Students Save 30%! Learn & create with unlimited courses & creative assets Students Save 30%! Save Now
Advertisement
  1. Business
  2. Presentations
Business

Cara Memulai Presentasi dengan Kuat dan Mengakhiri secara Powerfull

by
Difficulty:BeginnerLength:LongLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Muhlis Tirowali (you can also view the original English article)

Ada satu cara pasti untuk mengacaukan presentasi apa pun, betapa pun bagus, atau bergunanya, atau mungkin juga konten presentasi anda yang telah baik.

Dan itu semua hanya karena kurang percaya diri.

Bayangkan seorang pembicara naik ke atas panggung dengan bahu membungkuk dan kepala melihat ke bawah. Lalu naik ke podium, berdeham dan berkata:

"Yah. Hai. Saya Jake. (Tertawa gugup). Um... Apakah ini sudah menyala? Jadi..."

Sekarang, Anda duduk di antara audiens, bergeser dengan tidak nyaman di tempat duduk anda, hampir merasakan rasa sakit karena ketidaknyamanan sang pembicara, dan berharap anda bisa menutup telinga dengan mudah dan diam saat anda bisa menutup mata.

Sungguh mimpi buruk!

Sekarang bayangkan bahwa anda adalah pembicara di panggung itu.

Ugh! Skenario mimpi buruk baru saja diapit oleh ribuan kekuatan, dan anda berharap bisa mati saja!

Dan itu belum berakhir. Karena saat itu anda sampai pada akhir presentasi anda dan pergi:

"Jadi, ya ... maksud saya, itu yang saya pikirkan, ... Dan, eh, ya ... Ada Pertanyaan? Atau, um..."

Anda mengangkat bahu, meletakkan kepala anda kembali ke bawah, membungkukkan bahu anda lagi, meninggalkan panggung kekalahan.

Ya ampun, tolong jangan! Kan? Dapatkah anda membayangkan semua penelitian, persiapan, dan kerja keras anda akan sia-sia seperti itu?

Yah, jika bisa, berhenti! Itu tidak harus seperti itu.

Presentasi tidak perlu menakutkan bagi anda atau melilit perut anda.

Rahasia untuk presentasi yang mengagumkan adalah mengetahui bagaimana memulai presentasi yang kuat dan bagaimana mengakhirinya dengan kuat. Dan itulah yang akan kita lihat hari ini.

How to start and end a presentation strong
Bagaimana anda memulai presentasi yang menarik rasa ingin tahu dan kemudian berakhir dengan decak kagum? (sumber grafis)

Sebelum terjun ke tutorial ini, pertama, periksa panduan tentang bagaimana mengalahkan kegelisahan selama presentasi anda:

Baca terus strategi presentasi dan tips jitu untuk menarik perhatian audiens anda. Pertama adalah bagaimana memulai presentasi anda dengan kuat. Kemudian, kita akan menggali tips untuk memimpin di tengah-tengah presentasi, dan menyelesaikannya dengan bagaimana mengakhiri presentasi dengan kuat - sehingga poin anda beresonansi dengan kejutan yang tak terduga.

Cara Memulai Presentasi yang Kuat dengan Memanfaatkan Hal Tak Terduga

Mari kita lihat bagaimana memulai presentasi yang kuat dan apa yang saya maksud dengan itu. Dalam konteks memberikan presentasi yang bagus, mulai dengan kuat berarti mulai dengan tidak dapat diprediksi.

Mengejutkan tapi benar.

Penelitian psikologis telah menunjukkan bahwa ketika kita mengetahui apa yang diharapkan dari sebuah isyarat (misalnya, anda menyalakan saklar dan lampu menyala) kita tidak terlalu memperhatikan apa yang terjadi setelah isyarat.

Tapi ketika kita tidak tahu apa yang akan terjadi dari isyarat tersebut (misalnya, anda menyalakan saklar, dan terkadang lampu menyala, kadang-kadang bel berbunyi, dan terkadang tidak ada yang terjadi), kita lebih memperhatikan apa yang terjadi.

Omong-omong, itu alasan yang sama mengapa kita menyukai film dengan dua kali putaran: ketidakpastian itu membuat kita tertarik ke dalam cerita.

Jadi, bagaimana anda bisa menggabungkan faktor ketidakpastian dalam presentasi anda untuk memulai dari yang kuat?

Ada beberapa cara untuk mencapai hal ini, dan cara anda memilih akan bergantung pada topik presentasi, keadaan, dan gaya presentasi pribadi anda. Teknik di bawah ini memberikan panduan bagaimana memulai presentasi dengan kuat.

