Unlimited WordPress themes, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Business
  2. Ideation
Business

Bagaimana Menggunakan Brainwriting Untuk Membangun Ide Dengan Cepat

by
Difficulty:IntermediateLength:MediumLanguages:
This post is part of a series called The Ultimate Guide to Better Brainstorming Techniques.
19 Top Brainstorming Techniques to Generate Ideas for Every Situation
Starbursting: How to Use Brainstorming Questions to Evaluate Ideas

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Sesi brainstorming termasuk tools yang paling dikenal dan paling disukai untuk kreatifitas bisnis. Setiap orang diundang untuk melontarkan ide, tanpa rasa takut dihakimi. Setiap ide mendapatkan pertimbangan, terlepas dari mana itu datangnya. Itu adalah cara sempurna untuk membangun ide baru yang bagus dari keseluruhan tim tanpa menghalangi kreatifitas.

Atau benarkan demikian?

Ada banyak metode efektif memunculkan ide sebagai sebuah kelompok. Dalam tutorial ini, pelajari bagaimana brainwriting mengungguli brainstorming dalam sejumlah keadaan. Mulailah menggunakan proses membangun ide inovatif ini.

Brainwriting
Proses membangun ide dengan brainwriting (grafis)

Apa Yang Salah Dengan Brainstorming?

Yang mengejutkan, brainstorming beralih menjadi memiliki batasan keefektifan dalam banyak situasi. Ya, dalam beberapa kelompok, itu dapat menjadi efektif. Namun jika kamu pernah menjadi bagian proses sebuah brainstorming, kamu mungkin mengalami beberapa isu yang menghalangi jalan. Kebanyakan dari masalah itu terkait dengan perilaku kelompok yang hampir beragam muncul dalam situasi korporasi, startup, atau tim bisnis. Sebagai contoh:

  • Kelompok yang besar memiliki waktu yang sulit untuk tetap fokus dan memperhatikan (seseorang sedang berbicara di depan ruangan, membuat peserta berpikir: Saya telah menyampaikan apa yang harus saya katakan, jadi saya rasa lebih baik mengecek email!)
  • Kepribadian yang kuat mengambil alih dari awal pertemuan dan mengendalikan proses kreatif (Jane akan mematikan atau mengambil kredit untuk ide saya, jadi mengapa mengutarakannya?)
  • Ide pertama disarankan menjadi fokus diskusi, membuatnya sulit untuk mengajukan ide yang baru dan inovatif (Kita telah tiba pada konsensus, jadi mengapa mengutarakan ide lainnya?)
  • Menyensor diri berdasarkan respon orang lain terhadap saran sebelumnya (Saya bisa tahu kalau tidak ada yang menyukai ide Bill, jadi mereka akan membenci ide saya juga)
  • Prosesnya bisa berlangsung lama (Dengan begitu banyak orang berpartisipasi dalam proses brainstorming, itu dapat membutuhkan beberapa meeting untuk akhirnya tiba pada solusi yang disetujui)
  • Anggota kelompok yang malu dan gelisah cenderung menolak partisipasi (Saya tidak ingin memalukan diri sendiri; paling mudah adalah dengan tetap diam)
  • Orang terlalu sibuk berpikir untuk mendengarkan atau sebaliknya (Saya ingin mendapatkan ide saya benar-benar beres sebelum saya mengatakan apapun—tapi ups, meeting baru saja selesai)
  • Anggota kelompok frustrasi ketika ide mereka sendiri "diambil" oleh orang lain (Saya baru saja mau mengatakan itu!)
  • Politik dapat mengambil alih (Apakah bos ingin mendengar hal itu?)

Leigh Thompson, profesor di Kellogg School of Management di Northwestern University, adalah salah satu yang memimpin riset tentang kreatifitas di tempat kerja. Studinya telah menemukan bahwa brainstorming—untuk banyak alasan yang disebutkan di atas—kurang efektif daripada banyak yang diasumsikan. Sebagai tambahan, dia telah menemukan aturan "tidak ada debat" yang seringkali ditentukan selama brainstorming cenderung melarang daripada meningkatkan kreatifitas.

