Advertisement
  1. Business
  2. Risk Analysis
Business

Macam - Macam Risiko Bisnis

by
Difficulty:BeginnerLength:MediumLanguages:
This post is part of a series called Managing Risk in Your Business.
How to Measure Risk in Your Business

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Bisnis menghadapi semua jenis risiko, beberapa dapat menyebabkan kerugian serius bahkan kebangkrutan. Tapi di saat seluruh perusahaan besar memiliki departemen "pengelola risiko", perusahaan yang lebih kecil cenderung tidak melihat isu ini dalam cara yang sistematis.

Jadi dalam empat seri tutorial ini, anda akan belajar dasar - dasar manajemen risiko dan bagaimana anda dapat menerapkannya dalam bisnis anda.

Dalam tutorial pertama ini, kita akan melihat jenis - jenis utama risiko yang mungkin bisnis anda hadapi. Anda akan mendapatkan sebuah penjelasan tentang risiko strategik, risiko kepatuhan, risiko operasional, risiko finansial, risiko reputasional, sehingga anda mengerti apa maksudnya, dan bagaimana mereka dapat mempengaruhi bisnis anda. Kemudian kita akan masuk lebih spesifik tentang cara mengidentifikasi dan menangani risiko ini dalam seri tutorial berikutnya.

1. Risiko Strategik

Setiap orang tahu bahwa sebuah bisnis yang sukses memerlukan sebuah rencana bisnis yang komprehensif dan dipikirkan dengan matang. Namun itu juga sebuah fakta hidup bahwa banyak hal berubah, dan rencana terbaik anda terkadang terlihat begitu kuno dengan sangat cepat.

Inilah risiko strategik. Itu adalah sebuah risiko dimana strategi perusahaan anda menjadi kurang efektif dan perusahaan anda berusaha keras untuk mencapai goal sebagai sebuah hasil. Itu dapat disebabkan karena perubahan teknologi, pesaing kuat baru yang memasuki pasar, perubahan dalam permintaan pelanggan, peningkatan harga bahan baku, atau perubahan skala besar lainnya.

Sejarah diisi dengan contoh - contoh perusahaan yang menghadapi risiko strategik. Beberapa dapat beradaptasi dengan baik, sementara yang lainnya gagal.

Sebuah contoh klasik adalah Kodak, yang pernah menempati posisi dominan dalam pasar fotografi film dan saat salah satu teknisinya menemukan kamera digital tahun 1975, perusahaan itu melihat inovasi tersebut sebagai ancaman terhadap model bisnis utamanya, dan gagal untuk mengembangkannya.

Sangat mudah untuk mengatakannya jika kita melihat ke belakang, tentu saja, namun jika Kodak menganalisa risiko strategik dengan lebih hati - hati, mereka dapat menyimpulkan bahwa orang lain mungkin akan mulai membuat kamera digital suatu saat, jadi akan lebih baik jika Kodak mengkanibal bisnisnya sendiri daripada dilakukan oleh perusahaan lain.

Kegagalan untuk mengadaptasi sebuah risiko strategik membawa kepada kebangkrutan Kodak. Perusahaan tersebut berusaha bangkit dari kebangkrutan sebanyak usaha perusahaan kecil yang fokus pada solusi pencitraan corporate, namun jika perusahaan tersebut melakukan perubahan lebih cepat, mungkin saja dominasinya tetap dapat dipertahankan.

Menghadapi sebuah risiko strategik tidak harus menjadi sebuah bencana. Pikirkan tentang Xerox, yang menjadi sinonim dengan sebuah produk tunggal yang sukses besar, mesin fotokopi Xerox. Pengembangan cetak laser sebelumnya merupakan risiko strategik bagi posisi Xerox, namun tidak seperti Kodak, perusahaan tersebut dapat beradaptasi terhadap teknologi baru dan mengubah model bisnisnya. Cetak laser menjadi lini bisnis multi milyar bagi Xerox, dan perusahaan tersebut bertahan dari risiko strategik.

2. Risiko Kepatuhan

Apakah anda mematuhi seluruh hukum dan regulasi yang berhubungan dengan bisnis anda?

Tentu saja anda harus seperti itu (saya harap). Namun hukum berganti sepanjang waktu, dan selalu ada risiko bahwa anda akan menghadapi regulasi tambahan di masa mendatang. Dan saat bisnis anda berkembang, anda mungkin akan mendapatkan diri anda harus mematuhi aturan baru yang tidak pernah anda terapkan sebelumnya.

