Unlimited Powerpoint templates, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Business
  2. Small Business
Business

Produktisasi: Bagaimana Mengubah Layanan Anda Menjadi Produk Kelas Atas

by
Difficulty:IntermediateLength:LongLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Kurniawan Sugi Purwanto (you can also view the original English article)

Baik Anda seorang freelancer atau seorang konsultan, menjual jasa adalah suatu bisnis yang solid. Anda menyediakan keahlian Anda kepada para klien, dan sebagai balasannya mereka membayar Anda dengan biaya untuk nilai yang Anda sediakan.

Namun, tetap ada kelemahannya. Karena pemasukan Anda terikat pada waktu Anda, menjual jasa akan membatasi keuntungan dan peluang yang ada. Jika Anda tidak lagi punya kapasitas untuk mendapatkan klien baru, Anda tidak akan bisa menaikkan skala keuntungan Anda.

Salah satu cara untuk terbebas dari model ini adalah dengan membuat produk. Dengan pengemasan ulang layanan Anda sebagai produk, Anda akan mampu untuk membesarkan bisnis Anda dan melayani lebih banyak klien tanpa mengorbankan waktu Anda.

How can you productize your services
Bagaimana Anda bisa mulai memroduktisasi layanan-layanan Anda? (sumber grafis)

Panduan produktisasi ini berikut lembar kerja PDF yang menyertainya bisa membantu Anda menemukan apakah pendekatan ini tepat untuk Anda. Plus, Anda akan mendapatkan sejumlah ide tentang jenis layanan yang bisa mulai Anda jual.

Mari kita mulai.

Apa Artinya "Produktisasi" Layanan Anda?

Definisi Produktisasi: "Memproduktisasi" layanan Anda biasanya berarti membawa nilai, keahlian, dan saran yang Anda sediakan sebagai seorang konsultan atau freelancer, dan membuat suatu produk yang mengantarkan bagian dari nilai tersebut. Berikut karakteristik yang harusnya dimiliki produkmu:

  • Bisa diukur - Menjual lima puluh unit produk harus setara dengan upaya atau biaya yang dihabiskan untuk menjual sepuluh unit. Untuk layanan jasa, Anda tidak bisa beranjak dari melayani dua klien ke lima puluh klie tanpa mengubah waktu atau uang yang Anda masukkan ke bisnis Anda.
  • Tidak Terikat Waktu - Baik Anda mendasarkan biaya layanan Anda per jam atau per proyek, Anda masih butuh untuk menginvestasikan waktu bagi pekerjaan klien Anda. Untuk produk, selain dukungan pelanggan sesekali waktu, biasanya Anda tidak diharuskan menginvestasikan tambahan waktu atau tenaga untuk tiap penjualan tersendiri. Meskipun demikian, Anda akan membutuhkan waktu untuk membangun di awal dan memasarkan produknya.
  • Diproduksi Secara Massal - Daripada mengubahsuai proyek untuk tiap kebutuhan khusus klien, para pelanggan Anda akan menerima produk yang sama.

Berikut beberapa contoh yang mengikuti kriteria di atas:

  • Seorang fotografer produk mungkin masih mengambil foto untuk klien-klien perusahaan, tetapi dia bisa menaikkan skala bisnis yang dilakukannya dengan membuat dan menjual foto-foto stok. Idealnya, foto-foto stok tersebut haruslah khas kebutuhan pasar targetnya terhadap materi-materi pemasaran mereka. Dia bisa menjual langsung kepada mereka melalui websitenya, atau lewat pasar foto stok seperti Photodune sehingga lebih banyak pelanggan yang akan menemukan foto-fotonya. Ini bisa menghasilkan penghasilan tambahan, baik dia punya klien untuk fotografi ataupun tidak.
  • Nathan Barry memulai sebagai desainer perangkat lunak dan web, tetapi akhirnya berkembang ke membuat dan menjual buku tentang bidang tersebut. Sekarang, dia juga membuat Convert Kit, suatu perangkat lunak pemasaran email yang mengenakan biaya bulanan pada para pelanggan. Baik buku maupun perangkat lunak adalah produk yang bisa diukur skalanya.

