Unlimited WordPress themes, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Business
  2. Interviews
Business

Bagaimana Mempersiapkan Diri Untuk Wawancara Internal: 8 Tips Untuk Mendapatkan Promosi

by
Difficulty:IntermediateLength:LongLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Kamu tertarik dengan posisi yang baru diumumkan dalam perusahaanmu. Kamu telah menantikan peluang untuk dipromosikan selama bertahun-tahun.

Karena ini adalah promosi internal, tidak akan sulit untuk menjual diri pada bosmu dan manajer HR bukan? Mereka telah mengenalmu.

Salah. Interview promosi pekerjaan sama menantangnya dengan interview untuk posisi baru.

Mekanismenya akan berbeda. Kesan pertama tidak berlaku dan kamu sudah akrab dengan struktur kekuasaan dalam perusahaan. Kamu juga mungkin perlu menghindari beberapa situasi canggung sepanjang prosesnya.

Internal Interview
Wawancara internal (foto)

8 Tips Wawancara Internal Untuk Dikuasai Sebelum Melamar Untuk Sebuah Promosi

Sebuah wawancara internal berbeda dari wawancara reguler, sehingga kamu perlu beberapa strategi baru. Mari kita lihat hal-hal yang perlu dipersiapkan dan tips untuk mengatasinya.

1. Beritahu Atau Tidak?

Perlukah kamu memberitahu bosmu bahwa kamu mengincar promosi? Apakah itu membuat perbedaan jika posisinya untuk departemen lain? Bagaimana jika posisi yang kamu incar sama dengan titel jabatan manajermu sekarang?

Ini merupakan yang pertama dari banyak situasi canggung yang akan kamu hadapi. Pertimbangkan bagaimana reaksi bosmu sebelum memberitahukan lamaranmu.

Bicaralah dengan bosmu secara pribadi, sehingga kamu dapat melihat apa yang dia pikirkan tentang kontribusimu pada tim. Itu mungkin adalah tanda bahwa kamu 'terlalu bagus untuk dilepaskan' jika bosmu menyebutkan betapa kamu tidak dapat digantikan. Yang biasa menjadi korban dalam hal ini termasuk pemain bintang yang mencapai nilai kinerja dan bantuan yang terlalu bagus dalam pekerjaan mereka.

Khawatir bosmu mungkin tidak mengijinkanmu? Jelaskan situasi ini kepada hiring manager, sehingga mereka dapat menyembunyikan lamaranmu hingga waktu yang tepat.

Perusahaan dengan kebijakan Pengembangan Bakat sering meminta manajer untuk mengisi sebuah form Internal Job Promotion (IJP) atau  Promosi Jabatan Internal. Ini memerlukan bosmu untuk memberikan ijinnya (alias 'kerelaan'), dan mengevaluasimu sebagai kandidat untuk peran itu—termasuk sikap, kinerja, dan kehadiran di masa lampau.

Itulah mengapa kejujuran adalah kebijakan terbaik dalam situasi ini. Kamu tidak ingin mengejutkan bosmu dengan sebuah form yang dapat membuat atau merusak promosimu bukan? Pertimbangkan saran di atas hanya sebagai langkah terakhir.

Tip 1: Buat Potensi Promosimu Sebuah Kondisi Menang-Menang

Kondisikan promosi itu di dalam sudut pandang manajermu. Jangan membuatnya tentang gaji atau perkembangan karirmu. Jelaskan bagaimana pergerakan ini akan merefleksikan skill-nya dengan baik sebagai seorang manajer. Sebuah promosi akan membuat bosmu tampak bagus bagi manajemen atas.

Transfer lateral akan memperluas jaringan pendukung manajermu di dalam divisi lainnya dalam perusahaan. Juga demi rivalitas yang tidak diinginkan, pastikan bosmu bahwa kamu bukan sebuah ancaman bahkan jika kamu menargetkan jabatan yang sama.

2. Kenali Reputasimu Di Sekitar Kantor

Kandidat eksternal beruntung karena memiliki catatan bersih dengan hiring team. Mereka tetap dapat membuat kesan pertama yang baik.

Kamu? Tidak terlalu. Kamu mungkin membuat kesan pertama yang baik sebelumnya. Namun sekarang itu telah tenggelam dalam opini kolega dan manajermu tentang pekerjaan dan kepribadianmu di kantor.

Bahkan jika kamu memiliki reputasi yang baik dalam tim, manajer, dan hiring committee lainnya, mereka mungkin masih memiliki praduga tentang potensimu.