Untungnya, ada cara sederhana untuk memperbaiki banyak masalah selama brainstorming, dan itu adalah: brainwriting.

Apakah Brainwriting Itu?

Thompson dan koleganya di Kellogg (bersama beberapa peneliti lainnya di bidang itu) telah mempelajari tool ide baru brainwriting. Proses dasar brainwriting sangatlah sederhana: alih-alih menyatakan idemu dengan keras, tuliskan itu. Kemudian sodorkan—tanpa nama.

Pendekatan sederhana yang mengecoh ini tampak jelas bahwa itu sulit mendapatkan secara langsung akan banyak keuntungannya. Bagaimana bisa brainwriting menjadi sebuah peningkatan yang signifikan dari brainstorming? Secara menakjubkan, peneliti telah menemukan bahwa brainwriting mendapatkan ide kreatif terbaik dari orang yang paling mungkin dalam waktu yang paling singkat—tanpa adanya rasa gelisah, politik, kepribadian, atau waktu yang menghambat. Peningkatan luar biasa ini menghasilkan beberapa manfaat penting:

Ketika tidak ada "penampilan" (berbicara di depan umum) tidak ada rasa gelisah.

  1. Tidak ada feedback negatif dalam bentuk gumaman komentar, mata berputar, atau dengusan - karena tidak ada peluang bagi kelompok itu untuk merespon saran tertulisnya.
  2. Tidak ada peluang atau aliansi atau fraksi politik yang terbentuk, karena tiap individu diminta untuk menulis pemikirannya sendiri—secara pribadi dan tanpa nama.
  3. Anonim juga membuat mungkin untuk anggota kelompok yang paling malu dan paling gelisah untuk mengungkapkan idenya tanpa rasa takut dihakimi.
  4. Ide setiap orang dapat diekspresikan secara bersamaan, sehingga memotong masalah yang dibuat dengan menunggu giliran, mengelola kelompok dinamis, dan perasaan yang telah didahului untuk ide yang sama. Sebagai alternatifnya, mungkin untuk mengumpulkan ide tertulis tanpa benar-benar mengadakan meeting sama sekali.
  5. Mungkin bagi orang untuk mengkritik dan / atau membangun ide orang lainnya secara tertulis—tanpa maksud untuk politik atau akibat emosional.
  6. Ketika banyak ide dibangun secara bersamaan, lebih banyak ide yang dapat dibangun dengan cepat.
  7. Brainwriting merupakan pendekatan yang lebih fleksibel daripada brainstorming: itu dapat dicapai dalam sebuah kelompok atau individu, sekaligus atau dalam waktu tertentu, secara public atau privat, dengan berapapun ukuran kelompok, dengan atau tanpa kritik dan diskusi.
  8. Karena brainwriting adalah, secara definisi, tertulis, tidak ada ide yang akan terlewatkan dalam kebingungan atau percakapan umum.

Bagaimana Melakukan Brainwriting

Ada sejumlah pendekatan yang berbeda untuk melakukan brainwriting pada situasi dan kebutuhan yang berbeda. Beberapa pendekatan termasuk interaktif, beberapa yang lainnya tidak. Bagaimana pun juga semuanya berdasarkan teknik yang mendasar.

Dasar-dasar brainwriting

Atur tempatnya. Sebanyak yang akan kamu lakukan ketika memulai sesi brainwriting, kamu akan perlu mengatur tempat untuk brainwriting. Sediakan peserta informasi dasar yang mereka perlukan untuk menyarankan ide yang inovatif dan bersemangat. Khususnya:

