Unlimited PowerPoint templates, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Business
  2. Resumes

Bagaimana Secara Efektif Memasukkan Keahlian Profesional ke Resume Anda

by
Difficulty:BeginnerLength:LongLanguages:
This post is part of a series called How to Create a Great Resume (Ultimate Guide).
How to Write a Personal Brand Statement for Your Resume
How to List Your Education on a Resume (+Best Format Examples)

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Kurniawan Sugi Purwanto (you can also view the original English article)

Keahlian melayani di bar, Menulis, Python, Pembukuan, Merajut, apa kesamaan hal-hal tersebut?

Kesemuanya itu adalah keahlian, yang tidak semua layak dimasukkan ke resume Anda.

Pemberi pekerjaan bisa memanggil pelamar untuk wawancara hanya jika resumenya sesuai dengan seperangkat keahlian khusus yang mereka butuhkan. Menjejali resume Anda dengan segudang keahlian, sehingga menjadikannya tampak mengesankan, tidak akan membantu lamaran Anda jika berbagai keahlian tersebut tidak berhubungan dengan pekerjaannya.

Di artikel ini, saya akan menjelaskan tipe-tipe keahlian berbeda yang relevan, dan bagaimana memilih keahlian mana yang harus dimasukkan ke dalam bagian keahlian di resume Anda. Saya juga membahas cara menyebutkan keahlian di resume supaya tampil beda dan sesuai dengan pekerjaan yang Anda lamar.

What skills should you list in your resume skills section
Keahlian apa yang harus disebutkan di bagian keahlian di resume? (sumber grafis).

Menyebutkan keahlian/keterampilan profesional yang tepat dalam resume Anda adalah hal yang penting, mari memulai dengan melihat alasan mengapa itu harus dilakukan:

Apa Itu Bagian Keahlian Resume? Mengapa Ini Penting?

Adanya bagian yang didedikasikan untuk keahlian pelamar memudahkan perekrut untuk mengecek kualifikasi dengan cepat. Bagi kandidat, ini adalah peluang lain untuk menambahkan kata kunci dan menyorot keahlian mereka, jikalau perekrut tidak membaca keseluruhan riwayat profesional mereka.

Bagian keahlian di resume sering disebutkan setelah bagian pengalaman profesional, tetapi sejumlah resume memiliki bagian keahlian di kolom terpisah di sisi sebelah kiri atau sebelah kanan dokumen.

Beberapa kandidat mengelompokkan keaahlian mereka berdasarkan tanggung jawab utama pekerjaannya, sebagaimana ditunjukkan di bawah ini:

Resume skills organized by type
Bagian keahlian di contoh resume, dari Michelle Riklan, Certified Resume Writer dan Managing Director di Riklan Resources LLC.

2. Tipe-Tipe Utama Keahlian yang Dimasukkan ke Dalam Resume

Ada jenis-jenis keterampilan (skills) yang berbeda di resume Anda, tetapi dua tipe utamanya adalah keterampilan keras (hard skill) dan keterampilan lunak (soft skill).

1. Keterampilan Keras yang Dimasukkan ke Dalam Resume

Keterampilan keras bisa dikuantifikasi dan seringkali dipelajari di sekolah atau dunia kerja. Contoh keterampilan keras adalah: mengoperasikan mesin, membuat program dengan bahasa pemrograman, mendesain grafis, SEO, dan analisis data.

2. Keterampilan Lunak yang Dimasukkan ke Dalam Resume

Keterampilan lunak, dikenal juga sebagai 'keterampilan manusia' (people skills) adalah hal yang subjektif, sehingga lebih sulit untuk dikuantifikasi. Sebagai contoh, definisi pelamar akan 'keahlian komunikasi yang bagus' mungkin tidak tepat sesuai dengan apa yang dicari pemberi kerja.  Berbicara di depan umum, komunikasi, kesabaran, pengambilan keputusan, dan penyelesaian konflik kesemuanya adalah keterampilan lunak.

Gunakan Kedua Jenis Keterampilan Tersebut Dalam Resume Anda

Keduanya penting untuk dimasukkan ke bagian keahlian resume profesional. Berbagai tipe keahlian/keterampilan ini bisa dikategorikan sebagai keahlian yang bisa ditransfer atau khusus untuk pekerjaan tertentu.

