Advertisement
  1. Business
  2. Marketing

Bagaimana Membuat Online Marketing Anda Menjadi Sistematis

by
Read Time:10 minsLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Bagaimana kabar bisnis anda?

Bagus, atau "dapat lebih baik lagi"?

  • Bagus? Sebagai pemilik bisnis kecil yang sukses anda banyak sekali berjibaku, sehingga akan cukup dimengerti jika penjualan anda jatuh. Anda memiliki cukup banyak pemasukan, jadi mengapa memusingkan pemasaran (marketing)?
  • Dapat lebih baik lagi? Maka mengetahui kemana arah usaha anda untuk menarik klien atau pelanggan yang anda butuhkan cukup sulit - khususnya jika anda mengerahkan seluruh energi untuk menjaga bisnis anda tetap di permukaan.

Apakah bisnis sedang bagus atau dapat lebih baik lagi, anda perlu tetap melakukan marketing. Hanya dengan marketing anda dapat memastikan segalanya berjalan bagus, atau jika perlu, membuat anda membalikkan keadaan.

Lalu mengapa, marketing sering kali tidak berjalan seperti yang diharapkan? Ada dua alasan:

  1. Ketidakpastian. Ketika anda tidak tahu bagaimana mengarahkan usaha marketing anda untuk mendapat hasil terbaik, akan sangat mudah untuk menghindarinya. Ini khususnya jika ditentukan bersamaan dengan alasan kedua kenapa marketing seringkali dibiarkan turun...
  2. Waktu. Anda memiliki waktu terbatas setiap harinya untuk dikerahkan pada bisnis anda. Marketing dapat sangat menyita waktu. Dan dengan online marketing, itu juga akan sangat mudah terganggu oleh social media atau artikel yang menarik.

Apa yang dapat anda lakukan untuk mengatasi dua masalah ini untuk memastikan anda melakukan marketing bisnis anda secara online, setiap hari?

Jawabannya ada pada sistemisasi.

Bagaimana Sistem Meningkatkan Pemasaran Anda

Ketika anda menciptakan sebuah sistem untuk online marketing anda, anda membangun serangkaian proses untuk diikuti. Proses - proses ini akan membantu anda mengetahui:

  • Bagaimana dan kapan mengupdate jejaring sosial.
  • Bagaimana memilih jejaring sosial mana yang akan diupdate.
  • Akan menulis blog tentang apa, dan seberapa sering mengupdate blog anda.
  • Bagaimana mendapat feedback tentang efektifitas marketing anda.

Dengan memiliki proses - proses ini, anda tidak akan lagi merasa berjuang dalam marketing anda, tidak tahu pasti apa yang harus dilakukan. Namun anda akan duduk di depan komputer setiap hari untuk beberapa waktu tertentu, dan menyelesaikan tugas marketing anda. Dengan kata lain, sistem membuat marketing sederhana.

Konsekuensi lain dari sistem adalah menciptakan hasil (dalam bahasa sistem, ini adalah "output"). Output anda mungkin merupakan hasil yang anda harapkan - atau mungkin tidak. Hasil yang tidak diharapkan dapat berarti anda perlu memperbaiki sistem anda. Atau mungkin saja itu adalah kejutan yang menyenangkan. Dalam kelas marketingnya Dapatkan Klien Sekarang, C. J. Hayden menjelaskan:

Ada sebuah fenomena menarik yang terjadi ketika anda serius dan fokus serta konsisten terhadap marketing. Anda mulai mendapatkan hasil pada tempat yang tidak diharapkan... Jangan mengira ini adalah suatu kebetulan. Ini adalah koneksi langsung antara tnigkat usaha anda dalam marketing dan hasil yang anda dapatkan darinya, bahkan jika kelihatannya hasil yang didapat sama sekali tidak berhubungan dengan usaha anda.

Pada saat ini, kita akan melihat bagaimana anda dapat membangun sebuah sistem untuk online marketing anda. Namun sebelum anda sudah terlalu bersemangat tentang sistemnya, mari kita tentukan apa saja yang bukan sistem.

  • Sistem tidak otomatis. Melakukan sistemasi pada marketing anda tidak berarti anda dapat melakukan pendekatan "atur dan lupakan". Anda akan harus mengerahkan waktu untuk membuat sistem anda bekerja. Dalam bahasa sistem, anda akan bertanggungjawab untuk "input" ke dalam sistem anda, dan melakukan monitoring apakah sistem tersebut efektif.
  • Sistem tidak dipahat di atas batu. Semua sistem membutuhkan perawatan dan perbaikan reguler. Ini adalah kabar baik, karena ini berarti anda tidak perlu membuat sistem yang langsung sempurna.

Sekarang, mari menggali lebih dalam tentang bagaimana anda dapat membuat sebuah sistem marketing.

Langkah 1: Menentukan Goal Sistem Marketing Anda

Semua sistem mempunyai input dan output.

Input adalah kerja yang anda letakkan ke dalam marketing anda. Kita akan melihat lebih jauh tentang input dalam langkah 2.