Produktisasi Layanan untuk Usaha-Usaha Kecil

Konsultan dan freelancer solo bukanlah satu-satunya penyedia layanan yang bisa mendapatkan manfaat dari produktisasi. Bahkan berbagai agensi dan kelompok konsultan bisnis bisa memperbesar dampak dan mengambil keuntungan dari produk. Dalam kenyatannya, sebagai suatu grup, Anda punya lebih banyak pilihan untuk menjual produk yang dipilih karena Anda memiliki cadangan talenta yang lebih luas untuk berkonsultasi.

Contoh yang bagus untuk ini adalah Roeder Studions, perusahaan di balik Meet Edgar, suatu sarana automasi media sosial. Pendiri Laura Roeder memulai perusahaannya sebagai konsultan pemasaran media sosial. Beberapa tahun lalu mereka menawarkan kursus untuk dijual—lebih memungkinkan untuk dibesarkan daripada konsultasi satu-satu. Sejak 2014, bersama Meet Edgar, mereka menyediakan perangkat lunak sebagai suatu layanan, mengenakan biaya bulanan atau tahunan pada para pelanggan mereka. Dalam waktu satu tahun, model baru bisnis ini membuat mereka bisa menghasilkan lebih dari USD 150.000 dalam sebulan pendapatan berulang dari hampir 3.000 pengguna yang membayar.

Jadi jika Anda bekerja dengan tim kecil, pertimbangkan sasaran dan keahlian mereka ketika merencanakan cara memroduktisasi layanan. Libatkan mereka dalam prosesnya, dan Anda akan mampu membuat sesuatu yang keseluruhan tim Anda akan berinvestasi di situ.

5 Contoh Hebat Produktisasi: Produk Apa yang Anda Bisa Jual?

Sekarang Anda sudah akrab dengan istilah produktisasi dan apa yang bisa dilakukannya untuk bisnis Anda, saatnya melihat beragam produk berbeda yang Anda bisa buat untuk para pelanggan Anda.

1. Kursus dan Tutorial

Sebagai penyedia layanan, Anda memiliki keahlian, pengetahuan, dan pengalaman yang bisa diajarkan pada orang lain. Itulah mengapa pembuatan kursus dan tutorial berbayar adalah cara yang populer bagi freelancer dan konsultan untuk mendapatkan pemasukan yang terukur. Anda bisa mengajar kursus yang membagikan keahlian-keahlian ekstensif yang butuh lebih dari sekali duduk untuk mempelajarinya, atau Anda bisa mengajarkan tutorial yang lebih pendek untuk memungkinkan para pelanggan Anda belajar suatu keterampilan yang sangat khusus dalam sehari atau kurang.

Untuk menyampaikan kursus-kursus tersebut, Anda bisa menggunakan platform pembelajaran yang ada seperti Udemy atau Skillshare. Di sana juga merupakan platform pengajaran untuk bidang yang berbeda. Sebagai contoh, di sini di Envato Tuts+ kami mengkhususkan dalam kursus untuk penulisan kode, desain, fotografi, dan video.

Buat Sebuah Website Untuk Mendistribusikan Kursusmu

Jika Anda ingin memiliki lebih banyak kontrol tentang cara menyajikan dan menjual kursus, Anda bisa menjalankan sistem pendukungnya sendiri. Anda akan diharuskan untuk memilih suatu pemroses pembayaran, mengintegrasikannya dengan situs web Anda, dan memiliki perangkat lunak untuk mengantarkan materi-materi kursus.

Mungkin ini terdengar berlebihan, tetapi bisa dikelola jika Anda menggunakan sistem manajemen pembelajaran yang membantu Anda membuat dan menjual kursus. Anda bisa menggunakan sesuatu seperti Teachable, atau lihat tema-tema manajemen pembelajaran yang digunakan di WordPress atau mulailah dengan sistem manajemen pembelajaran Moodle yang populer.

