Advertisement
  1. Business
  2. Diversity

Bagaimana Memastikan Keanekaragaman Dalam Perilaku Perekrutan

by
Difficulty:BeginnerLength:LongLanguages:
This post is part of a series called How to Improve Diversity in Your Business (Essential Guide).
How to Achieve Gender Equality in Your Business
How to Build a Culture of Diversity and Inclusion in Your Workplace

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Sejauh ini di dalam seri meningkatkan keragaman di dalam bisnismu, kita telah membahas sepuluh manfaat utama keragaman tempat kerja, kita telah memeriksa jenis keragaman yang berbeda, dan kita telah merayakan Hari Wanita Internasional dengan membahas strategi dalam mencapai kesetaraan gender di tempat kerja.

Di dalam tutorial hari ini, waktunya untuk fokus pada proses perekrutan. Banyak bisnis yang bersusah payah pada tahapan ini. Mereka menentukan goal keragaman yang ambisius, namun kemudian kandidat yang akhirnya mereka rekrut semuanya berasal dari background yang serupa. Bahkan Facebook, dengan semua inovasinya sebagai sebuah bisnis, mendapatkan kesulitan di dalam area ini.

Bagaimana kamu memperbaiki itu? Tentu saja tidak masuk akal, untuk memperkerjakan orang yang salah untuk sebuah pekerjaan, hanya karena mereka membantumu mencapai beberapa goal keragaman. Itu merendahkan orang yang kamu rekrut, itu dapat menyebabkan kebencian di antara karyawan lainnya, dan itu tidak akan membantu bisnismu melangkah maju.

How do you ensure diversity in your recruiting and hiring practices
Bagaimana memastikan keragaman dalam perilaku perekrutan? (sumber foto)

Jadi di dalam tutorial ini, kamu akan belajar bagaimana menemukan dan merekrut kandidat teratas untuk semua posisi terbuka di dalam sebuah cara yang membantumu memanfaatkan semua manfaat tersebut yang telah kita diskusikan sebelumnya.

Kita akan melihat sembilan strategi yang dapat kamu gunakan untuk merombak proses perekrutanmu. Beberapa sederhana; yang lainnya akan memakan lebih banyak waktu dan akan melibatkan beberapa pekerjaan serius pada bagianmu dan pada bagian staff-mu saat ini.

Kabar baiknya adalah kamu tidak harus melakukan semuanya sekaligus. Kamu dapat mulai dengan memilih yang gampang dan melihat beberapa manfaat langsung, dan kemudian kamu dapat secara meningkat mulai mengerjakan area yang lebih kompleks pada bulan-bulan dan tahun-tahun yang akan datang.

Tentukan Fokus

Sebelum kita mulai melihat strateginya, penting untuk menentukan beberapa obyektif untuk dikerjakan ke depan.

Lihat kembali dimensi keragaman dari tutorial sebelumnya. Secara ideal, kamu akan memperhitungkan semuanya dengan seketika, namun itu mungkin masuk akal untuk fokus hanya pada beberapa pada awalnya, atau bahkan mengambil sekali pada satu waktu, sehingga kamu dapat menuangkan semua energi dan perhatian ke dalam satu area.

Buat sebuah penilaian tempat kerjamu saat ini untuk membantumu memprioritaskan. Apakah kamu ingin mencapai kesetaraan gender yang lebih baik di dalam bisnismu? Atau mungkin kamu ingin mendapatkan penyebaran yang lebih luas pada usia yang berbeda? Ada banyak area untuk dipilih.

Setelah kamu menentukan area fokus, jadilah spesifik dan tentukan goal untuk perilaku perekrutanmu. Saya membahas proses ini di dalam tutorial kesetaraan gender, dan kamu dapat menyesuaikan proses tersebut untuk jenis apapun keragaman lainnya yang ingin kamu kerjakan. Ingatlah bahwa dengan mengubah komposisi tempat kerjamu adalah proses bertahap, bukan selesai dalam semalam, sehingga jadilah realistis di dalam kerangka kerja yang kamu tentukan.

OK, sekarang untuk beberapa strategi. Kita akan mulai dengan beberapa yang mudah, dan kemudian kita akan melanjutkan untuk menyelesaikan permasalahan yang lebih mendalam.

1. Kerjakan Iklan Pekerjaanmu

Apakah kamu secara tidak sengaja menjauhkan kandidat terkualifikasi dengan cara kamu mengiklankan pekerjaanmu?