Sebagaimana disiratkan oleh namanya, keahlian khusus pekerjaan disyaratkan untuk melakukan pekerjaan tertentu, sedangkan keahlian yang bisa ditransfer adalah yang relevan dengan bidang dan peran yang berbeda. Misalnya, seorang animator punya keahlian pemodelan 3D, manajemen waktu, dan komunikasi. Pemodelan 3D tidak akan bermanfaat setelah berganti karir, tetapi keahlian lainnya mungkin bermanfaat meskipun berpindah pekerjaan ke pemrograman atau penjualan.

Keterampilan Keras Atau Lunak: Mana yang Lebih Penting Dalam Suatu Resume yang Hebat?

Logikanya, keterampilan keras lebih penting. Tetapi jawabannya tidak sesederhana itu.

Dalam perekonomian yang berat, pelamar yang memiliki keterampilan keras akan mendapat pekerjaan lebih cepat karena pemberi kerja berpikir bahwa mereka bisa melakukan pekerjaan dengan sedikit atau tanpa pelatihan.

Dalam ceruk pasar atau pasar yang kompetitif, pelamar dengan keahlian yang dicari akan diprioritaskan. Ini terjadi sebelum aplikasi-aplikasi iOS jadi populer dan berbagai perusahaan saling bersaing memperebutkan cadangan talenta yang terbatas jumlahnya. Sekarang ini terjadi lagi; Facebook, Google, dan perusahaan teknologi lainnya saling bertarung memperebutkan kandidat-kandidat yang memiliki keahlian bidang machine learning.

Dalam berbagai industri yang cadangan talentanya banyak, para pemberi kerja menyukai pelamar yang keterampilan lunaknya maju, alasannya karena keterampilan lunak tidak mudah dipelajari.

Laporan Job Outlook tahun 2015 dari National Association of Colleges and Employers (NACE) memasukkan hasil survei terhadap 260 organisasi yang mengungkapkan berbagai keterampilan utama yang mereka hargai dari para pelamar.

Nace Survey results showing skills employers seek
NACE: Hasil survey, menunjukkan berbagai keterampilan peringkat atas yang dicari para pemberi kerja.

Menemukan sesuatu? Lima besarnya adalah keterampilan lunak. Kepemimpinan dan kerjasama tim ada di angka 77,8%, sedangkan keahlian dalam komunikasi tertulis ada di peringkat kedua dengan 73,4%. Yang mengejutkan, kreativitas—kata kunci umum di resume dan profil LinkedIn ada di posisi terakhir, 18,2%.

"Jangan lupa, para pemberi kerja tidak merekrut atas kemampuan praktis saja, mereka juga mempertimbangkan kesesuaian budaya," ujar Sarah Dowzell dari Natural HR.

Bagaimana Menyebutkan Keahlian Dalam Resume Anda: 5 Tips Cepat dan Mudah

Mari kita sempitkan cara menyebutkan keahlian di resume sehingga bisa lolos di perangkat lunak pelacak resume, tampil beda secara profesional, dan menarik perhatian pemberi kerja potensial. Berikut sejumlah tips cepat untuk bagian keahlian di resume supaya dicamkan dalam pikiran.

  1. Gunakan Keahlian yang Khusus untuk Pekerjaan Tertentu di Resume Anda - Hanya tuliskan keahlian khusus terkait pekerjaan yang saat ini digunakan dan diakui dalam pekerjaan Anda. Tidak perlu repot-repot memasukkan bahasa pemrograman dan mesin kuno, karena itu bisa membuat Anda terlihat ketinggalan jaman dari tren saat ini.
  2. Batasi Daftar Anda Dengan Hanya Memasukkan Keahlian yang Dapat Digunakan - Tujuan adanya bagian keahlian adalah untuk meyakinkan pemberi kerja bahwa Anda bisa melakukan pekerjaannya, bukan semua tugas yang bisa dibayangkan. 
  3. Organisasikan Keahlian Anda Dalam Beberapa Kategori - Bagi keahlian-keahlian Anda menjadi beberapa kategori utama yang terkait dengan posisi yang ada. Misalnya perangkat keahlian pengembang web bisa dibagi menjadi bahasa pemrograman, perangkat lunak, desain, dan keterampilan lunak.
  4. Masukkan Sinonim-Sinonim yang Relevan - Gunakan sinonim dan frase-frase yang berbeda untuk keterampilan Anda. Sebagai contoh, pemasaran media sosial juga bisa disebut SMM, dan terkadang merujuk ke platform tertentu, seperti pemasaran Facebook, atau pemasaran Pinterest.
  5. Tuliskan Keahlian-Keahlian Penting Beberapa Kali - Para perekrut juga menggunakan keahlian/keterampilan sebagai kata kunci untuk pencarian Applicant Tracking Software (ATS), jadi penting untuk menyebutkan keahlian Anda beberapa kali dalam resume, seperti di ringkasan profesional dan pengalaman kerja. ATS bisa menghitung seberapa sering suatu kata kunci muncul, lalu memeringkat lamaran yang masuk berdasarkan resume mana yang mengandung kata kunci paling banyak.