Kamu Bisa Mengenakan Harga Yang Lebih Tinggi Untuk Kursus

Hal terbaik tentang kursus dan tutorial adalah Anda hanya perlu mengorganisasikan ulang keterampilan-keterampilan yang telah dimiliki dan menyajikannya dengan cara yang bisa dipahami dan dilaksanakan untuk audiens Anda. Sebagai seseorang yang telah bekerja di bidang yang Anda ajarkan, Anda memiliki kredibilitas berdasarkan pengalaman dunia nyata dan riwayat klien Anda.

Anda juga bisa mengenakan harga yang relatif tinggi untuk kursus yang didesain dengan baik, terutama jika Anda mengajar keterampilan untuk melejitkan potensi penghasilann bagi para profesional atau wirausahawan. 

Namun demikian, membuat kursus terutama yang multi bagian sehingga butuh waktu berhari-hari atau berpekan-pekan untuk menyelesaikannya, bisa mensyaratkan banyak hal. Misalnya adalah membuat dan memasarkan bisnis baru secara bersamaan.

2. Buku

Cara populer lainnya untuk mengemas layananmu sebagai produk adalah dengan buku. Buku membantu para pelanggan Anda untuk memecahkan masalah mereka dengan solusinya sendiri, dibandingkan solusi yang biasanya dilakukan untuk Anda yang seringkali Anda lakukan sebagai konsultan atau freelancer. Buku-buku tersebut bisa berbentuk buku elektronik, buku cetak, atau keduanya.

Mengapa Memulai Dengan Buku Untuk Mengemas Layanan Sebagai Produk?

Jika Anda ingin memproduktisasi pengalaman dan pengetahuan Anda secara langsung, buku adalah produk paling sederhana yang bisa Anda manfaatkan. Anda bisa membuat, menerbitkan, dan mulai menjual buku Anda bahkan tanpa memanfaatkan keahlian dan bantuan orang lain.

Suatu contoh dari hal tersebut adalah "The UI Audit" karya Jane Portman, seorang konsultan UI/UX. Melalui buku, Portman memberi pembacanya suatu bacaan awal tentang cara mendesain antar muka pengguna aplikasi web mereka sendiri. Desainer aplikasi web yang ingin melakukan desain UI/UX tidak perlu mempekerjakan Portman secara langsung—dapatkan saja bukunya.

UI Audit Book - Example of Service as a Product

Buku juga cenderung mudah diukur skalanya, terutama jika berupa buku elektronik atau buku-buku cetak sesuai permintaan. Jarang-jarang pelanggan membutuhkan dukungan atau panduan pasca pembelian, jadi Anda tidak akan menghabiskan banyak waktu melakukan dukungan satu-satu.

Tantangan Dengan Membuat Buku

Salah satu kelemahan produktisasi dengan buku adalah akan cukup menantang jika Anda bukan sepenuhnya seorang penulis. Anda punya pilihan untuk mempekerjakan seseorang agar menulis buat Anda—tetapi kemungkinan biayanya mahal, karena buku adalah proyek yang besar.

Tantangan yang mungkin Anda temui terkait buku adalah bahwa harga Anda terbatas dibandingkan produk informasi lainnya. Sebagian besar buku adalah teks dan gambar, jadi seringkali dalam dolar dijual di kisaran harga dua digit. Terkadang, lebih rendah. Karena kursus bersifat kaya media, harga yang dikenakan bisa berkisar antara sekian ratus hingga beberapa ribu dolar.

Jika Anda ingin meningkatkan nilai buku Anda, haruslah disediakan materi dan sumber-sumber daya tambahan. Pada contoh di atas, "The UI Audit" disajikan dalam tiga kemasan berbeda: $49 untuk buku, paket $99 yang dilengkapi dengan lembar kerja dan wawancara audio dengan para pakar lainnya, dan paket $299 yang mencakup semua hal di atas, termasuk panggilan strategi satu jam dengan Portman. Manfaatkan tambahan Anda sendiri yang relevan untuk meningkatkan nilai dan harga buku Anda.

Jika Anda membuat situs web Anda sendiri untuk menjual buku-buku Anda, maka Anda bisa menawarkan paket berjenjang ini. Jika Anda membuat website Anda sendiri dengan WordPress maka cari salah satu tema-tema teratas untuk penulis yang dilengkapi dengan dukungan WooCommerce.

