Unlimited PowerPoint templates, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Business
  2. Freelance

Tarif Freelance: Panduan Harga per Jam Versus per Proyek

by
Difficulty:BeginnerLength:LongLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Muhammad Naufal (you can also view the original English article)

Terlepas dari apa bidang pekerjaan anda, status anda sebagai seorang freelancer yang bekerja di dunia maya, bahwa pada akhirnya dan mau tidak mau anda harus menghadapi sebuah pertanyaan besar: Bagaimana saya harus membebankan tarif kepada customer untuk pekerjaan yang saya lakukan? berdasarkan jam? berdasarkan proyek ? berdasarkan paket? berdasarkan proyek di masa lalu? atau semaunya?

Hal pertama dan utama, sebaiknya jangan sekali-kali menetapkan tarif kepada customer tanpa perencanaan yang matang. Bisnis yang anda jalankan adalah bisnis yang anda dibayar setelah selesai melakukan semunya, bukan seperti whimsical circus.

Semua opsi lainnya adalah seperti game, dan mana yang anda pilih untuk digunakan bergantung sepenuhnya pada kepribadian anda, cara yang anda sukai ketika bekerja dengan customer anda, dan terkadang pengalaman anda di dunia freelancing.

Tiap-tiap freelancer  memiliki gaya penetapan harga yang unik seperti halnya minuman kopi favorit mereka. " Grande skinny latte dengan sirup karamel dan buih ekstra," berkata gadis di depan saya yang berbaris di antrean, padahal yang paling saya inginkan adalah sebuah americano ukuran kecil. "Tanpa susu,  Juga tanpa gula terima kasih...."

Untungnya, ada lima jenis tarif dasar yang dapat anda gunakan untuk menentukan skema harga yang ideal untuk ditampilkan di situs anda. Masing-masing dari lima jenis penetapan harga dilengkapi dengan penjelasan baik dan buruknya dan dapat disesuaikan dengan beberapa cara yang berbeda.

Awalnya semua mungkin terdengar membingungkan, tapi begitu anda mengerti bagaimana setiap pilihan penetapan harga bekerja, apa artinya bagi pelanggan tentang pekerjaan anda, dan mengapa hal itu bisa menguntungkan (atau membahayakan) anda untuk menerapkannya, anda akan dapat menyusun strategi penetapan harga yang ideal dengan mudah dan percaya diri.

Menghitung Tingkat Tarif Dasar Freelance Anda

Sebelum kita terjun ke dalam skema harga, anda harus terlebih dahulu mengetahui berapa seharusnya tarif dasar per jam anda sebagai freelancer, terlepas dari apakah anda akan memilih untuk menampilkan model tarif per jam di situs anda atau tidak. Tarif dasar per jam anda akan menjadi dasar untuk menghitung semua pendekatan penetapan harga lainnya. Dan jika anda tidak tahu bagaimana menentukan tingkat dasar anda, anda harus membaca tutorial hebat ini yang menjelaskan bagaimana membuat perkiraan.

Begitu anda memiliki biaya dasar, kita akan meninjau semua informasi yang anda butuhkan untuk membuat keputusan matang mengenai bagaimana menyusun strategi penetapan tarif anda dan bagaimana menampilkan struktur itu di situs anda untuk mendapatkan dampak terbaik bagi pelanggan anda.

Sebelum memulai, unduh PDF gratis kami di Hourly Versus Project Pricing sebagai referensi singkat ke poin utama dalam tutorial ini.

Siap untuk menemukan skema harga yang ideal untuk bisnis anda? Mari kita tinjau pilihannya.

1. Tarif Freelance Per Jam

Cara yang paling mudah untuk menetapkan harga ke klien adalah dengan tarif per jam. Anda tahu berapa biaya dalam menjalankan bisnis freelance anda, anda menambahkan perhitungan tentang hal buruk yang mungkin terjadi yang mungkin anda dapatkan setelah semuanya terselesaikan, dan bam anda memiliki tarif per jam. Meski pun tentu saja ada manfaat dari metode ini, seperti yang akan kita lihat, tidak dapat dipungkiri bahwa tarif per jam juga memiliki beberapa perangkap yang perlu anda pikirkan.