Tip: Kumpulkan dan Bentuk Ulang Opini Orang

Tanyakan bos, manajer HRD, dan beberapa kolega apa yang mereka pikirkan tentangmu. Terbukalah dengan kritik pedas dan jawaban yang tidak diinginkan. Terima apa yang mereka katakan dan jangan membela diri. Ajukan pertanyaan untuk menemukan apa yang sejujurnya mereka pikirkan tentangmu di dalam peran yang berbeda.

Sebagai contoh, kamu mungkin seorang Senior Designer yang bersaing untuk posisi Art Director. Tanggung jawab utama pekerjaanmu sebelumnya adalah menyediakan desain yang bagus, namun pos director memerlukan manajemen tim dan beberapa tugas admin di atas tugas lain terkait desain. Dapatkah kolega membayangkanmu sebagai seorang multi-tasker? Apa yang mereka pikirkan tentang kemampuanmu dalam people skill?

Perkuat dirimu terhadap sulitnya proses mengubah persepsi orang tentangmu. Kamu dapat melakukan ini dengan menerima tugas dengan skill yang dibutuhkan dalam jabatan target, atau mengejar project pribadi secara mandiri.

3. Riset Tentang Jabatan dan Harapan Hiring Committee

Kamu memiliki keuntungan kemudahan akses ke hiring panel. Manfaatkan itu.

Kamu tidak harus bergantung pada uraian jabatan ketika menyiapkan wawancara internal. Tanyakan HRD atau siapapun dalam hiring committee tentang harapan pribadi mereka untuk orang yang akan mengisi peran itu beberapa hari sebelumnya wawancara.

Tip 3: Ajukan Pertanyaan Yang Benar, Dapatkan Jawaban Yang Lebih Baik

Jangan tanyakan pertanyaan langsung seperti, "Apa yang harus saya lakukan untuk mendapatkan jabatan ini?" atau lebih parah lagi, "Apa yang dapat saya katakan untuk menyakinkanmu bahwa saya sempurna untuk jabatan ini?" Pertanyaan-pertanyaan tersebut membuatmu tampak sebagai seorang yang putus asa untuk promosi APAPUN. Itu tidak akan memberikanmu pandangan apapun juga.

Ajukan pertanyaan seperti:

  • Apa tiga tanggung jawab terpenting untuk peran ini?
  • Jenis kepemimpinan atau gaya manajemen seperti apa yang kamu cari?
  • Jenis pekerjaan atau portofolio apa yang kamu harapkan untuk kandidat yang sempurna?
  • Apa yang berpotensi kamu berhenti memilih kandidat tertentu?

Apakah kamu memiliki seseorang dengan peran serupa? Minta mereka menceritakan pertanyaan yang masih mereka ingat ketika menghadapi wawancara internal. Apa yang mereka katakan untuk mengesankan panelis wawancara? Kamu tidak harus mendapatkan jawaban spesifik; cukup poin pembicaraan yang membantu mereka menonjol dari kandidat lainnya.

4. Belajar Menangani Kompetisi Internal dan Eksternal

Apakah bosmu termasuk dalam hiring committee? Itu mungkin memberikanmu kesempatan yang lebih baik dalam memetakan kompetisi. Jika tidak, tanyakan siapapun di dalam hiring committee jika mereka juga mempertimbangkan pelamar eksternal. Kamu tidak ingin tampak terlalu khawatir tentang kompetisi ekstra.

Tip 4: Jangan Biarkan Kompetisi Membuatmu Gila

  • Puji Usaha Promosi Internal Perusahaan: Ini mungkin tampak berlawanan, namun mengatakan ini membuatmu tampak percaya diri dalam skill milikmu. Itu juga menunjukkan bahwa kamu bukan pecundang menyedihkan dan kamu mendapatkan minat perusahaan.
  • Puji Komitmen Committee Untuk Memilih Berdasarkan Kompetensi: Tidak mungkin mengetahui apakah mereka akan memilih berdasarkan kelayakan atau kesukaan. Kamu hanya berterimakasih pada mereka di awal—dan secara halus mengingatkan mereka.
  • Lawan Pengaruh dengan Pengaruh: Seseorang di dalam hiring committee memiliki favorit. Namun kamu tidak begitu beruntung memiliki penyokong yang berpengaruh. Berikan bukti kredibilitas dan pengaruh luasmu (seberapa pun kecilnya) dengan mengumpulkan banyak rekomendasi.

