Unlimited WordPress themes, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Business
  2. Risk Analysis
Business

Bagaimana Mengelola Risiko Mata Uang dan Nilai Tukar (Bagi Usaha Kecil)

by
Difficulty:BeginnerLength:LongLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Kurniawan Sugi Purwanto (you can also view the original English article)

Jika Anda berpikir bahwa hanya para bankir dan pedagang saham yang layak khawatir akan mata uang dan nilai tukar, pikirkan sekali lagi. Banyak usaha kecil yang rawan terhadap risiko nilai tukar, baik mereka menyadarinya atau tidak.

Ambil contoh pemungutan suara Brexit di Inggris tahun lalu. Nilai poundsterling jatuh secara tajam terhadap euro setelah Inggris memilih untuk meninggalkan Uni Eropa, dengan konsekuensi yang parah bagi  berbagai usaha kecil yang berniaga lintas batas negara.

"Karena kami punya banyak pengeluaran dalam Euro dan kebanyakan penghasilan kami dalam poundsterling, kami terdampak penurunan hampir 20% setelah pelemahan nilai poundstering tahun ini," kata Ian Baxter, pemimpin Baxter Freight di Inggris.

Bukan hanya perusahaan-perusahaan Inggris yang terdampak. Kejatuhan Brexit juga mengakibatkan fluktuasi tajam pada berbagai mata uang global. Dan itu hanya salah satu contoh di antara banyak yang lainnya dalam sejarah, mulai kejatuhan dramatis dalam sehari franc Swiss hingga penurunan yang lebih lambat yen Jepang. Dan terkadang, beberapa patah kata dari presiden bisa mengakibatkan volatilitas nilai dolar AS.

Lini bawah: Jika usaha kecil Anda mengenakan biaya atau memperoleh pendapatan dari negara lain, kemungkinan Anda rawan terhadap risiko mata uang. Anda bisa melihat penghasilan Anda tiba-tiba menurun atau beban Anda meningkat akibat kejadian politik global yang di luar kendali Anda.

mitigate currency and exchange rate risk
Apakah Anda membutuhkan mitigasi terhadap risiko mata uang dan nilai tukar? (sumber grafis)

Jadi di tutorial ini, Anda akan belajar cara mengelola risiko mata uang dan nilai tukar Anda. Pertama, kita akan mendefinisikan beberapa istilah dan memperjelas apa saja risikonya. Lalu, Anda akan belajar tentang bagaimana melakukan kuantifikasi risiko untuk bisnis Anda dan bagaimana melihat beberapa risiko berbeda. Akhirnya, kita akan melihat beberappa strategi untuk mengurangi risiko mata uang Anda.

Di akhir tutorial ini, Anda akan jauh lebih jelas tentang bagaimana pergerakan nilai tukar mata uang asing bisa mempengaruhi usaha kecil Anda, dan ada beberapa strategi praktis untuk mengurangi risiko terpapar hal itu.

1. Apa Itu Risiko Mata Uang dan Nilai Tukar?

Pertama, mari kita mendefinisikan apa yang dimaksud dengan risiko mata uang dan nilai tukar.

Pada dasarnya, yang kita bicarakan adalah risiko perubahan nilai relatif berbagai mata uang yang berbeda, yang pada gilirannya bisa mempengaruhi pemasukan, beban, arus kas, dan laba bisnis Anda. Hal tersebut akan disebut sebagai risiko mata uang, risiko nilai tukar, atau risiko nilai tukar mata uang asing—pada pokoknya adalah hal yang sama.

Mari melihat beberapa contoh untuk memperjelasnya:

Bisnis yang Sepenuhnya Lokal

Katakan saja Anda melakukan seluruh bisnis Anda dalam satu negara—anggap saja Amerika. Sumber semua produk Anda ada di Amerika, semua kantor dan karyawan Anda ada di Amerika, dan Anda tidak punya pelanggan internasional. Anda juga tidak punya investasi luar negeri.