Kelebihan Tarif Per Jam

1. Menampilkan Harga yang Murah di Website Anda

Karena dengan cara anda mengirisnya, $75 per jam terlihat jauh lebih menarik di mata daripada $600 untuk satu hari kerja. Tarif per jam adalah skema harga terendah yang bisa anda tawarkan kepada klien.

2. Pertahankan Fleksibilitas untuk Proyek Custom

Tarif per jam memberikan keleluasaan bagi mereka yang bekerja di bidang yang tidak memiliki kerangka waktu standar untuk setiap tugasnya. Sebagai contoh, untuk sebuah halaman ringan, mungkin memerlukan waktu 20 menit bagi penulis untuk menulis tulisan yang ringan, namun sebuah halaman tulisan khusus yang perlu sumber referensi dan data utama mungkin memerlukan waktu beberapa jam untuk menyelesaikannya. Dengan tarif per jam, anda dapat menyetujui untuk menagih pelanggan berdasarkan bukan pada jumlah pekerjaan namun pada waktu yang dibutuhkan untuk anda menyelesaikannya.

3. Menghindari Perkiraan Tarif dan Waktu yang Terlalu Rendah

Fleksibilitas yang diberikan oleh tarif per jam akan tampak sangat menarik bagi freelancer baru yang mungkin belum mengetahui berapa lama setiap proyek custom dapat terselesaikan. Jika anda mengenakan tarif per jam, anda dapat memberi perkiraan kepada klien berapa jam proyek dapat dilakukan dan menyetujui rentang tambahan yang akan dikenakan berdasarkan perubahan yang mungkin diminta oleh klien.

Seorang web designer, misalnya, mungkin mengenakan biaya lima jam untuk mendesain halaman yang diminta, dengan persetujuan satu sampai tiga jam tambahan untuk permintaan perubahan. Dengan cara itu anda menghindari bahaya terlalu rendahnya perkiraan atas berapa lama proyek bisa memakan waktu dan itu berakhir dengan kekurangan uang.

Kekurangan Tarif per Jam

1. Tarif Per Jam Anda Mungkin Nampak Tinggi

Tarif per jam anda sebagai seorang freelance pasti akan terdengar terlalu tinggi bila didasarkan pada gaji karyawan perusahaan yang dibayar dengan gaji per jam. Itu karena anda harus menghitung biaya bisnis anda dalam tarif per jam tersebut dan menyadari bahwa anda tidak akan pernah dapat mengerjakan delapan jam yang dapat ditagih per hari. Ingat bahwa biaya anda juga harus mencakup waktu yang anda habiskan untuk tugas administratif, email, rapat, pelatihan, dll.

2. Klien Mungkin Mulai Memperlakukan Anda Seperti Karyawan

Bila anda setuju untuk bekerja pada tarif per jam tanpa menetapkan parameter lebih lanjut di  proyek tertentu, klien mungkin mulai membuang semua jenis pekerjaan dengan berbagai tingkat urgensi anda. Memiliki arus masuk kerja seperti itu mungkin terdengar bagus pada awalnya, tapi dengan tidak adanya tujuan yang spesifik bisa menghabiskan biaya lebih dari yang anda sadari.

Dengan klien yang terus mengirimkan permintaan "urgen" kepada anda untuk memecah waktu produktif anda menjadi bagian-bagian kecil, menemukan klien baru dengan proyek yang lebih besar dan anggaran yang lebih besar akan menjadi lebih sulit. Sebagai freelancer, anda harus memiliki pegangan yang baik pada jadwal kerja anda dan mencoba untuk mulai bisnis baru dengan klien dan sumber pendapatan anda sebanyak mungkin. Jika tidak, peluang yang hilang mungkin akan menghabiskan biaya lebih banyak daripada pekerjaan yang masuk.