  1. Pertanyaan apa yang kamu harapkan untuk dijawab partisipan? Pertanyaannya dapat menjadi kreatif ("Tagline apa yang akan mewakili paling baik akan klien periklanan kita?" atau "Bagaimana kita dapat menambahkan nilai pada produk ini?") atau prosedural (misalnya, "Bagaimana kita bisa mengurangi jumlah waktu yang dibutuhkan untuk melengkapi X?" atau "Bagaimana kita dapat mengatur struktur meeting lebih efektif dan efisien?").
  2. Bagaimana jawabannya seharusnya ditampilkan? Kebanyakan brainwriting berkerja dengan kartu index kecil dalam bentuk tulisan tangan. Ini membuatnya mudah bagi peserta untuk menuliskan ide dengan cepat tanpa tekanan berpikir sepanjang detailnya. Dalam beberapa kasus, bagaimana pun juga, ide mungkin dituangkan dalam post-it atau dicorat-coret ke dalam kertas poster.
  3. Apakah ada aturan dasar? Jika diinginkan, kamu dapat menentukan parameter untuk jumlah waktu yang diizinkan untuk menulis, atau membatasi pilihan ide. Sebagai contoh, "kamu memiliki lima menit dan idemu harus sesuatu yang dapat diselesaikan tanpa menghabiskan dana tambahan."
  4. Jelaskan rencanamu. Dengan tujuan untuk membantu orang bebas mengekspresikan ide mereka tanpa ragu ragu, jelaskan bahwa brainwriting adalah proses yang anonim. Lalu jelaskan langkah-langkah yang akan kamu ikuti setelah ide tertulis. Kamu mungkin memilih untuk mengikuti proses dasar atau satu pilihan kemungkinan brainwriting lainnya di bawah ini.
  5. Tuliskan. Peserta memiliki sejumlah waktu untuk menuliskan ide mereka pada jenis kertas yang sesuai. Waktu harus tetap singkat (hanya beberapa menit) dengan tujuan untuk mengumpulkan ide yang tidak perlu dijabarkan detailnya atau dijustifikasi dalam pikiran mereka.
  6. Bagikan. Ide cukup dapat dikumpulkan dan disusun oleh kelompok pengambil keputusan. Sebagai gantinya, mereka dapat diposting, dibaca dengan keras dalam tanpa tujuan tertentu, atau diketikkan dan dibagikan di lain waktu. Jika diinginkan, keseluruhan kelompok brainwriting mungkin diminta untuk memberikan suara pada ide favorit mereka.

Lebih Banyak Metode Brainwriting

Selama beberapa tahun terakhir, profesional manajemen telah hadir dengan sejumlah cara kreatif untuk menggunakan proses brainwriting. Beberapa sangat interaktif, sementara lainnya membuat anggota kelompok untuk merespon dengan ide terlalu seiring waktu.

Brainwriting Interaktif

Metode ini membangun teknik dasar yang dijelaskan di atas. Alih-alih hanya mengumpulkan kartu ide, peserta mengangsurkan kartu mereka pada anggota tim yang lain. Anggota tim kemudian mengutarakan komentar atau tambahan pada kartu sebelum mengangsurkan ke orang berikutnya. Proses ini berlanjut selama yang diinginkan. Idealnya, proses tidak mencakup percakapan.

Brainwriting 6-3-5

Mencari sebuah cara untuk membangun banyak ide dalam waktu cepat? Jika kamu memiliki kelompok besar, 6-3-5 adalah pilihan yang bagus: kelompok enam orang membangun tiga ide per putaran, dimana tiap putaran berakhir lima menit. Download Lembar Kerja Brainwriting 6-3-5 kamu secara gratis untuk digunakan dalam sesimu. Berikut langkah-langkah untuk diikuti:

  1. Buat sebuah form. Kamu perlu membuat sebuah form untuk setiap peserta . Letakkan masalah atau pertanyaan untuk diketahui pada bagian atas form, dan kemudian buat tiga kotak untuk tiap enam putaran (untuk total 18 kotak).
  2. Atur timer, lalu mulai putaran itu.
  3. Putaran pertama: Dalam putaran 5 menit pertama, tiap peserta akan menulis satu ide cepat dalam tiap tiga kotak pada bagian atas form mereka.
  4. Putaran kedua: Sekarang peserta mengangsurkan kertas mereka kepada orang di sebelahnya dalam kelompok mereka. Orang kedua membaca satu set ide pertama, dan kemudian menuliskan satu set tiga ide di bawahnya. Set kedua ide ini mungkin berupa ide baru, atau pengembangan atau mungkin variasi ide yang sudah dijelaskan.
  5. Untuk putaran ketiga, keempat, kelima, dan keenam, peserta melanjutkan mengangsurkan form mereka dan mengisinya dengan ide baru dan / atau yang dikembangkan. Ketika setiap peserta mendapatkan formnya kembali, maka proses ini telah selesai.
  6. Sortir idenya. Ini dapat diselesaikan entah oleh kelompok atau oleh pembuat keputusan. Satu kemungkinan adalah dengan memindahkan semua ide pada post-it dan membiarkan kelompok untuk secara tenang mengatur catatan itu dalam "gugus" yang nantinya dapat diberi nama.
  7. Pilih sebuah arahan. Sekali lagi, keputusan akhir dapat dibuat oleh manajemen berdasarkan pada masukan tim, atau oleh kelompok. Jika pengambilan keputusan kelompok lebih disukai, kelompok itu memberikan suara pada gugus yang telah mereka buat.