Dalam hal itu, mungkin Anda tidak punya risiko mata uang. Semua pendapatan Anda adalah dalam dolar AS, dan semua beban Anda juga dikenakan dalam dolar AS. Jadi volatilitas mata uang global hanya berpengaruh sedikit atau tidak berpengaruh pada bisnis Anda.

Importir

Sekarang anggap saja Anda punya bisnis yang berbasis di AS, dan Anda hanya menjual ke para pelanggan di dalam AS, jadi semua pendapatan Anda diperoleh dalam dolar. Tetapi kali ini, produk yang Anda produksi dirakit di Meksiko, jadi banyak biaya Anda yang berupa peso Meksiko.

Dalam hal ini, 10% penurunan nilai dolar AS terhadap peso Meksiko akan membuat biaya produksi Anda naik 10%, sedangkan pemasukannya tetap sama. Untuk bisnis yang marginnya ketat, hal ini cukup membuat perbedaan antara menghasilkan keuntungan atau kerugian.

Eksportir

Dalam contoh ini, produk manufaktur Anda di Amerika sepenuhnya berbasis pada bahan mentah dan tenaga kerja Amerika, tetapi Anda menjual sebagian besar produknya ke pelanggan di Kanada, yang membeli dari toko-toko Kanada dengan menggunakan dolar Kanada.

Kali ini, beban Anda dikenakan dalam dolar AS, tetapi beberapa penghasilan Anda didapatkan dalam dolar Kanada. Jika dolar AS menguat terhadap dolar Kanada, maka penghasilan Anda di Kanada akan berkurang sebanyak itu. Sementara itu, beban Anda tetap sama, Sekali lagi, perubahan cepat volatilitas nilai tukar bisa dengan segera membalik laba jadi rugi.

Kasus yang Kompleks

Hari-hari ini, semakin banyak bisnis yang jatuh ke dalam kategori akhir ini. Anda memiliki sejumlah beban dalam beberapa mata uang asing, dan juga beberapa penghasilan dalam sejumlah mata uang asing. Mungkin Anda berbasis di AS, tetapi Anda mempekerjakan para freelancer di Eropa dan Kanada, dan Anda mengimpor produk dari China yang kemudian Anda menjualnya ke para klien di seluruh dunia.

Dalam hal ini, ada banyak bagian yang bergerak, dan Anda harus melakukan sejumlah analisis untuk menemukan bagaimana sebenarnya paparan berbagai mata uang asing terhadap Anda. Jangan khawatir—kita akan melihat bagaimana cara melakukannya di bagian berikutnya.

2. Bagaimana Cara Melakukan Kuantifikasi Risiko Nilai Tukar Anda

Kapan saja Anda dihadapkan pada risiko potensial, langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan kuantifikasi. Berapa banyak paparan yang Anda miliki terhadap gejolak mata uang global? Dalam skenario kasus terburuk, berapa banyak kemungkinan kerugian Anda? Di bagian ini kita akan melihat cara melakuan kuantifikasi risiko mata uang Anda.

Lakukan Inventarisasi

Mulailah dengan menuliskan apa saja yang Anda lakukan yang melibatkan mata uang asing. Mata uang "dasar" Anda adalah yang digunakan di negara tempat bisnis Anda, dan kemungkinan itulah yang digunakan untuk membuat laporan keuangan, membayar pajak bisnis, dan sebagainya. Buatlah daftar semua yang Anda lakukan yang tidak menggunakan mata uang dasar.

Bisa jadi ini adalah penghasilan luar negeri Anda. Atau mungkin karyawan yang tinggal di luar negeri dan dibayar dengan mata uang mereka sendiri. Atau boleh jadi bahan mentah atau peralatan yang harus diimpor sebagai bagian proses produksi Anda. Bisa jadi juga berupa investasi dalam saham, obligasi, atau dana global. Atau pengeluaran satu kali yang besar, seperti proyek tertentu yang Anda kerjakan di luar negeri, kantor luar negeri yang Anda siapkan, atau bagian penting peralatan yang harus dibeli.

