Unlimited WordPress themes, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Business
  2. Interviews
Business

Bagaimana Menjawab Dengan Benar Pertanyaan Sulit Tentang Perilaku Pada Wawancara Kerja

by
Length:LongLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Kurniawan Sugi Purwanto (you can also view the original English article)

Jawaban Anda menunjukkan kepada pewawancara tentang siapa diri Anda sebenarnya, bukan Anda berpura-pura menjadi siapa. Mereke menggunakan perilaku untuk memprediksi bagaimana kinerja Anda, jika  Anda diterima bekerja di sana. Itulah mengapa pertanyaan-pertanyaan wawancara yang berfokus pada situasi-situasi khusus dalam kehidupan pribadi dan profesional Anda.

Karena pertanyaan-pertanyaan semacam itu punya banyak variasi, lebih baik menggunakan suatu format daripada menggantungkan diri pada skrip. Jadi, untuk membantu Anda siap pada wawancara berikutnya, saya telah mengumpulkan 12 pertanyaan perilaku dan akan saya sampaikan secara terperinci apa yang dicari perekrut dalam jawaban Anda. Sejumlah contoh jawaban atas pertanyaan sulit dalam wawancara juga disiapkan di sini.

how to answer behavioral interview questions
Apakah Anda siap dengan jawaban-jawaban terbaik untuk pertanyaan sulit tentang perilaku dalam wawancara kerja? (sumber grafik)

Pertanyaan Terkait Perilaku Dalam Wawancara Kerja dan Jawabannya Tentang Diri Anda

Pertanyaan-pertanyaan ini membantu para pewawancara untuk menguraikan kepribadian, tujuan, ketertarikan, dan sikap Anda yang sesungguhnya.

1. Apa Yang Kamu Lakukan Untuk Meningkatkan Dirimu?

"Apa yang sedang Anda baca sekarang?" adalah cara lain untuk menanyakan hal ini.

Kenneth Ashe, Project Manager di Prudential Financial mengatakan, "Jika kandidat tidak bisa menjawab, itu hal yang tidak baik. Saya ingin menerima orang yang tertarik untuk mengembangkan diri mereka sendiri."

Itu juga menunjukkan pada hal apa saja kandidat tertarik. Jika seorang pelamar adalah anggota Toast Masters, itu menunjukkan mereka ingin meningkatkan kemampuan mereka bicara di hadapan publik.

Jawab pertanyaan ini dengan menyatakan satu atau dua ketertarikan Anda yang berhubungan dengan  karir, diikuti dengan kisah singkat tentang buku yang Anda baca atau pelajaran yang Anda ambil untuk mempelajarinya.

Memasak, merajut, dan berbagai hobi pribadi lainnya yang tak terkait dengan lini kerja Anda memang menarik tapi tidak ada nilai manfaatnya untuk profesionalisme Anda.

2. Apakah Pencapaian Terbaik yang Paling Anda Banggakan?

Ini sama dengan pertanyaan, "Apa prestasi terbesar Anda?" dan "Momen apa yang paling membanggakan bagi Anda di tempat kerja?"

Kedengarannya langsung ke tujuan, bukan? Sang perekrut memberikan Anda kesempatan untuk memamerkan momen Anda yang paling membanggakan.

Ini adalah pedang bermata dua, karena ini juga menunjukkan apa pandangan Anda tentang kerja keras. Dan jika pandangan Anda tentang prestasi tidak cukup mengesankan, Anda baru saja kehilangan ketertarikan sang pewawancara.

"Jika hal tersulit yang Anda lakukan adalah lulus dalam waktu rata-rata 4 tahun, maka saya pikir mungkin Anda sudah puas dengan menjadi orang rata-rata," kata April Davis, Pendiri LUMA.

Ya, menyelesaikan kuliah itu hebat. Tapi Anda tidak bisa mempertahankan cara berpikir seperti itu dengan begitu banyak pelamar lulusan kuliahan berkompetisi untuk memperebutkan posisi yang sama.