3. Klien Mungkin Memandang Rendah Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Pekerjaan Anda.

Misalnya anda adalah produser video yang membuat video promosi untuk perusahaan-perusahaan, dan klien mendatangi anda selama lima menit. Anda menjelaskan kepadanya bahwa anda membutuhkan sekitar tiga jam untuk memproduksinya, dan dia terlihat marah. "Video itu hanya lima menit! Mengapa anda membutuhkan waktu lebih dari setengah jam untuk melakukannya? "Di bidang kreatif, khususnya, seringkali sulit untuk memperhitungkan semua waktu yang dihabiskan untuk sebuah proyek atau untuk mengukur eksplorasi dan inspirasi kreatif. Orang luar mungkin tidak mengerti mengapa hal itu memakan waktu selama itu untuk dilakukan dalam pekerjaan anda dan tarif per jam bisa menjadi sumber gesekan jika klien tidak dapat mengerti mengapa anda membutuhkan waktu berjam-jam untuk melakukannya.

4. Pada Akhirnya Anda Bisa Menyiksa Diri Anda Sendiri Karena Melakukan yang Terbaik pada Apa yang Anda Lakukan

Ingat masalah logika yang biasa dulu kita lakukan di kelas matematika? Dua freelancer menetapkan tarif mereka di $50 per jam. Freelancer A membutuhkan waktu lima jam untuk menyelesaikan tugas yang diberikan, namun freelancer B membutuhkan waktu tujuh jam untuk menyelesaikan tugas yang sama dengan kualitas yang sebanding. Manakah dari dua freelancer yang menghasilkan lebih banyak? Hal penting yang perlu diperhatikan dengan tarif per jam adalah karena semakin baik dan lebih efisien dalam hal yang anda lakukan, anda mungkin akan mendapatkan penghasilan yang lebih sedikit untuk keahlian anda dan bukan malah lebih.

2. "Mulai dari" Tarif  Freelance

Pertimbangkan untuk menggunakan tarif "mulai dari" atau "starting at" jika anda menyukai fleksibilitas yang diberikan tarif per jam untuk pekerjaan kreatif dan khusus yang tidak dapat diukur, namun anda menginginkan sesuatu yang sedikit lebih terstruktur. Untuk menciptakan tarif "mulai dari", anda harus mengatur dan mendaftarkan layanan anda ke dalam paket yang longgar. Misalnya, tiga jam fotografi outdoor mulai dari $XXX; Lima halaman konten situs web mulai dari $XXX.

Logo Design Service Example
Ini adalah contoh paket Desain Logo Ekspres dari seorang freelancer teratas di Envato Studio. Harga paket terdaftar dengan tarif mulai $95. Ini menjelaskan menyampaikan serangkaian yang jelas untuk harga tersebut. Pelanggan dapat dengan mudah menambahkan layanan tambahan terkait untuk biaya tambahan, seperti Logo Branding Documentation atau mereka dapat menghubungi freelancer bersangkutan secara langsung untuk penawaran khusus.

Metode dengan mengutip dari klien ini menghilangkan beberapa masalah estimasi waktu yang kita jumpai pada tarif per jam, namun juga dapat menyebabkan beberapa masalah lainnya.

Kelebihan dari Tarif "Mulai dari"

1. Anda dapat Segera Memberikan Klien Harga Dasar

Dengan kutipan per jam, klien dapat merasa bingung mengenai berapa biaya proyek yang lengkap karena dia tidak tahu (dan tidak dapat mengetahui) berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat video atau mendesain logo. Bagaimana pun, harga "mulai dari" dengan deskripsi dasar tentang apa yang termasuk dalam harga memberi klien gagasan yang lebih baik tentang biaya penuh proyek, bahkan jika itu hanya gambaran kasar.