3. Produk Berijin

Anda juga bisa menciptakan produk yang memungkinkan Anda menjual lisensi produk, daripada akses eksklusif ke produk itu sendiri. Contoh umum hal ini adalah fotografer yang menjual foto-foto stok. Berbagai profesi lainnya juga bisa melakukan hal tersebut, seperti programmer yang menjual skrip dan plugin, atau musisi dan audio engineer yang menjual lisensi pada audio dan musik mereka.

Untuk desainer, Anda bisa menjual lisensi pada apapun yang Anda buat, mulai jenis huruf hingga grafik dan ilustrasi. Salah satu contoh adalah kartunis Mark Anderson. Selain menjual layanan untuk ilustrasi berbayar, dia juga telah memroduktisasi layanannya dengan melisensi tiap karya kartunnya dan menjual layanan berlangganan yang memungkinkan pelanggan mengunduh dan menggunakan karyanya.

Andertoons - Example of Service as a Licenced Product

Salah satu manfaat melisensi adalah Anda bisa mendapatkan penghasilan pasif dari satu produk tunggal untuk waktu yang sangat lama. Meskipun demikian, untuk mendapatkan aliran pemasukan yang lebih konsisten, Anda membutuhkan sejumlah besar produk yang tersedia untuk dilisensi. Pelajari lebih lanjut tentang manfaat mengembangkan aliran penghasilan pasif:

4. Template

Serupa dengan lisensi adalah menjual template. Kecuali dengan templat, para pelanggan bisa sering melakukan perubahan, hanya dengan hanya dengan menggunakan templat sebagai kerangka kerja awal untuk dikerjakan.

Inilah yang terjadi dengan tema dan templat situs web yang dijual di Themeforest, dan templat grafik yang ditemukan di Graphicriver. Penulis juga dapat menjual template. Sebagai contoh, banyak copywriter yang menjual templat-templat surat—para pelanggan tinggal mengisi yang kosong dengan informasi yang sesuai dengan bisnis mereka, dan mereka mendapatkan salinan dengan harga rendah.

Hampir sama dengan pelisensian, memungkinkan juga untuk mendapatkan penghasilan pasif untuk waktu yang cukup lama. Salah satu kelemahannya adalah semakin banyak keahlian yang diperlukan dalam menggunakan templat Anda, semakin banyak dukungan yang harus Anda sediakan.

Apabila pelanggan yang membeli templat surat dan penjualan mungkin bertanya untuk klarifikasi kepada copywriter yang menjualnya, pelanggan yang bukan programmer mungkin kesulitan memodifikasi templat website. Perhatikan hal ini ketika merencanakan bagaimana Anda akan mendukung produk Anda dalam jangka panjang.

5. Aplikasi

Kamu mungkin juga memutuskan untuk membuat dan menjual software. Ini bisa berbentuk aplikasi selular, perangkat lunak desktop yang bisa diunduh, atau aplikasi online. Satu pendekatan umum adalah dengan membuat Perangkat Lunak sebagai Layanan (Software-as-a-Service). Produk-produk Saas ini pada umumnya di-host di web dan membutuhkan pengguna untuk berlangganan dan menggunakannya.

Salah satu contohnya adalah Nusii, suatu perangkat lunak untuk pembuat proposal. Perangkat lunak ini ditemukan oleh Nathan Powell, seorang desainer yang mengkhususkan pada halaman arahan. Tidak seperti klien konsultan Powell, pelanggan Nusii mendaftar ke perangkat lunak ini bulanan, dengan biaya yang tergantung pada fitur-fitur yang mereka inginkan dan berapa banyak proposal yang mereka kirimkan.