Jika Anda pernah bekerja beberapa waktu lamanya, bagikan cerita ketika Anda melampaui sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Mencapai kuota saja tidak cukup.

Baru lulus? Beritahu pewawancara tentang bagaimana Anda berhasil untuk bertahan dalam menulis disertasi dengan rekan kerja yang tidak kooperatif sambil bekerja paruh waktu. Cerita yang serupa tentang mengerjakan banyak tugas bersamaan dan bekerja dengan orang lain untuk mencapai sasaran yang menantang juga bagus.

3. Jika Saya Bertanya Pada Sahabat Anda Untuk Menjelaskan Tentang Anda dan Sasaran-Sasaran Anda, Apa yang Akan Mereka Katakan?

Ini sering diikuti dengan pertanyaan, "Apakah Anda setuju dengannya?"

Anda mungkin dekat dengan teman Anda tetapi tidak berbagi pikiran. Dalam hal ini, pewawancara memeriksa apakah Anda bisa menerima hal itu dan menghormati sudut pandangnya.

"Ini juga cara yang hebat untuk melihat apakah pelamar bisa memproyeksikan apa yang mereka inginkan untuk dilihat orang lain," ujar Marie DiMascio, Direktur Keuangan dan HR di McDougalll Interactive.

4. Ceritakan Pada Saya Saat Anda Gagal

Mungkin ini salah satu pertanyaan perilaku yang paling umum dalam wawancara kerja di luaran sana. Cara lain pewawancara bertanya adalah, "Bagaimana Anda menangani kesalahan sebelunya?"

Pewawancara ingin tahu apakah Anda punya pandangan yang sehat terhadap kegagalan.

Tiap orang gagal pada satu titik, jadi jangan coba-coba menjawab dengan kegagalan palsu. Jawaban seperti,

"Saya mencapai target 17 penjualan dari 14 yang diharuskan tiap bulannya. Tapi saya ingin mengalahkan penjual puncak yang hanya 2 poin di depan saya. Saya merasa itu sebagai suatu kegagalan."

Jawaban semacam itu menunjukkan bahwa pelamar adalah seorang perfeksionis dan mungkin saja si pura-pura rendah hati yang menjengkelkan. Ini juga menunjukkan bahwa mereka berkutat dengan kegagalan dan mungkin butuh waktu untuk melanjutkan hidup.

Pilih Kegagalan yang Memenuhi Kriteria-Kriteria Berikut

  • Recent (Baru Saja) - Kegagalan dari pekerjaan Anda saat ini atau yang lalu.
  • Real (Sungguhan) - Kesalahan sungguhan di tempat kerja, dengan konsekuensi yang riil.
  • Safe (Aman) - Jangan mengangkat bendera merah tentang kewarasan dan profesionalisme Anda. Jangan membagikan cerita tentang karir yang berakhir karena kesalahan, atau apapun yang mungkin menunjukkan cacat karakter yang besar. Ini termasuk pertengkaran keluarga, memanggil nama, lupa menghadiri rapat di pekerjaan, dan proyek yang tidak berjalan dengan baik akibat Anda.

Bagaimana Menjawab Pertanyaan Perilaku Pada Wawancara Kerja tentang Kesalahan Anda

"Terbukalah tentang apa yang terjadi. Jelaskan situasinya, kesalahan Anda, dan apa yang Anda lakukan untuk memperbaikinya. Jangan lupa tentang akhir yang bahagia dan pelajaran moral dari cerita tersebut," saran Michelle Riklan, Managing Director di Riklan Resources LLC.

Contoh Jawaban (Situasi + Kesalahan + Solusi + Akhir yang Bahagia + Pelajaran Moral)

"Saya pernah salah membacakan harga produk yang high-end pada seorang pelanggan baru. Tentu saja, pelanggan melihatnya sebagai penawaran yang bagus dan kami langsung mulai memproses penjualan. Saya sangat terkejut begitu memasukkan kode produk ke sistem kami dan menyadari harga yang benar.