2. Anda Secara Otomatis Menetapkan Parameter Dasar dari Proyek

Saat anda mengemas layanan anda dengan tarif "mulai dari", anda sekaligus mengatur parameter dan harapan dengan klien. Perhatikan bagaimana masing-masing contoh yang diberikan di atas mengukur pekerjaan dengan jumlah tertentu, seperti: jam fotografi, lima halaman konten, atau satu logo. Dengan cara itu anda menjaga diri anda terhadap rentang proyek yang merayap yang memakan semua waktu berharga anda.

3. Anda Menjaga Fleksibilitas untuk Customization

Sebuah tarif "mulai dari" yang mencantumkan biaya untuk jenis proyek yang paling dasar, dan anda harus secara jelas menguraikan apa yang termasuk (include) di dilam situs anda. Terlebih lagi, ini juga menyiratkan kepada pelanggan bahwa penyesuaian lebih lanjut dimungkinkan dan tersedia dengan biaya tambahan.

Kelemahan dari Tarif "Mulai dari"

1. Pelanggan Terpaku pada Tarif "Mulai dari"

Setiap tarif yang anda berikan pada klien di atas garis dasar dari biaya "mulai dari" yang ditampilkan di situs anda mungkin akan terdengar mahal, tidak masalah seberapa adil penyesuaian yang diminta klien. Ini adalah bagian dari psikologi manusia untuk memberi pancingan atas persepsi kita tentang harga pada angka pertama yang kita lihat, menyebabkan kita merasa sedikit kecewa dengan harga lain yang melampaui itu.

2. Klien Mungkin Akan Pergi Karena Merasa Tidak Pasti Tentang Harga Final

Meski pun harga "mulai dari" memberi gambaran harga yang lebih jelas daripada tarif per jam, klien yang tahu bahwa dia memerlukan penambahan tertentu tidak mengetahui berapa biaya tambahan tersebut. Dan ketika klien merasa tidak yakin dengan komitmen finansial yang dia buat, dia mungkin bahkan tidak menghubungi anda terlebih dahulu.

3. Klien Mungkin Mulai Meminta Daftar Harga untuk Item Tambahan

Seorang klien yang memiliki anggaran tertentu yang tersedia akan secara alami berusaha mendapatkan hal terbaik atas uangnya. Tapi karena tidak jelas berapa banyak hal ekstra yang bisa dia dapatkan dengan harga segitu, anda mungkin mendapati diri anda dalam diskusi yang tidak menyenangkan mengenai penambahan yang terperinci. "Berapa harganya jika saya menambahkan satu warna ekstra? Bagaimana jika kita mengambil ini dan menambahkan itu sebagai gantinya? "Sangat sulit untuk memberikan harga yang terperinci untuk setiap opsi tambahan karena harga akhir mungkin bergantung pada keseluruhan usaha proyek daripada bagian yang terpisah-pisah.

3. Kisaran Tarif Freelance Anda

Dapatkah kisaran tarif akhir menyembuhkan kegelisahan yang mungkin dirasakan klien dengan tarif "mulai dari" yang bisa terus meningkat selamanya? Dengan cara tertentu, iya. Tapi itu juga bisa menambahkan beberapa kesulitan dan keterbatasan lainnya pada potensi penghasilan anda yang mungkin tidak anda sukai.

Kelebihan dari Kisaran Tarif Freelance

1. Menawarkan kepada Klien Kemungkinan Investasi Minimum dan Maksimum.

Dengan harga "mulai dari", klien mungkin merasa anda mencoba memikat mereka dengan harga rendah yang tidak realistis sehingga kemudian anda akan meningkatkannya berdasarkan penyesuaian. Tapi ketika klien melihat kisaran yang sesuai, mereka langsung tahu apakah mereka mampu atas tarif anda dan pada tingkat yang mana.

2. Tetap Fleksibel untuk Mengakomodasi Customization

Bila anda menawarkan rentang harga, klien memahami bahwa tidak semua proyek diciptakan sama. Rentang harga membuka percakapan untuk menemukan cakupan proyek yang tepat yang akan memuaskan kebutuhan klien dan ekspektasi pembayaran anda.