Sekarang, telusuri akun-akun Anda dan dapatkan semacam jumlah total untuk diberikan ke tiap kategori. Sebagai contoh, mungkin Anda menemukan bahwa paparan Anda tampak seperti ini (dengan menggunakan dolar AS sebagai mata uang rumah dan membulatkan angkanya untuk penyederhanaan).

Pemasukan

  • Penjualan tahunan £50.000 di Inggris ($65.000 pada nilai tukar saat ini)
  • Penjualan tahunan €100.000 di Eropa ($110.000 pada nilai tukar saat ini)

Beban:

  • Gaji €100.000 bagi para staf penjualan di Eropa ($110.000 pada nilai tukar mata uang saat ini)
  • 5.000.000 peso Meksiko untuk biaya produksi ($250.000 pada nilai tukar mata uang saat ini)

Jalankan Beberapa Skenario

Ada beberapa cara mengukur risiko. Beberapa yang paling efektif adalah juga yang paling rumit—sebagai contoh baca makalah ini, yang dengannya Departemen Pertahanan Nasional Kanada menguantifikasi risiko mata uang asingnya dengan menggunakan model Value-at-Risk yang kompleks.

Jika Anda bisa mengikuti metodologinya dan mengimplementasikannya bagi bisnis Anda, itu hebat. Tetapi biasanya metode seperti ini adalah untuk perusahaan-perusahaan besar dan pemerintahan, yang memiliki satu departemen khusus untuk manajemen risiko dan bisa mempekerjakan para pakar terlatih untuk membuat formula dan mengunyah angka-angkanya. Untuk rata-rata usaha kecil, pendekatan yang lebih sederhana kemungkinan adalah yang lebih tepat.

Satu pendekatan sederhana yang bisa efektif adalah menjalankan beberapa skenario berbeda dan mengalkulasi efeknya pada bisnis Anda.

Bayangkan jika mata uang dasar Anda tiba-tiba turun 25% terhadap mata uang lain yang Anda memiliki paparan darinya. Bagaimana hal itu akan mempengaruhi pendapatan dan beban Anda? Dan dampak apa yang terjadi pada keseluruhan laba Anda? Bagaimana jika melemah 50% atau menguat sejumlah itu?

Mari melihat cara kerjanya dengan angka-angka contoh yang saya gunakan di atas:

  1. Jika nilai EUR/USD berubah dari 1,10 ke 0,80, maka penjualan tahunan di Eropa hanya akan bernilai $80.000, bukannya $110.000—penurunan $30.000 ke lini bawah. Tetapi di sisi lain, beban gaji staf Eropa juga akan berkurang dalam jumlah yang sama, jadi dampak bersihnya nol. Berita bagus!
  2. Perubahan dolar terhadap poundsterling, di sisi lain, akan memiliki dampak yang lebih besar. Jika nilainya berubah dari 1,3 ke 1,8, penjualan £50.000 akan bernilai $90.000 alih-alih $65.000—rezeki nomplok $25.000. Tetapi jika melemah dari 1,3 ke 1,0 maka penjualan yang sama hanya akan bernilai $50.000, dengan kerugian $15.000. Jika itu kondisinya, tidak ada beban biaya lain untuk menutupinya.

Anda bisa melanjutkan untuk menjelajahi prosesnya dengan mata uang yang berbeda-beda, untuk melihat seperti apa kemungkinan efeknya. Gunakan data mata uang di masa lampau untuk melihat bagaimana kemungkinan gejolaknya, tetapi camkan juga dalam pikiran bahwa kejadian politik tak terduga juga bisa mengakibatkan volatilitas yang lebih hebat yang mungkin Anda belum pernah melihatnya sebelumnya. Jadi jangan terlalu bergantung pada masa lalu untuk memprediksi masa depan!

Taksir Dampaknya Terhadap Lini Bawah

Apabila Anda mendapatkan gambaran tentang berapa banyak perubahan mata uang yang bisa mempengaruhi pendapatan dan penjualan Anda, langkah akhirnya adalah meletakkan ini dalam konteks profitabilitas keseluruhan perusahaan Anda.

