyakan kepada diri anda sendiri sejumlah pertanyaan "bagaimana jika....?".

Sebagai seorang pemilik bisnis, biasanya anda harus optimis, namun kali ini anda perlu memikirkan skenario kemungkinan terburuk. Pasang topi pesimis anda untuk sementara waktu, dan buatlah daftar semua hal yang mungkin bisa salah.

Berikut adalah beberapa contoh pertanyaan spesifik yang dapat anda tanyakan dalam tiap area risiko anda. Untuk mendapatkan ide yang lebih banyak, lihat Panduan RBC Untuk Mengelola Risiko.

Risiko Strategik

  1. Apakah bisnis ini sangat tergantung pada teknologi khusus yang dapat dilampaui?
  2. Bagaimana jika harga bahan baku jika naik dua kali lipat?
  3. Dapatkah orang bertahan tanpa produk / pelayanan kita?
  4. Apa yang akan terjadi jika sebuah kompetitor yang sangat kuat memasuki pasar dan memulai perang harga?
  5. Adakah sebuah kesempatan yang dapat kita sediakan yang akan menjadi terobosan, dan apakah kita mempunyai rencana untuk menyesuaikannya?

Risiko Kepatuhan

  1. Apakah kita memperluas ke pasar baru yang mungkin menghadapkan kita kepada persyaratan regulasi baru?
  2. Bagaimana kita bisa yakin bahwa kita telah mematuhi setiap aturan dan regulasi yang diterapkan pada bisnis kita?
  3. Bagaimana jika ada sebuah aturan yang tidak sengaja kita langgar, dan kita harus membayar denda?
  4. Jika kita memperkerjakan lebih banyak karyawan, bukankah hal itu akan menghadapkan kita kepada regulasi ketenagakerjaan terbaru?
  5. Bagaimana jika pemerintah memutuskan untuk meletakkan larangan terbaru yang menyulitkan aktivitas bisnis utama kita?

Risiko Operasional

  1. Seberapa dapat diandalkan sistem dan teknologi kita? Seberapa sering itu gagal?
  2. Apa yang akan terjadi jika kita kehilangan daya selama lebih dari 24 jam?
  3. Apakah kita memiliki kendali yang cukup pada aliran uang masuk dan keluar perusahaan? Apakah cenderung dapat merugi baik dari pemalsuan / scam atau dari kesalahan manusia?
  4. Apakah ada kemungkinan bencana alam dapat terjadi di lokasi kita?
  5. Akankah kehilangan karyawan inti menyebabkan masalah yang serius?

Risiko Finansial

  1. Bagaimana jika klien terbesar kita bangkrut dan tidak dapat membayar tagihan terakhirnya?
  2. Apakah kita memiliki hutang yang tinggi? Seberapa banyak hutang tersebut dalam nilai variabel?
  3. Bagaimana jika nilai bunga pinjaman kita meningkat secara dramatis? Apakah kita dapat tetap membayar?
  4. Apakah kita melakukan bisnis secara internasional, atau merencanakannya? Seberapa rawan kita terhadap perubahan nilai tukar?
  5. Seberapa banyak hutang klien kepada kita, dan apa yang akan terjadi jika banyak dari mereka yang terlambat membayar?

Risiko Reputasional

  1. Apa yang akan terjadi jika kita mendapat review negatif dari sebuah majalah atau website yang sangat berpengaruh?
  2. Bagaimana jika salah satu karyawan kunci kita terlibat dalam skandal?
  3. Apakah ada peluang pelanggan atau bisnis lain menuntut kita secara hukum?
  4. Apakah kita memiliki cara efektif dalam menaikkan sentimen publik? Apakah kita memiliki humas atau staf lain yang mampu menangani krisis?
  5. Bagaimana bisnis kita akan dipengaruhi kumpulan review jelek atau komentar negatif pada media sosial?

Meletakkannya bersama - sama

Dengan menanyakan pertanyaan - pertanyaan tersebut dan lainnya akan membantu anda mengindentifikasi beberapa risiko spesifik yang harus dihadapi oleh bisnis anda. Buat daftar risiko tersebut dalam form berbentuk point sekarang. Sebagai contoh, daftar anda mungkin mencakup:

  • Klien utama XYZ Corp terlambat membayar tagihannya.
  • Kehilangan daya lebih dari 24 jam.
  • Chief Operating Officer kita, Janet, pergi meninggalkan perusahaan.
  • Sebuah kompetitor baru memotong harga produk utama kita.
  • Review produk yang mengganggu dari majalah / website berpengaruh.