3. Penawaran Paket Dengan Tahapan Harga yang Meningkat Dalam Rentang Harga

Daripada hanya menawarkan cakupan garis dasar, dengan kisaran harga anda dapat membuat tiga paket berbeda dengan harga rendah, menengah, dan tinggi, untuk memberi pelanggan gagasan yang lebih baik tentang tingkat penyesuaian masing-masing. Pilihan ini biasanya bekerja dengan baik bagi para freelancer berpengalaman yang memiliki pemahaman yang baik tentang waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek dari lingkup tertentu. Mereka bisa memberi tahapan harga paket sesuai dengan diri mereka sendiri tanpa takut semua itu mungkin di bawah harga kita sendiri.

Kekurangan dari Kisaran Harga Freelance

1. Tarif Minimum di Rentang Harga Menciptakan Anchor Point yang Kuat

Karena kisaran harga bisa menjadi dua sisi berlawanan, harga yang lebih rendah dapat bertindak sebagai pancingan (anchor point) yang kuat ke benak beberapa klien yang secara alami akan tertarik ke arahnya. Seperti yang kita bicarakan dalam kasus harga "mulai dari", klien mungkin merasakan kekecewaan tertentu saat menerima kutipan akhir yang melebihi titik harga minimum.

2. Menutupi Potensi pendapatan yang Potensial

Bagaimana jika anda mendapatkan klien yang meminta proyek yang mencakup lebih banyak materi dan membutuhkan lebih banyak penambahan-penambahan dari yang anda bayangkan? Atau pelanggan yang memiliki proyek yang sangat rumit atau khusus yang tidak anda antisipasi saat menetapkan kisaran harganya? Tiba-tiba anda menemukan diri anda terjebak pada jumlah maksimum yang tidak akan menutupi pengeluaran dan usaha anda, atau harus menghadapi percakapan yang tidak nyaman untuk menjelaskan kepada klien mengapa anda perlu melebihi harga maksimum anda.

Memiliki sebuah pernyataan biaya di awal bisa menghibur klien dengan cara tertentu, namun membatasi diri anda sebagai freelancer, terutama bagi para freelancer baru yang mungkin belum terbiasa dengan keseluruhan proyek yang lebih besar. 

3. Tingkatan Harga Dalam Cakupan yang Disertakan Memerlukan Deskripsi Paket yang Jelas

Jika anda akan menggunakan kisaran harga untuk menampilkan paket sampel dengan tingkatan biaya, anda perlu menentukan dengan jelas apa yang disertakan dan tidak disertakan di masing-masing paket. Jika tidak, anda dapat membuat bingung dan negosiasi kecil untuk fitur tambahan hanya akan menciptakan ketegangan antara anda dan klien dan membuang waktu berharga bagi anda berdua.

Pricing Tables Template
Tabel harga adalah cara mudah untuk menampilkan berbagai harga paket freelance anda, disetiap paketnya semakin banyak penawarannya. Graphic River di Envato Market kami menawarkan sejumlah tabel harga template siap buat yang bisa anda beli dengan harga terjangkau dan di-customize dengan cepat. Tabel harga template bergaya minimalis di atas dibuat oleh penulis ThemeFacto.

4. Scopes and Costs (Biaya dan Ruang Lingkup) Proyek di Masa Lalu

Jika anda ingin mempertahankan semua fleksibilitas dan penyesuaian untuk setiap proyek tanpa menjanjikan paket khusus, solusi terbaik bagi anda mungkin adalah untuk menampilkan contoh harga dan cakupan proyek dari klien-klien sebelumnya. Bagaimana pun, yang perlu anda pahami adalah bahwa selain fleksibilitas, gaya penetapan harga ini juga membawa serta kebutuhan untuk secara aktif bernegosiasi dengan setiap klien, yang tergantung pada kepribadian anda, yang mungkin anda merasa kurang ideal.