Studi telah menemukan bahwa bahkan perbedaan kecil dalam kata-kata dapat mengirimkan pesan yang sangat berbeda pada pelamar prospektif. Jadi jika kamu bertanya-tanya mengapa kamu mendapatkan mayoritas pria yang melamar pekerjaanmu, mungkin itu karena iklanmu meminta seseorang yang dapat "menganalisa pasar untuk menentukan harga penjualan yang pantas", alih-alih seseorang yang dapat "mengerti pasar untuk menentukan harga penjualan yang pantas".

Perbedaannya mungkin tampak tidak signifikan, namun riset menunjukkan bahwa itu membuat sebuah perbedaan.

Untungnya, ada alat-alat yang dapat kamu gunakan untuk memeriksa bias tersembunyi di dalam iklanmu. Periksa website gratis Pemecah Kode Gender Untuk Iklan Pekerjaan, atau coba Textio, layanan berbayar dengan uji coba gratis dua minggu. Keduanya akan mengijinkanmu menempelkan teksmu ke dalam sebuah bentuk web dan menganalisanya untuk menyoroti permasalahan potensial.

Sederhana bukan? Yang satu ini tentunya jatuh ke dalam kategori "gampangan" yang saya sebutkan sebelumnya. Jadi mulailah memilih !

2. Buat Kebijakan Keanekaragaman

Banyak iklan pekerjaan yang menyebutkan komitmen perusahaan pada keragaman, namun apa yang terjadi ketika seorang kandidat mulai meriset perusahaanmu? Apakah mereka akan menemukan penyebutan keragaman di dalam pernyataan misi atau nilai-nilai perusahaanmu? Jika tidak, mengapa mereka harus mempercayaimu?

Jadi jika keragaman benar-benar penting bagimu, pastikan itu dicantumkan di suatu tempat di dalam pernyataan misi, nilai-nilai, halaman "Tentang" perusahaanmu, atau pernyataan publik apapun kamu buat tentang siapa dirimu.

Sebagai contoh, Envato, perusahaan induk Tuts+, membuat sebuah pernyataan yang kuat tentang keragaman sebagai bagian nilai intinya:

Kami berkembang ketika kami memenangkan keragaman dan penyertaan. Kami membuat keputusan yang lebih baik, kami lebih kuat dan lebih bahagia, dan itu hal yang benar untuk dilakukan. Merupakan tanggung jawab dan kehormatan kami untuk berada di suatu tempat orang-orang berbakat dan didorong nilai-nilai berkembang. Kami menyambut, dengan penuh rasa hormat dan suportif di tempat kerja, pada situs kami, dan di dalam komunitas kami.

Dengan menunjukkan komitmen nyata untuk keragaman melangkah lebih dalam daripada memiliki kebijaksanaan pada websitemu, tentu saja. Kita akan melihat beberapa cara lagi dalam mengekspresikan komitmen tersebut di dalam tutorial ini dan berikutnya. Namun membuat sebuah kebijakan adalah langkah pertama yang penting.

3. Lambangkan Keanekaragaman

Jika kamu ingin merekrut kandidat yang lebih beraneka ragam lagi, kamu hendaknya menunjukkan itu di dalam pencitraan perusahaanmu.

Ingat pelamar prospektif yang kita bicarakan sebelumnya? Setelah membaca kebijakan keragaman, mereka akan menjelajah websitemu, membaca laporan tahunanmu, melihat bahan-bahan pemasaran, dan sebagainya. Jika mereka tidak melihat keragaman apapun di tempat kerja yang mewakili itu, klaim-mu akan terdengar cukup mengerikan.

BBC membuat film perekrutan beberapa tahun yang lalu yang menekankan jangkauan luar jaringan dan mengklaim, "penting bahwa BBC benar-benar mencerminkan apa yang terjadi di sekitar negara". Namun filmnya merusak pesan tersebut dengan melibatkan peran yang semuanya kulit putih, sehingga memancing keluhan dari kelompok seperti Campaign for Broadcasting Equality.

Jangan lupakan bahwa keragaman adalah lebih dari sebuah ras dan jenis kelamin. Pertimbangkan semua dimensi keragaman yang kita diskusikan di dalam tutorial sebelumnya, dan gunakan pencitraan yang mencerminkan nilai-nilaimu.

4. Jadilah Dapat Diakses

Ini tahun 2017. Tempat kerjamu seharusnya mudah diakses sepenuhnya oleh orang-orang dengan disabilitas. Dalam banyak negara, hukum mensyaratkan itu.