2. Memperkirakan kecenderungan

Untuk tiap risiko yang telah anda identifikasi, tanyakan kepada diri anda seberapa sering itu akan terjadi.

Anda sedang berhadapan dengan banyak faktor yang belum diketahui di sini, tentu saja, jadi tidak perlu berusaha keras mencari ketepatan ilmiah dan mencoba untuk menghitung persis persentase kemungkinan untuk tiap kejadian. Sebuah skala 5 poin akan cukup untuk kebanyakan bisnis. Sebagai contoh:

  1. sangat tidak sering
  2. agak tidak sering
  3. kadang - kadang
  4. cukup sering
  5. sangat sering

Idenya adalah memberi anda cara untuk memberi ranking tiap risiko berdasarkan kecenderungannya untuk terjadi. Sebagai contoh, jika salah satu klien kunci anda terlambat membayar tagihan sebelumnya, maka anda dapat memberi skor "4" atau "5".

Sebuah bencana alam, akan mungkin mendapat skor "1": sangat tidak sering untuk kebanyakan bisnis. Dampaknya tentu saja akan tinggi, namun jangan khawatir tentang hal itu sekarang; kita akan membahas tentang dampak pada seksi berikutnya. Sekarang, cukup telusuri daftar risiko yang telah anda identifikasikan pada Langkah 1, dan tentukan rata - rata nilai "kecenderungan" masing - masing.

Kelihatannya sederhana, namun ini sebenarnya dapat menjadi langkah tersulit, khususnya untuk pemilik bisnis dengan sedikit pengalaman. Jika kebanyakan hal dalam daftar anda tidak pernah terjadi sebelumnya, bagaimana anda dapat memutuskan seberapa sering itu akan terjadi di masa mendatang?

Inilah dimana jaringan kontak yang baik dapat membantu anda. Bahkan jika hal - hal dalam daftar anda tidak pernah terjadi terhadap anda, pasti itu pernah terjadi pada orang lain pada suatu waktu. Jadi bicaralah ke orang lain dalam bidang anda, khususnya yang punya pengalaman satu atau dua dekade. Kemungkinan mereka akan pernah melihat hal - hal yang salah, dan dapat memberi nasihat kepada anda nilai kecenderungannya.

Anda dapat juga melakukan riset sendiri untuk isu - isu tertentu, dimana statistik yang berguna mungkin tersedia. Dalam kasus masalah teknis seperti server turun atau masalah dengan website host, sebagai contoh, anda dapat menghubungi provider anda dan bertanya seberapa sering hal seperti itu terjadi. Jika website host anda menjanjikan 99.9% up time, anda dapat dengan aman menandai hal tersebut sebagai risiko yang "rendah".

Jika anda masih membutuhkan bantuan, anda dapat memutuskan untuk menyewa konsultan manajemen risiko. Tentu saja akan anda biaya, namun itu mungkin berharga jika mereka membantu anda mengidentifikasi dan mengatur risiko anda secara lebih efektif. Perusahaan asuransi akan kadang - kadang menawarkan pelayanan yang sama, namun ingatlah bahwa mereka memiliki niat untuk mengarahkan anda terhadap produk asuransi tertentu.

3. Memperkirakan Dampak

Sekarang setelah anda telah memutuskan seberapa sering tiap kejadian, langkah berikutnya adalah memperkirakan dampaknya. Jika hal ini terjadi, bagaimana itu akan mempengaruhi bisnis anda? Akankah itu menjadi sebuah ancaman besar yang mengganggu kelangsungan bisnis anda?

Seperti sebelumnya, anda dapat menggunakan skala 5 poin yang sederhana:

  1. dampak minimum
  2. dampak rendah
  3. dampak medium
  4. dampak tinggi
  5. dampak berbahaya

Telusuri daftar risiko anda dari Langkah 1, dan tambahkan skor dampak di sebelah skor kecenderungan yang anda buat sebelumnya. Jadi anda pada akhirnya memiliki 2 skor angka di sebelah tiap item dalam daftar anda.

Cara terbaik untuk memikirkan dampak adalah dalam istilah seberapa banyak uang kerugian. Ini mungkin tidak realistik untuk menentukan secara persis seberapa banyak dollar untuk tiap risiko, namun paling tidak cobalah untuk memperkirakan nilai rata - rata. Pertimbangkan biaya langsung saat berhadapan dengan kejadian, dan kerugian yang dapat anda harapkan.