Kelebihan Project Scope Cost (Biaya Ruang Lingkup Proyek)

1. Menunjukkan Otoritas dan Pengalaman

Ketika anda mencantumkan harga yang anda bebankan untuk proyek-proyek masa lalu, anda tidak hanya menampilkan tarif anda, anda juga menunjukkan otoritas dan pengalaman anda. Klien dapat melihat dengan siapa anda bekerja dan hasil yang telah anda hasilkan, dan itu dapat membantu memberikan alasan untuk harga yang lebih tinggi dengan kualitas yang baik.

2. Menjaga Penawaran Anda Sepenuhnya Fleksibel

Jika anda benar-benar percaya bahwa setiap proyek harus dihargai sepenuhnya berdasarkan persyaratannya sendiri dan merasa tidak nyaman dengan paket, maka mungkin ini merupakan style harga yang ideal untuk anda. Proyek masa lalu anda akan bertindak sebagai tolak ukur bagi pelanggan untuk mendapatkan gambaran tentang tarif anda tanpa membuat penetapan pada harga tertentu. Secara tidak langsung, anda memahaminya bahwa penawaran akhir untuk setiap proyek bergantung pada lingkupnya.

3. Menawarkan Tarif yang Terukur Ketimbang Tarif Pancingan

Tidak seperti "mulai dari" dan harga kisaran yang cenderung memikat klien dengan harga rendah, contoh penawaran menawarkan panduan yang lebih baik untuk biaya akhir kepada klien. Ini tidak mungkin bahwa semua (atau bahkan apa pun) proyek masa lalu anda akan menjadi dasar semuanya, yang berarti bahwa penawaran yang anda tampilkan akan lebih mewakili biaya akhir proyek daripada biaya awal.

Kekurangan Project Scope Cost (Biaya Ruang Lingkup Proyek)

1. Menuntut Diskusi dan Negosiasi Lebih Rinci dengan Klien

Bila anda menawarkan harga dasar dan paket, klien dapat dengan mudah memilih tingkat penyesuaian yang sesuai dengan proyeknya dan membeli paket anda yang hampir "siap pakai" sebagaimana adanya. Dengan metode penetapan harga yang sepenuhnya custom, anda perlu mendiskusikan setiap ruang lingkup proyek secara individual dan mendalam dengan setiap klien untuk mencapai harga tertentu. Jika anda cenderung menghindari negosiasi proyek dan harga yang seperti wabah, anda mungkin akan berpikir dua kali sebelum memilih skema harga ini.

2. Harga Sampel Anda Mungkin Terlihat Tinggi

Tentu lebih tinggi dari tarif per jam, juga lebih tinggi dari penawaran "mulai dari", dan mungkin lebih tinggi dari harga penawaran paket, karena itu juga bisa dibayarkan dengan cara mencicil. (Misalnya, tiga kali pembayaran sebesar $999 untuk paket yang kurang dari $2.997 untuk proyek tertentu anda, meski pun harganya sama). Karena anda akan menampilkan cakupan dan harga proyek yang aktual, masing-masing dengan rangkaian penyesuaian dan spesifikasi sendiri, penawaran anda mungkin tampak tinggi ke klien saat pertama kali.

3. Perlu untuk Menampilkan Hasil Pekerjaan Sebelumnya

Jika anda akan menggunakan metode ini, anda tidak dapat menampilkan paket yang disarankan seperti yang dapat anda lakukan dengan gaya harga mulai dari. Gaya penetapan harga ini mengharuskan anda mengirimkan penawaran nyata untuk pekerjaan aktual yang telah selesai, beserta contoh dari pekerjaan itu. Jika anda seorang freelancer baru tanpa klien sebelumnya, anda jelas tidak dapat menggunakan metode ini. Dan jika anda adalah seorang freelancer yang cukup baru yang masih dalam proses membangun reputasi dan menaikkan tarif anda, gaya tarif ini mungkin juga bukan pilihan yang baik, karena ini akan mengikat harga rata-rata anda dengan apa pun yang telah anda dapatkan di masa lalu.