1. Buat Sebuah Klaim yang Tegas

Semua orang tahu pidato "saya bermimpi" Martin Luther King.

Sesuatu yang perlu diperhatikan, bagaimana pun adalah bahwa pidato tersebut tidak benar-benar dimulai dengan "Saya bermimpi." Itulah klimaksnya. Keseluruhan pidato dimulai seperti ini:

"Saya senang untuk bergabung dengan anda hari ini pada apa yang akan terjadi dalam sejarah sebagai demonstrasi kebebasan terbesar dalam sejarah bangsa kita.

"Wow! Katakan apa?

Klaim bahwa demonstrasi tersebut akan menjadi "demonstrasi kebebasan terbesar" mungkin tampak "normal" bagi kita hari ini yang telah mengetahui kejadian sejarah berikutnya, namun dapatkah anda membayangkan seperti apa rasanya mendengar klaim tersebut pada hari itu juga?

Tegas, untuk dikatakan terakhir.

Mungkinkah ada orang di antara audiens yang memperhatikannya setelah itu?

Jika anda yakin presentasi anda akan memberi dampak yang terukur dan langsung pada audiens anda (seperti mengubah bagaimana industri anda mengatasi masalah yang mendesak, memperbaiki metrik pelanggan hingga lima puluh persen, atau membantu tim melipatgandakan produktivitas mereka tanpa menghabiskan waktu lebih lama), jangan simpan klaim itu sampai akhir.

Nyatakan dulu di awal dan nyatakan dengan percaya diri. Bila audiens anda mengerti apa yang mereka inginkan untuk dapatkan, mereka tidak dapat tidak memperhatikan setiap kata anda.

2. Ekspektasi Kontradiktif

Mari kita lihat cara lain untuk memulai presentasi secara menarik dengan mengontradiksi harapan.  Ini adalah aplikasi klasik dari prinsip ketidakpastian.

Mulailah dengan klaim yang bertentangan dengan apa yang orang harapkan untuk mereka dengar dari anda. Itu akan membuat mereka duduk dan memperhatikan. Kemudian gunakan perhatian yang telah anda dapatkan untuk mempermudah topik anda.

Sir Ken Robinson melakukan hal ini dengan sangat mengagumkan dalam Ted Talk yang paling banyak ditonton sepanjang masa. Datang ke panggung setelah pembicara lain telah menyampaikan pidato yang menakjubkan, dia mengatakan:

"Sudah bagus bukan? Saya telah terpesona oleh semuanya. Sebenarnya, saya akan pergi. "

Anda bisa mendengar bagaimana audiens tertawa sehingga pernyataannya mengejutkan mereka. Dan pembicara menggunakan kejutan itu (dan rujukannya pada pidato besar di depannya) untuk segera terjun ke topiknya sendiri.

Sir Ken Robinson memberikan presentasi yang mengagumkan yang menjadi Ted Talk paling populer yang pernah ada.

Pamela Meyer mencapai hasil yang sama melalui teknik yang sedikit berbeda. Dia memulai sebuah presentasi tentang bagaimana menemukan seorang pembohong dengan menuduh audiens menjadi pendusta sendiri!

"Baiklah, saya tidak ingin membuat orang khawatir di ruangan ini, tapi baru saja saya perhatikan bahwa orang di sebelah kananmu adalah pembohong! Juga orang di sebelah kirimu adalah pembohong. "

Pada titik ini, audiens tertawa. Mereka tidak berharap mendengar bahwa mereka semua adalah pendusta. Tapi klaim pelanggar hukum tidak bisa dipastikan, itu menawan: Mengapa kita semua pendusta? Mereka ingin tahu, dan mereka memperhatikannya.

3. Merangsang Rasa Penasaran

Salah satu cara paling ampuh untuk memulai presentasi adalah dengan menumbuhkan rasa ingin tahu. Otak manusia menikmati keingintahuan. Sebenarnya, penelitian telah menunjukkan bahwa rasa ingin tahu mempersiapkan otak untuk belajar lebih baik. Berita bagus untuk presentasi anda.

Mengapa? Karena begitu rasa penasaran muncul, kita ingin tahu jawabannya. Kita harus memecahkan teka-teki itu. Jadi kita benar-benar memperhatikan untuk mencari petunjuk yang tepat dari sebuah teka-teki. Begitulah cara kita dibangun untuk berpikir dan beroperasi.

Jadi bagaimana anda bisa merangsang rasa ingin tahu di awal presentasi anda?