Saya tidak tahu apakah pelanggan masih akan menyetujui penjualan setelah mengetahui harga sebenarnya produk tersebut. Jadi, daripada melanjutkan dan berisiko kehilangan pejualan, saya meminta pelanggan untuk menunggu sebentar lalu saya bicara dengan supervisor saya.

Saya mengakui kesalahan dan meminta bantuannya, mengakui bahwa saya tidak yakin apakah lebih baik kehilangan penjualan daripada memberikan diskon yang sangat besar. Supervisor saya membantu untuk menerangkan kesalahannya pada pelanggan dan mengizinkan saya menggunakan diskon manajernya. Saya masih berhasil melakukan penjualan dan mendapat pelajaran berharga tentang memeriksa ulang harga, sekaligus mempercayai supervisor saya.

Pertanyaan Wawancata Kerja Berbasis Perilaku dan Jawabannya Tentang Keahlian Anda

Ini adalah pertanyaan-pertanyaan paling umum tentang perilaku dalam wawancara kerja, yakni mengenai komunikasi, kepemimpinan, pemecahan masalah, dan keterampilan interpersonal pelamar.

5. Bagaimana Anda Menangani Suatu Tantangan?

Para pewawancara ingin tahu proses kerja Anda untuk mendapat gambaran yang konkrit tentang kemampuan Anda menghadapi tantangan yang serupa dalam peran pekerjaan yang Anda lamar.

Untuk pertanyaan semacam ini, penting untuk menekankan perubahan yang tak terduga dan bagaimana Anda menanganinya, sebagai misal dalam contoh berikut.

"Terkait darurat kerja yang tak terduga, manajer saya meninggalkan kota di tengah-tengah negosiasi dengan seorang klien yang sulit. Saya ditugaskan untuk membuat presentasi dari riset yang dia tinggalkan dan brifing yang kami terima beberapa pekan lalu.

Saya tidak pernah membuat presentasi sendiri sebelumnya, saya selalu dibantu manajer saya. Setelah mempelajari presentasi-presentasi kami sebelumnya, saya bekerja keras untuk melakukan pekerjaan itu. Dengan lembur dua malam berikutnya, saya menyelesaikan presentasinya dan mendapat persetujuan dari Direktur kami.

6. Jelaskan Situasi yang Anda Harus Menyelesaikan Masalah Antara Teman atau Kolega

Kemampuan untuk menyelesaikan masalah ketika bekerja dengan orang lain adalah keterampilan yang krusial bagi siapapun yang bekerja di suatu kantor, baik Anda seorang manajer maupun karyawan yang baru masuk.

Itulah mengapa pewawancara memeriksa apakah Anda seorang pemain tim sebelum menyambut Anda ke dalam tim mereka.

Untuk pertanyaan ini, penting untuk menyoroti apa yang Anda lakukan untuk mendapat masukan dari semua orang, dan bukan sekedar kemampuan Anda menyelesaikan masalah.

Berikut Satu Contoh Jawaban (Masalah Kelompok + Bagaimana Anda Bekerja dalam Tim + Solusi + Hasil)

"Tim kami ditugasi untuk mendesain website dari nol, tetapi brifing yang diberikan masih kabur sehingga masing-masing dari kami punya interpretasi yang berbeda tentang apa yang diinginkan klien.

Saya mendengarkan opini rekan setim saya, bukan malah maju terus agar suara saya didengar dan menambah kebingungan. Ketika kami tidak bisa menyetujui satu desain kolaboratif, saya berbicara dengan semua orang di tim untuk mendapat perspektif mereka.

Dari sana, saya berhasil mengumpulkan ide-ide pribadi, apa yang kami bisa kompromi, dan bagian mana dari ide desain masing-masing yang kami bersedia mengadaptasinya. Saya tidak memihak siapapun. Setelah itu, saya mempresentasikan temuan-temuan saya pada tim dan kami menyepakati desain akhir yang mengombinasikan ide-ide terbaik dari semua orang."