5. Tidak Mencantumkan harga

Pilihan terakhir dan yang terdengar sangat menarik bagi banyak freelancer adalah tidak memposting harga di situs anda, hanya deskripsi tentang umum. Meski pun ini mungkin terdengar seperti pilihan yang baik untuk tidak membagi-bagikan tentang diri anda ke dalam kotak yang tidak sesuai, anda juga bisa memberi kesan yang keliru tentang pekerjaan anda.

Kelebihan dari Tidak Mencantumkan Harga

1. Anda Bebas Mengatur Harga untuk Setiap Klien secara terpisah

Tanpa memberi sample harga, anda bisa mengukur anggaran klien sebelum memberikan penawaran. Misalnya jika anda memiliki pelanggan dengan anggaran rendah, proyek mana yang ingin anda ambil, baik karena anda mengalami bulan yang lambat atau karena anda menyukai proyek tertentu, anda bisa memberi klien itu penawaran yang lebih rendah dari biasanya tanpa terlihat merendahkan diri sendiri tanpa alasan.

2. Anda Tidak Akan Menakutkan Seseorang Dengan Penawaran Anda

Tanpa harga yang tercantum, pelanggan harus menghubungi anda untuk sebuah penawaran, yang membuka pintu komunikasi dan proses penjualan. (Paling tidak, seperti itu).

Kekurangan dari Tidak Mencantumkan Harga

1. Tidak ada Harga Sering Berarti "Mahal" di Pikiran Klien

Pikirkan tentang toko pakaian. Semakin murah toko, semakin besar label harga di jendela depan biasanya karena toko murah menarik klien berdasarkan harga. Di sisi lain, butik kelas atas tidak pernah menampilkan harga di jendela, seolah mengatakan "jika anda perlu bertanya berapa harganya, berarti anda tidak mampu membelinya". Anda mungkin tidak menyadari hal ini, atau mungkin bukan itu niatan anda, tapi tidak mencantumkan harga di situs anda mungkin menyiratkan kepada calon klien bahwa anda terlalu mahal untuk mereka.

2. Membawa Banyaknya Negosiasi Harga

Klien yang mungkin tidak berpikir "mahal" saat melihat tidak adanya harga di situs anda, akan berpikir "Saya tidak tahu" dan akan menghubungi anda untuk mengetahui berapa tarif anda. Ini mungkin tidak terdengar buruk, tapi sebenarnya ini menggeser percakapan anda dengan klien dari hasil yang bisa anda dapatkan dengan kualitas yang bisa anda tawarkan kepada mereka hanya dengan harga dan jumlah. Apalagi jika calon klien yang menghubungi anda, memiliki anggaran kecil yang mungkin nantinya tidak akan anda tangani, mereka pasti hanya membuang-buang waktu berharga anda. Daftar harga adalah cara yang terbaik untuk mengkualifikasikan prospek anda sebelum mereka menghubungi anda.

Pilih Strategi Penetapan Harga yang Tepat untuk Bisnis Freelance Anda

Dan di sanalah anda memilikinya. Lima strategi penetapan harga dasar yang dapat anda gunakan untuk menetapkan tarif sebagai freelancer, berdasarkan tingkat pengalaman anda dengan klien dan cara anda bekerja pada proyek. Saya telah mengumpulkan semua poin utama di satu tempat untuk memudahkan referensi guna membantu anda membuat keputusan, unduh Tarif Per Jam - Versus Per Proyek - Lembar Referensi, gratis. Ini akan membuat hidup anda jauh lebih mudah!

Tentu saja, anda dapat menimbang dan mengubah setiap pendekatan harga, agar sesuai dengan kebutuhan khusus anda sehingga anda memberi klien potensial gagasan yang jelas tentang apa yang mereka dapatkan.

Bagaimana anda (atau akan kah anda) menyajikan tarif kepada klien anda? Skema harga mana yang paling sesuai dengan bisnis anda? Beri tahu kami di komentar!

Sumber

Credit Grafik: icon Price Tag didesain oleh John Merlino dari Noun Project.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.