Output adalah hasil dari marketing anda, seperti pemasukan yang meningkat, atau kepopuleran brand anda.

Sebelum anda membuat sebuah sistem, anda perlu tahu output yang anda harapkan dari sistem anda. Dengan cara itu, anda dapat memonitor apakah sistem anda efektif dan menghasilkan output yang anda inginkan. Jika sistem anda tidak menghasilkan output yang anda harapkan, maka anda dapat menyesuaikannya.

Contoh output ideal yang mungkin ingin anda tentukan untuk sistem anda termasuk:

  • mendapatkan dua klien baru setiap bulan
  • meningkatkan jumlah follower Twitter anda sebanyak 10% setiap bulan
  • berbicara dengan 5 influencer baru dalam niche anda setiap minggu
  • meningkatkan jumlah page view sebanyak 50% untuk 6 bulan berikutnya
  • menggandakan jumlah email list

Anda menentukan output ideal anda. Ingatlah bahwa anda dapat memperbaiki sistem anda kemudian, termasuk output yang diharapkan.

Catat bahwa beberapa contoh output yang kita gunakan adalah tentang pemasukan dan penjualan, sementara yang lainnya tentang meningkatkan keberadaan bisnis anda. Catat juga bahwa output tersebut spesifik, dapat diukur, dan terikat dengan waktu. Setiap goal yang berkaitan dengan marketing bekerja dengan baik sebagai output yang dapat dicapai, selama goal tersebut adalah SMART.

Saya merekomendasikan memulai dengan goal sederhana, seperti meningkatkan jumlah follower Twitter sebanyak 10%. Dengan membuatnya tetap sederhana membuatnya lebih mudah untuk memelihara dan melacak sistem anda.

Setelah sistem anda terbentuk dan berjalan, akan terjadi dua hal:

  • Anda akan membangun kepercayaan diri dalam menggunakan sistem, sehingga anda akan merasa siap untuk mengembangkan sistem yang lebih kompleks.
  • Anda akan menyadari output yang tidak diharapkan. Beberapa akan positif, sehingga anda dapat memulai untuk melacaknya. Sebagai contoh, anda mungkin menemukan bahwa meningkatkan jml follower Twitter juga dapat meningkatkan penjualan.

Langkah 2: Membangun Input

Output tidak berada dalam kendali langsung anda, walaupun anda dapat melacaknya (lebih dari itu sekarang ini).

Input adalah hal yang dapat anda kontrol. Itu merupakan tindakan yang anda ambil untuk membuat fungsi sistem anda.

Input merupakan tindakan yang spesifik. Mereka harus merupakan hal - hal yang dapat anda tandai dalam daftar jika anda menyelesaikannya.

Sebagai contoh, anggap saja output yang anda inginkan adalah mengembangkan jumlah follower Twitter anda sebanyak 10% per bulan. Input yang masuk akal mungkin termasuk:

  • Melakukan Tweet 10 kali per hari.
  • Follow 5 orang baru sehari.
  • Share 3 retweets per hari.
  • Mengirimkan @message kepada semua follower baru anda.

Anda mungkin juga berpikir tentang memperluas input yang dapat anda gunakan untuk membantu dengan jumlah following anda. Sebagai contoh:

  • Menulis 1 blog post per minggu (karena mengupdate blog anda membawa lebih banyak pembaca, dan beberapa diantaranya menjadi follower Twitter).
  • Membalas seluruh komentar dalam blog anda (karena ketika anda terhubung, itu membantu anda mengembangkan Twitter following).
  • Membuat dua komentar per hari pada blog lain dalam niche anda (ini akan meningkatkan visibility anda).
  • Posting pada halaman Facebook anda sekali sehari (lagi, ini meningkatkan engagement total).

Berikut ini bukan input karena tidak ada di dalam kontrol anda:

  • mendapat dua retweet per hari dari pengguna Twitter berpengaruh
  • mendapatkan 5 komentar pada blog saya setiap minggu
  • mendapat interview pada satu podcast per bulan

Dan berikut bukan contoh input yang baik karena walaupun mereka dalam kontrol anda, dan merupakan ide yang bagus untuk marketing, namun tidak spesifik:

  • Banyak melakukan tweet
  • pergi ke acara networking
  • membuat banyak konten yang bagus

Bagaimana cara anda mengetahui input yang benar untuk mencapai goal anda? Anda dapat melakukan beberapa hal:

  • Membuat tebakan terbaik, berdasarkan pengetahuan terkini anda. Ini adalah ide yang bagus jika anda telah cukup mengetahui tentang social networking dan online marketing. Anda akan menyesuaikan sistem anda berdasarkan output yang anda buat, jadi itu tidak perlu sempurna sekarang.
  • Habiskan 30 menit mencari cara terbaik untuk mencapai output yang anda inginkan. Anda banyak nasihat yang bagus online, semuanya hanya perlu melakukan pencarian web. Sebagai contoh, jika tujuan anda adalah mengembangkan Twitter following, maka anda akan mencari pada web tentang "Bagaimana Saya mengembangkan Twitter following". Sangat mudah.