Jadi, lihat laporan keuangan Anda tahun ini, dan lihat bagaimana angka-angkanya berubah dengan diperhitungkannya nilai tukar mata uang yang berbeda. Apakah penurunan tajam atau penguatan mata uang dasar mengakibatkan risiko kerugian bagi Anda? Bagaimana hal itu akan mempengaruhi arus kas Anda?

Ketika Anda memiliki semua informasi ini di ujung jari, Anda akan berada dalam posisi yang bagus untuk mengetahui risiko mana yang Anda ingin kurangi, dan yang cukup kecil sehingga bisa diterima. Akan kita lihat beberapa tindakan berdasarkan informasi tersebut di bagian berikut.

Sementara waktu, jika Anda ingin mendapat lebih banyak informasi tentang kuantifikasi risiko, Anda bisa membaca seri kami dalam pengelolaan risiko dalam bisnis Anda, terutama tutorial ini:

3. Bagaimana Mengurangi Risiko Mata Uang Anda

Sekarang Anda telah memiliki kejelasan seputar paparan mata uang, saatnya untuk melihat apa yang bisa dilakukan untuk menanganinya. Berikut adalah beberapa strategi yang bisa digunakan:

Beban dan Pendapatan yang Sesuai

Sebagaimana telah kita lihat, salah satu sumber utama risiko mata uang asing adalah beban dan pendapatan yang dikenakan dan diperoleh dalam mata uang asing. Sehingga salah satu cara untuk mereduksi risiko tersebut adalah dengan mengubah praktik bisnis Anda sehingga tidak lagi ada perbedaan semacam itu.

Sebagai contoh, suatu bisnis di Eropa yang melakukan manufaktur di Inggris tetapi menjual produknya di Eropa akan bergantung pada gejolak mata uang antara poundsterling dan euro. Dengan memindahkan proses manufaktur ke negara yang berada dalam zona euro, perusahaan itu akan memiliki beban dan pendapatan dalam euro sehingga sangat mengurangi bahkan menghilangkan risiko nilai tukar.

Ini adalah contoh sederhana namun dalam banyak hal berbagai bisnis tidak akan mampu mengeliminasi risiko secara keseluruhan. Sederhana saja tujuannya adalah memiliki keseimbangan yang lebih baik, sehingga apabila mata uangnya bergerak, Anda mendapatkan sesuatu di satu bidang untuk menutupi kerugian di bidang yang lain (sebagaimana bisa dilihat pada contoh di atas, yang paparan perusahaan terhadap euro secara efektif seimbang antara beban dan pendapatan).

Strategi ini bisa sangat efektif, dan lebih mudah untuk dipahami secara konseptual daripada beberapa strategi finansial yang akan kita lihat setelah ini. Meskipun demikian strategi-strategi tersebut mungkin sulit dipraktikkan untuk melakukan perubahan sedemikian rupa pada struktur bisnis Anda tanpa harus menghadapi konsekuensi berat lainnya.

Lagipula, ada alasan-alasan bagus mengapa Anda memilih untuk mengatur bisnis Anda dengan cara yang telah Anda lakukan. Mungkin Anda ingin memanfaatkan biaya manufaktur yang lebih murah di negara lain, atau pasar pelanggan yang besar di luar negeri. Tidak masuk akal jika Anda meninggalkan keunggulan kompetitif besar karena khawatir akan risiko mata uang.

Pagari Risikonya Dengan Derivatif

Jika Anda ingin tetap melakukan bisnis secara internasional dengan cara yang selalu Anda lakukan sebelumnya, tetapi ingin mengurangi risiko nilai tukar, Anda bisa mempertimbangkan penggunaan derivatif untuk memagari terhadap paparan.

Derivatif keuangan terkenal kompleksitasnya—dan terkadang itu benar, tetapi juga ada beberapa strategi sederhana yang bisa Anda gunakan meskipun Anda tidak terlalu paham trading.