Nusii - Example of Service as an App Product

Tantangan Dengan Membuat Aplikasi

Ketika membuat dan menjual aplikasi atau produk-produk Saas terdengar sangat mungkin menghasilkan laba, ada banyak tantangan yang terkandung. Salah satu tantangan utama adalah betapa banyak waktu yang bisa dihabiskan dalam membuat aplikasi. Berdasarkan wawancara dengan Everyday Designer, Powell menyertakan Nusii sebagai proyek sampingan ketika mengerjakan proyek dari klien. Ini berarti Nusii harus sering beristirahat ketika Powell bekerja untuk proyek klien. Tetapi, begitu Powell ada waktu luang, dia bisa mengerjakan Nusii lagi.

Karena pembuatan perangkat lunak adalah hal yang sangat teknis, Anda harus menjadi seorang programmer. Untuk mereka yang tidak memiliki latar belakang pemrograman, Anda akan membutuhkan untuk bekerjasama dengan rekan bisnis teknis, menyewa pengembang, atau belajar menulis kode. Semua solusi tersebut memiliki halangan yang kuat untuk dimasuki. Tidak seperti produk-produk lainnya dalam daftar ini, hampir tidak mungkin Anda bisa meluncurkan suatu aplikasi dalam satu bulan.

Pada akhirnya, membuat, memelihara, dan memasarkan suatu aplikasi bisa cukup mahal. Anda akan membutuhkan adanya beragam infrastruktur teknologi, dibandingkan denganya sekedar menyediakan layanan untuk sejumlah klien.  Mungkin Anda juga butuh mengalokasikan untuk gaji jika Anda ingin ada orang yang menyediakan dukungan pelanggan khusus dan pemeliharaan perangkat lunak.

Bagaimana Melangkah Dari Ide Ke Produk Akhir

Begitu Anda menelusuri daftar produk-produk di atas, Anda akan mendapat gambaran yang lebih baik tentang tipe produk apa yang Anda ingin kejar. Langkah berikutnya adalah memperbaiki idenya dan menjadikannya lebih konkret.

Mempersempit Ide Produk

Di tahap ini, Anda harus memutuskan beberapa hal. Format produk, target pasar yang Anda ingin menjual produk kepada mereka, dan masalah yang Anda coba pecahkan. Berikut adalah sejumlah pertanyaan untuk panduan yang bisa Anda gunakan untuk menemukan hal tersebut:

1. Target Pasar Layanan vs. Target Pasar Produk

Persempit jenis pelanggan yang Anda berencana menjual produk kepada mereka. Siapa target pasar yang saat ini Anda jangkau dengan layanan Anda? Apakah Anda menyasar audiens yang sama untuk produk-produk Anda?

Jika Anda menyasar audiens yang sama, identifikasi perbedaan antara mereka yang membeli layanan Anda versus mereka yang membeli produk-produk Anda. Mengapa pelanggan memillih produk dibandingkan layanan yang Anda berikan dan sebaliknya? Berikut adalah beberapa pilihan yang bisa dipertimbangkan:

  • Biaya - Mungkin orang yang ingin membeli produk Anda memiliki demografi yang sama dengan klien Anda—kecuali mereka tidak menemukan alasan pembenar untuk membayar Anda per jam atau per proyek. Mereka menginginkan manfaat dari keahlian dan pengalaman Anda, tetapi anggarannya lebih kecil.
  • Kenyamanan - Sejumlah orang menyukai pendekatan Lakukan Sendiri (Do-It-Yourself) karena mereka bisa melakukannya sendiri dengan waktu mereka, atau dengan tim mereka sendiri, daripada mempekerjakan ahli dari luar.
  • Simplisitas - Biasanya klien-klien Anda membutuhkan bantuan dalam beberapa masalah. Seorang pelanggan mungkin hanya ingin memperbaiki satu aspek saja dari bisnisnya.

Jika Anda menyasar audiens yang sepenuhnya berbeda, perhatikan bahwa pemasaran dan jangkauan Anda juga harus berbeda. Hal ini dekat dengan memulai bisnis baru dibandingkan menambahkan versi yang diproduktisasi dari layanan-layanan Anda. Temukan bagaimana Anda berencana mengiklankan atau memasarkan ke segmen baru audiens ini. Temukan cara untuk menjangkau mereka dan mendapatkan umpan balik serta melakukan beberapa riset pasar awal.