Anda bisa memulai dengan mengumumkan bahwa anda memiliki rahasia untuk mengaku seperti Dan Pink dalam Ted Talk yang terkenal saat dia mengatakan:

"Saya perlu membuat pengakuan, sejak awal di sini. Setidaknya lebih dari 20 tahun yang lalu, saya melakukan sesuatu yang saya sesali. Sesuatu yang tidak saya banggakan. Sesuatu yang dalam banyak hal saya harap tidak ada yang tahu, tapi disinilah saya merasa wajib mengungkapkannya. Pada akhir 1980-an, pada saat masa muda saya bandel, saya pergi ke sekolah hukum. "

Pengumuman pengakuan ini menarik rasa ingin tahu kami. Apa yang harus dia akui? Dan isi pengakuannya meningkat: Mengapa menyebutkan pengakuan sekolah hukum yang memalukan itu? Kita harus memecahkan teka-teki ini!

Jadi dia meninggalkan kita tanpa pilihan selain memperhatikan setiap kata untuk di ketahui!

Daniel Pink membuat "pengakuan" di awal Ted Talk yang sangat banyak ditonton.

4. Ajukan Pertanyaan

Pendekatan yang sederhana namun efektif memulai sebuah presentasi yang menarik perhatian adalah mengajukan sebuah pertanyaan. Beberapa hal lebih tak terduga daripada pembicara yang memulai sebuah presentasi dengan pertanyaan. Bukankah pembicara seharusnya menjawab pertanyaan kita?

Tapi pertanyaan ini bersifat retorika. Pertanyaan tidak dimaksudkan untuk dijawab dengan sederhana ya atau tidak. Tapi dimaksudkan untuk menanam benih ide ke dalam kepala kita sehingga pembicara kemudian dapat memusatkan perhatian kita pada gagasan itu selama presentasi berlangsung.

Simon Sinek melakukan ini dengan sangat baik dalam ceramahnya tentang bagaimana pemimpin hebat menginspirasi aksi dimana dia memulai dengan bertanya kepada audiens:

"Bagaimana anda menjelaskan kapan segala sesuatunya tidak berjalan seperti yang kita duga? Atau lebih baik, bagaimana anda menjelaskan kapan orang lain bisa mencapai hal-hal yang sepertinya menentang semua asumsi? Misalnya, mengapa Apple begitu inovatif? [...] Mengapa Martin Luther King memimpin gerakan hak-hak sipil? "

Pada titik ini, kita semua duduk di sana sambil menggaruk dagu kami: "Hah, bagaimana mereka melakukan itu?"

Jadi kita meraba telinga kita dan memperhatikan apa yang dia katakan.

5. Menceritakan Sesuatu yang Menarik

Salah satu cara yang paling sulit untuk memulai sebuah presentasi adalah dengan menceritakan sebuah cerita yang menarik, terutama yang mengejutkan.

Cerita bukan hanya mekanisme menghibur. Tapi sebenarnya adalah mekanisme bertahan hidup yang telah dikembangkan manusia dan disempurnakan selama ribuan tahun. Itu berarti bahwa sebagai manusia, kita secara alami terhubung untuk memperhatikan cerita.

Dan salah satu cara terbaik untuk memulai presentasi anda dengan kuat adalah dengan menceritakan sebuah cerita (sesuatu yang terjadi pada anda, atau sesuatu yang anda dengar, dll.) Yang terkait dengan topik anda dan mengapa anda memberikan presentasi anda.

Begitulah cara Brené Brown membuka dalam Ted Talk yang sekarang terkenal tentang kerentanan. Dia menceritakan kisah lucu tentang bekerja dengan perencana acara yang tidak tahu bagaimana mengaturnya untuk sebuah acara. Yang bahkan dia pun juga tidak tahu

Haruskah dia dipanggil sebagai peneliti (yang kedengarannya membosankan) atau pendongeng (yang terdengar seperti peri sihir untuk Brené Brown saat itu)? Pada akhirnya, dia menyebut dirinya seorang peneliti-pendongeng.

Audiens sangat senang dan tertarik dengan cerita ini:

Apa itu seorang peneliti-pendongeng? Dan bagaimana penelitian wanita ini menceritakan sebuah cerita?

Kami tertarik dan mau memperhatikan untuk mencari tahu.

Cara Mengendalikan Pertengahan Bersama dengan Jeda dan Visual

Sebelum kita sampai pada bagaimana mengakhiri presentasi dengan kuat, kita harus menyebutkan beberapa strategi di sini tentang menarik perhatian audiens ditengah presentasi anda.

Jika anda telah melihat beberapa menit presentasi yang disebutkan di atas, anda akan melihat dua hal: Jeda dan Visual.

1. Berhenti Sejenak untuk Memberikan Efek

Pembicara yang baik tahu untuk mengambil jeda saat presentasi mereka.