5. Menangani Blunder Pada Karir Dengan Anggun

Tidak ada seorang pun yang memiliki catatan pekerjaan yang sempurna. Barangkali kamu sebelumnya kehilangan klien, memberi tagihan pada orang yang salah, atau melewatkan deadline. Sementara mudah untuk membela dan menyalahkan orang lain, ini bukanlah cara yang benar untuk dilakukan. Menapaki tangga karir memerlukan pengakuan atas kesalahanmu.

Bagaimana kamu melakukan ini tanpa merusak kesempatanmu untuk sebuah promosi?

Tip 5: Mengatasi Bantahan

  • Jelaskan apa yang terjadi, apa kesalahan yang kamu lakukan, dan apa yang kamu pelajari sebagai hasilnya. Beberapa kesalahan terlalu memalukan untuk dihindari jadi paling tidak yang dapat kamu lakukan adalah menjelaskan apa yang akan kamu lakukan secara berbeda di waktu berikutnya.
  • Pastikan kamu mengumpulkan cukup pujian dari bosmu dan pencapaian yang dapat dipertimbangkan sebelum melamar untuk promosi itu. Jika insiden itu terjadi baru sebulan yang lalu, tunggu hingga kesempatan berikutnya. Luka itu masih segar jadi melamar promosi itu sekarang akan berakhir dengan buruk dan merusak kesempatanmu di masa mendatang.
  • Bicarakan tentang kekuatanmu sebagai seorang kandidat.

6. Menghadapi Pertanyaan Potensial Wawancara Internal

Harapkan pertanyaan yang sulit. Panelis wawancara akan menanyakan semuanya, dari kinerjamu sebelumnya, hubungan kerja, kualifikasi, dan gaji yang diharapkan.

Tip 6: Persiapkan Untuk Pertanyaan Potensial Dalam Wawancara

Berikut pertanyaan-pertanyaan wawancara internal yang umum diajukan untuk promosi jabatan. Saya menyarankan kamu mempersiapkan sebuah jawaban untuk masing-masing pertanyaan itu.

  • Mengapa kamu ingin meninggalkan peranmu saat ini?
  • Mengapa kamu ingin dipromosikan?
  • Apa yang akan kamu lakukan jika tidak mendapatkan jabatan ini?
  • Apa yang kamu miliki yang tidak dimiliki kandidat lain?
  • Apakah kamu memiliki pengalaman kerja sebelumnya dalam kapasitas ini?
  • Jenis tantangan apa yang kamu cari dalam peran baru ini?
  • Dapatkah kamu memecat seseorang?
  • Bagaimana rencanamu mengelola anggota tim yang sulit? Bagaimana dengan pelanggan atau klien yang sulit?
  • Bagaimana kamu akan menghabiskan 30 hari pertama dalam peran ini?

Kebanyakan pertanyaan yang diajukan dalam wawancara promosi internal mengukur kemampuanmu untuk melakukan pekerjaan, dan bagaimana kamu menangani stress yang akan muncul.

7. Susun Daftar Kontribusi dan Pujian

Ya, saya membicarakan tentang brag book. Proses ini mungkin memakan waktu beberapa hari jika kamu belum menyiapkan materi, jadi lebih rencanakan di awal.

Segera hubungi manajermu dan kolegamu sebelumnya sehingga kamu dapat menanyakan mereka item yang akan kamu perlukan. Kamu akan memerlukan bantuan rekan kerjamu juga. Kamu bahkan dapat menjalankan pemeriksaan latar belakang terhadap dirimu sendiri untuk mereview hasil dan mengenali kemungkinan kesalahan. Dengan mencantumkan pemeriksaan latar belakang di dalam brag book adalah cara bagus lainnya untuk mengesankan hiring committee melalui ketelitian dan kejujuranmu.

Tip 7: Kenali Apa Yang Perlu Dicantumkan Di Dalam Brag Book:

  • Rekomendasi dari manajer sebelumnya yang menjelaskan pencapaianmu, award perusahaan, dan detail pendukung lainnya tentang betapa menakjubkannya dirimu sebagai karyawan.
  • Rekomendasi dari kolega sebelumnya yang menyebutkan skill, kemampuan berkerja dalam tim, dan keandalan sebagai rekan kerja.
  • Ringkasan atau kutipan ulasan kinerja di waktu lampau dari pemberi kerja saat ini atau sebelumnya.
  • Email pujian dari pemberi kerja dan klien saat ini. Cara dalam email kantormu dengan kata seperti "Kerja bagus" atau "Kerja hebat" yang datang dari bos atau klien. Ambil screenshot email ini dan cantumkan mereka dalam brag book.
  • Endorsement dan testimonial pada LinkedIn.
  • Sertifikat dari pelatihan yang diikuti.
  • Kumpulan daftar pencapaian milestone dalam pemberi kerja saat ini dan sebelumnya. Soroti pencapaian yang terait dengan jabatan target.
  • Sebuah laporan singkat berisi detail rencana tindakanmu setelah kamu mendapatkan jabatan baru itu. Itu dapat mencakup apapun dari ide-ide yang ingin kamu terapkan, atau solusi tahap demi tahap untuk permasalahan yang ada di dalam perusahaan.
  • Opsional: pemeriksaan latar belakang tentang dirimu sendiri.