Sebagai contoh, mari katakan anda menjalankan sebuah perkebunan organik di California, dan menjual produk anda di toko seluruh U.S. Segalanya berjalan baik sehingga anda memutuskan untuk memperluasnya ke Eropa dan mulai menjual di sana.

Itu hal yang bagus, namun anda juga mengalami risiko kepatuhan yang signifikan. Negara - negara di Eropa memiliki aturan keamanan pangan, aturan penandaanya sendiri, dan masih banyak lagi. Dan jika anda membentuk lini Eropa untuk menanganinya, anda akan perlu untuk mematuhi aturan keuangan dan pajak lokal. Memenuhi seluruh persyaratan regulatori tambahan tersebut dapat berakhir pada biaya signifikan bagi bisnis anda.

Bahkan jika bisnis anda tidak meluas secara geografis, anda masih dapat mengalami risiko kepatuhan hanya dengan memperluas lini produk anda. Mari katakan perkebunan California anda mulai memproduksi wine sebagai tambahan terhadap makanan. Menjual alkohol membuka anda kepada sebuah regulasi yang baru dan berpotensi penuh biaya.

Dan akhirnya, bahkan jika bisnis anda tetap tidak berubah, anda dapat terbentur aturan baru kapanpun juga. Mungkin sebuah aturan perlindungan data baru memerlukan anda untuk meningkatkan keamanan website anda, sebagai contoh. Atau regulasi keamanan pekerja berarti anda perlu berinvestasi dalam peralatan baru yang lebih aman dalam pabrik anda. Atau mungkin anda secara tidak sengaja melanggar aturan, dan harus membayar denda. Seluruh hal tersebut membutuhkan biaya, dan memunculkan sebuah risiko kepatuhan terhadap bisnis anda.

Dalam kasus ekstrim, sebuah risiko kepatuhan dapat juga berdampak pada masa depan bisnis anda, akan menjadi risiko strategik juga. Pikirkan tentang perusahaan tembakau yang menghadapi larangan periklanan terbaru, atau layanan berbagi musik online pada akhir tahun 1990 yang dituntut untuk pelanggaran hak cipta dan tidak dapat bertahan dalam bisnisnya. Kita membagi risiko - risiko ini dalam kategori yang berbeda, namun mereka seringkali bersinggungan.

3. Risiko Operasional

Sejauh ini, kita telah melihat risiko muncul dari kejadian eksternal. Namun perusahaan anda juga adalah sumber risiko.

Risiko operasional mengacu pada sebuah kegagalan yang tidak diharapkan dalam operasi harian perusahaan. Itu dapat saja berupa kegagalan teknis, seperti server yang sudah usang, atau itu dapat juga disebabkan oleh orang atau proses anda.

Dalam beberapa kasus, In some cases, risiko operasional memiliki lebih dari satu penyebab. Sebagai contoh, bayangkan salah satu karyawan anda menulis jumlah yang salah dalam sebuah cek, yang membayar $100,000 bukannya $10,000.

Itulah kegagalan "orang", namun juga sebuah kegagalan "proses". Itu dapat dicegah dengan memiliki proses pembayaran yang lebih aman, contohnya memiliki anggota atau staf kedua yang mengesahkan setiap pembayaran besar, atau menggunakan sebuah sistem elektronik yang akan menampilkan jumlah yang tidak biasa untuk dikaji.

Dalam beberapa kasus, risiko operasional dapat juga muncul dari kejadian di luar kendali anda, seperti bencana alam, atau pemutusan daya, atau masalah dengan website host. Apapun yang mengganggu operasi utama perusahaan dikategorikan dalam risiko operasional.

Sementara kejadian tersebut kelihatannya lebih kecil dibandingkan risiko strategik yang kita bicarakan sebelumnya, risiko operasional tetap dapat memiliki dampak yang besar pada perusahaan anda. Bukan hanya terdapat biaya perbaikan masalah, namun isu operasional dapat juga mencegah pesanan pelanggan terkirim atau membuatnya tidak mungkin untuk menghubungi anda, dimana dapat menyebabkan kerugian pemasukan dan merusak reputasi anda.