7. Bagaimana Anda Akan Menangani Pelanggan yang Marah Ketika Mereka Salah

Apakah pelanggan selalu benar? Tentu saja tidak, tetapi pewawancara suka jika Anda tetap sopan dan tidak balik marah pada mereka.

Evan Harris, Co-Founder dan Kepala SDM di SD Equity Partners mengatakan,

"Kami masih akan menanyakan pertanyaan ini, meskipun kami mencari untuk peran yang tidak berhadapan dengan pelanggan. Penting bagi kami bahwa semua orang berada di halaman yang sama ketika berurusan dengan interaksi pelanggan."

Harris lebih suka pelamar yang menjelaskan bagaimana mereka menanggung komentar pelanggan, sesalah apapun itu, tanpa harus bersikap kasar. Ini adalah ujian kesabaran dan pikiran, jadi pewawancara juga ingin tahu bagaimana Anda berencana untuk menangani masalah pelanggan.

Seorang pelamar untuk posisi Front Desk Specialist di suatu hotel bintang 4 mendapat pertanyaan ini:

Seorang perempuan marah dan mengeluhkan mengapa anjing pudel kecilnya tidak boleh dimasukkan kamar, sedangkan kebijakan hotel dengan tegas menyatakan tidak ada hewan piaraan yang diizinkan masuk. Apa yang akan Anda sampaikan pada pelanggan?

"Bu. (Nama), seberapapun saya ingin mengizinkan anjing Anda menginap bersama Anda, kebijakan "Larangan Hewan Piaraan" di hotel ini sungguh penting. Kebijakan itu melindungi keamanan tamu lainnya yang mungkin tidak nyaman dengan anjing, atau punya alergi yang serius.
Saya bisa mencarikan lokasi lain yang di sana anjing Anda bisa menginap, misalkan suatu penitipan hewan peliharaan atau hotel lain. Apakah Anda setuju?"

Layanan pelanggan yang hebat adalah standar di banyak hotel, tetapi ada batasan peraturan yang harus diikuti. Jadi jawaban yang benar bukan sekedar memberikan diskon, atau membiarkan pelanggan memilih jalannya sendiri.

Pewawancara menguji Anda, apakah solusi yang Anda tawarkan hanya cara untuk melarikan diri, atau malah membawa lebih banyak masalah. Jawaban Anda harus menyertakan solusi riil yang mendemonstrasikan keterampilan pemecahan masalah Anda.

8. Bagaimana Anda Menangai Ketidaksetujuan Dengan Rekan Kerja Anda?

Ini adalah tentang kemampuan Anda dalam hal manajemen konflik. Apapun yang dikatakan oleh pakar SDM tentang kecocokan budaya, mustahil untuk menghindar dari semua beda pendapat di kantor. Sejumlah rekan setim Anda mungkin menjadi tidak jelas, malas, aneh, atau tidak profesional.

Dalam respon Anda, tekankan kesabaran Anda dalam menangani drama apapun yang Anda hadapi. Bahkan meskipun kolega Anda salah, jangan berbicara yang buruk tentang mereka.

"Saya adalah seorang manajer proyek dan pada satu titik salah satu programer yang saya bekerja dengannya melewatkan tenggat waktu yang saya tetapkan. Programmer tersebut mendadak marah ketika saya menanyakan tentang itu. Itu bukan respon yang saya harapkan, tetapi saya tetap tenang.

Hal baiknya, dia jadi tenang setelah menyadari saya hanya bertanya apa yang terjadi—bukan menyerangnya. Saya mendapati bahwa dia kebanyakan pekerjaan. Proyek kami berkompetisi dengan tugas-tugasnya yang lain.

Saya bertanya apakah dia butuh penyesuaian tenggat waktu, dan kami bekerja sama untuk mencegah masalah serupa terjadi di masa yang akan datang meskipun beban kerjanya cukup berat. Pertemuan berakhir dengan dia minta maaf, dan berterima kasih pada saya atas pengertiannya."