Sebagai contoh, anggap saja Anda punya pengeluaran besar yang jatuh tempo sebulan dari sekarang, dan Anda harus membayarnya dengan mata uang asing. Anda telah menganggarkan $50.000, tetapi khawatir bahwa jika terjadi perubahan nilai mata uang dalam beberapa pekan ke depan, akhirnya Anda harus membayar lebih banyak.

Dengan satu kontrak "ke depan" sederhana, Anda bisa secara efektif mengunci nilai tukar hari ini, memastikan bahwa ke mana saja nilai tukar bergerak mulai hari ini hingga kemudian hari, jumlah yang harus Anda bayar tetap $50.000.

Memungkinkan juga untuk menggunakan derivatif dalam rangka mengelola lebih banyak situasi kompleks daripada yang ini, dan jika dilakukan dengan baik Anda bisa mengurangi risiko Anda. Namun demikian berhati-hatilah, dan pastikan Anda memahami apa yang Anda beli dan apa saja risikonya. Dengan kemunculan Brexit dan pergerakan mata uang yang ekstrem, sejumlah usaha kecil Inggris terbakar oleh strategi derivatif kompleks yang seharusnya bisa mengelola risiko nilai tukarnya tetapi malahan meningkatkan risiko tersebut.

Bagi sebagian besar transaksi keuangan, yang terbaik adalah mengikuti saran Warren Buffet untuk tidak berinvestasi pada apapun yang tidak Anda pahami. Tetapi jika Anda berjalan dengan hati-hati dan memahami apa yang Anda lakukan, derivatif bisa menjadi strategi yang efektif.

Serahkan ke Pelanggan Anda

Opsi ini sederhana saja. Jika gejolak mata uang menjadikan barang Anda 100% lebih mahal, Anda menaikkan harga sebesar 10% supaya margin keuntungan tetap sama.

Jika Anda belum menggunakan metode manapun untuk mengurangi paparan Anda, mungkin inilah opsi terbaik—atau mungkin satu-satunya cara untuk tetap mendapat laba. Inilah yang dilakukan para pengusaha kecil Inggris yang kami temui di awal tutorial ini setelah Brexit:

"Biaya ekstra harus dikenakan pada para pelanggan kami. Untuk barang-barang yang diimpor ke Inggris, tentu saja ini akan mengakibatkan peningkatan harga."

Tetapi yang sederhana belum tentu efektif. Ada kerugian-kerugian utama dalam melakukan strategi ini. Para pelanggan Anda mungkin tidak sangat bahagia menghadapi kenaikan harga, dan mungkin produk Anda jadi tidak kompetitif. Jika Anda salah melakukannya, bisa-bisa Anda kehilangan pelanggan, sehingga pendapatan tidak meningkat sebanyak yang diharapkan. Dan ingatlah bahwa jika Anda membebankan kenaikan biaya ke para pelanggan, mereka akan mengharapkan Anda mengurangi harga apabila mata uang bergerak ke arah yang berlawanan.

Jika Anda memutuskan untuk menggunakan strategi ini, pahami bahwa masih ada risikonya. Dan pelajari tutorial penentuan harga di bawah ini:

Kesimpulan

Dalam tutorial ini, Anda telah terjun ke pasar mata uang internasional. Anda telah melihat bagaimana perubahan di nilai mata uang asing bisa memiliki dampak yang besar bagi bisnis Anda. Tetapi lebih dari itu, Anda telah belajar cara kuantifikasi dampak tersebut, dan Anda juga telah mempelajari beberapa langkah yang bisa diambil untuk mengurangi atau memitigasi risiko nilai tukar mata uang asing Anda.

Sebagai pemilik usaha kecil, mungkin Anda tidak tahu banyak tentang pergerakan mata uang internasional, dan mungkin Anda tidak ingin terlalu banyak tahu. Tetapi jika Anda memiliki paparan internasional, bisnis Anda akan terpengaruh oleh pergerakan tersebut, baik Anda suka atau tidak. Setidaknya sekarang Anda ada dalam posisi yang lebih baik untuk memahami dampaknya dan mengambil tindakan untuk mengelolanya.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.