Namun orang tetap sering mengabaikan permasalahan aksesibilitas. Di UK, pemerintah memperkenalkan pengujian untuk melihat apakah orang tetap sesuai untuk manfaat disabilitas, dan dua dari lima orang dikirimkan ke pusat penilaian yang tidak dapat diakses bagi orang cacat.

Disabilitas adalah dimensi penting keragaman, jadi pastikan bahwa kantormu dapat diakses sepenuhnya. Cobalah tes penilaian diri ini, dan buat penyesuaian yang diperlukan—dalam kebanyakan kasus, mereka dapat cukup sederhana dan tidak terlalu mahal.

Jangan juga melupakan websitemu. Jika orang memiliki kesulitan dalam mengaksesnya, mereka mungkin kehilangan semangat untuk melamar, entah karena mereka tidak dapat menemukan informasi yang dibutuhkan atau karena mereka hanya merasa tidak dilibatkan. Kursus berikut akan membantumu mempercepat aksesibilitas web:

5. Tawarkan Bonus Perekrutan Ekstra

Salah satu cara paling umum untuk merekrut karyawan baru adalah melalui referensi. Kamu menanyakan anggota stafmu apakah mereka mengenal seseorang yang akan cocok, dan mereka merekomendasikan orang dari jaringan mereka sendiri.

Itu seringkali merupakan metode yang efektif, namun itu juga dapat membawa pada tempat kerja yang homogen. Itulah mengapa beberapa perusahaan menawarkan bonus referensi ekstra bagi orang yang membuat referensi yang membantu mereka mencapai goal keragaman mereka.

Intel, sebagai contoh, mengumumkan di tahun 2015 bahwa itu akan membayar hingga $4,000 sebagai bonus bagi karyawan yang mereferensikan wanita, minoritas, atau veteran ke tempat kerjanya. Dan Microsoft mengambil pendekatan yang sedikit berbeda, mengikat bonus eksekutif pada usaha keragaman perusahaan.

Uang adalah motivator yang bagus. Sedikit investasi di dalam bonus referensi dapat membawa pada hasil yang besar bagi bisnismu—sementara menempatkan beberapa cash ekstra juga di dalam kantong karyawanmu, yang selalu berjalan dengan baik.

6. Periksa Pertanyaan Wawancara dan Penilaianmu

Apakah kamu suka melakukan wawancara tidak terstruktur? Jenis dimana kamu hanya mengobrol dan mengenal orang, daripada menempatkan mereka melalui sebuah tes?

Ada banyak kepatutan pada pendekatan tersebut, namun salah satu sisi lemahnya adalah itu dapat membawa pada kekurangan keragaman, berdasarkan pada artikel HBR ini:

Ketika sosiologis Lauren Rivera mewawancarai bankir, pengacara, dan konsultan, mereka melaporkan bahwa mereka umumnya mencari seseorang seperti mereka sendiri di dalam wawancara. Mereplikasi diri kita sendiri di dalam perekrutan menyumbangkan pemisahan gender di dalam pekerjaan, sebagai contoh, bankir pria merekrut lebih banyak bankir pria dan guru wanita merekrut lebih banyak guru wanita.

Pendekatan yang lebih terstruktur dapat membantumu membandingkan kandidat secara lebih adil. Tanyakan pertanyaan di dalam urutan yang sama pada tiap kandidat, dan kemudian lakukan evaluasi perbandingan—baca artikel lengkap HBR untuk lebih detail pada prosesnya.

Uji standar mungkin juga membantu, namun gunakan dengan perhatian. Seperti yang dilaporkan The Wall Street Journal:

Kenaikan uji kepribadian telah memercikkan pengawasan pada efektifitas dan keadilan mereka. Beberapa perusahaan telah mengukur skala balik, mengubah atau menghapus kegunaannya pada tes tersebut. Group hak sipil telah lama berfokus pada bentuk yang jelas sebuah diskriminasi tempat kerja mengklaim bahwa algoritma yang didorong data memperkuat ujinya dapat membuat pekerjaan lebih sulit didapat bagi orang yang tidak memenuhi formula yang kokoh ini.

7. Periksa Biasmu Sendiri

Bahkan jika kamu mengambil langkah-langkah di atas, tetap ada kemungkinan menjadi elemen subyektif yang tinggi pada proses perekrutan. Jadi kamu perlu berhati-hati dengan bias bawah sadarmu dan berkerja untuk memperbaikinya.

Kamu mungkin tidak memikirkan dirimu sendiri sebagai bias, namun itulah mengapa mereka menyebutnya bias bawah sadar! Coba beberapa tes pada website Project Implicit. Kamu dapat menguji pikiran dan perasaanmu tentang keseluruhan ragam group yang berbeda. Terus buka pikiran, dan hasilnya mungkin akan mengejutkanmu.

