Unlimited PowerPoint templates, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Business
  2. Finance

Exit Strategy Paling Efektif untuk Bisnis Anda

by
Read Time:11 minsLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Muhammad Naufal (you can also view the original English article)

Apakah anda memiliki exit strategy?

Anda akan menemukan banyak petunjuk dalam membangun bisnis yang sukses, namun orang tidak banyak berbicara tentang bagaimana meninggalkannya.

Sebetulnya ada banyak alasan bagus mengapa anda ingin "exit" atau keluar dari bisnis. Mungkin anda telah menemukan kesempatan yang lebih baik di tempat lain, dan ingin memulai usaha baru. Mungkin anda ingin pensiun atau mundur. Mungkin bisnis anda sudah bisa berjalan dengan sendirinya, dan anda tidak lagi memiliki hasrat untuk bisnis tersebut. Mungkin anda perlu mengumpulkan uang dengan cepat, dan menjual bisnis anda merupakan satu-satunya jalan.

Bahkan jika anda tidak berencana untuk meninggalkannya dalam waktu dekat, perlu dipikirkan tentang pilihan exit anda dan memiliki strategi yang tepat. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

Dalam tutorial ini, anda akan belajar tentang berbagai strategi yang dapat digunakan pemilik bisnis untuk menjual atau exit dari perusahaan mereka, melihat kelebihan dan kekurangan masing-masing pendekatan, dan akan mempelajari beberapa hal penting yang perlu diingat jika anda memutuskan untuk terus maju dan exit dari bisnis anda.

1. Serahkan pada Orang Lain

Transisi alami untuk banyak bisnis keluarga itu sederhana, yaitu untuk memberikan kepemilikan kepada generasi berikutnya. Bagaimanapun pada kenyataannya, seringkali tidak begitu sederhana. Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan.

Keuntungan

Bila anda meneruskan bisnis anda ke anggota keluarga, keuntungan utamanya adalah kontinuitas. Tidak ada orang luar yang perlu dilibatkan: anda dapat menyerahkan bisnis anda kepada seseorang yang anda percaya, dan melihatnya melakukannya di keluarga untuk generasi yang lain. Ini juga cara yang bagus untuk mewujudkan masa depan anak-anak anda, jika menjalankan bisnis keluarga adalah sesuatu yang menarik minat mereka.

Juga relatif mudah untuk menyelesaikan transisinya, jika setiap orang sepakat. Anda tidak perlu mencari pembeli luar, menegosiasikan penjualan, dan menderita dengan proses rincian perusahaan dan catatan keuangan yang kompleks. Ini bisa menjadi transisi yang mulus dengan dampak yang minimal dalam menjalankan bisnis.

Kekurangan

Sayangnya, tidak semua transisi ke generasi berikutnya berjalan begitu lancar. Terkadang putra atau putri anda mungkin memiliki gagasan berbeda tentang bagaimana menjalankan bisnis, atau mungkin ada konflik antara saudara kandung yang memiliki kendali.

Dalam kasus yang ekstrem, keluarga bisa terkoyak oleh sengketa mengenai arah bisnis. Ayah dan putranya pemilik dari hotel chain mewah di Inggris berakhir di pengadilan tahun lalu, dengan ayah tersebut menuntut anaknya sekitar £50 juta, mengklaim bahwa dia telah ditiadakan dari bisnisnya sendiri.

Pertimbangkan juga implikasi pajaknya. Jika anda mentransfer kepemilikan perusahaan tanpa pembayaran atau kurang dari nilai pasarnya, otoritas pajak dapat melihatnya sebagai hadiah dan tagihan pajak penghasilan. Aturannya rumit, jadi pastikan untuk memeriksanya dengan akuntan atau penasihat keuangan anda dan memastikan bahwa anda melakukan transfer dengan cara yang tidak memberi penerus atau pengganti anda dengan tagihan pajak yang besar.

Tips untuk Sukses

Kenali keluarga anda, dan buatlah keputusan berdasarkan apa yang benar untuk bisnis. Konsultan manajemen Ernst & Young merekomendasikan untuk mengambil penasihat eksternal untuk mendapatkan pandangan yang lebih obyektif, dan juga menciptakan sebuah rencana suksesi formal untuk memastikan bahwa harapan ditetapkan secara jelas di semua sisi.