Langkah 3: Buat Jadwal Harian

Karena anda spesifik dengan input anda, anda akan tahu seberapa sering anda perlu menyelesaikan input tersebut.

Sebagai contoh, katakanlah salah satu input anda men-share 5 artikel atau video per hari di Twitter. Anda akan perlu menentukan sejumlah waktu tertentu:

  • setiap minggu (atau setiap hari) ketika anda mengkurasi konten yang akan anda share
  • setiap hari ketika anda memposting artikel ke Twitter

Jadi anda mungkin menentukan satu jam seminggu untuk menemukan konten yang bagus, kemudian 5 menit sehari untuk mengupdate feed Twitter.

Setiap item daftar input anda perlu dijadwalkan ke dalam kalender. Jika mungkin, saya merekomendasikan untuk menggabungkan input harian dalam satu slot hari anda (paling tidak 30 menit per hari). Dengan cara itu anda akan mendapatkan online marketing bekerja sendiri, dan anda tidak akan merasa hal tersebut mengambil alih hidup anda.

Sama baiknya dengan memiliki jadwal harian, anda juga dapat membuat sebuah jadwal editorial. Ini adalah daftar judul artikel yang akan anda tulis untuk blog anda. Dengan memiliki judul yang siap sepanjang waktu, anda akan merasa lebih mudah untuk merangkai kata - kata ke dalam halaman web ketika anda duduk untuk menulis.

Langkah 4: Automata dan Menemukan Efisiensi

Sebuah sistem itu sendiri tidaklah otomatis. Itu membutuhkan input yang aktif. Dikatakan bahwa, bagian tertentu sistem anda dapat dibuat otomatis.

Sebuah cara yang sangat sederhana untuk menggunakan automatisasi dalam online marketing anda adalah melalui scheduling (penjadwalan). Dengan penjadwalan, anda menyatukan seluruh update media sosial dalam satu waktu. Kemudian mereka mengalir ke dalam media sosial anda.

Dua scheduling tool yang paling populer untuk media sosial adalah Buffer App dan Hootsuite, dimana keduanya memiliki free user plans. WordPress memiliki built-in tool-nya sendiri untuk scheduling blog posts.

Di atas mengotomatisasi apa yang dapat anda lakukan, segera setelah anda memulai menerapkan jadwal harian anda, carilah cara untuk membuat sistem lebih efisien. Sebagai contoh, anda dapat membuat efisiensi dengan membagikan konten yang sama pada platform yang berbeda.

Anda juga dapat membuat efisiensi ekstra dengan mensistemisasi input anda. Sebelumnya, kita melihat contoh input yaitu share 5 artikel atau video per hari di Twitter.

Untuk melakukan ini, anda harus menemukan konten yang menarik. Anda dapat membuat sebuah sistem untuk ini, dimana outputnya "menemukan konten yang menarik". Inputnya dapat berupa:

  • Cek RSS reader favorit untuk update terbaru dan membaca 10 postingan yang menarik perhatian anda.
  • Menjelajah Twitter feed selama lima menit dan klik paling tidak 3 link menarik.
  • Cek kumpulan Google Alerts untuk keyword dalam niche anda yang dicek setiap hari.

Langkah 5: Melacak Output Anda

Sejauh ini, sistem anda aktif dan berjalan. Kerja yang bagus! Sekarang anda siap untuk melihat apa yang terjadi sebagai hasil sistem anda.

Anda telah mengetahui output yang ingin anda capai. Kita telah menggunakan contoh mengembangkan follower Twitter sebanyak 10% per bulan. Jika itu adalah goal anda, maka akan masuk akal untuk melacak jumlah follower Twitter follower anda.

Di atas segalanya, anda juga perlu melihat output yang tidak diharapkan, khususnya yang berhubungan dengan marketing. Sebagai contoh, anda mungkin menemukan bahwa kerja anda untuk mengembangkan follower Twitter juga membawa lebih banyak pembaca blog, atau lebih banyak Facebook likes, atau mengirimkan lebih banyak leads. Semua itu bagus, dan sekali anda menyadarinya, maka anda dapat melacak bagaimana menyesuaikan bagaimana input berdampak terhadap output anda.

Bagaimana jika anda tidak dapat mencapai output yang diinginkan? Maka anda perlu melakukan satu dari dua hal ini:

  1. Sesuaikan goal anda. Kemungkinan anda menentukan goal anda terlalu tinggi. Jika itu masalahnya, anda perlu realistis tentang input apa saja yang mungkin anda gunakan.
  2. Ubah input anda. Input yang berbeda membawa ke output yang berbeda. Dengan melacak apa yang anda letakkan, dan apa hasilnya, anda akan mendapatkan yang mana yang paling bekerja dengan baik.

Itulah Sistem Yang Anda Buat (Hampir!)

Dengan membaca artikel ini, anda telah belajar bagaimana cara membuat sistem. Sekarang waktunya untuk melakukannya! Beri tahu kami bagaimana anda melakukannya pada komentar di bawah.

Kredit Gambar: Gears desain oleh Evan Udelsman dari Noun Project.

Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.