Bagaimana Menulis Keterampilan Lunak di Resume Anda

Tunjukkan, jangan katakan. Inilah aturan penting dalam menjadikan keterampilan lunak Anda bisa dipercaya sang perekrut.

Gunakan angka, penghargaan, dan metrik terukur lainnya untuk membuat perekrut melihat klaim Anda sebagai pemain tim yang baik dan komunikator yang baik adalah hal yang benar.

Mari kita lihat sejumlah contoh yang bermanfaat:

1. Manajemen Waktu dan Kerjasama Tim

"Koordinasi dengan 3 animator untuk secara sukses menuntaskan proyek animasi video 30 detik sebelum tenggat waktu."

2. Inisiatif dan Keterampilan Interpersonal

"Mengorganisasikan aktivitas pembangunan tim yang berbeda untuk meningkatkan semangat juang setelah terjadi merger perusahaan."

3. Komunikasi dan Keterampilan Kepemimpinan

"Mengelola satu tim relawan dan sponsor untuk menjadwalkan kegiatan, membungkus hadiah, dan melaksanakan suatu kampanye penjangkauan komunitas yang berhasil."

Bagaimana Menuliskan Keterampilan Keras Dalam Resume Anda

Keterampilan keras seringkali adalah keahlian yang bisa ditransfer dan sesuai dengan pekerjaan yang akan dimasukkan perekrut ke dalam ATS. Berikut adalah contoh keterampilan keras untuk editor atau copywriter:

Example of listing hard skills on your resume
Dari Wendi M. Weiner, Certified Executive Resume Writer dan Career Coach di Writing Guru.

1. Tunjukkan Bukti Kuantitatif Keahlian Anda

TaylorDumouchel, Pakar Karir di Peak Sales Recruiting mengatakan,

"Pelaku kinerja terbaik di berbagai usaha dan sektor keuangan memahami dengan tepat bagaimana upaya mereka berkontribusi terhadap lini dasar perusahaan, sehingga suatu resume puncak semestinya juga mencantumkan metrik yang menguantifikasi upaya-upaya mereka."

2. Buang Jargon Tidak Penting dari Resume Anda

"Keterampilan keras yang Anda tulis harus bisa dikenali oleh perusahaan atau audiens yang akan mengulas resume Anda," ujar Kristen McAlister dari Cerius Executives.

Sebagai contoh, program khusus yang Anda gunakan di pekerjaan lama Anda mungkin tidak terdengar oleh atasan Anda yang baru, jadi Anda harus menggantinya dengan nama umum untuk menjelaskan apa sebenarnya isi lamaran tersebut.

Layanan pelanggan dan agen penjualan telepon, sebagai contoh, menggunakan perangkat lunak yang khusus bagi perusahaan tempat mereka bekerja. Daripada menyebutkan nama perangkat lunak penjualannya, lebih baik menuliskan aplikasi manajemen prospek atau aplikasi database pelanggan.

3. Peringkat Keterampilan Keras Anda Dengan Metrik yang Jelas

Menggunakan angka untuk memeringkat keterampilan Anda mungkin terdengar bagus, tetapi tidak secara jelas menyampaikan tingkat keterampilan Anda.

Pada skala 10 angka, 10 adalah angka tertinggi, apa itu tujuh? Bagi Anda, itu mungkin berarti Anda 'cakap' dalam keterampilan tersebut, tetapi bagaimana jika perekrut berpikir bahwa 'cakap' bernilai delapan atau sembilan.