2. Pilih Tujuan Atau Produk Topik Anda

Masalah apa yang saat ini Anda selesaikan dengan layanan-layanan Anda? Masalah apa yang menurut Anda ingin Anda selesaikan dengan produk Anda? Sebagai seorang freelancer atau konsultan, Anda telah menyelesaikan beberapa masalah untuk klien-klien Anda. Anda harus memilih satu masalah yang secara spesifik akan Anda selesaikan dengan produk Anda. Bisa jadi ini adalah masalah yang Anda telah membantu klien Anda saat ini untuk menyelesaikannya atau sesuatu yang sepenuhnya berbeda.

3. Pilih Format Produkmu

Dengan target pasar yang Anda coba jangkau dan masalah yang Anda coba selesaikan, format apa yang paling tepat untuk solusi yang akan Anda sajikan? Berikut adalah beberapa ide tentang hal-hal terbaik yang bisa didapatkan dari tiap format:

  • Buku - Untuk solusi yang bisa dieksekusi sendiri oleh pelanggan, membutuhkan sedikit instruksi atau panduan.
  • Tutorial dan Kursus - Jika apa yang Anda coba ajarkan pada para pelanggan membutuhkan banyak visualisasi atau demonstrasi, inilah metode terbaik.
  • Produk Berlisensi - Apakah keahlian yang Anda jual bisa menghasilkan hal-hal yang bisa digunakan atau digunakan kembali oleh banyak orang atau organisasi? Sebagai contoh, meskipun gambar stok berhasil dengan baik sebagai produk-produk berlisensi, hal yang sama tidak bisa dikatakan untuk artikel-artikel tertulis atau surat penjualan.
  • Templat - Apakah proses, keahlian, atau solusi Anda didokumentasikan atau disajikan dengan cara yang bisa disalin dan diubahsuai oleh pelanggan?
  • Aplikasi - Apakah perangkat lunak bisa menyelesaikan masalah yang Anda coba membantu pelanggan dengannya? Jika bisa, dan Anda memiliki waktu serta keahlian untuk membuat aplikasi Anda sendiri, format ini mungkin berhasil untuk Anda.

4. Rencanakan Waktu Pembuatan Produk Anda

Penting juga untuk mengetahui bagaimana Anda akan mendapatkan waktu untuk membuat produk Anda:

  • Kapan Anda ingin meluncurkannya?
  • Dengan beban kerja Anda saat ini, berapa banyak waktu per pekan atau per bulan yang secara realistis bisa Anda dedikasikan untuk membuat produk tersebut?
  • Apakah waktu Anda yang tersedia sesuai dengan tanggal peluncurannya?

Untuk menuntaskan produk Anda tepat waktu, yang terbaik adalah mengikuti praktek yang memungkinkan Anda melakukan peluncuran-peluncuran kecil sambil mendapatkan umpan balik dari para pelanggan. Dua tutorial berikut bisa membantu Anda untuk melakukannya:

Menilai dari contoh-contoh layanan yang diproduktisasi di atas, adalah hal yang umum bagi konsultan untuk membuat produk mereka di waktu sampingan dibandingkan purna waktu. Mungkin saja ini menghadirkan konflik tentang bagaimana Anda akan menggunakan jam kerja Anda.

Jika Anda mendapatkan proyek-proyek baru atau jika para klien membutuhkan lebih banyak waktu, apa rencana cadangan Anda untuk menuntaskan hal tersebut dengan produk Anda? Dengan adanya rencana cadangan ini Anda akan terbantu untuk memastikan bahwa produk Anda diselesaikan dan dirilis ke dunia, bahkan jika Anda masih mengerjakan proyek klien Anda.

Membuat Produk Pertamamu

Meskipun Anda tidak harus mengabaikan keadaan Anda sebagai seorang penyedia layanan, Anda akan menjalankan model bisnis yang sepenuhnya berbeda ketika melakukan produktisasi. Hal ini memiliki manfaat sekaligus tantangannya sendiri. Begitu Anda mempertimbangkan opsi-opsinya, Anda sudah selangkah lebih maju dalam membuat pemasukan yang lebih terukur dan bisa diprediksi.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.