Setelah anda mengajukan klaim besar, hentikan sebentar. Beri audiens beberapa detik untuk menerima apa yang anda katakan. Sama halnya jika anda menambahkan sentuhan humor, entah di mana. Berhenti sebentar. Biarkan audiens tertawa dan rileks sesaat tanpa kehilangan sesuatu yang penting. Setelah menyelesaikan sebuah bagian dan sebelum melanjutkan ke titik berikutnya, berhenti.

Jika anda terburu-buru melalui presentasi anda terlalu cepat, audiens akan mulai merasa kehilangan dan berhenti memperhatikan.

Untuk melihat secara mendalam bagaimana menulis bagian utama presentasi anda, pastikan untuk melihat tutorial berikut ini:

2. Membantu Arus dengan Visual

Bahkan presenter Ted Talk terbaik yang nampaknya memiliki cara alami dengan kata-kata, juga menggunakan presentasi PowerPoint.

Mengapa begitu?

Karena visual membantu kita untuk mengonseptualisasikan sebuah ide dan sebuah titik yang lebih baik.

Dengan menarik perhatian mata kita selain ke telinga kita, visual membantu mengarahkan semua perhatian kita pada presentasi-menghilangkan kemungkinan terganggu oleh hal lain.

Presentasi PowerPoint yang tepat juga dapat membantu memandu audiens anda melalui berbagai bagian pidato anda tanpa merasa tersesat atau bingung.

Untuk mempelajari cara membuat presentasi powerpoint persuasif, lihat artikel di bawah ini:

Untuk cara termudah membuat presentasi powerpoint yang mengesankan, lihatlah template powerpoint yang menakjubkan ini, dengan salah satu desain PPT terpopuler kami (Marketofy) yang ditunjukkan di sini:

Marketofy PowerPoint presentation template
Template PowerPoint Marketofy, salah satu desain presentasi terlaris di Pasar Envato.

Anda dapat menemukan lebih banyak pilihan desain PPT yang bagus di Panduan Ultimate untuk Template PowerPoint Terbaik kami, atau telusuri artikel di bawah ini:

Cara Mengakhiri Presentasi secara Kuat dengan Menjadi Mudah Diingat

Ingat contoh penutupan yang buruk yang kami sebutkan di awal?  Seseorang mengakhiri pidatonya sambil bergumam, "ya, jadi ... seperti ... itu dia ..." dan ketidaktahuan lainnya.

Itu bukan cara untuk mengakhiri presentasi buruk anda! Atau anda akan berakhir dengan membunuh semua kerja keras yang anda lakukan di awal dan pertengahan/bagian utama presentasi anda.

Sebagai gantinya, anda harus mengakhiri presentasi anda dengan cara yang kuat sehingga audiens akan mengingatnya lama setelah anda meninggalkan panggung.

Sekali lagi, ada banyak cara bagaimana mengakhiri presentasi dengan baik, dan anda harus memilih yang paling sesuai dengan presentasi dan gaya pribadi anda.

1. Panggil Audiens untuk Beraksi

Mendekati bagaimana mengakhiri presentasi yang mendorong audiens anda beraksi, mengharuskan anda untuk mengambil inisiatif pada bagian penutupan anda. Jangan hanya meninggalkan audiens anda duduk di sana bertanya-tanya apa yang harus dilakukan dengan semua informasi indah yang anda berikan kepada mereka.

Katakan kepada mereka apa yang harus dilakukan dengan itu dan bagaimana mereka akan mendapatkan keuntungan darinya dengan ajakan bertindak yang jelas dan langsung.

Sebagai inspirasi, perhatikan bagaimana Brené Brown melakukan ini dalam pidatonya (mulai pukul 19:01). Begitu dia menyelesaikan semua poinnya, dia mengatakan kepada audiens:

"Ada cara lain, dan saya akan meninggalkan anda dengan ini."

Dan kemudian dia menjelaskan dengan tepat bagaimana audiens dapat menerapkan prinsip-prinsip kerentanan yang dia diskusikan pada pekerjaan dan kehidupan sehari-hari mereka.

Brené Brown mengajak audiensnya beraksi dengan langkah-langkah yang jelas untuk mengikuti Ted Talk-nya.

Untuk ide lebih lanjut tentang bagaimana menginspirasi audiens anda untuk beraksi, lihat artikel berikut ini:

2. Gambarkan Sebuah Visi Masa Depan

Apa yang akan terjadi jika audiens mengikuti saran atau rencana presentasi anda?