Gunakan metrik yang mudah dipahami seperti:

  • Pemula - Anda bisa menangani fitur-fitur dasar suatu program tetapi Anda belum bisa melakukan trik-trik yang rumit atau memperbaiki masalah.
  • Menengah - Anda juga bisa memecahkan masalah dan melakukan sejumlah trik yang bermanfaat. Tetapi Anda mungkin membutuhkan Google untuk mencari beberappa fungsi atau bertanya ke forum dari waktu ke waktu.
  • Cakap - Anda belum ahli, tetapi bisa menangani fungsi-fungsi tingkat lanjut dan memecahkan masalah dengan menelusurinya sendiri. Anda tidak membutuhkan buku petunjuk.
  • Pakar - Anda mengetahui programnya dengan sangat baik. Anda tahu fitur-fitur yang tersembunyi, trik, dan masalah-masalah aneh, begitu banyak yang Anda ketahui sehingga seringkali orang datang pada Anda untuk minta bantuan.

4. Urutkan Keterampilan Keras di Resume Anda Secara Logis

Mari kita lihat cara menyebutkan keterampilan Anda di suatu resume dengan urutan yang benar.

Sejumlah pekerjaan membutuhkan lebih banyak keterampilan teknis dibandingkan yang lain, seperti keperawatan, teknik, animasi video, dan pemrograman. Untuk jenis-jenis pekerjaan seperti itu, penting untuk menyebutkan keahlian Anda secara logis.

Berikut adalah cara menyebutkan keahlian bidang komputer di resume tanpa menjadikannya seperti daftar sekumpulan jargon:

Pilihan 1. Sebutkan Keahlian Anda Berdasarkan Urutan Relevansinya

Sebutkan keahlian-kehalian terkait pekerjaan secara khusus sesuai pekerjaan yang Anda targetkan lalu lanjutkan dengan keahlian sekunder atau rutin yang diekspektasikan. Tata letak ini memudahkan perekrut untuk melihat bahwa Anda memiliki keahlian yang dibutuhkan sesuai deskripsi pekerjaan yang ada.

Pilihan 2. Kategorisasikan Berdasarkan Jenis Keahlian

Keterampilan keras bisa dikategorisasi dengan cara-cara berbeda, tergantung nama pekerjaan Anda. Berikut adalah contoh desainer grafis yang mengelompokkan beragam keahlian mereka:

  • Keahlian Desain - Tata letak, tipografi, menggambar, mensketsa
  • Software Desain - Illustrator, InDesign, dan Photoshop
  • Keterampilan Tambahan - Keterampilan yang berguna bagi desainer, tetapi tidak secara langsung berkaitan dengan ceruk mereka saat ini. Misalnya CSS dan Pengembangan Web adalah keahlian sekunder yang bagus bagi seorang seniman tata letak cetak.

Pilihan 3. Letakkan Berdasarkan Urutan Pengalaman

Tuliskan keterampilan keras diikuti dengan tahun pengalaman. Menyebutkan keahlian Anda dengan cara ini akan menunjukkan perkembangan karir Anda.

Dimana Menempatkan Keahlian Dalam Resume Anda

Pernahkan Anda menyadari bahwa bagian keahlian di beberapa resume dituliskan sebagai kolom terpisah di sisi sebelah kanan, sedangkan yang lain menuliskannya di bahwa ringkasan profesionalnya?

Tidak ada penempatan yang benar atau salah, semuanya tergantung tujuan Anda. Para perekrut dan pakar resume yang saya pernah bicara dengan mereka memiliki beragam pendapat yang logis dan setara terkait tema ini.

1. Tempatkan Keahlian Setelah Ringkasan Profesional

"Tuliskan keahlian-keahlian Anda di bawah ringkasan profesional karena sepertiga resume terbaik tampil di halaman pertama pencarian. Karena resume hanya dibaca selama lima hingga tujuh detik, Anda akan berharap keahlian-keahlian kunci dapat lebih awal menarik perhatian pemberi kerja," ujar Weiner.

2. Pertimbangkan Apakah Akan Menggunakan Kolom Samping Atau Tidak

Dr. Dawn D. Boyer dari Dboyer Consulting tidak menyarankan penggunaan templat dengan blok teks, dua spasi, kolom samping, dan tata letak lainnya yang kreatif tetapi bermasalah.