Berkerja untuk mengatasi bias bukanlah proses yang sederhana atau cepat, namun menjadi sadar terhadap itu akan membantumu memulai prosesnya—dan coba meminimalkan efek penilaian cepat di dalam proses perekrutan. Jika kamu memiliki tim yang lebih besar dalam perekrutan, dorong mereka untuk mengambil tes juga, dan barangkali mengelola beberapa pelatihan bias bawah sadar untuk keseluruhan tim.

8. Perluas Jaringanmu

Jika kamu ingin merekrut kandidat yang beragam, kamu perlu pergi ke dimana mereka berada.

Bagian itu adalah tentang menempatkan iklan pekerjaan di dalam tempat baru. Jadi lakukan riset majalah, website dan forum yang dikunjungi oleh kelompok targetmu, dan tempatkan iklan di sana sebagai tambahan selain tempat biasa.

Namun seperti yang kita bahas sebelumnya, banyak pekerjaan diisi melalui jaringan dan rekomendasi pribadi. Jadi jika kamu berkomitmen pada keragaman, mengapa tidak memperluas jaringanmu sendiri?

Jika kamu tertarik dalam merekrut lebih banyak karyawan LGBTQ, sebagai contoh, barangkali kamu dapat menemukan beberapa organisasi di dalam areamu dan membuat kontak dengan anggota staf mereka. Itu adalah cara bagus untuk mempelajari lebih lanjut tentang permasalahan yang dihadapi komunitas dan bagaimana kamu sebagai karyawan dapat membantu. Dan kamu juga akan memiliki kesempatan untuk berbicara ke orang dan mendapatkan rekomendasi, atau supaya organisasi menerbitkan lowongan kerjamu kepada anggota mereka.

9. Buat Program Resmi

Jika kamu ingin mencapai keragaman sebenarnya, terkadang sebuah program resmi yang ditujukan pada group tertentu dapat membantu.

Sebagai contoh, firma keuangan TIAA meluncurkan program disabilitas Fruits of Employment di tahun 2008, sementara Walgreens membangun sebuah gudang ramah disabilitas dimana sekitar separuh stafnya memiliki disabilitas. Itu sekarang merupakan gudang perusahaan paling produktif dan paling aman, menurut artikel Fast Company.

Kita sekarang tegas terhadap ranah perbaikan cepat. Untuk membangun sebuah program yang sukses, kamu perlu melakukan banyak riset ke dalam area fokusmu, dan kamu mungkin harus menginvestasikan jumlah uang yang signifikan ke dalam pembuatan perubahan yang perlu dan menerbitkan program. Namun jika itu dilakukan dengan benar, itu dapat balik modal dengan manis.

Kesimpulan

Di dalam tutorial ini, kamu telah belajar sembilan teknik berguna untuk mencapai keragaman dalam program perekrutan. Beberapa dari mereka sederhana, sementara yang lainnya memakan lebih lama untuk diterapkan.

Tahapan selanjutnya adalah membuat sebuah rencana untuk untuk menerapkan teknik-teknik ini satu demi satu. Kerjakan pada bagaimana kamu dapat menerapkan dengan baik di dalam bisnismu. Kita telah membahas beberapa perilaku terbaik oleh perusahaan lainnya selama tutorial ini, namun tiap bisnis itu berbeda, dan kamu mungkin perlu membuat penyesuaian untuk mencocokkan pada keadaan tertentumu.

Merekrut set beragam karyawan baru hanyalah separuh dari pertempuran, tentu saja. Kamu tidak akan membuat banyak kemajuan menuju goal keragamanmu jika rekrutan barumu menghadapi diskriminasi atau kebudayaan tempat kerja yang tidak bersahabat.

Jadi di dalam tutorial berikutnya dan terakhir di dalam seri ini, kita akan melihat beberapa strategi retensi penting yang dapat kamu gunakan untuk memastikan bahwa orang yang kamu rekrut merasa disambut dan didukung, sehingga mereka berkembang di perusahaanmu dan membuat kontribusi selama bertahun-tahun yang akan datang.

Dengan membuat tempat kerja lebih inklusif juga akan membantumu di dalam perilaku perekrutanmu, sehingga membuat efek lingkara berbudi luhur. Jadi tunggu episode selanjutnya! Sementara itu, silahkan beritahu saya jika ada strategi perekrutan lainnya yang dapat kamu rekomendasikan.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.