Sebagai contoh, katakanlah toko ritel utama anda kebanjiran. Anda akan perlu memulai dengan mempertimbangkan biaya pembersihan, perbaikan bangunan, penggantian stok yang rusak oleh air, pembelian rak display terbaru, dll.

Namun anda juga akan perlu memperhitungkan dampak toko anda ditutup untuk berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki kerusakan. Seberapa banyak bisnis anda akan merugi pada saat itu?

Contohnya jika anda membuat $5,000 dalam hari rata - rata, maka saat ditutup mungkin akan membuat anda merugi $50,000, kecuali jika anda memberi pelanggan anda cara alternatif yang sangat jelas dan mudah dalam membeli dari anda.

Jangan fokus terlalu banyak pada seberapa persis perkiraan dollar ini, karena ada banyak faktor - faktor yang tidak diketahui. Dan tentu saja, uang bukan satu - satunya cara untuk mengukur dampak. Itu hanyalah cara untuk membantu anda memberi peringkat risiko anda, dan menentukan skor masing - masing dari 1 sampai 5.

4. Membuat Papan Skor Risiko

Pada tahap ini, anda akan mempunyai daftar risiko spesifik yang dapat mempengaruhi perusahaan anda, dan 2 skor di sebelah masing - masing daftar: satu untuk kecenderungan, dan satu untuk dampaknya.

Sekarang kita akan membuat sebuah papan skor risiko yang merangkum risiko - risiko ini dan kepentingan hubungannya. Sebenarnya cara melakukannya sangat sederhana. Cukup kalikan dua angka tersebut bersama - sama, untuk mendapatkan skor total risiko.

Berikut adalah sebuah contoh bagaimana tampaknya:

Risiko kecenderungan Dampak Skor Risiko
Klien utama XYZ Corp terlambat membayar tagihannya. 5 2 10
Kehilangan daya lebih dari 24 jam. 1 3 3
Janet COO kita pergi meninggalkan perusahaan. 4 4 16
Sebuah kompetitor baru memotong harga produk utama kita. 2 5 10
Review produk yang mengganggu dari majalah / website berpengaruh. 3 2 6

Anda akan memiliki lebih banyak risiko dibandingkan ini, namun tabel ini paling tidak memberikan anda gambaran bagaimana cara kerjanya. Pada contoh ini, saya kira klien saya sangat sering (5) terlambat membayar tagihannya, namun dampaknya tidak akan terlalu tinggi (2). Itu mungkin akan mengganggu, namun saya dapat bertahan pada pembayaran dari pelanggan lainnya. Jadi 5 x 2 = 10, sebuah skor risiko yang medium.

Pada hal lainnya, kehilangan COO saya merupakan sebuah risiko yang besar. Dia memiliki banyak pengalaman khusus tentang bisnis, sebaik hubungan dengan klien kunci. Jika dia pergi ke kompetitor, dampaknya akan sangat besar (4). Dan skornya untuk kecenderungan adalah "4" juga - mungkin dia memberitahu saya kalau dia tidak bahagia dengan perannya dan mencari sebuah tantangan baru. Jadi 4 x 4 = 16, sebuah skor risiko yang tinggi. Ini adalah hal yang harus difokuskan.

Langkah Berikutnya

Pada tutorial ini anda telah belajar bagaimana cara mengidentifikasi risiko utama dalam bisnis anda, dan menentukan skor berdasarkan perkiraan kecenderungan dan dampaknya. Namun ingat bahwa skor ini hanya perkiraan. Mereka didesain untuk membantu anda memprioritaskan, namun anda bebas untuk menggunakan penilaian anda juga.

Juga, anda dapat menggunakan skala dan pengukuran menurut anda sendiri, mungkin menggunakan rating huruf bukan angka, atau sepuluh kategori bukan lima. Anda dapat melihat contoh lainnya pada website Queensland Government ini, atau dari Northern Ireland Business. Idenya adalah dengan cukup menghitung risiko anda dalam cara yang masuk akal untuk bisnis anda, sehingga anda dapat mencoba mengidentifikasi yang mana yang paling kritis.

Langkah berikutnya, adalah dengan memutuskan sebuah rencana untuk mengatasi tiap risiko. Yang mana yang akan anda fokuskan? Strategi apa yang akan anda gunakan untuk menghilangkannya, mengaturnya, menerimanya, atau mentransfernya ke orang lain (contohnya dengan membeli asuransi)?

Kita akan membahas seluruhnya pada tutorial selanjutnya dalam seri ini. Sambil menunggu hal tersebut, tinggalkan komentar atau pertanyaan di bagian bawah ini.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.