Brainwriting Kolaboratif

Dalam beberapa situasi, sebuah meeting kelompok mungkin tidak praktis atau sesuai. Dalam kasus itu, brainwriting dapat dicapai secara kolaboratif:

  1. Pilih sebuah ruang yang umumnya dapat diakses namun tidak di tengah area kerja (sebuah ruang kecil, aula, dll.)
  2. Pasang sebuah poster besar di dinding, dan sediakan marker / spidol.
  3. Tuliskan pertanyaan / masalah di bagian atas kertas.
  4. Undang peserta untuk menuliskan ide mereka pada kertas ketika mereka memiliki waktu dan / atau inspirasi. Peserta mungkin juga mengomentari atau membangun ide yang telah tertulis pada kertas.
  5. Setelah beberapa waktu, lepaskan kertas dan kumpulkan ide atau ganti kertas itu dengan post-it dan dorong peserta untuk menyusun ide ke dalam gugus jika memiliki waktu.

Situasi Terbaik dan Terburuk Untuk Brainwriting

Brainwriting memiliki banyak keuntungan, dan ideal untuk jenis tertentu atau kerja kreatif. Pilih brainwriting ketika kamu berkerja dengan:

  • Kelompok besar dimana anonim mungkin secara realistis.
  • Situasi waktu terbatas dimana kamu perlu membangun sejumlah besar ide kreatif dalam waktu singkat.
  • Kelompok yang berkuasa secara politik yang memiliki potensi untuk mendiamkan beberapa suara atau membiarkan suara lainnya menjadi dominan.
  • Kelompok yang mencantumkan banyak tingkat manajemen.
  • Pertanyaan sederhana yang secara relatif merespon ("bagaimana kita dapat meningkatkan kecepatan kita merespon pertanyaan pelanggan" versus "apa cara yang lebih baik untuk mengelola startup kita").
  • Situasi dimana banyak sudut pandang benar-benar mungkin dan berarti (yaitu, ada banyak kemungkinan solusi, dan bos belum membuat ekspektasinya dengan jelas).
  • Kelompok yang tidak memiliki akses ke fasilitator brainstorming terlatih.

Ada juga situasi dimana brainwriting tampaknya tidak berkerja dengan baik - atau dimana strategi kreatifitas lainnya mungkin lebih sesuai atau berguna. Khususnya:

  • Kelompokmu terlalu kecil (kurang dari enam mungkin terlalu sedikit).
  • Kamu berkerja pada proyek kreatif yang kompleks yang memerlukan kolaborasi sesungguhnya.
  • Ide yang kamu ajukan terlalu kompleks untuk dikomunikasikan dalam beberapa kata atau dikembangkak dalam beberapa menit.
  • Anggota kelompokmu tidak nyaman dalam menulis (atau memiliki kemampuan menulis campuran).
  • Hanya ada dua atau tiga kemungkinan solusi pada pertanyaan yang ada.
  • Kamu tidak memiliki waktu untuk mereview semua ide.

Pendekatan Bebas Risiko Untuk Pembentukan Ide

Sementara brainwriting mungkin bukan merupakan pendekatan ideal untuk semua kejadian, itu adalah cara yang bebas risiko untuk melibatkan tim dalam proses kreatif. Dengan fleksibilitas dan inkluisivitas yang terbuka, itu mendorong memperluas kolam kreatifmu sembari menyediakan peluang yang banyak dibutuhkan untuk timmu dalam mencoba sesuatu yang baru.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.