9. Apa yang Akan Anda Lakukan Jika Seseorang Terus Menerima Pujian Atas Kerja Anda?

Ah, politik perusahaan. Pertanyaan ini bukan sepenuhnya tentang kesabaran dan welas asih, tetapi kemampuan Anda untuk mempersuasi dan bermain peran yang baik dengan orang lain.

Strukturkan jawaban Anda menjadi tiga bagian:

  1. Tunjukkan Bagaimana Anda Adalah Orang Yang Murah Hati - Pemimpin yang baik tahu bahwa terjadang mereka harus memberi terlebih dahulu sebelum menerima apapun.
  2. Diskusikan Negosiasi yang Bersahabat dengan Lawan Anda - Tunjukkan kemampuan Anda berkomunikasi, menjual, dan menyelesaikan masalah.
  3. Tunjukkan Bagaimana Anda Kalah atau Menang secara Terhormat - Ketahuilah bahwa Anda tidak bisa memiliki segalanya jadi menggambarkan diri Anda sebagai anggur asam akan menjadikan Anda sebagai kandidat yang kurang hebat.

Berikut adalah contoh yang mengandung ketiga tahap tersebut:

"Akan saya tunjukkan pada rekan setim saaya bahwa saya akan adil kepadanya, meskipun apa yang dia lakukan. Akan saya berikan padanya pujian atas idenya sendiri, dengan harapan dia juga akan mulai menerima saya juga.

Jika itu tidak bekerja dengan baik, akan saya ajak dia konfrontasi lalu mencapai kesepakatan dimana kami bisa secara simultan menyampaikan ide kami kepada bos kami. Karena bos kami tahu siapa yang memberikan ide, kami bisa mendapat pujian yang kami berhak untuk itu.

Ceritanya berbeda jika bos sayalah yang mendapat pujian atas ide-ide saya. Saya kita bagian dari pekerjaan saya adalah membuat bos tampak bagus, untuk membuat hidupnya lebih mudah. Selama bos saya tahu apa saya inginkan, saya kira dia dibenarkan ketika mempresentasikan pekerjaannya pada atasannya."

10. Bagaimana Anda Menjelaskan Pekerjaan Anda pada Seorang Anak Berusia 5 Tahun?

Jika Anda bisa menjelaskan konsep yang sulit pada anak umur 5 tahun yang penasaran dan penuh energi, Anda mungkin bisa menangani hampir tiap tipe pelanggan yang ada. Setidaknya saya berpikir itulah penjelasan rasional di balik pertanyaan ini.

Jawaban terbaiik sungguh sederhana, membuang sebanyak mungkin hal-hal teknis dan spesifik tanpa menghilangkan tujuan sebenarnya.

Untuk penulis dan desainer, jawabannya mungkin mudah:

"Aku menceritakan pada orang lain apa yang terjadi di seluruh dunia."

"Aku mendesain website yang keren yang kamu lihat di komputer, jadi bisa mudah dibaca dan semua orang suka melihatnya."

Tapi bagaimana jika Anda bekerja dengan media sosial, pemerintah, bank, atau tempat lain yang lebih rumit?

Contoh Jawaban untuk Media Sosial

"Aku membaca apa yang orang tulis di komputer, mengumpulkan gambar dan lelucon yang populer, dan membagikannya pada orang lain. Terkadang, aku juga membagikan pengumuman tentang perusahaan kami, misalnya ketika kami punya produk baru."

Jawaban untuk Perbankan dan Pekerjaan Keuangan Lainnya

"Saya menyimpan tabungan orang ketika mereka punya uang lebih, jadi mereka punya sesuatu untuk digunakan apabila mereka butuh di masa depan."

Bagaimana Menjawab Pertanyaan Terkait Perilaku Dalam Wawancara Kerja Tentang Karir Anda

11. Hal Apa yang Paling Berisiko yang Pernah Anda Lakukan dalam Karir Anda?

Pertanyaan ini populer dalam pekerjaan yang gairah pelamar akan risiko sangat diperhatikan, seperti dalam pekerjaan di Wall Street dan posisi kepemimpinan.