4. Risiko Finansial

Kebanyakan kategori risiko memiliki dampak finansial, dalam istilah biaya ekstra atau kerugian pemasukan. Namun kategori risiko finansial mengacu secara khusus pada arus masuk dan keluar uang dalam bisnis anda, dan kemungkinan akan kerugian finansial.

Sebagai contoh, mari katakan bahwa sebuah porsi besar pemasukan anda berasal dari sebuah klien besar tunggal, dan anda memperpanjang 60 hari kredit kepada klien tersebut (info lebih lanjut tentang memperpanjang kredit dan menangani cash flow, lihat cash flow tutorial).

Dalam kasus tersebut, anda memiliki sebuah risiko finansial yang signifikan. Jika pelanggan tersebut tidak dapat membayar, atau menunda pembayaran untuk alasan apapun juga, maka bisnis anda dalam masalah besar.

Punya hutang yang banyak juga meningkatkan risiko finansial, khususnya jika kebanyakan adalah hutang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu dekat. Dan bagaimana jika suku bunga tiba - tiba naik, dan bukannya membayar 8% pinjaman, anda sekarang membayar 15%? Itu adalah biaya ekstra yang besar bagi bisnis anda, sehingga itu dihitung sebagai risiko finansial.

Risiko finansial meningkat jika anda melakukan bisnis secara internasional. Mari kita mundur lagi ke contoh perkebunan California yang menjual produknya di Eropa. Ketika itu membuat penjualan di Prancis atau Jerman, pemasukannya dalam bentuk euro, dan penjualan di UK dalam bentuk pounds. Nilai tukar selalu fluktuatif, yang berarti jumlah yang diterima perusahaan dalam dollar akan berubah. Perusahaan dapat membuat lebih banyak penjualan di bulan berikutnya, sebagai contoh, namun menerima lebih sedikit dalam dollar.Itu adalah risiko finansial besar yang harus diperhatikan.

5. Risiko Reputasional

Ada banyak jenis bisnis yang berbeda, namun mereka semua punya satu hal yang sama: tidak peduli industri yang mana yang anda geluti, reputasi anda adalah segalanya.

Jika reputasi anda rusak, anda akan melihat kerugian dalam waktu cepat, seperti pelanggan yang mulai ragu berbisnis dengan anda. Namun ada efek lainnya juga. Pekerja anda akan menurun moralnya bahkan memutuskan untuk pergi. Anda mungkin akan kesulitan untuk mencari pengganti yang bagus, dimana calon kandidat sudah mendengar reputasi jelek anda dan tidak ingin bergabung dengan usaha anda. Pemasok mungkin mulai menawarkan anda kondisi yang kurang menyenangkan. Pengiklan, sponsor atau partner lainnya mungkin memutuskan bahwa mereka tidak lagi ingin berasosiasi dengan anda.

Risiko reputasional dapat menimbulkan pelanggaran hukum mayor, penarikan produk yang memalukan, publikasi negatif tentang anda atau staf anda, atau kritik keras tentang produk atau layanan anda. Dan di masa sekarang ini, tidak diperlukan kejadian besar untuk menyebabkan kerusakan reputasi; itu juga dapat menjadi kematian perlahan saat ribuan tweet review produk online negatif.

Langkah Berikutnya

Jadi sekarang anda telah mengetahui tentang risiko utama yang dapat terjadi dalam bisnis anda. Kami telah meliput lima jenis risiko bisnis, dan contoh bagaimana itu dapat mempengaruhi bisnis anda.

Ini adalah fondasi strategi manajemen risiko untuk bisnis anda, namun tentu saja ada lebih banyak tugas untuk dikerjakan. Langkah berikutnya adalah melihat lebih dalam tiap jenis risiko, dan mengidentifikasi hal - hal yang dapat menjadi salah, dan dampak yang ditimbulkan.

Tidak banyak gunanya mengatakan, "Bisnis kami tunduk kepada operasional." Anda perlu melihat setiap aspek dalam operasional anda untuk mendapatkan hal - hal spesifik yang dapat saja menjadi salah. Kemudian anda dapat menentukan sebuah strategi untuk menangani risiko tersebut.

Kita akan mengulas semuanya dalam tutorial berikutnya, jadi tetaplah ikuti kelanjutan seri ini tentang bagaimana mengelola risiko dalam bisnis anda. Berikutnya adalah tutorial mengukur dan mengevaluasi risiko yang berbeda.

Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.