Juga pastikan bahwa anda telah meneruskan semua skill dan pelatihan yang diperlukan kepada pengganti anda, dan pertimbangkan untuk membuat "roundtable" atau diskusi keluarga untuk memastikan bahwa keputusan utama dibuat secara adil, dengan keterlibatan semua anggota keluarga, yang dengan itu setiap potensi konflik akan cepat mereda.

2. Buyout Karyawan atau Management

Jika meneruskan bisnis anda ke anggota keluarga bukanlah pilihan, pertimbangkan "friendly buyer" lain seperti manajer anda yang ada atau sekelompok karyawan. Mereka bisa mengumpulkan dana mereka dan membeli bisnis tersebut dari anda.

Keuntungan

Buyout (pembelian oleh) manajemen atau karyawan juga bagus untuk kontinuitas. Mereka adalah orang-orang yang tahu persis bagaimana bisnis anda dijalankan, dan memiliki keterampilan untuk terus menjalankannya dengan sukses. Mereka mungkin menjalankan strategi yang sedikit berbeda, tapi masih cenderung menjadi transisi yang mulus. Ini juga memuaskan: pemilik bisnis sering khawatir tentang apa yang akan terjadi pada karyawan jangka panjang mereka saat mereka pergi, dan apa ada cara yang lebih baik untuk mengetahui bahwa mereka terurus dengan baik ketimbang mereka menjadi pemilik yang baru?

Kekurangan

Bagi karyawan anda untuk melakukan bayout, mereka harus mendapatkan uang bersama terlebih dahulu. Ini bisa menjadi masalah, terutama dengan bisnis bernilai lebih besar dan bernilai tinggi. Dalam beberapa kasus, kelompok manajer atau karyawan perlu mengeluarkan pinjaman besar untuk mendanai pembelian, yang bisa sulit untuk diatur.

Salah satu solusinya adalah agar mereka membayar secara bertahap dari waktu ke waktu dari keuntungan perusahaan, tapi ini adalah kelemahan yang jelas bagi anda sebagai penjual, karena ada penundaan dalam menerima uang, dan karena ada risiko bahwa perusahaan akan berjuang dan mereka tidak akan dapat membayar anda dengan jumlah penuh.

Tips untuk Sukses

Seperti pilihan yang pertama, bahaya utamanya di sini adalah membiarkan hubungan pribadi memenuhi penilaian anda. Negosiasi harga bisa sulit dilakukan dengan orang yang anda kenal baik, dan anda mungkin akan meninggalkan uang di atas meja. Jadi, usahakan untuk menjaga agar urusan bisnis tetap ketat, dan bawalah orang luar untuk "menghargai" bisnis dan buat kesepakatan yang adil. Saat kesepakatan selesai, tahan keinginan untuk tetap terlibat, kecuali jika anda diminta untuk melakukannya. Umumnya lebih baik untuk melangkah pergi dan biarkan pemilik baru menjalankan berbagai hal dengan cara mereka sendiri.

3. Menjual Perusahaan

Pilihan ini melibatkan penjualan ke perusahaan lain mungkin salah satu pesaing anda, atau perusahaan yang lebih besar yang ingin mengakuisisi anak perusahaan di industri anda.

Keuntungan

Menjual perusahaan bisa menjadi cara yang efisien untuk mendapatkan harga terbaik untuk bisnis anda. Jika perusahaan lain melihat bisnis anda sempurna dengan strategi perusahaan mereka, mungkin perusahaan tersebut bersedia membayar lebih banyak keuntungan. Untuk mengambil contoh ekstrem, Facebook baru saja membayar $19 miliar untuk perusahaan messaging WhatsApp, sebuah perusahaan yang relatif baru dengan hanya 55 karyawan. Ini sesuatu yang sangat mahal, tapi Facebook bersedia membayar sebanyak itu untuk akses ke basis pelanggan yang lebih muda yang merupakan mobile customer base.

Jika anda beruntung, atau hanya populer, perang penawaran dapat berkembang di antara perusahaan saingan, yang membuat harga perusahaan anda jauh lebih tinggi daripada opsi lainnya.