Apakah Anda menjauh dari ketidakpastian atau apakah Anda menghadapinya dengan kepala tegak? Apakah Anda begitu konservatif sehingga dibutuhkan beberapa tahun untuk membuat kemajuan yang nyata menuju sasaran Anda? Ada lebih dari dua hal yang ingin diketahui oleh pewawancara.

Sesuaikan respon Anda dengan nilai-nilai perusahaan dan minat terhadap risiko. Amazon, misalnya, sangat bergantung pada data yang dikumpulkan dari perilaku pelanggan di situs mereka. Perusahaan-perusahaan lain berfokus pada risiko yang melempangkan jalan untuk berinovasi, misalnya Tesla.

Berikut adalah contoh jawaban yang aman tapi bagus.

"Risiko tergantung pada bagaimana Anda mendefinisikannya. Apa yang mungkin berisiko bagi saya mungkin normal atau konservatif bagi Anda. Meskipun saya bukan orang yang suka risiko yang tidak penting, saya menghargai risiko terkalkulasi yang mendorong batasan apa yang mungkin.

Jadi, sebelum mengambil risiko apapun, dalam hidup dan pekerjaan, saya mempertimbangkan manfaat dan kerugiannya, dan juga kemungkinan-kemungkinan lain keputusan saya. Ini membantu saya menentukan jika risiko ini berharga untuk diambil."

Setelah itu, Anda bisa mendapat poin ekstra dengan membagikan persimpangan (atau kemunduran) utama yang memaksan Anda mengeksplorasi tujuan baru, dan bagaimana keputusan tersebut berhasil.

12. Apakah Anda Suka Atasan yang Memperhatikan Kerja Anda dengan Ketat, atau Memberi Anda Ruang yang Cukup untuk Kreativitas?

Seperti pertanyaan berbasis perilaku lainnya yang ditulis di sini, pertanyaan ini tidak punya jawaban benar atau salah. Idealnya, jawaban Anda semestinya menempatkan Anda di tengah-tengah spektrum.

"Dengan pekerjaan yang baru, saya selalu menanyakan tentang preferensi supervisor saya dalam mengelola karyawan dan proyek. Jika mereka lebih suka pendekatan terkontrol, saya akan bekerja dengan mereka di setiap tahap pekerjaan.

Tapi jika mereka ingin saya yang mengambil kendali, akan saya lakukan yang terbaik agar tidak mengecewakan. Kuncinya bagi saya adalah fleksibel untuk memenuhi kebutuhan lingkungan pekerjaan saya saat ini."

Dengarkan Apa yang Ditanyakan

Terkadang pelamar terlalu bersemangat dalam menjawab pertanyaan sehingga mereka lupa berhenti sejenak untuk mempertimbangkan apa yang dicari oleh pewawancara.

Mungkin Anda sudah berlatih menjawab pertanyaan yang serupa. Tapi itu tidak berarti jawaban yang telah Anda latih dengan baik akan benar-benar sesuai.

Sarah Dowzell, COO Natural HR setuju,

"Saya sudah mewawancarai sejumlah kandidat yang jelas telah mempersiapkan diri untuk wawancara dengan contoh-contoh yang sudah diformulasikan yang bisa mereka gunakan untuk perilaku atau kompetensi yang berbeda. Tapi mereka tidak selalu sesuai dengan pertanyaan yang saya tanyakan."

Misalnya, bagaimana Anda akan menjawab pertanyaan ini?

Ceritakan pada saya waktu ketika Anda membujuk seorang kolega untuk mengubah pikirannya dan bagaimana Anda melakukannya?

Jawaban yang jelas bagi sejumlah pelamar mungkin situasi yang mendemonstrasikan kemampuan komunikasi dan negosiasi mereka. Dan itu tidak salah tapi juga tidak lengkap.

Untuk kasus Dowzell, dia juga mencari tahu metode Anda dalam riset informasi untuk mendukung kasus Anda. Jika Anda membaca pertanyaan di atas, Anda akan melihat pertanyaan yang membutuhkan dua jawaban.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.