Dia melanjutkan, "Suatu ATS mengambil teks yang ditemukannya dan mengurainya menjadi blok-blok data untuk pencarian di kemudian hari. Resume yang berisi kotak teks, grafik yang menakjubkan, tabel, dan kolom-kolom aneh bisa membuat bingung sistem ATS, yang mengakibatkannya mencampuradukkan teksnya, atau mengabaikannya secara keseluruhan."

Menurutnya, ini juga alasan mengapa meletakkan informasi Anda hanya di kepala atau kaki teks adalah ide yang buruk. ATS seringkali gagal mengenali teks yang tercantum di kepala teks, jadi perincian teks Anda tidak akan diikutkan ke dalam aplikasi Anda.

3. Tempatkan Keahlian Anda Berdasarkan Permintaan Kerja

"Jika keahlian teknis disyaratkan untuk posisi yang Anda cari, saya menuliskannya setelah ringkasan eksekutif lalu masukkan keterampilan lunak di bagian berbeda yang dinamai 'Area Kekuatan' di bawahnya", kata Dr. Heather Rothbauer-Wanish dari Feather Communications.

Jadi Urutannya adalah

  1. Ringkasan Profesional
  2. Keahlian Teknis
  3. Keterampilan Lunak

Untuk pekerjaan-pekerjaan profesional yang di situ keterampilan keras menjadi standar dan seringkali bisa ditransfer ke banyak posisi, Dr. Rothbauer-Wanish menyebutkannya di bagian bawah resume. Contoh keterampilan keras umum adalah penjualan dan riset online.

Tidak yakin bagaimana menstrukturisasi resume Anda? Pelajari panduan ini.

Anda juga bisa menemukan templat resume yang halus dan sederhana di sini:

6 Daftar Keahlian untuk Dimasukkan ke Dalam Resume (Disusun Berdasarkan Tipe dan Fungsi Pekerjaan)

Berikut adalah daftar keahlian profesional untuk resume, yang bisa Anda gunakan untuk mengisi bagian keahlian di resume Anda—dari keahlian bisnis hingga keterampilan teknis:

1. Keterampilan Lunak Umum

  • Komunikasi lisan dan tertulis
  • Kerjasama tim
  • Keterbukaan terhadap umpan balik
  • Inisiatif
  • Memenuhi tenggat waktu
  • Pemecahan masalah
  • Berbicara di depan umum
  • Manajemen waktu

2. Keterampilan Lunak Manajemen

  • Manajemen tim
  • Mentoring
  • Menulis laporan dan proposal
  • Mengoordinasikan even-even lintas fungsional

3. Keterampilan Keras: Desain

  • Photoshop
  • Pemodelan 3D
  • Tata Letak Cetak
  • Tipografi
  • Maya

Keterampilan Teknis Resume: Pemrograman

  • Bahasa Pemrograman: C++, Python,
  • Sistem Operasi: Linux, Mac OS X, Windows 8, Ubuntu
  • Analisis Data
  • Pengembangan aplikasi iOS
  • Penyelesaian masalah
  • Pengembangan Android
  • Peningkatan proses
  • Dokumentasi teknis

5. Keterampilan Keras: Pemasaran Online

  • Pemasaran Facebook
  • Pemasaran video
  • Membangun tautan
  • Google analytics
  • Majestic SEO
  • Penulisan Konten
  • Optimasi Mesin Pencari (SEO)
  • Pemasaran influencer

6. Keahlian Bisnis untuk Resume

  • Akuntansi
  • Pembukuan
  • Manajemen Proyek
  • MS Excel
  • Shorthand
  • SQL
  • Sumber daya manusia
  • Manajemen talenta
  • Rekrutmen teknis

Tunjukkan Apa yang Anda Bisa Lakukan...Tetapi Bukan Semuanya

Hematlah ruang di resume Anda dan hanya tuliskan keahlian yang terkait dengan lowongan kerja yang Anda lamar. Ingatlah, tiap keahlian yang Anda cantumkan di bagian keahlian resume Anda memiliki ongkos peluang untuk ruang tersebut—dan juga rentang perhatian manajer rekrutmen. Sekarang Anda tahu cara menyebutkan berbagai keahlian di resume untuk mendapatkan hasil terbaik dan keterampilan teknis atau lunak apa yang penting untuk dicantumkan, Anda telah siap untuk mengambil tindakan.

Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.