Kekurangan

Anda tidak lagi meneruskan bisnis anda ke keluarga atau karyawan. Pembeli bisa saja pesaing anda, atau perusahaan besar yang tidak peduli dengan nilai atau tujuan anda. Setelah kesepakatan selesai, anda mungkin melihat bisnis anda berjalan dengan cara yang sama sekali berbeda, digabungkan ke perusahaan yang lebih besar, atau bahkan dipecah. Karyawan yang telah lama bekerja dengan anda bisa dipecat.

Tentu saja hal ini tidak selalu terjadi ada banyak penjualan perusahaan yang bersahabat di mana perusahaan tersebut terus berlanjut dengan sedikit gangguan. Tapi intinya adalah anda tidak memiliki kendali atas takdir perusahaan anda, dan itu bisa menyakitkan bagi banyak pemilik bisnis.

Juga pada level personal, terkadang anda harus menandatangani "non-compete agreements", berjanji untuk tidak mendirikan bisnis saingan di wilayah yang sama untuk jangka waktu tertentu atau untuk mempekerjakan karyawan lama anda, dan dalam beberapa kasus hal tersebut bisa cukup ketat

Tips untuk Sukses

Agar bisnis anda menarik bagi perusahaan lain, anda mungkin perlu melakukan beberapa perubahan yang sulit. Misalnya, perusahaan yang terlalu bergantung pada keahlian anda dan expertise tidak akan mendapatkan harga jual yang bagus, terutama jika anda berencana untuk minggir setelah kesepakatan selesai. Pembeli ingin melihat perusahaan yang bisa berfungsi secara mandiri.

Juga pastikan proses internal anda akan bertahan bila dicermati dari luar. Pembeli potensial akan melakukan "due diligence" yang ekstensif untuk menyelidiki bisnis anda dan memastikannya sehat, dan praktik informal beberapa pengusaha dapat menggagalkan sebuah kesepakatan, atau setidaknya mengurangi harga. Bendera merah umumnya termasuk "jabat tangan" berhubungan dengan sedikit atau tanpa dokumentasi formal, dan mempekerjakan teman atau anggota keluarga sebagai bantuan.

4. Likuidasi

Setelah semua pekerjaan yang anda lakukan untuk membangun bisnis anda, menutupnya dan menjual semua aset mungkin bukan jalan keluar yang ada dalam pikiran anda. Umumnya ini adalah upaya terakhir, ketika bisnis gagal dan pilihan exit lainnya tidak berjalan. Inilah kapan hal ini adalah ide yang bagus, dan apa saja kelemahannya.

Keuntungan

Likuidasi adalah solusi sederhana dan bersih. Tidak perlu ada perencanaan transisi yang perlu dikhawatirkan, tidak ada pembeli untuk dinegosiasikan. Anda hanya mencantumkan semua aset anda dan menjualnya, baik untuk customer, competitor dan supplier, atau dalam pelelangan. Apa pun yang tersisa dari hasil penjualan, setelah melunasi semua kreditur dan pemegang saham lainnya dalam bisnis tersebut, semuanya jadi milik anda. Ini bisa menjadi cara cepat untuk exit dari bisnis dan mengekstrak setidaknya sebagian dari value-nya.

Kekurangan

Dengan likuidasi, anda hampir pasti tidak mendekati value penuh dari perusahaan anda. Untuk satu alasan, anda biasanya hanya menjual aset fisik. Seringkali sebagian besar nilai bisnis ada dalam hal-hal seperti reputasinya, karyawannya, pengetahuan dan hubungannya dengan pelanggan, dan hal-hal tersebut sulit untuk dilikuidasi.

Bahkan aset fisik juga biasanya tidak terjual dengan value penuh. Kita semua pernah melihat penjualan "Penutupan" di toko-toko lokal, di mana barang dagangannya sangat terdiskon sehingga harganya laku cepat. Bahkan jika anda tidak menjalankan toko ritel, melikuidasi perusahaan anda sama dengan menjalankan penjualan "Penutupan". Pembeli tahu bahwa anda perlu menjual dengan cepat, dan anda akan berjuang untuk mendapatkan harga yang bagus.