Apakah presentasi anda bertujuan untuk mengubah keseluruhan komunitas anda atau untuk menguntungkan bisnis pelanggan anda dengan cara tertentu, gambarkan visi masa depan itu dengan kata-kata penutup anda.

Bila audiens anda melihat bayangan itu dalam pikiran mereka, mereka akan mengingatnya. Lebih dari itu, mereka akan mulai memercayainya sebagai sebuah kemungkinan.

Begitulah cara Martin Luther King menyelesaikan pidatonya yang legendaris "Saya punya mimpi". Dia membayangkan hari ketika:

"... semua anak Tuhan, pria kulit hitam dan orang kulit putih, Yahudi dan bukan Yahudi, Protestan dan Katolik, akan dapat bergandengan tangan dan bernyanyi dalam kata-kata spiritual Negro tua:

Bebas pada akhirnya! Bebas pada akhirnya!

Alhamdulillah, akhirnya kita bebas! "

Tapi pidato anda tidak harus mengubah sejarah dunia berakhir dengan sebuah penggambaran.

Untuk contoh yang berbeda, dengarkan bagaimana Dan Pink mengakhiri pidatonya (dari 17:17 ke depan) pada visi memperkuat bisnis dan bahkan mungkin mengubah dunia.

3. Gunakan Sebuah Contoh Kontra

Inilah contoh bagus bagaimana mengakhiri presentasi secara dinamis. Sir Ken Robinson pindah ke crescendo akhir dari Ted Talk-nya dengan kutipan suram oleh ahli virologi Amerika Jonas Salk (mulai pukul 18:13):

"Jika semua serangga itu lenyap dari bumi, dalam waktu 50 tahun semua kehidupan di bumi akan berakhir. Jika semua manusia lenyap dari bumi, semua bentuk kehidupan akan berkembang. "

Dia kemudian mengatakan kepada audiens bahwa ahli virologi itu benar.

Kutipan kontra ini bertentangan dengan harapan kita untuk memiliki spesies manusia yang digambarkan sebagai kekuatan positif di bumi. Jadi kita perhatikan. Akankah kita benar-benar menghancurkan bumi?

Tidak, Sir Ken Robinson terus mengatakan, tapi hanya jika kita belajar menggunakan imajinasi dan kreativitas kita dengan cara yang positif dan konstruktif. Dan kemudian dia terus-menerus menyusun saran utamanya untuk mereformasi pendidikan.

Contoh yang berlawanan membuat kita merasa nyaman dengan dampak positif yang kita miliki terhadap dunia dan menghasilkan akhir yang kuat yang pasti akan kita ingat lama setelah presentasi usai.

Memulai dan Mengakhiri Presentasi Anda Dengan Sebuah Ledakan!

Presentasi anda hanya bisa berhasil jika anda menarik perhatian audiens anda.

Cara terbaik untuk melakukan itu adalah, memulai dengan sebuah ledakan. Buat pernyataan yang berani, bertentangan dengan harapan mereka, merangsang rasa ingin tahu mereka, mengajukan pertanyaan retoris, atau memutar cerita yang menarik. Dengan kata lain, lakukan sesuatu yang akan memancing mereka untuk mencari tahu apa sebenarnya harus anda katakan.

Apa cara terbaik untuk mengakhiri presentasi? Sekali lagi dengan ledakan. Jangan hanya meninggalkan pikiran anda. Panggil audiens untuk beraksi, gambarkan visi tentang bagaimana masa depan sesuai dengan saran anda, kagumi mereka dengan kesadaran menggunakan contoh kontra. Apa pun yang anda lakukan, pastikan anda meninggalkan kesan saat anda berjalan keluar ruangan.

Jika anda memiliki presentasi, saat ini anda sedang mengerjakannya, bagikan gagasan tentang bagaimana anda dapat memulai presentasi dengan kuat dan mengakhiri dengan kuat.

Contoh, kutipan, klaim, atau cerita apa yang akan anda gunakan untuk menarik perhatian audiens anda?

Ingatlah untuk Mengendalikan Perhatian dengan Visual Luar Biasa

Awal dan akhir presentasi sangat penting, tapi begitu juga pertengahan - yang merupakan bagian dari presentasi anda. Anda tidak ingin mengabaikannya.

Jika anda perlu merancang presentasi yang bagus, maka telusuri template PowerPoint terlaris untuk menemukan satu dengan desain yang hebat yang dapat anda sesuaikan dengan cepat.

Selain itu, anda dapat menemukan PPT yang lebih mengagumkan di Panduan Ultimate Templat PowerPoint Terbaik kami, yang mencakup banyak pilihan dan tutorial PowerPoint untuk membantu anda memulai dengan cepat.

Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.