8. Tindak Lanjut Tanpa Mengganggu Orang Lain

Menindaklanjuti sama pentingnya dalam promosi. Cukup kirimkan email sopan yang menanyakan perkembangan terkini tentang proses seleksi. Kecuali di dalam situasi ini, sangat mudah untuk tampak sebagai pelamar yang mengganggu dan sombong karena kamu banyak mengganggu mereka.

Mereka mulai menghindarimu setelah 'beberapa' follow-up yang kamu lakukan. Hindari ini dengan cara apapun juga karena itu dapat merusak semua kerja keras yang kamu lakukan sebelum dan setelah wawancara.

Tip 8: Hindari Kecanggungan Dalam Pertemuan Mendatang

  • Tanyakan kepada hiring committee kapan mereka akan membuat keputusan. Jangan lakukan tindak lanjut sebelum hari itu.
  • Kirimkan ucapan terima kasih secara pribadi untuk setiap orang di dalam hiring committee sehari setelah wawancara. Ucapkan terima kasih untuk waktu mereka kemudian soroti satu atau dua poin pembicaraan yang bagus dari diskusimu.
  • Jika kamu melihat siapapun dari komite personalia, bicarakan hanya tentang pekerjaan. Jangan pojokkan atau dekati mereka kecuali kamu memiliki pertanyaan yang tulus.
  • Jangan gunakan pertanyaan terkait kerja sebagai muslihat untuk memulai pembicaraan kemudian mendesak mereka.

Berikut contoh email tindak lanjut yang dapat kamu sesuaikan:

Hi [Nama],
Semoga kamu baik-baik saja. Saya sedang menindaklanjuti terkait pembicaraan kita tentang proses seleksi [Nama Jabatan]. Terakhir kali kita berbicara, kamu menyebutkan bahwa committee akan membuat keputusan pada [Tanggal yang disediakan], jadi saya ingin memastikan dimana posisimu dalam proses itu.
Terima kasih sebelumnya. Saya menunggu kabar darimu.
Salam,
[Nama Kamu]

Tidak Ada Jalan Kembali Jadi Pastikan Kamu Menginginkan Promosi Jabatan Tersebut

Hanya bulan lalu, teman saya seorang manajer harus melepaskan anggota tim yang bagus karena dia tidak dapat menangani jabatan posisi manajer yang diterimanya empat bulan sebelumnya. Jabatan itu menawarkan kenaikan gaji yang bagus dan relokasi ke kota yang berbeda dimana perusahaan memiliki kantor regionalnya di situ.

Karena karyawan tersebut tidak dapat menangani tanggung jawab barunya, dan penyesuaian untuk tinggal di tempat baru, dia meminta 'pemindahan kembali'. Dia menginginkan posisi lamanya di kantor pusat. Perusahaan telah memproses promosinya dan dia menangani dua karyawan baru. Ditambah lagi, perusahaan telah menginvestasikan uang untuk relokasinya.

Tentu saja, teman saya tidak mengijinkannya untuk kembali. Apa yang akan terjadi pada tim yang harusnya dia kelola? Dia juga tidak dapat kembali ke kantor pusat karena dia tidak memiliki siapapun untuk diawasi. Karena karyawan itu ingin keluar, dia tidak memiliki pilihan selain mengundurkan diri, meninggalkan teman saya berjuang mencari analis senior untuk mengisi kekosongan itu.

Ini adalah contoh dasar, walaupun ekstrim, tentang bagaimana berbedanya promosi jabatan internal. Di dalam situasi ini, setiap orang di dalam hiring committee mengasumsikan kamu telah memikirkannya matang-matang. Kamu mengetahui secara spesifik pekerjaan dan tantangan yang akan hadir.

Jangan melamar pekerjaan kecuali kamu akan mengambilnya ketika itu ditawarkan, dan pastikan kamu tidak akan keluar. Lakukan uji kelayakan tentang posisi dan gaji yang ditawarkan sebelum mendaftar.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.