Tips untuk Sukses

Karena likuidasi cenderung menghasilkan value lebih sedikit daripada opsi exit lainnya, penting untuk mempresentasikan rencana likuidasi anda kepada kreditur dan pemegang saham, dan mendapatkan persetujuan mereka sebelum bertindak. Maka ini tentang melakukan inventarisasi rincian semua aset anda, dan menentukan cara terbaik untuk menjualnya. Pilihannya termasuk menjual langsung ke competitor atau supplier, menjual semua barang anda secara massal ke dealer, mengadakan pelelangan, atau mengadakan penjualan eceran ke pelanggan. Untuk detail lebih lanjut tentang cara melikuidasi dengan sukses, bacalah panduan langkah demi langkah yang berguna yang disiapkan oleh Small Business Administration.

5. Pilihan Lainnya

Semua itu adalah pilihan utama untuk exit total dari bisnis anda, namun anda memiliki alternatif lain, terutama jika anda mencari jalan keluar sebagian. Mungkin anda tidak ingin meninggalkan bisnis anda, tapi hanya ingin mengambil sejumlah uang dari meja dan memilih lebih banyak duduk di belakang dalam menjalankan bisnis.

Dalam hal ini, beberapa opsi yang kita bahas dalam seri Pendanaan Bisnis baru-baru ini bisa patut untuk ditelusuri. Beberapa pemilik bisnis, misalnya, mengundang perusahaan private equity untuk berinvestasi dalam bisnis mereka sebagai exit strategy sebagian. Mereka menjual sebagian besar saham perusahaan ke perusahaan PE, dan menyerahkan beberapa kendali manajerial. Idenya adalah bahwa investor private equity membuat perusahaan lebih berharga selama lima sampai tujuh tahun keterlibatan mereka, dan kemudian mengatur penjualan atau IPO, pada saat di mana pemilik dapat sepenuhnya exit dari diri mereka sendiri, atau tetap menjadi pemangku kepentingan minoritas.

IPO juga dapat digunakan sebagai exit strategi sebagian atau bahkan penuh. Pemilik asli sering tetap tinggal di tempat setelah IPO, tapi beberapa mengambil kesempatan untuk menjual sebagian besar saham mereka dan memberikan kendali manajemen kepada orang lain.

Langkah selanjutnya

Seperti yang telah anda lihat, rute yang anda ambil bergantung pada apa yang ingin anda capai, dan apa yang penting bagi anda.

Menyerahkan bisnis ke anggota keluarga adalah ide bagus jika anda memiliki penerus yang bersedia dan mampu melakukannya, namun terkadang dapat menimbulkan konflik, dan perlu dikelola dengan hati-hati. Manajemen atau buyout oleh karyawan menjaga beberapa kontinuitas dalam bisnis dan memberi penghargaan kepada karyawan setia, namun sulit untuk mengatur apakah perusahaan memiliki valuasi yang tinggi.

Menjual perusahaan sering menawarkan harga terbaik untuk sebuah perusahaan, namun itu berarti kehilangan kontrol. Dan likuidasi adalah pilihan "pilihan terakhir" untuk keluar dari bisnis dengan bersih, tapi biasanya tanpa menyadari value sebenarnya.

Kuncinya adalah merencanakan lebih awal tidak peduli pilihan mana yang anda pilih. Jika keadaan hidup anda berubah tiba-tiba, apa yang akan anda lakukan? Pastikan anda memiliki strategi yang dipetakan, sehingga anda siap untuk exit dari bisnis anda saat waktunya tiba.

Ini juga termasuk membuat bekal untuk kehidupan setelah kepemilikan bisnis. Sebuah survei baru-baru ini menemukan bahwa hampir 70% wirausahawan dan wiraswasta tidak menabung secara fisik untuk masa pensiun. Jika anda menjual bisnis anda untuk uang jutaan, itu tidak akan menjadi masalah. Tetapi jika jumlah penjualannya lebih kecil, atau jika anda ingin meneruskan bisnis ke anggota keluarga, anda harus menyiapkannya sendiri.

Ini semua dan pilihan-pilihan pribadi lainnya akan mempengaruhi jenis exit yang anda pilih, jadi sebaiknya mulai merencanakan dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan anda sesegera mungkin. Jika anda memulai lebih awal dan melakukannya dengan benar, exit dari bisnis tidak akan membuat sakit kepala, tapi transisi yang mulus ke tahap berikutnya dalam hidup anda.

Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.